PDA

View Full Version : Sadarkah Negara Kita Lagi Dicoba?


Mr. Lucky Guy
01-09-2008, 08:41 PM
Bukan bermaksud demikian, tetapi terus terang saja semejak datangnya era reformasi negara kita secara silih berganti didatangi dengan segala cobaan. Lahirnya organisasi - organisasi tertentu, pendemoan massal mengatas namakan sesuatu, ketidak sukaan hati kita diaspirasikan melalui suara tegas dan lain sebagainya. Kalau kita berflashback dahulu era tahun 1980-an hingga pertengahan 1990-an kita tentram. Sekarang, ingin berbuat sesuatu saja mesti mikir2 lagi...

Yah... semisal, gw pengen diriin perkumpulan di komplek A. Karena masalah sengketa tanah, karena masalah budaya, karena masalah adat - istiadat dan lain sebagainya rumah perkumpulan gw ditegur. Karena di sisi lain itu hak gw diriin rumah asali gak ganggu orang - orang sekitar. Tapi koq dicap jelek? Lamban laun didemo, terus ditimpuk batu, dilanjutin pembakaran halaman depan sampai ada rusuh se-Jakarta, sampai se-Jawa bahkan se-Indonesia.
Catatan = Ini perumpamaan aja lho....

Kalau dulu khan masa bodoh... Mau gw semisal maksiat, mau gw ibadahnya tekun, mau gw penebar negatif dengan berbuat sesuatu... yah itu rumah gw, yah itu gedung gw kerja, yah itu ini itu...

Yah... yang simpel aja, dulu suka ada ledekan "Mau makan murah? Ke warteg aja lo... Sana gih...!". Nah... sekarang... warteg pun mesti mikir kalau mau makan puas untuk orang2 tertentu. ::nangis3:: Buat gw pribadi, sah - sah aja kalau Tuhan memberi cobaan kepada kita semua dengan negeri kita yang krisis seperti sekarang ini. Insya Allah dengan penuh optimis, sang saka merah - putih dapat kembali tegak dengan kokoh koq... Ibaratnya, tiangnya sudah mau rapuh dan kusam. Jadi susah dikerek lagi. Nah... kita jadi tiangnya itu. Tanpa harus diganti dengan yang baru, segala jalan usaha pasti dapat dilakukan dengan cara yah... disikat, diamplas, diminyaki sehingga kerekannya bisa digunakan dengan baik lagi. Bhineka Tunggal Ika sudah bangkit dari keterpurukannya lagi Insya Allah....

Bagi kalian? Apakah negara kita ini benar2 dicoba?


Catatan :
Kalau kurang berkenan, tolong diclose aja yah thread ini...::newwink::

red_pr!nce
01-09-2008, 10:16 PM
negara kita sedang dicoba, bukan oleh Tuhan, tapi oleh orang-orang Indonesia sendiri. :D

lagipula Allah SWT ga mau membantu bangsa atau orang yang bahkan ga bisa menolong dirinya sendiri. bukan begitu, bung? gw lupa ini kalimat seperti ini ada di kitab mana yah. dulu pernah denger aja di sholat jum'at-an. :D

Valmighty
02-09-2008, 04:19 AM
negara kita sedang dicoba, bukan oleh Tuhan, tapi oleh orang-orang Indonesia sendiri. :D

lagipula Allah SWT ga mau membantu bangsa atau orang yang bahkan ga bisa menolong dirinya sendiri. bukan begitu, bung? gw lupa ini kalimat seperti ini ada di kitab mana yah. dulu pernah denger aja di sholat jum'at-an. :D
kitab smallville season 3 "helping those who refuse to help themselves is a waste of time and money, son"

Pepohonan
02-09-2008, 02:53 PM
Bukan dicoba ah.

