View Full Version : Kredit Modal Kerja ala BPR Tanpa Jaminan


Devan
07-11-2005, 05:30 PM
TANYA
--------

Saya seorang pengusaha kelas UKM. Usaha yang saya jalankan adalah berdagang berbagai kebutuhan terutama obat-otaban dan jamu tradisional. Saya memiliki 3 orang pegawai ngan 3 (tiga) orang pegawai dan mempunyai sebuah kios obat di sebuah pasar di Jakarta Pusat, yang dikelola PD Pasar Jaya. Selama ini saya mengelola usaha saya dengan modal sendiri. Namun seiring dengan berkembangnya waktu, saya sedikit mengalami kesulitan modal terutama untuk melayani para pemasok obat yang meminta agar obat-obatan pasokannya dibayar secara tunai. Hal ini terutama terjadi pada jenis obat yang termasuk paling laris dan dibutuhkan masyarakat konsumen. Saya kewalahan untuk melayani para pemasok ini, karena perputaran penjualan saya termasuk agak lamban.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, tidak ada jalan lain kecuali suntikan dan tambahan modal kerja. Saya telah mencoba menghubungi sebuah bank umum di sekitar tempat usaha saya. Bank tersebut merupakan bank yang memfasilitasi kredit kepemilikan mobil yang saya pakai sekarang. Namun hingga kini belum ada tanggapan berarti dari pihak bank.
Saya harus akui, dalam mengajukan permohonan kredit ini, saya tidak menyertakan jaminan karena memang saya tidak memilikinya. Rumah tinggal saya sekarang inipun masih dalam tahap pelunasan kredit, sehingga belum bisa dijadikan agunan di bank.

Pertanyaan saya adalah, jika bank umum tidak memberi tanggapan atas permohonan kredit saya, apakah ibu bisa memberikan jalan keluar kepada saya untuk mengatasi kekurangan modal tersebut. Sebagai pengusaha kecil, tentu saja saya sangat membutuhkan jalan keluar untuk mengatasi modal kerja ini. Atas tanggapan dan jawabannya diucapakan teruma kasih.

Chris –Jakarta

JAWAB
--------

Pertama-tama saya ucapkan ‘salut’ buat Pak Chris yang telah melakukan sesuatu di sektor informal sehingga bapak termasuk salah satu ‘penggerak ekonomi yang dapat memberikan lapangan pekerjaan dan penghidupan khususnya bagi pegawai bapak. Saya juga mengucapkan selamat karena melalui usaha yang bapak kerjakan saya melihat bapak dapat meningkatkan taraf hidup keluarga bapak. Hal itu terlihat dari barang produktif yang Bapak beli dengan cara kredit sehingga dengan cara tersebut, bapak termotivasi untuk mendapat penghasilan, minimal cukup untuk membayar biaya hidup keluarga, gaji pegawai dan biaya kios, angsuran mobil dan rumah.

Memang, untuk meningkatkan pendapatan usaha adalah dengan melakukan efisiensi biaya dan meningkatkan ‘modal kerja’. Dari surat Bapak yang cukup panjang saya melihat Bapak telah melakukan efisiensi dan hanya membelanjakan barang-barang ‘produktif’ sehingga peningkatan ‘modal kerja’ memang harus dilakukan. Saya melihat bank dimana Bapak mengajukan permohonan kredit hanya melihat tingkat keamanan bank dari faktor ‘jaminan’ uang dapat diikat dengan ‘lembaga jaminan’ yang ada di Indonesia, maka saya anjurkan Bapak mengajukan kredit modal kerja di BPR yang ada di sekitar tempat tinggal atau disekitar tempat usaha Bapak ( saat ini cukup banyak BPR baru atau BPR lama yang dari Bank Pasar memiliki kantor di Jakarta) karena biasanya BPR memberikan persyaratan yang lebih ‘fleksibel’ dibanding persyaratan yang diminta oleh bank umum. Untuk sederhananya Bapak dapat mengajukan fasilitas kredit modal kerja itu dengan melampirkan setidaknya adalah :

1.KTP suami istri, surat nikah dan kartu keluarga, karena jika Bapak meminjam uang ke bank atau lembaga lainnya, pasangan Bapak harus memberikan ‘persetujuan tertulis’ kecuali Bapak dapat membuktikan bahwa Bapak telah melakukan ‘perjanjian kawin’ yang dilaksanakan sebelum perkawinan Bapak berlangsung

2.Legalitas ‘usaha dagang’ Bapak berupa SIUP, NPWP, karena jika Bapak menyebutkan usaha dagang yang memiliki kios setidaknya 2 (dua ) dokumen tersebut, Bapak pasti telah memilikinya.

