PDA

View Full Version : APakah manusia berasal dari kera?


Halaman : 1 2 [3] 4 5

Valmighty
13-06-2004, 12:37 AM
gw ga keberatan kok, dan emang opini elu sah2 aja dikeluarkan.
pan gw cuman bilang, ada baiknya kalo baca2 dari opini yg telah kita keluarkan di halaman2 sebelomnya, gitu ;)

Hiram
13-06-2004, 12:51 AM
Originally posted by grand duchess
::maap:: valmighty jikalau anda juga tidak berkenan dengan postingan saya, itu hanyalah opini saya, dan saya kira semua orang bebas memberikan opini-nya :)

Jacinta:) thx sarannya.

Dalam thread ini justru yg senantiasa menyebutkan bahwa manusia adalah keturunan kera adalah orang2 yg anti evolusi.

Darwin sendiri tidak pernah menyebutkan bahwa manusia keturunan kera.

Saya percaya bahwa Tuhan dalah pencipta tunggal, namun penciptaan itu melalui sebuah proses yg dikenal dengan evolusi.

Pls sebelum posting, ada baiknya mengikuti perkembangan diskusi yg sudah ada supaya tidak harus mengulangi hal2 yg sama terus menerus.

Valmighty
13-06-2004, 12:58 AM
hehe makanya gw bingungnya knp dia bawa teori darwin dan menjelaskan kalo manusia ga berasal dr kera.

lha wong emang darwin ga bilang manusia dr kera kok.
Originally posted by grand duchess
Kalo gw sih kaga mo dibilang keturunan kera(amit...amit)

Teori evolusi darwin emang masuk akal buat science en beberapa percobaannya dia, tapi ga masuk akal buat otak manusia.

Darwin dalam masa research-nya pernah stuck dengan contoh tumbuhan yang dikirimin sama muridnya(gue baca waktu SMP).
(kalo ga salah)tumbuhan itu ngga terkena efek evolusi yang di katakan sama darwin walaupun udah di tes.(buat yang tau tolong dibetulin kalo salah)Tapi darwin tetep ngeluarin statement-nya tentang evolusi.

Bumi aja baru ada 4.6 billion taon yang lalu...sama juga 4.6 milyar taon yang lalu. Untuk evolusi sehebat dari kera ampe ke manusia butuh waktu yang amat sangat lama. Sedangkan nenek moyang manusia br diketemuin 4 juta taon yang lalu

So bener2 ga masuk akal. Mungkin kera memang hewan dengan otak setingkat lebih tinggi dari sesamanya, tapi manusia obviously different.

Dan juga teori evolusi darwin juga bakalan jatoh. Scientist-scientist lagi berusaha untuk mendapatkan jawaban dari teka-teki yang ditinggalin darwin.

So people please.....even though jebolan biologi....jangan mau kalo dibilang keturunan kera :D (cuma bikin jatuh semangat aja)

Pi-Man
13-06-2004, 06:25 PM
Yang kutahu Darwin bilang manusia memiliki hubungan kekerabatan dengan kera.

*Ng, dari mana asal tulang ekor kalo nggak ada gunanya, dan nggak dari evolusi?

Pi-Man

Hiram
13-06-2004, 09:39 PM
Originally posted by Pi-Man
Yang kutahu Darwin bilang manusia memiliki hubungan kekerabatan dengan kera.

*Ng, dari mana asal tulang ekor kalo nggak ada gunanya, dan nggak dari evolusi?

Pi-Man

Sebagai bagian dari keluarga besar Mamalia, manusia memang salah satu kerabat terdekat dari kera.

Stand
18-06-2004, 08:05 AM
tulang ekor kan gunanya buat duduk??::bingung:: ::bingung::
berguna banget lho!!

jacinta
18-06-2004, 05:40 PM
we can sit pretty well without it, i guess. coba deh, loe duduk terus cari tuh tulang ekor. it does not support you when sitting.

tulang ekor manusia tampak jelas waktu masih embrio. kemudian pertumbuhannya menurun (baca: tidak sehebat tulang-tulang pendek penyusun tulang belakang lainnya), makanya tulang ekor kita pendek banget.

Valmighty
18-06-2004, 06:11 PM
Originally posted by Pi-Man
Yang kutahu Darwin bilang manusia memiliki hubungan kekerabatan dengan kera.

*Ng, dari mana asal tulang ekor kalo nggak ada gunanya, dan nggak dari evolusi?

Pi-Man
memang ada hubungan jg. semua makhluk hidup kan berhubungan, bahkan sampe ke tingkat class dan ordo. apalagi yg sama2 primata.

tulang ekor dari evolusi donk.

Hiram
18-06-2004, 07:10 PM
Originally posted by Valmighty
memang ada hubungan jg. semua makhluk hidup kan berhubungan, bahkan sampe ke tingkat class dan ordo. apalagi yg sama2 primata.

tulang ekor dari evolusi donk.

Nenek moyang manusia sudah kehilangan fungsi dan ukuran ekor sejak mereka mulai berevolusi dari mahluk yg berjalan di darat dengan 4 kaki menjadi mahluk Bipedal ( berjalan dengan 2 kaki )

Pi-Man
18-06-2004, 07:27 PM
Artinya manusia emang berevolusi dari makhluk berekor jadi makhluk yang tak berekor? Kalo begitu berarti manusia emang berevolusi, kan?

Pi-Man

Hiram
18-06-2004, 07:48 PM
Originally posted by Pi-Man
......................................Kalo begitu berarti manusia emang berevolusi, kan?

Pi-Man

Sejal awal memang disebutkan bahwa manusia itu TERCIPTA lewat proses EVOLUSI.

Creation through Evolution.

Manusia / kita2 secara science disebut species Homo Sapiens.
Jauh sebelum homo sapiens muncul, ada homo erectus dll dan evolusi dari saat nenek moyang manusia mulai berjalan diatas 2 kaki hingga mencapai bentuk homo sapiens sekitar 100.000 tahun lalu melalui rentang waktu lebih dari 4 juta tahun.








