PDA

View Full Version : [Konseling] Nervous Breakdown


nuskin_black
09-05-2008, 01:38 PM
Nah pas nih. Kebetulan g lagi mau minta saran2 psikologi.

Ok, g coba deh pasang Thread ya.

Sudah setahun ini g terus ngalamin stress. Nah stress g ini berkelanjutan karena masalah2 yang buat stress ternyata makin lama makin berat dan sampai saat ini tidak ada titik terang.

Akibatnya g ngerasa tertekan dan udah ngerasa nervous breakdown. G sering banget ngelamun dan terus mikir yang negative. Kaya hidup g ini udah ga ada harapan lagi lah, g ini udah berguna lagi lah, etc.

Karena g ini orangnya tertutup, g ga bisa ngeluarkan apa isi kepala dan hati g. Jadi g terus menerus menutup diri. G sekarang bener2 ngerasa semua udah mau pecah di kepala g.

Ada saran ato komen ga ya?

red_pr!nce
09-05-2008, 02:15 PM
Karena g ini orangnya tertutup, g ga bisa ngeluarkan apa isi kepala dan hati g. Jadi g terus menerus menutup diri. G sekarang bener2 ngerasa semua udah mau pecah di kepala g.

cici nuskin udah mengetahui akar masalah yang dihadapi, tapi hingga saat ini cici belum mau keluar dari akar masalah itu. entah karena cici merasa ga mampu untuk keluar dari akar masalah itu, atau entah karena cici merasa nyaman untuk terus-menerus menetap pada akar masalah itu. :)

cici nuskin pernah melihat sebuah panci berisi air panas yang mendidih? bila panci itu terus ditutup, maka air panas yang ada di dalamnya akan semakin lama semakin panas, dan selama itu pula suhu air akan merusak keseluruhan panci itu. sebaliknya, bila panci itu akhirnya dibuka, maka hal pertama yang terjadi mungkin akan ada banyak kepulan asap beserta uap air yang keluar dari panci itu. namun, lama-kelamaan air panas yang ada di dalamnya akan menjadi semakin dingin, sehingga panci itu pun menjadi lebih adem.

namun, apabila cici nuskin merasa tidak bisa mengubah ketertutupan cici, maka ada baiknya cici berusaha mengurangi keinginan cici yang terus menumpuk di dalam pikiran cici. bila suatu keinginan bisa terpenuhi, hal itu ga akan menjadi beban bagi diri sendiri. akan tetapi bila suatu keinginan tidak bisa terpenuhi, hal itu akan menjadi beban bagi diri sendiri. semakin banyak keinginan yang tidak bisa terpenuhi selama ini, beban bagi diri sendiri akan semakin besar dan berat, hingga akhirnya cici merasa stress dan depresi. emang ada banyak orang yang menyarankan untuk memenuhi aja keinginan cici supaya penderitaannya hilang. tapi masalahnya, realitas menyatakan bahwa ga semua keinginan bisa terpenuhi, karena kita manusia punya keterbatasan.

solusi utamanya, kurangi keinginan.
keinginan menciptakan harapan.
harapan menciptakan impian.
impian menciptakan kegelisahan
kegelisahan menciptakan kekesalan.
kekesalan berujung pada kemarahan.
kemarahan berujung pada kesedihan.
semuanya adalah penderitaan.
keinginan menyebabkan penderitaan.
kurang keinginan, penderitaan berkurang.

jangan berpikir apapun. biarkan pikiran kosong, maka beban akan hilang. :D
gw udah membuktikannya di diri gw sendiri.

harker
09-05-2008, 02:34 PM
solusi utamanya, kurangi keinginan.
keinginan menciptakan harapan.
harapan menciptakan impian.
impian menciptakan kegelisahan
kegelisahan menciptakan kekesalan.
kekesalan berujung pada kemarahan.
kemarahan berujung pada kesedihan.
semuanya adalah penderitaan.
keinginan menyebabkan penderitaan.
kurang keinginan, penderitaan berkurang.

jangan berpikir apapun. biarkan pikiran kosong, maka beban akan hilang. :D
gw udah membuktikannya di diri gw sendiri.

so JEDI bro hehehe... jangan2 kamu JEDI Master?
becanda bro.. hehhee ::hihi::

Sustagen
09-05-2008, 02:43 PM
Nah pas nih. Kebetulan g lagi mau minta saran2 psikologi.