3.Rekening Koran atau Rekening Tabungan 6 (enam ) bulan terakhir yang Bapak atau istri miliki. Ini menunjukkan kepada pihak BPR berapa dan bagaimana mutasi keuangan dan omset usaha Bapak selama 3 sampai 6 bulan terakhir.

4.Surat kios Bapak yang dikeluarkan oleh ‘PD Pasar Jaya’ biasanya berupa lembaran yang menyatakan Bapak diberikan ‘hak memakai’ dengan jangka waktu tertentu. Memang ‘surat kios’ bukan sesuatu jaminan yang dapat diikat oleh lembaga jaminan yang ada di Indonesia,tetapi karena banyak BPR didirikan untuk memberikan pembiayaan kepada pengusaha kecil yang memiliki akses perbankan yang minim karena tidak atau jarang memiliki jaminan maka dalam operasinya BPR lebih fleksibel dalam menilai calon debiturnya.

Demikianlah sedikit penjelasan saya, segera datangi BPR disekitar Bapak, rebutlah kepercayaan BPR tersebut dengan menerima berapa pun fasilitas kredit yang disetujui oleh BPR tersebut. Lakukanlah kewajiban Bapak sebagai debitur dengan baik jika ‘track record’ Bapak baik di BPR tersebut, saya jamin BPR tersebut akan memberikan peningkatan fasilitas kredit Bapak secara bertahap. Benar kata pepatah ‘setialah pada perkara yang kecil maka kita akan dipercayakan perkara-perkara yang lebih besar’. Selamat berjuang dengan target BERHASIL !


Dina Napitupulu SH, Mkn
Direktur Utama PT. BPR HIPMI JAYA
Dosen Fakultas Hukum UKI-Jakarta

MarlboroMan
09-11-2005, 04:45 PM
Originally posted by Devan


2.Legalitas ‘usaha dagang’ Bapak berupa SIUP, NPWP, karena jika Bapak menyebutkan usaha dagang yang memiliki kios setidaknya 2 (dua ) dokumen tersebut, Bapak pasti telah memilikinya.



gue dagang punya kios di ITC nggak punya SIUP dan NPWP ::devil::

kemaren sebelum puasa gue nyoba minjem kredit multiguna di salah satu bank swasta, rencananya mau nambah stock dan sewa outlet bazar di area openshop di mall guna menghadapi puasa/lebaran, dengan menyertakan jaminan rumah tempat gue tinggal.
bahhh !!! tetep aja mentok begitu gue bilang uangnya mau gue pake buat memperluas usaha dagang baju yg lagi gue rintis 2 tahun ini :( pihak loan processing dept nya tetep kekeuh minta SIUP dan NPWP padahal gue udah 2 taon usaha nggak punya dua2nya :D
gue bilang kan itu kredit multiguna, trus status gue en bini kan masih pegawai yg punya gaji tetap trus nilai rumah yg jadi agunan nilainya hampir 2x dari kredit yg gue minta :(
trus kira2 seminggu sebelum lebaran gue dihubungi loan officer bank itu untuk ngelampirin copy pembukuan usaha gue, cuma gue males ngurus lagi, wong event puasa dan lebarannya udah ampir lewat. kelaut aja luu... gue nggak perlu duit lu :P

::bye:: bye-byeee kredit usaha :P

groovybuddy
10-11-2005, 07:57 PM
tetep SIUP dan NPWP itu harus ada...:o
dimana mana mintanya bgitu man...;)

T-R0Y
11-11-2005, 03:55 AM
ada cara lain ke tukang kredit
cuma serem :D

Devan
11-11-2005, 07:34 AM
baiknya urus SIUPP dan NPWP buat kemudahan ekspansi usaha bro, ngga sulit kan tinggal cari "charlie" (baca: calo) yang biasa urus beginian.

