View Full Version : Konsep Ketuhanan - Barang siapa yg mengenal dirinya, dia mengenal Tuhannya
huskystudio.com
21-08-2008, 09:52 PM
WARNING : ANDA BERESIKO MENJADI ATHEIS JIKA MEMBACA THREAD INI !
Ini adalah thread khusus tentang kosep psikologi Ketuhanan. teman2 boleh melihatnya dari sudut pandang apapun: Agama, Sains, khayalan, keyakinan, dll
.. Belum selesai sih postingan in.. Ntar saya edit lg...
Kita mulai saja dengan sebuah pertanyaan: Apa definisi Tuhan itu menurut Anda ?
Peraturan: Karena ini berpotensi jadi dialog (baca: debat) keyakinan. Tolong sertakan tulisan ini di atas postingan Anda:
' Dasar keyakinan : ...... '
Titik-titik bisa diisi. Kalau dasar Anda Islam, ya tulis Islam, kalau Anda Kristen tulis Kristen dan sebagainya.. kalau Anda mendapat konsep Ketuhanan dari buku atau filsafat seperti materialis, Marxis, atau yang lain, silahkan tulis. Kalau Anda tidak beragama dan hanya berdasar diri sendiri ya tulis 'dari diri sendiri' .Pokoknya tulis apapun yg jadi pegangan Anda.
Tujuannya: supaya kita bisa saling memahami, kenapa Anda berpikir seperti ini, dan kenapa Anda berpikir seperti itu. Jadi meskipun mendebat kita tetap akan bisa saling memaklumi :)
Di sini kita boleh saling mendebat tetapi tetap harus bisa memaklumi orang lain... Memaklumi bukan berarti mengerti atau ikut setuju, tapi menyadari bahwa orang lain itu berbeda dengan diri kita. Sulit memang, tapi harus dilatih, karena inilah kunci hubungan inter-personal manusia :)
Sejarah Ketuhanan menurut saya
Sedari penciptaannya, salah satu hasrat dasar manusia adalah selalu berusaha untuk mencari sesuatu yang dia anggap 'lebih tinggi' dari dirinya. Tak bisa dipungkiri, ini adalah salah satu kebutuhan dasar manusia normal.
Di sebuah pedalaman Papua, ada sebuah suku primitif yang mengkeramatkan buaya raksasa, karena mereka menganggap buaya itu adalah sesuatu yang lebih tinggi dari mereka, sehingga buaya itu mereka sembah dan mereka keramatkan, akhirnya jadilah buaya itu sebagai 'Tuhan' mereka.
Usaha 'pencarian' akan Tuhan sudah dilakukan semenjak dahulu oleh manusia, dan seiring dengan perkembangan evolusi manusia itu sendiri. Seiring dengan perkembanganan pemikiran manusia. Karena suku Papua itu perkembangan pemikirannya hanya sebatas 'buaya raksasa' lebih 'besar' dari mereka, maka yang dijadikan 'Tuhan' ya buaya itu, mereka tidak kepikiran benda-benda lain seperti matahari, bintang-bintang, dan lain-lain sebagai Tuhan.
Tapi 'suku-suku' lain di belahan bumi lain kepikiran. Jadi ada bangsa-bangsa yang akhirnya menyembah matahari, seperti bangsa Indian kuno dan Jepang hingga abad 20. Benda-benda lain pun ada yang disembah, tetapi pada umumnya bangsa-bangsa yang menyembah benda itu kemudian mempersonifikasikan benda itu ke dalam bentuk manusia, sehingga wajar apabila dalam mitologi kita menjumpai dewa-dewa yang mereka masing masing menguasai suatu subyek tertentu secara unik. Dalam mitologi Yunani, kita mendapati Dewa Zeus sebagai penguasa Petir, Dewa Poseidon sebagai penguasa laut, dsb.
Penyembahan terhadap dewa-dewa ini kemudian berkembang menjadi agama pagan. Yang kita ketahui agama ini disebut juga agama politeisme atau agama yang berTuhan banyak.Penyembahan terhadap mereka mengilhami penanggalan waktu dan kalender. Kata Juni berasal dari kata Juno, dewa kelahiran dan pernikahan Romawi, kata Maret berasal dari Mars dewa perang Romawi. Dan kata Minggu (Sunday) berasal dari Sol Invictus (Unconquered Sun)--dewa matahari Romawi (sering disebut Apollo) yang pemujaannya dilakukan setiap hari Minggu dan hari kelahirannya setiap awal tahun baru.
Tapi kemudian berkembang cara lain untuk memperkenalkan Tuhan. Yaitu melalui Nabi atau Rasul yang diutus oleh Tuhan. Nabi ini membawa ajaran Konsep Ketuhanan yang lebih abstrak, maksudnya Tuhan ini tidak menguasai satu subyek saja tetapi seluruhnya. Dan Tuhan yang diperkenalkan oleh para Nabi ini umumnya 'berani mengklaim' bahwa diri-Nya adalah Tuhan satu-satunya.
Nabi-nabi inilah yang kemudian menjadi pembawa agama samawi seperti Yahudi, Kristen, dan yang terakhir.. Islam. Agama Islam mengenal agama Samawi sebelum Nabi Muhammad sebagai agama Tauhid, dan agama ini adalah saingannya agama2 pagan di dunia. Sering dikisahkan di Kitab Suci Nabi2 agama tauhid mengobrak-abrik penyembahan agama pagan dan menghancurkan patung-patung mereka.
Agama Yahudi mengakui Nabi-Nabi hingga ke Nabi Isa (Yesus) yang mereka anggap Nabi murtad sehingga pantas disalib. Agama Kristen mengakui Nabi-nabi hingga ke Yesus, yang mereka percaya adalah Putra Tuhan sendiri. Sedangkan Islam mengakui seluruh Nabi-Nabi sampai Nabi Muhammad SAW Nabi terakhir, Nabi-Nabi Islam termasuk yang diakui Yahudi dan Kristen, tetapi Islam mengakui Yesus hanya sebatas Nabi. Islam tidak mengakui bahwa Tuhan memiliki anak, diperanakan, atau memiliki sifat-sifat setara manusia atau makhluk lain.
Ketiga agama Samawi ini hari ini telah memiliki penutup ajarannya, kecuali Yahudi. Kristen dengan Yesus, dan Islam dengan Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir. Yahudi hingga hari ini masih menunggu kedatangan Nabi terakhir, mereka tidak mengakui Yesus sebagai Putra Allah tetapi juga tidak mau Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir karena alasan primordialisme: Muhammad bukan orang Yahudi tapi orang Arab. Dan sakit hati kenapa Tuhan bukannya memilih mereka tapi orang Arab. Rasa sakit hati itu berlarut-larut jadi kebencian, sehingga wajar sampai hari ini orang Yahudi bermusuhan dengan Arab berikut agama yang dibawa oleh 'si orang Arab' bernama Muhammad tadi.
Akhir kata, pada diri manusia akhirnya terdapat dua cara untuk 'menemukan' Tuhan. Pertama dengan kontemplasi atau pemikiran sendiri tentang bagaimana Tuhan itu, kedua adalah dengan ajaran yang diberikan oleh para Nabi Yang mereka percaya telah diutus Tuhannya.
Perkembangan Ketuhanan semakin berkembang. Seiring dengan kemajuan pemikiran manusia dan berkembangnya filsafat materialis di kalangan barat, orang mulai mengkonsepkan dan memperlakukan materi sebagai Tuhan, dan memuji-muji sendiri kegemilangan pemikiran mereka.
Wajar hingga abad 21 banyak orang yang menuhankan uang.
Konsep Ketuhanan Saya
Kalau saya ditanya siapa Tuhan saya tentu mulut saya menjawab: Allah.. tetapi sebelumnya, saya menanyakan dulu apa definisi dari 'Tuhan' itu sebenarnya ?
Dari guru saya, Kang Dicky Zinal Arifin dari Hikmatul Iman Indonesia, saya mendapati suatu definisi yang tepat tentang Tuhan
Dan ternyata definisi dari Tuhan adalah sesuatu:
1. Yang kita sembah dan kita puja
2. Yang kita takuti
3. Yang kita Prioritaskan
4. Yang mampu membuat kita untuk melakukan hal-hal yang tidak kita sukai..
Sebagai umat Islam saya tentu meyakini bahwa Allah adalah Prima Causa, Sang Maha Pencipta, tapi bagi umat Islam, Allah belum tentu jadi Tuhan
Tinggal sekarang kita introspeksi, terutama terhadap umat Islam: ' betulkah Allah sudah betul-betul menjadi Tuhan kita ?' Atau kita masih menakutkan sesuatu melebihi ketakutan kita terhadap Allah? jika iya maka itulah Tuhan kita, karena sesuatu itu telah memiliki syarat-syarat untuk menjadi Tuhan kita.
Misal:
Seorang pejabat takut kehilangan jabatannya, dia berusaha entah bagaimana caranya kekuasaan jabatannya itu tetap langgeng, dia takut sekali apabila kehilangan jabatannya, dan dia memprioritaskan jabatannya. Dan jadilah jabatan itu sebagai 'Tuhan' dia. Padahal sejatinya jabatan adalah amanah.
Contoh kedua:
Seseorang yang takut kehilangan pekerjaan yang dia jalani selama ini, dia merasa nyaman dan memprioritaskan pekerjaan nya, dia takut akan kehilangan pekerjaan dan tidak bisa mencari nafkah apabila dipecat. Maka... jadilah pekerjaan itu sebagai Tuhannya. Padahal bekerja itu ibadah, dan rezeki tiap makhluk sudah ada yg mengatur.
Tuhan kita bisa jadi memang Allah atau yg lain, bisa juga 'Tuhan' kita berupa manusia atau alien, bisa jadi Tuhan kita uang, pekerjaan, jabatan, kekasih, pokoknya yang memenuhi syarat di atas.
Jika Tuhan kita memang Allah, maka jadikanlah Allah sebagai Tuhan kita, bukan yg lain. Itu sebabnya, saya selalu melatih diri saya: Untuk TIDAK MENARUH HARAPAN TERLALU BESAR pada apa pun, kecuali Allah dan diri sendiri. Tidak kepada orang lain, tidak kepada uang kita, tidak kepada pemerintah (apalagi ini), tidak kepada alien, dan tidak kepada orang-orang yang kita cintai.
Ingat! Sebesar-besarnya cinta seseorang kepada kita, dia tetap tidak akan memikul dosa kita di akhirat.!
Jadi yang terbaik adalah MENARUH HARAPAN PADA TUHAN DAN DIRI SENDIRI .
huskystudio.com
21-08-2008, 09:53 PM
Dasar Keyakinan : Islam
buat gw TUHAN dalam arti yang sebenar2nya itu yah jelas.. adalah sang maha pencipta sebagai kausa prima.. pencontohan di atas terlalu melenceng.. dan jauh dari arti TUHAN yang sebenar-benarnya..
Berarti definisi Anda yg belum lengkap, karena itu hanya memenuhi sifat pertama: Anda puja sebagai 'Sesuatu' yang "ter-... "
Saya maklumi Anda.. Anda menjawab demikian karena Anda sejak kecil diajari untuk demikian: Tuhan adalah Maha Pencipta. Titik !
Padahal seharusnya ada pertanyaan: 'So What ?!' .. Anda mengakui, tapi apakah Anda menyembah-Nya ?
Kalau Anda hanya mengakui berarti Anda hanya beriman, bukan bertakwa.. Arti beriman adalah meyakini dan percaya, sedangkan bertakwa adalah kesediaan untuk melakukan dengan perbuatan, perkataan, pikiran dan hati untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya
Dengan kata lain bertakwa adalah menyembah..
Pertanyaan kemudian:
- Apakah Anda menyembah 'Tuhan' itu ?..
- Apakah Anda takut dengan 'Tuhan'' itu ?
- Apakah Anda memprioritaskan 'Tuhan'' itu ?
- Apakah'Tuhan' itu mampu membuat Anda melakukan hal2 yg tidak Anda sukai ?
Kenyataannya barangkali, Anda percaya Tuhan.. Titik!! hanya itu. tetapi dalam keseharian Anda tidak bertakwa, Anda lebih takut miskin dan kehilangan pekerjaan padahal rezeki ada Yang mengatur, Anda memprioritaskan uang dan kesenangan daripada ibadah.
Tuhan jadi 'tidak berguna' untuk Anda, ya kan? ... Satu-satunya kegunaan Dia adalah ketika Anda sedang kesusahan, Anda berdoa meminta tolong.. Anda kesusahan dan lari ke Tuhan..kalau sudah begini apa bedanya Tuhan dengan minuman keras? Benar juga kata Marx: Agama itu candu!
Btw, iblis itu juga beriman, sama seperti Anda..
Iblis juga mengakui bahwa Tuhan itu ada, iblis mengakui bahwa Tuhan penciptanya dan pencipta alam semesta. Tapi... Iblis itu membangkang perintah Tuhan dan tidak mau bertakwa, dia lebih memilih untuk menjerumuskan dan mengajak orang lain ke neraka bareng2..
Nah, sekarang.. apa yang membedakan Anda dengan iblis ?::oops::
red_pr!nce
21-08-2008, 10:45 PM
menurut saya, tuhan adalah alam semesta. :)
dan apakah alam semesta itu? gw juga ga tau gimana jelasinnya. ;D
Valmighty
22-08-2008, 12:47 AM
Barang siapa yg mengenal dirinya, dia mengenal Tuhannya
dalam 1 sisi, gw setuju.
manusia mengontrol apa yg dia yakini. bukan sebaliknya.
kasus: agama nya 1, tapi teroris bilang bunuh orang lain dan tuhan senang. sedangkan orang baik bilang bunuh orang lain dan tuhan tidak senang. bukti bahwa conscience manusia yg mengontrol "tuhannya". bukan sebaliknya.
rooivalk
22-08-2008, 02:08 AM
saya coba komentarin ya bro, berdasarkan pendapat pribadi :)
Anda sejak kecil diajari untuk demikian: Tuhan adalah Maha Pencipta. Titik !
Padahal seharusnya ada pertanyaan: 'So What ?!' .. Anda mengakui, tapi apakah Anda menyembah-Nya ?
kalau Tuhan Maha Pencipta, itu tidak menjelaskan/menerangkan kenapa kita mesti menyembah-Nya.
apa saya bakal kena bad luck, kutukan, ato bakal disiksa klo saya ga menyembahnya?
- Apakah Anda menyembah 'Tuhan' itu ?..
- Apakah Anda takut dengan 'Tuhan'' itu ?
- Apakah Anda memprioritaskan 'Tuhan'' itu ?