Kalau menurut saya negara kita sedang menuai panen masalah. Ternyata kebijakan2 orang2 pinter dulu, yg menata negara ini, gak mempan untuk membekali rakyat menghadapi perubahan zaman. Contoh: Bung Karno dan Bung Hatta pernah berdebat seru perihal fokus pembangunan negara, Bung Hatta maunya sektor pendidikan diutamakan, sedangkan Bung Karno maunya sektor pembangunan fisik yang mendapat porsi pembiayaan lebih, agar kita gak dianggap miskin/remeh oleh negara2 besar. Maka dibangunlah senayan, monas, sedangkan sekolahan cuma sisa2 peninggalan Belanda dan Jepang. Coba, kalau waktu itu saran Bung Hatta yg diikutin, mungkin kita gak kalah sama Jepang. Nah, kebijakan Bung Karno itu ternyata diikutin oleh para penerusnya.

Ada pepatahnya, "mau panen dalam tiga bulan tanamlah jagung, mau hasil dalam sepuluh tahun tanamlah durian, mau hasil dalam 100 tahun dan seterusnya, didiklah manusia.

meonk's
02-09-2008, 03:12 PM
masalah kebijakan bung karno diikuti oleh para penerusnya sekarang ini menurut gw krn ada udang dibalik batu..ada moneynya......
Untuk saat ini sebenarnya yg harus di didik adalah bukan hanya ilmu saja..(banyak juga kok rakyat indo yg bersekolah di Luar Negri..dan banyak juga yg pinter2..tapi mereka lebih suka bekerja di Luar negri...ibarat kata secara gak sadar membangun negri org).) tp rasa loyalitas kebangsaan dan kepedulian akan bangsa dan negaranya.
sekarang ini aja..banyak sekolah2 yg tidak ada lagi kegiatan PRAMUKAnya...padahal didalam PRAMUKA itu banyak sekali yg diajarkan...seperti kemandirian untuk segala hal....Keagamaan ...Kemanusiaan...Kesosialan....cara menghormati Orang tua...rasa loyal terhadap negara dan bangsa.

Pepohonan
03-09-2008, 11:02 AM
ya itu, maksudku dengan pendidikan bagi bangsa bukan hanya pendidikan intelektual aja, tapi juga moral, budaya, dan mental. Dunia pendidikan Indonesia selama ini memang cukup salah kaprah, hanya mengedepankan aspek kognitif, kurang mengapresiasi aspek afektif dan psikomotorik. Lho, kok malah jadi membahas taksonomi Bloom, ya.

Sedih, sedih, sedih, bangsaku....semoga kita tidak punah atau tenggelam ditelan gelombang zaman.

Valmighty
03-09-2008, 01:21 PM
ga usah secara makro deh. lihat diri sendiri dulu, siapa yg masih beli bajakan? suka naek kendaraan semaunya? nyetop angkot gak di halte?

mau diajarkan Keagamaan ...Kemanusiaan...Kesosialan....cara menghormati Orang tua...rasa loyal terhadap negara dan bangsa juga percuma.

coba dibandingkan generasi yg ikut pramuka (skr usia 25-35) dengan yg tidak pramuka (usia 25 ke bawah).
gw rasa sama aja.

dilihat deh negara2 eropa, agama kagak punya, kemanusiaan tinggi sih, sosialnya hidup individualistis, ama ortu jg gak hormat2 nyembah kyk orang jawa, tapi maju tuh

zendrei
03-09-2008, 01:34 PM
Bukan dicoba ah.

Kalau menurut saya negara kita sedang menuai panen masalah. Ternyata kebijakan2 orang2 pinter dulu, yg menata negara ini, gak mempan untuk membekali rakyat menghadapi perubahan zaman. Contoh: Bung Karno dan Bung Hatta pernah berdebat seru perihal fokus pembangunan negara, Bung Hatta maunya sektor pendidikan diutamakan, sedangkan Bung Karno maunya sektor pembangunan fisik yang mendapat porsi pembiayaan lebih, agar kita gak dianggap miskin/remeh oleh negara2 besar. Maka dibangunlah senayan, monas, sedangkan sekolahan cuma sisa2 peninggalan Belanda dan Jepang. Coba, kalau waktu itu saran Bung Hatta yg diikutin, mungkin kita gak kalah sama Jepang. Nah, kebijakan Bung Karno itu ternyata diikutin oleh para penerusnya.

