View Full Version : Arguing: sehat atau merusak relationship?
ratu_desko
14-05-2008, 10:13 PM
pakar psikolog bilang: “If you love someone very much you care too much and you argue. If you don’t argue it means your relationship aren’t hot, you don’t care about each other that much.”
bahkan, david zinczenko-editor majalah men’s health juga bilang: “most of couples argue at some point, and many experts agree it can be a positive thing”
di lain pihak yg berlawanan, aston kutcher di majalah 'people' pernah bilang: “our marriage is friction-free. We hand one [just one] argument in the first three months of dating, and since then we haven’t had any”
Lho, jadi.. mana yang bener nih? Jadi arguing itu penting gak sih dalam relationship? benarkah relationship yg sehat adalah relationship tanpa arguing?
yuukk.. diskusiin dee... :)
PERXEPONE
14-05-2008, 10:17 PM
not agree...
klo nggak pernah argue namanya ABS...
i argue becos i care.
if i dont argue, means i dont care...
if there's still argument, a good arguing, that's fine.
klo udah destruktif (pake lempar segala macem plus rude words, that's a huge no no)
i dont argue for small stuffs.
if i dont argue, means im totally in the state of ignorance.....
jazzoholic
14-05-2008, 11:03 PM
klo arguenya konstruktif, its fine & positive..
Shaka_RDR
14-05-2008, 11:14 PM
i prefer discussing :D
tapi klo udah ga bisa didiskusikan, arguing is the last option.
Xetto skywalker
15-05-2008, 01:10 AM
ya tergantung alasan knp spasangan argue ato ngga argue nya.
klo ngga ada yg harus di debatin ngapain di debatin ?
maksudnya argue apa dulu nih ? dalam arti kata berantem mulut apa diskusi yg sehat ?
red_pr!nce
15-05-2008, 02:26 PM
tergantung apa yang dijadikan argumen.
kalau berargumen mengenai hal-hal prinsipil, artinya masing-masing pihak ga bisa saling menghormati.
kalau berargumen mengenai hal-hal sepele, artinya masing-masing pihak terlalu banyak menuntut pasangannya.
kalau berargumen mengenai sikap, pemikiran, en perilaku, artinya masing-masing pihak peduli pada pasangannya.
khusus yang terakhir ini, menurut gw, berargumen adalah hal yang sangat sehat demi perbaikan diri masing-masing pasangan yang pada akhirnya bisa "menyelamatkan" pasangan. argumen-argumen yang ada bisa menjadi kritik yang membangun apabila memang kritik tersebut berguna bagi diri masing-masing pasangan. untuk itu, setiap argumen perlu dipikirkan terlebih dahulu: apakah membuat diri menjadi lebih baik atau malah menjerumuskan diri ke dalam masalah di kemudian hari.
kenapa harus berargumen? biasanya kesalahan seseorang hanya bisa dilihat oleh pihak ketiga, bukan oleh orang itu sendiri.
ibaratnya, seorang tukang sampah yang udah lama hidup di TPU (tempat pembuangan sampah) ga akan pernah merasa bahwa mereka bau sampah. tapi ketika tukang sampah itu berhubungan dengan politisi yang kerja di senayan, maka politisi senayan itu akan mencium bau yang sampah dari tubuh si tukang sampah. dan sebaliknya, tukang sampah itu akan mencium bau tikus dari si politisi senayan. :D
lachrymologist
15-05-2008, 02:59 PM
argue itu menurut gw sehat, sekonyol apapun argumennya.
dian ara
15-05-2008, 04:14 PM
berapa lama relationship-nya berjalan?
ketika relationship masih muda, argue bisa sehat bila demi kebaikan pasangan, demi kebaikan bersama, atau karena belom kenal betul dengan pasangannya dan tidak sehat bila karena ingin menang sendiri.
tapi biasanya setelah sekian lama, argue lambat laun berkurang. bisa jadi karena bosen berantem (tidak sehat), tapi bisa juga karena sudah kenal betul pasangan (sehat).
ini bukan teori psikologis yah. cuma, selama 6 taon aku merit, berantemku dengan hubby memang lumayan berkurang. pertama, karena bosen berantem. kedua, karena aku dah mulai ngerti cara mengendalikan diri dan dirinya.
sometimes anger can be secks motivator :D
Realta Nua
15-05-2008, 04:59 PM
berapa lama relationship-nya berjalan?
