prwijono
22-04-2004, 01:28 PM
Kulihat awan membentuk wajahmu
Desah angin meniupkan namamu
Tubuhku terpaku
Bulan sabit melengkungkan senyummu
Tabur bintang serupa kilau auramu
Akupun sadari
Kusegra berlari
Tak pernah aku impikan
Betapa beratnya meruntuhkan hatimu
Lama sudah ku menunggu
Seutas harapan tulus cintamu
Tak kan ku temui wanita sepertimu
Tak kan ku dapatkan
Rasa cinta ini ...
Ku bayangkan bila engkau datang
Ku peluk bahagiakan aku
Ku serahkan seluruh hidupku
Menjadi penjaga hatimu
Sering kali ku temukan
Mahkota bertabur intan permata
Meski aku tlah terbiasa
Kaulah tambatan hatiku selamanya
puisi ini ditujukan ke MH dari RW
backsound: Classical-Pachelbel - Canon In D (Piano)
Desah angin meniupkan namamu
Tubuhku terpaku
Bulan sabit melengkungkan senyummu
Tabur bintang serupa kilau auramu
Akupun sadari
Kusegra berlari
Tak pernah aku impikan
Betapa beratnya meruntuhkan hatimu
Lama sudah ku menunggu
Seutas harapan tulus cintamu
Tak kan ku temui wanita sepertimu
Tak kan ku dapatkan
Rasa cinta ini ...
Ku bayangkan bila engkau datang
Ku peluk bahagiakan aku
Ku serahkan seluruh hidupku
Menjadi penjaga hatimu
Sering kali ku temukan
Mahkota bertabur intan permata
Meski aku tlah terbiasa
Kaulah tambatan hatiku selamanya
puisi ini ditujukan ke MH dari RW
backsound: Classical-Pachelbel - Canon In D (Piano)