PDA

View Full Version : Wajib Militer in Indonesia?


gue_provokator
07-02-2005, 05:08 PM
wamil di indonesia?

ada sejarahnya nggak...?? atau memang nggak pernah ada gara2 kita waktu itu independence war bukan freedom war...

jika seumpama diadakan perang vs. siapa aja lah, trus pemerintah ngewajibin wamil buat pemuda usia 18-30, mungkin bakal seru juga kali ya...hehhe, penasaran, liat temen2 di KG yg berbusa-busa (wops...sorry) waktu di forum pas terjun di medan aslinya keq apa ya?

as a heroic Lt. Winters or as a coward who escaping from national draft? hehehe...you know who :D

Red Army
07-02-2005, 05:30 PM
kalopun soal militer, gw kaga tertarik utk sia-siakan hidup di medan perang, tetapi profesi lain dlm bidang militer ::bentar::

drunknmunky
07-02-2005, 11:14 PM
Gue menolak klo wajib militer, tapi gue mendukung untuk wajib sekolah gratis. Pendidikan lebih penting daripada mengasih senjata kepada mereka2 yg tidak punya pendidikan (main pukul tanpa otak nanti). Indonesia butuh orang2 yang berpendidikan karena selama ini kita dibodohin terus, entah dari orang luar atau orangnya kita sendiri.

Valmighty
08-02-2005, 01:19 AM
jujur gw pilih kabur.

Kucing Langit
08-02-2005, 09:40 AM
cinta damai

gue_provokator
08-02-2005, 11:18 AM
walah...refuse yah?

even jika negara kita diserbu musuh???

oh...perhaps thats a different case ding..

nospamy
08-02-2005, 12:10 PM
>Wamil

Hello
Dulu tahun 1960an pernah wajib militer bagi sarjana / pemuda untuk perjuangan Trikora / Dwikora dalam rangka merebut Irian Barat / Konfrontasi dengan Malaysia.

PKI pernah meminta petani dipersenjatai dengan alasan yang sama (angkatan ke 5), tetapi ditolak KASAD Jendral A. Yani.
Sukarelawan yang dilatih PKI ini malah terlibat G30S.

Tahun 1941, pemerintah Hindia Belanda pernah mobilisasi menghadapi Jepang, tetapi gagal dan akibatnya terpaksa menyerah kepada Jepang.

Rakyat pribumi di Hindia Belanda marah karena janji-janji waktu mobilisasi PD I tidak ditepati.

Jaman Jepang, Soekarno pernah mengusulkan mobilisasi pemuda (Putera / Pusat Tenaga Rakyat) dan pembentukan PETA / Pembela Tanah Air. PETA pernah memberontak pada Jepang, tetapi gagal.
(dipimpin Supriyadi).

PETA ini kemudian hari menjadi inti dari TNI dan gerakan perjuangan kemerdekaan RI.

gue_provokator
08-02-2005, 03:45 PM
waktu jaman trikora-dwikora dulu, wamil yg dilakuin cuma sebatas sebagai volunteer atau juga sebagai paramiliter dalam angkatan bersenjata?

seinget gw dulu ada dokter2 yg diangkut ke irian pake kapal selam, tp gw wondering apakah mereka statusnya volunteer atau dalam dinas militer dg pangkat jg....

kalo nggak salah pas trikora juga ada yg dapet, umm....[mm] pending emas CMIIW...lha itu statusnya sebagai sukarelawan juga ya? waktu itu salah satu isi trikora "mengadakan mobilisasi umum" is that really happens?

red_pr!nce
08-02-2005, 07:12 PM
Daripada latihan militer, mendingan gw bantuin pihak yang kira-kira akan menang, tentunya dengan bantuan non-militer.

Gw dilahirkan bukan untuk menjadi seorang pembunuh. ;)

drunknmunky
08-02-2005, 07:58 PM
Originally posted by red_pr!nce
Daripada latihan militer, mendingan gw bantuin pihak yang kira-kira akan menang, tentunya dengan bantuan non-militer.

Gw dilahirkan bukan untuk menjadi seorang pembunuh. ;)

Jika itu pihak yang menang adalah mereka yang menyengsarakan orang lain, mengijak2 derajat manusia, mengopressi etc., masihkah loe memihak mereka dengan segalanya?

Bahwa dalam memilih untuk memihak, kita akan diadukan oleh norma2, moral, etika yang selama ini kita pegang dekat dihati. Apa loe memutuskan memihak sesuatu loe lepaskan semua norma2 itu? Secara tidak langsung, sangsi loe untuk memihak sesuatu itupun juga artinya membunuh tanpa memegang senjata itu sendiri. Entah itu menurut loe membunuh kejahatan (tentu dalam norma2 ideologi loe) yang dimana orang lain memandang hal tersebut sebagai hal yang bukan jahat.

Dalam peperangan, kita selalu mengobjektifikasi musuh, karena kita tidak ingin merasa kita membunuh orang yang punya hak kebebasan sama seperti kita (equality). Dan lebih gampang membunuh "savages" daripada membunuh orang2 yang mempunyai hasrat kebebasan, kemerdekaan yang sama. Karena itu poster2 propaganda perang, atau media selalu mengambarkan musuh seperti mereka yang tidak punya kemanusiaan. Membunuh hewan dimata sebagian besar dari kita adalah hal yang lebih mudah daripada membunuh manusia.

red_pr!nce
08-02-2005, 08:11 PM
Originally posted by drunknmunky
Jika itu pihak yang menang adalah mereka yang menyengsarakan orang lain, mengijak2 derajat manusia, mengopressi etc., masihkah loe memihak mereka dengan segalanya?


Gw memihak mereka secara fisik, namun tidak akan memihak mereka secara ideologi atau spiritual. Bagi gw, oppressor atau penjajah sangat tidak manusiawi. Tapi kita bisa apa untuk mengubahnya...?

Dengan keterbatasan kita sebagai manusia, jelas apa yang kita lakukan untuk menyerang pihak yang menang tidak akan mengubah apapun. Kita melakukan aksi-aksi terorisme atau boikot pun, mereka yang akan semakin kuat dan semakin agresif, sedangkan kita yang jadi semakin rugi.

Walaupun tidak setuju, tetap saja kita perlu survive. Melawan mereka yang lebih kuat daripada kita hanya akan membuat kita semakin lemah, dan pada akhirnya akan semakin mengancam eksistensi kita sendiri.

Kalau kita tidak bisa melawan musuh kita, jadikanlah mereka teman kita. Namun kalau kita sudah bisa melawannya, jangan ragu untuk melawannya.

That's just me.

Riot
09-02-2005, 02:37 AM
Mending membantu pihak yang kita anggap baik/benar cuma masalahnya di dunia ini tidak ada kebenaran mutlak/absolut. Pihak yang kita anggap benar pun belum tentu benar di mata orang lain. Susah deh ::bentar::

Btw kalau WaMil mungkin aku cocoknya jadi officer bagian strategi deh :D

drunknmunky
09-02-2005, 02:46 AM
Originally posted by red_pr!nce
Gw memihak mereka secara fisik, namun tidak akan memihak mereka secara ideologi atau spiritual. Bagi gw, oppressor atau penjajah sangat tidak manusiawi. Tapi kita bisa apa untuk mengubahnya...?

Dengan keterbatasan kita sebagai manusia, jelas apa yang kita lakukan untuk menyerang pihak yang menang tidak akan mengubah apapun. Kita melakukan aksi-aksi terorisme atau boikot pun, mereka yang akan semakin kuat dan semakin agresif, sedangkan kita yang jadi semakin rugi.

Walaupun tidak setuju, tetap saja kita perlu survive. Melawan mereka yang lebih kuat daripada kita hanya akan membuat kita semakin lemah, dan pada akhirnya akan semakin mengancam eksistensi kita sendiri.

Kalau kita tidak bisa melawan musuh kita, jadikanlah mereka teman kita. Namun kalau kita sudah bisa melawannya, jangan ragu untuk melawannya.

That's just me.

Gw memihak mereka secara fisik, namun tidak akan memihak mereka secara ideologi atau spiritual. Bagi gw, oppressor atau penjajah sangat tidak manusiawi. Tapi kita bisa apa untuk mengubahnya...?

Tolong klo ngambil kutipan dari gue tentang yang ini jangan dipotong, karena itu bagian dari yang gue maksud. Jadi maksud loe kita harus pasrah dengan arus air? Ikut ideologi apa adanya walau itu akan menentang kita dan norma2 kita? Kita menjadi manusia yang tidak punya sikap donk. Padahal mempunyai sikap dalam arti yang positif itu penting, sikap untuk memberantasi ketidak-adilan etc. Apa kita harus menyerah dan membiarkan mereka menginjak2 diri kita? Karena kalau ketidak-adilan kepada orang lain dibiarkan, makin lama kita juga kena, lantas apakah dari situ kita teriak, jika kita sendirinya sudah kena? Karena gue merasa sudah kena, dari lara2 bangsa Indonesia dan apa yang nenek moyang gue alami. Lara mereka gue rasakan juga karena ketidakadilan terhadap mereka yang sampai saat ini pun belum dibenarkan. Gue adalah generasi penerus dari perjuangan nenek moyang (secara terikat ataupun masyarakat luas) gue.

Loe sendiri yang mengutip dari Sun Tzu, seharusnya tahu bahwa untuk menyerah sebelum perang adalah hal yang sangat mematikan. Kita bisa banyak untuk mengubah, tidak perlu hal besar yang mengagumkan, hal kecilpun nanti juga ada hasilnya.

Dengan keterbatasan kita sebagai manusia, jelas apa yang kita lakukan untuk menyerang pihak yang menang tidak akan mengubah apapun. Kita melakukan aksi-aksi terorisme atau boikot pun, mereka yang akan semakin kuat dan semakin agresif, sedangkan kita yang jadi semakin rugi.

Menurut gue tidak rugi, jika pada titik darah terakhir, kemerdekaan belum didapatkan, ada kepuasan bahwa sudah usaha. Usaha itulah yang membuat gue hidup, bahwa ada tujuan, syukur kalau didengarkan. Sesuatu hal yang kecil bisa mempengaruhi hal yang besar. Sesuatu yang kecil bisa berkumpul seperti butiran hujan untuk menjadi sungai yang besar.

Walaupun tidak setuju, tetap saja kita perlu survive. Melawan mereka yang lebih kuat daripada kita hanya akan membuat kita semakin lemah, dan pada akhirnya akan semakin mengancam eksistensi kita sendiri.

Jika yang loe maksud dengan eksistensi, berarti loe seorang (sebagai individu) mungkin ya bisa hilang. Namun arti eksistensi bagi gue adalah, eksistensi dimana yang bisa diteruskan oleh penerus dan generasi yang baru. Yah kita butuh hidup, tapi kita sendiri yang memilih juga seberapa kebutuhan kita untuk memenuhi hidup, mengambil cara kehidupan yang seperti apa, entah itu kiblatnya kehidupan Barat, etc.


Kalau kita tidak bisa melawan musuh kita, jadikanlah mereka teman kita. Namun kalau kita sudah bisa melawannya, jangan ragu untuk melawannya.

Gue secara pribadi tidak ingin mencari musuh, namun dengan memilih pendirian, musuhpun datang tanpa dipanggil.

Mephisto
09-02-2005, 04:31 AM
Gw mungkin ikut kl negara ini diserang (kaga rela gw tanah ini diinjek2 org...)

Tapi kl pemerintah Indo yg iseng2 declare perang, ga usah dhe makasih. Mending desersi aje...

nospamy
09-02-2005, 03:03 PM
>Bagian Strategi

Hello
Ada cerita lucu sukarelawan AS Mahasiswa Universitas Top / Ivy League.
Maksudnya cuti kuliah jadi perwira cadangan / RTOC karena hendak ikut perang Teluk I.

Selama beberapa bulan, ternyata cuma ditugaskan di suatu barak BAGIAN KEBERSIHAN dan KUPAS KENTANG.

Setelah perang selesai dan kembali ke Universitas, ternyata membual ke kawan-kawannya telah ikut perang ke Kuwait / Saudi.

Red Army
09-02-2005, 03:18 PM
Originally posted by red_pr!nce
Gw memihak mereka secara fisik, namun tidak akan memihak mereka secara ideologi atau spiritual. Bagi gw, oppressor atau penjajah sangat tidak manusiawi. Tapi kita bisa apa untuk mengubahnya...?

Dengan keterbatasan kita sebagai manusia, jelas apa yang kita lakukan untuk menyerang pihak yang menang tidak akan mengubah apapun. Kita melakukan aksi-aksi terorisme atau boikot pun, mereka yang akan semakin kuat dan semakin agresif, sedangkan kita yang jadi semakin rugi.

Wah Wah Wah... kalo semua tokoh sejarah yg telah kita kenal di dunia ini sama seperti anda, yaitu pd awalnya mereka adl pihak yg lemah, tetapi pd akhirnya mereka bisa mengubah dunia, dll.... Mereka itulah yg harus kita contoh!!

Bukan hanya dengan berpasrah diri!! Usaha!! Kenal kata usaha? Tahu definisi dari kata usaha?

or Hitler once said, Der Wille Zur Macht!!

Hitler awalnya org kuat kah? Tidak, seorg pemuda miskin, tetapi tekad dia besar dan begitu cinta terhadap rasnya, dan kalo dia kaga berusaha utk mencapai titik tertinggi, yakni mencapai Fuhrer, kurasa ampe skrg, kaga ada org yg bakal kenal lama Adolf Hitler dlm catatan sejarah.

Stalin? Mao Zedong? Ho Chi Minh? Mereka adalah anak-anak petani, tetapi kenapa mereka bisa menjadi pemimpin besar? Karena tekad baja mereka utk memperbaiki nasib bangsa mereka, bukannya sold their nation out to foreigners.

Kalo para tokoh2 sejarah itu berpendirian spt anda, kurasa yg namanya Sejarah di telinga dan mata kita amatlah Membosankan karna diisi oleh riwayat hidup org2 pasrah dan pesimistis, dll yg sebelum berusaha sudah mengalah.

Anda boleh mengambil perkataan Sun Tzu soal Kalau Tidak Bisa Kalahkan Musuhmu, Jadilah Kawan Mereka.

Tetapi jgn lupa dengan Defense By Offense. negara diserang pihak yg kuat? lawan! bukannya mengibarkan bendera putih dan membukakan gerbang utk mereka masuk dan mengoccupy tanah air anda.

Walaupun tidak setuju, tetap saja kita perlu survive. Melawan mereka yang lebih kuat daripada kita hanya akan membuat kita semakin lemah, dan pada akhirnya akan semakin mengancam eksistensi kita sendiri.

Kalau kita tidak bisa melawan musuh kita, jadikanlah mereka teman kita. Namun kalau kita sudah bisa melawannya, jangan ragu untuk melawannya.

That's just me.

Dan dengan tunduk kepada yg kuat tanpa mau berpikir utk berjuang demi prestise dan harga diri bangsa sendiri, itu juga hanya akan menjadi lelucon di mata mereka dan juga berakhir pd terancamnya eksistensi anda sendiri.

Zhuge Liang
09-02-2005, 05:45 PM
Perkataan "If you can't beat your enemy, then be friends with them" dari Sun Tzu bukan berarti kita menyerah total pada musuh. Maknanya kalau dari yang gue tangkap adalah kalau dalam keadaan terdesak dimana tidak ada celah bagi kita untuk menang, maka kita harus berpura-pura berpihak pada mereka. Dengan ini kita bisa menghimpun tenaga, dan menyerang kembali di saat yang tepat. But of course, ini strategi yang very risky dalam medan pertempuran, bisa-bisa nyawa jadi taruhannya.

Sama seperti kisah Sam Kok waktu Huang Gai mau dikirim sebagai mata-mata oleh Zhou Yu, dia harus rela dihajar dan disiksa habis-habisan agar musuh yakin bahwa itu bukan plot dan seolah-olah pihak Cao Cao yang mendatangi Huang Gai bukan sebaliknya.

