cewekstrategis
03-07-2008, 07:08 PM
JAKARTA, SENIN - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bisa menimbulkan rasa tidak nyaman bagi masyarakat, terutama pengguna jasa angkutan umum maupun kendaraan pribadi. Apalagi, Kenaikan harga BBM itu ikut meningkatkan harga bahan kebutuhan pokok sedangkan pendapatan belum tentu meningkat. Kondisi ini bisa menimbulkan stres dan gangguan kesehatan lain.
"Tetapi harus dipastikan dulu bahwa tidak ada penyakit organik hingga ada kesimpulan kalau keluhan-keluhan fisik itu karena penyakit psikosomatik," ujar ahli penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Ari Fahrial Syam, Senin (26/5), di Jakarta.
Saat stres, maka berbagai keluhan fisik akan timbul yang sebenarnya bukan karena kelainan organ, melainkan pengaruh kejiwaannya. Sejumlah penyakit kronis akan kambuh karena stres diantaranya hipertensi, sakit jantung, kencing manis, asma, alergi kulit, gangguan pencernaan.
Stres terkait erat dengan terjadinya gangguan pencernaan, baik saluran pencernaan atas maupun saluran pencernaan bawah. Gangguan saluran pencernaan atas (dispepsia) dikenal orang awam sebagai sakit maag. Dispepsia terkait faktor stres adalah dispepsia fungsional ditandai nyeri atau rasa panas di ulu hati, rasa penuh atau tak nyaman setelah makan, rasa cepat kenyang selama minimal tiga bulan.
Kondisi ini bisa diatasi dengan mengendalikan diri terhadap faktor stressor yang terjadi. Mereka yang menderita sakit maag juga perlu mendapat obat-obatan untuk mengontrol asam lambungnya agar gejala sakit maag dapat dikontrol. Selain itu, obat untuk memperbaki fungsi lambung dapat diberikan untuk mengurangi gejala yang timbul seperti keluhan cepat kenyang, mual bahkan muntah.
Stres juga terkait gangguan pencernaan lain yaitu saluran pencernaan bawah. Gangguan pencernaan saluran cerna bawah berhubungan dengan stres adalah sindrom usus sensitive (Irritable Bowel Syndrome/IBS). Penderita IBS biasanya mengalami nyeri perut dan tidak nyaman pada perut, serta biasanya membaik jika buang air besar yang sering dan encer atau malah sulit buang air besar.
psikologis ekonomi sangat berdampak pada masyarakat dari sudut obyektifitasnya, sebuah ironi dikutip dari berbagai sumber "bi Ijah sehari-hari, bersepeda bahkan berjalan sekedar untuk mengirit ongkos agar dagangan makanannya tetap terjangkau masyarakat bawah, meski gara-gara bbm ia tetap ingin majuin dan cerdasin bangsa lewat berbagai upayanya, termasuk agar dapat menyekolahkan anaknya. Ada 100 juta bi Ijah mengalami hal sama secara mikro. Dan secara makronya hutang negara dan beban APBN dapat berkurang jika pengelolaan migas secara benar dilakukan, dan 100 juta bi Ijah lainnya tak perlu mengayuh sepeda, sekedar untuk dapat menyekolahkan anaknya". Klise, tapi demikian adanya kondisi real masyarakat bawah.
bagaimana jika dipandang dari subjektivitasnya, khususnya para pengambil kebijakan ditingkat pusat, karena sangat psikologis akhir-akhir ini, berbagai runtutan keadaan, dari lokal hingga global. psikologisnya sangat berpengaruh. ada yang ingin mengulas dari sisi subjectivitasnya, termasuk dari sisi-sisi yang tidak diketahui awam.
"Tetapi harus dipastikan dulu bahwa tidak ada penyakit organik hingga ada kesimpulan kalau keluhan-keluhan fisik itu karena penyakit psikosomatik," ujar ahli penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Ari Fahrial Syam, Senin (26/5), di Jakarta.
Saat stres, maka berbagai keluhan fisik akan timbul yang sebenarnya bukan karena kelainan organ, melainkan pengaruh kejiwaannya. Sejumlah penyakit kronis akan kambuh karena stres diantaranya hipertensi, sakit jantung, kencing manis, asma, alergi kulit, gangguan pencernaan.
Stres terkait erat dengan terjadinya gangguan pencernaan, baik saluran pencernaan atas maupun saluran pencernaan bawah. Gangguan saluran pencernaan atas (dispepsia) dikenal orang awam sebagai sakit maag. Dispepsia terkait faktor stres adalah dispepsia fungsional ditandai nyeri atau rasa panas di ulu hati, rasa penuh atau tak nyaman setelah makan, rasa cepat kenyang selama minimal tiga bulan.
Kondisi ini bisa diatasi dengan mengendalikan diri terhadap faktor stressor yang terjadi. Mereka yang menderita sakit maag juga perlu mendapat obat-obatan untuk mengontrol asam lambungnya agar gejala sakit maag dapat dikontrol. Selain itu, obat untuk memperbaki fungsi lambung dapat diberikan untuk mengurangi gejala yang timbul seperti keluhan cepat kenyang, mual bahkan muntah.
Stres juga terkait gangguan pencernaan lain yaitu saluran pencernaan bawah. Gangguan pencernaan saluran cerna bawah berhubungan dengan stres adalah sindrom usus sensitive (Irritable Bowel Syndrome/IBS). Penderita IBS biasanya mengalami nyeri perut dan tidak nyaman pada perut, serta biasanya membaik jika buang air besar yang sering dan encer atau malah sulit buang air besar.
psikologis ekonomi sangat berdampak pada masyarakat dari sudut obyektifitasnya, sebuah ironi dikutip dari berbagai sumber "bi Ijah sehari-hari, bersepeda bahkan berjalan sekedar untuk mengirit ongkos agar dagangan makanannya tetap terjangkau masyarakat bawah, meski gara-gara bbm ia tetap ingin majuin dan cerdasin bangsa lewat berbagai upayanya, termasuk agar dapat menyekolahkan anaknya. Ada 100 juta bi Ijah mengalami hal sama secara mikro. Dan secara makronya hutang negara dan beban APBN dapat berkurang jika pengelolaan migas secara benar dilakukan, dan 100 juta bi Ijah lainnya tak perlu mengayuh sepeda, sekedar untuk dapat menyekolahkan anaknya". Klise, tapi demikian adanya kondisi real masyarakat bawah.
bagaimana jika dipandang dari subjektivitasnya, khususnya para pengambil kebijakan ditingkat pusat, karena sangat psikologis akhir-akhir ini, berbagai runtutan keadaan, dari lokal hingga global. psikologisnya sangat berpengaruh. ada yang ingin mengulas dari sisi subjectivitasnya, termasuk dari sisi-sisi yang tidak diketahui awam.