Ada pepatahnya, "mau panen dalam tiga bulan tanamlah jagung, mau hasil dalam sepuluh tahun tanamlah durian, mau hasil dalam 100 tahun dan seterusnya, didiklah manusia.

beneran BK ky gt?klo bener..wajar sj skrg negara indo ky gini, arogan dan gensinya diwariskan dr founding father..tnp didukung oleh kemampuan dan ga pernah mo mengakui kenyataan.

Pepohonan
05-09-2008, 02:30 PM
beneran BK ky gt?klo bener..wajar sj skrg negara indo ky gini, arogan dan gensinya diwariskan dr founding father..tnp didukung oleh kemampuan dan ga pernah mo mengakui kenyataan.

beneran, makanya itu salah satu penyebab Bung Hatta mundur. Bung Hatta maunya sistem ekonomi Indonesia, karena mayoritas petani, berbentuk koperasi, tapi BK malah tergila-gila ama sosialisme ala sovyet dan RRC. SEkarang koperasi disebut2 terus dalam program pembangunan nasional, tapi teutep aja cuma obyek pelengkap penderita.

rooivalk
05-09-2008, 03:05 PM
menurut gw biasa aja sih. sejarah suatu negara jg bisa dipenuhi malapetaka dan bisa ada masa damai/tentram yang jangka waktunya bisa harian, bulanan, atau tahunan.

cuma kitanya aja sbg manusia yang terlalu dibatasi waktu sehingga ketika ada hal buruk berlarut2 (yg belum tentu bener2 parah) kita menilainya sbg cobaan tuhan, malapetaka besar, judgement days, tuhan ngamuk, dsb.

Valmighty
05-09-2008, 03:17 PM
tapi bener juga mungkin, negara kita lagi dicoba/dites

dari jaman dulu sampe masa pak harto, itu baru tes versi alpha... trus masa reformasi itu saat peluncuran versi open beta, makanya smua orang bisa ikut nyoba indonesia. eh ternyata baru ketauan masih byk bug...

tinggal tunggu aja kapan yg kuasa akan meluncurkan indonesia 1.0 final ;p

meonk's
05-09-2008, 03:41 PM
ga usah secara makro deh. lihat diri sendiri dulu, siapa yg masih beli bajakan? suka naek kendaraan semaunya? nyetop angkot gak di halte?

mau diajarkan Keagamaan ...Kemanusiaan...Kesosialan....cara menghormati Orang tua...rasa loyal terhadap negara dan bangsa juga percuma.

coba dibandingkan generasi yg ikut pramuka (skr usia 25-35) dengan yg tidak pramuka (usia 25 ke bawah).
gw rasa sama aja.

dilihat deh negara2 eropa, agama kagak punya, kemanusiaan tinggi sih, sosialnya hidup individualistis, ama ortu jg gak hormat2 nyembah kyk orang jawa, tapi maju tuh


kalo dibilang percuma ya nggak juga......harusnya jaman sekarang tetap digalakan..biar yg ikut pramuka di jaman dulu pada malu..krn anak2nya mereka bisa protes kelakuan orang tuanya...


kenapa banyak yg gak loyal ama negara sendiri?? ya itu..terlalu melihat ke negara2 eropa....terlalu mengagumi tanpa ada rasa..negara gw harus seperti itu..yg ada malahan move ke sana..ato malahan ikutin peraturannya untuk individu ..tanpa melihat adat ketimuran kita...