Kalau benar-benar menyerah mah artinya benar-benar kalah. Dan buat apa juga ngikutin caranya Sun Tzu kalau dari pertama niatnya sudah seperti itu.

Ray JP
10-02-2005, 06:31 AM
saya tdk setuju jk wamil diterapkan skrg. wamil diselenggarakan oleh pihak militer, di mana sipil tunduk kpd komando militer. pdhal militer indonesia saat ini blm layak utk "dipercaya". berbagai kejahatan HAM oleh militer di masa lalu (kasus trisakti, semanggi, penculikan aktivis prodem, dsb) msh tdk tertangani. begitu juga dg korupsi yg melibatkan perwira tinggi (soeharto, ginanjar kartasasmita, dsb). bukannya menuruti dendam, tapi pengadilan atas hal2 tsb mutlak diperlukan agar bangsa kita bisa melangkah ke depan dg lbh mantap, sekaligus membuktikan sikap ksatria militer.

kalau soal membela bangsa & negara (perhatikan urutan antara "bangsa" & "negara"), saya tdk akan ragu turun ke medan, sbgmana dlm gerakan pro-reformasi kemarin. tapi saya akan membela pihak yg benar. jk pemerintah indonesia berada pd pihak yg benar, saya bersedia dimobilisasi. tapi jk berada di pihak yg salah, saya akan menjadi seorang douwes dekker. "right or wrong is my country" itu prinsip yg menyesatkan.

R.R.H.
10-02-2005, 06:48 AM
yeah tapi yang namanya tentara itu WAJIB tunduk perintah komandan, dalam kasus ini jenderal, dan jenderal WAJIB tunduk sama kepala negara...jadi militer ga salah 100%...

Ray JP
10-02-2005, 07:07 AM
dlm kasus pelanggaran HAM, seorg perwira dihadapkan 2 pilihan:
melanggar HAM org lain atau dipecat. nah, kenapa nekat mempertahankan jabatan (takut dipecat), pdhal bisa bersikap ksatria & melawan perintah yg tdk benar? di sini inilah militer tdk bisa cuci tangan. apalagi kalau berdalih "demi negara & bangsa" spt prabowo dlm kasus penculikan aktivis dulu.

R.R.H.
10-02-2005, 10:37 AM
wohohoho itulah dualisme seorang tentara...

melakukan dicap pembunuh

tidak melakukan dicap penghianat (deserters)

anda bisa bilang begitu dengan gampang karena belom pernah ngerasain kali yah...ini pendapat pribadi dari beberapa pas mar

Ray JP
10-02-2005, 12:22 PM
keluarga saya alami hal yg lbh kurang sama. di th 1980an institusi tempat papa saya bekerja melakukan korupsi hingga level dirjen. papa memilih dipecat drpd ikut korupsi. kami sempat menderita beberapa tahun, tapi skrg keadaan kami lbh baik drpd org2 di institusi yg pernah korup itu.

so it's about WILL or INTENTION. kalau memang punya niat utk tdk berbuat buruk, tdk ada yg tak terhindarkan.

R.R.H.
10-02-2005, 07:01 PM
nah, it's about LUCK..

ada yang korup fine-fine aja,
ada yang nggak korup tapi melarat...

ayah anda mempunyai sebuah kehormatan, dan saya ucapkan salut..bangsa ini butuh lebih banyak lagi orang seperti beliau..::bye::

toukairin354
10-02-2005, 09:46 PM
Kalau saya sendiri juga memiliki pendapat bahwa kalau kita kalah kuat dengan musuh, bukan berarti kita harus menyerah begitu saja.Bangun kekuatan, ga usah melebihi musuh/lawan.Just make sure that it will cost them a VERY HIGH PRICE to make you surrender...Hehehe...

Kalo soal wamil, ini ada cuplikan dari bermacam2 org dan bermacem2 tempat...
=======================================
[ada di milis lain waktu rame ramenya pembahasan draf
UU TNI dari F PKB dimana Kodam diganti menjadi Kodahan
..yang ada di wilayah wilayah ..disana saya ambil
kesimpulan dimana pasukan yang jumlahnya 250 Ribu
kurang itu dijadikan pasukan setara garda Republik
dengan mobilitas tinggi di wilayahnya dan ditempatkan
di wilayah wilayah seperti kodam misalnya tapi nggak
ada/perlu sampai Koramil segala namun ..istilahnya TNI
dijadikan inti pertahanan ..(tentu saja dengan
kualitas latihan senjata yang lebih baik. Urusan
keamanan sipil diserahkan pada POLRI ..lagian polri
punya pasukan (Brimob..apa setara para militer ..atau
unit khusus /SWAT??)

jadi disini ada semacam wamil atau Rakyat terlatih
atau national guard

soalnya kalo RI kan memang perlu pasukan lebih dari
sekedar 250 Rb an itu kalo melihat wilayahnya tapi
penambahan jumlah pasukan otomatis diimbangi dengan
anggaran dan ...politis ..lagian sampai saat ini
doktrin militer kita kan defensif .(sampai terlalu
minimal)]
==================================
Lihat juga di
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0411/30/PolitikHukum
==================================
>Salam sejahtera...
>
>Kompas hari ini (http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0411/30/PolitikHukum)
>menyajikan Rencangan Undang Undang Unsur Cadangan Pertahanan Negara Republik
>Indonesia. Hal ini pernah didisukusikan dalam milis ini.
>
>Bagaimana pendapat dan masukan -Setuju, Tidak Setuju dan Ragu- Anda ?

Opini saya, konsep seperti yg di Amrik (Reservists & National Guards)
mungkin cocok dianut di kita. Reserves & NG dikatakan merupakan satu sistem
yg terbukti cost-effective utk memelihara pasukan cadangan berseragam yg
terlatih & dipersenjatai dalam jumlah besar. Berbeda dgn sistem yg
diterapkan di S'pore misalnya.

>Bagi yang mengenal istilah Tentara Cadangan atau "US National Guard", tentunya
>hal itu bukan sesuatu yang asing. Sedang diusahakan penerjemahan bahan
>terkait, agar yang belum mengetahuinya dapat mengenal apa saja peran
>masyarakat -bukan tentara- dalam pembelaan negara.

Di Amrik, yg termasuk cadangan terbagi dalam dua kelompok; yaitu Reserves &
National Guard (NG). Utk Reserves, baik pembinaan maupun penugasan
dilaksanakan oleh federal di bawah masing2 matra (Army, USAF, USN, USMC &
USCG). Sementara pembinaan NG terletak di masing2 state. Utk penugasannya,
NG punya "dual-status", baik oleh state (lewat gubernur) maupun federal
(oleh presiden atau SecDef). Selain sbg combatants, NG juga dapat
dioperasikan sbg "state troops" pada saat2 "non-combat" seperti bencana
alam, state emergencies & civil unrests. Reservist dapat ditunjuk atau
mengajukan diri secara individu utk penugasan, sementara pemobilisasian NG
perunit militer, bukan perorangan (kecuali volunteer).
Kedua NG (ARNG & ANG) dikomandani oleh Chief of NG yg juga ikutan duduk di
JCS. Sementara Reserves di bawah Chief of Staffs masing2 matra.

Selain Reserves & NG, ada lagi yg disebut State Defence Forces. Ini adalah
reserves bentukan state yg berfungsi sama dgn NG pada saat NG sedang
ditugas federalkan.

Kalau dikatakan tentara atau bukan tentara, mereka adalah tentara (cadangan).
=======================
Tetapi suatu mobilisasi umum, untuk bisa berhasil, membutuhkan
adanya rakyat terlatih yang berlatih secara berkelanjutan dan
terwadahi dalam organisasi yang terstruktur.
> Ini kita belum punya.
>
> Seorang teman alumni menwa, yang mantan DirUt IBM Indonesia,
kepada saya pernah menceritakan pengalamannya ketika sedang
mengikuti training di kantor pusat IBM di AS pada tahun 1974.
> Di tengah kurun waktu training itu, pecah perang Mesir-Israel, dan
langsung rekannya sesama peserta training yang dari IBM Israel
permisi berhenti mengikuti training karena ada mobilisasi umum di
negerinya.
> Ketika teman saya bertanya, apa yang bisa dilakukan seorang
manager IBM dalam suatu perang, si rekan Israel mengatakan ia
terlatih sebagai prajurit kavaleri dan sampai saat sebelum berangkat
training ke AS pun masih teratur berlatih olah-yudha kavaleri
walaupun ia seorang karyawan perusahaan swasta.
> Dan di saat masih di AS, ketika baru permisi pulang pun, ia sudah
tahu nanti begitu sampai kembali di Israel, dia akan harus
menggabungkan diri ke unit kavaleri yang mana.
> Jadi latihannya maupun strukturnya OK punya!
>
> Mencapai kondisi sedemikian ini biayanya mahal sekali.
> Sampai 20 tahun ke depan pun, andaikata kita mampu mencapai
pertumbuhan ekonomi 6 % per tahun terus-menerus pun, kondisi seperti
itu rasanya belum akan mampu kita membiayainya.
>
> Tetapi kita bisa, dan harus, memulainya sejak sekarang, dengan
menyiapkan RaTih yang terstruktur itu secara selektif, yaitu dengan
melakukan pemilahan komponen masyarakat mana yang kita prioritaskan
lebih dahulu, menurut azas manfaat, sesuai adanya anggaran biaya.
> Menurut saya yang paling memenuhi azas itu adalah memulainya
dengan mengkonversi menwa, yang sekarang tidak jelas statusnya ini,
menjadi ROTC. Dan kemudian menyusun struktur garda nasional
berintikan para pacad itu.
>
> Jum'at kemarin, ketika seorang teman alumni menwa, yang mantan
MenKeu, menyelenggarakan hajat mantu, saya berjumpa di perhelatan
itu dengan H S Dillon, yang mantan Kaskomenwa di Medan pada akhir
1960-an.
> Padanya saya ceritakan upaya beberapa teman, termasuk Hariyadi
Suwandar, mantan Kaskomenwa di Bandung pada akhir 1960-an, untuk
menyusun konsep ROTC ini, dan mengajukannya pada Dephan. Jadi persis
seperti yang dikatakan Sharif di atas ini.
> Dillon 100% setuju, dan berjanji akan ikut urun-rembug konsepnya
maupun ikut mempromosikannya ke Dephan. Dan menurut dia juga, dengan
Yuwono Sudarsono di Dephan, kesempatan bagi kita tidak bisa lebih
baik lagi...
>
> Tapi terus-terang saja, urusan ini sudah cukup lama bertele-tele,
di milis ini pun entah sudah berapa lama dan berapa kali kita sebut-
sebut.
> Karena itu sumbangan pemikiran, waktu, tenaga, dan juga ...
logistik, he he he, dari teman-teman yang kiranya bisa mempercepat
proses ini, sangat diharapkan.

toukairin354
10-02-2005, 09:48 PM
=========================
> SBY kan kemaren sudah bikin wacana penghapusan koter
> apa dia beneran bakal ngelakuinnya nggak yah.Soalnya kan
> masalah utama TNI itu jumlahnya terlalu kecil makanya
> dibikin menyebar (melalui koter) , untuk negara seluas Indonesia harusnya
jumlah idealnya 700-800 ribu personel . Kayaknya dia juga mau menghidupkan
wamil .

> Ada analisa nggak mengenai apa yang bakal dilakuin
> SBY thd TNI. Soalnya kan kemungkinan besar dia bakalan
> jadi RI 1 .
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

... Menurut yg saya lihat dan dengar waktu debat capres di TV antara Wiranto,
SBY dan Agum, semuanya sama-sama mengatakan akan menjalankan sishankamrata
sesuai amanat Undang-undang Dasar, jadi tidak ada satupun yg ingin menghapus
koter, termasuk SBY, hanya saja untuk struktur dan manajemennya mereka bersedia
untuk disesuaikan dengan perkembangan keadaan.......

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
> Apa sistim pertahanan ala orla bakal dihidupkan
> kembali, soalnya sih kata gw lebih efektif yang dulu soalnya bener bener
teruji dalam sejumlah pertempuran sekaligus bikin negara lain jadi segan ,
daripada sistim sekarang yang cuma efektif buat nakut-nakutin rakyat sendiri ,
bahkan negara liliput macam singapura aja ngeremehin tentara kita.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

...memangnya pernah dirubah?? setahu saya sih enggak pernah berubah dari dulu
sampai sekarang ya doktrinnya masih sishankamrata, yg beda cuma struktur dan
manajemennya saja ygdisesuaikan dengan keadaan.Semua negara lain yang merasa
relatif kalah jumlah tentara dan peralatannya dibanding negara superpower telah
menjadikan Indonesia (sishankamrata) sebagai acuan mereka dalam sistem
pertahanan mereka, sehingga buku Pokok-pokok gerilya karangannya Alm. Jenderal
Besar Nasution dijadikan buku pegangan wajib di akademi militernya negara-negara
tersebut... makanya semua negara tsb terheran-heran ketika mendengar ada wacana
bahwa Indonesia hendak menghapuskan koter... apa enggak salah ??

koq sistem yg sudah terbukti berjalan dengan baik dan unggul malah hendak
diganti??? contohnya jelas di Vietnam. Amerika kan tidak bisa mengalahkan
Vietnam (yg mencontoh perjuangan Indonesia pada era perang kemerdekaan antara
tahun 45 s/d 60-an) karena mereka menggunakan sishankamrata / koter waktu perang
Vietnam dulu

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Aku Baca di Jawa POS SBY dan Wiranto mau
mempertahankan KOTER (ya macam KODAM s/d BABINSA) yang
mau menghapus justru Agum Gumelar

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

... wah salah tuh beritanya, karena semuanya mau mempertahankan sishankamrata,
cuma sekali lagi manajemen dan strukturnya bisa disesuaikan, soalnya kan memang
ada perbedaan antara kota dan desa,

di kota besar sih yg namanya babinsa udah kecil pengaruhnya karena bagaimana
mungkin dia bisa membina warganya yg levelnya kebanyakan diatas dia (udah punya
gelar sederet dan status sosial yg tinggi), bisa-bisa malah si babinsa cuma
dijadiin satpam doang, tapi kalau di desa ya sangat dominan, babinsa jadi tokoh
yg bisa mengendalikan masyarakat desanya.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
ngomong ngomong doktrin Hankam Kita masih HANKAMRATA
nggak sih ganti donk
indonesia negara MAritim China dan Rusia sudah
meninggalkan doktrin gituan

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

.... wah koq enggak konsisten sih? tadi anda bilang bahwa pada saat orla (dan
sebenarnya juga saat orba) sishankamrata lebih efektif yang dulu soalnya bener
bener teruji dalam sejumlah pertempuran sekaligus bikin negara lain jadi segan,
sekarang koq suruh diganti??? saya jadi bingung nih

ingat Cina dan Rusia adalah negara Super Power seperti halnya Amerika, ya enggak
bisa dibandingkan dong, kalau mau bandingkan ya dengan Thailand, Singapura,
Taiwan, dan sebagainya yg tentaranya relatif kecil sehingga mereka menerapkan
sihankamrata dan wajib militer (khususnya Singapura dan Taiwan)

Cina melakukan kontrol melalui Partai, sehingga semua pimpinan daerah sampai
tingkat kecamatan/kelurahan harus minta izn dari Partai, tanpa izin itu ya
enggak bisa ngapa-ngapain, jadi yg sangat berkuasa adalah Partai, termasuk
militernya ya dikendalikan Partai... hal ini jelas sangat berbeda dengan kita.


