PDA

View Full Version : Orang Ber-IQ Tinggi Banyak Yang Tidak Percaya Tuhan


Halaman : [1] 2

kaitokid724
24-06-2008, 01:25 PM
Orang-orang dengan IQ lebih tinggi banyak yang tidak percaya kepada Tuhan. Banyak dari kaum elit intelektual menganggap diri mereka atheis.

Demikian menurut hasil studi baru yang dilakukan Professor Richard Lynn, profesor psikologi di Universitas Ulster, Inggris.

Menurut Lynn, keyakinan beragama telah menurun pada abad ke-20. Penurunan ini terkait langsung dengan meningkatnya kecerdasan rata-rata. Dikatakan Lynn, kebanyakan anak SD percaya akan Tuhan. Namun begitu mereka menginjak dewasa dan kecerdasan mereka meningkat, banyak yang mulai ragu akan Tuhan.

Menurut Lynn, para akademisi universitas lebih kecil kemungkinannya untuk percaya pada Tuhan daripada orang lainnya. Demikian seperti dilansir harian Inggris, Telegraph, Jumat (13/6/2008).

Lynn menyebutkan hasil sejumlah polling untuk mendukung klaimnya. Survei Royal Society di Inggris menunjukkan hanya 3,3 persen yang percaya pada Tuhan. Sedangkan 68,5 persen populasi umum Inggris menyebut diri mereka sebagai orang yang percaya Tuhan.

Polling lainnya pada tahun 1990-an menunjukkan hanya 7 persen anggota American National Academy of Sciences yang percaya Tuhan.

"Kenapa lebih sedikit akademisi yang percaya pada Tuhan dibandingkan populasi umum? Saya yakin itu semata-mata karena IQ. Para akademisi punya IQ lebih tinggi daripada populasi umum. Beberapa studi polling Gallup mengenai populasi umum telah menunjukkan kalau mereka dengan IQ lebih tinggi cenderung tidak percaya pada Tuhan," kata Lynn kepada majalah Times Higher Education.

Menurut Lynn, keyakinan beragama telah menurun di 137 negara berkembang pada abad ke-20. Dan pada saat yang sama, masyarakat di negara-negara tersebut menjadi lebih pintar.

Namun kesimpulan Lynn ini ditentang profesor lainnya. Menurut Profesor Gordon Lynch, direktur lembaga Centre for Religion and Contemporary Society di Birkbeck College, London, Lynn telah melupakan kompleksnya faktor-faktor sosial, ekonomi dan sejarah.

Source:
http://psikologi.infogue.com/orang_ber_iq_tinggi_banyak_yang_tidak_percaya_tuhan
artikel terkait:
http://psikologi.infogue.com/



Untung IQ gue cuma 112, klo masalah keimanan boleh dicoba...::unggg::::unggg::::unggg::

spears banget
24-06-2008, 01:54 PM
gw lebih setuju sama Prof Gordon Lynch
banyak juga kok ilmuwan2 yg agamis bgt...fanatik malah
nah, knapa tuh? IQ nya pastinya tinggi

ded
24-06-2008, 02:02 PM
...fanatik? harun yahya? ;D

lynn gw setuju, lynch gw jg setuju

spears banget
24-06-2008, 02:13 PM
weisss.. ded nganggap HY ilmuwan ::cupss::


mungkin itu salah satu contoh, masih banyak juga yg lain ;D
yg jls..byk faktor yg bikin org percaya Tuhan..bukan cuma IQ adja

meonk's
24-06-2008, 02:29 PM
heraann di kasih rahmat IQ tinggi kok malah jd murtad..ama yg menciptakan.
emang dipikir kita bisa hidup dr mana!!!.. nyawa ini dapet dr mana!!.....
andai mereka tau....justru negara2 yg tambah pintar itu (yg banyak gak percaya dgn adanya Tuhan) lg di coba oleh Tuhan...*ampe nepsong gw*.

esadelapan
24-06-2008, 02:32 PM
kepintaran memang ujian, semakin banyak pertanyaan tak terjawab, semakin menjauhkan dari-Nya, makana kudu ikhlas kata aa gym oge (kudu iklhas dipoligami) eits

ded
24-06-2008, 03:12 PM
weisss.. ded nganggap HY ilmuwan ::cupss::


mungkin itu salah satu contoh, masih banyak juga yg lain ;D
yg jls..byk faktor yg bikin org percaya Tuhan..bukan cuma IQ adja

iyah

ilmuwan pseudoscience :P ::kabur::


menurut gw percaya ga percaya tuhan dan hubungannya ama ukuran otak itu ga masalah, yg penting jangan sampe dimakan oleh kepintaran sendiri

kalo dia ngerasa pinter dan ga butuh ato ga percaya tuhan , tapi kepintarannya dibuat utk nolongin orang ya ga masalah

a_tumiwa
24-06-2008, 03:15 PM
buset IQ kaitokid 112, gue brapa ya... pasti lbh rendah, haha.
Semakin pandai orang semakin angkuh, ga heran ga percaya Tuhan lagi, wong manusia bisa cipta manusia sesuai keinginan sekarang.. (cloning dan ubah2 DNA ya??)

spears banget
24-06-2008, 03:49 PM
iyah

ilmuwan pseudoscience :P ::kabur::


menurut gw percaya ga percaya tuhan dan hubungannya ama ukuran otak itu ga masalah, yg penting jangan sampe dimakan oleh kepintaran sendiri

kalo dia ngerasa pinter dan ga butuh ato ga percaya tuhan , tapi kepintarannya dibuat utk nolongin orang ya ga masalah

stuju...


but still HY kereeeennn..hehehe

spears banget
24-06-2008, 03:51 PM
heraann di kasih rahmat IQ tinggi kok malah jd murtad..ama yg menciptakan.
emang dipikir kita bisa hidup dr mana!!!.. nyawa ini dapet dr mana!!.....
andai mereka tau....justru negara2 yg tambah pintar itu (yg banyak gak percaya dgn adanya Tuhan) lg di coba oleh Tuhan...*ampe nepsong gw*.

sabar mbak..sabbaaarrr ::hihi::

meonk's
24-06-2008, 04:21 PM
heheheh jd malyuuu ama spears......

clickdoank
24-06-2008, 04:34 PM
IMHO

Menurut gue sih kayaknya gak semua kayak gitu deh.. cuma kalau menurut logika, kemungkinan bisa kayak gitu

IQ makin tinggi, kemungkinan kan pinter tuh ceritanya, terus juga tingkat curiosity nya tinggi, jadi segala sesuatu itu harus bisa dibuktikan secara uji ilmiah atau secara fakta dan teoritis

Segala sesuatu yang gak bisa diuji, gak bisa dilihat dan tidak bisa dibuktikan keberadaannya secara kasat mata, bagi orang pinter jadinya ya gak percaya

Kalau professor, PHD, master dan anak kuliahan kan juga kalau bikin skripsi mesti ada experiment, mesti ada data, dan datanya dianalysis. Kalau gak ada data, terus mahasiswanya cuma bilang "Berdasarkan perasaan saya" atau "Berdasarkan pendapat dan analisa saya" tapi gak ada data, dosen mana mau percaya..

Dari situ manusia selalu diajarkan untuk selalu memakai logika dan untuk selalu menyediakan fakta yang bisa dilihat.. tapi sisi lainnya ya tidak diasah...

ded
24-06-2008, 04:46 PM
bisa jadi jg, tanpa sandaran spiritualitas membuat mereka jadi pintar, soalnya berusaha mandiri dan ga tergantung kepada apapun dan mengasah otak dgn berpikir kritis

@sepir: mending lu bilang ibnu sina dan al-khwarizmi itu keren, jgn si HY -_-

french_fries
24-06-2008, 06:22 PM
Alhamdullilah gw tolol

spears banget
24-06-2008, 06:27 PM
mungkin byk ilmuwan yang udah gak puas sama aktivitas ilmiahnya, saking serunya bertanya ttg alam, teliti ini itu..lama2 malah menyadari bahwa Tuhan itu ada. kayak Einstein apa Newton gitu..lupa gw ;D huhuhu

@ded..klo Ibnu Sina dan al-khwarizmi itu gak usah ditanya lagi kekerenannya.
lagian, emangnya cuman Ilmuwan muslim aja yg percaya Tuhan
banyak kaleee dr agama2 yg lain juga..

french_fries
24-06-2008, 06:38 PM
jelas elu lupa
udah berkali2 elo dibilangin di KG kalo Einstein ga pernah ngomong percaya/membantah tuhan tapi elo berkali2 nulis kalo Einstein pernah ngomong percaya tuhan

ga heran elu percaya tuhan

french_fries
24-06-2008, 06:41 PM
gw lebih setuju sama Prof Gordon Lynch
banyak juga kok ilmuwan2 yg agamis bgt...fanatik malah
nah, knapa tuh? IQ nya pastinya tinggi
ya jelas elu setuju sama doi karena sejalan sama doi walaupun opini doi cuman ditulis satu kalimat aja
kaya elu tau opini doi sepenuhnya itu kaya apa

ga heran elu percaya tuhan

red_pr!nce
24-06-2008, 06:59 PM
kenapa? :D
agama diciptakan pada zaman dahulu kala ketika manusia masih banyak yang tidak berpendidikan. untuk menyebarluaskan agama di kalangan rakyat jelata, maka agama memerlukan suatu klaim agar mereka tertarik untuk menganut agama itu. selanjutnya, dogma-dogma digunakan untuk membuat kalangan rakyat jelata menjadi percaya sepenuhnya akan kebenaran agama tersebut. kalo ga menggunakan dogma-dogma seperti itu, maka multi level marketingnya jadi memble karena rakyat jelata ga akan percaya bahwa agama yang dia anut adalah yang terbaik. ;D

nah, ketika jaringannya sudah mulai meluas dengan pesat, dengan berbagai jaringan dari crown ambassador, diamond, executive, hingga distributor, atau hanya pengguna, otomatis dogma-dogma yang digunakan untuk menarik kalangan rakyat jelata juga menjadi tersakralisasi dan statis. celakanya, dogma-dogma ini ga mengikuti perkembangan zaman sebagai akibat dari klaim kebenaran yang mereka pasang ratusan atau ribuan tahun yang lalu ketika agama itu mulai berkembang di kalangan rakyat jelata. logikanya, bagaimana KEBENARAN adalah yang paling benar jikalau kebenaran itu berubah-ubah, bukan? nah, oleh karena itu, wajarlah para crown ambassador maupun diamond mempertahankan dogma-dogma yang sebenarnya udah mulai usang itu.

zaman telah berubah. tuntutan zaman juga telah berubah. masyarakat juga berubah, yang tadinya ga berpendidikan menjadi berpendidikan. saat masyarakat menjadi berpendidikan, mereka berpikir bahwa dogma-dogma itu udah usang karena ga sesuai perkembangan zaman. ketika dogma-dogma itu udah diasosiasikan dengan agama, maka orang yang berpendidikan lebih memilih menjadi atheis karena ga mengakui bahwa dogma-dogma itu merupakan solusi terbaik bagi umat manusia saat ini. :D

logis, bukan?
hubungan sebab-akibat.

nah sekarang...ketika manusia udah jenuh dengan logika, mereka kembali kepada spiritualitas dan agama. hanya saja, mereka lebih memilih agama-agama baru dengan konsep KETUHANAN yang berbeda dari agama-agama kuno. agama-agama baru ini seperti New Age, Scientology, Neo Buddhism, Raelianism, dan sebagainya karena dianggap dogma-dogmanya lebih realistis dan mampu menyelesaikan masalah hidup.

ded
25-06-2008, 10:57 AM
^red:tambahin fsm ::ngakak::

mungkin byk ilmuwan yang udah gak puas sama aktivitas ilmiahnya, saking serunya bertanya ttg alam, teliti ini itu..lama2 malah menyadari bahwa Tuhan itu ada. kayak Einstein apa Newton gitu..lupa gw ;D huhuhu



invisible pink unicorn

PERXEPONE
25-06-2008, 11:14 AM
semua ada sebab- akibatnya.
theis - atheis melihat dari sisi yg berbeda :D
itu aja

spears banget
25-06-2008, 11:32 AM
invisible pink unicorn

::grrr:: wat is the kamsud sih?
ded nih gak di KG gak di YM kata2nya ngalah2in Da vinci Code

Valmighty
25-06-2008, 11:33 AM
heraann di kasih rahmat IQ tinggi kok malah jd murtad..ama yg menciptakan.
emang dipikir kita bisa hidup dr mana!!!.. nyawa ini dapet dr mana!!.....
andai mereka tau....justru negara2 yg tambah pintar itu (yg banyak gak percaya dgn adanya Tuhan) lg di coba oleh Tuhan...*ampe nepsong gw*.
itu dia yg terus dipertanyakan dan dicari tau jawabannya oleh para ilmuwan.
bukan dikasih tau A, lantas A adalah kebenaran.

wajar mereka atheist.
gw lebih setuju sama Prof Gordon Lynch
banyak juga kok ilmuwan2 yg agamis bgt...fanatik malah
nah, knapa tuh? IQ nya pastinya tinggi
banyak itu relatif.
1000 bisa banyak, tapi bisa sedikit.
mayoritas scientist adalah atheist.
mungkin byk ilmuwan yang udah gak puas sama aktivitas ilmiahnya, saking serunya bertanya ttg alam, teliti ini itu..lama2 malah menyadari bahwa Tuhan itu ada. kayak Einstein apa Newton gitu..lupa gw ;D huhuhu

einstein percaya tuhan itu adalah propaganda agama... mungkin langkah desperate karena kehilangan umatnya yg sedang belajar di bangku sekolah.

einstein adalah seorang pantheist.

ilmuwan laen sebelom jaman modern percaya tuhan? wajar saja, coba berani ngomong gak percaya tuhan, bakal di eksekusi, nasibnya bakal sama kyk socrates yg gak percaya ama agama dia di yunani sono...

menjawab post pertama, menurut gw wajar ya...
coba ngomong ama orang yg kagak pinter soal fisika ato biologi, pasti mereka pusing, itulah kenapa ada jawaban singkat: tuhan. apapun pertanyaannya, jawabnya tuhan.
orang berIQ tinggi lebih bisa mencerna dan menganalisis sesuatu, oleh karena itu mereka gak puas dengan jawaban singkat "tuhan" itu.

ded
25-06-2008, 11:55 AM
::grrr:: wat is the kamsud sih?
ded nih gak di KG gak di YM kata2nya ngalah2in Da vinci Code

gw cuman muter2 doang ;D

tapi makaci::cupss::

http://en.wikipedia.org/wiki/Invisible_pink_unicorn

red_pr!nce
25-06-2008, 01:48 PM
menjawab post pertama, menurut gw wajar ya...
coba ngomong ama orang yg kagak pinter soal fisika ato biologi, pasti mereka pusing, itulah kenapa ada jawaban singkat: tuhan. apapun pertanyaannya, jawabnya tuhan.
orang berIQ tinggi lebih bisa mencerna dan menganalisis sesuatu, oleh karena itu mereka gak puas dengan jawaban singkat "tuhan" itu.

::sembah::
jawaban yang bijak.

HolyDragon01
25-06-2008, 02:26 PM
Alhamdullilah gw tolol
best.
post.
ever.



