PDA

View Full Version : Jumlah Pasukan Militer Negara2


a_tumiwa
30-07-2006, 03:26 PM
berikut sebagian kecil jumlah pasukan negara2 dunia

East Timor
ESTIMATED 2007 POPULATION: 1,016,600
MILITARY: 1,250 (2004) total active duty personnel with 100% army while military expenditure accounts for 1.3% (2003)
of the Gross Domestic Product (GDP).

England
ESTIMATED 2000 POPULATION: 58,991,500
MILITARY: 236,900 (1995) total active duty personnel with 49.0% army, 21.3% navy
and 29.7% air force while military expenditure accounts for 3.6% (1993) of the Gross National Product (GNP).

Ethiopia
ESTIMATED 2000 POPULATION 61,558,700
MILITARY: c. 120,000 (1995) while military expenditure accounted for 4.4% (1993) of the Gross National Product (GNP).

Indonesia
ESTIMATED 2000 POPULATION 211,732,000
MILITARY: 276,000 (1994) total active duty personnel with 77.5% army, 15.2% navy and 7.3% air force while
military expenditure accounts for 1.5% (1993) of the Gross National Product (GNP).

India
ESTIMATED 2000 POPULATION 1,096,695,000
MILITARY: 1,145,000 (1992) total active duty personnel with 85.6% army, 4.8% navy and 9.6% air
force while military expenditure accounts for 3.3% (1993) of the Gross National Product (GNP).

Iraq
ESTIMATED 2000 POPULATION 24,237,600
MILITARY: 382,000 (1993) total active duty personnel with 91.5% army, 0.7% navy and 7.8% air force
while military expenditure accounts for 74.9% (1991) of the Gross National Product (GNP).

Israel
ESTIMATED 2000 POPULATION 5,955,000
MILITARY: 172,000 (1995) total active duty personnel with 77.9% army, 3.5% navy and 18.6% air
force while military expenditure accounts for 9.4% (1993) of the Gross National Product (GNP).

CHINA
ESTIMATED 2000 POPULATION 1,275,631,000
MILITARY: 2,930,000 (1994) total active duty personnel with 75.1% army, 8.9% navy and 16.0%
air force while military expenditure accounts for 2.7% (1993) of the Gross National Product (GNP).

Cuba
ESTIMATED 2000 POPULATION 12,735,400
MILITARY: 105,000 (1995) total active duty personnel with 80.9% army, 4.8% navy and
14.3% air force while military expenditure accounts for 2.7% (1994) of the Gross National Product (GNP).

Taiwan
ESTIMATED 2000 POPULATION: 22,069,700
MILITARY: 425,000 (1994) total active duty personnel with 68.0% army, 16.0% navy and
16.0% air force while military expenditure accounts for 4.7% (1993) of the Gross National Product (GNP).

Thailand
ESTIMATED 2000 POPULATION: 62,860,300
MILITARY: 256,000 (1994) total active duty personnel with 58.6% army, 24.6% navy and 16.8% air force
while military expenditure accounts for 2.9% (1993) of the Gross National Product (GNP).

AMERICA
ESTIMATED 2000 POPULATION: 271,290,000
MILITARY: 1,547,300 (1995) total active duty personnel with 33.9% army, 28.6% navy, 11.1% marines
and 26.4% air force while military expenditure accounts for 4.7% (1993) of the Gross National Product (GNP).

Russia
ESTIMATED 2000 POPULATION: 148,518,500
MILITARY: 1,520,000 (1995) total active duty personnel with 78.2% army, 13.2% navy and 8.6% air force
while military expenditure accounts for 21.5% (1993) of the Gross National Product (GNP).

Czech republik
ESTIMATED 2000 POPULATION 10,355,500
MILITARY: 92,900 (1994) total active duty personnel with 73.1% army, 0.0% navy and 26.9% air force
while military expenditure accounts for 2.8% (1993) of the Gross National Product (GNP).

trinidad & tobago
ESTIMATED 2000 POPULATION: 1,364,300
MILITARY: 2,600 (1994) total active duty personnel with 76.9% army and 23.1% coast guard while military
expenditure accounts for 1.8% (1993) of the Gross National Product (GNP).

libanon
ESTIMATED 2000 POPULATION: 3,319,800
MILITARY: 44,300 (1995) total active duty personnel with 97.1% army, 1.1% navy and 1.8% air
force while military expenditure accounts for 4.4% (1994) of the Gross National Product (GNP).