Sihankamrata prinsipnya adalah cara untuk melipatgandakan kekuatan dengan
mengikutsertakan seluruh komponen masyarakat (rakyat semesta) sesuai dengan
kemampuannya masing-masing, mulai dari ikut bertempur secara fisik (wajib
militer) sampai dengan suplai logistik (bantu kasih makan tentara/gerilyawan,
informasi dan kurir serta semua sumber daya lain yg ada, termasuk sumberdaya
alam.

kesimpulannya sishankamrata is the best for us, tapi aplikasinya perlu
perbaikan, dan yg paling penting jangan ada penyalahgunaan oleh penguasa
(presiden)
=============
> Maksud gw gini , waktu jaman orla dulu kan strukturnya sebenernya
udah
> modern pake sistim kowilhan , negara lain segan ama indonesia
soalnya kita
> punya armada AL dan AU yang cukup kuat , AU kita diperkuat 500 an
pesawat
> termasuk pembom jarak jauh TU-16 , AL kita punya selusin kapal selam
,
> beberapa destroyer , satu cruiser dan belasan fregat serta kapal
cepat
> torpedo , rudal pertahanan udara kita pun cukup kuat , makanya
Belanda dan
> Aussie pun dulu ngeri dengan kita.Sementara sekarang kan cuma
bertumpu pada
> AD dengan peralatan tempur rongsokan.
>


Menurunnya kharisma atau 'daya sengat' kita dalam pertahanan regional
maupun internasional seperti yang disampaikan Bung He-man ini tak bisa
dipungkiri. Namun apakah ini semata-mata karena adanya perubahan
struktur dalam organisasi pertahanan kita. Ketidakmampuan kita dalam
merawat dan terus memperbaharui alat-alat pertahanan, pembelajaran man
power dan lain yang berhubungan dengan minimnya pembiayaan juga jadi
sebab saya kira. Sementara pihak luar (ambil contoh tetangga Singapore
and Malay) dengan segala kemampuan yang ada terus membenahi diri
sehingga bisa melampaui kita sekarang.

> Jadi sekarang , apanya yang mau dibanggakan.Kalau negara kita
diserang
> misalnya apa cukup waktu buat melatih rakyat bertempur , kita nggak
ada
> wamil nggak seperti korea misalnya sehingga seluruh penduduk sipil
di
> indonesia nggak punya kemampuan bela negara.Mau perang gerilia ,
hutan kita
> udah habis dibabatin dimana pelakunya justru TNI sendiri.

Saya setuju dengan pengaktifan wamil. Dengan begitu rakyat kita
terlatih untuk menghadapi bahaya serangan. Wamil meruapakan salah satu
komponen dalam sishankamrata. Cuman dalam pelaksanaanya kan butuh
biaya dan mungkin ini yang mendaji kendala.

Soal hutan yang dibabat saya kira gak berhubungan langsung dengan ini,
mengingat itu bukan kebijakan TNI, walaupun ada unsur yang terlibat.

>Doktrin pertahanan kita pada masa orba pada dasarnya adalah sistim
ala jepang pada
> perang dunia II , sistim fasisme.Sistim hamkamrata adalah sebuah
sistim yang
> dipraktekkan di negara-negara komunis , fasis , dan militeristik
yang lebih
> bertujuan mengontrol kehidupan masyarakatnya bukan sebuah sistim
pertahanan
> yang efektif. Jadi doktrin pertahanan kita harus diganti.

Yang kita butuhkan penyempurnaan strategi dan pelaksaan dari doktrin
yang ada apa doktrinnya yang harus diganti? Kalau yang ada sudah cocok
namun dalam pelaksaannya ada mlenceng kenapa tidak kita benahi?
Bukankah ini lebih murah?
=======================

gue_provokator
11-02-2005, 09:53 AM
well...masalah wamil ini kyknya jika dilakukan pun...banyak yg bakal protes deh.
depend on what the government will say bout this thing.

mayoritas kita yg masih traumatis ttg militerisme etc. bakal protes, such as mr. Ray JP, but in the other side...mungkin bisa jadi solusi buat "mempekerjakan" penganggur2 yg semakin banyak di negara kita.

Bikin garda nasional, dg penugasan yg jelas, nggak cuma nongkrong2 di pos aja. Tapi dikerahin buat...::bingung:: konsep padat karya perhaps? or buat patroli di perbatasan, mungkin bisa lebih bermanfaat...i hope so

R.R.H.
11-02-2005, 05:45 PM
yaay yaayy! Navy is the best!!

In The Navy.....In The Navy.....[motor2]

winkie_gump
11-02-2005, 05:50 PM
Originally posted by gue_provokator
well...masalah wamil ini kyknya jika dilakukan pun...banyak yg bakal protes deh.
depend on what the government will say bout this thing.

mayoritas kita yg masih traumatis ttg militerisme etc. bakal protes, such as mr. Ray JP, but in the other side...mungkin bisa jadi solusi buat "mempekerjakan" penganggur2 yg semakin banyak di negara kita.

Bikin garda nasional, dg penugasan yg jelas, nggak cuma nongkrong2 di pos aja. Tapi dikerahin buat...::bingung:: konsep padat karya perhaps? or buat patroli di perbatasan, mungkin bisa lebih bermanfaat...i hope so

masalahnya adalah.... DANA-nya darimana??

R.R.H.
11-02-2005, 05:55 PM
ya dari APBN...masa dari sumbangan internasional...:D j/k

baru-baru ini kan dipertimbangkan untuk menaikkan jatah TNI...(semoga ngga cuman AD doank yang kebagian jatah...)

winkie_gump
11-02-2005, 05:59 PM
APBN tahun ini aja udah kepake berapa banyak buat bangun Aceh dan Sumut...??

speediezz
11-02-2005, 05:59 PM
:o dana............

klasik, semenjak krisis 1997 yg jadi theme song melulu dana-dana-dana-dana-dana.... :(

sebenernya (cukup) banyak pos yg bisa dihemat kalo kita mau, dari sektor pajak misalnya...yg dinaikin bukan lagi persentasenya (tarif) tapi tax base nya...intensifikasi, pajak yg langsung bakal lebih bisa rasional daripada pajak tidak langsung kita yg kalo dibiarin lama2 bakal nyekek leher...

dari sektor pemerintah sendiri, alokasi buat DPR, buat DPRD, buat gubernur...taruhlah, dipotong sampai 10% per pos anggaran, gw yakin cukup bnyak yg bisa di spare. cuma 1 syaratnya: HEMAT eh, kurang...dan KONSEKUEN, atau mungkin ditambahi JUJUR? ;D kekekeke....parah deh bangsa kita ini......

gue_provokator
11-02-2005, 06:06 PM
masalahnya, langkah konkrit pemerintah ke arah sana itu apa aja sih yg udah dilakuin?

winkie_gump
11-02-2005, 06:08 PM
saking sedikitnya atau engga ada jadinya pada lupa...

R.R.H.
12-02-2005, 05:14 AM
wa denger jatah buat bikin baju DPR aja 100 juta loh...sinting ga tuh, 1 peluru 5,56mm anggaplah gopek...100.000.000/500=200.000 butir!

anggap 1 magasin 30 peluru 200.000/30 = 6.666,6-->6.666

anggap 1 orang dapet 3 magasin 6.666/3 = 2.222

red_pr!nce
13-02-2005, 02:56 PM
Originally posted by Red Army
Wah Wah Wah... kalo semua tokoh sejarah yg telah kita kenal di dunia ini sama seperti anda, yaitu pd awalnya mereka adl pihak yg lemah, tetapi pd akhirnya mereka bisa mengubah dunia, dll.... Mereka itulah yg harus kita contoh!!


Maka itu, tidak ada yang sama sehingga dunia ini menjadi dinamis. Di dunia ini ada 6 milyar manusia dengan 6 milyar konsep, dan masing-masing tergantung pada dirinya sendiri. :D

Kalau semua orang di dunia memiliki keinginan dan berusaha untuk mewujudkan apa yang ingin mereka wujudkan, ya kita bisa lihat konflik Israel-Palestina dalam skala global yang justru akan menghancurkan dunia. :D

Memang, kita perlu berusaha. Namun kalau kita berusaha untuk sesuatu yang memang mustahil untuk kita wujudkan...untuk apa? Kalau masing-masing manusia tetap pada pendiriannya dan tidak ingin mengalah kepada pihak lain...ya tidak akan menghasilkan apa-apa.

And eye for an eye makes the world blind.

But it's up to all of you lah. :D Inilah gunanya perbedaan dalam konsep di dunia.

Zhuge Liang
13-02-2005, 02:59 PM
Originally posted by R.R.H.
wa denger jatah buat bikin baju DPR aja 100 juta loh...sinting ga tuh, 1 peluru 5,56mm anggaplah gopek...100.000.000/500=200.000 butir!

anggap 1 magasin 30 peluru 200.000/30 = 6.666,6-->6.666

anggap 1 orang dapet 3 magasin 6.666/3 = 2.222


Ngeliat Indo kayak liat Perancis waktu zaman Marie Antoinette...

red_pr!nce
13-02-2005, 03:10 PM
Mahal yah peralatan militer...? Mendingan buat bayar utang ke negara-negara kreditor. :D

R.R.H.
13-02-2005, 03:58 PM
taek dah jenderal aja mobilnya land rover MEWAH harganya ratusan juta - EM EM an...sementara prajurit di medan perang makannya nasi kotak..:(

militer kita perlu diindoktrinasi..

Red Army
13-02-2005, 07:15 PM
Militer kita perlu diindoktrinasi, rakyat kita juga perlu, dan koruptor perlu dieksterminasi.

gue_provokator
14-02-2005, 10:21 AM
koruptor dieksterminasi...? walah kyk cina donk...

kalo itu diterapin di indonesia....mungkin sensus penduduk tahun berikutnya penduduk kita berkurang 100-an juta kali...:D

menurut gw pndapat "pemutusan 1 generasi" pendapat fatalis, walau...kadang2 gw setuju juga sih, tapi, masak gak ada yg lebih smooth lagi, bangsa kita kan terbukti masih bernurani (aceh kemarin... ::bye:: ) lha mbok ya kita lebih mau denger kata nurani itu, kasian dia selama ini teriak2 tapi ga ada yg mau ndengerin

back to wamil:
yg kudu diperhatiin kalo ini diterapkan di indonesia, masalah trauma masa lalu pada militer kudu dihilangin, kalo gak, bakal menuai protes tok...

nospamy
14-02-2005, 10:52 AM
>Jendral

Hello
Di Indonesia banyak bisnis milik TNI / pelat merah yang tidak terdaftar dan tidak masuk anggaran negara.
Kebanyakan bisnis tersebut tidak transparan dan hanya perwira tinggi / Kolonel /LetKol ke atas yang mendapat sebagian besar dari keuntungan bisnis tersebut.

Waktu pencalonan Presiden, ada pensiunan Jendral yang kekayaannya puluhan Milyar. Herannya tidak ada penjelasan dari mana asal usul kekayaannya.

R.R.H.
14-02-2005, 05:33 PM
ya betul....rese juga tuh jendral dah kerjanya bentak-bentak ga jelas, gajinya banyak, Persenannya BUANYAK...

protoss
16-02-2005, 11:08 PM
Originally posted by R.R.H.
ya betul....rese juga tuh jendral dah kerjanya bentak-bentak ga jelas, gajinya banyak, Persenannya BUANYAK...

Kalo di US Army, panggilan sayang buat mereka itu REMF (Rear Echelon Mother F@cker) ::fu::

REMF secara umum berarti pasukan garis belakang spt juru masak, montir dsb.

Namun REMF itu secara spesifik jg ditujukan kpd pemimpin pasukan yg "out of touch", pengen jd komandan terkenal bak George Patton tp ga brani nginjek medan perang..mentok2nya cuma teriak2 dr helikopter atau di pangkalan. Plus, org2 kayak gitu ga peduli sama nasib prajurit rendahan.

Percaya ga percaya, gue pernah denger baju anti-peluru pasukan Amrik di Afghan dulu sempet digasak (baca: di korup) ama itu kaum, sampe mrk "di demo" sama special force baru itu bulletproof vests pd kembali...itu pasukan AMERIKA loh...gimana TNI...:D

Nah, klo bokapnya tmen2 lo (klo ke bokapnya pacar lo JGN COBA2!!) ada Jendral kaya raya yg pernah pendidikan militer di Amrik (US Army)...coba deh tanya skali2..."om, REMF itu maksudnya apa sih?"....klo dia ga ketawa ya siap2 aja lo digamparin...hahahaha :D

Der Führer
20-02-2005, 09:48 PM
btw jadi Jendral ada berapa jalan ? 2 kan ?
Soal wajib militer di Indo...........amit-amit mo jadi milisi indo warga (mino) ga pernah diperhatiin........gw yakin suatu saat indo kena invansi tentara Asing........penguasaannya lebih gampang daripada Iraq.

toukairin354
20-02-2005, 10:22 PM
Originally posted by auschwitz
btw jadi Jendral ada berapa jalan ? 2 kan ?
Soal wajib militer di Indo...........amit-amit mo jadi milisi indo warga (mino) ga pernah diperhatiin........gw yakin suatu saat indo kena invansi tentara Asing........penguasaannya lebih gampang daripada Iraq.

Pandangan yang "futuristik" sekali...

Padahal hari Imlek sudah menjadi hari libur nasional(Puji Tuhan utk itu, menambah hari libur dari kuliah yang menyesakkan dada).

Padahal perayaan2 bernuansa Cina/Tionghoa sudah bisa dirayakan sebebas-bebasnya.

Padahal kabupaten2 yang menuntut jadi provinsi sudah banyak yang memisahkan diri dari "provinsi induk"nya(membuat anak SD sampai SMP menjadi pusing dalam pelajaran geografi dan ilmu buminya...), jadi dibolehkan jadi prov.sendiri...

Ini small baby steps... Someday, jika terus begini, maka saya yakin Indonesia bisa menjadi lebih baik. Kalau saja pandangan Anda ga sepesimistis ini...:( Bagaimanakah kesadaran anda sebagai "citizen of the state",jika muncul pendapat anda bahwa tanah airnya sendiri akan bisa diduduki dengan gampang? :(

Der Führer
20-02-2005, 10:52 PM
maaf OT....masalahnya, ini hanya taktik pemerintah untuk meredam sebagian dari permasalahan........yang dihadapi....terutama yang berkaitan dengan kaum mino.....

gue_provokator
21-02-2005, 09:40 AM
neway...tetep ada beberapa hal yg masih perlu dikritisi dari pemerintah...

kalo masalah kesadaran sebagai citizen, pasti ada deh, for sure...yg penting jgn sampai sikap kritis kita hilang gara2 optimistik ini, optimistik itu...

juga jgn kabur juga kalo sampai negara kita mbutuhin kita...gitu

Pompey
22-02-2005, 12:56 PM
banyak cara juga kan ngebantu negara? lagian gw yakin klo bener kejadian kita di invasi... pasti NASIONALISME kita kambuh! blum keliatan aja... dalam perspektif Imagined Communities, batas wilayah dan kebangsaan itu ada dalam pikiran kita.. coba mikir daleeeem.. banget pasti mau berjuang kan? cuma ada yang ga mau jadi tentara.. boleh2 aja.. jaman dulu emang pada jadi gerilyawan semua? kan ada penduduk yg ngasih makan, nginep, buat para pejuang.. na kl semua wamil, pertahanan kota, desa, RT RW elu pada sapa yang jaga ? semua ke baris depan.,, trus kan bisa lewat perang di INTERNET misalnya... na loe pada yang jago2 nge-net pasti mau ngebantuin negara Indonesia ini tanpa dibayar! mudah2an tapi gw yakin.. (kalo bener kita PERANG yaaa..)
Thanks All buat Nasionalisme nyaaa!!!;) ::angel::

dancefloor
22-02-2005, 09:24 PM
kya mau siap2 perang aja wajib militer::bentar::

toukairin354
23-02-2005, 10:57 AM
Originally posted by Pompey
banyak cara juga kan ngebantu negara? lagian gw yakin klo bener kejadian kita di invasi... pasti NASIONALISME kita kambuh! blum keliatan aja... dalam perspektif Imagined Communities, batas wilayah dan kebangsaan itu ada dalam pikiran kita.. coba mikir daleeeem.. banget pasti mau berjuang kan? cuma ada yang ga mau jadi tentara.. boleh2 aja.. jaman dulu emang pada jadi gerilyawan semua? kan ada penduduk yg ngasih makan, nginep, buat para pejuang.. na kl semua wamil, pertahanan kota, desa, RT RW elu pada sapa yang jaga ? semua ke baris depan.,, trus kan bisa lewat perang di INTERNET misalnya... na loe pada yang jago2 nge-net pasti mau ngebantuin negara Indonesia ini tanpa dibayar! mudah2an tapi gw yakin.. (kalo bener kita PERANG yaaa..)
Thanks All buat Nasionalisme nyaaa!!!;) ::angel::

Sepengetahuan saya, yah pada saat darurat itulah, kemampuan org2 yang ikut wamil itu dibagi2, di tingkat2 tertentu, di daerah masing2. Think the wamil as USA's National Guard(ini idealnya yah, susah cari persamaannya).Wamil di dalam rancangannya berkonsep "weekend soldiers", dimana "sabtu masuk barak, senin get back to work".

