anti_pemboman
17-09-2000, 10:04 PM
ini pesan gua dapetin dari imel dari temen gua....siapa tau yang ngebom bej baca ini n jadi tau diri, betul ngga ?
> Dear Friend,
>
> Tadi sebelum berangkat saya dapat amanah dari istri saya, dan juga
> temen-temennya (para ibu rumah tangga). Amanah tersebut harus saya
> sampaikan ke pelaku pengeboman, dan karena saya kurang canggih maka saya
> sampaikan lewat temen-temen kali aja ada yang lebih canggih dari
> saya.Amanahnya berbunyi sebagai berikut:
>
> Kamu ternyata pengecut.
> 1.. Kalo emang nggak suka dengan Pemerintah datanglah ke
> Pemerintah, adu argumentasi. Atau mungkin pernah kamu lakukan tapi
> kalah. Lalu jadi dendam ke Rakyat?
> 2.. Kalo kamu mau cari duit, berusahalah yang bener. Bukan
> dengan membuat dollar naik lalu kamu jual dollar yang kamu punya. Atau
> itu yang selalu kamu lakukan?
> 3.. Kalo kamu mau merdeka dari Indonesia, mintalah dengan berani
> bukan dengan seperti itu. Atau pernag dicoba tapi kalah?
> 4.. Kalo kamu mau dilihat dunia international, buatlah record
> dunia misalnya dengan mematahkan recordnya Sergei Bubka.
> 5.. Kalo kamu mau memperngaruhi pengadilan pemimpin mu, sewalah
> pengacara yang baik.
> Kalo kamu nggak siap kalah, memang sebaiknya tidak usah bertanding.
> Karena saya tahu kalo kamu dulu selalu menang, dan tidak tahu bahwa ada
> kata 'kalah' dalam kehidupan. Jadi kalo tidak siap untuk kalah, lebih
> baik kamu mati.
>
> Kamu mungkin buta, budek, nggak punya empati dan sejenisnya sehingga
> nggak bisa melihat para janda-janda yang ditinggal mati suami mereka.
> Mereka mati sia-sia karena ulahmu. Kamu memang tidak melihat berapa anak
> yatim yang berhasil kamu hasilkan akibat ulahmu yang picik itu. Kalo
> kamu memang berani hadapilah musuhmu head-to-head, jangan orang lemah
> seperti para supir, supir taxi jadi korban kepengecutanmu. Saya yakin
> berita ini akan sampai ke tangan anak kamu, saudara kamu, ibu kamu, atau
> teman kamu yang mungkin tidak tidak kamulah pelaku pengeboman tersebut.
> Atau malah kamu juga akan sempat membacanya.
>
>
> Dear friends, tolong diforward pesan istri saya dan temen-temen sesama
> ibu rumahtangga diatas ke milis-milis lain yang temen-temen tahu.
> Akhirnya pasti pelaku pengeboman akan membaca pesan tersebut (karena
> mereka punya teknologi yg canggih, Internet is peanut friends).
>
> Terima kasih telah meluangkan waktu. Ada satu kata yang saya mau
> sampaikan "Hanya Boleh Takut kepada Tuhan".
> Dear Friend,
>
> Tadi sebelum berangkat saya dapat amanah dari istri saya, dan juga
> temen-temennya (para ibu rumah tangga). Amanah tersebut harus saya
> sampaikan ke pelaku pengeboman, dan karena saya kurang canggih maka saya
> sampaikan lewat temen-temen kali aja ada yang lebih canggih dari
> saya.Amanahnya berbunyi sebagai berikut:
>
> Kamu ternyata pengecut.
> 1.. Kalo emang nggak suka dengan Pemerintah datanglah ke
> Pemerintah, adu argumentasi. Atau mungkin pernah kamu lakukan tapi
> kalah. Lalu jadi dendam ke Rakyat?
> 2.. Kalo kamu mau cari duit, berusahalah yang bener. Bukan
> dengan membuat dollar naik lalu kamu jual dollar yang kamu punya. Atau
> itu yang selalu kamu lakukan?
> 3.. Kalo kamu mau merdeka dari Indonesia, mintalah dengan berani
> bukan dengan seperti itu. Atau pernag dicoba tapi kalah?
> 4.. Kalo kamu mau dilihat dunia international, buatlah record
> dunia misalnya dengan mematahkan recordnya Sergei Bubka.
> 5.. Kalo kamu mau memperngaruhi pengadilan pemimpin mu, sewalah
> pengacara yang baik.
> Kalo kamu nggak siap kalah, memang sebaiknya tidak usah bertanding.
> Karena saya tahu kalo kamu dulu selalu menang, dan tidak tahu bahwa ada
> kata 'kalah' dalam kehidupan. Jadi kalo tidak siap untuk kalah, lebih
> baik kamu mati.
>
> Kamu mungkin buta, budek, nggak punya empati dan sejenisnya sehingga
> nggak bisa melihat para janda-janda yang ditinggal mati suami mereka.
> Mereka mati sia-sia karena ulahmu. Kamu memang tidak melihat berapa anak
> yatim yang berhasil kamu hasilkan akibat ulahmu yang picik itu. Kalo
> kamu memang berani hadapilah musuhmu head-to-head, jangan orang lemah
> seperti para supir, supir taxi jadi korban kepengecutanmu. Saya yakin
> berita ini akan sampai ke tangan anak kamu, saudara kamu, ibu kamu, atau
> teman kamu yang mungkin tidak tidak kamulah pelaku pengeboman tersebut.
> Atau malah kamu juga akan sempat membacanya.
>
>
> Dear friends, tolong diforward pesan istri saya dan temen-temen sesama
> ibu rumahtangga diatas ke milis-milis lain yang temen-temen tahu.
> Akhirnya pasti pelaku pengeboman akan membaca pesan tersebut (karena
> mereka punya teknologi yg canggih, Internet is peanut friends).
>
> Terima kasih telah meluangkan waktu. Ada satu kata yang saya mau
> sampaikan "Hanya Boleh Takut kepada Tuhan".