- Apakah'Tuhan' itu mampu membuat Anda melakukan hal2 yg tidak Anda sukai ?
apakah itu suatu keharusan? :)
Kenyataannya barangkali, Anda percaya Tuhan.. Titik!! hanya itu. tetapi dalam keseharian Anda tidak bertakwa, Anda lebih takut miskin dan kehilangan pekerjaan padahal rezeki ada Yang mengatur, Anda memprioritaskan uang dan kesenangan daripada ibadah.
definisi takwa anda disini sangat blur bro. Anda bilang bertakwa itu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, tp dari kalimat diatas tampak kalo takwa sepertinya lebih kepada ritual keagamaan. Apa anda hendak mengatakan kita ga perlu disiplin, kerja keras, dan usaha dalam hidup ini, semua serahkan aja ama Tuhan, pokoknya gw mau terima beres. titik. sing penting lu berlutut tengkurep ama nuntut2 ama Tuhan gitu? sori, seenaknya sekali. Klo Tuhan malah seneng digituin sih tandanya gila hormat tuh.
saya ga tau maksud anda yang seperti apa, tp klo maksud anda (misalkan) hr jumat ga ke sholat karena ada urusan dinas. Please deh, yang ngatur jadwal ritual itu sapa? manusia itu sendiri kan? kerjaan 'duniawi' emang ga flexibel, tp kenapa ritual jg ga flexibel? Tuhan ada 24 jam koq, kenapa musti pada hari x jam x di tempat x? ato kenapa musti pake baju x pake gerakan x, setelah/sebelum melakukan x dan variabel x lainnya.
Jangan salahin manusia dan mengatasnamakan Tuhan klo udah begini.
Tuhan jadi 'tidak berguna' untuk Anda, ya kan? ... Satu-satunya kegunaan Dia adalah ketika Anda sedang kesusahan, Anda berdoa meminta tolong.. Anda kesusahan dan lari ke Tuhan..kalau sudah begini apa bedanya Tuhan dengan minuman keras?
that's why, utk apa kita menyembah Tuhan klo kita selalu diharapkan utk 'mandiri' (dlm kehidupan)? Klo saya 'mandiri' (dlm artian lepas dr God's pity) apa Tuhan (bila ada) bakal marah? kenapa marah? Sejauh yang saya tau, konsep Tuhan yang baik kan ga ada yang gila hormat.
Nah, sekarang.. apa yang membedakan Anda dengan iblis ?
saya adalah nyata adanya, iblis tidak jelas keberadaannya, bahkan dalam sudut pandang yang sedikit lebih ekstrim, iblis adalah tokoh buatan manusia. Keberadaan iblis adalah keyakinan masing2 orang.
logika itu ga hanya 0 dan 1 bro. selalu ada grey area ditengah2nya.
Saya mungkin tidak menyembah Tuhan, tapi saya juga tidak menjerumuskan orang ke arah yang sesat (dalam pengertian sesat secara umum bagi manusia). Apakah Tuhan pake konsep 'either you with us/me (God/s) or you against us/me'? Kayak FPI donk, apa mo dibilang kayak US (pilih aja)? :D
Setiap agama punya definisi masing2 akan 'perintah dan larangan-Nya', sementara perintah dan larangan-Nya itu kadang malah kontradiktif antara satu agama dengan yang lainnya. karena itu saya lebih suka menggunakan hati nurani utk hal2 seperti itu. Kata orang hati nurani adalah suara Tuhan bukan?
well, mungkin saya terlihat aneh dengan berada di 'grey area'. Tapi ketahuilah, background saya dulu sbg orang Katolik, bagaimanapun sesedikit apa pun selalu terpatri di hati dan pikiran saya, bahwa Tuhan, kalau memang ada adalah sesuatu yang baik, bukan gila hormat, diktator, perhitungan dkk.
huskystudio.com
22-08-2008, 08:51 AM
Basis keyakinan: Islam
Silahkan , ini juga berbasis keyakinan dan apa yang telah saya dapat selama ini.
saya coba komentarin ya bro, berdasarkan pendapat pribadi :)
kalau Tuhan Maha Pencipta, itu tidak menjelaskan/menerangkan kenapa kita mesti menyembah-Nya.
apa saya bakal kena bad luck, kutukan, ato bakal disiksa klo saya ga menyembahnya?
apakah itu suatu keharusan? :)
Harus! Tapi bukannya Tuhan memberi kita kebebasan (free will) untuk memilih menyembah atau menentangnya?.. Salah satu harus kita lakukan. Kalau tidak menyembah ya kita menentangnya. Tapi keyakinan saya, kalau kita melakukan salah satu dari itu pasti akibatnya ada konsekuensi (balasan)nya kelak.
definisi takwa anda disini sangat blur bro. Anda bilang bertakwa itu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, tp dari kalimat diatas tampak kalo takwa sepertinya lebih kepada ritual keagamaan. Apa anda hendak mengatakan kita ga perlu disiplin, kerja keras, dan usaha dalam hidup ini, semua serahkan aja ama Tuhan, pokoknya gw mau terima beres. titik. sing penting lu berlutut tengkurep ama nuntut2 ama Tuhan gitu? sori, seenaknya sekali. Klo Tuhan malah seneng digituin sih tandanya gila hormat tuh.
Takwa itu ibadah...Anda saja yg masih berpikiran sempit, mengira takwa hanya sebatas 'berdiri-nungging lima kali sehari '.. Dalam agama kami, mengucapkan perkataan yang baik pada orang lain, menepati janji, berhubungan seks secara benar, dan lain-lain, itupun termasuk takwa, karena itu juga ibadah.
Memang Tuhan 'gila hormat' . Tuhan itu sombong, Maha sombong ! Tapi Tuhan sombong kan wajar, karena Dia memiliki segalanya.. Nah, Anda sombong sudah memiliki apa ?
saya ga tau maksud anda yang seperti apa, tp klo maksud anda (misalkan) hr jumat ga ke sholat karena ada urusan dinas. Please deh, yang ngatur jadwal ritual itu sapa? manusia itu sendiri kan? kerjaan 'duniawi' emang ga flexibel, tp kenapa ritual jg ga flexibel? Tuhan ada 24 jam koq, kenapa musti pada hari x jam x di tempat x? ato kenapa musti pake baju x pake gerakan x, setelah/sebelum melakukan x dan variabel x lainnya.
Jangan salahin manusia dan mengatasnamakan Tuhan klo udah begini.
Itu kan ritual.. Kalau Anda bekerja tentu juga ada SOP dan birokrasinya kan ? Memang harus mengatasnamakan Tuhan, itu sebabnya dalam setiap kegiatan,apa pun itu, nggak cuma berdoa, kami membaca: "Dengan nama (atau Atas nama, kata lainnya) Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang "
that's why, utk apa kita menyembah Tuhan klo kita selalu diharapkan utk 'mandiri' (dlm kehidupan)? Klo saya 'mandiri' (dlm artian lepas dr God's pity) apa Tuhan (bila ada) bakal marah? kenapa marah? Sejauh yang saya tau, konsep Tuhan yang baik kan ga ada yang gila hormat.
Sudah saya jawab di atas,Tuhan memberi kita perintah tetapi juga memberi kita kebebasan.. Tinggal tunggu saja konsekuensinya. Konsep Tuhan yang baik ? Mungkin bukan konsep yang baik, tapi 'konsep yang Anda sukai dan sesuai dengan kesenangan Anda ', ya kan?
saya adalah nyata adanya, iblis tidak jelas keberadaannya, bahkan dalam sudut pandang yang sedikit lebih ekstrim, iblis adalah tokoh buatan manusia. Keberadaan iblis adalah keyakinan masing2 orang.
Nyata? Bagaimana Anda mendefinisikan nyata itu sendiri ? Apakah sesuatu yang bisa Anda lihat, anda cium, Anda dengar, Anda raba ? Tahukah Anda bahwa sebenarnya semuanya itu hanya kesan di otak Anda. Anda melihat mobil, bukan mata Anda yg melihat tapi otak Anda yang memberi gambar, tangan Anda meraba mobil, bukan tangan Anda yg merasa, tapi otak Anda yang memberikan kesan sentuhan. Anda merasakan sakit perut, bukan perut Anda yang merasakan, tapi otak yang memberi kesan sakit.
Jadi konsepnya seperti virtual reality, The Matrix! Anda lihat harimau, Anda dengar aumannya, tapi itu semua hanyalah program software. Dalam dunia (yang Anda anggap) nyata, 'Virtual Reality' nya jauh lebih canggih, kesannya bukan hanya penglihatan dan pendengaran, tetapi juga penciuman, perabaan, rasa sakit, dsb. Tetapi tetap saja, otak Anda yang memberi segala kesan, padahal belum tentu itu benar.Bisa jadi otak Anda adalah sebuah software 'Virtual Reality' yg Maha canggih Belum tentu ada dunia di luar otak Anda Anda takkan bisa mengatakan diri Anda nyata selama Anda 'masih berada' di dalam otak Anda. Anda sedang bermimpi saat ini..
Anda masih mau bilang Anda di alam nyata?
Buktikan dulu! Pecahkan tengkorak kepala Anda, dan keluarlah dari otak Anda! Pergilah dari benda yang selama ini telah 'menipu' Anda dengan memberikan kesan-kesan seperti penglihatan, pendengaran,rasa sakit dan lain-lain! Apabila Anda kemudian sudah bisa 'keluar' dan melihat diri Anda sendiri secara langsung dan utuh (bukan cermin atau kamera), itulah baru dunia nyata.
Iblis itu sama seperti Tuhan,ada atau tidak itu gimana keyakinan. Tapi iblis itu akan selalu mendorong Anda untuk berpikir demikian, bukankah kerjaan dia mengajak orang ikut serta ke neraka ? Iblis itu makhluk yg lemah, dia hanya bisa membisiki.. Akal dan Hawa nafsu Anda lah yang membawa Anda ke surga atau neraka.
logika itu ga hanya 0 dan 1 bro. selalu ada grey area ditengah2nya.
Saya mungkin tidak menyembah Tuhan, tapi saya juga tidak menjerumuskan orang ke arah yang sesat (dalam pengertian sesat secara umum bagi manusia). Apakah Tuhan pake konsep 'either you with us/me (God/s) or you against us/me'? Kayak FPI donk, apa mo dibilang kayak US (pilih aja)? :D
Logika ? Logika teh' naon ? Apa definisi 'logika' itu ?
Memang iya, Tuhan memakai konsep itu, tetapi Tuhan jangan disamakan dengan manusia dong, yang sering memakai EGO dalam bertindak. Nggak setuju GEBUK!! Nggak sependapat, HANTAM ! Tuhan punya pertimbangan dan memberi kita kebebasan memilih. Sudah saya jelaskan di atas bukan ?
Setiap agama punya definisi masing2 akan 'perintah dan larangan-Nya', sementara perintah dan larangan-Nya itu kadang malah kontradiktif antara satu agama dengan yang lainnya. karena itu saya lebih suka menggunakan hati nurani utk hal2 seperti itu. Kata orang hati nurani adalah suara Tuhan bukan?
well, mungkin saya terlihat aneh dengan berada di 'grey area'. Tapi ketahuilah, background saya dulu sbg orang Katolik, bagaimanapun sesedikit apa pun selalu terpatri di hati dan pikiran saya, bahwa Tuhan, kalau memang ada adalah sesuatu yang baik, bukan gila hormat, diktator, perhitungan dkk.
Konsep di agama saya, perintah itu adalah ujian. Agar ujian itu terlaksana dengan baik, kita harus bisa mengontrol hawa nafsu kita terhadap orang lain maupun diri kita sendiri. Kalau tidak bisa mengontrol ya wajar banyak pertentangan: Ada orang Kristen menuntut sebuah Mesjid karena tidurnya terganggu, dan ada orang Islam menggrebek ibadat Kristen karena dituduh pemurtadan.
Perasaan Anda saja di grey area.. Dalam agama saya konsepnya jelas: Ya atau Tidak, 1 atau 0 .. Kalau Anda menyembah Tuhan lakukan dengan betul2, soal hasil biar Dia yg menentukan. Kalau menurut Dia benar, nah itu nilainya 1. Kalau setengah2 menyembah, atau menentang sama sekali, dan menurut Dia salah, itu nilainya 0. Bagi saya, grey berarti setengah2.. Gampang kan ?
Tapi jangan lupa, Tuhan itu Maha Pengampun, Anda setengah2 pun mungkin masih bisa masuk surga.. Atau bisa jadi Anda sudah merasa menyembah betul2 ternyata malah masuk neraka. jadi sebenarnya yg menilai bukan kita tapi Tuhan.
Pada akhrinya ujung2nya manusia nggak ada yang benar dan nggak ada yang salah . Karena kebenaran sejati hanya milik Tuhan. Sedangkan manusia seringkali mendefinisikan kebenaran berdasarkan kepentingan, menurut kesenangan. Yang menguntungkan dianggap benar, yang merugikan dianggap salah.
Kenapa bilang 'dulu', jadi Anda agnostik sekarang ? Tuhan memang Maha Baik tetapi juga Maha Jahat. Tuhan buat surga tetapi buat neraka juga. Selalu ada dua sisi dan berpasangan. Jika menurut Anda Tuhan selalu baik, menurut saya itu bukan konsep Tuhan yang baik, tetapi 'Konsep Tuhan yang Anda inginkan, dan Anda sukai' , bethul ?
Arthurus
22-08-2008, 08:19 PM
Kita mulai saja dengan sebuah pertanyaan: Apa definisi Tuhan itu menurut Anda ?
Emang bisa didefinisikan ? :D
Arthurus
22-08-2008, 08:38 PM
Pada akhrinya ujung2nya manusia nggak ada yang benar dan nggak ada yang salah . Karena kebenaran sejati hanya milik Tuhan. Sedangkan manusia seringkali mendefinisikan kebenaran berdasarkan kepentingan, menurut kesenangan. Yang menguntungkan dianggap benar, yang merugikan dianggap salah.
[/FONT]
gw posting lagi, semoga menambah wawasan :D
Kebenaran tak butuh Pembenaran pun Pembelaan.
Idealnya, kita memang harus percaya pada kebenaran. Namun dalam prakteknya, itu tidaklah selalu mudah, karena tidaklah mudah untuk melihat kebenaran. Makanya, apa yang kita percayai selama ini, belum tentu kebenaran. Ia bisa saja hanya sebentuk pembenaran atas sesuatu yang sebetulnya tidak benar, namun terlanjur dianggap benar oleh banyak orang, atau, sesuatu yang masih disangsikan kebenarannya, tapi dipercayai oleh seseorang yang besar pengaruhnya di masyarakat.
