PDA

View Full Version : Kombinasi Psikologi Dalam MLM


Casanova Love
30-06-2008, 03:26 PM
Hai semuanya...

Kita pasti sering dengar soal MLM.
Bukan hanya produk dan cara networking-nya,
Tapi juga aktivitas prospeknya.

Kita mengetahui bahwa di dalam meeting MLM, bagaimana orang-orang baru dikumpulkan, lalu diberikanlah beragam 'siraman' untuk memotivasi mereka agar berminat, bergabung dan aktif dalam kegiatan MLM.

Saya mencatat setidaknya ada 3 sudut pandang psikologi yang digunakan dalam 'training' MLM.

1. Psikologi Humanistik

Di sini kandidat diekspose mengenai status dan kedudukannya di masyarakat.
Cara eksposnya bisa bervariasi tergantung keahlian dari si prospecter (sebutan saya).

Intinya adalah untuk mengatakan bahwa status, kedudukan, fungsi dan perannya di dalam masyarakat belumlah cukup tinggi untuk dibanggakan sehingga perlu ditingkatkan lagi.

Tentu saja untuk menjelaskannya,
Si prospecter akan butuh standar untuk membandingkan.
Standar ini adalah dikotomi antara sukses dan kurang sukses.
Jadi, di sini akan diciptakan suatu persepsi mengenai apa itu kesuksesan dan apa itu ketidaksuksesan.

Goal-nya adalah agar si kandidat merasa bahwa dia akan bisa mencapai taraf yang lebih baik apabila dia mengikuti MLM.

MLM jaman dulu menekankan pada sukses pribadi.
MLM jaman sekarang menekankan pada mensukseskan orang lain.

Misal,
'Dengan ikut MLM ini, kamu akan bisa menyejahterakan orang-orang lain dengan mengajaknya ikut program.'

Nah,
Bukankah Psikologi Humanistik mempunyai goal Aktualisasi Diri?
Bahwa level teratas itu tidak bisa dicapai tanpa melewati level sebelumnya?

Perhatikan strategi MLM yang mendorong pemenuhan 'Esteem Needs'.
Biasanya di MLM besar akan ada pemberian kategori bahwa sukses itu mempunyai kendaraan beroda empat (tapi yang jenis elite tentu saja), berpergian ke luar negeri dan lain-lain sebagai kompensasi dari kesuksesan seseorang mencapai taraf tertentu.

Pola itu tentu saja akan disosialisasikan pada para member sehingga mereka merasakannya sebagai suatu 'kewajiban' dari keberhasilan mereka.

Pemenuhan dari Esteem Needs itu menjadi suatu tanda awal terwujudnya 'Self Actualization' mereka.

2. Psikologi Behaviorisme

Ini main-course dari MLM.

Di sini, kita bicara mengenai 'reward-punishment'.

MLM tidak mengenal salary, tapi dia mengenal sistem komisi.
Komisi dari penjualan dan komisi dari perluasan jaringan.

Nah,
Saya tidak membahas mengenai proporsi komisinya,
Tapi lebih pada sisi psikologinya.

Di sini akan diekspose bahwa sistem reward dari pekerjaan konvensional tidak akan cukup membiayai dan membuat kandidat mencapai 'kesuksesan' yang dipaparkan di poin 1.

Artinya,
Pekerjaan konvensional perlu ditambah dengan pekerjaan dari MLM agar penghasilannya bisa memadai.

Saya pikir saya tidak perlu lagi menjelaskan favorabilitas manusia terhadap reward.

Akan tetapi,
Perlu digarisbawahi bahwa strategi yang jitu adalah dengan menekankan pada reward, bukan cost (punishment).

Apakah ada cost dari MLM,
Tentu saja ada.
Berupa biaya yang diberikan dan usaha yang dikeluarkan dalam mencapai komisi yang diharapkan (itu sebagian dari contohnya).

Telaah kritis :
Mengapa beberapa (jika tidak dikatakan sebagian) dari para MLM tidak berhasil mencapai target?
Apakah karena mereka tidak siap mengeluarkan usaha yang diperlukan?
Karena mereka pada awalnya terlalu fokus pada reward? Atau terlalu 'difokuskan' pada reward?