ketika relationship masih muda, argue bisa sehat bila demi kebaikan pasangan, demi kebaikan bersama, atau karena belom kenal betul dengan pasangannya dan tidak sehat bila karena ingin menang sendiri.
tapi biasanya setelah sekian lama, argue lambat laun berkurang. bisa jadi karena bosen berantem (tidak sehat), tapi bisa juga karena sudah kenal betul pasangan (sehat).
ini bukan teori psikologis yah. cuma, selama 6 taon aku merit, berantemku dengan hubby memang lumayan berkurang. pertama, karena bosen berantem. kedua, karena aku dah mulai ngerti cara mengendalikan diri dan dirinya.
jadi hubungan mba dian sehat atw ngga nih? ;D
IMO, tergantung durasi relationship (spt yg diblg mba dian) ama jenis argumen nya ndiri ;D
who_am_i?
15-05-2008, 07:02 PM
tergantunga apa yg diargue lah..
kalo cuma rgue yang sangat gag penting terus jadi berantem itu baru gag boleh,,
kalo argue yang berguna itu boleh boleh aja kali..
ratu_desko
15-05-2008, 08:00 PM
ya tergantung alasan knp spasangan argue ato ngga argue nya.
klo ngga ada yg harus di debatin ngapain di debatin ?
maksudnya argue apa dulu nih ? dalam arti kata berantem mulut apa diskusi yg sehat ?
pastinya diskusi yg sehat dunk :)
dr yg gue baca2, orang yg udah menjalin hubungan lama, mostly ngerasa klo dia udah paham banget ttg apa yg didemenin pasangannya dan apa yg gak disukainya, mereka ngerasa udah tau masing2 banget, biasanya pasangan ini justru terjebak pd situasi 'saling menjauh' yg gak mereka sadari.
jadi gak heran, klo ada pasangan yg keknya gak ada masalah apa2, tp keknya berasa 'jauh' ama pasangannya, berasa ada tembok.
yg gue dibaca di sini (http://www.tc.umn.edu/~parkx032/NWL220.html):
...
After a few months or a few years, the partners feel that they have communicated everything there is to know about each other (which assumes they have stopped growing and changing); from then on they only communicate about day-to-day details.
Some studies have shown that most married people communicate with each other only a few minutes each day.
One man said to his wife:
"You understand everything there is to know about me."
Another couple operates on the principle that less is better:
"We don't need any deeper communication, because our relationship works at this level of communication."
Perhaps more extensive sharing would uncover problems. They prefer not to rock the boat, not to initiate any conversation that might threaten the relationship. The longer this practice of non-communication has lasted, the harder it becomes to break the pattern. It is often easier to keep quiet and let the relationship drift along.
....
kenapa harus ada debat? krn realitasnya, arguing bisa mendekatkan pasangan dan bisa bikin relationship sehat. kok bisa? nah tuh, alesannya ada di artikel "arguing with your partner" (http://dating.suite101.com/article.cfm/arguing_with_your_partner) sini.
Often certain topics have become taboo; there is a tacit agreement never to bring them up.For example, which of the following concerns do you discuss with the person you are closest to: sex; money; politics; religion; in-laws; negative feelings about each other; irksome habits, qualities, or characteristics; other loving relationships; other sexual relationships; previous relationships; future relationships?
PERXEPONE
15-05-2008, 09:05 PM
just curious...TS ndiri model argue nya kyk apa? ::unggg::
ratu_desko
15-05-2008, 09:29 PM
just curious...TS ndiri model argue nya kyk apa? ::unggg::
meh, ini juga lagi nyari2 model yg pas kok... ::unggg::
istilahnya masik make berbagai gaya kok.. ada kompromi, ada yg ngalah ikut dia, ada dia yg ngikut gue.. macem2lah.. ::hihi::
contoh:
> dia ngilangin buku gw, gw pake style ngomel2.
> dia buang sampah sembarangan, gw gak ngomel2 siy.. tp gue jg ikut2an buang sampah sembarangan [gw sengaja buangnya di depan dia]. akhirnya dia gerah juga, liat rumah kek tempat pembuangan sampah [pembantu lagi pulang kampong]. akhirnya, dia yg nyapu & ngepel, dan gak mo buang sampah sembarangan lagi.
> dia susah bilang: 'i'm sorry'. alasan dia, dr pd gw bilang di mulut doank di hati enggak [munafik], mending gw gak mo bilang. tp akhirnya gw bisa nerima, klo pelukan, elusan, cium2 dll itu bentuk 'i'm sorry' dia.
