PDA

View Full Version : Catatan si Acoy...bukan si boy...


vanya^annissa
18-10-2008, 01:34 PM
hmmm mencoba coba menulis dan yang pernah ditulis untuk disalurkan ke sini, sukur-sukur bisa jadi manfaat.
menulis adalah kebutuhan primer buat gw, dan bahannya bisa apa aja, dan ini adalah olahan dari bahan yang berbeda dari tulisan yang biasa gw kerjakan.

here i go...

vanya^annissa
18-10-2008, 01:38 PM
We couldn’t choose what we will be born. We could be born as a loser, winner, middle of anyone person, or nobody. We just can’t choose.

Kalau suatu saat kita terbangun dan menemui hidup kita begitu tidak membanggakan, so what? Idealnya kita memang memiliki dua orang tua lengkap. Bapak dan ibu. Bapak yang mencari nafkah untuk membayar sekolah, laundry, makan dan membeli mobil mewah, dan ibu yang menyusui kita setelah melahirkan, membesarkan dengan penuh kasih sayang, dan menjadi pembela disaat bapak marah-marah tidak terkendali. Itu semua memang ukuran ideal. Seorang kakak atau adik, atau keduanya yang kadang-kadang berkelahi tapi setelah itu berpelukan penuh kasih sayang. Bahagia sekali kalau di rumah kita tersedia semua menu itu.

Tapi kadang kita harus membuka mata dan menghadapi ibu yang pernah berselingkuh, ayah yang setiap pulang kerja selalu mengeluh, adik yang berdandan seperti pelacur, atau kakak yang reputasinya sangat buruk karena drug user dan belakangan ditangkap polisi karena mencuri. Lebih parah lagi, kalau pada suatu hari di saat kita akan mengajak orang tua kita untuk melamar atau menerima lamaran dari orang tua pasangan kita, dan kita baru menyadari bahwa kedua orang tua kita kurang koordinasi. Ibu entah dimana sementara bapak masih saja menggandeng gadis muda besutan terbarunya.

Terus kenapa kalau semua itu terjadi sama kita? Apa kita harus bunuh diri karenanya? Wait a minute… sayang-sayang hidup kita, teman!!

Kemaren bareng-bareng sama temen-temen milis Bicara Bebas bikin acara nonton bareng. Film yang terpilih adalah SleepWalking. The Charlize Theron yang main di sana. Hehe… cantik banget ya, tuh anak!! (distraksi) Well, anyway, film yang alurnya lambat sekali itu, cukup nancep. Kadang kita memang nggak punya banyak pilihan dalam hidup ini. Seorang ayah yang seharusnya melindungi, bisa saja menjadi monster yang suka memukul, atau bahkan melakukan kekerasan yang lebih parah dari itu. Seberapa sering coba, kita membaca berita-berita kriminal semacam itu? Ayah atau ibu yang menjual anaknya, melakukan kekerasan seksual, atau semacamnya?

And they’re not far, hey!! Kadang, kejadian yang sepertinya hanya ada di layar kaca itu, terjadi pada kita. Menyedihkan? Memang!

Lalu apakah kita akan berakhir pada sedih dan berhenti begitu saja? Seperti ending film SleepWalking itu? Ketika si anak sudah tidak tahan lagi melihat kekerasan ayahnya yang bukan hanya dilakukan padanya, tapi mulai merambat pada sang cucu, maka dia membunuh si ayah. Cerita memang berakhir. Kekerasan sang ayah memang tidak akan terulang lagi. Tapi tidakkah si anak itu sudah menjadi ayah berikutnya? Dia mengakhiri kekerasan dengan kekerasan yang lain. Kekerasan yang harus dibayar mahal olehnya sendiri.

My dear friend, sebenernya selalu ada tempat berlari kok, untuk semua masalah yang kita hadapi. Maksudnya berlari, bukan lari dari masalah. Tapi lari untuk menyelesaikan masalah. Tanpa menjadi sok menasehati dan sok berpengalaman, tapi percayalah bahwa kita memiliki banyak teman. Dan ada sebuah negara dengan semua peraturan dan kelemahan yang dimilikinya yang berkewajiban menjaga dan melindungi kita dari kekerasan macam apapun. Sekalipun kekerasan itu datangnya dari dalam rumah kita sendiri. Kalau negara ini tidak juga sanggup melindungi kita, atau kita tidak lagi percaya pada lembaga bernama negara, aku yakin banyak orang, tetangga, teman, juga lembaga independen yang bisa membantu kita.

