PDA

View Full Version : Catatan Tak Sempurna


karma_police
28-07-2004, 05:42 PM
Minggu, 18 Juli 07.15

Sayang,
Pagi itu aku usai sholat subuh, dan kusambung dengan doa, iringi lemahnya detak nadimu
Sayang,
Pagi itu dzikirku kuat, sekuat dirimu yang mencoba bertahan
Sayang,
Pagi itu aku lemah, selemah jantungmu, selemah harapanku
Sayang,
Pagi itu aku mencium bau gerbang, antara pasrah dan keikhlasanku

Sayang,
Pagi itu aku tak dapat merangkai kata perpisahan, seindah puisi saat ku melamarmu
Sayang...., andaikata kau hidup, kubebaskan untuk siapa kau hidup
Tak kubiarkan cincin kita mengikat sesak perjuanganmu, asal kau hidup Sayang

Pagi itu, akhir segala perjuangan, akhir pengharapan, dan awal penyesalanku
Penyesalan atas ketidak berdayaanku
Pagi itu, gemuruh sejarah kita terulang begitu cepat di otakku
Saat pertama mataku menatapmu, saat pertama aku menciummu, saat pertama kita bersama
Saat pertama kita bercinta, saat duka dan bahagia, campur baur tanpa aturan
Seling tangis mengisi lorong itu, dinginnya kepalan doa perlahan lunglai
Entah harus berkata apa dihadapan jasadmu
Kemana engkau terbang, sayang ? mengapa kau sisakan seonggok tubuh tak bergerak untuk kucium ?
Masih terasa hangatmu dibibir ini, pagi itu.

Tetap saja kamu cantik, apapun yang terjadi
Mengapa kau tersenyum ? dan mengapa aku menangis ?
Mana yang sakit sayang, biar ku usap dengan doaku
Atau kau telah sembuh ? biar aku saja yang terjangkit
Penyakit rindu kronis mulai menjalar
Jemariku gemetar, hatiku tenggelam, aku gamang
Ingin ku hisap seluruh udara ruangan itu, dan kusimpan dalam dada
Sesungguhnya aku tak ingin kehilangan sedikitpun tentangmu
ini mimpi atau nyata ?

Sayang, biarku isi hariku selepas pagi ini
dengan doa, dengan doa, dengan doa.
Untukmu, Sayangku DS.

Limbas Pramarta & Diana Siska, 15 Juli 2002-18 Juli 2004

noel26
28-07-2004, 08:08 PM
Berkaca Pada Hati
------------------------

Ada satu yang kurang, selalu saja
Entah mengapa, senyuman berakhir kecewa
Harus beginikah ? Memulai segalanya dari awal ?
Ada seseorang yang kurang, selalu saja

Aku ingin berkata pada hati ini
Bahwa sudah saatnya tuk melangkah pergi
Aku ingin berkaca pada hati ini
Bahwa sudah saatnya aku tuk lepaskan

Seseorang itu memang bukan milikku
Selalu saja aku harus termakan pikiran itu
Sesuatu itu inginkan aku tuk pasrahkan segala
Selalu saja aku harus tunduk pada gelimangan itu

Sebenarnya, catatan ini masih kurang
Ada kisah remaja bergulat dalam labil jiwa
Ada kisah jompo berkabung dalam surut usia
Sebenarnya catatan ini taklah sempurna

Ada satu dongeng di negeri sana
Yang coba kuhadirkan sesegera mungkin ke sini
Ada satu cerita indah impian dunia manusia
Cerita indah sepasang kekasih

Catatanku belum sempurna
Hingga kau menjadi tulisan terakhirnya
Berkaca pada hati sekali lagi
Dan sadari bahwa itu takkan terjadi

Karena meski sang malam berujar gelap
Tak pernah aku berujar putus asa
Karena meski sang terang menyengat tajam
Tak pernah aku rasakan bahagia

Hidup untuk diriku bukanlah tujuan yang benar
Hidup untuk dirimu juga bukanlah kebenaran
Hanya satu yang benar
Semua ada ketika 2 cinta berkata "Cinta"

Berkaca pada hati kan buka gerbang indah
Tunjukkan bahwa segala ada kuasa
Hinggapkan cerita baru di dalam batin
Bahwa hidup adalah untuk melantunkan napas

Berkaca pada hati terakhir kali .... berkata dalam hati
Bahwa aku penting .... bahwa dia penting
Singgahkan cerminan jiwa terakhir
Yang nyanyikan nada-nada lirih namun penghibur hati