Ok, g coba deh pasang Thread ya.

Sudah setahun ini g terus ngalamin stress. Nah stress g ini berkelanjutan karena masalah2 yang buat stress ternyata makin lama makin berat dan sampai saat ini tidak ada titik terang.

*emang ada yang lebih bagus dari HIT?*
::shinchandance::

ok. mari kita lihat dari sisi psikologi. dan mari kita mencoba menjadi psikolog :)
eits, bukan psikiater lo ...

sebelumnya maaf, saya tidak berusaha untuk menjadi problem solver anda. saya hanya ingin mengajak menjadi psy-analis --> langkah awal menjadi psikolog. dan maaf lagi, kalau kecampur sama profiling ...

well,
cewek ... menurut "Wanita seperti Bakmi dan Pria seperti Wafer". memang wanita diciptakan bukan untuk menjadi problem solver. tapi untuk menjadi public relation. makanya, anda susah sekali untuk memecahkan masalah anda. anda susah sekali untuk memandang secara wafer.

dari deskripsi singkat anda, saya tebak (mengira-ngira). anda orang tipe super-melankolis. dan hampir saja (sedikit lagi) menjadi psycho dalam kategori histeria-explotion.

anda cewek?
tidak suka kopi? tidak merokok? kadang mengalami insomnia? sering lupa sedang mengerjakan apa? alis mata lurus? jarak hidung-bibir pendek?

*edited tambahan*
kadang, demi mengisi waktu, suka bergumam sendiri? style hidupnya sederhana? tapi sangat yakin akan keputusan sendiri? bangga akan kemampuan logikanya?

maaf ya kalau terkesan frontal.

red_pr!nce
09-05-2008, 02:52 PM
bakmi dan tipe public relation?
wafer dan tipe problem solver?
bisa dijelaskan, bang sus? :D

nuskin_black
09-05-2008, 03:36 PM
iya nih.. g ga ngerti ama kajian bang sus... bisa tolong dijelaskan?

bukannya psikolog itu berusaha untuk mencari akar masalah dari suatu kepribadian dan membimbing ke sifat yang lebih positif? Kok kayanya jawaban dari Red_Prince terkesan problem solving. tapi tidak mencari akar masalah?

red_pr!nce
09-05-2008, 03:40 PM
akar masalahnya adalah...cici terlalu banyak keinginan yg tidak tercapai, ditambah cici orang yang kayak panci tertutup itu. :D
dan walaupun terkesan problem solving, yg harus memecahkan masalahnya sendiri bukan gw, tapi cici sendiri.

well, apakah cici punya pengalaman di masa lalu yg membuat cici jadi introvert? kalau ada, kemungkinan cici mengalami trauma yang sangat parah dan akhirnya cici mengambil hal-hal yang jelek dari pengalaman itu, sehingga pikiran cici terus terkekang di sana. maka itu, saya cukup bertanya apakah cici merasa nyaman untuk menetap pada pikiran itu, atau cici merasa ga mampu untuk keluar dari pikiran itu. :)

mas_Q
09-05-2008, 03:46 PM
Nah pas nih. Kebetulan g lagi mau minta saran2 psikologi.

Ok, g coba deh pasang Thread ya.

Sudah setahun ini g terus ngalamin stress. Nah stress g ini berkelanjutan karena masalah2 yang buat stress ternyata makin lama makin berat dan sampai saat ini tidak ada titik terang.

Akibatnya g ngerasa tertekan dan udah ngerasa nervous breakdown. G sering banget ngelamun dan terus mikir yang negative. Kaya hidup g ini udah ga ada harapan lagi lah, g ini udah berguna lagi lah, etc.

