cyber_avatar
24-04-2004, 01:17 PM
Air yang kukenal
Air butuh wadah pelengkap
Dia tak tertangkap
Dia selalu tunduk masuk
Dia ingin punya bentuk
Tapi air adalah air.. apa adanya
Kelembutan, kejernihan dan kesegarannya
Bukankah esensi adalah segalanya ?
Sehingga kulit tak jadi penting.. sebenarnya.
______________________________
Untuk Mantan Hambaku
Dulu aku Tuhanmu
Kau sempat jadi hambaku
Kuberikan kau pertanda dan segala mukjizat
Sehingga selamat akan kau dapat
Aku mau kau cinta hidupmu
Setiap detik yang berlalu malu-malu
Dengan buku biru di tangan kananku
Kutuntun kau menuju jalan terang tak berliku
Tapi tahu apa pula aku ?
Siapa bilang kau butuh jalan itu ?
Jingga kelammu tak serasi dengan buku biru
Bahkan anggota kerajaan sastramu pun pernah menertawakanku
Maka kutarik kembali segala sabda ku.
__________________________________
The Usual Sin
I really love my self now
You are absolutely know
So when you really hate yours
Its getting on my nerves
Can you hear my curse ?
I cant explain the way u means a lot to me
I do care about you specially.. really
That strange position in me has been taken by you.. only
Cant you just see ?
All the efforts to make you smile
Had always burn your eyes
To finally make you cry
All the power i always want to share
Had always turn grey
Here, there and everywhere
The differences between that has always been
Makes me finally think
That all the things i want to bring..
IT’S JUST A SIN!
______________________________
Untuk Tuanmu
Aku benci babu
Mereka seperti bisu
“Apa maumu Tuanku ?”
“Hanya demi senyummu, tangisku adalah semu.”
Kau bukan babu
Kau adalah temanku
Tuan sejatimu ada disitu
Menyatu dalam setiap pori-porimu
Meminpin symphony denyut jantungmu
Tapi kau selalu gusar
Kau ingat Tuanmu ada di luar
Setiap jengkal telah kau jalar
Liar.. Kau tak punya nalar ?
Aku bosan jadi setan
Agamamu hebat, teman..
Aku menolak kau perTuan
Aku juga masih punya iman
Tak pernah kita bertemu
Tak apa-apa.. wajar katamu
Dua detik yang lalu akupun masih setuju
Tapi saat virusku menyiksamu baru-baru
Aku tak lagi tahu
Ini bukan kegemaran
Aku tak mau jadi kebiasaan
Mungkin dunia tak perlu setan
Demi puncak hatiku yang mulai beku
Mungkin kita tak usah bersatu
Letih aku menyiksamu.
____________________________
Aku
Aku pisau yang tajam
Aku tak mau keluar malam
Sarungku telah ku buang
Mari bertemu siang-siang
Aku menolak jadi tumpul
Tak mau aku jadi mandul
Sadari tajamku sebelum kau dekat
Kau bisa mati cepat-cepat.
Air butuh wadah pelengkap
Dia tak tertangkap
Dia selalu tunduk masuk
Dia ingin punya bentuk
Tapi air adalah air.. apa adanya
Kelembutan, kejernihan dan kesegarannya
Bukankah esensi adalah segalanya ?
Sehingga kulit tak jadi penting.. sebenarnya.
______________________________
Untuk Mantan Hambaku
Dulu aku Tuhanmu
Kau sempat jadi hambaku
Kuberikan kau pertanda dan segala mukjizat
Sehingga selamat akan kau dapat
Aku mau kau cinta hidupmu
Setiap detik yang berlalu malu-malu
Dengan buku biru di tangan kananku
Kutuntun kau menuju jalan terang tak berliku
Tapi tahu apa pula aku ?
Siapa bilang kau butuh jalan itu ?
Jingga kelammu tak serasi dengan buku biru
Bahkan anggota kerajaan sastramu pun pernah menertawakanku
Maka kutarik kembali segala sabda ku.
__________________________________
The Usual Sin
I really love my self now
You are absolutely know
So when you really hate yours
Its getting on my nerves
Can you hear my curse ?
I cant explain the way u means a lot to me
I do care about you specially.. really
That strange position in me has been taken by you.. only
Cant you just see ?
All the efforts to make you smile
Had always burn your eyes
To finally make you cry
All the power i always want to share
Had always turn grey
Here, there and everywhere
The differences between that has always been
Makes me finally think
That all the things i want to bring..
IT’S JUST A SIN!
______________________________
Untuk Tuanmu
Aku benci babu
Mereka seperti bisu
“Apa maumu Tuanku ?”
“Hanya demi senyummu, tangisku adalah semu.”
Kau bukan babu
Kau adalah temanku
Tuan sejatimu ada disitu
Menyatu dalam setiap pori-porimu
Meminpin symphony denyut jantungmu
Tapi kau selalu gusar
Kau ingat Tuanmu ada di luar
Setiap jengkal telah kau jalar
Liar.. Kau tak punya nalar ?
Aku bosan jadi setan
Agamamu hebat, teman..
Aku menolak kau perTuan
Aku juga masih punya iman
Tak pernah kita bertemu
Tak apa-apa.. wajar katamu
Dua detik yang lalu akupun masih setuju
Tapi saat virusku menyiksamu baru-baru
Aku tak lagi tahu
Ini bukan kegemaran
Aku tak mau jadi kebiasaan
Mungkin dunia tak perlu setan
Demi puncak hatiku yang mulai beku
Mungkin kita tak usah bersatu
Letih aku menyiksamu.
____________________________
Aku
Aku pisau yang tajam
Aku tak mau keluar malam
Sarungku telah ku buang
Mari bertemu siang-siang
Aku menolak jadi tumpul
Tak mau aku jadi mandul
Sadari tajamku sebelum kau dekat
Kau bisa mati cepat-cepat.