ini yg dr diri sendiri dulu:
yang namanya usaha gak ada yg percuma..asalkan para generasi muda saat ini kompak untuk menjalankannya....
contoh simple yg udah di edarkan di media elektronik adalah cara melihat sampah di jalanan..dr anak2 sampai org tua....kenapa kita hanya melihat saja sebagai iklan??
coba deehh di tiru........liat sampah di jalan lgs dipungut ....jgn tutup mata..*ini juga masalah gengsi...apa tidak*
sekarang ini kalo lihat org nyetop bus ato naik kendaraan umum bukan pada tempatnya..ya kita jgn ikut2an...malahan ajak org2 tersebut untuk ke Halte...*ini masalah brani ngomong apa nggak*

buat gw.....membuat bangsa ini baik ...sebaiknya dr individu terkecil dulu..yaitu keluarga....semakin banyak keluarga yg menanamkan sifat2 Keagamaan ...Kemanusiaan...Kesosialan....cara menghormati Orang tua...rasa loyal terhadap negara dan bangsa ....maka segalanya gak ada yg sia2...::unggg::

Mr. Lucky Guy
06-09-2008, 01:33 PM
Ma'f kalau 'sampah' denotasinya yah... itu suatu kesalahan individu. Tetapi apabila kita bercermin dari Luar Negeri coba deh apabila sehabis neguk minuman teh2 berbotol plastik (Nu, Zestea dan sebangsanya) kita tahan sampai rumah untuk tidak membuangnya. Kalau tidak bertas yah... digenggam terus aja. Jangan liat bak sampah di luar rumah yang dari beton trus dibuang. Padahal tiada penutupnya. Bisa jadi sarang nyamuk.
Catatan :
B erlaku juga untuk yang l;ainnya lho... Semisal makan snack Taro, jus vanila shake, dsb.

Begitu pun dimulai dari kecil dan mungkin sepele. Gw pernah liat bendera merah - putih ukuran kecil buat tempelan di dalam kaca mobil depan tergeletak di jalanan nan kotor dan penuh sampah berserakan. Coba kita ambil dan disimpen minimal di dompet. Itulah semangat nasionalisme kita tumbuh seiring kepedulian kita dengan sesama. Yah... bukan berarti pengemis ada 10 trus kita kasih uang dan bila gak ada bingungnya gak ketulungan. Kasih sayang dengan sesama yah dimulai dari rasa iba kita untuk terpikir menjalani usaha apapun kepada mereka. Daripada lihat anak2 balita ngemis di prapatan, sementara ortu mereka enak2an tidur dan duduk di pinggir jalan. Bayangin lho... BALITA....

Valmighty
07-09-2008, 05:35 PM
ini yg dr diri sendiri dulu:
yang namanya usaha gak ada yg percuma..asalkan para generasi muda saat ini kompak untuk menjalankannya....
contoh simple yg udah di edarkan di media elektronik adalah cara melihat sampah di jalanan..dr anak2 sampai org tua....kenapa kita hanya melihat saja sebagai iklan??
coba deehh di tiru........liat sampah di jalan lgs dipungut ....jgn tutup mata..*ini juga masalah gengsi...apa tidak*
sekarang ini kalo lihat org nyetop bus ato naik kendaraan umum bukan pada tempatnya..ya kita jgn ikut2an...malahan ajak org2 tersebut untuk ke Halte...*ini masalah brani ngomong apa nggak*

buat gw.....membuat bangsa ini baik ...sebaiknya dr individu terkecil dulu..yaitu keluarga....semakin banyak keluarga yg menanamkan sifat2 Keagamaan ...Kemanusiaan...Kesosialan....cara menghormati Orang tua...rasa loyal terhadap negara dan bangsa ....maka segalanya gak ada yg sia2...
makanya gw kasih perbandingan :D coz beberapa dari ajaran itu gw gak setuju.

soal sampah ama kendaraan umum, gak perlu ajaran yg lo sebutkan untuk tau itu salah, apalagi pramuka.
dan keluarga mungkin punya pengaruh baik, tapi juga pengaruh buruk. coba dilihat orang tua yg beli bajakan dan tidak melarang anaknya beli bajakan ada berapa banyak? ada gak di lingkungan lu yg jelas2 melarang anaknya beli bajakan?

