Mr. Lucky Guy
16-09-2008, 08:58 PM
Terus terang gw skarang tinggal ama nenek gw karena adanya permasalahan dalam keluarga gw. Nenek gw itu ibunya bokap. Gw skarang tinggal bersama beliau sudah jalan 1/4 tahunan ini. Ditambah lagi kehadiran om gw yang turut menyertakan kebersamaan kami. Lengkaplah kebahagiaan nenek gw karena terus terang gw ini salah satu cucu kesayangannya selama ini.
Om gw itu baru saja dilanda masalah dalam keluarga sehingga mesti tinggal bersama bu'denya itu. Katakan dia itu om gw alias kakak sepupu dari bokap. Tidak mau banyak menyinggung masalah keluarganya, gw selama ini FINE - FINE aja ama mereka. Om gw emang dah katakan gak punya siap - siapa lagi. Anak tunggalnya dah bersama pujaan hatinya. Jadi, dia menyendiri, tinggallah bersama gw berdua nenek.
Namun, ada dalam pikiran gw dibalik perhatian mereka terhadap gw. Emang pada awalnya gw ngerasa bakal dianggap seperti anaknya sendiri. Kebanyakan om dan tante gw terhadap anak mereka tegas, perhatian dan pokoknya antara anak dg ortunya. Tapi, jauh berbeda dengan gw. Gw ini tempat pelampiasan curhat, tempat di mana gw diberi kebebasan, tempat di mana pula gw dingalahi alias apapun tuntutan gw dipenuhi. Asal tau aja, tuntutan gw bukanlah yang memaksa melainkan tau apa yang biasa gw inginkan dan suka. Semisal gw nih suka ama nasi goreng, mereka buat tanpa sepengetahuan gw nasi goreng. Siapa yang gak mau nolak? Perhatian banget bukan?
Jadi, gimana sisi pandang kalian dengan perilaku mereka terhadap gw? Ge pribadi kasihan dengan mereka. Namun, sulit gw perbuat sebagai balas budi. Apakah cukup dengan bantu mengepel lantai dan membersihkan jendela rumah sudah cukup? Itu katakan baru mininalnya. Tapi, terus terang... pernah saat gw dah siapin bak yang dipenuhi air dan siap gw taburin deterjen. Apa kata mereka? Gak usah.... karena sudah mereka kerjakan. Dari situ gw terharu dan sedikit mereka kasihan juga. Karena mereka sudah Ikhlas metrawat gw sampai sekarang ini.
Untung gw bukanlah tipe orang yang mau seenaknya saja. Katakan dulu waktu kecil minta gorengin ini, mintai dibeliin itu kepada pembantu, minta ini - itu. Itu khan masih kecil.... Bisa dimaklumin yah...
Om gw itu baru saja dilanda masalah dalam keluarga sehingga mesti tinggal bersama bu'denya itu. Katakan dia itu om gw alias kakak sepupu dari bokap. Tidak mau banyak menyinggung masalah keluarganya, gw selama ini FINE - FINE aja ama mereka. Om gw emang dah katakan gak punya siap - siapa lagi. Anak tunggalnya dah bersama pujaan hatinya. Jadi, dia menyendiri, tinggallah bersama gw berdua nenek.
Namun, ada dalam pikiran gw dibalik perhatian mereka terhadap gw. Emang pada awalnya gw ngerasa bakal dianggap seperti anaknya sendiri. Kebanyakan om dan tante gw terhadap anak mereka tegas, perhatian dan pokoknya antara anak dg ortunya. Tapi, jauh berbeda dengan gw. Gw ini tempat pelampiasan curhat, tempat di mana gw diberi kebebasan, tempat di mana pula gw dingalahi alias apapun tuntutan gw dipenuhi. Asal tau aja, tuntutan gw bukanlah yang memaksa melainkan tau apa yang biasa gw inginkan dan suka. Semisal gw nih suka ama nasi goreng, mereka buat tanpa sepengetahuan gw nasi goreng. Siapa yang gak mau nolak? Perhatian banget bukan?
Jadi, gimana sisi pandang kalian dengan perilaku mereka terhadap gw? Ge pribadi kasihan dengan mereka. Namun, sulit gw perbuat sebagai balas budi. Apakah cukup dengan bantu mengepel lantai dan membersihkan jendela rumah sudah cukup? Itu katakan baru mininalnya. Tapi, terus terang... pernah saat gw dah siapin bak yang dipenuhi air dan siap gw taburin deterjen. Apa kata mereka? Gak usah.... karena sudah mereka kerjakan. Dari situ gw terharu dan sedikit mereka kasihan juga. Karena mereka sudah Ikhlas metrawat gw sampai sekarang ini.
Untung gw bukanlah tipe orang yang mau seenaknya saja. Katakan dulu waktu kecil minta gorengin ini, mintai dibeliin itu kepada pembantu, minta ini - itu. Itu khan masih kecil.... Bisa dimaklumin yah...