Kalau soal perang mah lain lagi mas, keadaannya pasti sudah darurat(martial law), sehingga utk penempatan macem2, yah di tangan pemerintah. Yang difokuskan di wamil adalah penyiapan "aset2"(if i may say so)di kala "inter bellum"/"peace" ini...

Pengalokasian tenaga talenta2 yang berbakat di bidang masing2 juga saya pikir akan muncul di masa darurat nanti... Karena tidak semudah itu menjalankan "propaganda warfare" atau "perang informasi". Too bad RUU Tentara Cadangan Nasional belum pernah saya lihat...

Wamil tidak selalu harus mau perang koq... Swiss sampe skrg damai2 aja, tapi ada wamil(yang persentasenya nyaris paling tinggi sedunia), Singaparna...eh Singapura juga damai(border skirmish?hardly...)juga wamil...

Pompey
23-02-2005, 12:32 PM
kalo Wamil yang gitu.. gue kagak mau... hehehehe....::hhh::

kalo dibalik, sabtu masuk barak senin ampe jumat keluar en seneng2 mungkin gue mau .. :P sekalian olahraga en ngetes fisik... apalagi kalo boleh naek Panzer ::nyam2::

Der Führer
23-02-2005, 01:55 PM
Originally posted by Pompey
na loe pada yang jago2 nge-net pasti mau ngebantuin negara Indonesia ini tanpa dibayar! mudah2an tapi gw yakin.. (kalo bener kita PERANG yaaa..)
Thanks All buat Nasionalisme nyaaa!!!;) ::angel::

moga-moga bisa menjadi kenyataan.........

Amiennn.....

Pompey
24-02-2005, 11:07 AM
Auischwitz mau nggak lu naek Panzer hewhehe... ::dudul:: hehe becanda OT... jangan mau perang yaaa... Piss la. btw yang namanya Wamil itu dibayar gak sih? maksudnya saat sekarang, bukan wamil kalo ada perang dengan negara lain..

Riot
25-02-2005, 02:33 AM
Wamil nggak bakalan dibayar, lagi pula hal ini bisa berpengaruh cukup buruk dalam bidang sosial.
contoh, bila kita punya pacar n terkena Wamil, bisa2 kalau udah selesai Wamil pacar kita udah diembat sama yang nggak Wamil ::bentar:: ::bentar:: :D :D :D
Just kidding ::bye::

gue_provokator
25-02-2005, 11:12 AM
lho...bukannya wamil itu dibayar (tau ding, itu pas masuk dinas ketentaraan resmi atau pas masih sebagai force pool udah dibayar) tapi setau gw ada bayarannya deh...

Ray JP
25-02-2005, 01:26 PM
jangan lupa bhw jargon "demi bangsa & negara" itu berarti bangsa lbh penting drpd negara.

pancasila juga mengajarkan bhw kemanusiaan (sila ii) lbh utama drpd nasionalisme (sila iii).

negara yg tdk menghargai kemanusiaan (berdasarkan konsep HAM yg berlaku saat ini, tentunya) tdk layak dibela.

gue_provokator
25-02-2005, 01:33 PM
detikcom - Makassar, Sekitar dua puluh orang mantan prajurit cadangan wajib mendatangi kantor DPRD Sulsel, Jl Urip Sumohardjo, Makassar, Jum'at (25/2/2005). Mereka mengeluhkan soal pesangon mereka yang belum dibayarkan.
Puluhan orang ini dulunya sebagai prajurit cadangan TNI AD. Mereka dikontrak oleh Randim VII Wirabuana sebagai prajurit cadangan. Dalam sebulan mereka diharuskan latihan selama seminggu.

he...ada juga konsep kyk gini di negara kita...tapi lagi2 cuma jadi potret buram bangsa ini :(

toukairin354
25-02-2005, 05:05 PM
Gw bingung ama omongan anak2 di sini.. Maybe just my thoughts...:(

Sepertinya ada yang salah nangkep.... Sabtu masuk barak, senin sudah kembali ke masyarakat, bagi yang sudah bekerja(kantoran misalnya?) yah silakan ke kantor..itu maksud gw dari kalimat "get back to work"... But again, ini kalau format ideal Cadangan Nasional telah tercapai.

Mengenai pesangon yang belum dibayar... Yah itulah, saya pikir, ekses dari "alpha phase". Mungkin kalau mau dan kalau cocok disamakan dengan game RO, alpha dan beta test stage kan banyak bugnya.. Tapi kalau sudah berjalan lama, mungkin bisa rapih...

Tapi mengingat budaya komisi dan korupsi pejabat Indonesia, mungkin makan waktu...dan biaya tentunya...

Ray JP
11-03-2005, 08:02 PM
Gw bingung ama omongan anak2 di sini.. Maybe just my thoughts...

Sepertinya ada yang salah nangkep.... Sabtu masuk barak, senin sudah kembali ke masyarakat, bagi yang sudah bekerja(kantoran misalnya?) yah silakan ke kantor..itu maksud gw dari kalimat "get back to work"... But again, ini kalau format ideal Cadangan Nasional telah tercapai.

saya sih terbayang menghabiskan wkt di lapangan berlatih perang2an sambil diteriaki oleh pelatih tentara. tdk usah ya...

saya msh ingat saat para tentara berbuat kekejaman thd org2 sipil tak bersenjata (terutama mahasiswa) yg bermaksud menjatuhkan jenderal besar soeharto & menghapus dwifungsi ABRI.

gunnar
11-03-2005, 09:14 PM
Originally posted by gue_provokator
lho...bukannya wamil itu dibayar (tau ding, itu pas masuk dinas ketentaraan resmi atau pas masih sebagai force pool udah dibayar) tapi setau gw ada bayarannya deh...

Warga/orang yang ikut wamil nggak bakal dapat bayaran.

Biasanya, jika suatu negara menetapkan Wamil; orang/warga yang berpartisipasi mendapatkan 'keuntungan' yang tidak didapatkan dari warga/orang yang tidak ikut Wamil.

Contoh-nya : orang/warga yang ikut wamil bisa mendapatkan paspor, sedangkan yang tidak ikut tidak bisa mendapatkan paspor.

protoss
11-03-2005, 10:26 PM
Kalo mau bikin Wamil2an mendingan kita nyontek dulu sama 2 negara...Swiss dan Singapura...Swiss, negara sejuta milisi ini masih memiliki sistem Wamil yg terbaik menurut gue..karena rakyat mrk bisa melakukan Wamil tanpa harus terikat kontrak utk menjadi bagian dari tentara reguler (kecuali kepolisian)..

Klo kita bisa punya sistem Wamil sebaik Swiss...gw yakin semua negara di dunia bakal mikir jutaan kali buat cari perkara

Der Führer
12-03-2005, 12:10 AM
Originally posted by protoss
Kalo mau bikin Wamil2an mendingan kita nyontek dulu sama 2 negara...Swiss dan Singapura...Swiss, negara sejuta milisi ini masih memiliki sistem Wamil yg terbaik menurut gue..karena rakyat mrk bisa melakukan Wamil tanpa harus terikat kontrak utk menjadi bagian dari tentara reguler (kecuali kepolisian)..

Klo kita bisa punya sistem Wamil sebaik Swiss...gw yakin semua negara di dunia bakal mikir jutaan kali buat cari perkara

Percuma juga nyontek klo gak ada perealisasian :)
Perealisasian ? wa bisa-bisa mengukuhkan kita sebagai sarang terorist. Dan semakin ditekan oleh dunia internasional, akibatnya sektor ekonomi hancur dan seterusnya tau sendirilah.

Ingat, kita ini masih bergantung pada barat, dan selama kefanatikan masih melekat pada negara kita maka pengadaan wamil secara rutin hanya akan mengakibatkan kehancuran negara.

Ray JP
12-03-2005, 12:17 AM
jangan2 peserta wamil nanti jadi spt menwa: dikirim ke masyarakat utk memata2i org2 yg kritis thd penguasa

7Moon_Child7
12-03-2005, 11:25 AM
Swiss bukannya gak punya kekuatan militer soalnya Swiss kan negara netral yang gak boleh diserang negara manapun ::angel::

Der Führer
12-03-2005, 09:35 PM
Originally posted by 7Moon_Child7
Swiss bukannya gak punya kekuatan militer soalnya Swiss kan negara netral yang gak boleh diserang negara manapun ::angel::

Swis pernah kok mengalami serangan :)

virtual
12-03-2005, 10:37 PM
hitler: Swis pernah kok mengalami serangan
kapan ya?

Der Führer
12-03-2005, 10:56 PM
Originally posted by virtual
hitler: Swis pernah kok mengalami serangan
kapan ya?

Saat PD 2, walaupun sebuah ketidaksengajaan :) Swiss terkena pemboman oleh beberapa bomber sekutu yang menjatuhkan sekitar 70 bom dan menewaskan sedikitnya 50 warga sipil.

protoss
14-03-2005, 09:41 PM
Originally posted by 7Moon_Child7
Swiss bukannya gak punya kekuatan militer soalnya Swiss kan negara netral yang gak boleh diserang negara manapun ::angel::

"Swiss ga punya tentara karena Swiss adalah tentara"

Tuh, motto perang negara Swiss, makanya gue bilang Swiss itu negara sejuta "milisi", krn tiap warga dewasa Swiss hrs ikut Wamil spt di Singapur. Bedanya, di Swiss..mrk ngga harus terikat kontrak utk menjadi tentara reguler krn disana emang ngga ada pasukan reguler (dlm artian org2 yg berprofesi sbg AU, AD, AL dan digaji oleh negara) yg ada paling2 polisi.

Ini bukan berarti Swiss ga bisa perang. Kalo Swiss diserbu, mereka bisa me-mobilisasi jutaan tentara dgn cepat dan disana jg udah tersedia ruangan2 bawah tanah (yg gue yakin dibuat dgn konstruksi bunker) lengkap dgn supermarket dan pertokoan di setiap kota. Klo kita kesana sbg turis, mrk kemungkinan bakal beralasan ini salah 1 keunikan Swiss, punya mall di bawah tanah.

Persenjataan berat yg sptnya ga mrk miliki aslinya tersembunyi jauh di dlm perut pegunungan Alpen. Gue ga tau pasti gmn jalur logistik dan distribusinya. Mungkin mrk memanfaatkan ski dan bobsled atau lorong2 bawah tanah spt di Afghanistan..

toukairin354
17-03-2005, 10:42 AM
Originally posted by Ray JP
jangan2 peserta wamil nanti jadi spt menwa: dikirim ke masyarakat utk memata2i org2 yg kritis thd penguasa

Ga usah dikirim ke masyarakat koq. Wong guru sma saya bilang dulu di UNJ juga ada menwa ketahuan membantu intel(kemungkinan besar BAIS/intelijen militer, yang notabene sebenarnya "gede badan minim keahlian" karena ditakuti cuma kalo nguntit byasanya ketauan, lain dengan BIN/BAKIN yang peralatannya lebih sophisticated, mainly pada era Perang Dingin dimana CIA dan agen2 negara lain minjemin alat/ngasih alat surveillance ke kita).

Tapi sekarang jangan begitu lah. Menwa sekarang udah berada di bawah universitas masing2, bukan 3 departemen lagi(kalao ga salah dulu berada di bawah DepSos,dephankam, dan satu lagi...).Jadi saya pikir sebaiknya stereotipe seperti itu dihilangkan pelan2(aside from the fact that i'll be joining them in a few months :p)


Originally posted by Ray JP
saya sih terbayang menghabiskan wkt di lapangan berlatih perang2an sambil diteriaki oleh pelatih tentara. tdk usah ya...

saya msh ingat saat para tentara berbuat kekejaman thd org2 sipil tak bersenjata (terutama mahasiswa) yg bermaksud menjatuhkan jenderal besar soeharto & menghapus dwifungsi ABRI.

Saya juga masih ingat para mahasiswa/preman2 berbaju mahasiswa mengasapi para bapak2 polisi kita yang berseragam dinas biasa(bukan baju anti huru hara)dengan asap motor mereka...pak polisi hanya menutup mulut mereka dengan sapu tangan seraya tetap mempertahankan tembok manusia mereka... Puji Tuhan, bapak2 itu sabar, kalo saya mah diasapi gitu, saya bukan hanya ambil pistol, tapi senapan Sabhara sekalian...

Originally posted by gunnar
Warga/orang yang ikut wamil nggak bakal dapat bayaran.

Biasanya, jika suatu negara menetapkan Wamil; orang/warga yang berpartisipasi mendapatkan 'keuntungan' yang tidak didapatkan dari warga/orang yang tidak ikut Wamil.

Contoh-nya : orang/warga yang ikut wamil bisa mendapatkan paspor, sedangkan yang tidak ikut tidak bisa mendapatkan paspor.

...
Switzerland memberikan gaji utk para wamil mereka...That's why ada wacana utk membubarkan program wamil karena costnya mulai mencekik anggaran nasional Switzerland... Lebih lengkapnya, baca sidebarnya Encarta Encyclopaedia.


Originally posted by protoss
"Swiss ga punya tentara karena Swiss adalah tentara"

Tuh, motto perang negara Swiss, makanya gue bilang Swiss itu negara sejuta "milisi", krn tiap warga dewasa Swiss hrs ikut Wamil spt di Singapur. Bedanya, di Swiss..mrk ngga harus terikat kontrak utk menjadi tentara reguler krn disana emang ngga ada pasukan reguler (dlm artian org2 yg berprofesi sbg AU, AD, AL dan digaji oleh negara) yg ada paling2 polisi.

Ini bukan berarti Swiss ga bisa perang. Kalo Swiss diserbu, mereka bisa me-mobilisasi jutaan tentara dgn cepat dan disana jg udah tersedia ruangan2 bawah tanah (yg gue yakin dibuat dgn konstruksi bunker) lengkap dgn supermarket dan pertokoan di setiap kota. Klo kita kesana sbg turis, mrk kemungkinan bakal beralasan ini salah 1 keunikan Swiss, punya mall di bawah tanah.

Persenjataan berat yg sptnya ga mrk miliki aslinya tersembunyi jauh di dlm perut pegunungan Alpen. Gue ga tau pasti gmn jalur logistik dan distribusinya. Mungkin mrk memanfaatkan ski dan bobsled atau lorong2 bawah tanah spt di Afghanistan..

Tul. Top pisan deh Switzerland mah. Dalam satu referensi saya di internet(lupa, site asosiasi rifle mereka), Switzerland bahkan memiliki "killing zone", tempat dimana invader akan digiring menuju situ dan dibantai oleh para pejuang Swiss...

Tapi sepertinya ada tentara reguler...ato ga ada yah?saya lupa buka Encarta...Tapi dari Encarta saya dapat bahwa pada jenderal hanya ada saat keadaan darurat dan ditunjuk oleh parlemen...