* untuk Pi-Man saya mohon maaf atas kesalah pahaman saya, oleh karena itu saya menghapus kalimat pertama dari reply saya di postingan ini.

Pi-Man
18-06-2004, 08:16 PM
Sori, pertanyaan itu aku tujukan bagi yang menyebut manusia tidak berevolusi.

Pi-Man

Hiram
18-06-2004, 08:42 PM
Originally posted by Pi-Man
Sori, pertanyaan itu aku tujukan bagi yang menyebut manusia tidak berevolusi.

Pi-Man

Ok Pi-Man, saya tetap harus meluruskan hal tersebut supaya tidak ada mis-interpretasi.

Terima kasih atas penjelasannya.

Stand
18-06-2004, 09:14 PM
eit,sori sori..lupa..yang nggak bisa duduk itu kalo ndak ada pant..
hemm,tadi baru liat2 lagi..
kalo jatuh di tulang ekor bisa berakibat kelumpuhan::bentar:: ::bentar::
jadi...ada apakah di tulang ekor?
saraf2 penting mungkin?

genesis
18-06-2004, 10:36 PM
Originally posted by Basten4eva
Sejal awal memang disebutkan bahwa manusia itu TERCIPTA lewat proses EVOLUSI.

Creation through Evolution.

Manusia / kita2 secara science disebut species Homo Sapiens.
Jauh sebelum homo sapiens muncul, ada homo erectus dll dan evolusi dari saat nenek moyang manusia mulai berjalan diatas 2 kaki hingga mencapai bentuk homo sapiens sekitar 100.000 tahun lalu melalui rentang waktu lebih dari 4 juta tahun.




* untuk Pi-Man saya mohon maaf atas kesalah pahaman saya, oleh karena itu saya menghapus kalimat pertama dari reply saya di postingan ini.

Om Basten, aku pernah diskusi pada waktu kuliah, bahwa kita ini semua berasal dari stardust, yang kemudian menjadi makhluk bersel satu yang terus berevolusi tanpa perlu adanya the Creator :(

Percobaan mengenai hal itu mengenai timbulnya asam amino terus menjadi makhluk bersel satu dari material debu bintang yang disinari dengan listrik dan sinar tertentu, kata professor aku benar-benar ada dan terjadi

Tapi bisa saja kemungkinan tercemar dari udara makhluknya :)

Valmighty
19-06-2004, 02:12 AM
Originally posted by Rescue_mE
eit,sori sori..lupa..yang nggak bisa duduk itu kalo ndak ada pant..
hemm,tadi baru liat2 lagi..
kalo jatuh di tulang ekor bisa berakibat kelumpuhan::bentar:: ::bentar::
jadi...ada apakah di tulang ekor?
saraf2 penting mungkin?
agak OT tapi gw jawab aja, emang di sekitar tulang ekor byk saraf2 penting (tulang ekor kan sambungan dr tulang belakang jg yg mana merupakan salah satu bagian terpenting dr tubuh manusia). gw lupa saraf apa aja yg ada di situ, kalo ga salah hampir semua saraf penting manusia lewat situ jg, spt saraf mata dan saraf motorik utk sebagian besar anggota badan.

jacinta
19-06-2004, 09:45 AM
maap, ini makin bikin OT, tapi mumpung gw masi inget.
di saraf yang lewat di tulang ekor itu coccygeal plexus berhubungan dengan motorik kaki dan sensori dinding perut & genitalia.
mata kaga lewat situ. ngapain jauh2 detour ke ekor, kan udah deket sama otak. :D

Valmighty
19-06-2004, 11:43 AM
tapi ada kasus yg patah tulang ekornya hasilnya buta ::bingung::

jacinta
19-06-2004, 12:12 PM
humm /hmm .. saraf adalah salah satu jaringan paling rumit dalam tubuh manusia. sejauh gw tau sih, saraf mata nyambung ke tulang belakang, tapi cuma di sekitar tulang leher trus langsung ke otak. mungkin waktu tulang ekornya patah, ada gangguan yang merembet sampe ke tulang leher.

tourmaline
19-06-2004, 11:13 PM
Originally posted by NatasjaTouchette
Penasaran nih, menurut aku manusia gak langsung muncul gitu aja. Makhluk hidup pasti berevolusi, termasuk manusia.
Menurut kamu gimana?


Percuma deh kalo ngomongin agama dan ilmu (bertentangan banget!)

Gue ga tau yg mana yg musi gue percayain. Pertama. Kenapa adam dan hawa diciptain di hari keenam (ato ke berapa?) padahal dino udah ada di hari ke berapa tuh (kan binatang), sedangkan di jaman dino belom ada manusia. Terus, kenapa kalo adam hawa diciptain manusia sempurna dan masih ditemuin ada manusia purba (kayak javanicus gitu segala) apakah justru di manusia sejenis monyet di jaman purba? Lagian kuda aja yg tadinya punya jari lima jadi kuda yg sekarang. Terus mammoth aja bisa jadi gajah. Kenapa kera enggaK? tapi pertanyaannya, kenapa kalo kita udah evolusi dari kera, harusnya keranya punah dong kayak mammoth n gajah gede itu.


lagian, pertanyaan lagi, adam hawa itu kan punya kain n habel, tapi habel di bunuh ama kain, (ato tebalik? waduh, ketawan ga religis. huehehehe) terus si kain kawin ama sapa dong? Kan udah tinggal sendiri. Lagian kan mereka baru idup bertiga kan di sono. Masa kawin ama emaknya? Waduh, ga dihajar adam?

Huehehe


Terus, katanya kan firdaus itu surga tempat si adam n hawa diciptain, kenapa waktu mereka berdua makan apel mereka diturunin ke Bumi, (padahal katanya tuhan nyiptakan bumi di hari ke berapa ke berapa ampe ke 6 dan adam hawa juga). ANeh dah pokoknya!!