....anyways.
http://img183.imageshack.us/img183/2738/1213763663811jpgroflposqq4.jpg


http://img183.imageshack.us/img183/6731/1208892818567jpgroflposzw7.jpg

Valmighty
25-06-2008, 04:14 PM
fellow atheist/agnostic dudes, keep this thread clean plz ;D

melanjutkan post gw sebelomnya, kenapa scientist byk yg atheist?
kita bisa liat fenomena di dunia ini kan, creationism vs evolution. itu adalah penyederhanaan dari religious people vs scientists, theists vs atheists.

kenapa scientists versusnya ama religious people?
soalnya simple aja, scientist itu kerjaannya mencari kebenaran. sedangkan religious people itu kerjaannya mempertebal iman.
padahal, iman itu >< kebenaran.

so, apakah ada scientist yg masih beragama? tentu saja ada, tapi dengan logika iman vs kebenaran di atas, gw rasa jumlahnya sedikit.

v_kools
25-06-2008, 06:20 PM
gue 140.. dan gue gak atheist..

tapi kadang2 gue mulai berpikir aneh2.. Yaa Allah ampunilah dosa2ku..

tuscany
25-06-2008, 06:39 PM
Temen2 Ph.D yang gw kenal dan kul dapet beasiswa memang rata2 pada atheist. Padahal pinternya ampun2an. Tapi tergantung dari negara mana juga sih.

dian ara
25-06-2008, 07:26 PM
kaitan antara IQ dan iman? ndak ada.

ndak usah banyak teori, contoh nyatanya dah ada di sini.
aku nih bego (tanya si dalay kalo ndak percaya), tapi ndak percaya tuhan. titik.

HolyDragon01
25-06-2008, 10:03 PM
elu sih emang anomali. ;D

french_fries
25-06-2008, 11:46 PM
Temen2 Ph.D yang gw kenal dan kul dapet beasiswa memang rata2 pada atheist. Padahal pinternya ampun2an. Tapi tergantung dari negara mana juga sih.

Itulah yang dimaksud di berita tersebut :

Namun kesimpulan Lynn ini ditentang profesor lainnya. Menurut Profesor Gordon Lynch, direktur lembaga Centre for Religion and Contemporary Society di Birkbeck College, London, Lynn telah melupakan kompleksnya faktor-faktor sosial, ekonomi dan sejarah.

Orang2 pinter di vatican,middle east,indonesia,malaysia dan negara2 yang agamanya masih kuat kebanyakan percaya tuhan,karena budaya setempat TIDAK mengijinkan pikiran anti-tuhan

Valmighty
26-06-2008, 03:13 AM
kaitan antara IQ dan iman? ndak ada.

ndak usah banyak teori, contoh nyatanya dah ada di sini.
aku nih bego (tanya si dalay kalo ndak percaya), tapi ndak percaya tuhan. titik.
best post ever ;D

Xetto skywalker
26-06-2008, 05:17 AM
nah sekarang...ketika manusia udah jenuh dengan logika, mereka kembali kepada spiritualitas dan agama. hanya saja, mereka lebih memilih agama-agama baru dengan konsep KETUHANAN yang berbeda dari agama-agama kuno. agama-agama baru ini seperti New Age, Scientology, Neo Buddhism, Raelianism, dan sebagainya karena dianggap dogma-dogmanya lebih realistis dan mampu menyelesaikan masalah hidup.

perasaan di dunia penganut agama paling banyak masih kristen, islam dst,dst deh..:D


anyway, sbenernya iq itu ngga nunjukkin kepintaran tapi kapasitas kepinteran. ngga harus orang yg iqnya tinggi bakal jadi scientist, doktor dll. dan di sisi lain, doktor, ilmuwan dll ngga harus orang2 yg iqnya tinggi. bisa aja mereka dari golongan iq sedang tapi kemauannya luar biasa.

v_kools
26-06-2008, 11:20 AM
kaitan antara IQ dan iman? ndak ada.

ndak usah banyak teori, contoh nyatanya dah ada di sini.
aku nih bego (tanya si dalay kalo ndak percaya), tapi ndak percaya tuhan. titik.
lu kan krn diracunin sama si valnyeti..

xnuckingfutsx
26-06-2008, 12:04 PM
gw sih nggak menemukan hubungan antara iq tinggi dengan percaya/nggak percaya ama tuhan.

choodee
26-06-2008, 12:20 PM
menjawab post pertama, menurut gw wajar ya...
coba ngomong ama orang yg kagak pinter soal fisika ato biologi, pasti mereka pusing, itulah kenapa ada jawaban singkat: tuhan. apapun pertanyaannya, jawabnya tuhan.
orang berIQ tinggi lebih bisa mencerna dan menganalisis sesuatu, oleh karena itu mereka gak puas dengan jawaban singkat "tuhan" itu.

jadi inget postingan blog orang yang bilang Matahari Mengelilingi Bumi, dan pas gw minta buktinya dijawab, KunFayakkun alias, kalo Tuhan berkehendak apa aja jadi ;D

gw agnotis aja mah :D

v_kools
26-06-2008, 12:32 PM
gw sih nggak menemukan hubungan antara iq tinggi dengan percaya/nggak percaya ama tuhan.
hmm.. gini ya.. emang gak ada hubungan, tapi saling mempengaruhi..
contoh, semakin tinggi iq seseorang, semakin pinter dia, dan semakin menggunakan logikanya.. jadi, sesuatu yg gak masuk logika, dia gak bakal percaya.. misalnya aja masalah hantu, ada yg percaya ada yg gak.. coba aja cari tau, lebih banyakan mana, orang bodoh atau orang pinter yg percaya sama hantu.. semakin pinter seseorang, semakin dia berpikir tentang keberadaannya.. meskipun gak semua orang yg pinter kyk gitu..

xnuckingfutsx
26-06-2008, 01:22 PM
hmm.. gini ya.. emang gak ada hubungan, tapi saling mempengaruhi..
contoh, semakin tinggi iq seseorang, semakin pinter dia, dan semakin menggunakan logikanya.. jadi, sesuatu yg gak masuk logika, dia gak bakal percaya.. misalnya aja masalah hantu, ada yg percaya ada yg gak.. coba aja cari tau, lebih banyakan mana, orang bodoh atau orang pinter yg percaya sama hantu.. semakin pinter seseorang, semakin dia berpikir tentang keberadaannya.. meskipun gak semua orang yg pinter kyk gitu..

ok, argumen lo bisa diterima

tapi menurut gw, kadang2, manusia itu percaya sama apa yang dia mau percaya. jadi terlepas dari tinggi/rendahnya IQ, kalo emang dia mau percaya, ya percaya, kalo nggak, ya nggak bakalan percaya.

red_pr!nce
26-06-2008, 02:36 PM
bahkan kalo IQ-nya tinggi, dia bisa menjelaskan Tuhan dengan logika, kalau dia mau percaya Tuhan. :D
well, meskipun penjelasannya belum tentu bisa diterima kaum mainstream beragama dan kadang dicap sesat. ;D

Valmighty
26-06-2008, 03:58 PM
ok, argumen lo bisa diterima

tapi menurut gw, kadang2, manusia itu percaya sama apa yang dia mau percaya. jadi terlepas dari tinggi/rendahnya IQ, kalo emang dia mau percaya, ya percaya, kalo nggak, ya nggak bakalan percaya.
loh, lha iya itu hubungannya.
sama kyk dari background keluarga abusif, anak jadi potensial kena gangguan kejiwaan.
tapi gak semua orang dari keluarga abusif bakal sakit jiwa, gitu lhoo...

feridesi
26-06-2008, 07:08 PM
menurut saya orang yg religius itu malah jenius
tp religiusnya bukan yg radical yg suka maen hakim sendiri

ded
27-06-2008, 10:48 AM
contohnya~?

xnuckingfutsx
27-06-2008, 11:48 AM
loh, lha iya itu hubungannya.
sama kyk dari background keluarga abusif, anak jadi potensial kena gangguan kejiwaan.
tapi gak semua orang dari keluarga abusif bakal sakit jiwa, gitu lhoo...
beh, seperti kata dian ara

untuk jadi atheis itu ga perlu iq tinggi
untuk percaya sama tuhan juga ga harus ber-iq rendah.

makanya gw tambahin, untuk percaya itu harus ada kemauan.

Realta Nua
27-06-2008, 12:17 PM
fellow atheist/agnostic dudes, keep this thread clean plz ;D

melanjutkan post gw sebelomnya, kenapa scientist byk yg atheist?
kita bisa liat fenomena di dunia ini kan, creationism vs evolution. itu adalah penyederhanaan dari religious people vs scientists, theists vs atheists.

kenapa scientists versusnya ama religious people?
soalnya simple aja, scientist itu kerjaannya mencari kebenaran. sedangkan religious people itu kerjaannya mempertebal iman.
padahal, iman itu >< kebenaran.

so, apakah ada scientist yg masih beragama? tentu saja ada, tapi dengan logika iman vs kebenaran di atas, gw rasa jumlahnya sedikit.

Agreed.

kaitan antara IQ dan iman? ndak ada.

ndak usah banyak teori, contoh nyatanya dah ada di sini.
aku nih bego (tanya si dalay kalo ndak percaya), tapi ndak percaya tuhan. titik.
::sembah:: buat kejujuran mba dian!!!

red_pr!nce
27-06-2008, 02:08 PM
mungkin judul threadnya lebih tepat begini,
"orang yang kritis cenderung tidak percaya tuhan". ;D

lightningSEEDS
27-06-2008, 02:15 PM
gue 140.. dan gue gak atheist..

tapi kadang2 gue mulai berpikir aneh2.. Yaa Allah ampunilah dosa2ku..

kaitan antara IQ dan iman? ndak ada.

ndak usah banyak teori, contoh nyatanya dah ada di sini.
aku nih bego (tanya si dalay kalo ndak percaya), tapi ndak percaya tuhan. titik.

kan emang gak dibilang pasti ;D
Cuma di artikel dibilang orang2 yang ber IQ tinggi banyak yg gak percaya Tuhan. Tentu saja gak semua orang yg ber IQ tinggi itu gak percaya Tuhan, dan orang2 yang gak percaya Tuhan memang belum tentu IQ nya tinggi... ::hihi::

Orang-orang dengan IQ lebih tinggi banyak yang tidak percaya kepada Tuhan. Banyak dari kaum elit intelektual menganggap diri mereka atheis.

Demikian menurut hasil studi baru yang dilakukan Professor Richard Lynn, profesor psikologi di Universitas Ulster, Inggris.

Valmighty
30-06-2008, 10:42 AM
beh, seperti kata dian ara

untuk jadi atheis itu ga perlu iq tinggi
untuk percaya sama tuhan juga ga harus ber-iq rendah.

makanya gw tambahin, untuk percaya itu harus ada kemauan.
loh, lha iya, itu kan potensial, persentase...

untuk percaya (belief) memang butuh kemauan.
sedangkan untuk mengetahui (knowledge) dibutuhkan kemauan dan otak.

xnuckingfutsx
30-06-2008, 11:22 AM
disini lagi ngomongin percaya atau mengetahui sih?

coba dibaca lagi judulnya dengan baik

lightningSEEDS
30-06-2008, 11:43 AM
Wah, ternyata isi post gw sama dengan post xnuckingfutsx, kemarin gak perhatiin ;D

Casanova Love
30-06-2008, 02:07 PM
Setiap orang pasti punya agama dan setiap orang pasti punya Tuhan.

Hanya wujudnya aja berbeda.

*****

Kalo orang bilang dia ga percaya Tuhan,
Biasanya bukan karena logika agama yang tidak bisa dia terima,
Tp kekecewaan terhadap kondisi kehidupan yang tidak sesuai dengan 'keindahan' dari Tuhan.

Misal,
Jika Tuhan baik dan jika Ia berkuasa,
Kenapa ini, ini dan ini bisa terjadi???

In my opinion,
Kekecewaan dulu yang datang, baru kemudian logika menolak.

moncikoma
30-06-2008, 02:28 PM
untung IQ gua rendah !!!
wkakakaka

canda...

red_pr!nce
30-06-2008, 03:26 PM
Kalo orang bilang dia ga percaya Tuhan,
Biasanya bukan karena logika agama yang tidak bisa dia terima,
Tp kekecewaan terhadap kondisi kehidupan yang tidak sesuai dengan 'keindahan' dari Tuhan.


bagaimana kalau dia ternyata tidak kecewa terhadap kondisi kehidupan, tapi simply ga percaya Tuhan karena ga logis?

Casanova Love
30-06-2008, 03:45 PM
bagaimana kalau dia ternyata tidak kecewa terhadap kondisi kehidupan, tapi simply ga percaya Tuhan karena ga logis?

Bisa juga.
Tapi menurut saya sih ga banyak yang seperti itu.

Kalo mau bertanya,
Siapa sih yang dari anak kecil sudah berpikir kritis dan logis?

Walau anak kecil bisa saja kritis dan logis, tapi masih ada ruang untuk hal-hal irasional.

Jika pun ia dari awal tidak percaya Tuhan karena sisi logical,
Maka ada kemungkinan ini adalah proses pembelajaran dari orang lain yang tidak percaya Tuhan.

Dengan kata lain,
Dia kebawa-bawa pandangan orang lain.

Itu my opinion aja...

Valmighty
30-06-2008, 04:28 PM
disini lagi ngomongin percaya atau mengetahui sih?

coba dibaca lagi judulnya dengan baik
si A mengaku bisa terbang.

si B mau percaya? butuh kemauan
si B mau tahu beneran si A bisa terbang apa enggak? butuh kemauan dan otak

pada akhirnya si B tahu si A gak bisa terbang. hasilnya si B gak percaya si A bisa terbang.

di situ lho korelasinya.

french_fries
30-06-2008, 04:28 PM
gw
gw lahir dari ortu yang berbeda agama yang membebaskan gw untuk mempelajari ke dua agama,yang kemudian membuat pikiran gw memformulasikan idea bahwa ada idea laen,ada PILIHAN laen, yaitu tanpa agama tanpa tuhan

seperti kalimat terakhir di postingan TS (yang kemudian didukung sama orang2 yang percaya tuhan di forum ini,yang kebetulan ga NGERTI apa maksud kalimat itu LOL!),orang2 yang menjadi atheist itu karena mempunyai idea akan PILIHAN laen selaen percaya akan tuhan,dan idea itu tidak ditekan oleh budaya setempat
kalau argumennya karena kekecewaan akan kegagalan tuhan,SEHARUSNYA agama2 tidak berkembang di negara2 dunia ketiga,melainkan berkembang di negara maju
FAKTANYA,agama2 masih tumbuh subur di negara2 dunia ketiga,yang di mana kondisi ideal dari kekuasaan Tuhan itu hampir tidak ada

dan masih ada yang namanya agnostic,tidak percaya tuhan/percaya adanya tuhan tapi he's fucking useless

Valmighty
30-06-2008, 04:53 PM
Kalo orang bilang dia ga percaya Tuhan,
Biasanya bukan karena logika agama yang tidak bisa dia terima,
Tp kekecewaan terhadap kondisi kehidupan yang tidak sesuai dengan 'keindahan' dari Tuhan.
ini propaganda agama.
bisa berikan contoh, siapa yg jadi ateis karena kecewa terhadap hidup?

kecewa terhadap agama dan konsep tuhannya sih IYA.
Setiap orang pasti punya agama dan setiap orang pasti punya Tuhan.
Hanya wujudnya aja berbeda.
2 hal di atas adalah propaganda agama untuk mendiskreditkan ateis.
hal2 itu udah ditanamkan sejak seseorang lahir dan dicharge terus menerus setiap hari lewat semua aspek kehidupan.
bayangkan, ponakan gw skr umur 3 taonan, gak ngerti apa itu tuhan tapi udah bisa nyanyi god bla bla, dan tiap jam dicharge dengan doa "tuhan berkatilah bla bla" ketika bangun tidur makan bobo lagi.
ketika sekolah dicekokin dengan kalimat "ateis itu buruk, dia menyangkal tuhan" trus pake perumpamaan komunis yg nyuruh anak kecil minta permen ama tuhan, dll. itu semua diajarkan sebelom seseorang cukup kritis untuk mengetahui apa itu tuhan. ditambah waktu SMP SMU dikasih tau bahwa smua orang itu pasti menuhankan sesuatu, tanpa pernah kenal orang ateis sesungguhnya. sama kyk dikasi tau kalo segalak2nya macan, gak mungkin makan anak sendiri, tanpa pernah mengetahui macan yg sesungguhnya. hasilnya macan pun bisa makan anak sendiri, dan pemikiran itu fail. tapi anehnya tetap diterima jadi peribahasa bahkan sampe hari ini. hal yg sama berlaku terhadap propaganda itu. banyak propaganda dari teis untuk ateis yg udah fail bahkan fail sekali, tapi lucunya masih tetap diterima sebagai suatu kebenaran di komunitas agama.
Dengan kata lain,
Dia kebawa-bawa pandangan orang lain.
dengan argumen gw di atas, ini adalah kalimat yg lebih tepat untuk agama.

xnuckingfutsx
30-06-2008, 05:51 PM
ini propaganda agama.
bisa berikan contoh, siapa yg jadi ateis karena kecewa terhadap hidup?

kecewa terhadap agama dan konsep tuhannya sih IYA.