Karena g ini orangnya tertutup, g ga bisa ngeluarkan apa isi kepala dan hati g. Jadi g terus menerus menutup diri. G sekarang bener2 ngerasa semua udah mau pecah di kepala g.

Ada saran ato komen ga ya?

kalo memang sudah merasa tidak mampu untuk mengatasinya, dan merasa bahwa hal tersebut sudah dapat membahayakan. ada baiknya meminta bantuan profesional.. ke psikolog...

nuskin_black
09-05-2008, 03:47 PM
red_prince,

g ngerasa ga mampu keluar dari pikiran itu. bukan tidak mau. cuma ga mampu aja. mungkin apa yang lu omongin ada benarnya ya. g memang sejak kecil sering jadi kambing hitam gitu. dan tiap kali g bantah itu bukan salah g, g selalu dipaksa untuk terima itu kesalahan g.

jadi akhirnya g jaya gini nih....wah... boleh juga nih... ada kemajuan.

DAVIDSON
09-05-2008, 03:49 PM
tapi sebelum kamu ke psikolog profesional, ada baiknya kamu coba2 disini dulu siapa tau saran dari psikolog2 dadakan bisa membantu kamu memecahkan masalah
kadang dgn berbagi cerita dapat sedikit mengurangi beban


pertama2 apa akar permasalahmu ?

red_pr!nce
09-05-2008, 03:54 PM
cici nuskin, jangan anggap elu sebagai kambing hitam, tetapi sebagai martir yang membela kebenaran. :D

hati-hati dengan pemilihan kata-kata, sebab itu menentukan persepsi yang akan membentuk diri elu, baik sejak dulu, sekarang, maupun ke depannya.

nuskin_black
09-05-2008, 05:22 PM
martir ya? berat banget gitu rasanya.... dengerinnya kok malah jadi ngeri.

g rasa g bisa terbuka ke orang lain asal orang itu bisa ga menghakimin g. cuma ketemu orang kaya gini jarang banget.

fisk_82
09-05-2008, 05:40 PM
ci, kalo aku bilang si... cari temen curhat deh... dan betul kayak yang cc bilang, temen curhat yang nggak menghakimi... ato bikin jurnal ato nulis ato apa pun itu... yang bisa untuk nyalurin emosi

ke-2 coba tulis masalah-masalah cc apa aja... di list, coba tanya ke diri sendiri sebetulnya apa masalah yang dihadapi sih? walau banyak orang bilang, lebih jelas orang luar yang ngeliat dibanding diri sendiri... tapi aku selalu percaya yang sebaliknya kalau sebetulnya kita sendiri yang lebih jelas dari orang lain, sebetulnya masalah kita ini apa

mau orang laen ngomong ampe berbusa... begini dan begitu tapi yang tahu diri kita adalah diri kita sendiri... dengan catatan ga ada lagi self denial, self resistance, dan represi ke dalam diri sendiri...

ci good luck ya

Realta Nua
09-05-2008, 08:21 PM
Saya mau bertanya, " Apa yang menyebabkan ci" menganggap diri ci" kambing hitam? "

n maaf klo misalna ini termasuk privacy, tapi saya ingin bertanya,
"Apa yang menyebabkan ci2 stress spt itu?"
Soalna IMO, tanpa mengetahui inti sebenernya dari permasalahan, user yg lain ga bs kasi saran yg bner2 akan membantu untuk menyelesaikan masalah ci2

lasl but not least,
Thx for reading my post :)

ter_luka
10-05-2008, 08:35 PM
solusi utamanya, kurangi keinginan.
keinginan menciptakan harapan.
harapan menciptakan impian.
impian menciptakan kegelisahan
kegelisahan menciptakan kekesalan.
kekesalan berujung pada kemarahan.
kemarahan berujung pada kesedihan.
semuanya adalah penderitaan.
keinginan menyebabkan penderitaan.
kurang keinginan, penderitaan berkurang.
ini mah ajaran budha,,,
amitaba,,,
::hihi::

berlawanan dgn hukum ketertarikan / law of attraction,
n berlawanan jg dgn teori yohanes surya, mestakung,,,
amitaba

yannecantik
10-05-2008, 09:11 PM
@ nuskin black
masalahnya apa dulu neh?
gw cuma bisa ngasih saran n solusi klo tau duduk masalah.