Just one thing i need to say here. Don’t give up. Hidup memang untuk diperjuangkan. Cos we all deserve to be happy.

vanya^annissa
18-10-2008, 01:46 PM
jadi, pada suatu hari seorang teman, mengirim sms dan bilang, do’ain ya, aku mau bla bla bla… sering kepikiran tuh, kok dia minta doain gue ya? gak tau apa, kalo sholat cuman pas lebaran aja, puasa ramadhan aja, zakat kalo diingetin aja, qurban kalo ada duit? tapi anehnya, tetep didoain juga itu temen.

terus kejadian lagi, kemaren pas ulang tahun, kita makan malem di rumah ber-4. terus, sebagai yang punya hajat ulang tahun, disuruh mimpin do’a. you know what?? itu do’a bisa panjang banget… ngedoain sampe orang-orang terjauh. semua keluarga, semua teman, bahkan semua keluarga kita ber-4 yang lagi ada di jogja, kalimantan, jakarta, lampung, cilegon segala, kesebut semua… gila ya??

habis berdo’a, rasanya lega banget. gila… masih bisa berdoa ya, nggak harus pake bahasa arab lagi, atau bahasa yahudi atau bahasa ibrani, atau bahkan pake bahasa inggris. makanya, hari ini chatting sama temen dan waktu dia bilang minta didoain, rasanya semangat banget. langsung deh dengan pede ngejawab. tenang aja… gue do’ain. GOD IS NEAR. GOD IS HERE. GOD IS DEAR…

iya… ternyata Tuhan itu nggak ada dimana-mana selain di sekitar kita. deket banget. lebih deket dari yang pernah dibayangkan malahan. buktinya, sampai detik ini aku masih bernafas, bisa nulis di sini, bisa bertambah umur tanpa takut sama bertambahnya kerutan di wajah, bisa menyerap bacaan yang masuknya dari mata, dan banyak lagi. itu aja menurutku udah bukti kalau Tuhan itu ada, dan nggak jauh-jauh amat dari kita. di dalam kita bahkan mungkin.

jadi, sekarang mau berdo’a ah…

buat orang tuaku dan kesehatan juga kebahagiaan mereka, buat nisya-holik dan sekolah mereka, buat vanya untuk SD barunya. cie… lagi seneng-senengnya punya teman baru ya? buat mas didot dan kerjaan barunya. nambang terus… buat rani dan semua pembicaraan over coffee-nya. u’re doing just great sist.. buat sby dan calon-calon presiden berikutnya, semoga bisa menyelesaikan pe er negeri ini, buat aya yang belakangan sering banget dimaharin, semoga kita berdua bisa mencapai tingkat toleransi yang membuat kita bisa menerima satu sama lain seperti dulu lagi. buat frey, semoga mendapatkan yang kamu inginkan. pilihan banyak itu juga jebakan lho, sist.. hehe

buat my dear goldfish, semoga dapat beneran jadi mitra si owner itu, or another better position ya. biar bisa ngurusin orang-orang aborigin, atau sodara-sodara kita di vietnam, kamboja, bangladesh, atau ujung dunia manapun yang membutuhkan uluran tanganmu. keep healthy ya… keep warm, yang ini udah pasti :P

tuh kan, bikin do’anya panjang banget, tapi… percaya nggak, kalo Tuhan akan mengabulkan setiap do’a itu? if you asked me that same question, i’ll say, “no doubt..” Tuhan akan mengabulkan setiap do’a baik umatnya. terlepas dari apapun agamanya, bagaimana cara ibadahnya, banyak nggak amalnya. pokoknya do’a baik aja…

so, let’s start to pray. the good one of course..

vanya^annissa
18-10-2008, 01:50 PM
Goal!!! Familiar to that sound lately?
Soccer. Euro 2008. Yeah… whatever. I actually don’t feel like talking about it here, since I have not followed the soccer game as religious as I used to for the past 4 days. Why? Went to a cave and close my eyes instead. Trying to listen to my own heart beat, my voice of the heart, the real me.
Today, though – I’m going to talk about life and soccer. I used to live my life as a soccer game. But, eureka! I can finally see it from the other vantage point. Life is not a soccer game anyway. I don’t want to compete, running around like those 22 soccer player plus the referee, management, coach, hooligans and other millions of supporters that are screaming their voice out in front of the television.
I just want to live my life as simple as possible. Total awareness. I want to feel every beat of it. I don’t want to tackle somebody else’s legs, pushing him or here, screaming over another to get a small score/ point of life! Lets do the math. If we had 60 years of life to live, how many GOALS do you want to achieve?