Kata emak gue sih mungkin buat Tuhan 1 hari itu berapa juta taon. Tapi kalo gitu kenapa di alkitab kata 'hari' pada injil lama dan kata 'hari' pada injil baru itu memang menjelaskan 1 hari=24 jam?

Life is a mistery and it will always full of it!!!

Tambah lagi, waktu jaman purba kan orang purba masih jalan pake 4 kaki (apa tangan ya nyebutnya?) tapi si javanicus, ato apa tuh namanya? Ngelanggar kodrat jadi deh dia jalan pake dua kaki. Gitu... Ga tau deh ah ga jelasssss. Kasih solusi dongggg

Pi-Man
20-06-2004, 07:14 PM
Agama dan ilmu pengetahuan nggak selalu bertentangan. Setidaknya sebagai penganut agama Buddha, aku diajarkan untuk 'ehipassiko'.

Agamaku sendiri nggak mengajarkan tentang manusia pertama (Adam - Hawa). Dan secara pribadi aku sendiri bingung mengenainya. Sebenarnya untuk apa manusia itu 'diciptakan'? Kalau manusia diciptakan karena Tuhan mencintai mereka, apakah Tuhan mencintai sesuatu yang sebelumnya tidak eksis?

Ng, soal keturunan Adam-Hawa, kalo nggak salah anak mereka 2 pasang, kan?

genesis
20-06-2004, 10:34 PM
Originally posted by Pi-Man
Agama dan ilmu pengetahuan nggak selalu bertentangan. Setidaknya sebagai penganut agama Buddha, aku diajarkan untuk 'ehipassiko'.

Agamaku sendiri nggak mengajarkan tentang manusia pertama (Adam - Hawa). Dan secara pribadi aku sendiri bingung mengenainya. Sebenarnya untuk apa manusia itu 'diciptakan'? Kalau manusia diciptakan karena Tuhan mencintai mereka, apakah Tuhan mencintai sesuatu yang sebelumnya tidak eksis?

Ng, soal keturunan Adam-Hawa, kalo nggak salah anak mereka 2 pasang, kan?

Yach, tapi kalau dihubungkan dengan agama yang dogmatis, jatuhnya akan maksa dan seperti dicari-cari pembenarannya :(

Science awalnya skeptis terhadap segala sesuatu, jadi kalau mereka menemukan sesuatu mereka tak akan pernah me-refer ke agama sebagai sumbernya. Kaum agama-lah yang mencocok-cocokkan penemuan science dengan ajaran mereka dan mencari pembenarannya sendiri dan kadang-kadang walaupun bukti di depan mata mereka masih ngotot untuk tidak menerimanya, seperti teori evolusi misalnya :(

Lady_Olenska
20-06-2004, 11:31 PM
humm...mungkin ini rada OT...
ada sih ilmu agama yang sebenernya memang berkaitan erat dengan science...tp mungkin bermasalah dengan interpretasinya...gue pernah baca di beberapa buku bahwa ayat2 dalam kitab2 suci sebenernya memiliki keterkaitan erat dengan science...tp masalahnya berada di decoding.

masalah penolakan agama terhadap science dan sebaliknya, sebenernya itu masalah dari manusianya kan?

Hiram
21-06-2004, 10:26 AM
Kemajuan Science khususnya dalam bidang fisika kuantum justru semakin 'mendekatkan' teori2 fisika dengan keberadaan Causa Prima itu sendiri.

Tuhan semakin menunjukkan posisinya dalam kosmos.

Dari pandangan agama, Vatikan sendiri di tahun 80-an secara resmi telah menerim pandangan ilmuwan pengenai proses terciptanya alam semesta ini.
Jadi Evolution through Creation sudah mulai diterima di kalangan Gereja.

gunnar
21-06-2004, 12:40 PM
Beruntunglah para ilmuwan yang hidup setelah tahun 80-an. Banyak ilmuwan yang mati dihukum karena ajarannya dianggap bertentangan dengan gereja pada masa sebelum tahun 80-an.::angel::

Hiram
21-06-2004, 12:52 PM
Originally posted by gunnar
Beruntunglah para ilmuwan yang hidup setelah tahun 80-an. Banyak ilmuwan yang mati dihukum karena ajarannya dianggap bertentangan dengan gereja pada masa sebelum tahun 80-an.::angel::

Sepertinya gereja sudah tidak melakukan hal itu sejak lebih dari 200 tahun terakhir.

tourmaline
21-06-2004, 05:00 PM
Gini2. Namanya australophitecus (kalo ga salah). Yg mulai jalan pake 2 kaki. Terus ada lagi yg bikin gue yakin kalo manusia itu evolusian dr apa gue ga tau (tapi masa dari kera? Kalo iya musinya tu kera udah punah dong kayak mammoth yg skrg jadi gajah).

Coba liat mukanya Marie Antoinette, mona lisa, dll. Kenapa mukanya beda dari muka kita2 skrg (kecuali guru gue yg namanya pak gerardus rusae. PASTI EMANG EVOLUSI DARI MONYET! ABIS MIRIP SIH!!! HUEHEHEHEHE. Aduh pak, maaf ya...)

jacinta
23-06-2004, 09:03 AM
tour, .. mammoth ga berevolusi jadi gajah. setau gw, gajah udah ada waktu ada mammoth.

Hiram
23-06-2004, 09:38 AM
Originally posted by jacinta
tour, .. mammoth ga berevolusi jadi gajah. setau gw, gajah udah ada waktu ada mammoth. Yup, Gajah Asia, Gajah Afrika, Mastodon Amerika dan Mammoth Siberia sama2 keturunan dari Primeelephas 5 juta tahun yg lalu.

10.000 tahun lalu, Mastodon, Mammoth dan Stegodon ( kerabat Primeelephas ) punah dari muka bumi.

Gajah Asia nama latinnya adalah Elephas sementara Gajah Afrika adalah Loxodonta.

Hal yg sama terjadi dalam garis evolusi manusia dimana antara 100.000 - 30.000 tahun lalu ada 2 species Homo yg tersisa yaitu Neanderthal dan Sapiens ( Manusia ) dan dalam hal ini Homo Sapiens survive.