2 hal di atas adalah propaganda agama untuk mendiskreditkan ateis.
hal2 itu udah ditanamkan sejak seseorang lahir dan dicharge terus menerus setiap hari lewat semua aspek kehidupan.
bayangkan, ponakan gw skr umur 3 taonan, gak ngerti apa itu tuhan tapi udah bisa nyanyi god bla bla, dan tiap jam dicharge dengan doa "tuhan berkatilah bla bla" ketika bangun tidur makan bobo lagi.
ketika sekolah dicekokin dengan kalimat "ateis itu buruk, dia menyangkal tuhan" trus pake perumpamaan komunis yg nyuruh anak kecil minta permen ama tuhan, dll. itu semua diajarkan sebelom seseorang cukup kritis untuk mengetahui apa itu tuhan. ditambah waktu SMP SMU dikasih tau bahwa smua orang itu pasti menuhankan sesuatu, tanpa pernah kenal orang ateis sesungguhnya. sama kyk dikasi tau kalo segalak2nya macan, gak mungkin makan anak sendiri, tanpa pernah mengetahui macan yg sesungguhnya. hasilnya macan pun bisa makan anak sendiri, dan pemikiran itu fail. tapi anehnya tetap diterima jadi peribahasa bahkan sampe hari ini. hal yg sama berlaku terhadap propaganda itu. banyak propaganda dari teis untuk ateis yg udah fail bahkan fail sekali, tapi lucunya masih tetap diterima sebagai suatu kebenaran di komunitas agama.

dengan argumen gw di atas, ini adalah kalimat yg lebih tepat untuk agama.

::grrr::

gini deh, dari argumentasinya dian ara, ada yang mau disanggah sama lo, ga?

again, ini tentang percaya (to believe) bukan tentang mengetahui (to know).

terutama dengan urusan yang namanya tuhan, setiap orang punya parameter sendiri, ada yang theist karena dia memang sudah menemukan tuhan (dalam artian dia bisa melihat bukti2 adanya tuhan), ada yang theist karena dia memang cuma ikut2an aja, dan ada juga yang jadi theist karena dia memang mau percaya (dia merasa belum menemukan tuhan, tapi percaya tuhan itu ada).

lo pake analogi pembuktian, tapi untuk tuhan, emang sampe sekarang siapa sih yang bisa membuktikan tuhan itu ada/ga ada? dari jutaan orang yang punya iq tinggi, sampe sekarang belon ada yang membuktikan tentang hal ini, jadi analogi lo, ga ngena.

Cikosenzki
30-06-2008, 06:57 PM
hh masa siihh gua yang jenius aja masih prcaya tuhan

Cikosenzki
30-06-2008, 07:39 PM
kaitan antara IQ dan iman? ndak ada.

ndak usah banyak teori, contoh nyatanya dah ada di sini.
aku nih bego (tanya si dalay kalo ndak percaya), tapi ndak percaya tuhan. titik.


hahahahah mana ad orang bodoh yang mengaku bodoh
berarti lu pintar ... semakin pintar sesorang makin menyadari dia ngak tahu apa 2 masih banyak yang harus dipelajari

lagian si Mba ini Kebijaksanaanya melewati para [kg] semua
bahkan mungkin para moderator kali yang mengaku pintar

earthbender
30-06-2008, 07:45 PM
Alhamdullilah gw tolol

::ngakak::

lagipula kalopun IQ tinggi belum tentu kan EQ tinggi juga :D

red_pr!nce
30-06-2008, 11:50 PM
EQ? gimana dengan SQ? ;D

ded
01-07-2008, 12:08 AM
abis SQ apa lagi? mr.Q? ;D

earthbender
01-07-2008, 12:40 AM
eh serius tau --'

walaupun pinter EQ rendah sama juga boong..
gw harap orang yang kyak gtu mati karena saking pinternya..

Valmighty
01-07-2008, 11:14 AM
lo pake analogi pembuktian, tapi untuk tuhan, emang sampe sekarang siapa sih yang bisa membuktikan tuhan itu ada/ga ada? dari jutaan orang yang punya iq tinggi, sampe sekarang belon ada yang membuktikan tentang hal ini, jadi analogi lo, ga ngena.
gini lho pak,
anggep aja si A ini bukan/belom teis maupun ateis.

kemudian dia nanya ama si B, "eh petir itu apa sih?"
si B jawab "oh itu zeus lagi marah"

kalo si A ini IQ nya tinggi, apakah dia akan puas dengan jawaban itu?
atokah dia akan mencari lagi sebenernya apa sih petir itu?

ini sekaligus juga menjawab post pertama.
EQ? gimana dengan SQ?
EQ dan SQ itu tidak/belom terbukti secara ilmiah.
ada indikasi bahwa EQ itu fitur akal2an sejumlah psikolog untuk memperlaris jualannya :D (ups sori xet)
kalo SQ, jelas ini fiktif.
eh serius tau --'

walaupun pinter EQ rendah sama juga boong..
gw harap orang yang kyak gtu mati karena saking pinternya..
lol perilakunya ck ck ck :D
untung orang2 berIQ tinggi gak berharap agar orang2 IQ rendah mati semua saking gobloknya ::oops::

Casanova Love
01-07-2008, 11:15 AM
orang2 yang menjadi atheist itu karena mempunyai idea akan PILIHAN laen selaen percaya akan tuhan,dan idea itu tidak ditekan oleh budaya setempat.
kalau argumennya karena kekecewaan akan kegagalan tuhan,SEHARUSNYA agama2 tidak berkembang di negara2 dunia ketiga,melainkan berkembang di negara maju
FAKTANYA,agama2 masih tumbuh subur di negara2 dunia ketiga,yang di mana kondisi ideal dari kekuasaan Tuhan itu hampir tidak ada

Berarti sudah terjawab sendiri kenapa agama berkembang di negara2 dunia ketiga padahal kondisi ideal dari kekuasaan Tuhan itu hampir tidak ada.

ini propaganda agama.
bisa berikan contoh, siapa yg jadi ateis karena kecewa terhadap hidup?

kecewa terhadap agama dan konsep tuhannya sih IYA.

2 hal di atas adalah propaganda agama untuk mendiskreditkan ateis.
hal2 itu udah ditanamkan sejak seseorang lahir dan dicharge terus menerus setiap hari lewat semua aspek kehidupan.
bayangkan, ponakan gw skr umur 3 taonan, gak ngerti apa itu tuhan tapi udah bisa nyanyi god bla bla, dan tiap jam dicharge dengan doa "tuhan berkatilah bla bla" ketika bangun tidur makan bobo lagi.
ketika sekolah dicekokin dengan kalimat "ateis itu buruk, dia menyangkal tuhan" trus pake perumpamaan komunis yg nyuruh anak kecil minta permen ama tuhan, dll. itu semua diajarkan sebelom seseorang cukup kritis untuk mengetahui apa itu tuhan. ditambah waktu SMP SMU dikasih tau bahwa smua orang itu pasti menuhankan sesuatu, tanpa pernah kenal orang ateis sesungguhnya. sama kyk dikasi tau kalo segalak2nya macan, gak mungkin makan anak sendiri, tanpa pernah mengetahui macan yg sesungguhnya. hasilnya macan pun bisa makan anak sendiri, dan pemikiran itu fail. tapi anehnya tetap diterima jadi peribahasa bahkan sampe hari ini. hal yg sama berlaku terhadap propaganda itu. banyak propaganda dari teis untuk ateis yg udah fail bahkan fail sekali, tapi lucunya masih tetap diterima sebagai suatu kebenaran di komunitas agama.

Ini kan topik Psikologi.
Bukan topik agama setau saya.

Jadi saya sih ga lagi membahas agama benar atau ateisme benar.

Yang saya tulis adalah proses pembelajaran terhadap ateisme.

*****

Agama sedari awal (beserta konsep mengenai Tuhan) itu memang tidak logis (irasional).

Pertanyaannya adalah kenapa mayoritas manusia di bumi ini, baik terpelajar maupun tidak terpelajar, beradab maupun tidak beradab, primitif maupun modern mempunyai bentuk konsep dan ritual tersendiri mengenai Tuhan?

Ini suatu pertanyaan psikologis yang menarik.

Kemungkinannya adalah diturunkan melalui proses pembelajaran.
Lalu dari mana si penurun pertama mendapat konsep itu?

Kemungkinannya karena dia menghayati sebuah fenomena istimewa (entah itu nyata atau tidak nyata).

Sekarang,
Jika sedari kecil seseorang diajarkan mengenai atheisme,
Maka besar kemungkinan dia akan menjadi atheis.

Tapi jika pada awalnya dia beragama,
Lalu kemudian menjadi atheis,
Ini baru kasus yang saya kemukakan.

1. Bisa jadi dia menggunakan logika sehingga tidak bisa menerima konsep Tuhan - yang mana menurut saya ini sangat jarang.
2. Bisa jadi dia melihat ketidak-idealan antara konsep Tuhan dengan praktek kehidupan nyata - yang mana menurut saya ini lebih banyak terjadi.

Saya ga sedang mengatakan bahwa agama itu yang benar dan atheisme salah.

*****

Sekarang mengenai setiap orang pasti mempunyai Tuhan.
Apa sih konsep Tuhan itu?

Konsep Tuhan kan tidak selalu personal.
Ada beberapa agama yang menggambarkan Tuhan itu sebagai sistem keseimbangan alam semesta.

Yang saya maksudkan adalah
Setiap orang pasti akan menuhankan sesuatu,
Baik itu dirinya sendiri, baik itu benda materi, baik itu konsep abstrak maupun pada pribadi personal.

Di sini saya juga tidak sedang membela agama kok.

Semoga memberkati...

Casanova Love
01-07-2008, 11:24 AM
EQ dan SQ itu tidak/belom terbukti secara ilmiah.
ada indikasi bahwa EQ itu fitur akal2an sejumlah psikolog untuk memperlaris jualannya (ups sori xet)
kalo SQ, jelas ini fiktif.

EQ itu konsep psikologis.
Tapi memang agak 'dibesar-besarkan'.

EQ setahu saya hanya bagian kecil yang membentuk kepribadian manusia dan memiliki EQ tinggi tidak pasti menjamin kesuksesan.

Pertanyaan kritis :
Bagaimanakah cara kita belajar membentuk EQ tinggi bila IQ kita rendah???

EQ masih harus didukung faktor lain.

Sebenarnya di psikologi,
Masih banyak Q-Q lain yang bisa dibuat, dipublikasikan dan dikomersilkan.

Cia yo buat rekan-rekan di sini yang minat!

PERXEPONE
01-07-2008, 11:28 AM
untung orang2 berIQ tinggi gak berharap agar orang2 IQ rendah mati semua saking gobloknya ::oops::


bwahahahahahahaha ::ngakak2::
ahem.
seriously...IQ tinggi bisa diturunkan. EQ tinggi bisa nggak?

Valmighty
01-07-2008, 11:29 AM
kalo gitu, pertanyaan yg penting: apa definisi "menuhankan"?
Pertanyaannya adalah kenapa mayoritas manusia di bumi ini, baik terpelajar maupun tidak terpelajar, beradab maupun tidak beradab, primitif maupun modern mempunyai bentuk konsep dan ritual tersendiri mengenai Tuhan?

Ini suatu pertanyaan psikologis yang menarik.
ok, gw jawab.
psikologis makhluk hidup yg berakal adalah, takut terhadap hal2 yg tidak dia ketahui.
contoh dari yg udah gw tulis: petir. selain itu masih ada banyak lagi: nasib suami yg sedang di negri orang, jalan di hutan ketika malam2, mengapa anaknya harus lahir cacat, dan yg paling mayor: KEMATIAN.

apalagi di jaman itu, teknologi belom ada. dan banyak sekali hal2 basic yg manusia belom ketahui.
kalo mau mundur lagi ke jaman batu, di situ manusia mulai merasa "kehilangan" bila ada orang dekatnya yg MATI. makanya untuk mengADAkan yg mati, muncullah animisme dan dinamisme.

animisme dan dinamisme terus berkembang sesuai peradaban manusia, di atas udah gw tulis tentang ketakutan manusia atas hal2 yg tidak dia ketahui. ditambah kebutuhan psikologis atas sesuatu/seseorang yg seolah2 bisa dia andalkan ketika dia tidak bisa mengandalkan siapa2 lagi, selalu ada ketika tidak ada siapa2, dan tau apa yg dia tidak ketahui: tuhan.

oleh karena itu, wajar apabila peradaban semakin maju, misteri2 yang tadinya tidak terjawab menjadi sedikit2 mulai terjawab. dan jawaban "sementara" yang tadinya berlaku (tuhan), pelan2 mulai digeser oleh logika dan rasio.

semoga mencerahkan...
1. Bisa jadi dia menggunakan logika sehingga tidak bisa menerima konsep Tuhan - yang mana menurut saya ini sangat jarang.
2. Bisa jadi dia melihat ketidak-idealan antara konsep Tuhan dengan praktek kehidupan nyata - yang mana menurut saya ini lebih banyak terjadi.
ok, keduanya berhubungan koq.
misalnya banyak orang cacat, padahal harusnya tuhan/apapun itu adil. orang yg "nerimo" bisa menerima jawaban hindu/buddha: karena karma, dia di kehidupan sebelumnya banyak berbuat jahat. ato jawaban ala samawi: cobaan/ujian. terus kenapa kita harus percaya hal itu? karena tertulis di kitab suci. kenapa kita harus percaya kitab suci? karena tuhan menjamin kitab suci benar adanya. terus kenapa kita harus percaya tuhan? karena kitab suci mengatakan bahwa tuhan itu ada. ini adalah sebuah lingkaran logical fallacy tanpa putus. tapi karena "nerimo" ya maka wajar bila orang yg "nerimo" bisa menerima hal ini.
tapi orang yg kritis, akan terus mempertanyakan kebenaran itu, makanya ada istilah logical fallacy.

apa hubungannya orang kritis ama post pertama? kritis itu banyak bersinggungan dengan IQ tinggi, IQ tinggi banyak bersinggungan dengan scientific, scientific banyak bersinggungan dengan kritis.
EQ itu konsep psikologis.
bahkan sampai sekarang, belom ada definisi yang jelas tentang EQ. dan konsepnya pun selalu berubah2.
sekarang EQ disebut EI (emotional intelligent).
padahal intelijensi itu berhubungan dengan kemampuan untuk menyerap sesuatu. lalu apakah EI?

