PDA

View Full Version : Pihak Sekolah hanya mementingkan uang !


kritikus
10-09-2008, 08:45 AM
Bro, aku mau curhat nih mengenai masalah pendidikan di sekolah.
Hari ini tanggal 10 September 2008 aku dipanggil ke sekolah di SMU Negeri 33 Jakarta karena ada masalah pembayaran uang sekolah.

Aku blum bisa bayaran uang sekolah nya selama 3 bulan.
Aku di panggil untuk bertemu dengan yang nama nya Ibu Priyati untuk membicarakan masalah keuangan ini.

Berharap bertemu dengan seseorang yang bermental sebagai guru aku coba ceritakan tentang keadaan dan kondisi ku, klo aku ini kerja di bidang IT tapi aku ikut dengan team teman jadi penghasilan ku kecil. Kecuali klo aku kerja sendiri.

Jangan kan di dengar , melihat wajah ku aja seperti seakan merendahkan dan dia malah mencibir. Klo penghasilan orang yang kerja dibidang IT itu besar.
Aku jadi bukan seperti bertemu dengan guru tapi seperti bertemu dengan lentenir yang sedang menagih hutang, hanya cara nya aja yang gak kasar.

Apa memang mental guru seperti ini semua ya ?
Di mana sisi kemanusiaan nya , untuk mendengarkan tentang keadaan wali murid aja gak mau.
Tapi klo urusan uang aja paling cepet.



Ini bukan pertama kali nya aku alami. Dulu waktu aku SMU juga begitu.
Aku sekolah di SMU Negeri 95 Jakarta, aku anak berprestasi bukan prestasi 10 besar yang aku raih. Tapi prestasi 3 besar di kelas.

Bahkan pada saat pelulusan aku juara masuk dalam predikat juara umum sekolah.
Aku saat itu juga mengalami masalah keuangan karena aku gak dibiayai sama bokap ku.
Hanya ibu ku yang kerja sebagai pembantu rumah tangga yang berusaha membiayai sekolah ku.


Ber kali - kali ibu aku di panggil ke sekolah , waktu itu kepala sekolah nya adalah Dra. Danimar . Akhir nya hingga aku minta keringanan dari pihak sekolah dan pihak sekolah minta aku bawa keterangan tidak mampu dari RT dan RW untuk mendapat keringanan biaya sekolah.

Surat keterangan tidak mampu udah aku dapatkan dari RT dan RW karena memang mereka tau aku tidak dibiayai oleh bokap aku. Setelah itu ibu ku berusaha pergi ke sekolah SMU 95 tersebut untuk menemui kepala sekolah ( Dra. Danimar ). Kepala sekolah tersebut minta ibu ku menunggu untuk mencari laporan prestasi ku di sekolah. Dan akhir nya ia tahu klo aku anak ber prestasi.

Aku dipanggil untuk menerima keringanan, tidak jelas berapa rencana keringanan yang mau diberikan. Kepala sekolah menanyakan tentang berbagai hal kehidupan saya.
Hingga akhir nya dia menanyakan tentang kepercayaan saya. Setelah dia tau bahwa saya tidak satu agama dengan nya ( muslim ), saya melihat ekpresi nya berubah dan benar aja.
Keringanan yang akan diberikan ke saya dibatalkan.


Apa seperti ini mental2 tenaga pendidik Indonesia ???
Aku dapati hal2 kaya ini bukan terjadi sama aku aja, temen2 pun ada.

Klo bangsa ini jadi rusak , ya ini lah salah satu alasan nya.
Guru yang harus nya bekerja sebagai pendidik hanya memberikan contoh2 buruk, mengutamakan materi. Namun dalam hal moral tidak ada.

Di mana sisi manusiawi seorang guru ??
Apa semua guru seperti ini ya ?
Kuharap gak semua guru begini.

Klo gak jadi apa bangsa ini.......

Setelah ini saya mau coba menemui Kepala Sekolah SMU 33 Jakarta ini.
Entah apa tanggapan nya. Apakah akan sama seperti salah satu staf nya ( Ibu priyati ), yang tidak menghargai saya bicara.

Globalcortex
10-09-2008, 08:52 AM
gw sih jujur yah....menghadapi org seperti ini..pantasnya masukkan ke koran...dan tuntut dengan perbuatan tak menyenangkan.....

Dead Star
10-09-2008, 09:06 AM
guru emang suka ga manusiawi..
justru sekolah2 negeri lebih parah daripada sekolah2 swasta karena sumber pemasukan mereka terbatas...

gogon_gundrung
10-09-2008, 11:19 AM
ah ngarang banget nih cerita nya :P

japl103
10-09-2008, 09:25 PM
si SMU 33 itu TS jadi apa ceritanya? Murid juga? Aneh...;D

Miss_Jr.
10-09-2008, 09:38 PM
aih... bingung...
critanya 1 orang 2 sekolah gitu ta?


ngga semua guru kog kek gt...
adalah guru di pedalaman papua, rela jadi guru di sana, fasilitas minim tapi tetep rela ngajar~