2 X 45 minutes of soccer game, 60 years equals to 350.400 times of a soccer game. If we expect 2 goals to score in a soccer game, that means we have to score 700.800 goals in our life time. Can you imagine this? Imagine how exhausting life would be, with those number of goals?

No way! I don’t want to imagine or even thought of it. Not even in my dream. I actually feel a bit uncomfortable that I have counted the above score to achieve.

Somebody once said, “something you can not measure, you can not manage.”
Well, I completely agree with that saying, it fits for a profit company, but do we see ourselves as a profit company? Private sector? Product? Hello? Are you there? We are definitely not a profit company. We are a living human being. Who need some fresh air. Take a deep breath… Enjoy every single moment of our life with total awareness. And be happy. Slowing down is not a sin. Life contains shelter over shelters. Cherish every step of your live.So, Im not going to set another goal again. Have no goal! Zero expectations!
Just live.. smile.., inhale and exhale… Hhhhh…..

vanya^annissa
18-10-2008, 01:54 PM
Dear Mr. President,
Come take a walk with me.
Let’s pretend we’re just two people and
You’re not better than me.
I’d like to ask you some questions if we can speak honestly.

What do you feel when you see all the homeless on the street?
Who do you pray for at night before you go to sleep?
What do you feel when you look in the mirror?
Are you proud?

How do you sleep while the rest of us cry?
How do you dream when a mother has no chance to say goodbye?
How do you walk with your head held high?
Can you even look me in the eye
And tell me why?

Dear Mr. President,
Were you a lonely boy?
Are you a lonely boy?
Are you a lonely boy?
How can you say
No child is left behind?
We’re not dumb and we’re not blind.
They’re all sitting in your cells
While you pave the road to hell.

What kind of father would take his own daughter’s rights away?
And what kind of father might hate his own daughter if she were gay?
I can only imagine what the first lady has to say
You’ve come a long way from whiskey and cocaine.

How do you sleep while the rest of us cry?
How do you dream when a mother has no chance to say goodbye?
How do you walk with your head held high?
Can you even look me in the eye?

Let me tell you ’bout hard work
Minimum wage with a baby on the way
Let me tell you ’bout hard work
Rebuilding your house after the bombs took them away
Let me tell you ’bout hard work
Building a bed out of a cardboard box
Let me tell you ’bout hard work
Hard work
Hard work
You don’t know nothing ’bout hard work
Hard work
Hard work
Oh

How do you sleep at night?
How do you walk with your head held high?
Dear Mr. President,
You’d never take a walk with me.
Would you?

Dian said: I feel that the hole in my soul is getting bigger and deeper. Gara-gara baca dan berkali-kali nyanyiin lagunya Pink, Dear Mr. President. This song is dedicated to Mr. Bush, the president of the United States of America. I’m sure, he’s proud of himself of being like his father. But to start the war, to kill that much people, to cause hundreds of orphans, i hope he will no longer hold his head up high.

Hhhh… jadi mikir lagi nih, kalo ada yang nyalonin jadi presiden nanti, aku harus menyiapkan sebuah lagu dulu untuk diriku sendiri, sebelum orang lain menciptakannya untukku.

BU33
18-10-2008, 02:02 PM
kalo ada yang sangat pribadi jangan diceritakan ya..:D
::bye2::

vanya^annissa
18-10-2008, 02:09 PM
Semalam saya mengalami kesulitan tidur. Salah… salah… begini yang benar, semalam saya terbangun beberapa kali. Karena ternyata saya tidak terlalu mengalami kesulitan untuk memejamkan mata lagi.
Setiap kali terbangun, wajah yang pertama kali muncul adalah orang yang membuat kebencian bercokol dengan tentram di hati saya selama beberapa bulan terakhir ini. Saya mengingatnya secara detil, lalu membayangkan setiap pembalasan yang mungkin saya lakukan. Setelah saya bayangkan dia putus asa, sedih atau menangis, karena merasa bersalah, dan merasa memang layak mendapatkan balasan dari saya, baru saya bisa tidur lagi dengan nyenyak. Begitu sampai berulang 3 kali.
Bangun yang ke-4, saya bergidik sendiri. Saya jadi ingat Hanibal Rising, alangkah sadis namun elegannya dia, lalu ingat milis tidak bertanggung jawab yang menyebutkan kalau hampir semua pembunuh berdarah dingin itu, diberi nama dengan 13 abjad oleh orang tua mereka. Dan bapak saya menamai saya dengan 13 abjad. What a coincidence?