Sustagen
10-05-2008, 09:31 PM
hmm ...

wanita kenapa dikatakan bakmi? karena memandang sebuah permasalahan secara global dan multi-factor. hal ini berkaitan dengan ini dengan ini dengan ini dengan ini dsb dsb dsb ...

di buku itu dicontohkan dalam percakapan, cewek dapat berbincang tentang mobil dan dalam 5 menit sudah beralih ke pemilik mobil, pacar pemilik mobil, baju pacar pemilik mobil, tempat beli baju pacar pemilik mobil, mall tempat beli baju pacar pemilik mobil, pengemis yang ada di mall tempat beli baju pacar pemilik mobil, dst dst dst ...

sedangkan cowok, kalau bicara tentang mobil, selama 2 jam pun masih bicara tentang mobil ...

ini gambaran kasarnya ...


sekali lagi maaf, saya tidak berusaha untuk menjadi problem solver anda ... saya hanya berbicara pendekatan tentang pribadi anda dan cara bertindak berdasarkan itu ...

nah, apa tiap orang harus menjadi problem-solver? dan mengapa semua user di semua forum selalu menjadi problem-solver dari curhat seseorang? ya karena kita semua, tidak ada satupun yg mengenal secara pribadi orang yg curhat ...

seorang psikolog / psikiater, tidak pernah menjadi problem-solver LANGSUNG dari pasiennya. tapi sangat intens melakukan pendekatan personal (selain untuk mendongkrak waktu konsulting yg mengakibatkan biayanya gede) ...

*edited*
eh, pertanyaan saya dipost sebelumnya belum dijawab TS ... kalo nda mau dijawab, kasih tau aja deh ... gpp kok ...

french_fries
12-05-2008, 12:28 AM
gw pernah dan banyak masalah
tapi kuncinya bukan mengatasi masalah,tapi mengatasi apa yang di otak elo,chemical unbalance

kalo masalah2 elo itu teratasi tapi masalah di otak elo itu tidak,selamanya elo bakal sutris2 kalo dapet masalah lagi
masalahnya ada di dalam diri elo,gimana cara elo menyikapi masalah2 hidup
bukan gimana cara elo menyelesaikan masalah2 hidup

panjang penjelasannya tapi gw dapet resep ini (setelah penyakit laen ilang ;D)
coba jalani selama seminggu dan bandingkan perasaan hati minggu ini dengan minggu setelahnya
do it ASAP
1. makan sayuran hijau sangatt banyak (endorphin)
2. kurangi makanan berlemak
3. jangan merokok jangan minum
4. tidur teratur 8 jam sehari (kemungkinan besar elo insomnia,cari apa yg elo suka,kerjain seharian tanpa tidur,dijamin ngantuk malemnya,kalo ga mempan beli obat tidur)
5.olahraga tiap hari selama seminggu itu
lari2 kek,cari endorphin
6. tulis jadwal PERHARInya,tulis waktu elo bangun tidur
apa yang mau elo lakuin dan stick with it

kuncinya keteraturan dan endophin
keteraturan itu bikin elo merasa bisa handle hidup elo
di sini cuman teratur tidur dan mengikuti jadwal harian
elo mau jadwalin isinya seneng2 ya terserah,yang penting elo mengikuti keteraturan
jangan pernah njebol jadwal,dan setiap gagal memenuhi jadwal jangan anggap hari itu selese dan elo hancurin hari itu lagi
segera lakukan jadwal selanjutnya dan lupain kesalahan itu
(attitude "besok aja deH!" , niat diet hari ini tapi siang hari nafsu makan tempe goreng dan kemakan,karena diet gagal maka langsung makan sebanyak2nya dan ngomong ke diri sendiri "besok aja deh!" ,padahal bisa diselesaikan dengan berenti makan tempe dan teruskan diet)