"EQ tinggi lebih menentukan karier" ah kata siapa? kata orang ga jelas untuk nyenengin orang berIQ rendah :D

bahkan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain pun udah masuk ke dalam IQ: verbal dan interpersonal. trus EQ buat apa? dan lebih penting lagi: APA? :D
EQ tinggi tidak pasti menjamin kesuksesan.
walopun gw gak setuju konsep EQ, tapi untuk kalimat ini gw setuju.
banyak yg bilang EQ lebih menjamin kesuksesan dibandingkan IQ. lalu orang berlomba2 melatih emosi nya soalnya kata orang "pinter" lebih baik melatih EQ. padahal yg namanya potensi itu gak bisa berubah jauh. keliatan cacatnya kan konsep EQ? :D
lalu selalu ada perbandingan antara orang berIQ tinggi yang EQ nya jeblok dengan orang berIQ sedang yg "EQ nya bagus sekali"
perbandingan apa coba kyk gitu :D gw juga bisa :D

Casanova Love
01-07-2008, 11:31 AM
ok, gw jawab.
psikologis makhluk hidup yg berakal adalah, takut terhadap hal2 yg tidak dia ketahui.
contoh dari yg udah gw tulis: petir. selain itu masih ada banyak lagi: nasib suami yg sedang di negri orang, jalan di hutan ketika malam2, mengapa anaknya harus lahir cacat, dan yg paling mayor: KEMATIAN.

apalagi di jaman itu, teknologi belom ada. dan banyak sekali hal2 basic yg manusia belom ketahui.
kalo mau mundur lagi ke jaman batu, di situ manusia mulai merasa "kehilangan" bila ada orang dekatnya yg MATI. makanya untuk mengADAkan yg mati, muncullah animisme dan dinamisme.

animisme dan dinamisme terus berkembang sesuai peradaban manusia, di atas udah gw tulis tentang ketakutan manusia atas hal2 yg tidak dia ketahui. ditambah kebutuhan psikologis atas sesuatu/seseorang yg seolah2 bisa dia andalkan ketika dia tidak bisa mengandalkan siapa2 lagi, selalu ada ketika tidak ada siapa2, dan tau apa yg dia tidak ketahui: tuhan.

oleh karena itu, wajar apabila peradaban semakin maju, misteri2 yang tadinya tidak terjawab menjadi sedikit2 mulai terjawab. dan jawaban "sementara" yang tadinya berlaku (tuhan), pelan2 mulai digeser oleh logika dan rasio.

semoga mencerahkan...

Ok...
Thanks for the perspective.

jegan2000
01-07-2008, 11:48 AM
@TS
bener juga sih.gua sempet kenal seorang profesor(katanya sih pinter banget) yg juga psikiater di sebuah rumah sakit jiwa,pernah ngobrol bentar & entah kenapa malah jadi nyinggung2 agama ato Tuhan gitu,trus si profesor jadi menghindar gitu & berusaha ngebelokin topik,sempet juga dia keceplosan ngomong klo dia ga percaya Tuhan.

Casanova Love
01-07-2008, 12:20 PM
bahkan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain pun udah masuk ke dalam IQ: verbal dan interpersonal. trus EQ buat apa? dan lebih penting lagi: APA?

Definisi mengenai aspek-aspek IQ juga masih beda-beda kan?

Sebenarnya tidak banyak ada definisi yang fix tentang konsep psikologis.
Yang ada adalah definisi versi siapa dan kesimpulan dari berbagai versi.

Yang buat skripsi psikologi pasti ngalami.

But as you've said,
Skripsi is like septic tank.

I agree in that to some point.

Hahahaaa...

french_fries
01-07-2008, 12:25 PM
Berarti sudah terjawab sendiri kenapa agama berkembang di negara2 dunia ketiga padahal kondisi ideal dari kekuasaan Tuhan itu hampir tidak ada.



I
ya,memang terjawab
saya menjawab postingan anda tentang bahwa alasan manusia menolak tuhan itu gara2 kecewa
kondisi tidak ideal yang tidak sesuai dengan gambaran agama itu ada di dunia ketiga,yang notabene merupakan pemeluk agama yang sangat religius,sedangkan malah di negara maju,tuhan dan agama sudah mulai ditolak,walaupun keadaan di negara maju itu malah mencerminkan kondisi ideal dari suatu kehidupan

Valmighty
01-07-2008, 12:36 PM
Definisi mengenai aspek-aspek IQ juga masih beda-beda kan?

Sebenarnya tidak banyak ada definisi yang fix tentang konsep psikologis.
Yang ada adalah definisi versi siapa dan kesimpulan dari berbagai versi.

Yang buat skripsi psikologi pasti ngalami.

But as you've said,
Skripsi is like septic tank.

I agree in that to some point.

Hahahaaa...
wah kalo yg itu namanya kebenaran absolut :D

xnuckingfutsx
01-07-2008, 03:19 PM
gini lho pak,
anggep aja si A ini bukan/belom teis maupun ateis.

kemudian dia nanya ama si B, "eh petir itu apa sih?"
si B jawab "oh itu zeus lagi marah"

kalo si A ini IQ nya tinggi, apakah dia akan puas dengan jawaban itu?
atokah dia akan mencari lagi sebenernya apa sih petir itu?

dan hasil dari pencarian itu dalam konteks tuhan itu bisa ga sama kan? bisa aja si A (dengan IQ tingginya itu) setelah pencarian bertahun2 ternyata menyimpulkan bahwa tuhan itu ada, atau bisa juga berkesimpulan sebaliknya, dan yang membedakan pada akhirnya yaitu keinginan dia untuk percaya atau keinginan untuk ga percaya. ::bart::

red_pr!nce
01-07-2008, 05:16 PM
@TS
bener juga sih.gua sempet kenal seorang profesor(katanya sih pinter banget) yg juga psikiater di sebuah rumah sakit jiwa,pernah ngobrol bentar & entah kenapa malah jadi nyinggung2 agama ato Tuhan gitu,trus si profesor jadi menghindar gitu & berusaha ngebelokin topik,sempet juga dia keceplosan ngomong klo dia ga percaya Tuhan.

sayang. di indonesia, kalau ada orang yang bilang ga percaya Tuhan, pasti dicap negatif - meskipun pintar. ::ngakak2::

Knight_Survive
01-07-2008, 06:24 PM
nampaknya gw udah mulai meragukan keberadaan Yang Di Atas...

sebenarnya sih dlm pikiran setiap orang pasti bertanya-tanya apa Tuhan itu memang ada?? karena Tuhan tidak kelihatan oleh mata. pas masih kecil e polos aja gw selalu dibilangin kalo Tuhan ada di atas, tapi diatas mana yach???

memang wajar kalo makin pintar, makin merasa isi dari kitab suci itu ataupun sesuatu yg gaib dianggap seperti cerita fiksi aja

earthbender
01-07-2008, 06:38 PM
lol perilakunya ck ck ck :D
untung orang2 berIQ tinggi gak berharap agar orang2 IQ rendah mati semua saking gobloknya ::oops::

::hohoho::

pengalaman pribadi boss..punya temen pinternya minta ampun tapi pelit bagi-bagi ilmu..

PERXEPONE
01-07-2008, 07:25 PM
nampaknya gw udah mulai meragukan keberadaan Yang Di Atas...

sebenarnya sih dlm pikiran setiap orang pasti bertanya-tanya apa Tuhan itu memang ada?

ada kok.lagi main game strategi. kita karakternya. dunianya namanya Earth.karakternya terdiri dari sekian milyar manusia, dengan skill, manna, duit nya sndiri2.
:D

::hohoho::

pengalaman pribadi boss..punya temen pinternya minta ampun tapi pelit bagi-bagi ilmu..

emangnya jadi pinter gampang? terang aja dy pelit bagi2 ilmu ::grrr::

earthbender
01-07-2008, 08:09 PM
emang iya, tapi bukan untuk membanggakan diri kan kalo jadi orang pinter?

contoh kasusnya.. lo ngga tau tentang suatu hal yang tau cuma tu orang yang pinter, otomatis lo nanya dong sama yang tau. Nah kalo tu yang pinter ngga mau ngasih tau, kapan yang goblok bisa ngerti.. bukannya ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diamalkan.. :D

Casanova Love
01-07-2008, 08:50 PM
Yang lebih nyebelin adalah orang yang merasa ngerti sesuatu (merasa pintar),
Lalu menjelaskan dengan bahasa njelimet agar terlihat pintar sehingga orang lain ga ngerti,
Kemudian nyalahin orang yang ga ngerti tersebut karena kebodohannya yang tidak mengerti.

Rada OOT dikit yee...

Realta Nua
01-07-2008, 09:56 PM
dan hasil dari pencarian itu dalam konteks tuhan itu bisa ga sama kan? bisa aja si A (dengan IQ tingginya itu) setelah pencarian bertahun2 ternyata menyimpulkan bahwa tuhan itu ada, atau bisa juga berkesimpulan sebaliknya, dan yang membedakan pada akhirnya yaitu keinginan dia untuk percaya atau keinginan untuk ga percaya. ::bart::

Menyimpulkan tuhan itu ad ga butuh pke IQ sama skali..
dan seiring dia mencari keberadaan tuhan , semakin sulit dia percaya.. coz di dunia ini ga ad bukti absolut bahwa tuhan itu ada..

::hohoho::

pengalaman pribadi boss..punya temen pinternya minta ampun tapi pelit bagi-bagi ilmu..

Itu mah emg sifat nya aj yg jelek ::grrr::
Emg smua org pinter pasti plit?

gracielo
01-07-2008, 09:56 PM
Tapi jika pada awalnya dia beragama,
Lalu kemudian menjadi atheis,
Ini baru kasus yang saya kemukakan.

1. Bisa jadi dia menggunakan logika sehingga tidak bisa menerima konsep Tuhan - yang mana menurut saya ini sangat jarang.
2. Bisa jadi dia melihat ketidak-idealan antara konsep Tuhan dengan praktek kehidupan nyata - yang mana menurut saya ini lebih banyak terjadi.


dan kliatan anda gak nyadar, jika anda nanya atheis di skitar kg sini aja, g brani bilang kbanyakan itu justru termasuk no 1 yg anda bilang sangat jarang itu...dan jujur lg, bknnya yg trmsk no 2 tp pura2 jd no 1 gt...ripley's believe it or not? :D

earthbender
01-07-2008, 10:04 PM
Itu mah emg sifat nya aj yg jelek ::grrr::
Emg smua org pinter pasti plit?

pasti adalah beberapa tujuannya supaya ya itu terlihat pintar di depan yang lainnya.. takut ngasih tau yang ngga bisa takutnya ntar dia kalah bersaing.. what the.. coba dulu sekolah gw ngga banyak peraturan aneh-aneh, udah gw timpuk BALOK tuh anaknya.. padahal dah dikasih tau ma guru supaya sekelompok sama yang laen yang ngga ngerti sama sekali saat itu.. gw cuma bisa ngeliat tingkahnya yang jijik gabung sama anak-anak yang kurang pinter..

PERXEPONE
01-07-2008, 10:13 PM
kalo pake acara 'jijik', timpuk aja, ben ;D

Xetto skywalker
01-07-2008, 11:15 PM
sbenernya kalo eq,iq,sq,esq dll emang debatable koq. n lagi2 tradisinya ilmu psikologi emang gitu, yaitu lebih mo ngeliatnya gmn?

ilmu psikoanalisis turunan the freud emang semua orang percaya? bisa aja itu cuma akal2an freud juga kan ? lha orang ngga ada dasar ilmiahnya juga koq. dia cuma memaparkan opini dia mengenao complex2 yg terjadi pada manusia dll.

carl rogers dari aliran humanistik, belom tentu dia percaya ada sesuatu yg dinamakan defense mechanism. sebaliknya freud juga blom tentu percaya kalo manusia itu dilahrikan baik dan ia bebas memilih mau menjadikan dirinya seperti apa.

emang psikologi ngga bisa dibandingin sama fisika sih, di mana semuanya kelihatan, bisa diuji secara empiris, klo ngga terjadi yang berarti ngga ada, dan tangibilitynya tinggi.

yannecantik
02-07-2008, 12:28 AM
well, psikologi (dan ilmu2 sosial lainnya) bisa dibilang pseudoscience sih. abis emang ga ilmiah ;D
meskipun udah susah payah dibikin supaya lebih ilmiah ;D

*alamat kena timpuk anak2 psikologi*

Valmighty
02-07-2008, 11:13 AM
emang iya, tapi bukan untuk membanggakan diri kan kalo jadi orang pinter?

contoh kasusnya.. lo ngga tau tentang suatu hal yang tau cuma tu orang yang pinter, otomatis lo nanya dong sama yang tau. Nah kalo tu yang pinter ngga mau ngasih tau, kapan yang goblok bisa ngerti.. bukannya ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diamalkan.. :D
bangga donk. untuk jadi pinter itu butuh kerja keras bertahun2. memusuhi orang sombong adalah salah 1 dogma agama.

bukan kapan yg goblok bisa ngerti. tapi rata2 orang goblok tuh mau singkatnya aja, ini yg bikin kesel.
contoh di forum elektronik ada thread LCD TV, si epsilonx udah riset n ngasih tau secara lengkap apa aja yg bedain kualitas LCD, gimana cara pilihnya, dll dll, lengkap banget dah, biar yg baca bisa ngerti sendiri n kagak ketipu ama penjual, dan bisa mengambil kesimpulan sendiri mana LCD TV yg bisa dibilang bagus ato jelek. tapi banyak yg masuk ke sana cuma nanya "LCD TV yg bagus apa ya?"
dan hasil dari pencarian itu dalam konteks tuhan itu bisa ga sama kan? bisa aja si A (dengan IQ tingginya itu) setelah pencarian bertahun2 ternyata menyimpulkan bahwa tuhan itu ada, atau bisa juga berkesimpulan sebaliknya, dan yang membedakan pada akhirnya yaitu keinginan dia untuk percaya atau keinginan untuk ga percaya. ::bart::
kalo nyokap bilang kalung dia ilang di kamar lo, terus elo cari di kamar elo sampe lo obrak abrik semuanya sampe bersihhh...
kalo ketemu ya berarti kalung nyokap ada, kalo gak ketemu ya berarti kalung nyokap gak ada.
INGIN PERCAYA/INGIN TIDAK PERCAYA bahwa kalung nyokap ada di kamar lo tidak mengubah fakta bahwa kalung nyokap ada/tidak ada di situ.
dan kliatan anda gak nyadar, jika anda nanya atheis di skitar kg sini aja, g brani bilang kbanyakan itu justru termasuk no 1 yg anda bilang sangat jarang itu...dan jujur lg, bknnya yg trmsk no 2 tp pura2 jd no 1 gt...ripley's believe it or not?
kalo kecewa dengan kehidupan sih gw rasa enggak. orang yg kecewa dengan hidup menurut gw jadi pembenci tuhan, tapi deed down inside masih percaya n berharap. kyk cerita mr shyamalan's the sign.
kalo kecewa dengan konsep tuhan, YA IYA LAH, masa ya iya donk ;D

kalo gw nanya petir itu apa? dijawab zeus lagi marah. wuiihh gw sih kecewa berat. apakah ada yg gak kecewa dijawab gitu? :D

Casanova Love
02-07-2008, 12:22 PM
dan kliatan anda gak nyadar, jika anda nanya atheis di skitar kg sini aja, g brani bilang kbanyakan itu justru termasuk no 1 yg anda bilang sangat jarang itu...dan jujur lg, bknnya yg trmsk no 2 tp pura2 jd no 1 gt...ripley's believe it or not?

kalo kecewa dengan kehidupan sih gw rasa enggak. orang yg kecewa dengan hidup menurut gw jadi pembenci tuhan, tapi deed down inside masih percaya n berharap. kyk cerita mr shyamalan's the sign.
kalo kecewa dengan konsep tuhan, YA IYA LAH, masa ya iya donk

Oke.
I appreciate all your perspectives.