Saya tidak mau menjadi pembunuh berdarah dingin!! Saya mau jadi manusia berhati hangat. Halah!! Akhirnya bangun pagi ini, saya merencanakan untuk menghabiskan hari dengan tersenyum. Dan saya berhasil. Waktu nulis ini, saya sambil senyam-senyum. Dan sekarang, saya akan mencoba menelaah apa saja hal-hal yang bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan kebencian.
Kalo gak bener-bener siap, gak usah dibaca, karena konsekuensinya mahal:

1. Pastinya adalah memaafkan diri sendiri. Dan itu harganya mahal. Artinya kita harus menerima kalau kita kalah, menerima kalau kita pemarah, menerima kalau kita cengeng.
2. Memaafkan orang lain. “Hhh… buat guwe, gak ada lebaran!! Makan tuh puasa!!” Hehe… familiar dengan kalimat seperti itu? Don’t be! Capek tau, marah-marah mulu. Atau, ambil jalan tengah. Boleh marah di hari Rabu sama Kamis aja misalnya. Jadi, di 2 hari itu, hindari bertemu dengan mahluk allergen kemarahan itu. Di sisa hari yang lain gimana? Berusaha keraslah untuk gak marah. Hehe… saran ini agak berat untuk mereka yang tinggal serumah, kerja sekantor, atau kuliah di jurusan dan angkatan yang sama. Sangat tidak disarankan!!
3. Berusaha mengambil keuntungan darinya. Misalnya, gunakan kartu kreditnya, pakai pulsa dia sebanyak-banyaknya untuk kepentingan pribadi anda, manfaatkan kendaraan pribadinya untuk kesenangan sendiri. Hehe… Kalau tidak ada apapun yang bisa kita ambil darinya, buat apa kita benci sama dia? Mungkin dia memang nggak ada gunanya… ;))
4. Buat benteng perlindungan! Lalu, lakukan pembalasan. Gini contohnya, pekerjaan anda diserobot teman kerja. Sabar.. tunggu sampai dia mengerjakan sesuatu sendiri, lalu gantian serobot!! Pacar anda direbut orang? Sabar.. tunggu sampai dia lengah, rebut bapaknya dari ibunya! Hwahaha… kidding! Rebut kembali pacarnya lah… tapi segera campakkan lagi!! Karena pacar yang mudah berpindah hati, bukan pacar yang layak diperebutkan lagi!!
5. Kalau semua cara itu belum berhasil, lakukan hal-hal yang anda sukai. Kalau saya sih, saya suka belanja, makan, nonton, dan jalan-jalan. Ketika melakukan hal-hal tersebut di atas yang saya sukai, saya melupakan kebencian saya padanya, saya memaafkan diri sendiri, bahkan melupakan kalau dia pernah saya kenal. Yang paling nggak enak nih, ketika mau melakukan hal-hal yang kita sukai, eh… ternyata masih ketemu aja, sama orang yang kita benci. Howeeekkk…

Udah ah, semoga anda nggak begitu saja percaya sama saya. Pasti setiap orang punya cara sendiri untuk mengekspresikan diri. Iya kan? Jadi, silahkan marah, diam, ngambeg, teriak-teriak, nangis! Apapun. Asal tidak mengakibatkan anda masuk penjara. Setuju ya?

vanya^annissa
18-10-2008, 02:15 PM
Dijamin akan membosankan membacanya. So get ready for it.
Tanggal 29 Februari jam 3 sore saya dan sahabat saya, Rani menghadiri (cie… menghadiri) undangan peluncuran buku terbaru NH Dini, Argenteuil, Hidup Memisahkan Diri.

Pertama kali kami memasuki ruangan, kami dibagikan goody bag berisi sebuah buku, majalah kadaluwarsa dan sebungkus tissue. Awalnya saya pikir brand tissue itu sedang menitipkan sample-nya. Saya duduk di kursi yang masih kosong. Agak merasa canggung juga sih, karena ternyata 90% yang hadir sudah berusia cukup matang, kalau tidak bisa disebut lanjut.