Inilah strategi dari sudut Psikologi Behaviorisme,
Focus on reward not on punishment.

Perhatikan bahwa para pejuang MLM akan dipanggil ke depan panggung dan diberikan tepukan tangan.
Inilah juga tahapan reward kecil sebelum reward yang lebih besar.

Perhatikan proses belajar (Identification & Modeling) dari rekan-rekan MLM yang masih baru terhadap rekan-rekan lain yang sudah 'sukses'.
Mereka akan dijadikan standar bahwa sistem reward berlaku efektif.
Akan lebih strategis bila pada para MLM yang sudah sukses harus mengikuti pola hidup tertentu sebagai konsistensi dari reward yang diperoleh agar bisa menjadi model.

3. Psikologi Kognitif

Humanisme menetapkan standar, Behaviorisme memberikan reward, Kognitif membuat kandidat merasa mampu dan harus mengikutinya.

Psikologi Kognitif menekankan mengenai perubahan pola pikir.
Menyingkirkan pikiran-pikiran irasional dengan pikiran-pikiran yang efektif.

Sebenarnya sangat banyak training motivasional menggunakan pendekatan ini.
Bahwa kita sebenarnya mampu,
Bahwa ketidakmampuan adalah ilusi yang kita ciptakan sendiri.

Psikologi Humanisme (poin 1) hanya akan efektif bila ditanamkan ke benak orang.
Proses penanaman ini menggunakan Psikologi Kognitif.

Psikologi Behaviorisme (poin 2) dengan reward-nya hanya akan efektif bila orang merasa sanggup mencapainya. Ini harus dilakukan dengan menurunkan persepsi orang mengenai risiko MLM.
Proses peredaman risiko ini tentu menggunakan Psikologi Kognitif.

Penekanan mengenai kemampuan dan kapabilitas manusia sebagai makhluk berpotensi adalah aspek penting dalam beragam training MLM.

*****

Nah, inilah sedikit bahasan saya mengenai pendekatan 3 teori Psikologi dalam prospek MLM.

Mudah-mudahan berguna,
Terutama bagi rekan-rekan yang hendak melakukan prospek MLM atau mengadakan training-training sejenis.

Note :
Saya tidak sedang mendiskreditkan MLM, tetapi memberikan gambaran mengenai strategi psikologi dalam MLM.
Harap tidak ada pihak yang salah paham maupun memandang negatif terhadap MLM.

Semoga memberkati...

red_pr!nce
30-06-2008, 06:52 PM
no offense taken. :D
and thank you. ::sembah::

gw sendiri menjalankan MLM yang sekarang ini tanpa mikir terlalu jauh tentang psikologi macem-macem. yang penting gw jalankan sebisa mungkin di waktu-waktu gw yang senggang, dengan tujuan untuk membantu sebanyak-banyaknya orang dan membantu diri gw sendiri untuk bisa lebih percaya diri dan pinter ngomong.
kalo masalah reward itu mah belakangan aja, dan gw ga mikir terlalu jauh sampe ke situ ya. gw percaya karma koq. kalo kita banyak membantu orang, karma baik kita juga akan berbuah dengan sendirinya. tapi kalau kita cuma mikir reward doang, kita ga akan tulus membantu orang karena ujung-ujungnya mengharapkan uang. akhirnya, karma kita juga ga sebaik yang seharusnya kita dapatkan hanya karena kita ga tulus membantu orang lain. bahkan selama ini, gw rela ga dapet bonus/komisi apapun karena menjual produk kepada orang lain dengan harga distributor, bukan dengan harga retail, meskipun dia bukan member. call me stupid. :P

gw udah 6 tahun malang melintang di berbagai macam perusahaan support MLM (Network 21, Unicore, etc), dan gw baru 3 bulan menggiati MLM yang bergerak di bidang perlebahan. dalam 3 bulan terakhir ini, berkat MLM terakhir ini, gw mulai bisa mengembangkan kepercayaan diri gw untuk mengatasi TRAUMA BERAT yang pernah gw alami pada masa-masa kecil (dan kehidupan gw yang sebelumnya; kalau percaya reinkarnasi). ya lumayan, jadi semacam kursus terapi sendiri...tanpa modal uang, tanpa pake psikiater, hanya dengan modal menghadapi lingkungan sekitar aja (pengalaman). :P

tujuan utama gw gabung MLM ya untuk menghancurkan 'tembok sosial' dalam diri gw yang muncul akibat trauma masa lalu.
masalah duit, itu mah gampang. kalo kita udah makin mateng, nanti tuh duit juga kerja sendiri buat kita. :D

