PDA

View Full Version : Ketakutan Terbesar Manusia...


red_pr!nce
09-05-2008, 02:58 PM
"manusia butuh pengakuan". :D

secara psikologi, ketakutan manusia yang paling mendalam bukanlah kalau dia dikritik atau diserang orang lain, melainkan kalau tidak mendapatkan pengakuan dari lingkungannya, baik dari keluarga, teman, rekan kerja, dan yang lainnya.

memang menurut maslow, kebutuhan manusia ada 5 tingkat, salah satunya adalah kebutuhan akan pengakuan dari lingkungan (self-esteem). tapi bukan ini yang mau gw tanyakan atau sanggah, melainkan mengapa kebutuhan itu bisa muncul di dalam diri manusia? :D

DAVIDSON
09-05-2008, 03:08 PM
secara psikologi, ketakutan manusia yang paling mendalam bukanlah kalau dia dikritik atau diserang orang lain, melainkan kalau tidak mendapatkan pengakuan dari lingkungannya, baik dari keluarga, teman, rekan kerja, dan yang lainnya.

maksudmu jika kita membatasi ketakutan pada dua pilihan itu saja ?
jika itu memang dibatasi pada dua hal tsb, mungkin ada benarnya

tapi kalo ketakutan manusia dalam cakupan yg luas, wah manusia itu banyak takutnya

harker
09-05-2008, 06:45 PM
"manusia butuh pengakuan". :D

secara psikologi, ketakutan manusia yang paling mendalam bukanlah kalau dia dikritik atau diserang orang lain, melainkan kalau tidak mendapatkan pengakuan dari lingkungannya, baik dari keluarga, teman, rekan kerja, dan yang lainnya.

memang menurut maslow, kebutuhan manusia ada 5 tingkat, salah satunya adalah kebutuhan akan pengakuan dari lingkungan (self-esteem). tapi bukan ini yang mau gw tanyakan atau sanggah, melainkan mengapa kebutuhan itu bisa muncul di dalam diri manusia? :D

jawabannya adalah seperti seandainya setiap kali kamu tulis suatu thread baru, tapi gak ada yg nanggapin gimana rasanya? (jgn mungkir dgn blg gak masalah tuh, gak apa2.. jawab dgn jujur dr hati deh)
nah kalo udah tau rasanya, yach krn itu manusia butuh adanya self-esteem

lovely cherry
09-05-2008, 07:44 PM
^ yup....
smua org pasti butuh di akui...
klo kt ada d t4 rame..tp gada sorangpun yg ngeliat,plagi menegur,plgi ngajak ngobrol,plagi ntraktir mkn...::ihiks:: yg lbh parah..mrk tau kt d situ tp ga pduli dikit pun...kt d anggep angin ato tembok...[takut] n' kt pst hepi klo dmnpun kt brada..smua orang kenal,smua orang sayang ma kt dan karya2 kt..^^; terlebih klo smua traktir kt....::hihi::

Realta Nua
09-05-2008, 08:06 PM
Karena ada yg namanya fear?
- Rasa takut manusia akan tidak diperdulikan sebenernya secara ga langsung memberikan sugesti kepada manusia tersebut, spt " hidup kamu tak ada artinya kalau kamu dibenci semua org" atau sejenisnya.. Karena terpengaruh sugesti inilah self-esteem menjadi salah satu keperluan manusia..

- Pada dasarnya, manusia adalah makhluk sosial. Jadi, keinginan untuk bersosialisasi, at least kepada bbrp grup manusia, sudah tertanam di manusia saat dia lahir. Ditinggalkan akan memberikan tekanan kepada psikologis manusia tersebut, n people hate psychological attacks, rite? Maka, untuk menghindari hal2 spt ini, maka self-esteem menjadi solusi nya