Saya dan Rani hanya diam di pojok, menjadi saksi sebuah reuni teman dan keluarga. Bu Dini, ratu kita siang itu, yang ternyata sedang merayakan ulang tahunnya yang ke-72, memakai baju hijau tua yang sangat indah dan tepat, tampak sibuk menyalami tamu-tamunya. Diantara para tamu itu, ada beberapa tokoh yang saya kenal. Diantaranya adalah Ajip Rosyidi, sastrawan hebat Indonesia yang lain, Prof. Eko Budiarjo, Mas Prie GS dan Mas Trianto Triwikromo.

Acara dibuka dengan sebuah puisi yang membuat mata saya dan Rani berkaca. Sekarang saya tahu apa manfaat tissue itu. Hhhh… selamat ulang tahun bu Dini. Yang ada di kepala saya adalah, kalau saya diberi umur sepanjang beliau, akan menjadi seperti apa saya?

Belum hilang semburat merah di mata kami, masuklah seseorang dengan kursi rodanya. Beliau adalah Darmanto Jatman. Tuhan, saya terakhir kali bertemu dengan beliau kurang lebih setahun yang lalu di salah satu stasiun TV local. Waktu itu pak Dar masih sangat gagah dan ganteng. Saya tidak pernah heran kenapa sastrawan yang satu ini selalu dikelilingi perempuan cantik. Tapi malam itu pak Dar harus didorong di kursi rodanya. Pembawa acara sampei berhenti berbicara dan membuat kami semua terpana dengan adegan saling berpelukan antara bu Dini dan beliau. Kali ini air mata saya mengalir. Tuhan, berikanlah usia panjang dan kesehatan untuk harta-harta dan para guru kami yang berharga ini.

Berikutnya acara berlanjut dengan pagelaran seni dari lereng Merapi, puisi dari prof. Eko tentu tidak ketinggalan.
Yang terus berkecamuk di kepala saya ketika acara itu berlangsung adalah, “what am I gonna be, when I’m in the age of them.”
Saya sering sesumbar di depan teman-teman saya kalau saya akan “pulang” pada-Nya di umur 60-an di atas pembaringan, dengan seorang cucu di sebelah saya. Saya tidak akan merepotkan anak-anak dan cucu saya. Ya, saya memang sangat terinspirasi pada tulisan Susanna Tamaro, Va Dove ti Porta Il Cuore, Pergilah Kemana Hati Membawamu. Maafkan saya ya Allah, bukan mendahului kehendakmu, tapi saya ingin pulang dalam keadaan tenang. Saya ingin meninggalkan dunia ini dengan tersenyum, seperti orang-orang tersenyum ketika saya lahir ke dunia. Padahal saya, anda, kita semua, tidak pernah tahu kapan kita akan pulang.

Hhhh
Dosa saya luar biasa banyak di dunia ini. Sebagian besar karena mulut saya. Sungguh, saya merasa tidak pernah siap untuk kembali padanya saat ini. Saya masih punya musuh, mmm… lebih tepatnya saya masih menyimpan rasa benci pada orang lain. Saya belum meninggalkan sesuatu yang begitu berharga di dunia ini.

Ok, saya punya my goldfish dan Vanya – semoga dia menjadi anak yang sholehah – tapi karya nyata saya yang lain, belum tampak nyata. Bukannya tidak bersyukur dengan apa yang sudah dikaruniakan Tuhan pada saya, tapi katanya kita nggak boleh berpuas diri. Saya bahkan masih belum menyelesaikan kuliah S2. Well, for information, lulus kuliah S2 adalah salah satu impian bapak dan ibu saya pada anak-anaknya. God, please… beri orang tua saya umur panjang untuk melihat saya mewujudkan keinginan mereka.
Oh my God, saya menjadi luar biasa sentimentil ini. Tadi pagi saya ditelpon ibu dan kami ngobrol seperti biasa. Bapak sedang sakit dan konon menurut dokter sebagian besar penyebabnya adalah karena pikiran. Saya yang jarang ngobrol sama bapak, akhirnya bertukar cerita. Saya bilang, “Bapak, mikirin apa to? Saya akan lulus segera. Mas Didot yang memang belum pengen kawin nggak usah dipikir. Adek-adek kalo nakal, dibawa kesini aja apa?” ternyata semua jawabannya negative. Bapak nggak mikirin apapun. Tuhan, You have to know, I love him so much. Beri kami waktu untuk membahagiakan satu sama lain. Sudah Kau karuniakan padaku orang tua yang luar biasa hebat dan kucintai, beri aku kesempatan untuk membuat mereka merasakan hal yang sama.
Hwaaaaaaaaaaa
Gimana nih? Kok jadi makin sentimentil. Ah, sudahlah… saya mau meneruskan nonton Prison Break lagi saja, daripada basah lagi wajah ini.
Maafkan untuk yang terlanjur baca sampe akhir, semoga anda menemukan jawaban untuk pertanyaan yang sama. What are you gonna be when you’re old.