Berikut garis evolusi Gajah :

zergling
23-06-2004, 01:17 PM
sori dobel post tadi

zergling
23-06-2004, 01:18 PM
Originally posted by genesis
Om Basten, aku pernah diskusi pada waktu kuliah, bahwa kita ini semua berasal dari stardust, yang kemudian menjadi makhluk bersel satu yang terus berevolusi tanpa perlu adanya the Creator :(
Percobaan mengenai hal itu mengenai timbulnya asam amino terus menjadi makhluk bersel satu dari material debu bintang yang disinari dengan listrik dan sinar tertentu, kata professor aku benar-benar ada dan terjadi

Profesormu ngarang, atau kamu salah tangkep. Belum pernah ada percobaan yang bisa menciptakan makhluk bersel satu dari material debu bintang yang disinari bla bla bla.. etc etc..

Fyi, kemungkinan evolusi dapat terjadi tanpa intervensi Creator itu sangat kecil sekali. Digambarkan bahwa kemungkinan hal itu terjadi adalah lebih kecil dari kemungkinan ketika sebuah angin topan melewati seonggokan miscelanous rongsokan, lalu rongsokan itu beterbangan kemana-mana dan ketika mendarat kembali ke bumi menyusun sebuah Boeing 747..

zergling
23-06-2004, 01:30 PM
Originally posted by tourmaline
Percuma deh kalo ngomongin agama dan ilmu (bertentangan banget!)

Gue ga tau yg mana yg musi gue percayain. Pertama. Kenapa adam dan hawa diciptain di hari keenam (ato ke berapa?) padahal dino udah ada di hari ke berapa tuh (kan binatang), sedangkan di jaman dino belom ada manusia. Terus, kenapa kalo adam hawa diciptain manusia sempurna dan masih ditemuin ada manusia purba (kayak javanicus gitu segala) apakah justru di manusia sejenis monyet di jaman purba? Lagian kuda aja yg tadinya punya jari lima jadi kuda yg sekarang. Terus mammoth aja bisa jadi gajah. Kenapa kera enggaK? tapi pertanyaannya, kenapa kalo kita udah evolusi dari kera, harusnya keranya punah dong kayak mammoth n gajah gede itu.


lagian, pertanyaan lagi, adam hawa itu kan punya kain n habel, tapi habel di bunuh ama kain, (ato tebalik? waduh, ketawan ga religis. huehehehe) terus si kain kawin ama sapa dong? Kan udah tinggal sendiri. Lagian kan mereka baru idup bertiga kan di sono. Masa kawin ama emaknya? Waduh, ga dihajar adam?

Huehehe


Terus, katanya kan firdaus itu surga tempat si adam n hawa diciptain, kenapa waktu mereka berdua makan apel mereka diturunin ke Bumi, (padahal katanya tuhan nyiptakan bumi di hari ke berapa ke berapa ampe ke 6 dan adam hawa juga). ANeh dah pokoknya!!

Kata emak gue sih mungkin buat Tuhan 1 hari itu berapa juta taon. Tapi kalo gitu kenapa di alkitab kata 'hari' pada injil lama dan kata 'hari' pada injil baru itu memang menjelaskan 1 hari=24 jam?

Life is a mistery and it will always full of it!!!

Tambah lagi, waktu jaman purba kan orang purba masih jalan pake 4 kaki (apa tangan ya nyebutnya?) tapi si javanicus, ato apa tuh namanya? Ngelanggar kodrat jadi deh dia jalan pake dua kaki. Gitu... Ga tau deh ah ga jelasssss. Kasih solusi dongggg
Bit of advice, go read some books, either its about evolution or creation. Believe in Evolution, Creation or Creation through Evolution, etc etc is one thing, doesn't believe in any of them IMO is worst of them all.

Stand
28-06-2004, 11:23 AM
sebenernya teori evo sama yang nentang evo itu sama2 ada kelemahan menurut aku

kalo teori evo,evolusi memiliki makna perkembangan atau pertumbuhan yang berangsur angsur,kalo gitu...knapa sabretooth mati ya??jaman sekarang malah ada macan,kucing8O

tidak adanya mahluk transisi,ini yang bikin aneh...

kalo teori yang menentang evo,tidak adanya bukti sejarah yang nyertain gambar atau lukisan,misalnya kayak manusia..kalo tidak ada evo,brarti ada berbagai macam jenis manusia di dunia waktu itu..tapi kok ndak ada bukti sejarah??

aku juga bingung,kalo misalnya sebagian besar orang sudah paham soal teori evo itu tidak benar,mengapa discovery sama NG
bisa tetap hidup sampek sekarang??

Marsei
28-06-2004, 01:21 PM
Menurut saya AGAMA dan ILMU tidaklah bertentangan ..... yang penting "Iman" , setelah itu banyak membaca ... karena saya yakin bahwa paradigma sekarang sudah berubah. Namun jika menurut anda bertentangan, semoga saran saya bisa membantu :

"berjalan dimasing2 koridor tanpa saling mengganggu dan tetap beribadah sesuai dengan kepercayaan masing-masing"

jacinta
29-06-2004, 09:09 AM
Originally posted by Rescue_mE

kalo teori evo,evolusi memiliki makna perkembangan atau pertumbuhan yang berangsur angsur,kalo gitu...knapa sabretooth mati ya??jaman sekarang malah ada macan,kucing8O


teori evolusi juga punya mekanisme seleksi. nggak semua makhluk hidup bisa terus mengalami perubahan. hanya yang fit (sesuai) dengan lingkungan saja yang bisa terus hidup. sabretooth atau smilodon adalah salah satu jenis yang kebetulan nggak lolos seleksi. kayaknya sih dia punah karena diburu oleh manusia purba dan kalah bersaing dalam perburuan makanan dengan manusia purba.

aku juga bingung,kalo misalnya sebagian besar orang sudah paham soal teori evo itu tidak benar,mengapa discovery sama NG bisa tetap hidup sampek sekarang??

discovery dan NG kan ga melulu ngebahas evolusi.

