PDA

View Full Version : HAPUSKAN SENSOR!!!


alonzo
17-12-1999, 06:26 AM
Oeee,
hapus total sensor pada semua film juga majalah apapun!! Penyensoran itu pengebirian hak manusia untuk mendapatkan informasi yg sebenarnya. Hidup FREE THINKERS!!! (Is there any here in Ind.?)

uwee
17-12-1999, 09:29 PM
Yes!... any any
hehehe...

gue setuju sama penghapusan sensor
terutama sensor film!

bayangin hampir 90% film-film Jiffest
kemarin semuanya diganggu sensor!

blueblusky
18-12-1999, 09:25 AM
setujuuuuuuuuuuu

cukup label criteria umur saja
- anak-anak
- or dewasa

tapi gimana biar pemerintah kita mau
dan setuju
That's our homework!!!!!
any Idea..............

sky

brit boy
05-01-2000, 08:23 PM
setujuuuuuuuuuu

Rada
05-01-2000, 08:48 PM
Jangan lupa, di negara sebebas Amrik aja semua film harus lewat badan sensor dulu baru bisa ditayangkan. Kalo elo lihat film Hollywood diberi label Rated R (Restricted) jangan elo pikir film itu ngga disensor. Sensor perlu man! Yang jadi masalah adalah wawasan orang-orang yang melakukan sensor itu, apa masih seperti katak di bawah tempurung ato bisa mengikuti arus zaman.

nebeng
06-01-2000, 02:53 AM
"katak di dalam tempurung" & pada munafik semua, menurut gue sih http://www.kafegaul.com/board/ubbhtml/wink.gif

Soalnya mereka sendiri kebanyakan punya collection pribadi http://www.kafegaul.com/board/ubbhtml/frown.gif http://www.kafegaul.com/board/ubbhtml/wink.gif

uwee
06-01-2000, 06:56 PM
biarpun dalam tempurung... gue tetep setuju kalo sensor harus dihapuskan!
yang mesti disensor itu tuh penontonnya!
bukan karya(film)nya...!

bima_p
08-01-2000, 03:13 AM
Buat Rada, di Amerika film nggak disensor, tapi diberi rating. Kalau film-nya kelewat gawat bisa-bisa dikasih rating NC-17 atau malah X. Produser film juga mikir-mikir dulu kalau filmnya di kasih rating gitu, soalnya audience-nya kan lebih sedikit daripada yang dikasih rating PG, PG-13, atau R.

Rada
08-01-2000, 10:15 AM
bima_p, sorry kalo apa yg gue bilang soal sensor kamu salah mengerti. Sensor yang gue maksud di A.S. bukan berarti sensor kaya di sini, dipotong. Pengertian sensor yg gue maksud begini:
Di A.S film-film diberi rating dulu sebelum diedarkan. Sebenarnya ini juga ngga mesti dan bukan keharusan, tapi mengingat keinginan produser dan distributor untuk mengedarkan film yg benar-benar informatif bagi para orang tua dan karena system ini sudah berjalan sejak lama, maka rata-rata film yg masuk bioskop amrik sudah melewati proses Rating.
Di sana rating diselenggarakan oleh komisi khusus didalam MPAA (Motion Picture Association of America). Merekalah yg memberi 1 diantara rating berikut (perhatikan sekarang rating X tidak dikenal lagi, ini adalah film bioskop):[list]
<LI>General= film untuk segala umur
<LI>PG :Parental Guidance suggested= film ini mengandung materi yg kurang cocok dipertunjukkan buat anak kecil dan org tua perlu benar-benar mempertimbangkan apa akan membawa anaknya nonton film ini. Misalnya adegan bugil singkat, adegan horor yg tidak begitu mengerikan
<LI>PG-13: Parents Strongly Cautioned=
Film ini tidak cocok buat pre-teens. Orang tua harus berhati-hati untuk mengijinkan anak dibawah umur 13 menonton film ini. Misalnya adegan kekerasan yg tergambar jelas, adegan pemakaian drug, kata-kata yg berorientasi seksual.
<LI>R :Resticted = anak dibawah umur 17 thn mesti disertai org tua atau org yg lebih tua. Misalnya adegan kekerasan yg intense, adegan seks, kata-kata kasar, thema yg kontroversial dan dewasa
<LI>NC-17 : No one 17 and under admitted= dikhususkan buat penonton berusia diatas 17 thn. Misalnya adegan seks eksplisit, adegan kekerasan yg keterlaluan, akumulasi kata-kata porno.