Dari buku foto2 TIMES milik teman saya,keren sekali... Pada era PD2, banyak dari pilot Allied(terutama bomber)yang nyasar masuk wilayah Switzerland, dan dipaksa utk mendarat, lalu pilotnya diinternir...Dan setahu saya pesawatnya jadi milik Swiss :) At least dari foto, terlihat bahwa Swiss punya Messerschmidt...Menurut teman saya, itu adalah hasil dari rampasan perang dari Jerman... Di buku TIMES itu ada foto bomber2(kalo ga salah B-24)bejejer di lapangan.. Ada foto tentara Allied yang jalan2 di pertokoan Swiss(lagi diinternir). Dan mobilisasi Swiss itu dari dulu ternyata top, hitungan hari hampir semua wamil/elemen pertahanan mereka udah bisa dikirim ke frontline...

Oya, bagi para Wamil Switzerland, begitu mereka selesai menjalani kewajibannya pada tahun itu/melewati periode tertentu, mereka menyimpan senjata dan amunisi di rumah, dan menjalani refreshment training secara berkala...

toukairin354
24-03-2005, 01:24 PM
Dari buku Pelopor Dalam Perang Pelopor Dalam Damai, karangan T.B.Simatupang(ya betul, yang udah jadi nama jalan tol di jakarta).

hal.295
"Pasukan pasukan yang tidak tetap dan hanya disusun apabila ada kegentingan disebut milisia. Sistem milisia paling murni terdapat di Swiss. Di sana tidak ada prajurit2 tetap. Tiap laki2 Swiss terlatih dalam kemiliteran. Membawa perlengkapan dan senjatanya ke rumah dan pada hari2 tertentu dia mengikuti latihan dengan tidak mengganggu pekerjaannya yg biasa. Dan apabila negara membutuhkan tenaganya, maka dengan membawa senjata dan perlengkapannya mereka melaporkan diri di tempat yang telah ditentukan. Milisia juga dapat didasarkan atas wajib militer seperti di Swiss, tetapi ada juga pasukan2 milisia yang didasarkan atas sukarela seperti National Guard di Amerika Serikat."

Ditulis tahun 1954 dan diedit kembali oleh beliau tahun 1981, jadi saya pikir amsih relevan.

Mungkin lain waktu saya mau scan sebagian dari buku yang telah saya fotokopi dan saya kirim ke sini...

Ray JP
27-03-2005, 11:26 AM
jangan2 peserta wamil nanti jadi spt menwa: dikirim ke masyarakat utk memata2i org2 yg kritis thd penguasa

Ga usah dikirim ke masyarakat koq. Wong guru sma saya bilang dulu di UNJ juga ada menwa ketahuan membantu intel(kemungkinan besar BAIS/intelijen militer, yang notabene sebenarnya "gede badan minim keahlian" karena ditakuti cuma kalo nguntit byasanya ketauan, lain dengan BIN/BAKIN yang peralatannya lebih sophisticated, mainly pada era Perang Dingin dimana CIA dan agen2 negara lain minjemin alat/ngasih alat surveillance ke kita).

Tapi sekarang jangan begitu lah. Menwa sekarang udah berada di bawah universitas masing2, bukan 3 departemen lagi(kalao ga salah dulu berada di bawah DepSos,dephankam, dan satu lagi...).Jadi saya pikir sebaiknya stereotipe seperti itu dihilangkan pelan2(aside from the fact that i'll be joining them in a few months :p)

di masa perjuangan pro-reformasi dulu, banyak korban di antara para mahasiswa gara2 dilaporkan oleh rekan2nya sesama mahasiswa yg ikut menwa. di masa skrg pun, apakah seorg anggota menwa (termasuk anda nantinya) akan bisa menolak perintah dari instruktur (militer) utk memata2i mahasiswa yg hendak menentang pemerintah susilo yg eks-tentara ini?

kalau anggota menwa mau ikut memprotes policy presiden susilo (ttg pembebasan para koruptor) & menyerukan pengadilan bg pelanggar HAM di masa lalu, baru saya bisa respek kpd menwa.

tapi kenyataannya. blm lama ini saya berdebat keras dg sekelompok menwa gara2 mereka menganggap TNI sbg pretorian yg layak mendpt posisi istimewa di masyarakat (superior drpd sipil).

saya sih terbayang menghabiskan wkt di lapangan berlatih perang2an sambil diteriaki oleh pelatih tentara. tdk usah ya...

saya msh ingat saat para tentara berbuat kekejaman thd org2 sipil tak bersenjata (terutama mahasiswa) yg bermaksud menjatuhkan jenderal besar soeharto & menghapus dwifungsi ABRI.

Saya juga masih ingat para mahasiswa/preman2 berbaju mahasiswa mengasapi para bapak2 polisi kita yang berseragam dinas biasa(bukan baju anti huru hara)dengan asap motor mereka...pak polisi hanya menutup mulut mereka dengan sapu tangan seraya tetap mempertahankan tembok manusia mereka... Puji Tuhan, bapak2 itu sabar, kalo saya mah diasapi gitu, saya bukan hanya ambil pistol, tapi senapan Sabhara sekalian...

"tembok manusia" ya. dlm konteks apa? apakah mereka menghalangi mahasiswa yg mau mendatangi DPRD?

saya tdk membantah ada mahasiswa yg bertindak berlebihan atau para provokator pro-soeharto yg disusupkan utk merusak citra mahasiswa pro-reformasi. tapi saya ingat betul bhw aparat militer melakukan kekerasan bersenjata (kadang senjata api) thd para demonstran yg tdk bersenjata. motif mereka cuma satu: mereka diuntungkan oleh pemerintahan fasis soeharto & berlakunya dwifungsi ABRI.

oh ya, kalau sampai menggunakan senjata (yg dibeli oleh uang rakyat) krn emosi, itu namanya barbar.

gue_provokator
27-03-2005, 11:26 PM
woah...back to civilization jg akhirnya setelah 3 minggu tanpa akses internet...

banyak juga yg happens ya

saya sih terbayang menghabiskan wkt di lapangan berlatih perang2an sambil diteriaki oleh pelatih tentara. tdk usah ya...

cerminan ego atau apaan nih? :D

Pompey
29-03-2005, 05:50 PM
dasar provokator.. kagak komen malahan komennya OT!

Pompey
29-03-2005, 06:09 PM
dasar provokator.. kagak komen malahan komennya OT!

Ray JP
30-03-2005, 10:15 PM
cerminan ego atau apaan nih?

ego siapa nih yg dimaksud? kalau ego pelatihnya sih iya, krn tentara blm bisa melepaskan perasaan bhw mereka "lebih" drpd sipil.

toukairin354
05-04-2005, 10:37 AM
Originally posted by Ray JP
di masa perjuangan pro-reformasi dulu, banyak korban di antara para mahasiswa gara2 dilaporkan oleh rekan2nya sesama mahasiswa yg ikut menwa. di masa skrg pun, apakah seorg anggota menwa (termasuk anda nantinya) akan bisa menolak perintah dari instruktur (militer) utk memata2i mahasiswa yg hendak menentang pemerintah susilo yg eks-tentara ini?

kalau anggota menwa mau ikut memprotes policy presiden susilo (ttg pembebasan para koruptor) & menyerukan pengadilan bg pelanggar HAM di masa lalu, baru saya bisa respek kpd menwa.

tapi kenyataannya. blm lama ini saya berdebat keras dg sekelompok menwa gara2 mereka menganggap TNI sbg pretorian yg layak mendpt posisi istimewa di masyarakat (superior drpd sipil).


"tembok manusia" ya. dlm konteks apa? apakah mereka menghalangi mahasiswa yg mau mendatangi DPRD?

saya tdk membantah ada mahasiswa yg bertindak berlebihan atau para provokator pro-soeharto yg disusupkan utk merusak citra mahasiswa pro-reformasi. tapi saya ingat betul bhw aparat militer melakukan kekerasan bersenjata (kadang senjata api) thd para demonstran yg tdk bersenjata. motif mereka cuma satu: mereka diuntungkan oleh pemerintahan fasis soeharto & berlakunya dwifungsi ABRI.

oh ya, kalau sampai menggunakan senjata (yg dibeli oleh uang rakyat) krn emosi, itu namanya barbar.

Ya, saya pribadi(sebagai calon siswa/calon menwa)merasa kami tidak memiliki hubungan atasan-bawahan dengan tentara/TNI, namun tentu dengan adanya kesadaran bahwa menwa sebagai milisi yang dididik dengan ilmu keprajuritan, tentu tak lepas dari bimbingan/bantuan TNI dengan elemen2 yang ada di dalamnya.

Definisikan memata-matai. Ilmu information gathering sudah barang tentu seperti diketahui itu tidak mudah, dan memata-matai tanpa ketahuan...apalagi? :) Saya sendiri cenderung menolak, jika memang ini tidak berhubungan dengan kepentingan yang lebih besar, yang tentu ini relatif sekali, tergantung pada conscience saya. Tapi jika memang ada sesuatu yang harus sayya lakukan demi "kepentingan yang lebih besar" itu(tidak harus memata-matai kan?ngobrol dan membujuk, persuade, bisa juga?), yah mungkin saya lakukan. Namun tentu saya mesti mempertimbangkan akibatnya ke depan, dan karena saya bukan tentara, saya tidak akan sembarangan menerima suatu perintah. Suatu contoh, di depan kampus saya baru2 ini ada yang mogok makan menentang kenaikan BBM. Dan sepertinya ga ada pengaruhnya. Maka saya biarkan saja, ga usah diurusin. Toh if they died, they won't be taking me with them :), so to speak.

Saya sendiri tidak tahu detail soal kebijakan SBY yah, tapi saya sendiri melalui diskusi dengan alumni menwa, juga ayah saya, setuju bahwa utk memulai pemberantasan korupsi, haru ada sejenis "pemutihan". Artinya, yang korupsi pada era Orba yah dimaafkan,jadi mempermudah utk memasukkan koruptor2 sekarang ke bui. Sebenarnya karena ini OOT, ga bagus utk dibahas, kalau mau yah silakan PM saya atau buat thread baru.

Mengenai posisi tentara, sebenarnya menurut saya sendiri, dengan pedoman bahwa TNI manunggal dengan rakyat(seperti dicontohkan oleh divisi Siliwangi di masa lalu), tidak ada itu superior-inferior. Namun dengan pengaruh tentara yang menguasai pemerintahan pada masa Orde Baru, maka tentunya perasaan seperti itu ada yang tumbuh di kalangan tentara dan masyarakat pada umumnya. Dan dengan masih baru berlalunya masa Orde Baru(7 tahun), maka paradigma seperti itu masih ada? Wajar, dan dengan wacana "supremasi sipil", tentu pandangan tersebut mesti dirubah, dan saya lihat dengan mata jidat saya sendiri, memang begitu.

Menwa sendiri memiliki akses kedekatan kepada TNI/tentara, ini tidak bisa dibantah. Oleh karena itu saya sendiri dapat bertukar pikiran dengan mereka.

Ada mahasiswa bilang anak akabri itu keras, kejam, dll. Tahukah apa yang guru militer di Akabri/akademi militer bilang soal mahasiswa? Yah tukang mabok, yah seks bebas, dll. Ini merupakan paradigma yang terbentuk karena bertahun2 doktrin, tentu perlu waktu utk sebuah perubahan.

Tapi di kampus saya skrg ada jurusan S-2 Studi Pertahanan. Sebuah wacana baru utk mengangkat sipil ke dalam proses dunia pertahanan, suatu ranah yang bertahun tahun dianggap "military only". Namun dengan embrio ini, saya pikir suatu saat... Ya, suatu hari para guru2 militer lulusan studi pertahanan tidak akan berkomentar seperti itu, namun akan duduk bersama dan mengatakan "Apa pendapat Anda dalam masalah ini?". Kita tunggu tanggal mainnya :)

Tentara bertahun2 dianggap jelek, namanya banyak yang rusak karena "kasus HAM"(i really dislike this term), suatu alasan "mengada2" untuk memotong kuku, kaki, tangan bahkan kepala dari kekuatan pertahanan nasional kita(oleh bangsa asing). Anda mau ga dibilang pembunuh, pemerkosa, dan sebutan2 jelek lainnya? Stigma jelek itu dilekatkan masyarakat ke tentara, mulai dari perwira tinggi(dimana yang korup2nya punya duit M-M-a)sampai ke tamtama/prajurit(dimana anaknya bisa saja menangis karena kurang susu).

Oleh karena itu muncul suara2 di masyarakat umum bahwa ga semua tentara seperti itu. Anda bisa mencari2 cerita bahwa banyak sekali tentara yang tak harap pamrih, membantu masyarakat menolak imbalan, suatu hal yang menjadi pencerahan bagi sebagian org. Sebuah PR bagi PR(public relations) TNI utk mem"propaganda"kan fitur2 baik TNI kepada masyarakat.

Mengenati tembok manusia, yah biasanya massa(yang di kepala saya,yang telihat cuma kumpulan org yang dibayar 50ribu per kepala oleh tenaga penggerak demo)akan cenderung anarkis bila terkonsentrasi dalam jumlah besar, dengan "bottleneck obstacle"(contoh:pagar besi)di depannya. Kalau ga ada bapak-ibu polisi utk menjaganya, yah pintu DPRD(yg seperti kata Anda, dibangun dengan duit rakyat)akan jebol. Perlu duit lagi utk menggantinya, khan? :)

Soal barbar, lah itu kan saya :D Saya pegang senjata secara resmi saja tidak, lha cuma impian tho? :)

Bom molotov, pipa besi, bambu, balok kayu, bukan senjata yah? :p Saya sendiri melihat pada era skrg, polisi lunak menghadapi demonstran. Demonstran liar dengan jumlah yang bujubuneng dihadapi dengan pakaian dinas biasa, tanpa tameng dll. Wah bukannya suicidal tuh?Tapi demi memperbaiki citra, it worth the risk.


Originally posted by Ray JP
ego siapa nih yg dimaksud? kalau ego pelatihnya sih iya, krn tentara blm bisa melepaskan perasaan bhw mereka "lebih" drpd sipil.

Dalam soal apa? Pelatih militer yah mesti keras. Mempersiapkan murid utk siap menghadapi musuh tentu mesti keras :) Ada contoh pelatih LDKS saya, baik sekali, favorit kami. Tapi kata pelatih lain "...dia itu yang paling galak loh kalau sedang melatih para prajurit". Tentara juga manusia(meniru lagu Seurieus), mereka punya istri, anak, bapak, ibu, adik, kakak, seperti kita. Kasih sayang seorg pelatih terhadap muridnya tentu diberikan dalam format yang berbeda dengan kepada anaknya sendiri, karena tujuannya berbeda, tentu :)

protoss
22-04-2005, 04:32 PM
Originally posted by Ray JP
jangan2 peserta wamil nanti jadi spt menwa: dikirim ke masyarakat utk memata2i org2 yg kritis thd penguasa

TIDAK AKAN kalo Indonesia mengambil model wamil dari Swiss dan Norwegia dimana SEMUA laki2 dewasa HARUS ikut pendidikan wamil TAPI TIDAK HARUS jadi tentara.

Dgn TIDAK WAJIBNYA peserta wamil menjadi tentara reguler (TNI?), maka otomatis kontrol elemen militer atas mereka akan berkurang krn militer hanya memiliki kontrol thd mereka selama mrk menjalani pendidikan wajib militer dan mobilisasi. Diluar itu, mrk2 yg tidak ingin menjadi tentara bisa dgn bebas mengganti jubah militer mrk dgn jubah sipil, dan kontrol atas mrk kembali dipegang elemen kontrol sipil (polisi)

Ini jg bisa mengurangi kejahatan dgn senpi, krn tiap senjata api yg dimiliki peserta wamil didaftarkan bersama dgn identitas pemilik sehingga kontrol pemerintah atas beredarnya senpi ilegal bisa ditingkatkan...

ego siapa nih yg dimaksud? kalau ego pelatihnya sih iya, krn tentara blm bisa melepaskan perasaan bhw mereka "lebih" drpd sipil

Ngga juga. Adik ipar gue lulusan tarnus swaktu guru2 & pelatihnya masi dr kalangan militer. Dan tau komentarnya? mendingan gue dilatih tentara daripada di plonco senior

azzly
23-04-2005, 10:39 AM
woi klo wamil brap lama sih????
klo yg ak tau, klo d AS ma Jerman minimal 6 Bulan gitu...
trus apa gunanya Sekolah Tinggi Intellijen Internasional???? klo kt ak sih cum jadi tempat "nongkrong" para Agent.... trus jadi tempat rekrutmen Agent olh CIA ma Mossad.....
trus pa platihanny kya KGB gitu???(ak p'nah liat video yg ditayangin d Tv)....
trus pa lulusanny langsung jadi Agent??

trus bner ga sih klo 11 Sept Tragedy tuh hasil konspirasi CIA ma MOSSAD bwat "Peace Campaign" yg dirancang AS???