Stand
29-06-2004, 11:01 AM
hm..aneh..knapa malah sabretooth yang diburu?
padahal sudah tau kalo dia itu kuat dan besar banget
apa ndak ada makanan laen??padahal masanya dia kan ya banyak hewan pemakan tumbuhan yang besar


iya,mereka juga mbahas tech sama wildlife...tapi tetep aja mereka kan udah terpatok pendukung evolusi:)

jacinta
29-06-2004, 02:32 PM
the exact reason kenapa mereka punah, emang kaga diketahui pasti. tapi salah satu sebab yang dicurigai adalah yang tadi gw sebutin.

kenapa manusia memburu sabretooth mungkin bukan buat nyari makan. for pride or honor mungkin ;D ... atau mengikuti hukum kill or be killed.

mungkin NG dan discovery yang dianggap paling ilmiah untuk mereka. untuk urusan yang satu ini emang teori evolusi menurut gw belon ada tandingannya.

tourmaline
29-06-2004, 08:31 PM
Originally posted by zergling
Bit of advice, go read some books, either its about evolution or creation. Believe in Evolution, Creation or Creation through Evolution, etc etc is one thing, doesn't believe in any of them IMO is worst of them all.

Why don't you explain 'em to me? I mean, us. I'm not interested to read books about evo or anything like it. I answered them with my own thoughts. If you disagree with them, then i'm pleased, explain what your thoughts are. :D

tourmaline
29-06-2004, 08:35 PM
Originally posted by Marsei
Menurut saya AGAMA dan ILMU tidaklah bertentangan ..... yang penting "Iman" , setelah itu banyak membaca ... karena saya yakin bahwa paradigma sekarang sudah berubah. Namun jika menurut anda bertentangan, semoga saran saya bisa membantu :

"berjalan dimasing2 koridor tanpa saling mengganggu dan tetap beribadah sesuai dengan kepercayaan masing-masing"

Terima kasih atas sarannya. Tapi bisa tolong jelasin kenapa lu bilang agama dan ip ga bertentangan?

Valmighty
29-06-2004, 09:10 PM
Originally posted by Rescue_mE
sebenernya teori evo sama yang nentang evo itu sama2 ada kelemahan menurut aku

kalo teori evo,evolusi memiliki makna perkembangan atau pertumbuhan yang berangsur angsur,kalo gitu...knapa sabretooth mati ya??jaman sekarang malah ada macan,kucing8O

tidak adanya mahluk transisi,ini yang bikin aneh...

kalo teori yang menentang evo,tidak adanya bukti sejarah yang nyertain gambar atau lukisan,misalnya kayak manusia..kalo tidak ada evo,brarti ada berbagai macam jenis manusia di dunia waktu itu..tapi kok ndak ada bukti sejarah??

aku juga bingung,kalo misalnya sebagian besar orang sudah paham soal teori evo itu tidak benar,mengapa discovery sama NG
bisa tetap hidup sampek sekarang??
wah, lu kyknya belom memahami bener teori evolusi, tapi udah berani bikin statement begitu.

di evolusi, yg gagal beradaptasi (berevolusi) akan punah terseleksi oleh alam. termasuk sabretooth. yg jadi macan dan kucing ini dulunya berasal dr 1 induk yg sama jg dgn sabretooth, tapi berkembang (berevolusi) jadi spesies2 yg berlainan. dan sabretooth gagal beradaptasi sehingga punah diseleksi oleh alam ;)

Stand
30-06-2004, 05:35 PM
iyaaa..masalah seleksi alam kan?cuman...perhatiin sabretooth
kalo diliat emang dia lemah diapanya??::bingung:: ::bingung::

Hiram
30-06-2004, 11:58 PM
Originally posted by Rescue_mE
iyaaa..masalah seleksi alam kan?cuman...perhatiin sabretooth
kalo diliat emang dia lemah diapanya??::bingung:: ::bingung::

Smilodon memang sama sekali tidak lemah secara fisik.
Bahkan Smilodon adalah salah satu pemangsa yg berada di puncak rantai makanan selama sekurangnya 2,6 juta tahun hingga kepunahannya sekitar 11.000 tahun lalu tepat di akhir zaman es yg terakhir.

Smilodon adalah salah satu keturunan species dari Megantereon yg merupakan bagian dari keluarga 'Kucing bergigi pedang' ( Sabertooth Cats ) yg dalam istilah latinnya disebut Machairodontinae yg merupakan Sub-Family dari Felidae ( bangsa kucing ).

Selama jutaan tahun Smilodon bersamaan dengan Chasmoporitets Nitidule ( Hyena Raksasa yg merupakan nenek moyang Hyena Afrika saat ini ) dan Leopard adalah pemangsa yg paling ditakuti nenek moyang manusia sejak era Paranthropus Robustus dan Homo Ergaster ( Hominid pertama ).

Saat itu nenek moyang manusia sudah menjadi mahluk yg berjalan dan hidup di atas tanah dengan 2 kaki dan tentunya tanpa kemampuan menciptakan alat berburu, mereka adalah mangsa empuk para kucing raksasa tsb.

Di masa Homo Sapiens mulai mengembangkan senjata dan taktik berburu yg memadai, mulai 100.000 tahun lalu, posisi rantai makanan mulai berimbang.

Homo Sapiens dan para kucing besar sama2 berebut di posisi puncak rantai makanan.

Bahkan hasil penelitian perilaku menunjukan bahwa Smilodon banyak membantu penyebaran manusia.

Hal itu disebabkan homo sapiens mulai mengikuti Smilodon untuk mendapatkan mangsanya.

Sama seperti yg terjadi di savana Afrika saat ini dimana Singa adalah pemburu utama, 100.000 tahun yg lalu, homo sapiens mulai mengikuti jejak Smilodon untuk menemukan mangsa.

