Rasida
20-12-2000, 10:36 AM
Merokok Meningkatkan Kegelisahan
Penemuan ini dipublikasikan pada Journal of the American Medical Association. Mereka mengikuti studi topik bulanan dari jurnal Pediatrics yang menyatakan bahwa merokok mungkin menyebabkan depresi pada remaja.
Sebuah studi lain dalam jurnal itu juga menyatakan bahwa 10 perokok cenderung mengalami gangguan kegelisahan pada masa dewasa. Kemudian studi lain yang diikuti hampir 700 remaja, menemukan bahwa mereka yang mengalami gangguan seperti kegelisahan secara umum, serangan panik dan agorofobi (ketakutan berada di tempat umum) adalah lebih mungkin untuk merokok ketika remaja.
Secara berlawanan, gangguan tersebut lebih umum pada orang dewasa yang telah merokok berat ketika remaja. Remaja yang telah merokok 20 batang rokok atau lebih perhari lebih dari 15 kali memiliki kecenderungan mengalami gangguan panik ketika remaja, hampir tujuh kali mengalami agorofobi dan lebih cenderung lima kali mengalami gangguan kegelisahan umum dibanding remaja yang tidak kurang atau tidak merokok sama sekali.
Para peneliti dari berbagai studi tersebut melakukan teori bahwa nikotin bisa mengganggu sistem syaraf pusat. Efek merusak dari merokok pada kemampuan tubuh untuk menggunakan oksigen mungkin juga memainkan peranan, demikian dituturkan para peneliti studi kegelisahan yang diketuai oleh Jeffrey Johnson di Columbia University.
Johnson dan rekan-rekannya mewawancara 700 remaja berusia rata-rata 16 tahun pada tahun 1985 ?E1986, dan sekali lagi pada tahun 1991 ?E1993, ketika para partisipasi rata-rata berusia 22 tahun. Studi tersebut didanai oleh National Institute of Mental Health dan National Institute on Drug Abuse (sw).
Note:
PLa Project..ngrasanin gue yah..ih.
-----------------
Mulai putus asa kampanye kaga laku
Penemuan ini dipublikasikan pada Journal of the American Medical Association. Mereka mengikuti studi topik bulanan dari jurnal Pediatrics yang menyatakan bahwa merokok mungkin menyebabkan depresi pada remaja.
Sebuah studi lain dalam jurnal itu juga menyatakan bahwa 10 perokok cenderung mengalami gangguan kegelisahan pada masa dewasa. Kemudian studi lain yang diikuti hampir 700 remaja, menemukan bahwa mereka yang mengalami gangguan seperti kegelisahan secara umum, serangan panik dan agorofobi (ketakutan berada di tempat umum) adalah lebih mungkin untuk merokok ketika remaja.
Secara berlawanan, gangguan tersebut lebih umum pada orang dewasa yang telah merokok berat ketika remaja. Remaja yang telah merokok 20 batang rokok atau lebih perhari lebih dari 15 kali memiliki kecenderungan mengalami gangguan panik ketika remaja, hampir tujuh kali mengalami agorofobi dan lebih cenderung lima kali mengalami gangguan kegelisahan umum dibanding remaja yang tidak kurang atau tidak merokok sama sekali.
Para peneliti dari berbagai studi tersebut melakukan teori bahwa nikotin bisa mengganggu sistem syaraf pusat. Efek merusak dari merokok pada kemampuan tubuh untuk menggunakan oksigen mungkin juga memainkan peranan, demikian dituturkan para peneliti studi kegelisahan yang diketuai oleh Jeffrey Johnson di Columbia University.
Johnson dan rekan-rekannya mewawancara 700 remaja berusia rata-rata 16 tahun pada tahun 1985 ?E1986, dan sekali lagi pada tahun 1991 ?E1993, ketika para partisipasi rata-rata berusia 22 tahun. Studi tersebut didanai oleh National Institute of Mental Health dan National Institute on Drug Abuse (sw).
Note:
PLa Project..ngrasanin gue yah..ih.
-----------------
Mulai putus asa kampanye kaga laku