Saya bisa saja salah kok.
Namanya juga manusia.

Yang penting adalah argumennya.

*****

Nah,
Saya membedakan antara 'proses rasionalisasi' yang biasanya membuahkan outcome dengan 'titik awal penyebab' suatu perubahan pandangan.

Yang saya bahas adalah proses seorang yang tadinya beragama menjadi atheis.

Titik awal penyebab bisa jadi beda dengan proses rasionalisasinya (tapi bisa juga sama).

Meminjam istilah psikoanalisis,
Proses rasionalisasi adalah proses dimana orang berusaha menguraikan suatu alasan / kejadian / akibat dalam penjelasan yang lebih bisa diterima lingkungan sosial (bahasa saya sendiri).

Misal,
Si cowo mutusin si cewe karena udah bosan.

Rasionalisasi si cewe :
Gua ama dia emang udah ga ada kecocokan.
Dia punya keinginan dan tujuan yang beda dari gue.
Karena itu gue ga mau ngalangin masa depannya so gue terima aja keinginan tuh cowo buat mutusin gue.

Inti rasionalisasinya adalah :
Ini demi kebaikan si cowo.

Tujuan rasionalisasi :
Meyakinkan diri dan orang lain bahwa kejadian ini bertujuan baik dan tidak terhindarkan.
Mengurasi rasa malu karena mengalami penolakan.

Di sini kita lihat ada 2 sisi :

1. Titik penyebab
Kebosanan
2. Proses rasionalisasi
Demi kebaikan semua pihak

*****

Pertanyaan kritisnya adalah :

Kenapa seorang beragama banting setir menjadi atheis?

Apakah yang menjadi titik awal penyebabnya.
Lalu apakah titik awal penyebab ini sama dengan rasionalisasinya?

Nah,
Saya berpendapat 'disappointment of life's fact' adalah titik awal penyebabnya.

Namun ini belum pernah saya teliti.
Mungkin ada yang mau menelitinya?
Tapi bukan buat skripsi - karena adalah pseudoproblem.

Semoga memberkati...

Casanova Love
02-07-2008, 12:31 PM
ilmu psikoanalisis turunan the freud emang semua orang percaya? bisa aja itu cuma akal2an freud juga kan ? lha orang ngga ada dasar ilmiahnya juga koq. dia cuma memaparkan opini dia mengenao complex2 yg terjadi pada manusia dll.

Sebenarnya saya dari dulu heran...

Was he that genious?
Mendesain pendekatan yang kurang empirik tapi faktanya applicable.

Atau dia hanya mereka-reka suatu teori,
Tapi secara kebetulan bisa diaplikasikan.

Sampai sekarang saya masih heran gimana Freud bisa dapet insight-nya.

xnuckingfutsx
02-07-2008, 06:24 PM
ada kok.lagi main game strategi. kita karakternya. dunianya namanya Earth.karakternya terdiri dari sekian milyar manusia, dengan skill, manna, duit nya sndiri2.
:D



emangnya jadi pinter gampang? terang aja dy pelit bagi2 ilmu ::grrr::
bukannya kalo bagi2 ilmu itu kita malah tambah pinter?

emang sih bukan berarti kasih contekan pas ujian, tapi kalo ada yang minta penjelasan ttg sesuatu and kita bisa, kenapa juga ga bagi2 ilmunya, ilmu ga akan habis dibagiin, emangnya duit ::hihi::

gracielo
02-07-2008, 07:27 PM
Pertanyaan kritisnya adalah :

Kenapa seorang beragama banting setir menjadi atheis?

Apakah yang menjadi titik awal penyebabnya.
Lalu apakah titik awal penyebab ini sama dengan rasionalisasinya?

Nah,
Saya berpendapat 'disappointment of life's fact' adalah titik awal penyebabnya.


g justru tertarik ama jenis org yg spt itu neh...kekecewaan spt apa yg dialami ampe musti desperate gitu...krn spt val bilang, klo kecewa pada tuhan atas hidupnya sech itu msh blm ateis, tp teis yg membenci tuhan... :D


sbnrnya gak cman scientist, profesi2 spt dokter, pengacara jg cenderung bgitu...krn profesi mrk menuntut mrk utk pemikiran rasional jg, membuat kepercayaan terhadap tuhan menjadi tidak penting lg...

misal seorg anak msk rs, trus ortunya nanya ama dokter, dok, gmana kondisi anakku? trus dokternya ngjawab, biarlah tuhan yg menentukan, smoga tuhan memberkati...pasti dilempar tuh dokter kluar dr rs... :D

Realta Nua
02-07-2008, 07:32 PM
pasti adalah beberapa tujuannya supaya ya itu terlihat pintar di depan yang lainnya.. takut ngasih tau yang ngga bisa takutnya ntar dia kalah bersaing.. what the.. coba dulu sekolah gw ngga banyak peraturan aneh-aneh, udah gw timpuk BALOK tuh anaknya.. padahal dah dikasih tau ma guru supaya sekelompok sama yang laen yang ngga ngerti sama sekali saat itu.. gw cuma bisa ngeliat tingkahnya yang jijik gabung sama anak-anak yang kurang pinter..

Itu brarti pure sifatnya jelek, bkn gara2 IQ tinggi ;D

earthbender
02-07-2008, 07:39 PM
karena dia berIQ tinggi jadi sombong.. coba kalo ngga.. apa yang bisa dibanggain dari diri dia sendiri..

red_pr!nce
02-07-2008, 07:40 PM
misal seorg anak msk rs, trus ortunya nanya ama dokter, dok, gmana kondisi anakku? trus dokternya ngjawab, biarlah tuhan yg menentukan, smoga tuhan memberkati...pasti dilempar tuh dokter kluar dr rs... :D

biarlah tuhan yang menentukan hidupnya, tapi duit juga yang menentukan nyawanya. ::ngakak2::

jegan2000
02-07-2008, 11:33 PM
::hohoho::

pengalaman pribadi boss..punya temen pinternya minta ampun tapi pelit bagi-bagi ilmu..

mungkin ilmu yg lu minta itu mang sulit kali untuk dijelasin/diajarin gitu aja alias harus ngerti sendiri klo mau bisa.namanya ilmu kan ga musti ngemis2 dari orang laen alias bisa cari sendiri.gua sendiri klo bagi ilmu juga ngeliat orangnya dulu,klo orangnya tipe2 males/ga mau usaha(maunya instan melulu) biasanya ga gua kasih.klo gua lagi murah hati juga palingan gua kasih 'clue' aja trus dia suruh figure out sendiri.

bukannya sombong ya,tp dr pengalaman soalnya klo kebanyakan bagi ilmu malah dikejar-kejar mulu setiap pd butuh ilmu yg gua punya,blom lagi suka ada yg ga tau terima kasih & bermuka dua.klo bicara IQ sih malah IQ gua ga bisa dibilang tinggi,gua bisa punya ilmu krn usaha aja(bukan pinter dr sononya).

yannecantik
03-07-2008, 01:01 AM
Pertanyaan kritisnya adalah :

Kenapa seorang beragama banting setir menjadi atheis?

Apakah yang menjadi titik awal penyebabnya.
Lalu apakah titik awal penyebab ini sama dengan rasionalisasinya?

Nah,
Saya berpendapat 'disappointment of life's fact' adalah titik awal penyebabnya.

Namun ini belum pernah saya teliti.
Mungkin ada yang mau menelitinya?
Tapi bukan buat skripsi - karena adalah pseudoproblem.

Semoga memberkati...

gw dulu beragama. bener2 antusias gw sama agama.
sampe gw ngerasa klo ritual2 agama itu do not make any sense at all!

Valmighty
03-07-2008, 01:37 AM
karena dia berIQ tinggi jadi sombong.. coba kalo ngga.. apa yang bisa dibanggain dari diri dia sendiri..
so, jadi orang harus bego gitu?
kesimpulannya, jadilah manusia yg bego, miskin, jelek, cacat, dan gagal. karena setiap kemampuan bisa berpotensi menjadi kesombongan.

icchan317
03-07-2008, 03:11 AM
oh no ::grrr::, iq gw termasuk sangat cerdas, berarti ada kecenderungan ateis? untungnya gw selama ini masih bisa shalat dll, apalagi abis lihat pemakaman mbah kos gw, padahal rasanya baru kmrn ngobrol. its really make me realize that there are some god power in this worlds

jegan2000
03-07-2008, 08:21 AM
so, jadi orang harus bego gitu?
kesimpulannya, jadilah manusia yg bego, miskin, jelek, cacat, dan gagal. karena setiap kemampuan bisa berpotensi menjadi kesombongan.

setuju,ga semua orang berIQ tinggi itu sombong kok,malah biasanya orang2 kayak gitu jd sombong krn cara lingkungan memperlakukan mereka.klo ada yg sombongnya kebangetan sih mungkin krn dia udah ngerasa pinter jadinya ga usaha sama sekali(ga mengembangkan diri).bahkan orang2 yg kita kenal IQnya tinggi itu mungkin juga pernah ngalamin kegagalan dlm hidupnya(kitanya aja yg ga tau & menilai secara subjektif).

jegan2000
03-07-2008, 08:40 AM
pasti adalah beberapa tujuannya supaya ya itu terlihat pintar di depan yang lainnya.. takut ngasih tau yang ngga bisa takutnya ntar dia kalah bersaing.. what the.. coba dulu sekolah gw ngga banyak peraturan aneh-aneh, udah gw timpuk BALOK tuh anaknya.. padahal dah dikasih tau ma guru supaya sekelompok sama yang laen yang ngga ngerti sama sekali saat itu.. gw cuma bisa ngeliat tingkahnya yang jijik gabung sama anak-anak yang kurang pinter..

ga sesimple itu masalahnya,ketimbang mikir yg jelek2 ttg orang lain gitu knapa ga lu tanya aja ke orangnya(dgn baik2 tentunya) knapa dia ga mau bagi2 ilmunya??again,knapa musti ngarep ama orang berIQ tinggi itu utk dptin suatu ilmu??ga ada orang lain lagi apa yg bisa diminta bantuan??klo mang ga ada ya terpaksa cobain yg namanya 'belajar otodidak'.

Realta Nua
03-07-2008, 09:24 AM
oh no ::grrr::, iq gw termasuk sangat cerdas, berarti ada kecenderungan ateis? untungnya gw selama ini masih bisa shalat dll, apalagi abis lihat pemakaman mbah kos gw, padahal rasanya baru kmrn ngobrol. its really make me realize that there are some god power in this worlds

Ga harus, ini hanya asumsi doank koq
tergantung kepercayaan n cara pikir bro semuanya ;D

karena dia berIQ tinggi jadi sombong.. coba kalo ngga.. apa yang bisa dibanggain dari diri dia sendiri..

Makanya gw bilang, itu emg sifat dia yang jelek

coba dia orgnya emg dri pertama nya baik, pinter jg nolong org koq ;D

jadi inget grup belajar kelompok gw yg 3 orgnya top 5 skul, sisanya bottom 5 ;D

Fine2 aja tuh ;p

choliz
03-07-2008, 09:56 AM
ini kisah nyata, temennya temen gw, kuliah di universitas yang berinisial UGM jurusan filsafat.
pas SMA dy gemar ngaji, tapi sekarang atheis..

Realta Nua
03-07-2008, 10:02 AM
ini kisah nyata, temennya temen gw, kuliah di universitas yang berinisial UGM jurusan filsafat.
pas SMA dy gemar ngaji, tapi sekarang atheis..

IQ dia brp? ;D
ada hubungan ama jurusan filsafat nya ga, yang menuntut dia berpikir terus secara logis?

Valmighty
03-07-2008, 02:44 PM
ini di inggris: http://www.timeshighereducation.co.uk/story.asp?sectioncode=26&storycode=402381
68.5% populasi di inggris adalah relijius, tapi hanya 3.3% pada IQ tinggi yg percaya tuhan.

ini di amrik: http://kspark.kaist.ac.kr/jesus/intelligence%20&%20religion.htm
lebih parah lagi, amerika adalah negara maju dengan populasi relijius terbesar di dunia.

itu cuma dari IQ.
dari kriminalitas? lebih parah lagi (lihat link di bawah)

bangga? bangga donk :D
sombong? trus kenapa? :D
karena dia berIQ tinggi jadi sombong.. coba kalo ngga.. apa yang bisa dibanggain dari diri dia sendiri..
kesombongan itu mungkin dosa, tapi bukan kriminal. secara psikologis, orang relijius mungkin lebih takut untuk berbuat dosa daripada berbuat kriminal, dan akibatnya lebih memilih untuk tidak mematuhi hukum manusia daripada hukum agama. http://www.adherents.com/misc/adh_prison.html#altformat
populasi ateis di amerika adalah 5-10%, tapi di populasi penjara di sana hanya 0,2%
"Out of convicted rapists, 57% admitted to reading pornography. 95% admitted to reading the Bible."

hal ini juga menunjukkan bahwa ateis lebih punya kesadaran untuk membedakan antara baik dan buruk. menilik pembahasan sebelumnya tentang kekecewaan terhadap kehidupan, apakah orang yg lebih punya self awarness dan conscience itu adalah orang yg kecewa dengan hidupnya? ;)

Casanova Love
03-07-2008, 04:30 PM
hal ini juga menunjukkan bahwa ateis lebih punya kesadaran untuk membedakan antara baik dan buruk. menilik pembahasan sebelumnya tentang kekecewaan terhadap kehidupan, apakah orang yg lebih punya self awarness dan conscience itu adalah orang yg kecewa dengan hidupnya?

Pertanyaannya khan gini :
Apakah orang yg lebih punya self awarness dan conscience itu adalah orang yg kecewa dengan hidupnya?

Coba saya tukar pertanyaannya :
Apakah orang yang puas dengan hidupnya akan lebih mempunyai self awarness dan conscience?

Pertanyaan lain :
Apakah orang yang puas dengan hidupnya akan kurang mempunyai self awarness dan conscience?

Yang terakhir :
Apakah orang yang kecewa dengan hidupnya akan kurang mempunyai self awarness dan conscience?

Coba siapapun boleh menjawab pertanyaan itu satu persatu,

Pilihannya ada 3 :
Ya
Tidak
Tidak bisa dipastikan.

Mari...

Casanova Love
03-07-2008, 04:39 PM
Kita harus hati-hati dengan statistik.

Misal :

Maraknya penjualan VCD porno berbanding lurus dengan meningkatnya tindak kriminal pencabulan pada tahun 2007.

Pertanyaan :
1. Berapa banyak orang yang menonton VCD porno?
2. Berapa banyak di antara jumlah orang di atas yang melakukan tindak kriminal pencabulan?

