PDA

View Full Version : We all becomes God mad men - Lucy Westenra


DarkFigurez
13-05-2004, 12:07 AM
Kisah misteri / horror yg lain drpd yg lain. Kisah ini dibentuk dlm format catatan harian / diary dr tokoh2 / pihak2 yg terlibat didalam kisah ini, sehingga keseluruhan cerita tidak dipaparkan scr langsung tp dilihat dr masing2 sudut pandang tiap2 karakter. Pasti menarik utk diikuti, terutama bagi para pecinta kisah misteri / horror. Selamat menikmati!

This one, is letters/diary from a woman called Lucy Westerna

SURAT DARI LUCY WESTENRA KEPADA MINA MURRAY

Rabu Chatham Street 17,
Mina tersayang,

Terlebih dulu ingin kukatakan bahwa kau telah menilaiku dengan sangat tak adil, dengan mengatakan bahwa aku kurang menulis surat. Sudah dua kali aku menulis surat kepadamu, sejak kita berpisah. Sedangkan suratmu yang terakhir baru yang kedua. Apalagi tak ada yang harus kuceritakan padamu. Benar-benar tak ada yang menarik bagimu. Kota ini sekarang menyenangkan sekali. Kami sering pergi melihat pameran lukisan, dan berjalan-jalan atau naik kereta ke taman-taman. Mengenai pria jangkung berambut keriting itu, kurasa yang kau maksud adalah pria yang pergi bersama kami ke pertunjukan musik baru-baru ini. Rupanya ada orang yang telah menyebarkan gunjingan. Dia adalah Mr. Holmwood. Dia sering mengunjungi kami, dan ia cocok sekali dengan Mama. Banyak sekali hal yang sama-sama mereka sukai dan mereka percakapkan. Beberapa waktu yang lalu, kami bertemu dengan seorang pria yang cocok sekali untukmu, sekiranya kau belum bertunangan dengan Jonathan. Ia merupakan pasangan yang luar biasa, karena dia tampan, berharta, dan lahir dari keluarga baik-baik. Dia seorang dokter dan pintar sekali. Bayangkan! Umurnya baru dua puluh sembilan tahun, dan dia sudah mengepalai sebuah sanatorium penyakit jiwa yang amat besar. Mr. Holmwood yang memperkenalkannya padaku. Dia lalu mengunjungi kami, dan sekarang dia sering datang. Kurasa dia adalah orang yang sangat tegas, tapi sekaligus tenang, dan kelihatannya tak mudah tergoyahkan. Bisa kubayangkan betapa besar pengaruhnya atas pasien-pasiennya. Dia punya kebiasaan aneh, yaitu suka melihat langsung ke wajah orang, seolah-olah mencoba membaca pikiran orang. Dia sering mencoba melakukan hal itu atas diriku, tapi aku boleh menyombong bahwa dia mengalami kesulitan dalam hal itu. Cerminku sendiri meyakinkan diriku akan hal itu. Pernahkah kau membaca wajahmu sendiri di cermin? Aku pernah, dan bisa kukatakan bahwa itu suatu bahan studi yang baik. Aku bahkan bisa berkata bahwa kita akan mendapat kesulitan lebih besar daripada yang kita duga bila kita tak pernah mencobanya. Katanya aku merupakan bahan studi psikologis tersendiri baginya. Dan dengan rendah hati aku membenarkan hal itu. Kau tahu kan, bahwa aku tak berminat dalam hal busana, hingga aku tak bisa berbicara tentang mode. Bagiku, pakaian adalah hal yang membosankan. Arthur tahu itu. Nah! Terbuka sudah sekarang! Kita memang selalu menceritakan rahasia kita masing-masing sejak kita kanak-kanak, bukan? Kita biasa tidur berdua, makan bersama, tertawa dan menangis bersama. Dan sekarang, karena aku sudah menyebutkan nama si dia, aku ingin bercerita lebih banyak. Oh, Mina, kau pasti sudah bisa menduga. Aku jatuh cinta padanya. Wajahku memerah sementara aku menuliskan kata-kata itu, karena meskipun kurasa dia juga mencintaiku, dia belum pernah mengucapkannya. Tapi, Mina, aku mencintainya, sungguh! Nah, sekarang aku lega. Alangkah senangnya bila kau berada di dekatku, Sayang. Duduk di dekat perapian sambil sama-sama berganti pakaian, seperti yang biasa kita lakukan. Maka akan kuceritakan padamu bagaimana perasaanku. Aku tak tahu mengapa aku mau menceritakan ini semua, meski padamu sekalipun. Aku takut berhenti, bisa-bisa kurobek nanti surat ini. Aku tak mau berhenti, karena aku memang ingin menceritakannya padamu. Aku ingin mendengar beritamu secepatnya, dan ceritakan padaku bagaimana pendapatmu tentang apa yang telah kuceritakan itu. Aku harus berhenti sekarang. Selamat tidur. Doakan aku. Doakan supaya aku berbahagia.
Lucy.

N.B. Tak perlu kukatakan bahwa ini rahasia. Sekali lagi, selamat tidur.