BU33
18-10-2008, 02:24 PM
What are you gonna be when you’re old.

hmmm masih sama...your goldfish...halaah...;D;D

lha kok kayak reuni keluarga ni tread...:D

Jun-ah
18-10-2008, 06:36 PM
This post draw my self from present and drive it out to the future...
What I will be....when im old...when im cold...

im young and dangerous....i hope in the day after tomorrow..
i can be calm and wise enough....

nice post.....
*even pertama disuruh baca sama si Desperate House Husband::ngakak2::

dian ara
18-10-2008, 10:22 PM
yep, yep, we deserve to be happy. I deserve to be happy!

btw, kalo kasih spoiler pilem, mbok ya pake tag spoiler ::grrr:: untung aku dah nonton sleepwalking. tapi jadi ngeri baca laennya, takut ada spoiler lagi ::grrr::

vanya^annissa
18-10-2008, 11:31 PM
yep, yep, we deserve to be happy. I deserve to be happy!

btw, kalo kasih spoiler pilem, mbok ya pake tag spoiler ::grrr:: untung aku dah nonton sleepwalking. tapi jadi ngeri baca laennya, takut ada spoiler lagi ::grrr::

dibaca semua dong....:D

Sabbath & Nami
18-10-2008, 11:57 PM
ah andaikan gampang untuk tidak membenci seseorang, atau dibenci seseorang ;D

vanya^annissa
19-10-2008, 12:12 AM
bisa dan gampang kok fen...:D

BatmanFans
19-10-2008, 08:00 AM
copy paste dr blog pribadi atau...heheheheheh

vanya^annissa
19-10-2008, 08:06 AM
copy paste dr blog pribadi atau...heheheheheh

iya oom..:D, dari tulisan2 yang udah pernah gw bikin, dan ada yang baru juga
hanya sekedar ingin berbagi, semoga bisa menjadi inspirasi bagi gw dan sukur2 yang membaca

vanya^annissa
19-10-2008, 10:13 AM
Lanjut aahh...

cie cie… ada yang baru nerima royalti, gitu kata aya di status ym-nya beberapa hari yang lalu. weitz!! langsung pura-pura nggak liat ah… padahal sebenernya seneng banget.

jadi, pada suatu malam, mmm… kalo gak salah kamis malam yang lalu, mau jalan sama aya. pengen minum doang sih sebenernya, trus mesti ngambil duit di atm karena tempat minum/makan yang mau kita datengin itu masih old school banget, gak main kartu, gak bisa diutangin. maunya cash. so, aku dan aya mengambil uang di atm. ternyata saldo yang ada di rekeningku agak jauh lebih tinggi dari perkiraan. wuah… langsung panik dong *pura-pura jujur* dan nggak mau make duit itu dulu.

hari jum’atnya langsung nelpon mb ayu gagas media, yang ternyata lagi sibuk. ya udah. pede aja kalo duit itu adalah royalty . hehe… langsung deh berani belanja. beli sesuatu yg nilainya gak bakalan turun ah..

trus abis itu, beli buku dong. nah ini dia, adegan paling berbahaya. masuk toko buku. jreng jreng!! kenapa sih, toko buku itu harus memajang buku-bukunya? kenapa nggak tulisan-tulisan aja? misalnya: di sini tersedia buku a, b, c, d dan seterusnya. jadi kitanya nggak ngiler dan kepengen ini itu. dari niatan buat beliin vanya buku, sampe akhirnya malah memutuskan untuk membiarkan vanya memilih sendiri, dan ibunya juga memilih sendiri. hiiiii… *egois*

dan terpilihlah buku legendaris itu, ZARATHUSTRA.
http://ecx.images-amazon.com/images/I/510FYJNKQ6L.jpg

semangat banget bacanya nihhh, dan… semangat juga untuk nulis novel ke-3, yang udah kelar dari 2 setengah taun lalu, tapi kali ini akan dirombak total, disesuaikan di sana-sini.