North Korea
ESTIMATED 2000 POPULATION 25,242,000
MILITARY: 1,128,000 (1995) total active duty personnel with 88.6% army, 4.1% navy and 7.3% air
force while military expenditure accounts for 26.6% (1994) of the Gross National Product (GNP).

France
ESTIMATED 2000 POPULATION 59,047,000
MILITARY: 409,000 (1995) total active duty personnel with 59.0% army, 15.7% navy and 21.8% air
force while military expenditure accounts for 3.4% (1993) of the Gross National Product (GNP).

Germany
ESTIMATED 2000 POPULATION 81,025,000
MILITARY: 339,900 (1995) total active duty personnel with 68.8% army, 8.4% navy and 22.8% air
force while military expenditure accounts for 1.6% (1993) of the Gross National Product (GNP).

South Korea
ESTIMATED 2000 POPULATION 46,584,500
MILITARY: 633,000 (1995) total active duty personnel with 82.1% army, 9.5% navy and 8.4% air
force while military expenditure accounts for 3.6% (1993) of the Gross National Product (GNP).






dari data2 tersebut,saya heran,kenapa ya Indonesia dgn jumlah penduduk yg gitu besar,tapi militernya sedikit amat...coba bandingkan dgn negara2 yg jumlah penduduknya besar lainnya
kenapa ya??
juga mengejutkan yg taiwan, sekarang ini mungkin sekitar 450rb ,bener2 diluar dugaan saya bisa begitu banyak

R.R.H.
30-07-2006, 03:56 PM
mungkin karena keterbatasan dana....?:D

0r4ngb41k
30-07-2006, 08:37 PM
setuju dgn RRH. kurang dana. akhirnya jumlah tentara sedikit, teknologi militernya pun dah pada lawas

merkava
30-07-2006, 09:28 PM
Sbnarnya kekutan militer kita ckp besar di tahun 60-an, hanya saja setelah Bung Karno jatuh barat mulai mengebiri kita. Coba bygkan negara kita kalo mau nambah pesawat aja dituduh mau agresi. Tapi kalau Thailand, Singapur beli senjata gak ada komplain ::nangis3::

R.R.H.
30-07-2006, 09:44 PM
krn kita belinya ama negara blok-barat....thailand, singapur kan langganannya abang Sam..:D


lagian di jaman 60'an gitu, setau gw sih itu kapal2 perang kiriman/bekas dr sovyet...jd ga bisa dibilang "beli" juga...apalagi taun2 segitu kan taun2 pasca agresi militer belanda, jadi kayaknya kebutuhan self-defence masih jadi issue yg penting waktu itu...kalo aja soekarno ga lengser...mungkin kita dah perang ama malaysia kali yah..?

CMIIW:D

Hiram
30-07-2006, 09:50 PM
Sbnarnya kekutan militer kita ckp besar di tahun 60-an, hanya saja setelah Bung Karno jatuh barat mulai mengebiri kita. Coba bygkan negara kita kalo mau nambah pesawat aja dituduh mau agresi. Tapi kalau Thailand, Singapur beli senjata gak ada komplain ::nangis3::
Itu karena Indonesia dibawah Soekarno memiliki track record sebagai agresor.
Intervensi di Papua di awal2 masa Soeharto bahkan hingga akhir 70-an masih dianggap sbg agresi militer oleh negara2 Eropa.
Belum lagi operasi Ganyang Malaysia yg jelas2 merupakan kampanye militer Imperialis yg dipimpin Soekarno mengklaim Malaysia sebagai wilayah Indonesia berdasarkan latar belakang kerajaan Majapahit.
Selain itu juga ancaman2 agresi terhadap Singapura di era yg sama.

Jatuhnya Soekarno membelokkan politik luar negeri RI menjadi pro barat hingga mesin2 perang TNI yg mayoritas made in USSR diembargo hingga banyak yg jadi besi tua tanpa suplai suku cadang.
Justru Amerika dan Australia di pertengahan 70-an banyak membantu dgn menghibahkan pesawat2 tempur utk memperkuat AU kita.
Malah setelah TNI menginvasi Timor Timur yg dikuasai komunis Fretilin, US dan blok barat mulai menjalin hubungan militer secara intensif dgn RI.
Bahkan skuadron2 A4-Skyhawk pertama yg dimiliki TNI-AU adalah hibah dari IAF ( Israeli Air Forces ) dan merupakan pesawat2 yg pernah dipakai Israel dalam perang Yom Kippur thn 1973 melawan negara2 Arab.
Di era 80-an malah hampir semua senjata TNI made in USA.
M-16 jadi senjata serbu standar TNI, sistim pelatihan Kopassus berubah menggunakan doktrin2 komando NATO hingga bea siswa2 pendidikan militer bagi perwira2 TNI belajar di akademi2 militer AS.