____________________________________________________
BIN,,,,CIA,,,,,,,,,FSB(KGB),,,,,,,,,,,,,MOSSAD,,,,,,,,,,,,,,,,

protoss
23-04-2005, 09:03 PM
Klarifikasi sdikit utk yg di atas:

Secara struktur organisasi, CIA adalah badan intelijen sipil dan BUKAN militer. Yes, they do political assasination and clandenstine operations. Tp menurut gue, skalanya ga akan sebesar 11 sept. Kalo mrk melakukan clandenstine operation sebesar Sept 11 itu sama aja dgn terang2an membuka front melawan Pentagon.

Mossad adalah nama "generik" utk intelijen Israel. Di dalam "Mossad" ini ada beberapa "badan" di antaranya Sinh Beth yg merupakan dinas rahasia Israel dan Sayeret Matkal (satuan elite rahasia militer Israel). Mossad itu menurut gue -klo minjem istilah jaman Suharto- OTB yg tugasnya jd kambing hitam pemerintah Israel.

Jd kalo ada kejadian yg katanya ini ulah Mossad itu ulah Mossad menurut gue itu merupakan black propaganda dari Israel..krn ampe skr setau gue blom pernah ada yg bisa membawa "Mossad" ke pengadilan...bahkan menunjuk Mossad itu siapa jg blom ada yg bisa. Pls feel free to correct me if you have more information.

Informasi tambahan:

Sekitar 2 minggu (atau sebelas hari..gue lupa) sebelum kejadian 11 september, seorang agen BIN (clue: dia seorg petinggi TNI yg baru aja mengundurkan diri dr BIN) berkunjung ke Amerika (baca: kantor CIA) utk saling bertukar "paket". Salah satu isi "paket" yg dibawa mantan jendral tadi adalah foto2, biodata dan nama2 anggota Al Qaeda/JI (or whatever) termasuk identitas para pembajak yg meledakkan twin tower....

Ray JP
24-04-2005, 03:45 AM
Ya, saya pribadi(sebagai calon siswa/calon menwa)merasa kami tidak memiliki hubungan atasan-bawahan dengan tentara/TNI, namun tentu dengan adanya kesadaran bahwa menwa sebagai milisi yang dididik dengan ilmu keprajuritan, tentu tak lepas dari bimbingan/bantuan TNI dengan elemen2 yang ada di dalamnya.

Definisikan memata-matai. Ilmu information gathering sudah barang tentu seperti diketahui itu tidak mudah, dan memata-matai tanpa ketahuan...apalagi? Saya sendiri cenderung menolak, jika memang ini tidak berhubungan dengan kepentingan yang lebih besar, yang tentu ini relatif sekali, tergantung pada conscience saya. Tapi jika memang ada sesuatu yang harus sayya lakukan demi "kepentingan yang lebih besar" itu(tidak harus memata-matai kan?ngobrol dan membujuk, persuade, bisa juga?), yah mungkin saya lakukan. Namun tentu saya mesti mempertimbangkan akibatnya ke depan, dan karena saya bukan tentara, saya tidak akan sembarangan menerima suatu perintah. Suatu contoh, di depan kampus saya baru2 ini ada yang mogok makan menentang kenaikan BBM. Dan sepertinya ga ada pengaruhnya. Maka saya biarkan saja, ga usah diurusin. Toh if they died, they won't be taking me with them , so to speak.

jadi kalau instruktur tentara menyuruh anda melaporkan rekan2 mahasiswa yg merencanakan sesuatu yg "subversif", anda tdk 100% pasti akan menolaknya?

Saya sendiri tidak tahu detail soal kebijakan SBY yah, tapi saya sendiri melalui diskusi dengan alumni menwa, juga ayah saya, setuju bahwa utk memulai pemberantasan korupsi, haru ada sejenis "pemutihan". Artinya, yang korupsi pada era Orba yah dimaafkan,jadi mempermudah utk memasukkan koruptor2 sekarang ke bui. Sebenarnya karena ini OOT, ga bagus utk dibahas, kalau mau yah silakan PM saya atau buat thread baru.

pemutihan?! enak saja. semua koruptor & pelanggar HAM tingkat berat hrs dikejar sampai kapanpun. kalau tdk, di masa depan akan muncul soeharto baru yg merasa bisa berbuat hal yg sama & tdk takut krn toh nanti akan diputihkan. saya akan segera buat thread ttg hal ini di bagian YHSI. saya akan kabari anda nanti.

Mengenai posisi tentara, sebenarnya menurut saya sendiri, dengan pedoman bahwa TNI manunggal dengan rakyat(seperti dicontohkan oleh divisi Siliwangi di masa lalu), tidak ada itu superior-inferior. Namun dengan pengaruh tentara yang menguasai pemerintahan pada masa Orde Baru, maka tentunya perasaan seperti itu ada yang tumbuh di kalangan tentara dan masyarakat pada umumnya. Dan dengan masih baru berlalunya masa Orde Baru(7 tahun), maka paradigma seperti itu masih ada? Wajar, dan dengan wacana "supremasi sipil", tentu pandangan tersebut mesti dirubah, dan saya lihat dengan mata jidat saya sendiri, memang begitu.

Menwa sendiri memiliki akses kedekatan kepada TNI/tentara, ini tidak bisa dibantah. Oleh karena itu saya sendiri dapat bertukar pikiran dengan mereka. Ada mahasiswa bilang anak akabri itu keras, kejam, dll. Tahukah apa yang guru militer di Akabri/akademi militer bilang soal mahasiswa? Yah tukang mabok, yah seks bebas, dll. Ini merupakan paradigma yang terbentuk karena bertahun2 doktrin, tentu perlu waktu utk sebuah perubahan.

Tapi di kampus saya skrg ada jurusan S-2 Studi Pertahanan. Sebuah wacana baru utk mengangkat sipil ke dalam proses dunia pertahanan, suatu ranah yang bertahun tahun dianggap "military only". Namun dengan embrio ini, saya pikir suatu saat... Ya, suatu hari para guru2 militer lulusan studi pertahanan tidak akan berkomentar seperti itu, namun akan duduk bersama dan mengatakan "Apa pendapat Anda dalam masalah ini?". Kita tunggu tanggal mainnya

sebenarnya tdk masalah apa pendapat satu sama lain. tapi kalau ada yg menganggap tentara lbh berhak berkuasa atas sipil atau lbh layak dihormati drpd sipil, itu jelas keliru. dosen di akabri yg anda sebut itu berkata begitu utk menanamkan perasaan superior atas org2 sipil.

Ray JP
24-04-2005, 03:45 AM
Tentara bertahun2 dianggap jelek, namanya banyak yang rusak karena "kasus HAM"(i really dislike this term), suatu alasan "mengada2" untuk memotong kuku, kaki, tangan bahkan kepala dari kekuatan pertahanan nasional kita(oleh bangsa asing). Anda mau ga dibilang pembunuh, pemerkosa, dan sebutan2 jelek lainnya? Stigma jelek itu dilekatkan masyarakat ke tentara, mulai dari perwira tinggi(dimana yang korup2nya punya duit M-M-a)sampai ke tamtama/prajurit(dimana anaknya bisa saja menangis karena kurang susu).

Oleh karena itu muncul suara2 di masyarakat umum bahwa ga semua tentara seperti itu. Anda bisa mencari2 cerita bahwa banyak sekali tentara yang tak harap pamrih, membantu masyarakat menolak imbalan, suatu hal yang menjadi pencerahan bagi sebagian org. Sebuah PR bagi PR(public relations) TNI utk mem"propaganda"kan fitur2 baik TNI kepada masyarakat.

pancasila mengajarkan bhw kemanusiaan (sila 2) lbh utama drpd nasionalisme (sila 3). hak asasi manusia tdk boleh dikorbankan hanya demi negara, apalagi kalau demi rejim yg berkuasa. kenyataannya, lihat saja prabowo. ia menculik & melenyapkan banyak aktivis pro-demokrasi, tapi merasa tdk bersalah dg dalih "demi negara & bangsa". parahnya, banyak sesama tentara yg setuju dg hal tsb.

memang tdk semua tentara sekotor itu. tapi tentara yg bersih hrs lantang mengecam sejawatnya yg kotor. jangan diam saja hanya krn esprit de corps atau takut terancam karirnya. banyak tentara yg merasa terpaksa melakukan pelanggaran HAM krn takut dipecat. bayangkan... melanggar HAM berarti menyakiti manusia lain, bahkan bisa membunuh. pdhal kalau dipecat, paling ya cuma hrs mencari mata pencaharian lain. tentara yg melanggar HAM krn takut dipecat itu sama saja menafkahi keluarganya dg uang darah, tak jauh beda dg centeng.

Mengenati tembok manusia, yah biasanya massa(yang di kepala saya,yang telihat cuma kumpulan org yang dibayar 50ribu per kepala oleh tenaga penggerak demo)akan cenderung anarkis bila terkonsentrasi dalam jumlah besar, dengan "bottleneck obstacle"(contoh:pagar besi)di depannya. Kalau ga ada bapak-ibu polisi utk menjaganya, yah pintu DPRD(yg seperti kata Anda, dibangun dengan duit rakyat)akan jebol. Perlu duit lagi utk menggantinya, khan?

kalau ttg demo, yg saya maksud adlh demo di zaman perjuangan reformasi dulu. kalau skrg saya no comment krn terlalu beragam motifnya. tapi di masa itu tembok manusia dilakukan oleh aparat utk mencegah para demonstran menyampaikan aspirasi kpd dewan sambil memupuk keberanian dewan utk meminta turunnya soeharto. atau mencegah para demonstran menggunakan fasilitas RRI utk mengajak rakyat ikut mendukung penjatuhan soeharto. apa yg salah dg hal ini?

Bom molotov, pipa besi, bambu, balok kayu, bukan senjata yah? :p Saya sendiri melihat pada era skrg, polisi lunak menghadapi demonstran. Demonstran liar dengan jumlah yang bujubuneng dihadapi dengan pakaian dinas biasa, tanpa tameng dll. Wah bukannya suicidal tuh?Tapi demi memperbaiki citra, it worth the risk.

dlm demo reformasi, senjata2 tsb tdk digunakan. yg menggunakannya malah milisi bersorban yg mengusir para demonstran, tapi dibiarkan oleh aparat (pdhal para milisi itu jelas2 bersenjata tajam). ttg posisi polisi dlm demo belakangan ini, ada fenomena yg menarik. jk ada demo yg berkaitan dg peran militer (misalnya anti-dwifungsi), paramiliter bentukan orde baru (pemuda pancasila, FKPPI dsb) kadang ikut dlm posisi membela tentara. tapi polisi sering bertindak tdk adil antara kpd demonstran & kpd organisasi2 tsb.

Dalam soal apa? Pelatih militer yah mesti keras. Mempersiapkan murid utk siap menghadapi musuh tentu mesti keras Ada contoh pelatih LDKS saya, baik sekali, favorit kami. Tapi kata pelatih lain "...dia itu yang paling galak loh kalau sedang melatih para prajurit". Tentara juga manusia(meniru lagu Seurieus), mereka punya istri, anak, bapak, ibu, adik, kakak, seperti kita. Kasih sayang seorg pelatih terhadap muridnya tentu diberikan dalam format yang berbeda dengan kepada anaknya sendiri, karena tujuannya berbeda, tentu

krn itulah pelatihan ala tentara kpd penduduk sipil tdk boleh diwajibkan. banyak org yg tdk sudi menerima perintah dari tentara, sblm institusi militer mengakui kesalahan2 di masa lalu & membiarkan para perwira atau eks-tentara yg korup atau melanggar HAM dihukum setimpal.

Ray JP
24-04-2005, 03:47 AM
agak OT utk sdr toukairin354:

apakah anda setuju dg penjatuhan diktator jenderal besar purn soeharto?

apa pendapat anda ttg dwifungsi tentara?

Ray JP
24-04-2005, 03:48 AM
Ngga juga. Adik ipar gue lulusan tarnus swaktu guru2 & pelatihnya masi dr kalangan militer. Dan tau komentarnya? mendingan gue dilatih tentara daripada di plonco senior

itu kan krn ploncoannya (beberapa saat yg lalu di YHSI ada thread ttg plonco & saya termasuk yg keras menentangnya). btw, kenapa para pelatih militer membiarkan saja sikap para senior yg sok-militer & lbh keras drpd mereka?

kpd sdr azzly & protoss, rasanya pembicaraan ttg 9/11 di sini sdh off-topic. silakan buat thread baru di YHSI utk menyebarkan rumor konspiratif anda (yg sangat meragukan & agitatif) tsb.

Cozza
24-04-2005, 06:37 AM
Kalo gw mah jujur kalo ada prgram Wamil di Indo kagak mau ikutan :D (Coz I really hate war coz many victims will be die for nothing from there).

Pompey
25-04-2005, 02:57 PM
gw nggak tau apa pendapat gw ini OT ato gak...

Gw lebih "setuju" wamil dibanding penggunaan institusi sipil untuk hal-hal berbau militer . Yang gw maksud disini kayak sekolah STPDN itu loh.. kalo Tanus: Oke, anda lulus jadi tentara. Ajarin kekerasan.. disiplin.. itu berguna untuk anda. Tapi kalo jenis "sekolah pemerintah" kayak STPDN, sekolah kedinasan-kedinasan lain kesannya terlalu dipaksakan kayak militer. Toh "semi-militer" yang dibangun selama ini dengan dalih "kedisiplinan" malah berbuntut yang ga bagus. COba pikir, sekolah kedinasan --baca sekolah lanjutan setingkat akademi/universitas NEGERI liat aja, pakaiannya aja agak2 milteristik. baju seragam, cewek rok, cowok badan tegap.. dll termasuk tetek bengek kedisiplinan yang berujung kekerasan dan ketidak bebasan . Sebagai contoh, kasus STPDn bisa dijadikan cermin buat kita...

Intinya, gw mau bilang.. setelah perdebatan panjang diatas.. MILITER untuk sekolah Militer... kebebasan untuk sekolah SIPIL baik negeri maupun SWASTA.

Mau Wamil? silakan anda masuk AKABRI, TANUS. nggak mau? ya masuk yang laen lah.. SDM di Indonesia banyak. nggak perlu ada Wajib Militer segala... TEntara dah cukup kok.. dan buat yang pro MENWA (resimen mahasiswa) tujuan Menwa jelas, ada udang dibalik batu. mungkin yang disebut Ray JP diatas tentang mata2 mahasiswa, ada benarnya. diluar hal itu, menwa "diayomi" pemerintah baik Soekarno (untuk revolusi-yang tak pernah henti- melawan "imperialisme" dan NEKOLIM). Jaman Soeharto digunakan untuk MEMBUNGKAM mahasiswa dari dalam.. jadi kader republik yang taat pada rejim. Sadar atau ga sadar... nah, salah satunya karena itulah Menwa sekarag ini banyak dibubarkan atau ganti nama. Misalnya Wira Makara UI untuk menwa UI... ya dulu dia jadi alat, sekarang jadi ajang semi-olahraga dan hobi militer...

