Pods
11-10-2008, 11:36 AM
Dari surat pembaca Kompas, hari ini, Sabtu, 11 Oktober 2008
Penipuan Gaya Baru: Bertemu di Kafe dan Pinjam Ponsel
Pada Sabtu, 27 September 2008 sekitar pukul 18.30, saya menerima telepon dari seorang yang mengaku sebagai pilot Garuda dengan nama Indra Nugraha. Dia meminta saya berjumpa dengannya malam itu juga di Cilandak Town Square (Citos), Jakarta Selatan. Alasan perjumpaan, dia akan mudik ke Surabaya.
Setelah kami bertemu, dia lupa akan alasannya pada pembicaraan di telepon: mudik ke Surabaya. Sekarang dia bilang mau terbang ke Guang Zhou. Kami bertemu di The Coffee Bean.
Orang itu berpakaian perlente dengan nama lengkap terpasang di dada. Bicaranya amat sopan. Katanya dia punya tiga anak yang akan dimasukkan kursus di tempat saya bersama empat anak temannya. Dia bilang kemudian, sebentar lagi temannya segera menyusul. Masih terperangkap macet di jalan.
Dengan dalih baterai ponselnya habis, dia bilang temannya bernama Iwan akan meneleponnya melalui ponsel saya. Iwan pun menelepon saya dan meminta bicara dengan Indra. Dengan alasan sinyal kurang bagus, Indra menelepon di luar kafe sambil menitipkan barang-barangnya di meja tempat kami minum kopi.
Kecurigaan saya baru muncul setelah 30 menit dia tak kembali. Saya mencoba menelpon nomor XL saya berkali-kali, tetapi tak ada jawaban.
Pihak The Coffee Bean sangat kooperatif membantu saya dan akhirnya kami bersama-sama membuka isi tas yang Indra titipkan. Tas itu berisi koran bekas dan dus kosong.
Setelah sadar bahwa Indra telah menipu, saya mencoba menelepon layanan pelanggan XL supaya nomor saya diblok. Keesokan paginya saya menerima banyak telepon ke nomor ponsel saya yang lain. Isinya, mereka telah menerima SMS dari nomor XL saya dan menyebutkan bahwa saya dalam keadaan terdesak dan meminjam uang Rp. 1 juta - Rp. 5 juta untuk ditransfer ke rekening BCA atas nama A. Hartama dengan nomor rekening 1340827429 dan akan diganti keesokan harinya
DIAN SUKMAWAN
Jalan Suka Menanti 101, Cengkareng, Jakarta
Mau share aja, supaya lebih hati-hati, kadang kita suka polos, bermaksud tulus nolong orang tanpa curiga, well mulai sekarang kayanya musti extra cautious.
Gw pernah sih waktu di Starbucks ada orang ga dikenal minjem hp, karena hp dia batrenya abis dan dia lagi janjian ama temennya trus temennya ga dateng-dateng, dia takut temennya salah tempat dan gw langsung kasih aja tanpa curiga. Tapi dia nelp nya di deket gw sih, ga dibawa keluar.
Kalo soal surat diatas, awalnya gw rada bingung juga kenapa si penulis mau aja langsung ketemuan sama orang asing yang minta ketemu via telp, yang alasan pertemuan cuma karena dia mau mudik ke Surabaya. Gw mikir apa urusannya, kan ga kenal, mau mudik ya mudik aja ;D
Tapi setelah baca lanjutannya, mungkin karena urusan bisnis, si pilot mau masukin anaknya kursus di tempat kursus punya si penulis.
Penipuan Gaya Baru: Bertemu di Kafe dan Pinjam Ponsel
Pada Sabtu, 27 September 2008 sekitar pukul 18.30, saya menerima telepon dari seorang yang mengaku sebagai pilot Garuda dengan nama Indra Nugraha. Dia meminta saya berjumpa dengannya malam itu juga di Cilandak Town Square (Citos), Jakarta Selatan. Alasan perjumpaan, dia akan mudik ke Surabaya.
Setelah kami bertemu, dia lupa akan alasannya pada pembicaraan di telepon: mudik ke Surabaya. Sekarang dia bilang mau terbang ke Guang Zhou. Kami bertemu di The Coffee Bean.
Orang itu berpakaian perlente dengan nama lengkap terpasang di dada. Bicaranya amat sopan. Katanya dia punya tiga anak yang akan dimasukkan kursus di tempat saya bersama empat anak temannya. Dia bilang kemudian, sebentar lagi temannya segera menyusul. Masih terperangkap macet di jalan.
Dengan dalih baterai ponselnya habis, dia bilang temannya bernama Iwan akan meneleponnya melalui ponsel saya. Iwan pun menelepon saya dan meminta bicara dengan Indra. Dengan alasan sinyal kurang bagus, Indra menelepon di luar kafe sambil menitipkan barang-barangnya di meja tempat kami minum kopi.
Kecurigaan saya baru muncul setelah 30 menit dia tak kembali. Saya mencoba menelpon nomor XL saya berkali-kali, tetapi tak ada jawaban.
Pihak The Coffee Bean sangat kooperatif membantu saya dan akhirnya kami bersama-sama membuka isi tas yang Indra titipkan. Tas itu berisi koran bekas dan dus kosong.
Setelah sadar bahwa Indra telah menipu, saya mencoba menelepon layanan pelanggan XL supaya nomor saya diblok. Keesokan paginya saya menerima banyak telepon ke nomor ponsel saya yang lain. Isinya, mereka telah menerima SMS dari nomor XL saya dan menyebutkan bahwa saya dalam keadaan terdesak dan meminjam uang Rp. 1 juta - Rp. 5 juta untuk ditransfer ke rekening BCA atas nama A. Hartama dengan nomor rekening 1340827429 dan akan diganti keesokan harinya
DIAN SUKMAWAN
Jalan Suka Menanti 101, Cengkareng, Jakarta
Mau share aja, supaya lebih hati-hati, kadang kita suka polos, bermaksud tulus nolong orang tanpa curiga, well mulai sekarang kayanya musti extra cautious.
Gw pernah sih waktu di Starbucks ada orang ga dikenal minjem hp, karena hp dia batrenya abis dan dia lagi janjian ama temennya trus temennya ga dateng-dateng, dia takut temennya salah tempat dan gw langsung kasih aja tanpa curiga. Tapi dia nelp nya di deket gw sih, ga dibawa keluar.
Kalo soal surat diatas, awalnya gw rada bingung juga kenapa si penulis mau aja langsung ketemuan sama orang asing yang minta ketemu via telp, yang alasan pertemuan cuma karena dia mau mudik ke Surabaya. Gw mikir apa urusannya, kan ga kenal, mau mudik ya mudik aja ;D
Tapi setelah baca lanjutannya, mungkin karena urusan bisnis, si pilot mau masukin anaknya kursus di tempat kursus punya si penulis.