Kita tahu kalau pada dasarnya, kebenaran tidak butuh pembenaran. Hanya yang belum tentu benar, atau yang masih disangsikan kebenarannya sajalah butuh upaya-upaya pembenaran. Inilah yang butuh argumentasi-argumentasi, bahkan dalih serta alasan. Namun, betapa masuk-akal pun suatu argumentasi, dalih atau alasan itu adanya, tetap saja tidak mampu mentransformasikan yang tidak benar menjadi benar. Apa yang mampu dilakukannya paling-paling sekedar memanipulasi yang tidak benar sehingga kelihatan seolah-olah benar.
Kebenaran juga tak butuh pembelaan. Ia membela dirinya sendiri. Oleh karenanya, mereka yang mengaku-ngaku sebagai ‘pembela kebenaran’ sangat boleh jadi hanyalah sekelompok orang yang selalu mencari pembenaran atas setiap tindakan tak senonohnya. Jenis orang seperti ini memang banyak sekali di dunia. Sebetulnya, justru mereka inilah yang amat sangat membutuhkan pembelaan dari kebenaran itu sendiri.
Dua jenis Kebenaran.
Secara sederhana, ada dua jenis kebenaran:
kebenaran relatif (vyavaharika dharma) dan kebenaran absolut (satya dharma).
Kebenaran duniawi, yang dapat diterima oleh banyak orang hanya lantaran ketidak-mampuan mereka untuk melihat kebenaran secara menyeluruh, termasuk jenis kebenaran relatif. Yang seperti ini umumnya bertumpu kuat pada kesaksian indriawi. Contohnya, anggapan bahwa “Matahari terbit di Timur, dan terbenam di Barat”. Kebenaran jenis ini juga bisa disebut sebagai kebenaran empiris-subjektif.
Segala bentuk kebenaran yang bisa diterima oleh akal-pikir manusia yang terbatas, juga tergolong ke dalam kebenaran relatif. Kalau mau disebutkan, banyak sekali contoh-contoh yang bisa kita kemukakan untuk yang satu ini. Namun salah-satu contoh yang sangat signifikan adalah adalah, anggapan bahwa “Kebenaran haruslah masuk-akal, harus rasional, harus bisa dicerna nalar. Bila tidak, maka ia tak bisa dianggap benar”. Walaupun yang ini sudah lebih tinggi lagi kwalitasnya ketimbang yang sebelumnya—karena sudah tidak lagi mendasarkan diri hanya pada pola-pandang kasat-indria, melainkan sudah melibatkan akal-pikir—, ia masih tergolong kebenaran relatif. Kebenaran jenis ini juga bisa disebut sebagai kebenaran analitis-objektif.
Kebenaran hipotetis, yang hanya bisa dianggap benar lantaran belum ada cukup bukti-bukti untuk menyanggahnya, juga tergolong kebenaran relatif. Ia bisa dikatakan sebagai punya kwalitas yang lebih tinggi lagi ketimbang yang sebelumnya. Dan, kelihatannya, banyak sekali dogma-dogma agama dan kepercayaan bertumpu pada kebenaran jenis ini. Contohnya adalah, dogma tentang “adanya Sorga dan Neraka sebagai sebentuk alam kehidupan paska kematian raga ini”.
Kesepakatan dilahirkan demi ketertiban dan ketenteraman komunitas, yang kalau dindahkan, diharapkan bisa mendatangkan kebaikan bagi semua pihak terkait. Ia tidak harus benar. Oleh karenanya, ia belum tentu benar. Disini, penekanan lebih diberikan kepada ‘fungsi atur’-nya. Segala bentuk aturan dan perundang-undangan—termasuk hukum adat—merupakan contoh konkrit dari kebenaran jenis ini. Ia lebih berimplikasi hukum dan sesuatu yang bersifat normatif. Makanya, ia juga bisa kita sebut sebagai kebenaran yuridis-normatif. Ia tergolong kebenaran relatif juga adanya.
Kebenaran analogis, juga merupakan bentuk lain dari kebenaran relatif. Kebenaran ini diturunkan melalui analogi-analogi, dengan pola-pikir kurang-lebih berbunyi: “Kalau manusia bernafas, maka semua makhluk hidup juga bernafas—dengan caranya masing-masing”, atau “Sejauh dewa atau malaekat adalah makhluk hidup, maka manusiapun bisa menjadi dewa atau malaekat”.
Kebenaran relatif lainnya lagi adalah—apa yang kita sebut dengan—kebenaran komparatif. Kebenaran ini ditarik dari upaya pembandingan atau komparasi dengan hal-hal sejenis di tempat-tempat atau komunitas-komunitas lain. Ia diturunkan dari pola-pikir yang kurang-lebih berbunyi: “Kalau disana dan dalam lingkungan komunitas itu ia (dianggap) benar, sangat boleh jadi itu memang benar adanya”. Memang benar kalau kebenaran ini punya kemiripan yang besar dengan kebenaran analogis. Mereka juga sama-sama bersifat hipotetis, sehingga bisa dianggap sebagai bagian dari kebenaran hipotetis.
Perlukah menguji Kepecayaan kita kembali ?
Kepercayaan adalah sesuatu yang sangat pribadi sifatnya. Kepercayaan yang kita anut, umumnya kita sakralkan. Sayangnya, pensakralan ini juga berarti tabu untuk mengkritisinya dengan cara mengujinya. Disinilah sebetulnya dogmatisme hingga fanatisme-ekstrim itu mengakar.
Setiap bentuk kepercayaan punya sebentuk landasan kebenaran, pada landasan mana mereka berpijak dan dari landasan mana mereka mulai melangkah. Semua bentuk kebenaran relatif, butuh landasan luar, landasan yang bukan dari dirinya sendiri. Namun tidak kebenaran absolut. Kebenaran absolut melandasi DiriNya Sendiri. Ia tak butuh landasan apapun kecuali DiriNya Sendiri. Justru yang lainnyalah yang butuh melandaskan dirinya kepada-Nya.
Seorang pendamba kebenaran sejati atau kesujatian jelas tidak akan menerima dan memutlakkan begitu saja kebenaran relatif, untuk dijadikan sebagai landasan dari kepercayaannya. Walaupun, secara sadar, ia tidak akan menentang dan memposisikan dirinya secara berhadap-hadapan dengannya, apa yang ia tuju tetap adalah kebenaran absolut, kebenaran mutlak, kebenaran hakiki, kebenaran tertinggi.
Menguji suatu kepercayaan adalah sebuah upaya pengujian dengan mencermati kemungkinan sifat relatif yang terkandung pada setiap klaim akan kebenaran dari setiap bentuk kepercayaan. Ini bukanlah pengujian yang sepenuhnya mengarah ke luar. Bahkan sebetulnya ia lebih dimaksudkan untuk diarahkan ke dalam, melalui mempertanyakan kepada diri kita: Mengapa kita mempercayainya? Adakah hanya lantaran ikut-ikutan? Adakah hanya lantaran kita terlahir di lingkungan komunitas yang mayoritas anggotanya mempercayainya? Adakah hanya karena ia disampaikan oleh seseorang yang kita kagumi, sangat kharismatik, mampu mempertontonkan keajaiban-keajaiban, atau punya pengaruh dan kekuasaan besar di masyarakat?
Di alam dualistik ini, dengan berhasilnya ditetapkan sesuatu sebagai bersifat relatif—tentunya setelah melalui menelitinya dengan cermat dan sistematis—, kebenaran absolut bisa ditemukan. Dengan mengenali sesuatu sebagai kebenaran relatif dan menyanggahnya, cepat atau lambat seorang pendamba kesujatian akan diantarkan kepada-Nya. :D
rooivalk
22-08-2008, 08:45 PM
Harus! Tapi bukannya Tuhan memberi kita kebebasan (free will) untuk memilih menyembah atau menentangnya?.. Salah satu harus kita lakukan. Kalau tidak menyembah ya kita menentangnya. Tapi keyakinan saya, kalau kita melakukan salah satu dari itu pasti akibatnya ada konsekuensi (balasan)nya kelak.
bro, ini yang saya maksud, logika itu ga hanya 0 dan 1. ditengah2nya ada apa yang disebut grey area. Makanya saya bilang klo kayak gitu sih 'either you against god or you with god'.
klo memang itu keyakinan islam ya sudahlah. saya juga ga bisa ngomong apa2 :)
kalo gitu gunanya thread ini buat apa? penegasan iman masing2 agama? atau apa?
tapi tetep saya komentarin yah sisanya,
Takwa itu ibadah...Anda saja yg masih berpikiran sempit, mengira takwa hanya sebatas 'berdiri-nungging lima kali sehari '.. Dalam agama kami, mengucapkan perkataan yang baik pada orang lain, menepati janji, berhubungan seks secara benar, dan lain-lain, itupun termasuk takwa, karena itu juga ibadah.
lalu apa urusannya dengan takut kehilangan pekerjaan dsb? itulah yang saya tanyakan duluan.
Memang Tuhan 'gila hormat' . Tuhan itu sombong, Maha sombong ! Tapi Tuhan sombong kan wajar, karena Dia memiliki segalanya.. Nah, Anda sombong sudah memiliki apa ?
klo memiliki dan berkuasa jadi pantas sombong gitu? bisa jadi Quote of the Day nih.
sorry, saya diajarkan klo punya lebih jangan sombong. ^^;
Itu kan ritual.. Kalau Anda bekerja tentu juga ada SOP dan birokrasinya kan ? Memang harus mengatasnamakan Tuhan, itu sebabnya dalam setiap kegiatan,apa pun itu, nggak cuma berdoa, kami membaca: "Dengan nama (atau Atas nama, kata lainnya) Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang "
SOP dan birokrasi ada tujuannya bro. Misalnya cuci tangan sebelum ngurus pasien --> buat kesehatan bersama. Nah ritual biasanya kan buat katakanlah buat perlindungan selama di jalan (misalnya). Tapi ritual itu yang saya pertanyakan kenapa begitu fix (bisa tata caranya, bisa waktunya, dsb). Padahal Tuhan aja ga pernah disebut2 butuh itu semua, ritual berubah pun Tuhan ga kenapa2. Ritual itu sendiri tata caranya buatan manusia. Sementara klo melanggar ritual dikit aja uda kayak pantas masuk 'neraka'.
Sudah saya jawab di atas,Tuhan memberi kita perintah tetapi juga memberi kita kebebasan.. Tinggal tunggu saja konsekuensinya. Konsep Tuhan yang baik ? Mungkin bukan konsep yang baik, tapi 'konsep yang Anda sukai dan sesuai dengan kesenangan Anda ', ya kan?
apa itu yang saya sukai? klo anda menjawab seperti itu saya bisa bilang, konsep tuhan yang gila hormat juga konsep yang anda sukai dan sesuai dengan kesenangan anda. bukan begitu?
=huskystudio.comNyata? Bagaimana Anda mendefinisikan nyata itu sendiri ? Apakah sesuatu yang bisa Anda lihat, anda cium, Anda dengar, Anda raba ? Tahukah Anda bahwa sebenarnya semuanya itu hanya kesan di otak Anda. Anda melihat mobil, bukan mata Anda yg melihat tapi otak Anda yang memberi gambar, tangan Anda meraba mobil, bukan tangan Anda yg merasa, tapi otak Anda yang memberikan kesan sentuhan. Anda merasakan sakit perut, bukan perut Anda yang merasakan, tapi otak yang memberi kesan sakit.
cogito ergo sum ::hihi::
Bisa jadi otak Anda adalah sebuah software 'Virtual Reality' yg Maha canggih
teori konspirasi? :D
kalo gitu setidaknya buktikan klo saya sedang mimpi ::hihi::
Anda masih mau bilang Anda di alam nyata?
klo anda ga bisa membuktikannya, saya bilang masih.
Buktikan dulu! Pecahkan tengkorak kepala Anda, dan keluarlah dari otak Anda! Pergilah dari benda yang selama ini telah 'menipu' Anda dengan memberikan kesan-kesan seperti penglihatan, pendengaran,rasa sakit dan lain-lain! Apabila Anda kemudian sudah bisa 'keluar' dan melihat diri Anda sendiri secara langsung dan utuh (bukan cermin atau kamera), itulah baru dunia nyata.
ini mah pembuktian beli kucing dalam karung. lu aja dulu. ::hihi::
Iblis itu sama seperti Tuhan,ada atau tidak itu gimana keyakinan. Tapi iblis itu akan selalu mendorong Anda untuk berpikir demikian, bukankah kerjaan dia mengajak orang ikut serta ke neraka ? Iblis itu makhluk yg lemah, dia hanya bisa membisiki.. Akal dan Hawa nafsu Anda lah yang membawa Anda ke surga atau neraka.
anda tau iblis itu sama dengan tuhan ato tidak ok lah bagaimana keyakinan. Tapi anda tau tujuan iblis juga keyakinan, anda tau iblis merupakan makhluk lemah juga keyakinan, surga dan neraka juga keyakinan toh?
ato gini deh, saya pake pembuktian model anda. Tolong anda berdosa dulu biar mati ke neraka ato gimanalah caranya (lewat stargate mungkin ::hihi::) trus bawa kesini si iblis, biar kita saksikan bareng2 gimana dia ngajak orang ke neraka. ::hihi::
Logika ? Logika teh' naon ? Apa definisi 'logika' itu ?
Memang iya, Tuhan memakai konsep itu, tetapi Tuhan jangan disamakan dengan manusia dong, yang sering memakai EGO dalam bertindak. Nggak setuju GEBUK!! Nggak sependapat, HANTAM ! Tuhan punya pertimbangan dan memberi kita kebebasan memilih. Sudah saya jelaskan di atas bukan ?
nanya logika tp koq bisa setuju konsep logika? ::hihi::
artinya anda sudah tau tapi pura2 tidak tahu/tidak pake. :)
nah ini lucu. td kata anda klo kita tidak menyembah Tuhan kita berarti ya menentang Tuhan. Bukankah dengan pernyataan anda itu, anda menyatakan hal yang sama? (gak setuju gebuk, ga sependapat hantam). Gak setuju nyembah berarti dihantam blas kita nentang Tuhan.
kebebasan? disinilah justru saya perlu tanya, apa itu kebebasan buat anda?
ada banyak pilihan ketika saya memikirkan kata 'Tuhan' bisa nyembah, bisa nentang, bisa ga peduli, bisa cari tau, bisa mau menjilat dsb.
tapi mendadak pilihan itu (menurut anda) dibagi menjadi 2 saja. Apa itu namanya kebebasan? setau saya sih bukan. Itu namanya pemaksaan.
Konsep di agama saya, perintah itu adalah ujian. Agar ujian itu terlaksana dengan baik, kita harus bisa mengontrol hawa nafsu kita terhadap orang lain maupun diri kita sendiri. Kalau tidak bisa mengontrol ya wajar banyak pertentangan: Ada orang Kristen menuntut sebuah Mesjid karena tidurnya terganggu, dan ada orang Islam menggrebek ibadat Kristen karena dituduh pemurtadan.
setuju pak.