so, everybody, prepare for my next novel, yang harus (amiiinnn) dirilis awal tahun ini. mmm… artinya, waktuku gak boleh lebih dari 4bulan ya? hiks!!

vanya^annissa
19-10-2008, 10:39 AM
malam minggu paling seru yang pernah saya ingat sepanjang hidup saya. pelataran depan gerbang TIM, rintik hujan agak deras, musik jazz, aya, ditto, rani, bersliweran MG, Yose, Karla with her beautiful voice, pedagang minum keliling, anak jalanan, pencopet, ratusan orang berjubel, andien, and finally, the best one… SAHARADJA!!
http://www.wartajazz.com/images/jjf2005-sahardja.jpg
udah pernah denger sih, kehebatan mereka. liat juga videonya ditunjukin sama mbak rita noya. tapi ternyata, mereka memang benar-benar gila. musician to the bone. aku rasa kalau dibedah, tubuh mereka adalah kumpulan not not yang berhamburan. halah! berlebihan banget.
bayangin aja, dari lagu pertama yang cuma cak cak cak cak cak ala tari kecak, kita udah dibikin teriak-teriak histeris. setelah itu nature boy-nya nat king cole. ampuuuunnn… yang namanya rio itu, vokalisnya SAHARADJA itu, bernyanyi layaknya penyanyi opera. ditambah lagi tengah-tengahnya dimodifikasi (motor kalee) dengan salsa. maakk… frieska of trax gak tahan untuk gak goyang. yuki rumbewas sampe mau nangis, wulan of prambors udah gak inget emaknya lagi. miskol tak tergubris. sementara aku? lupa umur… dicky sampe berkali-kali ngingetin, “mbak… inget umur mbak… inget umur!”
wah! maaf… hari ini saya 18 lagi.
hehe… iya, 18-nya ternyata cuma sampe 1 jam pertama. waktu rio bilang mereka harus close jam 11, ternyata molor sampe 11.28. dan aku cuma sanggup sampe jam 11. jam 11 ke sininya tiap lompat dikit bawaannya udah harus pegangan nanda atau ditto. kalo nggak bawaannya mau pengsan. hehe… kenapa nggak mau kompromi ya, badan ini?

anyway, nonton SAHARADJA dengan sally joe yang seksi banget main biolanya itu, membaca profile-nya yang ternyata bermain biola sejak umur 6 tahun, bikin aku inget sama di 7 tahun di rumah. vanya kecilku. she’s 7. . dan aku nggak mau dia jadi kayak emaknya yang nggak peka sama musik. yang nggak bisa membedakan nada. yang tiap kali nyanyi satu lagu, ganti nada dasarnya sampe 5 kali. hehe… tiap main gitar, ada yang marahin gara-gara salah ngambil nada buat nyanyinya. hiks… kasian kan?
aku nggak mau vanya mengalami itu. hehe…
makanya, pulang nanti, gak ada niatan lain, selain mencari guru musik buat vanya. bukan berarti dia harus kayak sally yang menemukan destiny-nya di SAHARADJA. atau dia harus jadi musisi atau penyanyi. tapi biar dia jadi anak yang peka, nyeni, dan sexy. every musician is sexy. i think.

jadi… intinya adalah!
siapapun yang tidak menonton SAHARADJA tadi malam!! telah melewatkan separuh hidupnya dengan sia-sia. YOU MISS THE WHOLE WORLD, BABY!!!

Willie
19-10-2008, 02:55 PM
What are you gonna be when you’re old.

hmmm masih sama...your goldfish...halaah...;D;D

lha kok kayak reuni keluarga ni tread...:D

http://forum.kafegaul.com/showpost.php?p=7933286&postcount=52

vanya^annissa
20-10-2008, 03:02 AM
http://forum.kafegaul.com/showpost.php?p=7933286&postcount=52

thanks ya will

vanya^annissa
23-10-2008, 11:21 PM
Dia bisa senyum lagi
memang dia adalah surga ku.

surga akherat??...makasih, gw udah punya tuh. ;D

vanya^annissa
31-10-2008, 06:31 PM
Dari sejak pulang dai Ubud Writers & Readers Festival sampe detik ini, belum sempet banget nulis oleh-oleh. Hmmm… sok sibuk.