Begitu Smilodon membunuh mangsanya yg besar, maka homo sapiens akan menunggu sisa mangsa yg tidak dihabiskan oleh Smilodon.

Ketika iklim mulai berubah menjadi semakin hangat sejak sekitar 15.000 tahun lalu, terjadi perubahan tumbuhan dan dengan demikian tumbuhan2 baru yg adaptif thd suhu yg lebih panas menggantikan tumbuhan2 zaman es sebelumnya.

Hal ini berpengaruh thd mamalia2 herbivora besar yg jadi mangsa utama Smilodon.

Kekurangan mangsa serta munculnya kucing2 predator baru serta semakin majunya peralatan dan taktik berburu homo sapiens dianggap sebagai alasan utama kepunahan Smilodon.

Smilodon adalah hewan Savana dengan ukuran tubuh sama dengan Singa ( Panthere Leo ) saat ini, dengan perbedaan susunan otot dan massa tubuh Smilodon lebih padat dan proporsinya jauh lebih besar. ( hampir 2 kali bobot badan Singa ).

Proporsi tubuh spt itu membuat Smilodon tidak memiliki kecepatan lari yg cukup untuk menyaingi Singa di Savana terbuka.

Mangsa2 yg ada juga semakin kecil dan semakin lincah.

Oleh karena itu Smilodon terakhir terdapat di hutan Amerika Utara hingga Selatan yg lebih rapat dimana dia bisa berlindung diantara rimbunan hutan sebelum menerkam mangsa dari jarak dekat.

Namun imigrasi homo sapiens yg menyeberangi selat Bering sejak 15.000 tahun lalu kembali membuat persaingan semakin berat bagi Smilodon.

Rupanya Smilodon tidak mampu beradaptasi dengan baik di hutan rapat seperti Jaguar.

Jaguar lebih tangkas dan cepat dalam menerkam babi hutan maupun hewan2 kecil, sementara dengan Bobot badan besar, Smilodon tidak mampu memiliki kecepatan serta mangsa yg didapatnya terlalu kecil untuk memenuhi diet hariannya.

Ada satu hal lagi yg terjadi seiring perkembangan kebudayaan homo sapiens dalam 30.000 tahun terakhir, yaitu homo sapiens mulai mengenal kesenian dan nilai2 estetika.

Saat itulah posisi Smilodon turun di tingkat rantai makanan karena homo sapiens mulai menjadikannya buruan dan tidak lagi menganggapnya saingan.
Smilodon kemungkinan diburu untuk mendapatkan taring pedangnya yg selain berguna untuk alat bantu makan bagi homo sapiens, juga ada kemungkinan nenek moyang manusia sudah mengenal kepercayaan dinamisme dimana gigi Smilodon dijadikan jimat.
Hal yg sama terjadi thd kulit Leopard di Afrika maupun Jaguar di Amerika yg dianggap bisa menambah kekuatan dan kekebalan tubuh.

Smilodon bukanlah satu2nya Mamalia besar Pasca Dinosaurus yg punah di akhir zaman Es sekitar 12000 - 10.000 tahun lalu.

Bersamaan dengan Smilodon, terjadi kepunahan massal dari mamalia2 sisa zaman es seperti Mammoth, Mastodon, GIant Sloth, Auroch ( Bison Raksasa di Eropa ) dan mamalia2 besar lainnya.

Selain Smilodon, pesaing ras Homo Sapiens yaitu Homo Neanderthal dari Eropa juga punah hampir bersamaanh dengan punahnya mamalia2 besar.

Ketidak mampuan beradaptasi secara fisik maupn intelejensia ( insting ) adalah faktor krusial yg menentukan survival dari sebuah species.

Smilodon Populator
http://www.iainwilliams.anycities.com/images/Smilodon%20populator.jpg
Berbeda dgn Singa yg hanya mampu membuka rahangnya sebesar 60 derajat, Smilodon dan bangsa Sabertooth Cats lainnya mampu membuka rahangnya hingga 120 derajat
http://www.ucmp.berkeley.edu/mammal/carnivora/smilsidesmall.gif

Evolusi Felidae ( Kucing )
http://dspace.dial.pipex.com/agarman/phylog.gif

Stand
01-07-2004, 03:58 AM
Originally posted by Basten4eva

Bahkan hasil penelitian perilaku menunjukan bahwa Smilodon banyak membantu penyebaran manusia.

Hal itu disebabkan homo sapiens mulai mengikuti Smilodon untuk mendapatkan mangsanya.

Sama seperti yg terjadi di savana Afrika saat ini dimana Singa adalah pemburu utama, 100.000 tahun yg lalu, homo sapiens mulai mengikuti jejak Smilodon untuk menemukan mangsa.

Begitu Smilodon membunuh mangsanya yg besar, maka homo sapiens akan menunggu sisa mangsa yg tidak dihabiskan oleh Smilodon.

Ketika iklim mulai berubah menjadi semakin hangat sejak sekitar 15.000 tahun lalu, terjadi perubahan tumbuhan dan dengan demikian tumbuhan2 baru yg adaptif thd suhu yg lebih panas menggantikan tumbuhan2 zaman es sebelumnya.

Hal ini berpengaruh thd mamalia2 herbivora besar yg jadi mangsa utama Smilodon.

Kekurangan mangsa serta munculnya kucing2 predator baru serta semakin majunya peralatan dan taktik berburu homo sapiens dianggap sebagai alasan utama kepunahan Smilodon.

Smilodon adalah hewan Savana dengan ukuran tubuh sama dengan Singa ( Panthere Leo ) saat ini, dengan perbedaan susunan otot dan massa tubuh Smilodon lebih padat dan proporsinya jauh lebih besar. ( hampir 2 kali bobot badan Singa ).

Proporsi tubuh spt itu membuat Smilodon tidak memiliki kecepatan lari yg cukup untuk menyaingi Singa di Savana terbuka.

Mangsa2 yg ada juga semakin kecil dan semakin lincah.