Perasaan Anda saja di grey area.. Dalam agama saya konsepnya jelas: Ya atau Tidak, 1 atau 0 .. Kalau Anda menyembah Tuhan lakukan dengan betul2, soal hasil biar Dia yg menentukan. Kalau menurut Dia benar, nah itu nilainya 1. Kalau setengah2 menyembah, atau menentang sama sekali, dan menurut Dia salah, itu nilainya 0. Bagi saya, grey berarti setengah2.. Gampang kan ?
pake logika ya pak? :D ya itu agama anda kan...
grey area bukan perasaan pak. Saya mungkin dianggap tidak nyembah Tuhan, tp saya juga ga bermaksud melakukan nilai2 yg dia larang.
Pada akhrinya ujung2nya manusia nggak ada yang benar dan nggak ada yang salah . Karena kebenaran sejati hanya milik Tuhan. Sedangkan manusia seringkali mendefinisikan kebenaran berdasarkan kepentingan, menurut kesenangan. Yang menguntungkan dianggap benar, yang merugikan dianggap salah.
bener banget pak. begitu juga agama.
Kenapa bilang 'dulu', jadi Anda agnostik sekarang ? Tuhan memang Maha Baik tetapi juga Maha Jahat. Tuhan buat surga tetapi buat neraka juga. Selalu ada dua sisi dan berpasangan. Jika menurut Anda Tuhan selalu baik, menurut saya itu bukan konsep Tuhan yang baik, tetapi 'Konsep Tuhan yang Anda inginkan, dan Anda sukai' , bethul ?
you say that ^^;
klo tuhan maha baik dan maha jahat (jujur baru denger itu pak, keyakinan islam juga?) saya rasa tuhan juga berada di tengah2. Dan menurut saya itu juga konsep Tuhan yang anda inginkan dan anda sukai ^^v
in the end diskusi seperti ini tidak pernah menyimpulkan apa pun. semua tergantung kepercayaan masing2. [meditasi]
viddaz
23-08-2008, 02:06 AM
wah..seru nih..di tunggu post lanjutan ny..
tapi kalo masalah kepercayaan di perdebatkan,3 hari 3 mlm jg g selesai, n bisa2 perang dunia nih..hal yg sensitif untuk di perdebatkan nih..
to : roiivalk
sebaikny jagan berada di grey area terlalu lama deh, kembali lah ke agama, krn semua agama itu adalah baik. karna tanpa agama, orang bisa bertindak semena2. hukum sebuah negara,kadang tidak terlalu berpengaruh dalam mencegah kejahatan. perlu ada ajaran AGAMA untuk menggugah nurani seseorang. setidakny agama berperan sebagai reminder untuk hati nurani anda agar tidak berbuat sesuatu yg tidak baik ( dalam pandangan manusia).
peace...
huskystudio.com
23-08-2008, 02:07 AM
Dasar Keyakinan: Islam
Mas rooivalk yg baik, Harap Dimaklumi ! Di sini kita boleh saling mendebat tetapi tetap harus bisa memaklumi orang lain... Memaklumi bukan berarti mengerti atau ikut setuju , tapi menyadari bahwa orang lain itu berbeda dengan diri kita. Sulit memang, tapi harus dilatih, karena inilah kunci hubungan inter-personal manusia :)
Perlu diketahui Islam adalah agama yang menganut Totalitas Absolut, ini dikarenakan prinsip Tauhid yang menegaskan bahwa segala sesuatu adalah milik Allah, dan Allah lah yang tertinggi. Dengan ke 99 sifat Maha-nya, Allah adalah pemilik segala kesempurnaan juga kebenaran.
Memang setiap muslim dituntut untuk menyembah Tuhannya secara betul2. Tidak ada jalan tengah dalam Islam untuk yang namanya tauhid. Tidak ada 'grey'! Dan tidak ada prinsip nihilisme dalam Islam! karena semuanya adalah milik Allah!
Sebagian besar orang yang bukan beragama Islam mungkin akan berkata, kenapa 'Tuhan' Nya orang Islam begitu sombong ? Kenapa Allah sepertinya 'ngotot' di Al Quran agar manusia menyembah diri-Nya, kalau tidak neraka ganjaran Nya ?
Saya rasa inilah perbedaan konsep di Islam dengan Kristen ( baik Katolik ataupun Protestan).BTW, CMIW, saya juga belajar agama Katolik dan Kristen tetapi belum dalam betul :)
Agama Islam konsepnya adalah tauhid: Allah adalah Khalik (pencipta) yang Ahad atau Zat yang Maha Tunggal, sedangkan manusia, hewan, batu, matahari, gagasan, bahasa, ilmu alam adalah makhluk. Jadi jika bukan Khalik berarti makhluk. Jika bukan 0 berarti 1. Absolut ! Absolut-nitas dalam Tauhid memang kedengarannya sack lek , tapi jika dijalani itu memudahkan sebenarnya.
Antara Khalik dan makhluk itu berbeda. Demikian juga sifatnya.
Tapi Islam mengakui bahwa makhluk itu adalah bagian secara langsung dari Khaliknya, karena prinsip Tauhid simplenya adalah: semua milik Allah dan hanya Allah!
Sedangkan Agama Kristen, konsep mereka adalah 'Memanusiakan Tuhan' (CMIW, please!) , manusia digambarkan sebagai citra Allah, Tuhan 'ada' dalam diri setiap manusia. Sehingga manusia pun juga memiliki sifat Allah dan Allah 'memiliki' sifat-sifat manusia.
Itu sebabnya kenapa Konsep Trinitas bisa masuk ke orang Kristen tapi ditolak mentah-mentah oleh ajaran Tauhid Islam.
Konsep Tauhid jelas-jelas tidak bisa menerima jika Allah itu 'disamakan' dengan manusia. Meskipun memang , Islam mengakui bahwa manusia memiliki sifat Allah karena ruh Allah ada di dalam diri manusia, yang ditiupkan ketika mau lahir. Ingat ruh! Ruh Allah yang ditiupkan oleh Zat (Diri) -Nya.
Sekarang dalam perspektif Islam :
Anda mengatakan Allah itu sombong, tunggu dulu! Sombong itu adalah sifat manusia. Bukan sifat Tuhan. Kalau untuk Tuhan namanya bukan sombong tapi mungkin lain, saya juga tidak tahu apa namanya...Memang sih untuk beberapa sifat, karena manusia tidak tahu bagaimana mendefinisikannya, jadi pakai saja kata 'Maha': Maha Mencipta,Maha memelihara,dsb.. Tapi yang jelas kalau Anda mengatakan: Allah itu sombong, memaksakan kehendak, gila hormat, itu sama sekalli 'tidak masuk' karena Anda telah 'menyamakan' sifat-sifat manusia ke dalam sifat Allah.
Lalu kenapa Allah menyuruh kita ini itu? Yang kesannya seolah-olah 'sok merintah', 'sombong' (menurut persepsi sifat kita ?)
Jawabnya saya tidak tahu, karena saya tidak punya sifat Allah keseluruhan (hanya yang Dia tiupkan ruh-Nya ke saya :) ). Simplenya adalah : Saya bukan Allah, saya adalah jenis makhluk bukan jenis Tuhan, untuk mengerti jalan pikirannya Allah, berarti saya harus jadi Tuhan dulu (jenisnya Allah) , tetapi itu tidak bisa karena Tuhan Maha Tunggal.
Saya pernah bilang Tuhan Maha Baik tetapi juga Maha Jahat, itu sebenarnya maksud saya , Tuhan itu tidak baik dan tidak jahat. Tuhan itu netral. Ingat, jahat dan baik itu sebenarnya persepsi semata, tergantung acuan hukum dan norma Anda
Kriteria jahat seribu tahun lalu belum tentu jahat hari ini, dan sebagainya.
Corgito Ergo Sum Kalau Anda berkata begitu berarti bagus, Anda memiliki kesadaran. Karena memang, kesadaran itu tidak berasal dunia materi, tetapi berasal dari ruh.
Kalau boleh saya bilang, kata 'Corgito Ergo Sum' itu sebenarnya adalah suatu 'blunder' filosofis dari pencetusnya sendiri. Rene Decrates adalah seorang materialisme yang menganut paham deterministik. Tetapi sayangnya dia tidak bisa merepresentasikan kesadaran itu dalam dunia materi itu sendiri.
Kenyataannya, kita bahkan tidak butuh materi untuk bisa sadar Sekarang saya tanya, di dalam mimpi sewaktu tidur pun Anda masih bisa bilang, "Corgito Ergo Sum" bukan?
Kalau Anda baca posting saya Anda bisa menangkap bahwa yang namanya materi (mungkin) sebenarnya tidak ada, semua adalah kumpulan persepsi. Konsepnya sama seperti Anda bermimpi, seperti Konsep Matrix atau sedang main game Virtual Reality.
Sekarang, andaikata Anda bermain game Virtual Reality, Anda tokh masih tetap sadar, bukan? Siapa musuh Anda, siapa kawan Anda, kalau musuh Anda tembak dia mati dan Anda dapat point, kalau Anda ditembak game over.
Jadi.. perlukah materi untuk yang namanya kesadaran? Atau dengan kata lain, perlukah dunia nyata agar Anda bisa mengatakan "Corgito Ergo Sum' ?
Ok deh, sekian dulu. Makasih, ya.. Ditunggu postingan balesannya ! :)
rooivalk
23-08-2008, 04:41 AM
wah..seru nih..di tunggu post lanjutan ny..
tapi kalo masalah kepercayaan di perdebatkan,3 hari 3 mlm jg g selesai, n bisa2 perang dunia nih..hal yg sensitif untuk di perdebatkan nih..
to : roiivalk
sebaikny jagan berada di grey area terlalu lama deh, kembali lah ke agama, krn semua agama itu adalah baik. karna tanpa agama, orang bisa bertindak semena2. hukum sebuah negara,kadang tidak terlalu berpengaruh dalam mencegah kejahatan. perlu ada ajaran AGAMA untuk menggugah nurani seseorang. setidakny agama berperan sebagai reminder untuk hati nurani anda agar tidak berbuat sesuatu yg tidak baik ( dalam pandangan manusia).
peace...
emang gitu sih, bakal debat panjang yang ga ada ujungnya sebetulnya :D
tp debat itu fun ^^
mmm jangan salah, I have no problem with God himself, tp fans club nya itu lo :D:D
rooivalk
23-08-2008, 05:49 AM
@huskystudio.com
ya klo udah bagian yang mulai deeper ke dalam apa yang anda sebut agama, saya ga akan jawab deh. Selain saya anda sebut 'agnostik', tiap agama juga berbeda. Silahkan orang2 seperti davidson, pi_man, goesti ato radenindo yang lebih mengerti yang jawab.
Anda mengatakan Allah itu sombong, tunggu dulu! Sombong itu adalah sifat manusia. Bukan sifat Tuhan. Kalau untuk Tuhan namanya bukan sombong tapi mungkin lain, saya juga tidak tahu apa namanya...Memang sih untuk beberapa sifat, karena manusia tidak tahu bagaimana mendefinisikannya, jadi pakai saja kata 'Maha': Maha Mencipta,Maha memelihara,dsb.. Tapi yang jelas kalau Anda mengatakan: Allah itu sombong, memaksakan kehendak, gila hormat, itu sama sekalli 'tidak masuk' karena Anda telah 'menyamakan' sifat-sifat manusia ke dalam sifat Allah.
yg saya bold --> substitusi nama? :D
kalau gitu apa susahnya, tinggal tambah kata maha toh : maha sombong, maha memaksakan kehendak, maha gila hormat, maha2 dsb. artinya tetep sama, cuma yang ini ada tambahan properties divine ^^;
by the way saya tidak mengatakan klo Tuhan itu gila hormat, suka memaksa dan sombong. Saya hanya membuat kesimpulan dari kata2 anda sendiri, dan yang bilang sombong kan anda. :)
gila hormat:
Klo Tuhan malah seneng digituin sih tandanya gila hormat tuh.
memaksa:
ada banyak pilihan ketika saya memikirkan kata 'Tuhan' bisa nyembah, bisa nentang, bisa ga peduli, bisa cari tau, bisa mau menjilat dsb.
tapi mendadak pilihan itu (menurut anda) dibagi menjadi 2 saja. Apa itu namanya kebebasan? setau saya sih bukan. Itu namanya pemaksaan.
sombong:
Tuhan itu sombong, Maha sombong !
Lalu kenapa Allah menyuruh kita ini itu? Yang kesannya seolah-olah 'sok merintah', 'sombong' (menurut persepsi sifat kita ?)
Jawabnya saya tidak tahu, karena saya tidak punya sifat Allah keseluruhan (hanya yang Dia tiupkan ruh-Nya ke saya ). Simplenya adalah : Saya bukan Allah, saya adalah jenis makhluk bukan jenis Tuhan, untuk mengerti jalan pikirannya Allah, berarti saya harus jadi Tuhan dulu (jenisnya Allah) , tetapi itu tidak bisa karena Tuhan Maha Tunggal.
kalau tidak ato kurang jelas seperti ini, saya berhak dan wajar donk utk balik ke pertanyaan yang awal sekali : apakah saya harus menyembah (dalam pengertian anda) Tuhan? anyway rasanya emang pertanyaan itu belum dijawab deh :)
Saya pernah bilang Tuhan Maha Baik tetapi juga Maha Jahat, itu sebenarnya maksud saya , Tuhan itu tidak baik dan tidak jahat. Tuhan itu netral. Ingat, jahat dan baik itu sebenarnya persepsi semata, tergantung acuan hukum dan norma Anda
Kriteria jahat seribu tahun lalu belum tentu jahat hari ini, dan sebagainya.
jadi menyembah Tuhan itu baik ato jahat? mengikuti perintah dan menjauhi larangan-Nya itu baik ato jahat? Dia membuat aturan2 itu supaya manusia menjadi apa yang disebut baik ato jahat? jgn2 besok uda beda. Mo masuk surga malah masuk neraka. Khan repot ;D. Ato jgn2 semuanya netral2 aja, jd percuma aja berbuat baik melulu ato berbuat jahat melulu?
Corgito Ergo Sum Kalau Anda berkata begitu berarti bagus, Anda memiliki kesadaran. Karena memang, kesadaran itu tidak berasal dunia materi, tetapi berasal dari ruh.
Kalau boleh saya bilang, kata 'Corgito Ergo Sum' itu sebenarnya adalah suatu 'blunder' filosofis dari pencetusnya sendiri. Rene Decrates adalah seorang materialisme yang menganut paham deterministik. Tetapi sayangnya dia tidak bisa merepresentasikan kesadaran itu dalam dunia materi itu sendiri.