Nah...kadang-kadang produser/distibutor yg menerima hasil rating filmya, misalnya R melakukan perundingan dengan MPAA agar ratingnya diturunkan menjadi PG-13 misalnya (bukankah kalau ratingnya R maka jumlah pasarnya makin terbatas?). Sebagai konsekwensinya maka beberapa adegan film itu harus dipotong, atau pembuatnya me re-edit beberapa scene dll. Jadi memang bukan sensor seperti sensor di sini.


[This message has been edited by Rada (edited 08-01-2000).]

[This message has been edited by Rada (edited 08-01-2000).]

Rada
08-01-2000, 10:15 AM
deleted, double post, sorry http://www.kafegaul.com/board/ubbhtml/smile.gif


[This message has been edited by Rada (edited 08-01-2000).]

bibsland
29-01-2000, 02:14 PM
Ku pikir sensor itu perlu,karena tidak seluruh tayangan film pantas untuk ditayangin atau disuguhkan kepada penonton selaku konsumen,tul nggak...???

dildog
31-01-2000, 10:12 AM
f**k censorship!!gue setuju ama Rada, censor yg bener tuh bukan di potong2, tapi diberi rating kelayakan tonton sesuai usia....n' menurut gue bukan cuman censor di film, dalam hal buku dan karya2 lainnya juga musti dibebaskan.............

gauz
17-02-2000, 10:24 AM
setuju bibsland, sensor perlu, tapi jangan di potong sini sana, terus jln ceritanya rusak. jadi bsf harus di isi orang2 yg ngerti film, bukan orang2 ****

Notti
17-02-2000, 11:22 AM
Sensor = perlu, tinggal caranya...

Jangan potong film, kecuali untuk TV,(bayangin dong kalo kalian punya anak terus nonton bareng).. yang gua maksud bukan berarti hanya porno lho.. violence juga.

Untuk bioskop, sayangnya di kita nggak ada bioskop alternatif, semua 21. Artinya penonton film is sama! satu mata! Kecuali ada yang sering nonton di pusat2 kebudayaan. (animasi saja hanya Disney & Warner Bros)

Untuk yang beranggapan bahwa sensor adalah kemunafikan kita terhadap film porno, saya kira terlalu sempit tuh mikirnya.. Suatu ketika anda melihat sebuah film dengan adegan (maaf) menghina mis: Tuhan anda dengan tidak senonoh.. anda mungkin akan berfikir lain..

Sadari kalo SENSOR itu lahir karena mata pemirsa dan penonton itu tidak sama, baik interpretasi maupun dampak setelah nonton.

paperclipping
18-02-2000, 03:29 AM
eh sensor jangan diapus justru seru lagi, tapi bukannya filmnya langsung dicut itu mah primitif, sensornya pake ditempel
co: kalo ada adegan ciuman, bisa ditempel
sama gambar animasi ati yang gede kecil
atau kalo ada adegan gituan, itunya bisa ditempel sama gambaranya doraemon atau
logonya golkar hahah kan seru?!

werewolf
05-03-2000, 08:58 PM
pokoknya, sensor dlm bentuk apapun, GUE GAK SUKAAAAAAA !!!!
Gumana kalo kita ke LSF aja rame-rame? kalo yg ada perlu disensor, yah kesih peringatan usia ajalah! toh film dan tabloid di Indonesia sendiri banya yg mengundang gairah. Dan gak terjamah dg sensor! kapan nih Indonesia memerdekakan hak pecinta seni yg otomatis seni dari film sendiri dipotong!terkecuali kalo bokep, itu baru deh...
lha ini film (contoh) ejaannya kalo salah maaf yah, Scinderlist, yg dlm cerita itu menceritakan kekejaman di kamp tahanan Nazi, yg dg jelas digambarkan tahanan ditelanjangin, kedinginan, gak boleh pake baju, etc...gak boleh masuk Indonesia! karena film itu punya hak paten, gak boleh disensor!!
apa film itu porno? ENGGAK!!
apa film itu mengundang birahi ?! ENGGAK!!
Film itu bukan bokep!
film itu seni....
tapi kalo bokep dijual di tukang VCD, film kacangan karya sutradara kacangan yg menghasilkan nafsu terselubung, tabloid dan majalah yg dg berani memampangkan poster cewek peke bikini dg gaya sensual yg menantang...BOLEH!!!
....gue malu dan sedih jadi org Indonesia.
masih gak bisa ngebedain mana yg boleh dan tidak, mana yg benar dan salah.
dalam hal ini gue terang-terangan bilang, orang-orang di LSF ataupun perusahaaan film dan lembaga pemerintahan yg nggak bisa ngebedaiin yg porno dan tidak, yg seni atau nafsu, itu GUOBLOGHK !!!!

abi78
08-03-2000, 06:57 AM
Sensor itu perlu...