Jika begitu,
Apakah VCD porno memang faktor utama dan langsung yang menyebabkan percabulan?
Atau ada faktor lain?

Hampir semua kejadian tawuran pelajar terjadi di siang hari.

Pertanyaan :
Walau korelasional, tapi sejauh manakah sinar matahari menjadi penyebab terjadinya tawuran?

*****

Rada OOT, mohon maap...
Semoga memberkati...

davidsetiabudi
03-07-2008, 05:40 PM
Kalau fendafet gue yang masih cetek IQnya...
(saya balik kisah orang IQ tinggi diatas)

APAKAH ANDA ORANG-ORANG YANG BERIMAN, TAKUT... KALAU DIRI ANDA SEMAKIN PINTAR, ANDA MAKIN TIDAK PERCAYA TUHAN?

Jangan takut! Jangan ragu!
Kita percaya bahwa Tuhan itu ADA! Tuhan yang menciptakan kita IQ!
Mana mungkin Dia ingin kita BODOH untuk tidak percaya lagi padaNya!

Kalau TUHAN ITU BENAR-BENAR REAL dan ADA.
Justru kita akan MAKIN MENEMUKAN DIA.

Kalau dalam agama saya, malah justru ditantang dan diajak:
Yesus : "CARILAH DULU KERAJAAN ALLAH DAN KEBENARNANNYA,
MAKA SEMUA AKAN DITAMBAHKANNYA KEPADAMU!"
Benar atau ga? Buktikan!

Orang yang tinggi IQ atau Atheist yang pengennya bukti MELIHAT/MEMEGANG BARU PERCAYA,
jg akan makin menyadari selain kelima indra yang ada,
ada De Ja Vu, Black Magics, keanehan2 meids, dll yang tidak dapat dibuktikan...

Dari situ mereka tahu "something is out there",
Later ..... mereka menemukan..... "AAAAND... The GREATEST IS............."

jegan2000
03-07-2008, 07:06 PM
Kalau fendafet gue yang masih cetek IQnya...
(saya balik kisah orang IQ tinggi diatas)

APAKAH ANDA ORANG-ORANG YANG BERIMAN, TAKUT... KALAU DIRI ANDA SEMAKIN PINTAR, ANDA MAKIN TIDAK PERCAYA TUHAN?

Jangan takut! Jangan ragu!
Kita percaya bahwa Tuhan itu ADA! Tuhan yang menciptakan kita IQ!
Mana mungkin Dia ingin kita BODOH untuk tidak percaya lagi padaNya!

Kalau TUHAN ITU BENAR-BENAR REAL dan ADA.
Justru kita akan MAKIN MENEMUKAN DIA.

Kalau dalam agama saya, malah justru ditantang dan diajak:
Yesus : "CARILAH DULU KERAJAAN ALLAH DAN KEBENARNANNYA,
MAKA SEMUA AKAN DITAMBAHKANNYA KEPADAMU!"
Benar atau ga? Buktikan!

Orang yang tinggi IQ atau Atheist yang pengennya bukti MELIHAT/MEMEGANG BARU PERCAYA,
jg akan makin menyadari selain kelima indra yang ada,
ada De Ja Vu, Black Magics, keanehan2 meids, dll yang tidak dapat dibuktikan...

Dari situ mereka tahu "something is out there",
Later ..... mereka menemukan..... "AAAAND... The GREATEST IS............."

^
setuju deh.gua dulu pernah coba ngikutin pola pikir orang atheis yg menggunakan logika untuk membuktikan keberadaan Tuhan,bener2 mustahil utk dibuktikan dgn logika.sampe suatu hari gua diajak ke suatu retret gereja & disana gua merasakan sendiri klo Tuhan itu ada(ga perlu logika sama sekali).intinya untuk membuktikan keberadaan Tuhan perlu perspektif yg berbeda.

Realta Nua
03-07-2008, 07:24 PM
Kalau fendafet gue yang masih cetek IQnya...
(saya balik kisah orang IQ tinggi diatas)

APAKAH ANDA ORANG-ORANG YANG BERIMAN, TAKUT... KALAU DIRI ANDA SEMAKIN PINTAR, ANDA MAKIN TIDAK PERCAYA TUHAN?

Jangan takut! Jangan ragu!
Kita percaya bahwa Tuhan itu ADA! Tuhan yang menciptakan kita IQ!
Mana mungkin Dia ingin kita BODOH untuk tidak percaya lagi padaNya!

Kalau TUHAN ITU BENAR-BENAR REAL dan ADA.
Justru kita akan MAKIN MENEMUKAN DIA.

Kalau dalam agama saya, malah justru ditantang dan diajak:
Yesus : "CARILAH DULU KERAJAAN ALLAH DAN KEBENARNANNYA,
MAKA SEMUA AKAN DITAMBAHKANNYA KEPADAMU!"
Benar atau ga? Buktikan!

Orang yang tinggi IQ atau Atheist yang pengennya bukti MELIHAT/MEMEGANG BARU PERCAYA,
jg akan makin menyadari selain kelima indra yang ada,
ada De Ja Vu, Black Magics, keanehan2 meids, dll yang tidak dapat dibuktikan...

Dari situ mereka tahu "something is out there",
Later ..... mereka menemukan..... "AAAAND... The GREATEST IS............."

Black Magic bikinan tuhan? ;D
btw, soal pembuktian.. apakah kita jg bs membuktikan bahwa fenomena aneh itu dibuat oleh tuhan?::unggg::

ded
03-07-2008, 10:10 PM
Dari situ mereka tahu "something is out there",
Later ..... mereka menemukan..... "AAAAND... The GREATEST IS............."

aliens

cthulhu

chuck norris

fsm

invisible pink unicorn

:D

red_pr!nce
03-07-2008, 11:33 PM
no. it's The Force. :D

may the Force be with you, young padawan! [meditasi]

Danie
04-07-2008, 12:20 AM
I vote for FSM. Siapa aja selain Chuck Norris.

uhmm.. kalo IQ tinggi disamain ama tingkat kritis tinggi, wajar aja kalo banyak atheisnya, karena pertanyaan yg ga bs dijawab uda kebanyakan... ;)

lightningSEEDS
04-07-2008, 10:11 AM
kesombongan itu mungkin dosa, tapi bukan kriminal. secara psikologis, orang relijius mungkin lebih takut untuk berbuat dosa daripada berbuat kriminal, dan akibatnya lebih memilih untuk tidak mematuhi hukum manusia daripada hukum agama. http://www.adherents.com/misc/adh_prison.html#altformat
populasi ateis di amerika adalah 5-10%, tapi di populasi penjara di sana hanya 0,2%

maksudnya semua perbuatan kriminal itu gak termasuk dosa?? ::hihi::

"Out of convicted rapists, 57% admitted to reading pornography. 95% admitted to reading the Bible."

Gak valid ah...pengakuan penjahat ::hihi::

hal ini juga menunjukkan bahwa ateis lebih punya kesadaran untuk membedakan antara baik dan buruk. menilik pembahasan sebelumnya tentang kekecewaan terhadap kehidupan, apakah orang yg lebih punya self awarness dan conscience itu adalah orang yg kecewa dengan hidupnya? ;)


FYI gw gak religius...cuma kalo menurut gw, either seseorang itu religius ato atheis gak mempengaruhi awareness dan moral value mereka yang bisa menghalangi untuk berbuat kriminal/dosa.

Valmighty
04-07-2008, 10:59 AM
Pertanyaannya khan gini :
Apakah orang yg lebih punya self awarness dan conscience itu adalah orang yg kecewa dengan hidupnya?

Coba saya tukar pertanyaannya :
Apakah orang yang puas dengan hidupnya akan lebih mempunyai self awarness dan conscience?

Pertanyaan lain :
Apakah orang yang puas dengan hidupnya akan kurang mempunyai self awarness dan conscience?

Yang terakhir :
Apakah orang yang kecewa dengan hidupnya akan kurang mempunyai self awarness dan conscience?

Coba siapapun boleh menjawab pertanyaan itu satu persatu,

Pilihannya ada 3 :
Ya
Tidak
Tidak bisa dipastikan.

Mari...
gw jawab jadi 1:
orang yg puas dengan hidupnya akan lebih punya kesadaran moral daripada yang tidak. itulah mengapa philantropist kebanyakan berasal dari golongan kaya, dan kriminal suka terjadi di lingkungan dan orang dengan background yg buruk.
Kita harus hati-hati dengan statistik.

Pertanyaan :
Walau korelasional, tapi sejauh manakah sinar matahari menjadi penyebab terjadinya tawuran?

*****

Rada OOT, mohon maap...
Semoga memberkati...
betul, justru itulah kenapa gw angkat post seperti itu. karena ada pernyataan "orang jadi ateis karena kecewa dengan hidupnya". dengan adanya penjelasan gw, apakah pikiran anda jadi terbuka bahwa "orang jadi ateis karena kecewa dengan hidupnya" itu tidak valid?
Kalau fendafet gue yang masih cetek IQnya...
(saya balik kisah orang IQ tinggi diatas)

APAKAH ANDA ORANG-ORANG YANG BERIMAN, TAKUT... KALAU DIRI ANDA SEMAKIN PINTAR, ANDA MAKIN TIDAK PERCAYA TUHAN?

Jangan takut! Jangan ragu!
Kita percaya bahwa Tuhan itu ADA! Tuhan yang menciptakan kita IQ!
Mana mungkin Dia ingin kita BODOH untuk tidak percaya lagi padaNya!

Kalau TUHAN ITU BENAR-BENAR REAL dan ADA.
Justru kita akan MAKIN MENEMUKAN DIA.

Kalau dalam agama saya, malah justru ditantang dan diajak:
Yesus : "CARILAH DULU KERAJAAN ALLAH DAN KEBENARNANNYA,
MAKA SEMUA AKAN DITAMBAHKANNYA KEPADAMU!"
Benar atau ga? Buktikan!

kalo tuhan bener2 real, elo akan menemukannya. kalo gak real?
coba pak david lihat contoh gw tentang kalung nyokap.
Orang yang tinggi IQ atau Atheist yang pengennya bukti MELIHAT/MEMEGANG BARU PERCAYA,
jg akan makin menyadari selain kelima indra yang ada,
ada De Ja Vu, Black Magics, keanehan2 meids, dll yang tidak dapat dibuktikan...

memang itu semua tidak dapat dibuktikan alias tidak ada. hanya orang bodoh yg percaya ama black magic. see? korelasinya adalah orang berIQ rendah lebih percaya ama hal2 gaib.

Valmighty
04-07-2008, 11:04 AM
maksudnya semua perbuatan kriminal itu gak termasuk dosa?? ::hihi::
tidak, tapi beririsan.
misalnya nerobos lampu merah itu perbuatan buruk, tapi tidak dosa.
melarang seseorang keluar dari agamanya, ini kriminal, tapi tidak dosa.
kluar dari agama, ini dosa, tapi bukan kriminal.

makanya orang lebih takut makan babi daripada nerobos lampu merah, pernah menemui teman yg seperti ini? ;)
Gak valid ah...pengakuan penjahat ::hihi::
emang gak ada korelasi nya koq. gw cuman ngequote itu agar hal2 yg tidak ada korelasinya jangan dihubung2kan, misalnya kekecewaan dengan ketidak percayaan.
FYI gw gak religius...cuma kalo menurut gw, either seseorang itu religius ato atheis gak mempengaruhi awareness dan moral value mereka yang bisa menghalangi untuk berbuat kriminal/dosa.
mempengaruhi pak.

orang relijius lebih berpegang pada nilai agama/ketuhanan, sedangkan yg tidak relijius lebih berpegang pada nilai sekuler/kemanusiaan.tidak jarang kedua nilai ini berseberangan. makanya ada yg namanya bentrokan nilai.

Casanova Love
04-07-2008, 11:55 AM
betul, justru itulah kenapa gw angkat post seperti itu. karena ada pernyataan "orang jadi ateis karena kecewa dengan hidupnya". dengan adanya penjelasan gw, apakah pikiran anda jadi terbuka bahwa "orang jadi ateis karena kecewa dengan hidupnya" itu tidak valid?

Lagipula pernyataan saya adalah opini pribadi kok.
It's not about validity on research, but argument.

Btw,
I dont think I ever said that a man become atheis because they 'kecewa dengan hidupnya'.
Please check my statements again.

Bukan kecewa dengan hidupnya (dalam artian sempit),
Tapi kecewa karena ketidak-cocokan antara fakta realita hidup dengan idealisme yang diusung agama ber-Tuhan.

Hmmm,
Valmighty,
Are you an atheist?
Agar diskusi kita bisa lebih menarik?

Xetto skywalker
04-07-2008, 01:15 PM
back to judul.
mending dibuat penelitian aja nih. biar jelas semuanya. klo faktanya udah jelas, kita bisa sama2 ngeliatkan tuh yg bener gmn.

klo mnurut gw sih, ngga semua yg IQ tinggi (gw sbenernya lebih prefer nyebut cerdas ato pinter drpada iq tinggi) makin mendekat ke atheis, dan di sisi lain, orang bego klo mo atheis ya atheis aja.

tapi apakah kedua hal tersebut berkorelasi ? menurut gw secara kasat mata YA. tapi gw ngga tau signifikansinya. Segitunyakah sampe kesimpulan tsb bisa diambil ? SO, sekali lagi permalasahan tersebut harus diselesaikan dengan diadakan penelitian.

Tapi bener lho, jalan pemikiran orang yg sebenernya kita anggap logis blom tentu berjalan kaya gitu sbelom bener2 kita buktiin (dengan penelitian tentunya).
contoh:temen gw pernah buat penelitian skripsi yg masalahnya kurang lebih apakah siswa SMA yg milih sekolahnya di sekolah kejuruan (SMK,SMEA,STM dll), udah lebih tau dan ngerti akan jadi apa mereka nanti (profesi) atau mau nerusin kuliah dmn?"

secara sekilas gw mikirnya "yaiyalah, mereka lebih tau mo jadi apa, toh dari sekarang mereka udah memutuskan arahnya gitu loh.." tapi ternyata.. hasil penelitian membuktikan lain. ternyata anak sekolah menengah kejuruan sama bingungnya sama anak SMU mengenai masa depan mereka mo jadi apa. just a contoh though..

choliz
04-07-2008, 04:50 PM
IQ dia brp? ;D
ada hubungan ama jurusan filsafat nya ga, yang menuntut dia berpikir terus secara logis?

wah, kalo IQ gak ngerti tu..
tapi sepertinya berpikir tentang eksistensi yang membuat dia begitu

davidsetiabudi
04-07-2008, 04:55 PM
Black Magic bikinan tuhan?
btw, soal pembuktian.. apakah kita jg bs membuktikan bahwa fenomena aneh itu dibuat oleh tuhan?

Bukan!
Black Magic adalah dari SISI KEGELAPAN = Iblis

Roh tidak bisa "GAMPANG DILIHAT", Atheist (banyakan?) tidak percaya adanya Roh.
Saat Atheist melihat Ada BLACK MAGIC, ROH2 JAHAT, mereka percaya "Sesuatu ada di luar mereka"

IMAN :
Roh Jahat = LEVEL LEBIH RENDAH daripada ROH TUHAN YANG AGUNG.
Roh ini lebih gampang dilihat. Roh Tuhan terlalu agung untuk dilihat gampang karena manusia penuh dosa
Sisi Iman ini gak bakalan dianggap oleh Atheist.