Kenyataannya, kita bahkan tidak butuh materi untuk bisa sadar Sekarang saya tanya, di dalam mimpi sewaktu tidur pun Anda masih bisa bilang, "Corgito Ergo Sum" bukan?
wah saya bukan orang psikologis loh pak, saya taunya cogito ergo sum itu dr komik asterix the legionary ^^;
kenyataannya utk bisa bermimpi saya sendiri harus ada kan?
Kalau Anda baca posting saya Anda bisa menangkap bahwa yang namanya materi (mungkin) sebenarnya tidak ada, semua adalah kumpulan persepsi. Konsepnya sama seperti Anda bermimpi, seperti Konsep Matrix atau sedang main game Virtual Reality.
ok kalo itu pendapat anda :)
Tapi apa hubungannya dengan konsep ketuhanan? Tuhan jg bisa jadi persepsi anda aja kan? jgn2 ga ada gitu. So, kalo merupakan persepsi kenapa kita harus menyembah-Nya?
Ok deh, sekian dulu. Makasih, ya.. Ditunggu postingan balesannya !
thx juga loh. silahkan pak klo mo di reply, saya kembali ke C# dulu, lg bikin persepsi :D
huskystudio.com
25-08-2008, 10:37 AM
Basis keyakinan : Islam
kalau gitu apa susahnya, tinggal tambah kata maha toh : maha sombong, maha memaksakan kehendak, maha gila hormat, maha2 dsb. artinya tetep sama, cuma yang ini ada tambahan properties divine ^^;
by the way saya tidak mengatakan klo Tuhan itu gila hormat, suka memaksa dan sombong. Saya hanya membuat kesimpulan dari kata2 anda sendiri, dan yang bilang sombong kan anda. :)
Bukan subtitusi..Memang saya akuin saya salah menulisnya pakai kata kerja/sifat manusia tanpa penjelasan lebih dulu, susah banget mentransformasikan sifat Tuhan ke Manusia, jadi mudahnya ya begitu:
Kata 'Maha' + kata kerja/sifat manusia = Sifat Tuhan
Tapi ya itu, saya tetap harus meyakini adanya perbedaan sifat Khalik dan makhluk.
kalau tidak ato kurang jelas seperti ini, saya berhak dan wajar donk utk balik ke pertanyaan yang awal sekali : apakah saya harus menyembah (dalam pengertian anda) Tuhan? anyway rasanya emang pertanyaan itu belum dijawab deh :)
Kenapa harus ? Saya balik lagi pertanyaannya : " Kenapa Anda merasa HARUS menyembah Tuhan ?" atau "Kenapa Anda merasa TIDAK HARUS menyembah Tuhan ?"
Kalau saya diajukan pertanyaan seperti itu, "Kenapa kamu merasa HARUS menyembah Tuhan ? ", maka:
- Kalau ditanya, apakah saya takut neraka, saya jawab iya, tapi saya lebih takut lagi sama 'Yang Punya' Nerakanya
- Kalau ditanya apa saya ingin surga, maka saya jawab iya, tapi saya lebih ingin lagi kasih sayang dari 'Yang Punya Surganya'
- Kalau ditanya apakah untuk memenuhi hasrat dasar saya untuk 'menyembah sesuatu' yang dianggap 'lebih' dari saya.. saya jawab iya. Tetapi berhubung saya nggak punya keahlian memahat untuk membuat patung lain sebagai berhala saya dan karena saya percaya matahari (yang dianggap paling kuat) itu sebenarnya juga ada penciptanya, maka saya pun mencari 'tuhan' lain yang lebih tinggi dari patung dan matahari, dan akhirnya saya 'ketemu' sama Allah yang ajarannya disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW, jadilah saya orang Islam.. :D
Tapi ujung2nya akhirnya keyakinan saya menemukan, bahwa kenapa saya harus menyembah Tuhan adalah karena:
- Karena Dia telah menciptakan saya, karena itu saya sadar bahwa saya mesti menyembahnya, Saya sadar, saya ada, karena itu saya Ber-Tuhan.. Nah, yang ini saya pinjam 'Corgito Ergo Sum'-Nya Anda.
- Karena saya memang diperintah untuk menyembah-Nya, jadi saya lakukan That's it! "This is an Order, Soldier! " - "Yes, SIR! "
@huskystudio.com
jadi menyembah Tuhan itu baik ato jahat? mengikuti perintah dan menjauhi larangan-Nya itu baik ato jahat? Dia membuat aturan2 itu supaya manusia menjadi apa yang disebut baik ato jahat? jgn2 besok uda beda. Mo masuk surga malah masuk neraka. Khan repot ;D. Ato jgn2 semuanya netral2 aja, jd percuma aja berbuat baik melulu ato berbuat jahat melulu?
Saya nggak bilang itu baik atau jahat, tapi itu adalah kewajiban saya. Kalau Anda mau bilang itu dogma, terserah! Tadi seperti seorang prajurit saya bilang "Yes, Sir!" Meski saya tidak tahu alasan dibalik itu perintah-perintah, tapi pasti ada alasannya yang diluar pemikiran saya, jadi ya harus berlandaskan keyakinan.
Memang rumit menjelaskannya. Tapi untungnya, selama ini yang saya rasakan, perintah2-Nya lurus-lurus aja dengan kondisi 'kenormalan' yang saya rasakan. Tak ada satu perintah pun yang memerintahkan saya untuk membunuh Anda, misalnya,..kecuali jika Anda menyerang saya duluan dan merampas hak-hak hidup saya.
@huskystudio.com
wah saya bukan orang psikologis loh pak, saya taunya cogito ergo sum itu dr komik asterix the legionary ^^;
kenyataannya utk bisa bermimpi saya sendiri harus ada kan?
Asterix ? Jadi bukan Rene Descrates yang ngomong kalo gitu ? Axterix kan jamannya Julius Caesar ? ::ngakak2::
Betul juga, untuk bermimpi Anda harus ada, Anda harus sadar, tapi materi tidak ada di alam mimpi 'kan ?... Makanya saya bilang, kesadaran itu asalnya dari alam ruh, bukan dari alam materi
@huskystudio.com
ok kalo itu pendapat anda :)
Tapi apa hubungannya dengan konsep ketuhanan? Tuhan jg bisa jadi persepsi anda aja kan? jgn2 ga ada gitu. So, kalo merupakan persepsi kenapa kita harus menyembah-Nya?
Tuhan itu persepsi ? Bisa jadi, tergantung siapa yang meyakininya. Tapi kalau saya sih tidak. Malah sebaliknya, bisa jadi justru kitalah yang jadi persepsinya Tuhan. Jadi kita ini sebenarnya khayalannya Tuhan.
Pernah nonton filmnya Arnold Schwarzeneger: "Last Action Hero" ? Si Jack Slater seorang detektif jagoan, jago nembak, jago berantem, jago kejar-kejaran sama penjahat. Tetapi kemudian dia disadarkan oleh seorang anak, Danny, bahwa dia ternyata adalah 'cuma' tokoh khayalah di film, yang diperankan oleh Arnold Schwarzeneger.
Karena nggak percaya, si jack Slater ngikut si Danny, yang ternyata berasal dari dunia nyata. Si Danny dapat tiket ajaib sehingga bisa masuk ke dunia film. Dan ternyata benar, di dunia nyata si 'tokoh khayalah' Jack Slater, bertemu dengan pemerannya sendiri di film itu, seorang aktor yang bernama Arnold Schwarzeneger!
Akhirnya si jack Slater sadar, bahwa dia hanyalah tokoh dalam film.Dia seorang jagoan, detektif penumpas kejahatan, tapi ternyata dia nggak lebih dari tokoh khayalan dalam film. Kasihan banget!
Nah sekarang Anda. Anda sekarang berada di dalam film. Anda mencoba menentukan jalur hidup Anda sendiri, padahal film itu jalan ceritanya sudah pasti, kan sudah ada skenarionya, sudah ada pemainnya, dan sudah ada 'Sutradaranya'.
Tetapi dalam film itu, karena Anda sadar dengan 'Corgito Ergo Sum' Anda , Anda bersikeras bahwa ini adalah dunia nyata bukan film, Anda berteriak-teriak di dalam film "INI DUNIA NYATA! INI BUKAN FILM !!" Anda mencoba meyakinkan diri Anda bahwa ANDA TIDAK BERADA DALAM FILM.
Sementara di dunia nyata yang sebenarnya, si Tuhan sedang menonton film Anda, sambil 'makan popcorn' dan tertawa terbahak-bahak, mentertawakan kebodohan Anda di dalam film yang mencoba meyakinkan diri bahwa 'INI BUKAN FILM!' Kasiaaann deh lu! :D :D
spears banget
25-08-2008, 12:30 PM
basis keyakinan: pastinya Islam
lagi2 prtanyaan ttg Tuhan...
ikutan ah..
klo nanya soal Tuhan..pastinya..Tuhan itu Allah, Dia Esa, tempat bergantung segala urusan, tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada yg setara dgn Dia...
*inspired by surat Al Ikhlas ;D
kupukupumu
25-08-2008, 03:18 PM
Kayak posting gua di thread lain, dalam payung 'agama' yang gua yakini, pendapat gua adalah:
Kita tidak pernah diajarkan harus menyembah Tuhan karena konsep surga/neraka. Buat apa mikirin yang kelak di masa depan? Lebih penting kita punya Tuhan untuk menjalani kehidupan selama hidup di dunia yang jelas terlihat dan terasa ini.
Tuhan ga butuh kita sembah karena Dia Maha Kuasa. Tuhan bukan boss atau politisi yang picik, yang bila kita ga sembah atau jilat, Dia jadi bete. Lihat deh, semua agama pasti mengajarkan kasih, bukan kuasa.
Tapi kalo kita ga kenal Tuhan, gimana kita mau merasakan kuasaNya? Dan kalo ga merasakan kuasaNya, gimana kita mau dapat berkatNya? Dan kalo kita ga pernah merasakan kuasa dan berkatNya, gimana kita bisa percaya Tuhan itu adanya? Masa kita bisa percaya buta hanya dari tulisan di atas kertas? Kalo hanya sekedar pengetahuan tentang Tuhan di atas kertas, gua percaya pasti manusia gampang jadi atheist (sorry, kalo ada yang atheist, gua ga ada niat menyinggung).
Kita ga usah mencoba memahami Tuhan sepenuhnya. Kalau mau perumpamaan kasar, ga mungkin seekor semut ngerti kenapa seorang manusia mau cape bikin TV LCD, bikin Internet. Dan kenapa kalo udah bisa bikin, orang harus bekerja mendapatkannya. Dan seekor semut ga akan pernah ngerti kenapa dia cuma lewat, manusia mencet dia sampai mati. :)
Setahun ini hidup gua penuh berkat dan keajaiban. Doa terakhir gua yang dijawab adalah pasangan gua saat ini. Kira-kira beberapa bulan lalu, gua kira-kira doa kayak gini sama Tuhan, gua bilang, gua bersyukur kalo gua udah dikasih rezeki, gua juga bersyukur kalo gua dikasih kesehatan, tapi masa Tuhan ga mau kasih gua seorang pasangan? Dan gua malah nawar lagi, kasihnya yang cantik dan sexy donk, ga usah sekaliber super model, asal cantik, sexy, baik, setia, modis dan percaya Dia aja.
Tau-tau gua kenal seorang cewe yang kayak gitu. Ini cewe banyak yang pdkt. Pertama gua kenal ini cewe, no hpnya aja ga punya, mikirin aja ngga. Pdkt aja ngga, nembak juga ngga. Cuma ajak makan sekali, tau-tau udah sayang-sayangan sama dia, padahal banyak cowo yang lebih keren deketin dia.
Kalo gua atheist, mungkin gua bilang ini kebetulan, atau karena gua hoki, atau jodoh atau karena ini karena itu karena karena karena karena karena karena....tapi gua percaya ini memang jalanNya. And it makes me stronger everyday, even in this relationship. Makanya kalo ada yang gua keselin (namanya orang pacaran, ga ada yang 100% hepi all the time), gua bisa tarik nafas dan senyum, karena ini adalah pemberian yang harus dijaga dan dipelihara. Maybe I'm naive, but I'm happy.
Gua ga ada maksud ceramah, dan benerannya gua males ketik panjang-panjang, karena selain capek nulisnya, orang juga biasanya paling males baca posting panjang. Apalagi soal ginian yang udah diperdebatkan dari entah berapa ribu tahun lalu, sampai kelak berapa ribu tahun lagi. Tapi karena baru kemarin gua sharing gini sama someone I love, jadi inget dan pangen sharing lagi.
So, God doesn't need you to understand him fully, coz you will never will. Just feel His Love, and if you can give thanks, then you'll start to know Him. Anyway, His love is free of charge, so what you got to loose by trusting Him? :)
huskystudio.com
25-08-2008, 05:10 PM
Kalo gua atheist, mungkin gua bilang ini kebetulan, atau karena gua hoki, atau jodoh atau karena ini karena itu karena karena karena karena karena karena....tapi gua percaya ini memang jalanNya.
Aha! Aha! Aha ! Semakin Menarik ! ::hohoho:: Baru kali ini saya tahu ada orang yang mengaku atheis karena memang ditetapkan jalan atheis itu oleh -Nya (Tuhan ?) !
Gimana bisa atheis kalo ngakunya itu jalan dari Tuhan ? ::ngg::::ngg:: Sama aja kayak demo orang Atheis di Amerika dulu, mereka berteriak " I swear in God, I am An Atheis !" ::ngakak2::
reza_sunggiardi
25-08-2008, 08:45 PM
btw Sorry ya. Gw jadi ikut2an ni. Setelah baca banyak.. Husky bwt thread ini bwt apa ya? Rasanya komentar2nya (trutama yg trakhir) seakan2 meremehkan. Ga kaya tujuan awalnya.
Btw, I'm Catholic (Not a zealot though)
reza_sunggiardi
25-08-2008, 08:52 PM
- Karena saya memang diperintah untuk menyembah-Nya, jadi saya lakukan That's it! "This is an Order, Soldier! " - "Yes, SIR! "
...
Tetapi dalam film itu, karena Anda sadar dengan 'Corgito Ergo Sum' Anda , Anda bersikeras bahwa ini adalah dunia nyata bukan film, Anda berteriak-teriak di dalam film "INI DUNIA NYATA! INI BUKAN FILM !!" Anda mencoba meyakinkan diri Anda bahwa ANDA TIDAK BERADA DALAM FILM.
Sementara di dunia nyata yang sebenarnya, si Tuhan sedang menonton film Anda, sambil 'makan popcorn' dan tertawa terbahak-bahak, mentertawakan kebodohan Anda di dalam film yang mencoba meyakinkan diri bahwa 'INI BUKAN FILM!' Kasiaaann deh lu! :D :D
Nah, sdkt komen d
1) klo memang prajurit yg harus mengikuti perintah, kok masih mau mengkonsepkan c jendral c?