red_pr!nce
07-09-2008, 08:30 PM
money rules. :D
"nak, kalau mau beli yang murah. buat apa keluar duit banyak-banyak kualitasnya sama aja?" (at least for them).

meonk's
08-09-2008, 12:41 PM
makanya gw kasih perbandingan :D coz beberapa dari ajaran itu gw gak setuju.

soal sampah ama kendaraan umum, gak perlu ajaran yg lo sebutkan untuk tau itu salah, apalagi pramuka.
dan keluarga mungkin punya pengaruh baik, tapi juga pengaruh buruk. coba dilihat orang tua yg beli bajakan dan tidak melarang anaknya beli bajakan ada berapa banyak? ada gak di lingkungan lu yg jelas2 melarang anaknya beli bajakan?


hmm.....gitu ya...
kalo menurut ane sihh
masalah pramuka...nih ya..
lo pasti gak pernah ikut pramuka ya saat di sekolahan?? emang sihh ada beberapa sekolah itu menjadikannya ekstrakulikuler......
Pramuka itu dalam kegiatannya sehari hari sebenarnya sudah merupakan dasar2 dari sifat kemanusiaan ..dan kebangsaan..tinggal bagaimana cara kita menjalankannya saja.....nahh ini juga dilihat dr dukungan para orang tua di rumah...apalagi tret ini mengenai negara kita.
tapi trus trang ...kebetulan ponakan2 gw ada yang ikut kegiatan pramuka tapi juga ada yg tidak ikut...dan yg gw liat dari sifat sosialnya dan kemandiriannya beda bgt...

yang namanya anak2..tetap perlu ajaran untuk tau mana salah mana benar....artinya setiap langkah ..setiap pandangan dan kegiatan...kita sebagai orang tua atau yg lebih dewasa dari mereka harus mengingatkan hal2 yg benar dan memberitahu hal2 yang salah..
apalagi sekarang ini pendidikan kita lebih kiblatnya ke internasional.....maksudnya lebih kearah pendidikan formil.......

mengenai barang bajakan...
mungkin postingan red_pr!nce ada benarnya......apalagi sekarang semuanya serba mahal...
trus trang untuk lagu dan film Indonesia gw lebih suka beli yg original dr yg bajakan...untuk film barat gw lebih banyak nonton di bioskop ato pinjam ke teman2 gw..yang original.( selain mahal harga yg original, DVD gw kebetulan suka gak mau terima yg bajakan....)
dan ...gak mungkin lah..seperti yg lo tanyakan ada tidak lingkungan bisa melarang kita untuk jgn beli bajakan.....kalo menghimbau pasti..toh..pemerintah juga bisanya menghimbau.....(gw bilang disini menghimbau buat pembeli krn larangan hanya buat penjual saja::hihi::....coba kalo pemerintah tegas seperti yg beli juga ditangkap2in..dan itu rutin dilakukan setiap bulan pasti gak bakalan ada yg mau beli bajakan)

dan untuk keperluan blanja sehari2 gw lebih suka pergi ke pasar tradisional dr pada ke supermarket itung2 ngebantu masyarakat kita juga toh...(malahan sekarang ada iklan suatu partai yg ikut2an gw..::hihi:: *GR.com)
tapi gw tetap percaya dan yakin jika segala sesuatu hal yang baik2 itu dimulai dr yang terkecil yaitu keluarga...berkembang menjadi RT..lalu RW..kelurahan sampai yg terbesar...yaitu negara..

tapi... kita sering melihat dari sisi negatifnya...misal banyak keluarga yg masih begini...begitu....
tapi coba dehh kita optimis dengan melihat ..berapa banyak keluarga yg sudah menjalankan hal2 yg positif.....
dan itu mulai dr keluarga kita sendiri...::unggg::