LOGIKA:Saat menemukan Roh jahat, manusia atheist akan berpikir "Ah ada toh ROH, tapi ini yang JAHAT. Katanya orang Theist, ada yang BAIK.... LEBIH BERKUASA.... tapi apa benar? Setan sih gue percaya ada... tapi Tuhan gue ga pernah lihat..."

At least disini Atheist percaya ada ROH meski yang JAHAT.
KALO DIA MAKIN PINTAR(bukan yang sok pintar/ nanggung pintarnya), akan makin MENEMUKAN TUHAN "KERAJAAN ALLAH"


TAPI menurut aye:
ADALAH TIDAK KEREN kalo harus melihat setan dulu, baru PERCAYA ADA TUHAN
Berarti orang atheist tsb harus kenal,bersekutu dengan gituan, cuma untuk menemukan jawaban "WOOOH ADA ROH tho"
Najis Geblek!

Yesus tidak cuma bisanya mengajak orang percaya/beriman untuk lebih dekat denganNya/ nantangin kaum tidak percaya untuk membuktikan ADA TIDAK ALLAH itu dengan mengatakan:
"CARILAH DULU KERAJAAN ALLAH DAN KEBENARNANNYA,MAKA SEMUA AKAN DITAMBAHKANNYA KEPADAMU!"
Lhah kalo gitu apa untungnya yang beriman duluan, dibanding yang kagak, meski keduanya dikasihi?

Karena itu Yesus mengatakan :"Berbahagialah orang yang percaya, meski tidak melihat."
Why?Kenafe?
Kalo cuman untuk dapat bukti dengan melihat "Wooh ada Roh tho...", kadang kaum sesat Black Magic akan
membukakan MATA HATI anda dan mata anda dapat melihat SETAN. Tetapi itu ga bisa DITUTUP lagi.
Selamanya anda melihat DUA DUNIA (roh dan manusia).Anda akan tampak seperti orang aneh, karena orang
normal tidak bisa melihatnya, atau pas anda tidur, anda melihat jelas roh2 kelas rendahan tsb.

gracielo
04-07-2008, 04:58 PM
imo, sbnrnya relevansinya pada pemikiran kritis, seorg yg berpikir kritis gak mungkin pecaya sesuatu bgitu aja tanpa mencari tau hal2 yg berhubungan ama sesuatu tsb, baik iq tinggi maupun rendah...hanya saja krn org yg ber-iq tinggi emang cenderung lbh berpikir kritis dibanding yg rendah, bgitu aja...jd klo ada yg mo bilang iyaaa berarti gak smua yg ber-iq tinggi bgitu, iya jelas, emang gak mungkin smuanya, emangnya ilmu pasti?......spt judul, banyak, bkn smua...

kmudian pendidikan...smakin tinggi pendidikan, jg smakin mendorong seseorg utk berpikiran kritis, jd org yg berpendidikan tinggi jg cenderung tidak mementingkan keberadaan tuhan (klo gak mo bilang tidak percaya sama skali)...ini jg menjelaskan mengapa tiap kali ada rusuh yg ngikut tuh pada preman2 otak dengkul ato pendidikan rendah, krn mrk tidak bisa berpikir kritis, taunya maen hantam dulu......

jd, mnurut g point-nya lbh pada pemikiran kritis gitu......



Bukan kecewa dengan hidupnya (dalam artian sempit),
Tapi kecewa karena ketidak-cocokan antara fakta realita hidup dengan idealisme yang diusung agama ber-Tuhan.


bknnya udah dibilang? itu cth jenis theis yg membenci tuhan, kecewa ama tuhan, kecewa ama agama, dll...nevertheless, still theis...

klo atheis itu simply tidak percaya, ato blm percaya adanya tuhan, titik. so, krn tuhan aja gak exist, drmn kekecewaan thd tuhan, thd idealisme yg diusung agama bertuhan?

and now i'm curious, idealisme spt apa seh yg diusung oleh agama bertuhan? bisa ksh cthnya gak?

Valmighty
04-07-2008, 05:09 PM
Saat Atheist melihat Ada BLACK MAGIC, ROH2 JAHAT, mereka percaya "Sesuatu ada di luar mereka"
siapa? tempat paling angker, dukun santet, dll, udah dijabanin, tapi gw dan temen2 skeptis gw gak melihat tuh adanya black magic ato roh2 jahat :D

pak david pede sekali ya mengeluarkan statement yang dasarnya diragukan :D
Valmighty,
Are you an atheist?
iyup.
Karena itu Yesus mengatakan :"Berbahagialah orang yang percaya, meski tidak melihat."
itulah kenapa namanya iman.
iman = percaya tanpa perlu melihat
kebenaran = melihat tanpa perlu percaya
karena itu saya mengatakan "berbahagialan orang yg melihat, meski tidak percaya"
Tapi bener lho, jalan pemikiran orang yg sebenernya kita anggap logis blom tentu berjalan kaya gitu sbelom bener2 kita buktiin (dengan penelitian tentunya).
contoh:temen gw pernah buat penelitian skripsi yg masalahnya kurang lebih apakah siswa SMA yg milih sekolahnya di sekolah kejuruan (SMK,SMEA,STM dll), udah lebih tau dan ngerti akan jadi apa mereka nanti (profesi) atau mau nerusin kuliah dmn?"

secara sekilas gw mikirnya "yaiyalah, mereka lebih tau mo jadi apa, toh dari sekarang mereka udah memutuskan arahnya gitu loh.." tapi ternyata.. hasil penelitian membuktikan lain. ternyata anak sekolah menengah kejuruan sama bingungnya sama anak SMU mengenai masa depan mereka mo jadi apa. just a contoh though..
bener.

link yg gw kasih itu survey dari bermacam2 sisi koq. ada sisi ilmuwan (dengan korelasinya dengan iman), ada sisi higher IQ, dll, baik di US (mayoritas adalah relijius) maupun di UK (kaum relijius lebih sedikit tapi masih tetap mayoritas).
ada baiknya juga kalo ada yg bisa kasih data survey di negara yg mayoritasnya adalah ateis seperti swedia.

davidsetiabudi
04-07-2008, 05:16 PM
Gue cuma berdoa, gue percaya Valmighty itu orang baek, semoga bisa menemukan Tuhan! dan bisa membuktikan bahwa Tuhan itu Nyata!

Ntar bikin kesaksian ya Val. GBU.

Valmighty
04-07-2008, 05:23 PM
lho ;D
kan gw nanya baek2 bos, siapa ateis yg udah melihat Ada BLACK MAGIC, ROH2 JAHAT dan mereka percaya "Sesuatu ada di luar mereka". tolong dijawab :D

gw sebenernya pengen melakukan penelitian tentang "kenapa anekdot di indonesia beredar sebagai suatu kebenaran", dan "kenapa orang yg percaya 1 hal, lebih mudah percaya ama hal lain", padahal bertentangan. misalnya ajaran agama dia bilang santet itu gak ada, tapi dia tetep percaya santet. tapi males boo, lo aja xet ;p

davidsetiabudi
04-07-2008, 05:53 PM
Emang gue marah Val????? Yo man, djangan sensitif gitu lho. Kalem ajah.

icchan317
04-07-2008, 06:50 PM
kadang gw juga bingung selaku muslim, di al quran disebutkan bahwa hal tersebut mussrik tapi kok banyak orang (bahkan terpelajar) masih percaya dan menggunakan macam ajimat, dan benda mistik kaya gitu.
dulu pernah ada pejabat dari jakarta datang ke rumah eyang buyut gw, padahal eyang buyut gw tinggal di desa yang bener2 desa. dia datang mau beli keris eyang gw, katanya dia dapat wangsit datang kesana. mungkin buat naiikin wibawanya kali ::hihi::

jegan2000
04-07-2008, 07:40 PM
karena itu saya mengatakan "berbahagialan orang yg melihat, meski tidak percaya"


klo utk kasus orang buta tp atheis gimana tuh :D ??kan patokannya berdasarkan apa yg bisa dilihat mata,ha ha.kesian bgt orang buta diexclude klo mau jd atheis.barangkali bisa jelasin yg lu maksud itu melihat apa??

kebenaran = melihat tanpa perlu percaya

oo jadinya orang ga perlu percaya akan kebenaran alias kebenaran itu cuman untuk diliat-liat??klo gitu sih sama aja kayak orang tiap minggu ke gereja buat denger firman doang tp ga pernah bersekutu dgn sodara seiman & ga ada follow up thd firman yg udah didengar,pasif gitu jadinya.

jegan2000
04-07-2008, 08:56 PM
bknnya udah dibilang? itu cth jenis theis yg membenci tuhan, kecewa ama tuhan, kecewa ama agama, dll...nevertheless, still theis...

klo atheis itu simply tidak percaya, ato blm percaya adanya tuhan, titik. so, krn tuhan aja gak exist, drmn kekecewaan thd tuhan, thd idealisme yg diusung agama bertuhan?


sebetulnya ada 2 hal yg menyebabkan orang jadi atheis:
1.dr lahir sampai gede mang ga pernah dikenalin dgn sosok Tuhan(ini jarang bgt ada di indo)
2.kecewa ama Tuhan ,kecewa ama agama

banyak orang kecewa dgn Tuhan krn merasa Tuhan sangat jauh dari kehidupan mereka,terus mulai meragukan janji Tuhan(persis spt cerita bangsa Israel pd kitab Perjanjian Lama).pdhal Tuhan tidak sama sekali meninggalkan mereka,mereka itu sedang diuji kesungguhan hati dan kesetiaannya dlm mengikut Tuhan.sayang kebanyakan orang gagal pada tahap ini(termasuk gua juga pernah tp dah tobat skrng).

ada juga yg kecewa krn kualitas jemaat di tempat ibadah.jgn mengharapkan orang2 tsb utk jd figur yg sempurna,secara mereka juga manusia yg ga luput dr kesalahan.jadinya kecewa gara2 ekspekstasi yg telalu tinggi gitu.atau mungkin terlalu banyak kebohongan/kepalsuan dlm hubungan antar jemaat(ini berbahaya ke depannya & musti cepet difollow-up)??

yannecantik
04-07-2008, 09:07 PM
IQ dia brp? ;D
ada hubungan ama jurusan filsafat nya ga, yang menuntut dia berpikir terus secara logis?

udah kenalan sama nietzsche?
or filsuf aliran eksistensial yg lain?

mempelajari filsafat bikin elo mikir.
this is the simplest way to put it.

gracielo
04-07-2008, 10:38 PM
sebetulnya ada 2 hal yg menyebabkan orang jadi atheis:
1.dr lahir sampai gede mang ga pernah dikenalin dgn sosok Tuhan(ini jarang bgt ada di indo)
2.kecewa ama Tuhan ,kecewa ama agama


kyknya anda gak nyimak...yg jenis petama g sech gak tau...tp yg kedua...
ini...

klo atheis itu simply tidak percaya, ato blm percaya adanya tuhan, titik. so, krn tuhan aja gak exist, drmn kekecewaan thd tuhan, thd idealisme yg diusung agama bertuhan?





banyak orang kecewa dgn Tuhan krn merasa Tuhan sangat jauh dari kehidupan mereka,terus mulai meragukan janji Tuhan(persis spt cerita bangsa Israel pd kitab Perjanjian Lama).pdhal Tuhan tidak sama sekali meninggalkan mereka,mereka itu sedang diuji kesungguhan hati dan kesetiaannya dlm mengikut Tuhan.sayang kebanyakan orang gagal pada tahap ini(termasuk gua juga pernah tp dah tobat skrng).

ada juga yg kecewa krn kualitas jemaat di tempat ibadah.jgn mengharapkan orang2 tsb utk jd figur yg sempurna,secara mereka juga manusia yg ga luput dr kesalahan.jadinya kecewa gara2 ekspekstasi yg telalu tinggi gitu.atau mungkin terlalu banyak kebohongan/kepalsuan dlm hubungan antar jemaat(ini berbahaya ke depannya & musti cepet difollow-up)??


ini...

bknnya udah dibilang? itu cth jenis theis yg membenci tuhan, kecewa ama tuhan, kecewa ama agama, dll...nevertheless, still theis...


klo seseorg kecewa atas sesuatu, berarti scara tidak langsung justru dia sendiri udah mengakui sesuatu tsb tuh exist, dlm hal ini, tuhan...seorg atheis membenci tuhan ato kecewa ama tuhan? bahkan kalimatnya sendiri aja udah penuh dgn fallacy...

atheis gak benci tuhan, gak kecewa ama tuhan, gak kecewa atas sesuatu yg berkaitan tuhan...tp gak pecaya dia exist, bgitu aja...mengapa? krn gak ada sdikitpun bukti nyata bahwa tuhan tuh exist, biar sbrp agung dia diilustrasikan dlm crita2 kitab suci...

Realta Nua
04-07-2008, 10:50 PM
udah kenalan sama nietzsche?
or filsuf aliran eksistensial yg lain?

mempelajari filsafat bikin elo mikir.
this is the simplest way to put it.

ic2
dan dengan banyaknya pemikiran itu, ia jadi bs melihat kenyataan yg logis ya? ::unggg::



TAPI menurut aye:
ADALAH TIDAK KEREN kalo harus melihat setan dulu, baru PERCAYA ADA TUHAN
Berarti orang atheist tsb harus kenal,bersekutu dengan gituan, cuma untuk menemukan jawaban "WOOOH ADA ROH tho"
Najis Geblek!



dan kalo si atheist itu ga percaya jg sama setan? ;D

yg jenis petama g sech gak tau

org2 kyk gn misalnya bbrp org di pedalaman afrika yg ga tau klo tuhan itu ada
dia aj ga tau ttg ini, gmn dia bs percaya? otomatis atheist tuh ;D

ded
04-07-2008, 11:27 PM
loh mereka kan punya konsep divinity tersendiri jg :D

Realta Nua
04-07-2008, 11:33 PM
loh mereka kan punya konsep divinity tersendiri jg :D

atheist kan ga percaya tuhan ;D
klo mereka.. mgkn agnostic atw religion lain yg ga pke tuhan? ;D

ded
04-07-2008, 11:47 PM
hah? kirain elu ngebahas suku2 di pedaleman aprika ::ngakak2::

PERXEPONE
05-07-2008, 12:11 AM
@david
'what exist what we believe'

bagi orang theis, TUHAN itu ada, karena mereka percaya.
bagi atheis, tuhan itu nggak ada, karena mereka percaya seperti itu.

bagi mereka yang pecaya setan, santet, blablabla itu ada, so those phenomenon happened to them.
bagi yang nggak pecaya, ya mana ada setan, blablabla..

for me, IMO, there no such things.

semua bisa dijelaskan secara ilmiah, atau paling enggak secara logis.
and religion is filled with sets of metaphores.why metaphores? karena logika kita akan sepenuhnya menyangkal atau bingung dengan fakta tumpang-tindih yang nggak berhubungan secara logis didalamnya. metafor digunakan sebagai alat mediasi supaya logika kita 'nyampe'.
(gw pernah baca ini di blog entah siapa, karena this thread tickles me, maka, maaf ya..bagi yang ngerasa punya blog trus pernyataannya gw kutip disini. cos to be honest, that's so cool %no1)

inti ajaran sebagian besar agama adalah meneladani icon nya.
entah itu Jesus, Muhammad, ato SIddharta. kalo dipikir secara logis, dari 'bahannya' aja udah beda. we're no god whatsoever. ibaratnya bemo yang disuruh meneladani Hummer.mana bisa? ;D

kalo ditanya gitu, kaum theis akan membalikkan pertanyaan itu jadi pernyataan: akal TUHAN bukan akal manusia.
then atheist - agnostic will say, "kok nggak masuk akal?"
jawabannya, "TUHAN itu bukan irrasional, tapi trans-rasional"
o_O bingung kan?