Indonesia baru mulai mengalami embargo barat setelah isu HAM mulai mencuat pasca kejatuhan USSR awal 90-an.
Apalagi setelah pembantaian di Santa Cruz TimTim dimana TNI membunuh ratusan pendemo anti integrasi, AS dan sekutu Barat mulai mengembargo TNI.
Hal itu diperparah DOM di Aceh serta kasus2 pelanggaran HAM di Papua.
Anyway, setelah Indonesia terlihat serius mendukung War on Terrorism AS dgn memburu pelaku2 Teror di Indonesia, AS dan Barat mulai kembali membuka kran bantuan2 militer pada TNI.
Namun mengingat pengaruh fundamentalis di Indonesia kian kuat dan lemahnya pemerintah - khususnya SBY dalam menindak tegas milisi2 fundamentalis anti AS di Indonesia saya kira AS dan Barat masih berpikir panjang utk kembali menormalkan hubungan militer thd TNI seperti era 'mesra' thn 80-an dulu.

Faktor2 historis peninggalan ORBA, catatan2 kelam pelanggaran HAM era ORBA serta ketidak tegasan pemerintah thd fundamentalis Islam era pasca Reformasi itu yg menjadi alasan bagi Barat ( AS dan Sekutu ) utk berhati hati memberikan bantuan militer pada TNI.
Saya kira itu amat beralasan.

merkava
31-07-2006, 09:21 AM
Betul itu bung Hiram. di jaman Orba Fundamentalis dikit langsung ganyang.

Tapi yg aneh ya, kok kita gak kaya Pakistan, yaitu berpaling ke RRC? Pdahal kalo mau dilihat RRC ckp bermurah hati , tanpa memmpedulikan perlakuan Pemerintah pada Etnis China (1965 dan Mei 1998)

Hiram
31-07-2006, 05:07 PM
Tapi yg aneh ya, kok kita gak kaya Pakistan, yaitu berpaling ke RRC? Pdahal kalo mau dilihat RRC ckp bermurah hati , tanpa memmpedulikan perlakuan Pemerintah pada Etnis China (1965 dan Mei 1998)
US memang pernah mengenakan embargo militer thd Pakistan thn 1990, tapi semenjat Pakistan bergabung dalam "war Againts Terrorism", AS mulai bersahabat lagi dengan militer Pakistan.
Dalam 14 bulan kedepan, Pakistan akan mendapat suplai 20 heli tempur AH-1F Huey Cobra eks US Army yg sudah mengalami peremajaan, sistim artuleru darat Pakistan juga akan diperkuat AN/TPQ-37 Firefinder weapon - locating radar buatan AS. AL Pakistan juga akhirnya bisa mendapatkan defensive canon Vulcan Phalanx Block II close weapon system dan rudal anti kapal jarak menengah RGM-84/UGM-84 Harpoon Block II.
AL Pakistan juga akan segera mendapat tambahan armada patroli maritim yaitu 8 pesawat P-3C Orion yg dibeli seharga 970 Juta USD.
AU Pakistan juga sudah mendapatkan akses untuk mendapatkan suku cadang bagi 32 F-16 A/B yg mereka miliki sejak era 80-an ( Sebelum embargo militer AS ) serta tambahan pembelian 18 buah F-16 C/D baru dan 36 F-16 A/B eks AU AS.
Jadi Pakistan secara perlahan tapi signifikan sudah mulai melakukan pembelian senjata dari AS walaupun tetap mempertahankan China sbg suplier perlengkapan militernya seperti sistem rudal2 jarak jauh, kapal perang dan persenjataan untuk infantri.