endorphin biar elo hepi,merasa nyaman dengan diri sendiri
kalo abis olahraga keringetan kan ngerasa nyaman kan?
intinya sih cari kenyamanan diri sendiri
kalo elo hepi kan bisa ngatasin masalah apapun
ibarat ada orang terdekat yang meninggal tapi ninggalin warisan milyaran dollar ;D

ini quick fix,tapi paling enggak seminggu setelah ini elo mampu untuk:
1. mengatasi setiap masalah
2. bersosialisasi
sangat penting,makanya waktu depresi dan lagi kumat2nya itu pelarian ke dokter sangat2 nikmat karena ada orang ngobrol!
3. melanjutkan hidup

intinya sih emang 3 di atas,atasi setiap masalah,cari temen dan ngelanjutin hidup
tapi kalo elu ga hepi,ga ngerasa nyaman ke diri sendiri dan ngerasa elo ga mampu handle hidup elo,gimana elo mau nyelesein masalah2 elo?
mending mati lah,gitu kan?

yakin deh,elo pasti masih kadang2 merasakan semangat untuk menyelesaikan masalah2 itu dan cuek terhadap perasaan gundah depresi dll walaupun cuman dalam waktu yang singkat
ngerti kan?kadang2 elo ngerasa "ih ngapain gw depresi,gw bisa nyelesein ini"
tapi beberapa saat kemudian.."argghh depresi!!!"
yah...kita cari state dimana kita bisa mencapai keadaan di situasi pertama SELAMA LAMANYA

nuskin_black
12-05-2008, 10:00 AM
@yanne

ga enak nih kalo ngomong masalahnya di forum terbuka gini. soalnya masalah yang private. hehehehe... ngomong2 kamu ada kenalan psikolog ga yang buka praktek?

@fisk

thanks atas inputnya. g udah coba sih nulis diary secara teratur. pertama2 emang bantu banget. tapi lama kelamaan udah ga efek lagi. g rasa nasehat lu bener. g mesti cari teman ato bimbingan profesional yang bisa membuat g aman (tidak menghakimin) untuk curhat.
dan g rasa g juga perlu bimbingan gimana caranya menyalurkan rasa marah, terluka, kecewa dan sedih yang lebih positive supaya g ga depress terus.

@red_prince,

lu orang yang selalu optimis. g kagumin itu dari kamu. thanks buat nasehat2 lu.

@sustagen,

masih ga gitu ngerti deh konsep bakmi sama wafernya.

@french_fries,

makasih untuk saran2nya.

g dulu pernah ke psikolog. dan menurut dia g ini orangnya perfectionist. makanya susah untuk nerima suatu kegagalan. karena g cenderung untuk memberikan 110% untuk semua masalah g. tapi begitu hasilnya tidak sesuai dengan apa yang g mau, g langsung down. dan kalo g udah down, g cenderung menyalahkan diri sendiri.

dan karena g orangnya tertutup, g ga bisa mengeluarkan apa yang ada di kepala g. mungkin karena lingkungan dan orang2 di sekitar g tidak bisa memberikan rasa aman bagi g untuk curhat.

jadi karena rasa kecewa itu ga pernah bisa tersalurkan keluar dengan cara2 positive, makanya g gampang banget depress dan merasa semua adalah salah g yang tidak mau berjuang lebih keras lagi.

dan kalo udah dibiarin terlalu lama depress nya, g udah ga tau gimana caranya bantu diri g sendiri. dan ini yang sekarang g alamin.

french_fries
12-05-2008, 04:53 PM
procrastionation?
elo perfectionist
pengen semuanya berhasil 100%
kemudian takut gagal
dan ga melakukan sama sekali
itu?

contoh elo ada masalah,harus elo lakuin seminggu ini
tapi ga elo lakuin gara2 elo takut ga 100% hasilnya?