p.s: Note that all these are just my opinion, so CMIIW ^^

Auschwitz
10-05-2008, 10:57 AM
^ yup....
smua org pasti butuh di akui...
klo kt ada d t4 rame..tp gada sorangpun yg ngeliat,plagi menegur,plgi ngajak ngobrol,plagi ntraktir mkn...::ihiks:: yg lbh parah..mrk tau kt d situ tp ga pduli dikit pun...kt d anggep angin ato tembok...[takut] n' kt pst hepi klo dmnpun kt brada..smua orang kenal,smua orang sayang ma kt dan karya2 kt..^^; terlebih klo smua traktir kt....::hihi::


blom tentu jg loh...
kalo orang yg introvert parah ato hikikomori dia merasa kalo banyak yang perhatiin dia malah ga enak(walaupun orang yang udah dia kenal)...
lebih seneng ndirian ga diganggu sapa2..

tp klo org normal si lbh seneng kalo rame2
termasuk gw:D.

FireFlies
10-05-2008, 08:18 PM
Hikikomori bukannya bisa sbg akibat seseorg ga dpt pengakuan yah. Makanya dia cr pelarian dr society
Tp gak smua gamer atw otaku itu gak dpt pengakuan sih

Sustagen
10-05-2008, 09:07 PM
"manusia butuh pengakuan". :D

secara psikologi, ketakutan manusia yang paling mendalam bukanlah kalau dia dikritik atau diserang orang lain, melainkan kalau tidak mendapatkan pengakuan dari lingkungannya, baik dari keluarga, teman, rekan kerja, dan yang lainnya.

memang menurut maslow, kebutuhan manusia ada 5 tingkat, salah satunya adalah kebutuhan akan pengakuan dari lingkungan (self-esteem). tapi bukan ini yang mau gw tanyakan atau sanggah, melainkan mengapa kebutuhan itu bisa muncul di dalam diri manusia? :D
hmm....
jawaban rekan-rekan diatas kurang lengkap.

karena ... digabung dengan perinsip "manusia adalah makluk sosial", maka perinsip "manusia itu butuj pengakuan" akan lengkap. contoh kasusnya gini: ada beberapa orang yg tidak butuh pengakuan dari orang lain (seperti curhat di thread sebelah) tapi tidak akan pernah mampu hisup kalau TIDAK SEKEDAR MELIHAT ada manusia lain disekitarnya.

ada orang-orang yg memang dari personalitinya sangat introvet hingga ... pengakuan diri itu tidak perlu. tapi perlu adanya orang lain disekitarnya. beda kasusnya sama seorang single-fighter yg samasekali tidak peduli orang lain tapi ... mencari kesuksesan untuk akhirnya ... diam-diam saja.

sampe sini ngerti nda?

nb: guys, mungkin saya tidak cukup cepat menanggapi post-atas-post saya. jadi mohon maaf ya ...

ter_luka
10-05-2008, 09:08 PM
secara psikologi, ketakutan manusia yang paling mendalam bukanlah kalau dia dikritik atau diserang orang lain, melainkan kalau tidak mendapatkan pengakuan dari lingkungannya, baik dari keluarga, teman, rekan kerja, dan yang lainnya.
berlawanan dgn filosofi dalang,,,
bermain di belakang layar,,,
::bweek::

luciyoung07
12-05-2008, 09:49 PM
"manusia butuh pengakuan". :D

memang menurut maslow, kebutuhan manusia ada 5 tingkat, salah satunya adalah kebutuhan akan pengakuan dari lingkungan (self-esteem). tapi bukan ini yang mau gw tanyakan atau sanggah, melainkan mengapa kebutuhan itu bisa muncul di dalam diri manusia? :D
Bukannya lbh tepatnya manusia butuh dicintai? Buat gue sih gitu....gak penting gue diakui apa nggak (soalnya gue udh kenyang dgn gunjingan, hujatan, cacian, penghakiman dan hinaan ::ngakak2:: )...toh hidup ini cuman sementara....begitu kita mati juga org2 akan melupakan kita......