MLM itu ga instan, tapi perlu proses yang lama. kebanyakan orang gabung cuma pengen cepet kaya, tapi ga mau jalanin prosesnya. akhirnya banyak orang-orang MLM yang MENYEBALKAN bagi banyak orang, karena mereka cuma datang ke rumah orang dan memaksa mereka bergabung dengan MLM, tanpa membangun kedekatan emosional dan tanpa menyadari apa kebutuhan mereka terlebih dahulu. untuk bisa tabah menjalankan prosesnya, ya minimal orang itu harus punya semacam panggilan jiwa untuk rela kerja membantu orang lain tanpa perasaan ngarep imbalan. kalaupun ada orang-orang yang cepet kaya, itu kurang lebih disebabkan oleh faktor keberuntungan karena karma-karma masa lalu mereka yang baik tepat berbuah ketika mereka menjalankan MLM itu. :D

suatu kerjaan yang ga dianggap kerjaan itu lebih enak dikerjakan, karena ga ada beban dan target. kayak gw misalnya, bisa prospecting di mana aja seperti di kafe, mal, bioskop, tempat karaoke, tempat hiburan, jalan raya, jalan kompleks perumahan, dan di daerah kumuh. lucunya, kadang-kadang prospecting itu ga harus dengan cara-cara formal gaya businessman, tapi bisa dibawa nyantai. contohnya, lagi seru-seru bicarain film Transformers di kafetaria kampus, ujung-ujungnya nawarin produk perlebahan, dan akhirnya bisa terjual setelah gw nyinggung-nyinggung soal peran Autobot Bumblebee di film Transformers. :D

Casanova Love
01-07-2008, 11:27 AM
Eh, sukses MLM-nya dibagikan juga donk ke saya...

Saya tunggu ya...

Hahahahaaa....

red_pr!nce
01-07-2008, 04:50 PM
hahaha
belum sukses banget lha. gw khan masih newbie. :D

tapi setidaknya, dari beberapa kegagalan para upline saya, saya jadi belajar beberapa hal untuk bisa lebih sukses di bisnis MLM, yaitu:
- jangan mau percaya slogan-slogan "pasti bakal cepat kaya", "ke luar negeri tiap bulan", dan seterusnya.
- jangan menganggap uang adalah segalanya, melainkan pengembangan diri adalah segalanya.
- jangan terlalu nafsu mencari downline atau konsumen, karena akan membuat banyak orang JENGKEL oleh MLM.
- jangan menganggap downline sebagai bawahan, dan upline sebagai atasan, sehingga tak ada formalitas dan "jarak sosial"
- jangan menganggap konsumen sebagai sasaran untuk mencari uang, melainkan sebagai orang yang layak dibantu dan dijadikan teman.
...just let it flow. :D

menjadi business owner yang baik adalah menjadi teman yang baik, bukan menjadi pemburu uang. :P
itulah kenapa sebenernya gw ga gitu suka oleh cara-cara leader MLM melebarkan sayap bisnisnya, termasuk cara-cara mereka memotivasi downline melalui dasar 3 macam psikologi yang anda jabarkan di atas. :D

viddaz
12-07-2008, 01:47 AM
wew.. red prince umur ny 24( kalo umur asli) tapi pegertian tentang masalah pisikologi n perhatian ny terhadap detail2 mslh gt bgs bgt.. gw terkesan bgt.hehhee

gw si di marketing jg, emang yg di bilang bener bgt.. leader gw skrng cm bisany push n push. kdng bisa stres bgt gr2 ngejar target. n prospek kita bisa lari terbirit - birit gara2 gaya prospecting yg terlalu agresif. sekarang si gw jg uda nganggep marketing itu untuk pengembangan diri gw sendiri, setidak ny prospek g berhasil duit, tp setidak ny dapet pengalaman spt cara berbicara, kontrol emosi dll yg sebenar ny lebi berharga dr duit ny.