so, i put it in a simple way:
gimana kita, yang manusia ini diharapkan menjadi yang membuat manusia? (dalam perspektif theis).
it's simply impossible! ;D

kayak bemo yang diharapkan menjadi Hummer.
mimpi kali yee

PS. gw kelas bemo kok, alias bloon ;D

jegan2000
05-07-2008, 12:29 AM
atheis gak benci tuhan, gak kecewa ama tuhan, gak kecewa atas sesuatu yg berkaitan tuhan...tp gak pecaya dia exist, bgitu aja...mengapa? krn gak ada sdikitpun bukti nyata bahwa tuhan tuh exist, biar sbrp agung dia diilustrasikan dlm crita2 kitab suci...

again,kelemahan orang atheis:selalu berusaha membuktikan segala sesuatu dgn logika dan nalar(pd level ekstrim malah ada yg memberhalakan logika).ga heran klo mereka nyari2 Tuhan tapi ga ketemu,wong pendekatannya aja salah.Tuhan itu keberadaan yang lebih besar dari logika dan nalar.justru kebanyakan orang atheis yg gua kenal itu jadi atheis krn kecewa ama Tuhan/agama lho(palagi di indo),jarang banget ada yg krn simply ga percaya aja.jadi awalnya kecewa,trus banyak berlogika,& akhirnya ga percaya deh.atau waktu mereka masih beragama tuh mereka 'nyeleneh' & berusaha membuktikan keberadaan Tuhan dgn logika,kecewa krn ga ada hasilnya,trus ya jadi atheis deh.

yannecantik
05-07-2008, 03:12 AM
ic2
dan dengan banyaknya pemikiran itu, ia jadi bs melihat kenyataan yg logis ya? ::unggg::


well, it enlightens them :D

Realta Nua
05-07-2008, 09:30 AM
again,kelemahan orang atheis:selalu berusaha membuktikan segala sesuatu dgn logika dan nalar(pd level ekstrim malah ada yg memberhalakan logika).ga heran klo mereka nyari2 Tuhan tapi ga ketemu,wong pendekatannya aja salah.Tuhan itu keberadaan yang lebih besar dari logika dan nalar.justru kebanyakan orang atheis yg gua kenal itu jadi atheis krn kecewa ama Tuhan/agama lho(palagi di indo),jarang banget ada yg krn simply ga percaya aja.jadi awalnya kecewa,trus banyak berlogika,& akhirnya ga percaya deh.atau waktu mereka masih beragama tuh mereka 'nyeleneh' & berusaha membuktikan keberadaan Tuhan dgn logika,kecewa krn ga ada hasilnya,trus ya jadi atheis deh.

Atheist mencari Tuhan? I see a contradiction here ::oops::
dan contoh kasus kecewa itu sepertinya hanya berlaku di antara kenalan mu saja ya.. wonder why ;D

coz gw bnyk kenal atheist simply karena mereka simply ga percaya :)


well, it enlightens them :D

I see :)
Thx for teh explanation! :D

jegan2000
05-07-2008, 10:32 AM
Atheist mencari Tuhan? I see a contradiction here ::oops::



lha katanya orang atheis pengen bukti nyata klo Tuhan itu ada,itu namanya mencari Tuhan.pasti ada sebabnya kan knapa orang atheis bisa ambil kesimpulan klo Tuhan itu ga ada??palagi konon orang atheis tuh seneng maen logika & nalar(inget yg namanya hukum sebab akibat kan??) ::hihi:: .

dan contoh kasus kecewa itu sepertinya hanya berlaku di antara kenalan mu saja ya.. wonder why

coz gw bnyk kenal atheist simply karena mereka simply ga percaya

itu sih faktor lingkungan aja.mungkin di lingkungan elu mang orang2nya ga kenal Tuhan.orang yg ngaku beragama aja kadang bisa ga kenal ama Tuhannya sendiri.wonder why ha ha.mungkin krn di indo orang atheis kurang dikasih kebebasan(dipaksa nganut 1 dari 5 agama pdhal buat identitas KTP doang),jadi ada kasus seperti itu deh.

ded
05-07-2008, 02:39 PM
kenalan ama tuhan di mana? kalo uda kenalan harusnya percaya dong ;D

gracielo
05-07-2008, 04:39 PM
again,kelemahan orang atheis:selalu berusaha membuktikan segala sesuatu dgn logika dan nalar(pd level ekstrim malah ada yg memberhalakan logika).ga heran klo mereka nyari2 Tuhan tapi ga ketemu,wong pendekatannya aja salah.Tuhan itu keberadaan yang lebih besar dari logika dan nalar.justru kebanyakan orang atheis yg gua kenal itu jadi atheis krn kecewa ama Tuhan/agama lho(palagi di indo),jarang banget ada yg krn simply ga percaya aja.jadi awalnya kecewa,trus banyak berlogika,& akhirnya ga percaya deh.atau waktu mereka masih beragama tuh mereka 'nyeleneh' & berusaha membuktikan keberadaan Tuhan dgn logika,kecewa krn ga ada hasilnya,trus ya jadi atheis deh.


klo atheis tuh spt yg dikatakan, maka atheis bakalan kcewa ama banyak skali hal neh...kecewa ama hantu, kcewa ama setan, kcewa ama zeus, kcewa ama odin, kcewa ama black magic, kcewa ama santa claus, kcewa ama blue fairy, kcewa ama gandalf, kcewa ama doraemon, kcewa ama harry potter, dll dll......wah, trnyata khidupan atheis emang penuh dgn kekecewaan emang...... ::oops::

tanpa logika dan nalar, skrg petir tuh msh milik thor ato zeus...dan jgn lupa, komputer yg dipake buat posting di sini, bahkan forum sini tu jg dibuat dari skumpulan logika... :P

Valmighty
06-07-2008, 12:20 AM
Emang gue marah Val????? Yo man, djangan sensitif gitu lho. Kalem ajah.
gak marah kan, tapi pak david mengeluarkan statment yg pada akhirnya gw pertanyakan :D
kadang gw juga bingung selaku muslim, di al quran disebutkan bahwa hal tersebut mussrik tapi kok banyak orang (bahkan terpelajar) masih percaya dan menggunakan macam ajimat, dan benda mistik kaya gitu.
dulu pernah ada pejabat dari jakarta datang ke rumah eyang buyut gw, padahal eyang buyut gw tinggal di desa yang bener2 desa. dia datang mau beli keris eyang gw, katanya dia dapat wangsit datang kesana. mungkin buat naiikin wibawanya kali ::hihi::
makanya, cocok sekali dengan post gw yg lalu: "kenapa orang yg percaya 1 hal, lebih mudah percaya ama hal lain, padahal bertentangan"
klo utk kasus orang buta tp atheis gimana tuh :D ??kan patokannya berdasarkan apa yg bisa dilihat mata,ha ha.kesian bgt orang buta diexclude klo mau jd atheis.barangkali bisa jelasin yg lu maksud itu melihat apa??

melihatnya gw kasih italic :D
coz itu pars pro toto. penyimpelan aja dari "membuktikan sendiri"

oo jadinya orang ga perlu percaya akan kebenaran alias kebenaran itu cuman untuk diliat-liat??klo gitu sih sama aja kayak orang tiap minggu ke gereja buat denger firman doang tp ga pernah bersekutu dgn sodara seiman & ga ada follow up thd firman yg udah didengar,pasif gitu jadinya.
gw kasih contoh ya...

iman itu percaya tanpa melihat. amin bilang tejo bisa terbang. gak perlu buktikan tejo bisa terbang, asal lo percaya berarti lo ada iman terhadap tejo.
sedangkan kebenaran itu melihat tanpa percaya. elo gak percaya ama hukum archimedes gak masalah, elo tetep bisa lihat sendiri ada besi yg mengapung di air, bahkan lo bisa naiki itu kapal. percaya atopun gak percaya, gak mempengaruhi kebenaran bahwa kapal itu ada dan bisa dibuat dengan hukum archimedes.

itu kira2 maxud gw dengan melihat
sebetulnya ada 2 hal yg menyebabkan orang jadi atheis:
1.dr lahir sampai gede mang ga pernah dikenalin dgn sosok Tuhan(ini jarang bgt ada di indo)
2.kecewa ama Tuhan ,kecewa ama agama

banyak orang kecewa dgn Tuhan krn merasa Tuhan sangat jauh dari kehidupan mereka,terus mulai meragukan janji Tuhan(persis spt cerita bangsa Israel pd kitab Perjanjian Lama).pdhal Tuhan tidak sama sekali meninggalkan mereka,mereka itu sedang diuji kesungguhan hati dan kesetiaannya dlm mengikut Tuhan.sayang kebanyakan orang gagal pada tahap ini(termasuk gua juga pernah tp dah tobat skrng).

ada juga yg kecewa krn kualitas jemaat di tempat ibadah.jgn mengharapkan orang2 tsb utk jd figur yg sempurna,secara mereka juga manusia yg ga luput dr kesalahan.jadinya kecewa gara2 ekspekstasi yg telalu tinggi gitu.atau mungkin terlalu banyak kebohongan/kepalsuan dlm hubungan antar jemaat(ini berbahaya ke depannya & musti cepet difollow-up)??
anda tidak menyimak...

elo percaya gak ama peri gigi?
kalo gak percaya, gw bilang sebetulnya ada 2 hal yg menyebabkan elu gak percaya:
1. dr lahir sampai gede mang ga pernah dikenalin dgn sosok peri gigi
2. kecewa ama peri gigi, kecewa ama gigi lo.
again,kelemahan orang atheis:selalu berusaha membuktikan segala sesuatu dgn logika dan nalar(pd level ekstrim malah ada yg memberhalakan logika).ga heran klo mereka nyari2 Tuhan tapi ga ketemu,wong pendekatannya aja salah.Tuhan itu keberadaan yang lebih besar dari logika dan nalar.justru kebanyakan orang atheis yg gua kenal itu jadi atheis krn kecewa ama Tuhan/agama lho(palagi di indo),jarang banget ada yg krn simply ga percaya aja.jadi awalnya kecewa,trus banyak berlogika,& akhirnya ga percaya deh.atau waktu mereka masih beragama tuh mereka 'nyeleneh' & berusaha membuktikan keberadaan Tuhan dgn logika,kecewa krn ga ada hasilnya,trus ya jadi atheis deh.
koq kelemahan?
segala sesuatu itu dibuktikan dengan logika dan rasio. kalo gak terbukti, berarti fail.
sebutkan 1 saja hal yg bisa dibuktikan tanpa logika dan rasio!

nah, peri gigi di sini posisi nya sama ama tuhan.
jadi gw bisa juga bilang percaya pada peri gigi itu gak bisa pake pendekatan logika, dan dengan sudut pandang elo, berarti kesimpulannya peri gigi itu eksis, cuman logika dan nalar elo gak bisa digunakan untuk mempercayai peri gigi :D

ok, sebut 1 nama dan nomer HP, gw telp orangnya gw tanya sendiri.
gw yakin dia bukan ateis, hanya orang yg kecewa pada tuhan dan agamanya. ini namanya teis, percaya tapi kecewa ama tuhan.
gw simply GAK PERCAYA ada nya tuhan. apa lantas kalo gw bilang ayah lo yg skr ini bukan ayah lo, trus lo gak percaya, trus gw bisa bilang kalo elo sebenernya kecewa ama ayah kandung lo yg meninggalkan elo (yg menurut lo tidak pernah ada)? :D gimana bisa kecewa pada sesuatu yg gak pernah ada, friend? tolong dijelaskan :D

red_pr!nce
06-07-2008, 03:08 PM
gampangnya pake bahasa yang lebih gaul deh. ;D
lo percaya sama Optimus Prime kagak? :D

ternyata lo percaya sama Optimus Prime setelah nonton film Transformers buatan Michael Bay dan melihat tuh robot di layar film yang keliatan seperti aslinya di dunia nyata, bukan keliatan seperti tokoh film kartun atau 3D. tapi kenyataannya, Optimus Prime cuma ada di film Transformers. di dunia nyata ternyata ga ada Optimus Prime. cuma, sebagian orang yang nge-fans berat sama Optimus Prime kemudian membuat seolah-olah Optimus Prime itu eksis di dunia nyata karena mereka percaya bahwa Optimus Prime itu eksis di dunia nyata.

kemudian mereka melihat truk trailer di mana aja, langsung keingetan sama Optimus Prime - berharap bahwa truk trailer itu bisa berubah bentuk jadi Optimus Prime. ;D

Red Army
06-07-2008, 04:13 PM
Jangan takut! Jangan ragu!
Kita percaya bahwa Tuhan itu ADA! Tuhan yang menciptakan kita IQ!
Mana mungkin Dia ingin kita BODOH untuk tidak percaya lagi padaNya!

Then explain why the mentally-challenged people exist?

Orang yang tinggi IQ atau Atheist yang pengennya bukti MELIHAT/MEMEGANG BARU PERCAYA,
jg akan makin menyadari selain kelima indra yang ada,
ada De Ja Vu, Black Magics, keanehan2 meids, dll yang tidak dapat dibuktikan...

Tidak dapat dibuktikan ato Tidak mau dibuktikan? :P :P

Beda lho, mbah..

Dari situ mereka tahu "something is out there",
Later ..... mereka menemukan..... "AAAAND... The GREATEST IS............."

Samuel L Jackson, mothafukka.

gracielo
06-07-2008, 04:42 PM
Samuel L Jackson, mothafukka.


::ngakak2:: ::ngakak2:: ::ngakak2::

i loooove kg... :D

Q-nu'
06-07-2008, 06:05 PM
Kalo' menurut gue sih... mereka percaya Tuhan, cuman karena IQnya kelewat tinggi mereka jadi jarang beribadah (atau bisa dibilang ngga' beragama dari pandangan sosial), tapi urusan Beliefs kaya'nya orang yang berIQ tinggi justru lebih kuat dan bagus...

Realta Nua
06-07-2008, 11:22 PM
lha katanya orang atheis pengen bukti nyata klo Tuhan itu ada,itu namanya mencari Tuhan.pasti ada sebabnya kan knapa orang atheis bisa ambil kesimpulan klo Tuhan itu ga ada??palagi konon orang atheis tuh seneng maen logika & nalar(inget yg namanya hukum sebab akibat kan??) ::hihi:: .



itu sih faktor lingkungan aja.mungkin di lingkungan elu mang orang2nya ga kenal Tuhan.orang yg ngaku beragama aja kadang bisa ga kenal ama Tuhannya sendiri.wonder why ha ha.mungkin krn di indo orang atheis kurang dikasih kebebasan(dipaksa nganut 1 dari 5 agama pdhal buat identitas KTP doang),jadi ada kasus seperti itu deh.

Orang2 lingkungan gw fanatik semua tuh sama agamanya, n niat bgt menarik org utk ke gereja..::hohoho::
cm gw n paman gw yg atheist 1 keluarga besar ;D
gw aja di KTP agamanya plg non-theist (ikut bokap ;D)

Samuel L Jackson, mothafukka.

::up::

HolyDragon01
07-07-2008, 02:33 AM
Samuel L Jackson, mothafukka.
Suzumiya Haruhi, u fag. D:
not Samuel L Jackson. ::grrr::

Danie
07-07-2008, 04:16 AM