Yg jelas, self-esteem itu harus dimulai dr diri sendiri, org lain gak akan bisa menghargai kita kalo kita gak bisa menghargai diri sendiri......

volde
20-05-2008, 08:53 AM
IMO, ketakutan manusia yang terbesar itu Tidak Bahagia.
Pada dasarnya manusia hidup cenderung untuk mencari kebahagiaan, yang berbeda mungkin cara mendapatkannya... sekedar contoh aja:

- Ada yang pengen punya banyak duit supaya keperluannya bisa terpenuhi semua..
- Ada juga yang pengen ngetop biar dikenal orang banyak
- Ada juga yang cuma pengen dicintai oleh orang-orang disekitarnya (ga muluk-muluk nih ceritanya..)

Ujung-ujung nya klo semua keinginan itu tercapai mereka, secara disadari atau tidak, akan merasa bahagia kan ::oops::

PERXEPONE
20-05-2008, 08:57 AM
gwa abis ntn American Gangster, dan ada quote dari situ.
Russel Crowe saz, that human's biggest fear is penilaian publik...

well, what d u think?

i agree with this statemen, meskipun gw nggak mematuhinya..

volde
20-05-2008, 09:03 AM
"manusia butuh pengakuan". :D

memang menurut maslow, kebutuhan manusia ada 5 tingkat, salah satunya adalah kebutuhan akan pengakuan dari lingkungan (self-esteem). tapi bukan ini yang mau gw tanyakan atau sanggah, melainkan mengapa kebutuhan itu bisa muncul di dalam diri manusia? :D

Kebutuhan bisa muncul karena manusia tersebut ingin mencapai kebahagiaan. ::hohoho::

Bahagia karena diakui
Bahagia karena diperhatikan
Bahagia karena mendapat kasih sayang
dsb.... ::shinchandance:: ::shinchandance:: ::shinchandance::

Valmighty
20-05-2008, 09:05 AM
pertanyaannya "mengapa kebutuhan itu bisa muncul di dalam diri manusia?"
tapi koq judulnya "Ketakutan Terbesar Manusia..." dan langsung dijawab sendiri "manusia butuh pengakuan"

ketakutan terbesar manusia adalah kematian. gak percaya liat aja orang yg mau dibunuh ato dihukum mati. bandingkan ama orang yg takut karena tidak mendapa pengakuan.

PERXEPONE
20-05-2008, 10:09 AM
hhhmmm....banyak orang yg brani mati...tapi takut ngadepin penilaian orang.
Oda Nobunaga, for example

Valmighty
20-05-2008, 11:11 AM
ada, tidak banyak. ato cukup banyak? yg pasti sih gw gak akan gegabah langsung menyimpulkan kalo ketakutan terbesar manusia adalah kebutuhan pengakuan.

Deos
20-05-2008, 11:07 PM
Gue nggak takutkan pengakuan atau penilaian dari manusia ... yang gue takutkan kalau Tuhan nggak ngakui gue lagi :D

PERXEPONE
20-05-2008, 11:09 PM
tapi brapa persen manusia yang punya ketakutan kyk gitu?
gw kira nggak banyak.

yg dibahas disini kan bukan yg gituan T____T

darkrevenant
21-05-2008, 09:26 AM
Gue nggak takutkan pengakuan atau penilaian dari manusia ... yang gue takutkan kalau Tuhan nggak ngakui gue lagi :D

Haha. Ini juga gw takut kalo sampe tidak diakui Tuhan. ::unggg::

Deos
22-05-2008, 01:14 AM
tapi brapa persen manusia yang punya ketakutan kyk gitu?
gw kira nggak banyak.
Cukup banyak ... khususnya bagi yang lagi mencari jati diri ... atau belum mendapatkan visi dalam hidupnya ... akhirnya orientasinya mencari pengakuan dari lingkungannya ... kalau mentok di real world ... larinya ke cyber world ... tapi menurut gue hal itu standart aja ... nggak lebih dari prosesi pemulihan jati diri ::bweekk::

PERXEPONE
22-05-2008, 10:15 AM
... kalau mentok di real world ... larinya ke cyber world ... tapi menurut gue hal itu standart aja ... nggak lebih dari prosesi pemulihan jati diri ::bweekk::


dan relevansi pernyataan lo yg ini dengan pernyataan lo sebelumnya adalah..???