So, here what I got from the island of God:

1. Belajar bahasa Inggris, gila!!! Kayak orang bego kan di sana! Ngertinya bahasa Inggris cuma yang standard-standard doang!!!

2. Di kelas Inside the Sex Trade, ada fakta mengerikan yang bikin miris. Di Indonesia kurang lebih… ( I believe lebih dan lebih) 9 juta orang berbelanja seksual di brothel atau di jalanan. Padahal penjualan kondom nggak setinggi itu. Ada pemuka agama yang bangga banget bahwa ternyata mental kaumnya tidak buruk karena angka penjualan kondom yang tidak tinggi. Owh… give me a break!! Hypocrite!! Eh, kok jadi negative sih. I mean, bener juga apa yg dibilang sama Elizabeth Pisani. Jangan bahagia dulu liat data. Compare sama faktanya. Fakta bahwa yang terkena virus HIV nambah terus. Hiks…

3. Bareng sama Butet Manurung dan Helena… lupa nama belakangnya, dapat kata-kata bagus. We all born to buy. Iya. Dari kecil kita udah dicekokin sama iklan. Padahal sebenarnya yang kita butuhkan bukan itu semua. Globalization means global unsatisfaction, global bussines. Hidup jadi unhappy karena tetangga kita punya lemari es yang juga bisa menyimpan makanan hangat, sementara lemari es kita sudah mandul dan nggak sanggup lagi membuat air menjadi tegang, tidur kita nggak tenang karena di kantor sedang ada promosi kredit laptop baru, anak-anak mulai ikut-ikutan panas ketika teman-temannya sudah memiliki perangkat games baru sementara mereka masih menggunakan yang lama. Iya, nggak happy lagi hidup kita. Belum lagi efek globalisasi lain yang lebih kasat mata, cancer, pollution and crime. Hallo!! Masih di sana? Bandingkan dengan orang-orang di pedalaman Jambi yang merasa sangat cukup memiliki 2 baju. Satu untuk dipakai dan yang lain untuk dicuci dan dijemur. Eh… nggak boleh membandingkan apel sama jeruk ding ya.. Hehe… Peace!!

4. Dari kelasnya Ayu Utami dan Camilla Gibb, dapat penekanan that plurality is great. Religion, spiritual and cultural can be mix or walk together. But… in the different speed. Jadi, biarkan keragaman ini menjadi indah.

5. Jum’at malam, ketemu Kang Ahmad Tohari. Dari beliau kecatet banget kalimat ini, Jangan cuma nulis di pheriperal aja. Dalami segala sesuatu yang akan kita tulis. Walaupun itu cuma sebuah cerita pendek. Tetap selami!

Aduh… udah kepanjangen nulisnya. Besok lagi ya. Satu hal lagi yang pengen dibagi dengan narsis. Di Ubud selain dapat ilmu, juga dapat foto dan tanda tangan dari Ayu Utami dan Andrea Hirata. Qiqiqi… teteup… narsees!!

Terus, dapat temen-temen facebook baru, Shamini, Elizabeth, Zulaika, bu Debra… siapa lagi ya?

Well, in this case of Bali thing, i’d like to thanks to my sponsors:
Goldfish down under
Rahma dan Reni for the room
Shantoy for the pick & drop. Dapat penumpang lain kan, abis dari bandara?
Siapa lagi yang belum kesebut??

Ohya… tambahan wish list lagi. Tahun ini boleh jadi cuman jadi reader di UWRF, tapi maksimal tiga tahun lagi, mesti jadi invited writer di sana. Yay!!! Setuju Rahma??

dian ara
10-11-2008, 01:42 AM
Dijamin akan membosankan membacanya. So get ready for it.
Tanggal 29 Februari jam 3 sore saya dan sahabat saya, Rani menghadiri (cie… menghadiri) undangan peluncuran buku terbaru NH Dini, Argenteuil, Hidup Memisahkan Diri.
buseeeeettt... sampeyan bela-belain ke semarang buat dateng ke luncuran buku doang? wow! fans berat dini rupanya yak ::up::