2) apalagi yg ini. Klo kita di dalem film n bahkan ga sadar klo di dalem TV tapi bisa mengkonsepkan sutradara?
Gw rasa u agak kontradiktif d.
Arthurus
25-08-2008, 11:53 PM
Asterix ? Jadi bukan Rene Descrates yang ngomong kalo gitu ? Axterix kan jamannya Julius Caesar ? ::ngakak2::
Banyak yang ngomong begitu, salah satunya kl ga salah Socrates..
Red Army
26-08-2008, 12:42 AM
WARNING : ANDA BERESIKO MENJADI ATHEIS JIKA MEMBACA THREAD INI !
Masuk tred ini, belom baca panjang lebar, liat ini, udah ngakak.. ::ngakak:: ::ngakak:: ::ngakak::
moodyman
26-08-2008, 01:23 AM
basis: Katholik
gak ikut2an sih, tp baru aja kemarin ini berdiskusi sama saudara ttg keTuhanan.. eh kok lewat sini. jadi mo sumbang pandangan deh,
mungkin buat tambah2 referensi buat teman2:
http://www.scientology.org
http://www.faithfreedom.org/
http://www.space.com
Buat saya (yang mencoba men-definisikan secara pribadi) Tuhan adalah batas dari titik pengetahuan dan interpretasi manusia. Sedangkal atau sejauh apapun titik pemikiran manusia jika sudah tidak lagi menemukan jawaban maka teori Ketuhanan lah yang paling dinaggap tepat. Tapi bukan berarti Tuhan hanya pemahaman/konsep/pemikiran, karena Dia, selain dikutip dari pokok2 literatur agama, juga karena sampai saat ini science masih mencari unsur dasar (cosmic) yang diyakini menjadi subtansi utama proses penciptaan alam semesta, katanya seluruhnya tercipta dari debu cosmic yang prosesnya berlangsung milyaran tahun. Dan menurut saya: smua agama (dan pengetahuannya) adalah hasil dari pemikiran manusia dan diturunkan dari generasi ke generasi - makanya dgn mudah kita bisa temukan sisi baik dan buruk dari setiap agama kalo kita berdebat dan mempelajari serta menggali lebih dalam ttg agama, termasuk agama Katholik. Diperparah dengan sikap egois dan sombongnya kita untuk mau terima pandangan orang lain, baik di kalangan sesama orang beragama maupun kepada yg tidak beragama. Itu makanya debat agama tidak pernah usai dan selalu jadi polemik.
Saya pro Science tapi mantap berdiri di posisi agama saya? kenapa? karena tidak ada ruginya? kalau pun nanti disatu kemungkinan ternyata teori ke Tuhanan adalah Hoax (kebohongan), toh saya sudah mengikuti perkembangan science smpai batas terakhir yang manusia bisa capai. manusia masih bodoh loh, masih banyak pertanyaan yg tidak terjawab, baru kemarin kita tau planet kita ternyata lebih dari 9, padahal dulu guru gw sok tau banget, pake kasih hukuman ketok kepala kalo gak hafal 9 planet. Atau kenapa manusia memiliki DNA 99,9% dengan Gorilla dibanding species lain.
Tapi bila ternyata Tuhan itu Eksis, ya saya malah senang karena saya memang sudah percaya Tuhan itu ada cuma belum ter'rumus'kan.
Jadi akhirnya apa gunanya Tuhan dan agama? agama seperti 'baju' sosial kita, gampangnya saya simbolkan gini: agama adalah 'baju/seragam' yang kita kenakan agar orang lain tau siapa saya, saat bertingkah laku, saat berdoa mengimani 'almamater'nya, bergaul, sampai saat mati dalam prosesi yang sesuai dgn 'baju' itu. Sedangkan Tuhan adalah pikiran/perasaan kita yg membuat kita merasa kita nyaman saat memakai baju/seragam tadi, sehingga kita merasa selalu bahagia bergaul dan berbagi dengan yang lain, baik dengan yang 'berbaju lain' ataupun yang 'tidak berbaju'. Masalahnya adalah kita yang 'berbaju' dan yang 'tidak berbaju' ternyata sama-sama telanjang.
Jadi walau kamu beragama apapun, Tuhan adalah penyeimbang kehidupan manusia. Dia menempati sisi Baik/positif, sisi lainnya ditempati (katakanlah) oleh Setan/Iblis. spt Yin and Yang, bahkan seluruh motivator, punya redline yang sama: berusaha meyakinkan kita untuk merubah sikap yang lebih baik (positif) bukan buruk (relatif, memang tapi kita smua tau apa yang baik dan yang buruk menurut persepsi masing2, sama spt persepsi aku lebih nyaman pake 'baju' yang ini/itu). Juga pilih 'baju' yang nyaman, kenali sejarah dan seluruh ajarannya, Tuhan bukan diktator, penghukum, gila hormat, atau pemarah, itu bagiannya Iblis/Setan, Tuhan itu penuh Kasih, Pemurah, Baik Hati, dan berbagai hal positif yang bisa kita pikirkan, sehingga men'citra'kan hubungan manusia dan Tuhan sbagai hubungan 'Bapa dan Anak', lebih efektif daripada hubungan 'Sang Tuan dan hambanya', (ini menurut saya) karena sama-sama berbeda status/derajat tapi yang satu berbagi Kasih tanpa pamrih. Karena itu mulailah dari yang terdekat, keluarga, lalu berbagi Kasih kepada sesama (seluruh manusia bukan segolongan).
Untuk yg Atheis:
Cara termudah (karena bisa kita rasakan dan pelajari) mencari tau tentang keTuhannan adalah dengan melihat keatas langit dan kedalam hati. Semakin kamu tau dan pahami tentang luasnya alam semesta beserta isinya (galaksi dan bintang2), semakin sadar betapa kecil ruang keterbatasan kita sebagai manusia (yang terikat dengan hukum alam dan dimensi ruang dan waktu) - artinya dengan kemampuan manusia mustahil bisa menjelajahi alam semesta - ya, emang sih pernah ke bulan tapi itu juga meragukan, pertanyaan utama: kenapa NASA tidak pernah kembali ke bulan sejak 1969 tidak sempurna terjawab ( masak blum ada teknologi baru sejak saat itu? mana mungkin ! komputer saja berkembang pesat sejak 10 tahun terakhir, seharusnya kita sudah bisa minimal bolak-balik bulan 3 kali - krn jarak tempuh ke bulan cuma 400rb-an km walau perlu dana skitar 2 milyar dollar)
Tapi juga kalo kamu mencari ke dalam hati (bersemedi TM Transcendental Meditation contohnya) maka kamu juga akan sadar betapa luasnya kemampuan manusia diluar kemampuan fisik yang bisa dipelajari. (ilmuwan pernah meneliti dan tidak menemukan jawaban mengapa ada manusia dalam kondisi tertentu (trance) bisa melayang sampai 5 cm diatas tanah - mengatasi gaya gravitasi bumi ?)
Kedua-duanya sama-sama merupakan pintu batas pemikiran manusia yang tidak bisa di tembus, yang satu terlihat tapi tidak bisa dirasakan, yang satu tidak terlihat tapi bisa dirasakan, sebuah pintu menuju dimensi lain yang 'unreachable'.
Tambahan : saya percaya cuma Yesus satu2nya yang punya kuncinya, alkitab dan kitab suci lainnya mencatat: Dia membangkitkan orang mati, dan membangkitkan diriNya sendiri pada hari ketiga setelah kematianNya.
Tapi balik lagi seperti yang lain, sudah menuliskan lebih dulu: "perdebatan kayak gini gak bakal ada ujungnya, hehe..peace !!
" Pada akhrinya ujung2nya manusia nggak ada yang benar dan nggak ada yang salah . Karena kebenaran sejati hanya milik Tuhan. Sedangkan manusia seringkali mendefinisikan kebenaran berdasarkan kepentingan, menurut kesenangan. Yang menguntungkan dianggap benar, yang merugikan dianggap salah."
Jun-ah
26-08-2008, 02:09 AM
basis : none
i don't know myself totally...
therefore...im confess that i don't really know my God...
gw ga berani bilang Tuhan itu maha baik, maha esa, maha penyayang, maha kuasa, maha sombong, maha angkuh, maha pencemburu.....
gw ga bisa memanusiakan Tuhan.
huskystudio.com
26-08-2008, 11:56 AM
btw Sorry ya. Gw jadi ikut2an ni. Setelah baca banyak.. Husky bwt thread ini bwt apa ya? Rasanya komentar2nya (trutama yg trakhir) seakan2 meremehkan. Ga kaya tujuan awalnya.
Btw, I'm Catholic (Not a zealot though)
Cervium e Veritas ! Pencarian kebenaran yang tiada akhir! Meskipun akhirnya saya yakin kebenaran sejati hanya milik Tuhan. Sorry, sorry! Nggak bermaksud meremehkan.. Tapi saya senang kalo ada orang yang memberi persepsinya masing-masing tentang Ketuhanan. :)
Tapi ada saya ingin kritisi dari posting itu: Kenapa Tuhan mesti diukur dari harta, kesehatan, dan cewek ? Jadi Tuhan hanya 'ada' saat kita senang, begitu ?
Nah, sdkt komen d
1) klo memang prajurit yg harus mengikuti perintah, kok masih mau mengkonsepkan c jendral c?
2) apalagi yg ini. Klo kita di dalem film n bahkan ga sadar klo di dalem TV tapi bisa mengkonsepkan sutradara?
Gw rasa u agak kontradiktif d.
Karena 'si Jendral' itu mengirimkan Nabi dan Kitab suci kepada prajurit(Nya) sehingga kita tahu siapa 'si Jenderal' itu dan apa perintah(Nya ), meskipun kita belum pernah melihat Jenderal itu.
Tambahan lagi, kita punya kesadaran, 'Corgito Ergo Sum' seperti kata si Rooivalk. Jadi kita bisa tahu kita sedang ada di film.
Memang, seperti saya bilang pada akhirnya ini gimana keyakinan,kesimpulan saya ada 2 jenis keyakinan:
Tuhan sebagai persepsi kita semata, atau kita-lah yang jadi persepsinya Tuhan !
Banyak yang ngomong begitu, salah satunya kl ga salah Socrates..
Terima kasih atas ilmunya. :)
kupukupumu
26-08-2008, 02:58 PM
Aha! Aha! Aha ! Semakin Menarik ! ::hohoho:: Baru kali ini saya tahu ada orang yang mengaku atheis karena memang ditetapkan jalan atheis itu oleh -Nya (Tuhan ?) !
Errr...maksudnya:
1. Kalo gua atheist, mungkin gua akan mencari pembenaran logis atau lainnya sebagai alasan terwujudnya berkat-berkat dalam hidup gua.
2. Tapi karena gua bukan, gua percaya berkat-berkat yang gua alami adalah jalan yang diberi Tuhan.
Semoga dengan demikian salah paham dapat dimengerti.
Anyway, kayak kata temen di atas, maksud thread ini mau diskusi apa sih? ::grrr::
huskystudio.com
26-08-2008, 05:01 PM
Basis Keyakinan : Islam
Errr...maksudnya:
1. Kalo gua atheist, mungkin gua akan mencari pembenaran logis atau lainnya sebagai alasan terwujudnya berkat-berkat dalam hidup gua.
2. Tapi karena gua bukan, gua percaya berkat-berkat yang gua alami adalah jalan yang diberi Tuhan.
Semoga dengan demikian salah paham dapat dimengerti.
Anyway, kayak kata temen di atas, maksud thread ini mau diskusi apa sih? ::grrr::
Terima kasih atas pelurusannya.. semoga Tuhan tetap memberikan berkat (kalau dalam bahasa agama saya : rahmat) pada Anda.
Cervium e Veritas... Seperti posting di atas, thread ini boleh dibilang.. yah.. idealnya untuk mencari kebenaran sejati, Meskipun akhirnya saya yakin kebenaran sejati hanya milik Tuhan.
Di thread ini kita sharing mengenai apa keyakinan kita tentang Tuhan... Dari latar belakang apa pun, dari keyakinan apapun... yang penting apa keyakinan kita tentang Tuhan. Itu saja.
Jangan salah sangka.. ini pun thread psikologis. Sedari awal saya mengatakan bahwa siapa pun yang mengenal dirinya dengan baik,maka dia akan mengenal Tuhannya. Jangan salah ungkapan ini betul. Bukankah kita meyakini bahwa Tuhan itu Maha Kuasa dan Maha Penolong hamba2-Nya yg lemah?.. Kalau begitu seharusnya, apabila Konsep Ketuhanan kita betul, maka kita seharusnya menjadi orang yang hidupnya bahagia, tidak akan menjadi orang stress, terbebani, cuma gara-gara masalah keduniaan semata.
Dengan kata lain, apabila Konsep Ketuhanan kita betul, maka seharusnya kondisi psikologis kita otomatis baik. Karena irama hidup kita sesuai dengan nilai-nilai yang kita anut.
Dan jika kita lihat semua latar belakang keagaamaan, semua yang menyampaikan ajaran keagamaan pasti kondisi psikologisnya baik dan sempurna, entah itu Muhammad SAW, Yesus, ataupun Sidharta Gautama. Yaah.. kalau Nabi Anda Warren Buffet sih mungkin lain :D
Saya pernah membaca salah satu thread di KG, banyak orang berilmu yang tidak percaya Tuhan (atheis).
Saya pun jadi bertanya-tanya.. ilmu tentang apa ? Benarkah cara dia menuntut ilmu ?
Seharusnya, idealnya, dan semestinya, ilmu itu membuat seseorang menjadi semakin percaya akan adanya Tuhan, bukan sebaliknya.
Apabila ada seseorang yang berilmu kemudian menjadi Tidak percaya pada Tuhan, berarti ada yang salah dengan ilmu itu, atau cara dia menuntut ilmu itu, atau...( jangan-jangan, yang salah adalah 'Konsep Ketuhanan' dia sendiri? ::doh::)
Thread ini terbuka, dan apabila ada orang yang keberatan dengan thread ini silahkan saja. Tetapi kalau begitu maka saya pun boleh juga mengatakan bahwa si orang tersebut TIDAK SIAP! Tidak Siap untuk mempertahankan keyakinannya sendiri tentang Tuhan (note: bukan agama, tetapi tentang Konsep Ketuhannya).
Bisa jadi yang bersangkutan memang malas untuk berdebat, atau memang tidak siap dan masih mencari-cari Konsep yang sesuai dengannya , atau.. (nah ini yang saya takutkan) jangan-jangan yang bersangkutan selama ini menyembah 'Tuhan' yang lain selama menganut agamanya dan dia hanya menganut agamanya itu sebagai ritual belaka.