Pompey
25-04-2005, 03:04 PM
tambahan: Untuk Sekolah2 kedinasan, sama saja. Cuma sekolah model ini "berfungsi" pada jaman rejim Soeharto. Dia dijadikan alat lagi. Contoh nyata adalah STPDN. khan kalo lulus dah jelas jadi camat or lurah. Nah, konsep Soeharto (dalam hal ini Depdagri) maka didoktrin lah anak2 muda yang masuk institut ini. Jadi lurah camat yang "disiplin" (baca:otoriter). terutama terkait dengan begitu POPULERnya STPDN ini didaerah-daerah. Bahkan pake kontingen-kontingen segala di asramanya. (sorry masalah ini gw pernah tes STPDN disuruh ortu tapi ditengah jalan gw kabur... ) ini jelas sekali salah satu taktik melanggengkan kekuasaan a la orde baru... jadi institut ini kayak HITLER YOUTH deh kalo secara sembarangan mau dicari persamaannya...

Yang keluar dan jadi PEJABAT-PEJABAT ini lah yang menjadi biang KKN (Korupsi Kolusi Nepotisme sodaras-sodara .. just think!:D katanya disiplin bla bla bla... KORUPSI pejabat jaman orde baru kan yang banyak?? yang bikin negara kita runtuh? mana disiplin, membangun negara de el el dan doktrin yang diterapkan di saat mereka2 ini "nyantri" or jadi cadet lah seperti itu...

mana prestasinya??

Gw pikir masih nyambung kan ama topik WAJIB MILITER di Indonesia... ::angel::

Pompey
25-04-2005, 03:07 PM
statement gw: ISTILAH SEMI-MILITER adalah ISTILAH BANCI...

MILITER? ADA DI AKABRI (AAL, AAU, AAD, AKPOL dst) or seetingkat SMA ada di TARUNA NUSANTARA..

sudah cukup. Kalo mau SDM lebih banyak... nama2 yang gw sebut diatas bikin aja tes SELEKSI nya lebih gampang dan daya tampung lebih besar... no problem kan? kalo keabisan prajurit (dan ga mungkin menurut gw) baru lah indonesia buka pendaftaran RELAWAN buat dikirim perang..... thats my conclusion.

Pompey
25-04-2005, 03:11 PM
Originally posted by Ray JP
di masa perjuangan pro-reformasi dulu, banyak korban di antara para mahasiswa gara2 dilaporkan oleh rekan2nya sesama mahasiswa yg ikut menwa. di masa skrg pun, apakah seorg anggota menwa (termasuk anda nantinya) akan bisa menolak perintah dari instruktur (militer) utk memata2i mahasiswa yg hendak menentang pemerintah susilo yg eks-tentara ini?

kalau anggota menwa mau ikut memprotes policy presiden susilo (ttg pembebasan para koruptor) & menyerukan pengadilan bg pelanggar HAM di masa lalu, baru saya bisa respek kpd menwa.

tapi kenyataannya. blm lama ini saya berdebat keras dg sekelompok menwa gara2 mereka menganggap TNI sbg pretorian yg layak mendpt posisi istimewa di masyarakat (superior drpd sipil).





"tembok manusia" ya. dlm konteks apa? apakah mereka menghalangi mahasiswa yg mau mendatangi DPRD?

saya tdk membantah ada mahasiswa yg bertindak berlebihan atau para provokator pro-soeharto yg disusupkan utk merusak citra mahasiswa pro-reformasi. tapi saya ingat betul bhw aparat militer melakukan kekerasan bersenjata (kadang senjata api) thd para demonstran yg tdk bersenjata. motif mereka cuma satu: mereka diuntungkan oleh pemerintahan fasis soeharto & berlakunya dwifungsi ABRI.

oh ya, kalau sampai menggunakan senjata (yg dibeli oleh uang rakyat) krn emosi, itu namanya barbar.

ABSOLUTELY AGREE WITH RAY JP!

anda gak pernah demo jadi anda gak tau kondisinya... cuma liat di TV.. thats my asumption...

Ray JP
26-04-2005, 11:54 AM
saya ikut demo sampai dg soeharto jatuh. stlh itu kok rasanya blm ada motif demo yg cukup menggerakkan saya. kalau ada demo menentang kebijakan presiden susilo yg terlalu memberi angin kpd militer utk berpolitik, atau menuntut pengusutan kasus pelanggaran HAM orde baru sih saya siap ikut kapan saja..

Pompey
26-04-2005, 11:57 AM
Originally posted by Pompey
ABSOLUTELY AGREE WITH RAY JP!

anda gak pernah demo jadi anda gak tau kondisinya... cuma liat di TV.. thats my asumption...

maksudnya bukan anda bung Ray JP.. kan saya absolutely agree... justru saya tau dari postingan anda kualitas anda cukup baik untuk menjawab masalah2 diatas... ;P

Ray JP
26-04-2005, 08:01 PM
saya tahu yg anda maksud kok ;)

maaf kalau menimbulkan salah paham gara2 posting saya yg kurang cermat. maksud saya adlh mengajak yg bersangkutan membedakan demo pra- & pasca-reformasi. kalau bisa sih mengajak ia ikut berdemo, agar tahu bagaimana semangat memperjuangkan kepentingan rakyat.

gue_provokator
27-04-2005, 12:57 AM
Originally posted by Ray JP
pancasila mengajarkan bhw kemanusiaan (sila 2) lbh utama drpd nasionalisme (sila 3). hak asasi manusia tdk boleh dikorbankan hanya demi negara,

Ketuhanan Yang Maha Esa (sila 1) lebih utama drpd sila 2, dlm agama (yah agama, bukan Tuhan memang) ada cinta tanah air sebagian dari Iman (nasionalisme)...jadi masih ada yg perlu dipikirkan lagi disini dg sangat cermat kalo serta merta "hak asasi manusia tdk boleh dikorbankan hanya demi negara" mungkin yg dimaksud disini pemerintah?? kalo demi bangsa...woah, itu sudah kepentingan umum, lagi2 kepentingan umum lebih dulu daripada kepentingan golongan (bisa disamakan dg hak asasi?...) well correct me if i`m wrong, me and my stupidty...

krn itulah pelatihan ala tentara kpd penduduk sipil tdk boleh diwajibkan. banyak org yg tdk sudi menerima perintah dari tentara, sblm institusi militer mengakui kesalahan2 di masa lalu & membiarkan para perwira atau eks-tentara yg korup atau melanggar HAM dihukum setimpal.

sekalipun cuma buat tujuan bela negara...hey, mengakui kesalahan individu oleh sebuah institusi gak salah itu??? ah...kyk jepang aja minta maaf tapi buat kepentingan nya di DK PBB, nanti dikira militer mau main mata.....lip service gt
indonesia minta maaf gara2 penjahat kita bikin masalah di luar negeri...? padanannya kyk gitu....

azzly
27-04-2005, 12:22 PM
Originally posted by protoss
Klarifikasi sdikit utk yg di atas:

Secara struktur organisasi, CIA adalah badan intelijen sipil dan BUKAN militer. Yes, they do political assasination and clandenstine operations. Tp menurut gue, skalanya ga akan sebesar 11 sept. Kalo mrk melakukan clandenstine operation sebesar Sept 11 itu sama aja dgn terang2an membuka front melawan Pentagon.

Mossad adalah nama "generik" utk intelijen Israel. Di dalam "Mossad" ini ada beberapa "badan" di antaranya Sinh Beth yg merupakan dinas rahasia Israel dan Sayeret Matkal (satuan elite rahasia militer Israel). Mossad itu menurut gue -klo minjem istilah jaman Suharto- OTB yg tugasnya jd kambing hitam pemerintah Israel.

Jd kalo ada kejadian yg katanya ini ulah Mossad itu ulah Mossad menurut gue itu merupakan black propaganda dari Israel..krn ampe skr setau gue blom pernah ada yg bisa membawa "Mossad" ke pengadilan...bahkan menunjuk Mossad itu siapa jg blom ada yg bisa. Pls feel free to correct me if you have more information.

Informasi tambahan:

Sekitar 2 minggu (atau sebelas hari..gue lupa) sebelum kejadian 11 september, seorang agen BIN (clue: dia seorg petinggi TNI yg baru aja mengundurkan diri dr BIN) berkunjung ke Amerika (baca: kantor CIA) utk saling bertukar "paket". Salah satu isi "paket" yg dibawa mantan jendral tadi adalah foto2, biodata dan nama2 anggota Al Qaeda/JI (or whatever) termasuk identitas para pembajak yg meledakkan twin tower....

jadi bisa dibilang 11 septermber tuh ada konspirasi internasional yg "sengaja" membiarkan 11 sept. terjadi??? soalnya ga ada tindakan walaupun diketahuan dan diindikasikan akan terjadi terror di AS??terus apa "kepentingan" indonesia??? bukannya nih malh mojokin indo(sbg markas teroris??) seharusnya 2 minggu cukup buat badan intelijen sekaliber CIA buat mencegah, trus, knapa NSA ga bertindak??? pa NSA ga tau ni smua??? padahal NSA kan punya kekuasaan lebih klo masalah terror yang terjadi di Amerika Serikat???trus pa ni bagian dari rencana "war againts Terrorism" ("War for Oil") yang sbelum 11 sept kya yg ga dianggap oleh sekutu2nya???(soalnya, Al Qaeda naik pamor stelah 11 Sept..??ma nuduh irak irak puny MDW en B&CW, trus akhirnya berlanjut ke Agresi Militer AS ke Irak), soalnya harga minyak AS klo ga salah waktu itu tinggi bgt....btw, knapa ga ada 1 orang Yahudi/ Israel yang dilaporkan tewas?? karena menurut laporan, mereka semua sedang "cuti sakit", pa krn mereka dah di miskol ma Israel???

Ray JP
27-04-2005, 09:07 PM
Ketuhanan Yang Maha Esa (sila 1) lebih utama drpd sila 2, dlm agama (yah agama, bukan Tuhan memang) ada cinta tanah air sebagian dari Iman (nasionalisme)...jadi masih ada yg perlu dipikirkan lagi disini dg sangat cermat kalo serta merta "hak asasi manusia tdk boleh dikorbankan hanya demi negara" mungkin yg dimaksud disini pemerintah?? kalo demi bangsa...woah, itu sudah kepentingan umum, lagi2 kepentingan umum lebih dulu daripada kepentingan golongan (bisa disamakan dg hak asasi?...) well correct me if i`m wrong, me and my stupidty...

ketuhanan memang layak menjadi yg paling penting. tapi perhatikan: "ketuhanan", bukan "keagamaan". artinya, negara melindungi hak setiap individu utk memiliki keyakinan sendiri berkaitan dg hubungan individu tsb dg Tuhan. jadi kalau pasal ini dijadikan alasan utk memaksakan suatu peraturan agama menjadi hukum negara, itu salah kaprah.

kalau ttg kemanusiaan (sila ii), nyawa manusia (siapapun) memang diakui sbg hal terpenting yg wajib dilindungi oleh negara. jadi hak asasi manusia tdk boleh dilanggar hanya atas dalih "demo negara & bangsa".

bangsa merupakan kumpulan dari individu. tapi bangsa hanyalah suatu instrumen utk memenuhi kepentingan individu2 di dlmnya, yg hanya bisa tercapai jk mereka bersatu sbg bangsa. krn itulah, pengorbanan thd bangsa wajar saja jk individu tsb merasa mendpt keuntungan (entah fisik atau psikologis) dari institusi bangsa tsb. tapi kalau individu dipaksa utk mengorbankan diri (atau dikorbankan) demi bangsa--pdhal bangsa tdk memberikan apa2 kpd individu tsb--ia berhak menolak.

Ray JP
27-04-2005, 09:13 PM
sekalipun cuma buat tujuan bela negara...hey, mengakui kesalahan individu oleh sebuah institusi gak salah itu??? ah...kyk jepang aja minta maaf tapi buat kepentingan nya di DK PBB, nanti dikira militer mau main mata.....lip service gt
indonesia minta maaf gara2 penjahat kita bikin masalah di luar negeri...? padanannya kyk gitu....

ttg pelatihan ala militer thd sipil, sifatnya hrs sukarela. kalau sipil menolak, tdk boleh ada sanksi apapun. yg bersedia menjalani pelatihan juga tdk boleh mendpt privelege, kecuali honorarium atau kemudahan memasuki dunia militer. kalau peserta pelatihan militer diutamakan dlm hal2 yg sipil spt hak menduduki jabatan pemerintahan, ini jelas tdk adil.

ttg institusi TNI & pelanggar HAM, selama ini TNI selalu melindungi para pelanggar HAM. misalnya melalui elemen TNI atau purnawirawan di legislatif, atau lobby politis lainnya. lihat saja kenapa penembakan semanggi tdk dianggap pelanggaran berat HAM oleh DPR. atau pengusutan soeharto yg dipersulit oleh jaksa agung andi ghalib yg militer itu.

Ray JP
27-04-2005, 09:14 PM
kpd sdr azzly,

silakan bikin thread baru. kalau sekali lagi anda memposting isu yg tdk relevan spt itu, saya akan melaporkan kpd pejabat forum ini. hal yg sama berlaku bagi sdr protoss.

Pompey
28-04-2005, 09:45 AM
yup.. oke kita lanjutin diskusi Wamil ini..::keyen::

Pompey
28-04-2005, 09:56 AM
Originally posted by gue_provokator
Ketuhanan Yang Maha Esa (sila 1) lebih utama drpd sila 2, dlm agama (yah agama, bukan Tuhan memang) ada cinta tanah air sebagian dari Iman (nasionalisme)...jadi masih ada yg perlu dipikirkan lagi disini dg sangat cermat kalo serta merta "hak asasi manusia tdk boleh dikorbankan hanya demi negara" mungkin yg dimaksud disini pemerintah?? kalo demi bangsa...woah, itu sudah kepentingan umum, lagi2 kepentingan umum lebih dulu daripada kepentingan golongan (bisa disamakan dg hak asasi?...) well correct me if i`m wrong, me and my stupidty...


coba perhatiin.. semuanya sesuai urutan kan? sila1 , 2, 3, 4, dan 5... walhasil keadilan sosial emang susah diwujudkan.. soalnya nomor lima sihhh... hehehe.. ngga bener, tapi dalam kenyataannya jaman orde baru dan orla sama. trus, kalo ada yang bilang: emang ada urutan prioritas? gw jawab, IYA. coz, banyak perdebatan pada waktu dulu piagam jakarta dan segala usulan pancasila (nama ini dari sukarno) tapi banyakan butir2 pancasila dari Moh. Yamin. bung karno menempatkan ketuhanan pada PASAL 3 . dan itu didebat habis2an... jadilah pada pasal/urutan ke 1. kalo ga ada maknanya, ya ngapain diutak atik urutannya... ::keyen::

Untuk kepentingan umum diatas kepentingan pribadi... gini mas, NEGARA (baca: pemerintah) selalu rancu dan cenderung mengatas namakan kepentingan UMUM.. siapa yang menjamin itu kepentingan umum semata, bukan kepentingan POLITIS? ya jadinya balik lagi ke individunya.. mau ikut or nggak, tergantung PEMAHAMAN WAWASAN KEBANGSAANNYA... tapi ga harus terdoktrin Pancasila loh.. everyone has its minds to decide... segala pertimbangan dan paradigma bisa dipilih... mau agama/religi.. sosial... didorong orangtua, temen.. atau mau dapet makan en seragam gratis... silakan. Ikut lah Wamil...


sekalipun cuma buat tujuan bela negara...hey, mengakui kesalahan individu oleh sebuah institusi gak salah itu??? ah...kyk jepang aja minta maaf tapi buat kepentingan nya di DK PBB, nanti dikira militer mau main mata.....lip service gt
indonesia minta maaf gara2 penjahat kita bikin masalah di luar negeri...? padanannya kyk gitu....

;) ;)

Nggak salah kok. asal ditindak lanjuti dan tidak menjadi lips service seperti yang kamu bilang... ya.. kenyataannya emang jepang itu lips service doang!! i m agree this time.. en Indonesia, bahkan lips service pun nggak! (maksud gw kalo pemerintah dah ngomong, khan bisa disimpen omongannya.. kalo ga direalisasikan.. bisa di labrak ama rakyat...)