fisk_82
12-05-2008, 06:27 PM
terbalik french_fries... si cc nuskin itu justru dia ngerjain sesuatu dengan tenaga 100% tapi ternyata hasil yang diperoleh dengan 100% usahanya itu ga sesuai harapan dia... akhirnya dia jadi jatuh down... bukan kemudian takut ngerjain apa2 karena ga yakin hasil yang didapat itu 100%

nuskin_black
13-05-2008, 08:51 AM
emang bener fisk... itu yang g alamin. ditambah lagi g ngerasa dilukai ama orang2 sekitar g. orang2 ini dulu g percaya untuk bantu dan support g. ternyata malah nyakitin g....

thanks ya untuk semua... semua iput dan supportnya bener2 hebat nih.... jadi ngerasa kaya pasien beneran....

red_pr!nce
13-05-2008, 12:57 PM
kita tunggu lho perkembangannya. :D ::bye2::

nuskin_black
21-05-2008, 09:22 AM
kata psikolog nya g depresi.

Perseus
29-05-2008, 10:34 PM
hai nuskin_black

emang ga enak banget yah kalo orang-orang terdekat bukannya mensupport tapinya malah cenderung 'menghakimi' kita dalam menjalani hidup yang banyak lika-likunya ini

bagaimana membuat diri ga tertekan?, memang sebetulnya banyak caranya: mulai dari merubah kebiasaan dan perilaku kita sendiri, sampai dengan merubah susunan kimiawi di otak dan tubuh, disesuaikan dengan kondisi

btw kadang-kadang kalau diri kita tidak sesuai dengan harapan atau ekspektasi orang lain yah gapapa kok, resources, kondisi, maupun kemampuan orang kan beda2

dan kalau kebetulan kita punya standar yang tinggi untuk diri sendiri juga ok ok aja, cuma jangan sampe jadi beban bagi diri sendiri lah tapi jadikan semangat, hasil sekecil apapun pasti lebih baik daripada tak ada hasilnya kan ::newsmile::

red_pr!nce
30-05-2008, 06:01 AM
^ atau, cuek aja dengan apa yang orang bilang tentang kita, sambil kita membanggakan atas kelebihan yang kita miliki. :D
kadang depresi kayak gini lebih cenderung terjadi pada orang-orang yang sensitif, karena apa yang diproyeksikan oleh lingkungannya akan terproyeksi ke dalam dirinya sendiri. akibatnya mereka kadang tidak tahu apa yang harus mereka lakukan ketika mereka mengalami culture shock - ada perbedaan antara standar diri sendiri dengan standar lingkungan.

salah satu contoh misalnya, seorang atheist di indonesia. lalu lingkungan nge-judge bahwa si atheist pasti orang jahat karena ga percaya tuhan. kalau si atheist ini adalah orang yang sensitif, pasti dia merasa lingkungan dia ga mendukung dia menjadi dirinya sendiri, sehingga dia ga jadi percaya atas diri dia sendiri - ga punya self-confidence yang menyebabkannya merasa minder dan jiwanya kosong. tapi kalau si atheist ini bukan orang yang sensitif, dia akan merasa bangga menjadi seorang atheist, sehingga judgement lingkungannya ga akan membuatnya down.

caranya ada 3, yang bisa dipilih 1 aja,
1. mengubah diri sendiri supaya sesuai dengan standar lingkungan
2. mengubah lingkungan supaya sesuai dengan standar diri sendiri
3. menjadi seorang yang cuek, masa bodoh lingkungan mau bilang apa :D

since we live in this god-forsaken indonesia...well...;D

luciyoung07
04-06-2008, 01:07 PM
g rasa g bisa terbuka ke orang lain asal orang itu bisa ga menghakimin g. cuma ketemu orang kaya gini jarang banget.
heh...sama donk ama gue :D

Emang berat banget rasanya kl lg depressed....tapi kl bisa ngelewatin semua itu dgn baik, artinya lu udh 'naik kelas' .....semoga cepet sembuh ya depresinya........GBU ::cupss::

red_pr!nce
06-06-2008, 11:34 AM
kalo ga sakit hati, kadang-kadang malah ga belajar jadinya. ;D