jezt
22-05-2008, 05:31 PM
mungkin krn kita belajar kl diakui lingkungan hidup kita akan lebih mudah. sedangkan kl belum diakui mau ngapa2in tuh susah. misalnya duduk berdua diruang tunggu ama orang ga dikenal. ujug2 ngobrolin bola. mana ditanggepin serius, paling juga orang tsb mencoba mengenali kita dulu. abis itu baru mau benar2 ngobrolin sepakbola.
jadi kl mau2 apa2, lebih ribetlah kl berangkat dari posisi tidak diakui. makanya cendrung kita2 'menyadari dimana dan kapan saja kita harus telah diakui lingkungan.

kl ketakutan manusia paling pasti ya takut gagal. yang mau mati ya takut gagal mati. yang mau kaya ya takut gagal kaya.

Deos
22-05-2008, 11:47 PM
dan relevansi pernyataan lo yg ini dengan pernyataan lo sebelumnya adalah..???
Bingung gue ... loe ngerti nggak ya maksud gue ::hihi::

Kalau gue amatin ... apa yang gue tulis nggak susah˛ amat kok untuk di mengerti ... apanya yang membuat loe bingung ? ::hihi::

PERXEPONE
23-05-2008, 12:05 AM
Gue nggak takutkan pengakuan atau penilaian dari manusia ... yang gue takutkan kalau Tuhan nggak ngakui gue lagi :D


allright.
that one. lo bilang (untuk lo pribadi), bhwa itulah hal yang lo takutin.trus gw bilang klo nggak banyak orang yg seperti itu.
IMO, look around, brapa persen sih orang di dunia ini yang sempat mikir kyk gitu?
(kesampingkan soal agama. ini murni psikologi)

trus lo jawab:

Cukup banyak ... khususnya bagi yang lagi mencari jati diri ... ::
IMO, this is irrelevant. dalam psikologi, orang2 yg sedang mencari jatidiri, takut tidak mendapat pengakuan dari lingkungannya.karena itu, way out nya adalah mengikuti value yang dianut surroundingnya untuk mendapatkan acceptance. dan ini bisa dengan gamblang dilihat dalam kenyataan sehari2. orang yang sedang mencari jatidiri adalah orang yg bingung soal konsep 'self' dan 'id', dan faktor 'ego', kadang dikesampingkan demi mendapatkan acceptance dari lingkungannya.

atau belum mendapatkan visi dalam hidupnya ...::
orang yang belum punya life purpose, naturally, adalah orang2 yang cenderung clueless dalam bertindak, atau give a shot on everything without knowing what is it for. dan orang yang seperti ini bisa mengerti konsep religius sebagai way out? i dont think so. dankalo nggak ngerti konsep religius, darimana bisa 'takut nggak diakui Tuhan?'

akhirnya orientasinya mencari pengakuan dari lingkungannya ...::
dan pendapat gw malah lo klarifikasi sndiri. bingung kan?

.. kalau mentok di real world ... larinya ke cyber world ... ::
contohnya? teori yang lo ajukan cocok/relevan sma orang2 yang nggak bisa mndapatkan konsep 'self' dan 'id' di dunia nyata, sehingga menciptakan 'self' dan 'id' lain yang lebih likeable ato acceptable di dunia maya. dan apa orang2 yang gagal di real life bisa memikirkan 'takut nggak diakui Tuhan? u answer this. kalo emang lo menganggap ini bnar, bisa dikasi tau contohnya?

.tapi menurut gue hal itu standart aja ... nggak lebih dari prosesi pemulihan jati diri ::bweekk::

apanya yang 'standar'? tolong jangan ambigu.
mencari kompensasi mendapatkan 'self' dan 'id' di dunia maya?
ini namanya 'kepribadian ganda' dong. dan ini nggak 'standar' menurut psikologi. seseorang bisa menciptakan alter ID krna nggak suka dengan ID aslinya. apa ini standar?
proses pemulihan jati diri? i'd rather call it 'an irrational way out'.
apa ini relevan dengan 'takut nggak diakui Tuhan'? seperti yang lo bilang?

oya, get rid that emoticon please.
it's not helping.

oya, please explain. dan tolong batasi pada aspek psikologi. ini thread soal psikologi.

