topick
28-12-1999, 10:33 AM
Kalian pernah dengar nama Sujiwo Tejo?. Saya yakin sebagian besar dari kalian kurang familiar dengan nama itu. Tapi seandainya kalian benar-benar mengikuti perkembangan musik di tanah air, pasti kalian tahu, atau minimal pernah dengar nama itu. Sujiwo Tejo dengan video klipnya "Pada Suatu Ketika" telah memenangkan Grand Final Video Musik Indonesia 1998, serta mendapatkan 2 kategori penghargaan dari MTV. Ini tentunya bukan prestasi yang sepele untuk ukuran penyanyi Indonesia.Selain itu satu video klipnya lagi juga akan berlaga pada Grand Final VMI tahun depan.
Ketika pertama saya melihat video klip "pada suatu ketika" di TV, saya merasa bahwa klip ini termasuk lagunya bagus sekali. Segera saya membeli kasetnya. DAn Saya tidak kecewa, karena 10 lagu dalam kaset itu benar-benar menawarkan warna musik yang lain dan semua enak untuk dinikmati. Okelah, Saya memang orang Jawa dan dalam kaset itu terdapat lebih kurang 10 lagu dan semua liriknya menggunakan bahasa Jawa. Mungkin wajar bila Saya menyukai lagu-lagu Sujiwo Tejo. Tapi bila Anda percaya behwa musik itu universal, maka Saya yakin Anda yang buka orang Jawa-pun akan dapat menikmatinya. Buktinya Saya selain menyukai musik etnis Jawa, juga sangat menyukai musik minang dan Sunda walaupun Saya tidak tahu artinya. BAhkan Andapun dapat menikmati musik Ricky MArtin yang notabene Anda tidak mengerti artinya sama sekali. Ataukah kita kembali terjebak dalam permasalahan "kampungan"?. Justru kita menjadi kampungan ketika kita memilahkan untuk menyukai musik berdasar strata sosial dan keberadaan dari audiens musik tersebut. Silahkan di beri tanggapan.
Ketika pertama saya melihat video klip "pada suatu ketika" di TV, saya merasa bahwa klip ini termasuk lagunya bagus sekali. Segera saya membeli kasetnya. DAn Saya tidak kecewa, karena 10 lagu dalam kaset itu benar-benar menawarkan warna musik yang lain dan semua enak untuk dinikmati. Okelah, Saya memang orang Jawa dan dalam kaset itu terdapat lebih kurang 10 lagu dan semua liriknya menggunakan bahasa Jawa. Mungkin wajar bila Saya menyukai lagu-lagu Sujiwo Tejo. Tapi bila Anda percaya behwa musik itu universal, maka Saya yakin Anda yang buka orang Jawa-pun akan dapat menikmatinya. Buktinya Saya selain menyukai musik etnis Jawa, juga sangat menyukai musik minang dan Sunda walaupun Saya tidak tahu artinya. BAhkan Andapun dapat menikmati musik Ricky MArtin yang notabene Anda tidak mengerti artinya sama sekali. Ataukah kita kembali terjebak dalam permasalahan "kampungan"?. Justru kita menjadi kampungan ketika kita memilahkan untuk menyukai musik berdasar strata sosial dan keberadaan dari audiens musik tersebut. Silahkan di beri tanggapan.