PDA

View Full Version : sebuah penggalan kata2 dari killerB


killerB
04-08-2004, 04:37 PM
aku adalah iblis dengan tanduk kambingku
bara mataku, api dengusku
terngiang di telingaku
serafim murtad berteriak memaki
menghentak degupku
kencang mengatur deras darah mengalir

aku adalah setan dengan sayap kelelawarku
sedetik pun aku tidak pernah ragu
pelacur mabuk di sampingku
menggodaku untuk bercinta
hadiah atas murkaku
ketika tangis telah membasahi bumi

serafim murtad menyorakiku
keangkuhan menjadi
setelah kepal membuat lebam
tujuh ribu kepala akan tersentak
kaget dengan singa yang telah lepas ini

ketika satu nyawa melayang
sosok sempurna yang menghantuimu
beelzebul memanggil balanya
menggerogoti daging mati itu

pelacur mabuk menjilati leherku
puasku membasuh
setelah lalat-lalat itu tidur kekenyangan
tujuh ribu kepala berdoa
aumku mencoba mengusik mereka

aku akan bersanding dengan sejenisku
amuk yang takkan hilang ini
tiada yang zalim di dunia ini
hanya ada aku
makhluk uzur bernama kebencian

killerB
04-08-2004, 04:38 PM
jangan benci aku karena aku menyukaimu dengan sangat
toh seharusnya kau bahagia
kau menjadi pusat perhatian satu orang
boleh kau katakan kau hanya butuhku sebagai kawan
kuterima dan kuberani menanggung resiko itu
aku tidak memaksa perasaanmu
tetapi, jangan paksa aku pula untuk tidak menyukaimu
jika perasaan tunduk pada kenyatan
maka apapun bisa terjadi
aku bahagia dengan jujurmu dan jujurku
itu sudah sangat cukup
yang kupunya hanyalah kasih
ketika itu tulus maka yang utama adalah kebahagiaan
ketika kau bahagia dengan luar diriku
maka aku bahagia dengan itu pula
pintaku hanya satu
ketika kau suka seseorang
beritahu aku
akan kuajari dia bagaimana mengasihi dan menyukaimu

23 Februari 2003

killerB
04-08-2004, 04:44 PM
maaf,
satu kata simpel yang aku kemukakan,
membalas kebisuanmu
ini bukan kekuranganmu
ini hanya kesombonganku
merasa menjadi bijaksana atas segalanya
sejujurnya aku tidak tahu apa-apa
bulan tidak berani bercahaya
itu yang kutakutkan
ketika kupaksa mimpiku, matahari bersanding di malam hari
semua sudah tahu kebenarannya
rotasi tata surya takkan lekang dari rutinnya
aku merasa bisa mengatasi segalanya
dengan cumbu rayuku, kata-kata indahku
padahal, kata bukan pembasuh peluh
mungkin engkau sangat membutuhkan tangan yang menyeka
ketika aku merasa akulah tangan itu
ketika itulah kesalahan dan kebodohanku
maaf,
sekali lagi dunia boleh menertawakanku
engkau pun bagian darinya
aku bebas terhadap apapun tindakanmu
acuhkan aku, jika aku memang mengganggu
toh engkau punya banyak bintang, aku hanya debu
kosong dengan mimpiku, hampa dengan harapku
jika belaiku merasa bagai tampar bagimu
jika pujiku bagai cela bagimu
saatnya kau lupakan apa yang kuminta, dirimu lah yang terutama

amanokawa_osa
05-08-2004, 08:13 PM
Puisi yang penuh emosi ya? ^^
But its good

killerB
06-08-2004, 02:23 AM
thx .. itu lagi emosi2nye heheheh ... puisi buat gw curahan emosi biar ga trlalu stress

noel26
06-08-2004, 12:20 PM
hahahaha.....tiap orang memang punya caranya sendiri ya.....dan killerB ini termasuk yang agak "sadis", heheheh.....anyway, satu lagi style dan bakat baru di thread ini, welcome !

salam,

noel

killerB
07-08-2004, 12:27 AM
eorang laki-laki berjalan
tanpa tujuan yang tertanam di benaknya,
hanya sejumput kegelisahannya
menemani bak kesetiaan mata pada panoramanya
berkeluh dan berkesah bak bulan di malam yang sepi

Seorang laki-laki tertunduk
wajahnya sayu
kengganan akan hidup menjadi lagu temanya
satu persatu helai rambut berjatuhan
Merekalah yang pertama mati untuknya!

Seorang laki-laki mengerang
perlahan
setiap suara yang keluar memancing burung buas
terbang mengitari
mengamati calon korban yang setiap saatnya bisa jatuh

Mata ini tidak untuk melihat itu!
Begitu teriaknya kemudian, menggantikan erangannya
Telinga ini tidak untuk mendengar itu!
Begitu perintahnya kepada Sang Dengar agar mengabaikan dengung lagu kematian
Dan kaki ini! Kaki ini hanya untuk Sang Jalan!