Saat ini TNI memang sudah mulai berpaling ke Rusia utk pengadaan persenjataan canggih spt pesawat tempur dan persenjataannya.
Untuk persenjataan ringan bagi pasukan infantri, PT PINDAD sudah bisa mencukupi kebutuhan tsb.
Hanya saja utk sistim persenjataan udara, TNI belum memiliki rencana jelas utk menggantikan rudal2 anti pesawat macam Rapier dan Roland yg sudah kadaluwarsa.
Praktis saat ini, pertahanan anti pesawat udara TNI di darat hanya bergantung pada sistem artilery serangan udara biasa saja ditambah persenjataan anti Udara yg ada di kapal2 perang maupun pesawat2 tempur yg ada.
Armada kapal perang kita sudah jauh tertinggal bahkan dari Malaysia sekalipun.
Harusnya TNI AL bisa mendapatkan kapal2 generasi terbaru dgn harga terjangkau dari China tapi dikarenakan KKN yg masih merajalela, TNI AL masih tetap mempergunakan broker lama yg sudah menjalin koneksi dengan Eropa.
Hasilnya harga kapal mahal tapi kapal bekas era 70-an akibat besarnya margin komisi maupun korupsi.
Sumber : Janes Defence Weekly Issue 12 /12 - 22 Mar 2006 & Issue 19 / 19 - 10 Mey 2006

http://aviaforce.free.fr/avions/images/chasse/f16/f16_4.jpg
F-16 C/D Fighting Falcon

Keterangan gbr :
1. AH-1F Cobra
2. AN/TPQ-37 Firefinder weapon - locating radar
3. Defensive canon Vulcan Phalanx Block II close weapon system
4. RGM-84/UGM-84 Harpoon
5. P-3C Orion dilengkapi dgn rudal anti kapal Harpoon.

merkava
01-08-2006, 11:34 AM
Pakistan diembargo Amrik sejak tahun 70-an. Tapi mereka tak putus asa, mereka malah beli J-6 Cina, Fregat dan bahkan APC dan tank. Setelah perang Afghanistan pecah. AS menawarkan F-16 dan AH-1. Pilot Pakistan yang nekat malah menggunakan F-6 untuk menghadang MiG-23 Sovyet
Sekedar Info, untuk artileri mereka sangat mendalkan buatan Cina yaitu kaliber 122mm dan 130mm. Industri Militer Pakistan lebih maju dari Indonesia mereka bisa buat G-3, Tipe 56 dan 81 serta MG-3

Aneh saya gak pernah denger kalo kita punya Roland? Baru2 ini TNI teleh membeli QW-2 dan Mistral

Hiram
01-08-2006, 06:06 PM
Pakistan diembargo Amrik sejak tahun 70-an.
Aneh saya gak pernah denger kalo kita punya Roland? Baru2 ini TNI teleh membeli QW-2 dan Mistral
Embargo AS sempat dicabut dan hubungan dengan AS sempat 'mesra' selama pemerintahan Alm. Jend. Zia Ul Haq thn 80-an dimana AS mensuplai F-16 A/B ke AU Pakistan.
Untuk Rudal Roland mungkin saya keliru, nanti saya cek lagi.

a_tumiwa
01-08-2006, 06:10 PM
Somalia
ESTIMATED 2000 POPULATION: 9,656,500
MILITARY: nil. (1991) total active duty personnel while military expenditure accounts for 3.2% (1986) of the Gross National Product (GNP).


itu nil. mungkin maksudnya 0 kali ya?? habis somalia kan negara miskin

aneh,koq negara palestina ga ada, itu palestina negara atau bukan sih

merkava
02-08-2006, 05:43 PM
Untuk Rudal Roland mungkin saya keliru, nanti saya cek lagi.

Mkn yang bung Hiram maksud adalah RBS-70 (Robot Bofors System) buatan Swedia. itu mah memang udah ketinggalan tapi teknologinya masih lebih baik dari SA-7 Strela yang dibeli AL
QW-2 yang dibeli dari RRc katanya setara dengan SA-16

rooivalk
03-08-2006, 05:58 AM
aneh,koq negara palestina ga ada, itu palestina negara atau bukan sih
barangkali karena 100% penduduknya adalah 'tentara' :D
liat aja dari anak2 ampe nenek2 suka nenteng AK-47 :D

hated
03-08-2006, 07:21 AM
barangkali karena 100% penduduknya adalah 'tentara' :D
liat aja dari anak2 ampe nenek2 suka nenteng AK-47 :D

beneran tuh? enak banget, apa gua pindah kesana aja yah? disini mau beli cm028 yang paling mirip AK47 aja selalu ga disetujui sama istri ::nangis3::

R.R.H.
03-08-2006, 07:00 PM
tapi lagi asik2 makan malem ama keluarga tiba2 ada rudal nyasar...:D