mesti bnyk belajar nih dr redprince nih..heheh

red_pr!nce
12-07-2008, 09:21 AM
i still have much to learn. ;D
gw belum mateng banget. kadang-kadang 'tembok sosial' dalam diri gw tetep muncul sewaktu-waktu, jadinya masih agak sulit berkomunikasi dengan orang lain. gw perhatian pada masalah-masalah psikologi kayak gini karena gw dulu pernah merasakan pahitnya menjadi seseorang yang kuper, gagap, nervous, dan pecundang.

terus-terang aja, kalau kita masih membangun 'tembok sosial' dalam diri kita, maka kita ga akan jadi 'orang' nantinya. :)

HolyDragon01
12-07-2008, 09:47 AM
...o_o


so many stories from you.

altocirrus
13-07-2008, 02:12 AM
ya emg pendekatan psikologis itu yg menjadi tumpuan utama eksistensi MLM itu sendiri.. ::bentar::

Valmighty
15-07-2008, 10:54 PM
wih, banyak tau tapi minim hasil :P

adit69
15-07-2008, 11:35 PM
gw uda 2 kali ikut perusahaan MLM, yang bikin gw kesel dari upline gw
pertama sebelum gw join dia baek banget ke gw, jadi deket banget
tapi ketika gw susah dapet downline dia malah kabur, cari propektus lain, gimana tuh?

gw juga takut berbuat yang sama dengan upline gw
kayanya kalo lagi butuh doank dia baek, gw jadi rada Alergi

HolyDragon01
15-07-2008, 11:56 PM
wih, banyak tau tapi minim hasil :P
shit happens. ;D

BU33
16-07-2008, 12:02 AM
MLM???....sebuah bisnis yang rumit...;D;D

red_pr!nce
16-07-2008, 11:27 AM
gw uda 2 kali ikut perusahaan MLM, yang bikin gw kesel dari upline gw
pertama sebelum gw join dia baek banget ke gw, jadi deket banget
tapi ketika gw susah dapet downline dia malah kabur, cari propektus lain, gimana tuh?

gw juga takut berbuat yang sama dengan upline gw
kayanya kalo lagi butuh doank dia baek, gw jadi rada Alergi

biasa itu. ;D

ibaratnya kayak nelayan nyari mutiara kerang di pantai. di hadapan si nelayan, ada 10 kerang yang cangkangnya belum terbuka, tapi si nelayan pasti ada 2-3 kerang di antara 10 kerang itu yang memiliki mutiara. dicariin deh tuh satu per satu mana aja dari kerang-kerang itu yang menghasilkan mutiara. satu per satu, cangkang masing-masing kerang dibuka.

ketika cangkang kerang yang pertama dibuka, ternyata isi kosong.
ya udah, nelayan itu pun ninggalin kerang yang pertama dan membuka cangkang kerang yang kedua.
ternyata isi cangkang kerang yang kedua juga kosong setelah dibuka.
selanjutnya, nelayan itu pun ninggalin kerang yang kedua dan membuka cangkang kerang yang ketiga.
dan seterusnya. :D

rekan kerja yang susah dapet downline itu artinya kerang yang kosong.
daripada dibina terus-terusan, mendingan cari rekan kerja lain yang bisa dapet 4 prospek seminggu. :D

yah...upline elu itu seorang MLM sejati, tapi bukan seorang leader yang baik. tapi dalam MLM, buat apalah menjadi leader yang baik selama duit lancar masuk terus, alias omzet naik terus? ;D

adit69
16-07-2008, 03:18 PM
dari MLM lebih banyak orang yang kecewa
ntar ujunnya sistem piramida yang duluan gabung sisa sukses
yang bawah-bawah bingung mo ngjak siapa karena uda pada join semua

red_pr!nce
16-07-2008, 11:08 PM
^ makanya, mesti pinter-pinter cari MLM yang masih punya lahan kosong di sini. :D

earthbender
16-07-2008, 11:40 PM
@ red_pr!nce
jadi.......