> klo diskusi, either itu politik, agama, gender, siapa calon presiden kita, etc... kadang ngotot2an sih, tp gak sampe cakar2an siy... ::unggg::
luciyoung07
16-05-2008, 04:33 PM
Tergantung tujuannya sih....kl untuk solving problem it's ok....
Tapi kalo cuman ngeluarin pendapat tentang suatu hal, misalnya perekonomian, politik, perilaku org, dll yang ga ada hubungannya ama problem sehari-hari.....kayaknya cuman buang2 waktu deh....coz tiap org punya cara pandang sendiri2....gak penting banget deh berjuang mati2an hanya dgn tujuan untuk mecari pembenaran diri........biasanya kalo gue ama hubby beda pendapat ya paling kita saling menghargai aja......menurut gue gini, menurut dia gitu.....it's OK ;)
Gue ama hubby gak pernah tuh ngedebatin yg gak penting en gak ada hubungannya ama urusan kita berdua ......kita berdua sama2 sibuk.......masih banyak hal2 lain yg lbh produktif untuk dibahas.
ratu_desko
20-05-2008, 10:54 PM
buat yg pengen tau...
Arguing Style Test: destructive vs constructive?
40 questions, 20-25 min
http://discoveryhealth.queendom.com/arguing_style.html
yannecantik
26-05-2008, 03:08 AM
IMO arguing itu good for the relationship.
some couples might not argue much (e.g. ashton kutcher n demi moore, om n tante gw) but this is rare and not the norm at all.
arguing adl salah satu cara pasangan mengenal diri masing2.
kita jadi bisa tau apa yg bikin pasangan kita ga happy.
bikin kita jadi berusaha utk ngertiin pasangan n toleransi.
selama argumennya ga itu2 aja (klo udah gini pasangan butuh konseling), arguing itu mnrt gw adl sehat utk relationship.
greenbaby
26-05-2008, 09:48 AM
arging itu kadang perlu.
di state normal, dalam arti semuanya baik2 aja, kadang friksi atau kebetean kita sama pasangan, kita telen aja. nah kadang dalam arguing atau berantem perang mulut, biar dalam suasana panas, kata2 yang kita/pasangan omongin, kadang ada benernya.
misalnya: gue nggak demen kalo laki gue ngerokok di dalem rumah. bikin bau! tp selama ini gue diem2 aja. eh satu kali kita perang mulut nih, arguing soal hal lain. eh lama2 merembet soal kebiasaan masing. lha, tiba2 aja dalam perang mulut itu gue bilang kalo gue nggak demen dia ngerokok di dalem rumah karena bikin rumah bau. gue bilang (tp sambil pake marah) lain kali kalo dia ngerokok di dalem rumah, itu bakal gue patah-patahin itu rokok.
eh sejak itu nggak pernah lho dia ngerokok di dalem rumah. dan dia bilang, i never knew you did not like me smoking in the house (karena dulunya gue pendem2 aja bete gue). dan dia baru tau, urusan itu ternyata big deal banget buat gue. arguing itu jadi channel untuk buka perasaan dan thoughts kita secara jujur dan spontan.
ter_luka
26-05-2008, 06:11 PM
argue ama discussion sama gak sih
kayaknya laen yach ???
klo argue itu lebih menggunakan emosi, sedangkan diskusi otak
bener gak sih ?
dlm relationship kayaknya perlu juga argue
salah satu manfaat dari argue kita bisa lebih memahami karakter pasangan
jd ntar klo terjadi argue lagi, bisa dibelokkan jd becanda
pasangan yg emosi bisa teredam emosinya...
yach minimal dia senyum...
Sabbath & Nami
26-05-2008, 09:28 PM
gw rasa kl emang ada msh dan perlu didebatkan (diskusikan) y uda mending gitu aja drpd pendam2 trus makin lama makin memuncak dan akhirnya malah brantem beneran dan ga baek lg -.-
jd argue tuh perlu jg sih menurut aku ^^
pram_one
29-05-2008, 10:52 AM
Sehat, karena bila ada sesuatu yang mengganjal ya harus diomongin. Biasanya kalau dipendam dan tertimbun dan makin besar dan bisa meledak yang akhirnya membuat hub gak baik atau malah bermusuhan.
vBulletin® v3.7.0, Copyright ©2000-2008, Jelsoft Enterprises Ltd.