Oleh karena itu Smilodon terakhir terdapat di hutan Amerika Utara hingga Selatan yg lebih rapat dimana dia bisa berlindung diantara rimbunan hutan sebelum menerkam mangsa dari jarak dekat.

Namun imigrasi homo sapiens yg menyeberangi selat Bering sejak 15.000 tahun lalu kembali membuat persaingan semakin berat bagi Smilodon.

Rupanya Smilodon tidak mampu beradaptasi dengan baik di hutan rapat seperti Jaguar.

Jaguar lebih tangkas dan cepat dalam menerkam babi hutan maupun hewan2 kecil, sementara dengan Bobot badan besar, Smilodon tidak mampu memiliki kecepatan serta mangsa yg didapatnya terlalu kecil untuk memenuhi diet hariannya.

Ada satu hal lagi yg terjadi seiring perkembangan kebudayaan homo sapiens dalam 30.000 tahun terakhir, yaitu homo sapiens mulai mengenal kesenian dan nilai2 estetika.

Saat itulah posisi Smilodon turun di tingkat rantai makanan karena homo sapiens mulai menjadikannya buruan dan tidak lagi menganggapnya saingan.
Smilodon kemungkinan diburu untuk mendapatkan taring pedangnya yg selain berguna untuk alat bantu makan bagi homo sapiens, juga ada kemungkinan nenek moyang manusia sudah mengenal kepercayaan dinamisme dimana gigi Smilodon dijadikan jimat.
Hal yg sama terjadi thd kulit Leopard di Afrika maupun Jaguar di Amerika yg dianggap bisa menambah kekuatan dan kekebalan tubuh.

Smilodon bukanlah satu2nya Mamalia besar Pasca Dinosaurus yg punah di akhir zaman Es sekitar 12000 - 10.000 tahun lalu.

Bersamaan dengan Smilodon, terjadi kepunahan massal dari mamalia2 sisa zaman es seperti Mammoth, Mastodon, GIant Sloth, Auroch ( Bison Raksasa di Eropa ) dan mamalia2 besar lainnya.

Selain Smilodon, pesaing ras Homo Sapiens yaitu Homo Neanderthal dari Eropa juga punah hampir bersamaanh dengan punahnya mamalia2 besar.

Ketidak mampuan beradaptasi secara fisik maupn intelejensia ( insting ) adalah faktor krusial yg menentukan survival dari sebuah species.

Smilodon Populator
http://www.iainwilliams.anycities.com/images/Smilodon%20populator.jpg
Berbeda dgn Singa yg hanya mampu membuka rahangnya sebesar 60 derajat, Smilodon dan bangsa Sabertooth Cats lainnya mampu membuka rahangnya hingga 120 derajat
http://www.ucmp.berkeley.edu/mammal/carnivora/smilsidesmall.gif

Evolusi Felidae ( Kucing )
http://dspace.dial.pipex.com/agarman/phylog.gif


hasil penelitian perilaku menunjukan bahwa Smilodon banyak membantu penyebaran manusia.Hal itu disebabkan homo sapiens mulai mengikuti Smilodon untuk mendapatkan mangsanya.penelitian apaan?::bingung:: ::bingung:: apakah ada species sabretooth yang masih hidup yang bisa mereka pelajari?perilaku apa yang bisa tampak dari tulang?

terjadi perubahan tumbuhan adaptif pada suhu panas,ini berarti seperti tumbuhan di hutan tropis ya?brarti herbivoranya juga semakin banyak karena makanan mereka lebih bervariasi daripada pada saat zaman es.kenapa malah berkurang??
::bingung:: ::bingung::

selain itu,smilodon sudah hidup dari 25juta tahun yang lalu,brarti populasi mereka sangatlah banyak,knapa mereka bisa kalah saingan dengan singa yang baru saja ada??::bingung:: ::bingung::

jacinta
01-07-2004, 08:46 AM
lengkap sekali penjelasan dari Oom Basten. Kalo urusan beginian dia emang jagonya :o :D

Rescue, bones can tell a hell lotta stories. Susunan gigi, bisa menceritakan apakah hewan itu herbivor atau karnivor. Tempat2 ditemukannya tulang2 tersebut juga bisa jadi petunjuk persebaran si pemilik tulang. Tapi untuk keterangan lebih lanjut mungkin lebih baik basten aja yang jelasin ... takut salah sebut (penyakit gw) ...
Pertanyaan2 loe yang laen itu bukannya udah dijawab sama basten di penjelasannya yang loe quote :)

Pi-Man
01-07-2004, 07:53 PM
Jadi kepikiran film mission to mars :)

Kenapa yang udah bertahan puluhan juta tahun bisa punah dari kelompok baru? Karena cara-cara kuno sudah nggak efektif dalam mengikuti perkembangan zaman... :D

Pi-Man

Hiram
01-07-2004, 08:12 PM
Originally posted by Rescue_mE
terjadi perubahan tumbuhan adaptif pada suhu panas,ini berarti seperti tumbuhan di hutan tropis ya?brarti herbivoranya juga semakin banyak karena makanan mereka lebih bervariasi daripada pada saat zaman es.kenapa malah berkurang??
::bingung:: ::bingung::

selain itu,smilodon sudah hidup dari 25juta tahun yang lalu,brarti populasi mereka sangatlah banyak,knapa mereka bisa kalah saingan dengan singa yang baru saja ada??::bingung:: ::bingung::

Predator amat bergantung dari mangsa mereka yg adalah herbivora.
Proporsi Smilodon yg padat berotot membuat tubuh mereka cenderung berat dan hampir mirip beruang.
Kecepatan lari mereka dilihat dari struktur tulang dan otot hampir sama dengan kecepatan lari beruang.
Saat mamalia2 besar seperti Auroch dan Giant Sloth yg relatif lamban punah, maka Smilodon sulit mengejar mangsa2 baru seperti jenis2 rusa yg mampu berlari cepat di savana yg terbuka.

Oleh karena itu menjelang akhir zaman es, Smilodon kemungkinan besar mulai berburu secara berkelompok seperti yg dilakukan singa saat ini ( rasio bunuh singa amat kecil apabila berburu secara individu ).