lo kerja MLM ;D

red_pr!nce
17-07-2008, 09:00 AM
yap. cuma sebagai sampingan sih. :D
sebenernya cuma mau cari kegiatan aja. kalo misalnya cari kerjaan laen khan mesti lulus S1 dulu. jadi paling gampang ya ini, mumpung anak SD yang DO aja bisa ikut kegiatannya. itung-itung cari pengalaman.

dian ara
06-08-2008, 10:45 AM
MLM juga bisa jadi terapi yang bagus.
misal:
- gimana cara ngadepin pelanggan yang karakternya macem-macem --> latihan bersosialisasi, dibayar pisan!
- gimana cara mengatasi emosi pas belanja (di MLM-ku acara belanja selalu bikin stres!) ;D
- gimana cara kenalan dengan orang yang belom dikenal sebelomnya --> otomatis lah ini, karena kalo pengen bonus ato poin, pan musti rekrut orang ato jual ke orang... ketika penghuni lingkar dalam (comfort zone) dah pada diajakin join semua, b'arti harus ekspansi pasar (keluar dari comfort zone), susah juga itu!



OT dikit.
yang paling menyenangkan dari MLM tu networking-nya. gara-gara ikut MLM, aku sekarang punya address book yang segede bagong, isinya sekomplet yellow pages. malah lebih baek, karena aku tahu kualitas produk/jasa yang mereka jual sampe detail.
jadi sekarang, kalo ada temen yang ngalamin kesulitan ato butuh sesuatu, aku bisa kasih tau ke siapa ato ke mana.

contoh:

"yan, aku nggak sengaja ngapus foto di memory card. gimana ya cara balikinnya? foto kawinan adek tuh!"
"oh, ada kenalan saya, bu. ini namanya. ini teleponnya."

"yan, butuh laptop murah meriah, tapi aman. buat anak TK."
"oh, ada kenalan saya yang jual laptop, pak. ke sini aja."

"yan, aku mau cerai, tapi rebutan hak asuh anak. gimana ya?"
"tenang, ada temen yang pinter ngurusin begituan."

seandainya "layanan serba ada" itu pake banderol komisi, mungkin sekarang dah tajir aku ya ;D

luciyoung07
07-08-2008, 10:26 AM
tp setidak ny dapet pengalaman spt cara berbicara, kontrol emosi dll yg sebenar ny lebi berharga dr duit ny.
That's the point! Pembelajarannya jauh lbh penting. Manusia juga butuh proses pembelajaran untuk jadi lbh baik, gak cuman duit.

Gue juga pernah aktif MLM en dapet banyak pelajaran berharga.

Asmuni
08-08-2008, 01:43 PM
Bagus juga.. Tapi menurut ane sih tetep satu hal: Di MLM kita diajarin untuk membuat orang lain (terutama prospekting) untuk TIDAK BISA mengatakan TIDAK , ya kan..? Meski dalam hari mereka menolak tetapi mereka akhirnya beli-beli juga produk dan alat2nya..

Nah , kalo udah gitu gimana..? Jujur aja haruskah kita belajar mengatakan TIDAK di MLM ?

red_pr!nce
08-08-2008, 11:31 PM
Bagus juga.. Tapi menurut ane sih tetep satu hal: Di MLM kita diajarin untuk membuat orang lain (terutama prospekting) untuk TIDAK BISA mengatakan TIDAK , ya kan..? Meski dalam hari mereka menolak tetapi mereka akhirnya beli-beli juga produk dan alat2nya..

Nah , kalo udah gitu gimana..? Jujur aja haruskah kita belajar mengatakan TIDAK di MLM ?

entah ya kalo di MLM yang laen.
tapi kalo di MLM yang gw ikuti, kita diajarin untuk membuat orang mengerti dulu kebutuhannya apa, dan setelah itu baru mereka bisa memutuskan mau beli produk kita atau enggak. percuma lho kalau kita bisa membuat orang takluk dengan berkata "IYA", padahal produk yang dibelinya ga dipake. sama aja boong. ;p

kita mengikuti MLM untuk menolong orang lain. masalah keuntungan, itu belakangan. gw percaya yang namanya karma. apapun yang kita perbuat, pasti akan berbuah suatu saat. jadi, percuma aja ngejar duit kalo toh sebenernya ga menolong orang lain. rugi bo...::doh::