kalau takut di pajak, tinggal lo bikin aja profit minim jadi pajak rendah kekeke :D

MarlboroMan
11-11-2005, 10:34 AM
Originally posted by groovybuddy
tetep SIUP dan NPWP itu harus ada...:o
dimana mana mintanya bgitu man...;)

kalo memang bener2 kredit modal kerja mungkin memang prosedurnya harus ada SIUPP en NPWP

tapi yg bikin gue kesel kan gue ngajuinnya kredit multiguna
dimana di formnya kegunaan kredit multiguna itu buat keperluan lain2, macem kawin, sekolah, renovasi, dll
lha kok kemudian dikaitkan ama izin usaha, tau gitu gue bilang buat sekolah atau kawin lagi :D :D

MarlboroMan
11-11-2005, 10:39 AM
Originally posted by Devan
baiknya urus SIUPP dan NPWP buat kemudahan ekspansi usaha bro, ngga sulit kan tinggal cari "charlie" (baca: calo) yang biasa urus beginian.

kalau takut di pajak, tinggal lo bikin aja profit minim jadi pajak rendah kekeke :D

gue agak2 parno ama yg namanya Pajak :D
soalnya dikantor gue sering pusing ngurusin soal yg beginian :D

jadi sebelum ada surat teguran dari kantor pajak ya gue males ngurus NPWP :D

lupuss
13-11-2005, 04:08 PM
betulllll
kalu UKM pinjem dan pengusaha kecil cere2 suka susah minjem kredit, padahal mereka2 yg jelas2 bayarnya paling lancar, karna perputarannya cepat. daripada perusahaan gede2 minjem pake VALAS begitu krismon pada tewas semuanyaaa ::hhh:: ::hhh:: yg cere2 dan kecil2 masih tetep eksis bung.......... ::up::

belajarlah dari pengalaman yg rasionil
gue sendiri punya toko hp ga ada siup dan NPWP nya
kalu di tanya yah bilang aja ini usaha anak usahanya kakak gue ::hhh:: kalu punya NPWP kan loe harus bayar pajak, loe bayar pajak, duitnya masuk ke kantong koruptor, mendingan keuntungan toko buat kasih anak yatim/ orang miskin aja.
lebih rasionil lahhhhhhhh

walaupun kalu loe punya NPWP laporan keuangan loe rugi mulu, tetep2 aja jadi inceran orang pajak.
temen kuliah gue banyak kerja di kantor pajak tampangnya rakus2 semua ama duit ::hhh:: ::hhh::

MarlboroMan
14-11-2005, 12:13 PM
Originally posted by lupuss
betulllll
kalu UKM pinjem dan pengusaha kecil cere2 suka susah minjem kredit, padahal mereka2 yg jelas2 bayarnya paling lancar, karna perputarannya cepat. daripada perusahaan gede2 minjem pake VALAS begitu krismon pada tewas semuanyaaa ::hhh:: ::hhh:: yg cere2 dan kecil2 masih tetep eksis bung.......... ::up::


sama... heran gue. contohnya ya gue itu tadi, jelas2 gaji gue + bini lebih dari 3x dari jumlah cicilan yg harus gue bayar,
pendapatan toko gue =/> dari gaji gue
jaminan rumah tinggal gue sendiri
nilai rumah gue hampir 2x dari total jumlah pinjaman yg gue ajuin

tetep aja mentok hanya karena nggak punya 2 dokumen itu
::down::


walaupun kalu loe punya NPWP laporan keuangan loe rugi mulu, tetep2 aja jadi inceran orang pajak.


jangankan rugi terus, pendapatan tahun ini lebih kecil dari tahun lalu (alias lebih bayar) langsung dateng tuh yg namanya tim audit dari KPP ::down::
langsung deh diobok2 ntar ujung2nya kita kurang bayar ::hhh::


temen kuliah gue banyak kerja di kantor pajak tampangnya rakus2 semua ama duit ::hhh:: ::hhh::

awas loe puss.... jangan2 disini ada orang pajak

::kabur::