Ia mendadak berhenti
Dimensi keputusasaannya tergugah
Ia berbalik
Menatap panggung keceriaan yang ia sendiri ciptakan
Tubuhnya seolah terbakar, melelehkan matanya
Panggung itu kini milik orang lain
Laki-laki hanya diam tanpa bisa berontak
Ia kembali melangkah sayu
Meninggalkan harmonisasi keceriaan dan cinta
yang mengalun di luar keinginannya

Seorang laki-laki berjalan

killerB
07-08-2004, 12:34 AM
saudaraku,
inilah kawan sehidup sematimu
kuperkenalkan padamu
sorak sorai, beri salam
namaku waktu

percayalah padaku
langkahku tegas, tatapku awas
akulah yang tidak pernah mangkir

hati-hati saudaraku
hadapiku dengan tegar
kadang akulah musuhmu,
meretas kesenanganmu dengan cepatku
menyiksamu dengan lambatku
ketika kaubenciku
sampai kapanpun tidak bisa kau usir aku
kau siram aku dengan air panas,
kau maki aku dengan keji
ku tetap pada jalur
ku tidak berubah, maka ubahlah perasaanmu

tertapi kawan
kujamin
satu detik bahagiaku
akan bisa menggantikan seribu tahun deritamu

23 Februari 2003

noel26
07-08-2004, 11:44 AM
bagaimana kau membunuh akalku , itu menarik
namun bagaimana aku terbunuh olehmu, itu lebih menarik

aku sebenar-benarnya ingin kau yang takluk
hanya saja harummu jauh di atasku

aku rela di dekatmu sampai mati
aku rela bersamamu sampai kau depak

karena akhirnya kaulah yang jahat
selamat bermain dengan dosanya cinta

killerB
14-08-2004, 12:42 PM
Melihatmu seperti dari balik cermin satu arah
Aku bisa memperhatikanmu, kau hanya melihat dirimu

Mendengarmu bersuara merdu dan berdengung pujian
Kau hanya bicara biasa, anggapku saja begitu indah

Mengecapmu bak menikmati makanan terlezat
Makanan itu padahal hambar, kubohongi diriku seolah itu lezat

Kau pantulkan aku hingga aku mendarat di bumi ciptaanku

killerB
14-08-2004, 12:44 PM
Apa semua ini sebuah keutamaan?
Akulah yang ingin menentukan siapa guruku
Namun siapa dia tidak pernah bisa kutemukan
Apakah aku harus meniru orang-orang najis di dunia ini
Dimana kata-kata mereka seolah sangat bijak
Padahal orang najis itu menjiplak habis-habisan orang najis lainnya
Guru yang kuidamkan hidup ratusan tahun lalu
Ketika lapar adalah salam pembuka setiap perbincangan
Kini siapapun enggan membuat salam itu
Dikiranya dunia sudah beradab
Tidak, dunia memang semakin beradab
Peradaban kini menjadi kaisar
Kamilah budaknya
Apakah menemukan hakekat hidup adalah sebuah keutamaan
Atau hanya bahu membahu dengan sesama sampai hari akhir
Terus terang aku tidak peduli
Seorang ibu yang terjatuh di jalan raya pun kuacuhkan
Maka akulah kini berjalan sendirian
Tanpa peduli cemoohan dan cercaan
Seorang laki-laki butuh jalan yang benar
Sayang laki-laki ini tidak tahu apa itu benar

31 Maret 2004

killerB
30-09-2005, 11:55 PM
Hadi Umar adalah gambaran manusia sempurna abad ini
pikirannya selurus tali terbentang
kakinya sekukuh tiang pancang
sorotnya setajam mata elang

Pikiran Hadi Umar begitu gamblang
ia menganggap dunia bisa diinjak dengan sekali jejak
tanpa mata harus berkunang-kunang akibat guncangan ketidakseimbangan
setiap perempuan bisa ia rengkuh dengan mudah

Kaki Hadi Umar seperti beton
ia berlari seakan dunia terlalu lambat baginya
setiap ia berkelebat, lingkungannya menjadi serpihan
hatinya setegar batu yang dihantam pada kaca

Namun, mata Hadi Umar mengalami delusi
cintanya adalah sebatas angan-angan
kecupannya mendarat pada angin tipis
puji kasihnya tertumpah pada air yang diam dan dingin

Hadi Umar terjun bebas
tidak ada yang menangkapnya di bawah
ia jatuh seperti sayap kupu-kupu yang rontok
jatuh lunglai dan diterpa ke sana ke mari oleh angin
angin itu bertiup dari cemburunya sendiri

Hadi Umar terjerembab
sekali lagi tiada yang memeluknya,
selain aspal yang dengan keras mencengkramnya
adalah darah kawannya kini
Inilah potret manusia sempurna
sesempurna sosok-sosok yang bernafaskan keluh setiap saat