Perlu diketahui, bahwa dalam agama saya, Islam... Mempersekutukan atau menyembah 'Tuhan' yang lain selain Tuhan Yang Harus Disembah adalah termasuk dosa yang sangat BESAR!
Sementara ini, banyak umat Islam yang seagama dengan saya, secara sadar atau tidak sadar telah melakukan hal di atas. Lain kali saya ungkapkan di sini... ! ::jempol::
viddaz
28-08-2008, 04:49 PM
Tuhan kan tidak terbatas ruang dan waktu. jadi ya tidak bisa didefinisikan. karena mendefinisikan berarti membatasi Tuhan dalam dimensi ruang dan waktu. selesai. thanks.
setuju...
Tatsu
28-08-2008, 10:55 PM
"apa definisi Tuhan?" ya jelas ngga bisa dijawab. bukan karena kita bingung n bego. tapi karena memang pertanyaannya salah! kok salah? ya iyalah . . Tuhan kan tidak terbatas ruang dan waktu. jadi ya tidak bisa didefinisikan. karena mendefinisikan berarti membatasi Tuhan dalam dimensi ruang dan waktu. selesai. thanks.
bila tuhan tidak dapat didefinisikan, berarti tidak ada yang dapat memberikan pengertian kepada org lain mengenai tuhan dan tidak ada yang mengerti tuhan sebenarnya. bila tidak ada yang bisa mengerti tuhan, maka tidak ada yang perlu dipercaya dari tuhan.
a : percaya tuhan ga?
b : emangnya tuhan itu apa?
a : tuhan ga bisa didefinisikan krn tdk terikat ruang dan wkt
b : trus apa yang mau dipercaya?
Valmighty
28-08-2008, 11:44 PM
betul sekali tuan tatsu...
Miss_Jr.
29-08-2008, 01:33 PM
[FONT="Book Antiqua"]Dasar Keyakinan: Islam
Dengan ke 99 sifat Maha-nya, Allah adalah pemilik segala kesempurnaan juga kebenaran.
99 maha itu bisa disebutin kah? pingin tau....
[FONT="Book Antiqua"]Dasar Keyakinan: Islam
Sebagian besar orang yang bukan beragama Islam mungkin akan berkata, kenapa 'Tuhan' Nya orang Islam begitu sombong ? Kenapa Allah sepertinya 'ngotot' di Al Quran agar manusia menyembah diri-Nya, kalau tidak neraka ganjaran Nya ?
Saya rasa inilah perbedaan konsep di Islam dengan Kristen ( baik Katolik ataupun Protestan).BTW, CMIW, saya juga belajar agama Katolik dan Kristen tetapi belum dalam betul :)
Agama Islam konsepnya adalah tauhid: Allah adalah Khalik (pencipta) yang Ahad atau Zat yang Maha Tunggal, sedangkan manusia, hewan, batu, matahari, gagasan, bahasa, ilmu alam adalah makhluk. Jadi jika bukan Khalik berarti makhluk. Jika bukan 0 berarti 1. Absolut ! Absolut-nitas dalam Tauhid memang kedengarannya sack lek , tapi jika dijalani itu memudahkan sebenarnya.
Antara Khalik dan makhluk itu berbeda. Demikian juga sifatnya.
Sedangkan Agama Kristen, konsep mereka adalah 'Memanusiakan Tuhan' (CMIW, please!) , manusia digambarkan sebagai citra Allah, Tuhan 'ada' dalam diri setiap manusia. Sehingga manusia pun juga memiliki sifat Allah dan Allah 'memiliki' sifat-sifat manusia.
Itu sebabnya kenapa Konsep Trinitas bisa masuk ke orang Kristen tapi ditolak mentah-mentah oleh ajaran Tauhid Islam.
Konsep Tauhid jelas-jelas tidak bisa menerima jika Allah itu 'disamakan' dengan manusia. Meskipun memang , Islam mengakui bahwa manusia memiliki sifat Allah karena ruh Allah ada di dalam diri manusia, yang ditiupkan ketika mau lahir. Ingat ruh! Ruh Allah yang ditiupkan oleh Zat (Diri) -Nya.
sory bukan maksud untuk memperdebatkan sesuatu yg OOT, tapi hanya berusaha kritis:
hhhm, memanusiakan Tuhan, bisa jelaskan dari mana dasar bisa mengatakan hal seperti itu, padahal katanya belum mempelajari Kristen dan Katolik sedara dalam?
bukankah "memanusiakan Tuhan" adalah opini anda sendiri yang bahkan dasarnya tidak anda jelaskan?
sorry ya kalo OOT .
huskystudio.com
29-08-2008, 08:01 PM
99 maha itu bisa disebutin kah? pingin tau....
sory bukan maksud untuk memperdebatkan sesuatu yg OOT, tapi hanya berusaha kritis:
hhhm, memanusiakan Tuhan, bisa jelaskan dari mana dasar bisa mengatakan hal seperti itu, padahal katanya belum mempelajari Kristen dan Katolik sedara dalam?
bukankah "memanusiakan Tuhan" adalah opini anda sendiri yang bahkan dasarnya tidak anda jelaskan?
sorry ya kalo OOT .
99 itu disebut Asmaul Husna, saya sendiri juga belum hapal, nanti deh saya upload... memanusiakan Tuhan itu sebenarnya kesimpulan saya saja.. sifat manusia seperti mencitai, cinta kasih ada pada Tuhan dalam keyakinan Kristiani..
Kalo belum tepat tolong perbaiki dong, dan tolong juga tuliskan basis keyakinan Anda
Miss_Jr.
29-08-2008, 10:02 PM
ooowh... gitu Asmaul Husna....
Basis aku : Kristen Protestan
Kalo mau didefinisikan Tuhan. aku ga bisa ungkapin dalam tulisan, takutnya malah disalah artikan..
saya masih belum punya talenta untuk menjelaskan nya. Tetapi saya mengerti dan masih belajar mengerti....
Mendingan, kesimpulan pribadi jgn di masukkan ke dalam debat kaya gini. Kesannya seperti menyalahkan/mendeskeditkan agama tertentu.
plis donk, back to the topic : konsep Ketuhanan menurut PEGANGAN MASING-MASING (tulisan TS sendiri)
bukan menyinggung atau sok tahu tentang "konsep Ketuhanan " orang lain, yang bahkan yang nulis ga tau bener
apalagi, pernyataan TS sendiri kontroversi, belum tahu benar, tapi berani menyimpulkan. parahnya, salah pula......
Ts menulis "KONSEP MEREKA ADALAH "MEMANUSIAKAN TUHAN" ......." rasanya kog sepertinya TS sangat mengerti ajaran Kristen itu seperti apa dan seolah-olah ada kesan " menuduh" / "membandingkan".
ngga bermaksud menohok. kalo mau dijelasin TriTunggal, sekali lagi aku blum punya talenta untuk itu. takutnya kalo jelasin di sini malah disalah artikan.....
aku dah mengikuti petunjuk TS untuk maklum, aku baca jg cuman cari pengetahuan doank. tapi karena tulisan TS yang aku kutip agak ...gimana gt , jadi agak gatel ....
Miss_Jr.
29-08-2008, 10:07 PM
Masuk tred ini, belom baca panjang lebar, liat ini, udah ngakak.. ::ngakak:: ::ngakak:: ::ngakak::
HAHAHAHHAHA (ikutan ngakak)
NDAK ADA EFEK Y, kk red_army...::hihi::
reza_sunggiardi
30-08-2008, 09:12 AM
Basis : Katolik
Gw komentarin lg ya..
Definisi Tuhan menurut saya
Sedari penciptaannya, salah satu hasrat dasar manusia adalah selalu berusaha untuk mencari sesuatu yang dia anggap 'lebih tinggi' dari dirinya. Tak bisa dipungkiri, ini adalah salah satu kebutuhan dasar manusia normal
...
Ini tambahan baru ya? kok dulu pas pertama2 ga ada?
Bukannya lebih baik buat baru di bawah supaya orng yg belakangan mau ikut diskusi ga kacau?
...
Tapi kemudian berkembang cara lain untuk memperkenalkan Tuhan. Yaitu melalui Nabi atau Rasul yang diutus oleh Tuhan. Nabi ini membawa ajaran Konsep Ketuhanan yang lebih abstrak, maksudnya Tuhan ini tidak menguasai satu subyek saja tetapi seluruhnya. Dan Tuhan yang diperkenalkan oleh para Nabi ini umumnya 'berani mengklaim' bahwa diri-Nya adalah Tuhan satu-satunya.
Nabi-nabi inilah yang kemudian menjadi pembawa agama samawi seperti Yahudi, Kristen, dan yang terakhir.. Islam. Agama Islam mengenal agama Samawi sebelum Nabi Muhammad sebagai agama Tauhid, dan agama ini adalah saingannya agama2 pagan di dunia. Sering dikisahkan di Kitab Suci Nabi2 agama tauhid mengobrak-abrik penyembahan agama pagan dan menghancurkan patung-patung mereka.
...
Yg ini artinya qta ga tau klo apakah agama Pagan ato agama Samawi yg bener?
Bisa jadi pola pikirnya kan: Klo agama Pagan, Tuhan2nya ada yg ciptain, tapi ga menutup kemungkinan klo agama samawi, Tuhannya ada yg ciptain jg kan? (Seinget gw u ga pernah sebut Causa Prima d)
Yg kedua di sana.. Ini seakan mendiskreditkan agama tertentu d. Yg gw tau semua agama samawi memang memusuhi Pagan tak terkecuali Islam CMIIW
...
Ketiga agama Samawi ini hari ini telah memiliki penutup ajarannya, kecuali Yahudi. Kristen dengan Yesus, dan Islam dengan Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir. Yahudi hingga hari ini masih menunggu kedatangan Nabi terakhir, mereka tidak mengakui Yesus sebagai Putra Allah tetapi juga tidak mau Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir karena alasan primordialisme: Muhammad bukan orang Yahudi tapi orang Arab. Dan sakit hati kenapa Tuhan bukannya memilih mereka tapi orang Arab. Rasa sakit hati itu berlarut-larut jadi kebencian, sehingga wajar sampai hari ini orang Yahudi bermusuhan dengan Arab berikut agama yang dibawa oleh 'si orang Arab' bernama Muhammad tadi.
...
Rasa sakit hati ini beneran? ato merupakan kesimpulan anda lagi?
...
Akhir kata, pada diri manusia akhirnya terdapat dua cara untuk 'menemukan' Tuhan. Pertama dengan kontemplasi atau pemikiran sendiri tentang bagaimana Tuhan itu, kedua adalah dengan ajaran yang diberikan oleh para Nabi Yang mereka percaya telah diutus Tuhannya.
Perkembangan Ketuhanan semakin berkembang. Seiring dengan kemajuan pemikiran manusia dan berkembangnya filsafat materialis di kalangan barat, orang mulai mengkonsepkan dan memperlakukan materi sebagai Tuhan, dan memuji-muji sendiri kegemilangan pemikiran mereka.
Wajar hingga abad 21 banyak orang yang menuhankan uang.
Nah.. Saya setuju sama anda. Tapi disini saya merasa anda sudah tahu apa akhir dari bahan diskusi yg anda bawa. Tapi kenapa masih mau di diskusiin? Dan semua diskusi anda selanjutnya seakan2.. "Tidak ada konsep ketuhanan yg lebih baik daripada yg anda percayai". Seakan2 lo ya.
Ok. Sekian dulu. Thx
xnuckingfutsx
02-09-2008, 12:12 PM
kalo dilihat secara general, imo, tuhan adalah sesuatu yang dianggap penting oleh manusia sedemikian rupa, sehingga manusia merelakan dirinya dikuasai oleh sesuatu itu.
kalo dilihat dari definisi ini, tuhan itu bisa berbentuk apa saja, dari uang sampai hal gaib.
contoh: kalo kita rela mati demi dapet duit semilyar, it means duit adalah tuhan kita.
huskystudio.com
07-09-2008, 11:48 PM
Basis : Islam
ooowh... gitu Asmaul Husna....
Basis aku : Kristen Protestan
Kalo mau didefinisikan Tuhan. aku ga bisa ungkapin dalam tulisan, takutnya malah disalah artikan..
saya masih belum punya talenta untuk menjelaskan nya. Tetapi saya mengerti dan masih belajar mengerti....
Jadi sorry, kalo gitu selama ini: Ngapain ber-Tuhan ? Ikut-ikutan.. ? Atau bimbingan orang tua?
Mendingan, kesimpulan pribadi jgn di masukkan ke dalam debat kaya gini. Kesannya seperti menyalahkan/mendeskeditkan agama tertentu.
plis donk, back to the topic : konsep Ketuhanan menurut PEGANGAN MASING-MASING (tulisan TS sendiri)
bukan menyinggung atau sok tahu tentang "konsep Ketuhanan " orang lain, yang bahkan yang nulis ga tau bener
apalagi, pernyataan TS sendiri kontroversi, belum tahu benar, tapi berani menyimpulkan. parahnya, salah pula......
Ts menulis "KONSEP MEREKA ADALAH "MEMANUSIAKAN TUHAN" ......." rasanya kog sepertinya TS sangat mengerti ajaran Kristen itu seperti apa dan seolah-olah ada kesan " menuduh" / "membandingkan".
Kan saya udah bilang: CMIW.. Boleh jadi , debat ini bisa jadi tinggal debat, atau bisa jadi ini menjadi sesuatu yang berguna untuk Anda. Bagaimanapun thread ini bisa dianggap sebagai ujian seberapa kuat Anda memegang keimanan Anda. Kalau tidak siap, silahkan tinggalkan.. tidak perlu merasa kalah, kalah-menang itu cuma persepsi EGO.
Apa yang Anda tulis Anda dan anggap yang terbaik belum tentu mempengaruhi saya, demikian juga sebaliknya.. Tetapi jangan lupa: Saya bisa memaklumi kenapa Anda menulis demikian, misalnya karena basis Anda, karena kepercayaan Anda dsb...Nah sekarang, seberapa bisa Anda memaklumi saya ?
Kayaknya ajaran saya untuk memaklumi orang lain belum dipahami benar-benar deh.. ::unggg::
kalo dilihat secara general, imo, tuhan adalah sesuatu yang dianggap penting oleh manusia sedemikian rupa, sehingga manusia merelakan dirinya dikuasai oleh sesuatu itu.
kalo dilihat dari definisi ini, tuhan itu bisa berbentuk apa saja, dari uang sampai hal gaib.
contoh: kalo kita rela mati demi dapet duit semilyar, it means duit adalah tuhan kita.