Deos
23-05-2008, 12:46 AM
Duh ... bakalan meras otak lagi nih penjelasannya ... padahal otak gue lagi full ama kerjaan :D

Tapi se-kali˛ gpp lah :D

Konsep ke-Tuhanan yang gue uraikan berbicara mengenai diri gue sendiri ... dimana gue nggak memperdulikan pengakuan atau pandangan orang terhadap diri gue ... karena gue tahu diri gue sendiri bagaimana ... dan berbicara ketakutan tidak di akui Tuhan memang adalah ketakutan gue dan ini memang jujur bukan guyon :)

Konsep lainnya berbicara mengenai kebanyakan orang yang belum mengetahui hakikat yang mendasar dalam hidup ... mangkanya kebanyakan mereka mencari pengakuan dari lingkungan yang menurut gue adalah bayangan atau semu ... karena type orang yang demikian menurut gue pasti sangat letih karena berusaha baik dari energi, materi, dll berusaha tampil menjadi orang yang bisa di akui orang lain ... atau lebih menjadi orang lain daripada diri sendiri :)

Berbicara hal standart ... menurut pengamatan gue ... hal ini bisa terjadi pada setiap orang kok ... dan terkadang setelah melalui proses untuk di akui lingkungan ... seiring kedewasaan atau pengalaman hidup ... mereka akan beralih atau mengerti bahwa apa yang mereka perbuat selama ini nggak berarti ... tetapi ada yang lebih utama ... yakni menjadi diri sendiri secara positive dan apa adanya tanpa peduli lagi kepada lingkungannya untuk menilainya ;)

Deos
23-05-2008, 01:24 AM
tapi brapa persen manusia yang punya ketakutan kyk gitu?
gw kira nggak banyak.

yg dibahas disini kan bukan yg gituan T____T
Duh ... sorry perxepone ... gue nggak nyimak baik˛ ... gue salah tangkap maksudnya ... kebalik yeee hehehe ... maklum gue capek karena ngikutin tender dadakan dan beberapa urusan lainnya ... jadinya nggak terlalu serius bacanya ;)

Kita start aja dari sini kembali ya ::ngakak2::

Dulu type gue juga seperti di atas tuh ... mau mencari perhatian atau pengakuan lingkungan ... apabila mendapatkannya maka ada kepuasan tersendiri ... tetapi lama kelamaan capek dan jenuh juga rasanya terus action demikian :D

Tetapi seiring waktu ... paradigma gue mulai berubah ... mulai dari egosentris ... trus mengalami berbagai persoalan hidup yang berat ... akhirnya gue terlibat dalam beberapa aktivitas religius ... dan disana gue mendapat visi :)

Ada beberapa teman yang sejalan dengan gue ... tetapi apabila hendak di persentasekan ... kebanyakan yang masih hidup untuk lingkungan menurut analisa gue berkisar 60-70% tuh ::unggg::

PERXEPONE
25-05-2008, 11:46 PM
T____T makanya dibaca bro....

Perseus
29-05-2008, 08:47 PM
mungkin salah satu yang paling ditakuti manusia adalah kehilangan 'sesuatu yang berharga' kali ya

dan 'sesuatu yang berharga' ini bisa jadi mirip-mirip di tiap tiap orang, seperti misalnya ga ada yang ingin kehilangan hidupnya kan (kalo hidupnya dianggap berharga siy tapinya), makanya agama ada untuk membahas 'kehidupan setelah kematian'

tapi juga konsep 'hidup' disini mungkin ga sama tiap2 orang: ada yang menganggap hidup ini adalah cintanya, jadi kalo dia kehilangan cintanya maka dia ga merasa 'hidup' jadinya rela mati demi cinta

wah ini kompleks banget sih kalo mau ngebahas ketakutan terbesar manusia hehe..