Leepin
28-04-2005, 02:13 PM
waduh ternyata si pompey maennya kemane-mane cing.

banyak duit kali lu ya???

back to topik

Wajib Militer emangnya mau diadain lagi???

protoss
29-04-2005, 12:47 AM
Originally posted by azzly
jadi bisa dibilang 11 septermber tuh ada konspirasi internasional yg "sengaja" membiarkan 11 sept. terjadi??? soalnya ga ada tindakan walaupun diketahuan dan diindikasikan akan terjadi terror di AS??terus apa "kepentingan" indonesia??? bukannya nih malh mojokin indo(sbg markas teroris??) seharusnya 2 minggu cukup buat badan intelijen sekaliber CIA buat mencegah, trus, knapa NSA ga bertindak??? pa NSA ga tau ni smua??? padahal NSA kan punya kekuasaan lebih klo masalah terror yang terjadi di Amerika Serikat???trus pa ni bagian dari rencana "war againts Terrorism" ("War for Oil") yang sbelum 11 sept kya yg ga dianggap oleh sekutu2nya???(soalnya, Al Qaeda naik pamor stelah 11 Sept..??ma nuduh irak irak puny MDW en B&CW, trus akhirnya berlanjut ke Agresi Militer AS ke Irak), soalnya harga minyak AS klo ga salah waktu itu tinggi bgt....btw, knapa ga ada 1 orang Yahudi/ Israel yang dilaporkan tewas?? karena menurut laporan, mereka semua sedang "cuti sakit", pa krn mereka dah di miskol ma Israel???

Wah2..nanyanya atu2 donk! huhuehe..gue coba jawab yg gue bisa ya..

1. Kepentingan Indonesia: contrary to popular belief, BIN punya hubungan khusus dgn CIA klo ga salah sejak taun 50-an (gw lupa cerita lengkapnya, ntar gue cek lg). Hubungan khusus ini resminya berakhir taun 1997 tp hubungan secara "tdk resmi" bisa aja masih ada. Pensiunan Jendral yg gue tulis diatas mendapat telp langsung dr CIA bahwa Hambali udah kepegang bbrp hari sebelum britanya muncul di koran2

2. Ttg knapa CIA tidak bisa mencegah, itu gue jujur aja ngga tau..hehehe

3. Gue ga yakin ini ulah Israel. Resikonya terlalu besar..artinya Utk apa Israel, bikin operasi klandenstine sebesar ini?

Jgn lupa, gara2 peristiwa 11/9, Pentagon skr kehilangan sebagian kekuasaanya di badan intelijen...jd biarpun Israel punya kepentingan utk mengalahkan dunia Arab, mrk ga akan memprovokasi Pentagon dr depan...mrk ga sebodoh itu..

Pompey
29-04-2005, 10:27 AM
Originally posted by Ray JP
kpd sdr azzly,

silakan bikin thread baru. kalau sekali lagi anda memposting isu yg tdk relevan spt itu, saya akan melaporkan kpd pejabat forum ini. hal yg sama berlaku bagi sdr protoss.

halooo... mr Azzly en mr Protoss...

tolong yah bikin thread nbaru aja or kalian liat dihalaman belakang ada thread tentang ini.. or di forum YHSI aja yak... gw pusing ni kagak nyambung.. males bacanya.

toukairin354
29-04-2005, 10:35 AM
Originally posted by protoss
TIDAK AKAN kalo Indonesia mengambil model wamil dari Swiss dan Norwegia dimana SEMUA laki2 dewasa HARUS ikut pendidikan wamil TAPI TIDAK HARUS jadi tentara.

Dgn TIDAK WAJIBNYA peserta wamil menjadi tentara reguler (TNI?), maka otomatis kontrol elemen militer atas mereka akan berkurang krn militer hanya memiliki kontrol thd mereka selama mrk menjalani pendidikan wajib militer dan mobilisasi. Diluar itu, mrk2 yg tidak ingin menjadi tentara bisa dgn bebas mengganti jubah militer mrk dgn jubah sipil, dan kontrol atas mrk kembali dipegang elemen kontrol sipil (polisi)

Ini jg bisa mengurangi kejahatan dgn senpi, krn tiap senjata api yg dimiliki peserta wamil didaftarkan bersama dgn identitas pemilik sehingga kontrol pemerintah atas beredarnya senpi ilegal bisa ditingkatkan...



Ngga juga. Adik ipar gue lulusan tarnus swaktu guru2 & pelatihnya masi dr kalangan militer. Dan tau komentarnya? mendingan gue dilatih tentara daripada di plonco senior

Untuk Indonesia, idealnya tidak bisa seperti Swiss, dimana pesertanya bisa membawa senjata pulang. Sesuai aturan yang saya ketahui, senjata hanya bisa dipakai saat berlatih, yang berarti pada saat tertentu, tempat tertentu, dan keadaan tertentu. Lainnya...Anda harus punya ijin senpi(yang harganya mahal tenaaaan).

Setahu saya memang TCN(tentara cadangan nasional)tidak sama dengan tentara reguler. Mereka dikenai wajib lapor berkala, yang bisa menjadi salah satu sarana kontrol rutin atas peserta wamil.

toukairin354
29-04-2005, 10:37 AM
Originally posted by Ray JP
jadi kalau instruktur tentara menyuruh anda melaporkan rekan2 mahasiswa yg merencanakan sesuatu yg "subversif", anda tdk 100% pasti akan menolaknya?



pemutihan?! enak saja. semua koruptor & pelanggar HAM tingkat berat hrs dikejar sampai kapanpun. kalau tdk, di masa depan akan muncul soeharto baru yg merasa bisa berbuat hal yg sama & tdk takut krn toh nanti akan diputihkan. saya akan segera buat thread ttg hal ini di bagian YHSI. saya akan kabari anda nanti.



sebenarnya tdk masalah apa pendapat satu sama lain. tapi kalau ada yg menganggap tentara lbh berhak berkuasa atas sipil atau lbh layak dihormati drpd sipil, itu jelas keliru. dosen di akabri yg anda sebut itu berkata begitu utk menanamkan perasaan superior atas org2 sipil.

Yah begitulah...saya sendiri kan punya pendapat. Tapi ini kan lihat situasi, dan sepertinya kampus saya ga terlalu bermasalah... Dan inget, Menwa sekarang lebih terkenal sebagai "satpam kampus" yang jadi security kalau ada acara mahasiswa/rektorat, dibanding sebagai "intel mahasiswa" seperti dului,hehehe, suatu hasil ironis dari berbagai situasi politik yang bergejolak pada masa lalu...

yah kalau soal pemutihan sih, silakan pendapat anda...silakan post, mungkins aya akan buka. Maaf saya jarang ke sini karena imel selalu numpuk dari milis, dan akibatnya selalu lupa ke KG.

Nah inilah budaya yang ada...Up to us to change it, seperti tugas mahasiswa sebagai "agent of change"... Makanya kalau lulus kuliah S1 langsung masuk S2 Studi Pertahanan ITB yah hehehe :D.

toukairin354
29-04-2005, 10:43 AM
Originally posted by Ray JP
agak OT utk sdr toukairin354:

apakah anda setuju dg penjatuhan diktator jenderal besar purn soeharto?

apa pendapat anda ttg dwifungsi tentara?

Saya sebenarnya berpendapat dari tahun 90 akhir pun dia seharusnya mengundurkan diri. Kelamaan.Tapi Harmoko si Mr.Menurut Petunjuk Bapak Presiden membujuk rayu beliau sehingga HMS kembali jadi presiden. Saya sih pro Orba(in a sense)hehehe.

Wah, saya ga bisa beri komentar karena saya sendiri belum pernah menilik masalah ini secara mendalam(interest belum ada utnuk mendalami). Tapi kasarnya, saya pikir tentara seharusnya bekerja profesional sebagai tentara, bukan sebagai pengusaha dan bupati :p

toukairin354
29-04-2005, 10:48 AM
Originally posted by Pompey
gw nggak tau apa pendapat gw ini OT ato gak...

Gw lebih "setuju" wamil dibanding penggunaan institusi sipil untuk hal-hal berbau militer . Yang gw maksud disini kayak sekolah STPDN itu loh.. kalo Tanus: Oke, anda lulus jadi tentara. Ajarin kekerasan.. disiplin.. itu berguna untuk anda. Tapi kalo jenis "sekolah pemerintah" kayak STPDN, sekolah kedinasan-kedinasan lain kesannya terlalu dipaksakan kayak militer. Toh "semi-militer" yang dibangun selama ini dengan dalih "kedisiplinan" malah berbuntut yang ga bagus. COba pikir, sekolah kedinasan --baca sekolah lanjutan setingkat akademi/universitas NEGERI liat aja, pakaiannya aja agak2 milteristik. baju seragam, cewek rok, cowok badan tegap.. dll termasuk tetek bengek kedisiplinan yang berujung kekerasan dan ketidak bebasan . Sebagai contoh, kasus STPDn bisa dijadikan cermin buat kita...

Intinya, gw mau bilang.. setelah perdebatan panjang diatas.. MILITER untuk sekolah Militer... kebebasan untuk sekolah SIPIL baik negeri maupun SWASTA.

Mau Wamil? silakan anda masuk AKABRI, TANUS. nggak mau? ya masuk yang laen lah.. SDM di Indonesia banyak. nggak perlu ada Wajib Militer segala... TEntara dah cukup kok.. dan buat yang pro MENWA (resimen mahasiswa) tujuan Menwa jelas, ada udang dibalik batu. mungkin yang disebut Ray JP diatas tentang mata2 mahasiswa, ada benarnya. diluar hal itu, menwa "diayomi" pemerintah baik Soekarno (untuk revolusi-yang tak pernah henti- melawan "imperialisme" dan NEKOLIM). Jaman Soeharto digunakan untuk MEMBUNGKAM mahasiswa dari dalam.. jadi kader republik yang taat pada rejim. Sadar atau ga sadar... nah, salah satunya karena itulah Menwa sekarag ini banyak dibubarkan atau ganti nama. Misalnya Wira Makara UI untuk menwa UI... ya dulu dia jadi alat, sekarang jadi ajang semi-olahraga dan hobi militer...

Lah, tadi lebih setuju wamil daripada penggunaan ins.sipil utk hal berbau militer, terus lalu bilang nggak perlu ada wamil...sedikit sedikit agak kontradikif menurut saya..maaf saya bodoh, mohon dicerahkan...

Menwa saya rasa berakar pada Tentara Pelajar, jadi sudah sejak jaman revolusi...

Setahu saya Menwa banyak bubar karena SKB 3 menteri...tapi banyak yang bersikukuh mempertahankan unit menwa dalam kampusnya(contoh di bdg : ITB, Unisba, Unpad, dll. Unpar katanya sih bubar karena kasus tertentu...).

Saya setuju, skrg Menwa yah ga ada bedanya dengan UKM laen, wong memang di UKM toh, ajang penyaluran minat, hobi dan bakat aja...ga usah dipolitisir hehehe, capek kita maen popolitikan tea, nya teu nanaooon...

Tujuan menwa ada udang di balik batu itu apa?menwa yang "zaman dulu" atau yang sekarang?

Pompey
29-04-2005, 10:48 AM
tapi bos.. cmiiw yaa...

"Agent of Change" nggak berhubungan dengan masuk S2 pertahanan, masuk wamil, masuk apapun yang berbau "bela negara".. nggak nyambung mas...

mahasiswa itu agent of change, raushanfekre (ali syariati).. jauh banget kalo mau dihubungkan or disuruh masuk ke institusi pemerintahan.. coz bukan tugas dia!!

toukairin354
29-04-2005, 10:50 AM
Originally posted by Ray JP
saya tahu yg anda maksud kok ;)

maaf kalau menimbulkan salah paham gara2 posting saya yg kurang cermat. maksud saya adlh mengajak yg bersangkutan membedakan demo pra- & pasca-reformasi. kalau bisa sih mengajak ia ikut berdemo, agar tahu bagaimana semangat memperjuangkan kepentingan rakyat.

Saya ga suka demo...Pada akhirnya kebanyakan koq ga menghasilkan apa2 yah..mendingan jadi penyalur demo atau penggerak. Dapet handphone lumayan khan...

Kalimat "Memperjuangkan kepentingan rakyat " memiliki banyak terjemahan, dan saya memilih untuk tidak mengikuti demo sebagai bentuk terjemahan kalimat tersebut... Kalau menganut asas kerabat saya, "no use".

Mentor ospek saya sepertinya sedikit bengga dia dapet luka karena clash dengan aparat sewaktu demo...tapo lho koq saya ga menemukan kebanggaan apapun yah dalam hal ini...

toukairin354
29-04-2005, 10:55 AM
Originally posted by Ray JP
ttg pelatihan ala militer thd sipil, sifatnya hrs sukarela. kalau sipil menolak, tdk boleh ada sanksi apapun. yg bersedia menjalani pelatihan juga tdk boleh mendpt privelege, kecuali honorarium atau kemudahan memasuki dunia militer. kalau peserta pelatihan militer diutamakan dlm hal2 yg sipil spt hak menduduki jabatan pemerintahan, ini jelas tdk adil.

ttg institusi TNI & pelanggar HAM, selama ini TNI selalu melindungi para pelanggar HAM. misalnya melalui elemen TNI atau purnawirawan di legislatif, atau lobby politis lainnya. lihat saja kenapa penembakan semanggi tdk dianggap pelanggaran berat HAM oleh DPR. atau pengusutan soeharto yg dipersulit oleh jaksa agung andi ghalib yg militer itu.

Ini bisa menjadi wacana. Namun dalam banyak kasus(mungkin semua)negara di dunia, National Service/Selective Service menjadi suatu hal yang ga boleh ditolak kalau anda sudah memenuhi syarat kewajibannya..Dan biasanya ada UU tentang itu.Dan saya pikir kalau sudah jadi UU, yah kalau ditentang namanya kan salah toh...

Hahaha, wamil koq dapet privilege...yang ada kan terjepit di antara 2 sisi. Kemungkinan diremehkan tentara reguler(suatu kemungkinan yang ada di benak saya) dan kemungkinan didespise masyarakat(karena sok militer)...

Udah lah..ga usah adilin HMS...biarkan beliau sakit dengan tenang, dan wafat dengan tenang...Ini pendapat saya aja yah, anda kan anti Orba(in my point of view),jadi jangan dikritik pedas yah...:)

Posisi TNI yang masih kuat dalam struktur pemerintahan memungkinkan hal itu. Makanya sebenarnya harus ada pengurangan kekuatan politik TNI yang ga perlu...Tapi caranya apa, saya ga tahu. Dan siapa yang melaksanakan?saya pun ga tahu...

Pompey
29-04-2005, 10:58 AM
Originally posted by toukairin354
Lah, tadi lebih setuju wamil daripada penggunaan ins.sipil utk hal berbau militer, terus lalu bilang nggak perlu ada wamil...sedikit sedikit agak kontradikif menurut saya..maaf saya bodoh, mohon dicerahkan...

maksud gw.. kalo mau sekalian masuk akabri or tanus. udah titik.


Menwa saya rasa berakar pada Tentara Pelajar, jadi sudah sejak jaman revolusi...


tentara pelajar, sejajar dengan laskar rakyat lainnya, hizbullah, laskar2 lain yang merupakan cikal bakal BKR-TKR -TRI-TNI bos. en yang kamu sebut REVOLUSI itu emang menwa ada. jaman Revolusinya SOEKARNO. Bukan revolusi dalam arti merebut kemerdekaan. Soekrano yang membuat "revolusi" yang melibatkan menwa. diterjunkan dibelantara kalimantan lawan militer malaysia..


Setahu saya Menwa banyak bubar karena SKB 3 menteri...tapi banyak yang bersikukuh mempertahankan unit menwa dalam kampusnya(contoh di bdg : ITB, Unisba,