::setuju:: .. Tuhan sesuai definisi awal saya, Tuhan adalah sesuatu yang:
1. Kita Sembah dan Kita puja
2. Kita Takuti
3. Kita Prioritaskan
4. Yang mampu membuat kita melakukan sesuatu yang tidak kita sukai.
...dan bukan hanya sebatas uang.. Tuhan itu bisa jadi nilai, status, jabatan, harga diri ,dll
Basis : Katolik
Ini tambahan baru ya? kok dulu pas pertama2 ga ada?
Bukannya lebih baik buat baru di bawah supaya orng yg belakangan mau ikut diskusi ga kacau?
Bener juga sih..Sorry Sorry .. tapi bentar lagi tulisannya kelar kok!
Yg ini artinya qta ga tau klo apakah agama Pagan ato agama Samawi yg bener?
Bisa jadi pola pikirnya kan: Klo agama Pagan, Tuhan2nya ada yg ciptain, tapi ga menutup kemungkinan klo agama samawi, Tuhannya ada yg ciptain jg kan? (Seinget gw u ga pernah sebut Causa Prima d)
Yg kedua di sana.. Ini seakan mendiskreditkan agama tertentu d. Yg gw tau semua agama samawi memang memusuhi Pagan tak terkecuali Islam CMIIW
Kan itu gimana keyakinan... Agama Pagan mereka meng-ejawantahkan fenomena2 alam dan mempersonifikasikannya kedalam dewa, maka untuk Halilintar mereka mengenal Zeus, untuk Laut mereka mengenal Poseidon,dsb..
Tapi agama samawi, Tuhan at least tidak 'dibentuk' dari fenomena alam, konsepnya disebarkan oleh manusia yang bertitle 'Nabi'.... Basis U sendiri agama Katolik.. Emang siapa yang menciptain Tuhanmu? Yudas ..? Bukan kan? Jadi konsep keyakinan agama samawi adalah: Tuhan yang memperkenalkan Dirinya pada manusia yang bodoh, bukannya manusia yg menciptakan Dia.
Maksud saya Agama Samawi ya agama yang dibawa sama Nabi2 terdahulu sebelum Muhammad SAW, mulai dari Adam sampai Isa. Saya menyebutnya Tauhid, terserah kalau Anda.. :)
Rasa sakit hati ini beneran? ato merupakan kesimpulan anda lagi?
Kesimpulan dan beneran.. dulu di Hadist umat Islam diceritakan beberapa kali kaum Yahudi mencoba menikam umat Islam dari belakang, silahkan baca hadistnya. Perlu diketahui, umat Islam sendiri tidak dendam pada Yahudi, dan (sebenarnya) dilarang berperang atas nama dendam atau sakit hati, semuanya semata-mata karena Allah.
Nah.. Saya setuju sama anda. Tapi disini saya merasa anda sudah tahu apa akhir dari bahan diskusi yg anda bawa. Tapi kenapa masih mau di diskusiin? Dan semua diskusi anda selanjutnya seakan2.. "Tidak ada konsep ketuhanan yg lebih baik daripada yg anda percayai". Seakan2 lo ya.
Kalo saya beranggapan Konsep saya yang terbaik, wajar! Kalo saya anggap kepercayaan saya yang paling baik dan benar, Wajar Dong! Kalo saya menganggap yang paling baik agama lain dari yg saya anut, itu baru gila namanya ::nuts::
Tapi jangan salah, di awal Thread saya sudah mengajarkan sesuatu kan ? Yaitu tentang memaklumi orang lain. :) Kok belum paham juga sih ? ::doh::
Bukan berarti Anda setuju dan ikut saya, tetapi Anda bisa mengerti bahwa Saya berbeda dengan Anda, karena basis kita berbeda Jadi Anda mengerti kenapa saya berpikir begini, karena basis saya begini, dan sebaliknya.
Memaklumi itu harus dilatih,karena ini kunci hubungan inter-personal inilah contoh simplenya:
Anda sedang naik motor membawa barang, tetapi di tengah jalan di depan Anda tiba-tiba seorang berkaca mata hitam nyelonong menyeberang jalan. Anda membanting stang dan Anda pun terjatuh barang Anda berhamburan.
Marahkah Anda ..?
Tetapi ketika Anda menghampiri orang tersebut untuk menghajarnya, tiba-tiba Anda lihat si orang tersebut mengambil tongkatnya dan berjalan sambil meraba-raba tongkatnya.. Si orang itu ternyata buta.
Masih marahkah Anda ?
Tidak? Nah, itulah yang disebut memaklumi..
xnuckingfutsx
10-09-2008, 04:43 PM
::setuju:: .. Tuhan sesuai definisi awal saya, Tuhan adalah sesuatu yang:
1. Kita Sembah dan Kita puja
2. Kita Takuti
3. Kita Prioritaskan
4. Yang mampu membuat kita melakukan sesuatu yang tidak kita sukai.
...dan bukan hanya sebatas uang.. Tuhan itu bisa jadi nilai, status, jabatan, harga diri ,dll
betul, jadi kalo ngeliat definisi diatas, ga ada dong yang namanya atheist? ::oops::
Miss_Jr.
10-09-2008, 10:05 PM
jadi sorry, kalo gitu selama ini: Ngapain ber-Tuhan ? Ikut-ikutan.. ? Atau bimbingan orang tua?
pertamanya khan ikut papa mama, trus di bimbing... . nah sekarang dalam proses di bimbing makanya blum berani ngomong~ begitu~
Kan saya udah bilang: CMIW.. Boleh jadi , debat ini bisa jadi tinggal debat, atau bisa jadi ini menjadi sesuatu yang berguna untuk Anda. Bagaimanapun thread ini bisa dianggap sebagai ujian seberapa kuat Andamemegang keimanan Anda. Kalau tidak siap, silahkan tinggalkan.. tidak perlu merasa kalah, kalah-menang itu cuma persepsi EGO.
nah makanya, aku kasih tau kalo salah, tapi aku ga isa mbenerin, bgtu....
hah? maksudnya? menang kalah? mulai dari sini sampe ke bawah aku ndak ngerti maksudnya TS , jelasin plis.... bahasanya ketinggian
aku masih 17 taon
Apa yang Anda tulis Anda dan anggap yang terbaik belum tentu mempengaruhi saya, demikian juga sebaliknya.. Tetapi jangan lupa: Saya bisa memaklumi kenapa Anda menulis demikian, misalnya karena basis Anda, karena kepercayaan Anda dsb...Nah sekarang, seberapa bisa Anda memaklumi saya ?
Kayaknya ajaran saya untuk memaklumi orang lain belum dipahami benar-benar deh.. ::unggg::
lho bukan2, maksud ku gini lowh....
khan TS nulis Pokoknya tulis apapun yg jadi pegangan Anda
nah... pas nulis didaerah2 Kristen Katolik itu....
khan itu bukan pegangan TS , maksudnya bukan basisnya TS, ya, to? ngapain ditulis?
begitowh~
betul, jadi kalo ngeliat definisi diatas, ga ada dong yang namanya atheist?
kalo atheist mungkin gini :
1. tidak ada yg di Sembah dan di puja
2. tdak ada yg ditakuti
3. tidak ada yg diprioritaskan
4. tidak ada Yang mampu membuat kita melakukan sesuatu yang tidak kita sukai.
xnuckingfutsx
12-09-2008, 03:18 PM
kalo atheist mungkin gini :
1. tidak ada yg di Sembah dan di puja
2. tdak ada yg ditakuti
3. tidak ada yg diprioritaskan
4. tidak ada Yang mampu membuat kita melakukan sesuatu yang tidak kita sukai.
hmm, kalo menurut KBBI, sembah itu pernyataan hormat dan khidmat, (menyembah --> mengaku dibawah perintah) terus kalo puja (memuja-muja ---> sangat mencintai)
dari definisi diatas, kira2 ada ga orang yang ga seperti itu?
terus masa ga ada yang ditakuti? masa ga punya prioritas? masa ga punya motivasi?
gw rasa setiap orang punya ke empat faktor itu, cuma mungkin mayoritas ke 4 faktor tersebut berbeda2, ada yang misal no 1. itu adalah uang, no. 2 itu adalah kematian, no. 3 adalah kebahagiaan, dan no 4. adalah keluarga, dan bisa jadi ke empat hal tersebut adalah tuhannya si orang tersebut. emang tuhan harus satu ya? :P
french_fries
12-09-2008, 03:30 PM
pertanyaan utama: kenapa NASA tidak pernah kembali ke bulan sejak 1969 tidak sempurna terjawab ( masak blum ada teknologi baru sejak saat itu? mana mungkin ! komputer saja berkembang pesat sejak 10 tahun terakhir, seharusnya kita sudah bisa minimal bolak-balik bulan 3 kali - krn jarak tempuh ke bulan cuma 400rb-an km walau perlu dana skitar 2 milyar dollar)
seinget gw ya...
di buku pelajaran IPA SD gw sih NASA berkali2 ke bulan tuh
Miss_Jr.
12-09-2008, 09:58 PM
hmm, kalo menurut KBBI, sembah itu pernyataan hormat dan khidmat, (menyembah --> mengaku dibawah perintah) terus kalo puja (memuja-muja ---> sangat mencintai)
dari definisi diatas, kira2 ada ga orang yang ga seperti itu?
terus masa ga ada yang ditakuti? masa ga punya prioritas? masa ga punya motivasi?
gw rasa setiap orang punya ke empat faktor itu, cuma mungkin mayoritas ke 4 faktor tersebut berbeda2, ada yang misal no 1. itu adalah uang, no. 2 itu adalah kematian, no. 3 adalah kebahagiaan, dan no 4. adalah keluarga, dan bisa jadi ke empat hal tersebut adalah tuhannya si orang tersebut. emang tuhan harus satu ya? :P
buset, rajin amat sampe di buka di KBBI
entahlah, ku rasa ngga ada, walaupun ga mencintai barang atau orang lain, pasti sadar ga sadar mencintai diri. kalo ga mencintai diri dah almarhum dari dulu...
ada kog orang ngga peduli uang, ga peduli mau bahagia, mau ngga, ngga peduli keluarga .orangnya "feelingless" very2 numb...
tapi yang ga mencintai diri sendiri itu pasti ga mungkin y, g?
berarti ....What's that mean?
TS nulis definisi Tuhannya kurang tepat atau memang ga ada ahteis kalo bener definisi tuhan kaya gitu..?
kalo liat definisi yg begitu, tuhan ngga cuman satu y kliatannya...seperti yg sdh disebutin, bisa uang, dll
TS, lama buanget to ya munculnya?
xnuckingfutsx
13-09-2008, 03:48 PM
buset, rajin amat sampe di buka di KBBI
entahlah, ku rasa ngga ada, walaupun ga mencintai barang atau orang lain, pasti sadar ga sadar mencintai diri. kalo ga mencintai diri dah almarhum dari dulu...
ada kog orang ngga peduli uang, ga peduli mau bahagia, mau ngga, ngga peduli keluarga .orangnya "feelingless" very2 numb...
tapi yang ga mencintai diri sendiri itu pasti ga mungkin y, g?
berarti ....What's that mean?
TS nulis definisi Tuhannya kurang tepat atau memang ga ada ahteis kalo bener definisi tuhan kaya gitu..?
kalo liat definisi yg begitu, tuhan ngga cuman satu y kliatannya...seperti yg sdh disebutin, bisa uang, dll
TS, lama buanget to ya munculnya?
kalo ada source yang bisa dipake, kenapa nggak dipake :D
ya itu, gw sih yakin, orang itu pasti bertuhan, cuma tuhannya itu apa dan bagaimana, ya ga tau deh
gracielo
13-09-2008, 11:11 PM
for all i see seh lbh condong pada pemaksaan definisi tuhan itu sendiri..........
mungkin aja emang tuhan bisa macam2 bentuk, tp slalu gak lepas dari satu hal, divine...tp namanya hal2 duniawi jelas2 gak ada satu apapun yg bisa msk kategori divine...
jadi biar seorg mo nyembah2 duit lah, takut mati lah, prioritas bahagia lah, ato tekanan keluarga lah...mo gmana maksa2in definisinya sbg tuhan kek, ato mo buka press conference bikin pernyataan kek, kenyataannya hal2 tsb tetaplah gak divine, tetaplah bkn tuhan...
klo hal2 tsb bisa disebut tuhan, bearti tuhan udah menjadi bersifat duniawi, bearti justru menkontradiksi sendiri klaim2 populer yg mengatakan bahwa tuhan itu seba maha dll dll itu...
hendryten
17-09-2008, 03:59 AM
kenapa NASA tidak pernah kembali ke bulan sejak 1969 tidak sempurna terjawab ( masak blum ada teknologi baru sejak saat itu? mana mungkin ! komputer saja berkembang pesat sejak 10 tahun terakhir, seharusnya kita sudah bisa minimal bolak-balik bulan 3 kali - krn jarak tempuh ke bulan cuma 400rb-an km walau perlu dana skitar 2 milyar dollar)
Gue bukan dari NASA, tapi mungkin jawabannya adalah sebuah pertanyaan....ke bulan lagi buat apa?
Gue percaya mereka pernah nyampe bulan :D toh mereka berhasil kirim awak robot ke mars tanpa kerusakan.
Basis pemikiran: Diri sendiri, kalo mau tahu alirannya, Buddhism
Gue percaya versi Tuhan yang mirip versinya Albert Einstein
(http://en.wikipedia.org/wiki/Einstein#Religious_views)
"I believe in Spinoza's God, who reveals Himself in the lawful harmony of the world, not in a God Who concerns Himself with the fate and the doings of mankind."
"My position concerning God is that of an agnostic. I am convinced that a vivid consciousness of the primary importance of moral principles for the betterment and ennoblement of life does not need the idea of a law-giver, especially a law-giver who works on the basis of reward and punishment."
"I have repeatedly said that in my opinion the idea of a personal God is a childlike one. You may call me an agnostic, but I do not share the crusading spirit of the professional atheist whose fervor is mostly due to a painful act of liberation from the fetters of religious indoctrination received in youth."
Ada yang masih ingat ttg email, seorang bocah yg ngelawan seorang professor Atheis dengan topik "Evil is the Absence of God", that's a total hoax, cuman propaganda agama.
Intinya gue ga percaya pada tuhan versi personifikasi, yakni gambaran Tuhan pada umumnya (tuhannya 3 agama besar). Tuhan yg memerintahkan ini, yang marah, yang menciptakan kita semua, yang memberikan ini, memberikan itu, mengabulkan ini, mengabulkan itu, dll yang menggambarkan Tuhan bisa melakukan sesuatu.
God that does nothing...that's my god...maybe that isn't God at all :D
GOD is my hero!!!!!!!!!!!!!!!
i love God...hehe
vBulletin® v3.7.0, Copyright ©2000-2008, Jelsoft Enterprises Ltd.