Namun mulai 100.000 tahun terakhir, baik homo sapiens maupun homo neanderthal sudah mengembangkan senjata berburu yg membuat mereka setara dengan predator2 yg ada.
Homo sapiens dan Neanderthal juga sudah mulai menggunakan taktik berburu berkelompok yg efisien sehingga menjadi saingan berat Smilodon.

Smilodon baru muncul sekitar 10 juta tahun yg lalu.
Sebelumnya dia berevolusi selama 15 juta tahun dari bentuk Sabretooth yg berukuran lebih kecil ( Dino Felis dll ).

Smilodon mampu bertahan selama kurang lebih 10 juta tahun hingga 10.000 tahun lalu saat seleksi alam membuat mereka tidak mampu mengembangkan kemampuan adaptasi yg lebih baik dari saudara2 kucing besar lainnya seperti Singa, Harimau, Leopard, Jaguar dan Ceetah.

Hal yg sama terjadi dengan 'sepupu' manusia yaitu species Neanderthal yg hidup di Eropa dan Asia Barat.

Secara fisik, Neanderthal memiliki struktur tulang dan kekuatan 3 kali manusia.
Volume otak Neanderthal juga lebih besar dari volume otak manusia dan memiliki daya tahan yg lebih besar untuk hidup di iklim dingin zaman es.
Teknologi yg digunakan Neanderthal juga seimbang dengan teknologi yg digunakan manusia.
Bahkan Neanderthal adalah Hominid pertama yg memiliki kesadaran untuk menguburkan kerabatnya yg meninggal.
Neanderthal juga ditemukan mengembangkan praktek pengobatan paling tua yg pernah ada.

Namun 30.000 tahun lalu mereka punah.
Faktor2 punahnya suatu species sama sekali tidak ada hubungannya dengan kekuatan fisik, tapi kemampuan beradaptasi dengan perubahan yg ada.
Secara insting, intelejensia maupun fisiologis.

Jadi Smilodon adalah keturunan terakhir dari keluarga Kucing Bergigi Pedang yg pernah hidup.



- Homo Neanderthal
- 230.000 tahun lalu - 30.000 tahun lalu punah ( Homo Sapiens muncul mulai 100.000 tahun lalu hingga sekarang )
- Tinggi badan antara 160cm - 170cm
- Ukuran tulang 3 kali lebih besar dari Homo Sapiens ( manusia )
- Struktur otot 3 kali lebih kuat dari Homo Sapiens ( dengan kata lain, wanita Neanderthal sekalipun terbiasa mengangkat beban yg mungkin hanya bisa dilakukan para juara angkat besi Olimpiade manusia )
- Volume otak 1450 - 1700cc ( manusia antara 1200 - 1400cc )

Secara fisik Homo Neanderthal jauh lebih kuat dan kekar dari Homo Sapiens ( manusia )
http://www.bigbend.edu/soc/images/Neanderthal.gif

Dari penelitian tulang Neanderthal serta peninggalan alat2 berburunya, diketahui bahwa Neanderthal tidak memiliki otot yg lentur dan lebih kaku.
Oleh karena itu dalam berburu, Homo Neanderthal tidak pernah menggunakan senjata yg dilempar.
Tombak2 Neanderthal umumnya besar dan bermata berat sementara Homo Sapiens sudah mengembangkan teknik melempar tombak.
Hal ini berarti perburuan yg dilakukan Homo Neanderthal jauh lebih beresiko dari Homo Sapiens.
Karena Neanderthal senantiasa harus membunuh buruannya dari jarak dekat yg sering mengakibatkan cidera atau kematian.
Berbeda dengan Homo Sapiens yg sudah bisa menggunakan teknik melempar hingga bisa berburu dari jarak yg relatif aman.

Hal ini dikuatkan dari kenyataan bahwa semua tulang2 Neanderthal semuanya terlihat banyak sekali bekas cedera tulang.
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa tingkat cidera tulang yg dialami setiap Individu Homo Neanderthal semasa hidup mereka sama dengan jumlah cidera rata2 seorang koboy pemain RODEO sepanjang karirnya !!

Hiram
02-07-2004, 12:12 AM
Berikut salah satu contoh Mamalia besar makanan Smilodon yg punah bersamaan dengan predatornya.

GIANT SLOTH
Adalah binatang pengerat ( saudara jauh tikus & capybara ) yg pernah hidup di bumi.
Tingginya mencapai 5 meter dengan berat hingga 5 ton !?!?

http://www.crystalinks.com/sloth2.jpg

http://www.curator.org/LegacyVMNH/images/mammals/GiantSloth.jpg


Smilodon Fatalis vs Giant Ground Sloth
http://prehistoricsillustrated.com/images_pw/smilodon/th_smilodon_000153.jpg

Sekarang mungkin kita paham kenapa Smilodon harus memiliki taring panjang dan postur tubuh kuat mengingat mangsa yg harus dihadapinya :)


Ini adalah Capybara - kerabat terdekat dari Giant Ground Sloth yg hidup di hutan2 Amerika Selatan.
Capybara adalah binatang pengerat terbesar saat ini kira2 seukuran babi hutan.
Mereka adalah menu utama dari Jaguar dan Anakonda.
http://www.sch.im/wlp/large%20images/capybara.jpg

"There are many hypotheses in science which are wrong. That's perfectly all right; they're the aperture to finding out what's right. Science is a self-correcting process. To be accepted, new ideas must survive the most rigorous standards of evidence and scrutiny." - Carl Sagan


" Sit down before fact as a little child, be prepared to give up every preconceived notion, follow humbly wherever or whatever abysses nature leads, or you will learn nothing "

Hiram
02-07-2004, 01:23 AM
Saya tambahkan list mamalia2 besar yg hidup di zaman es
( this is no Cryptozoology ... )
Brontotherium
http://www.prehistory.com/dinosaurs/brontotherium.jpg
Kerabat Badak yg memiliki tinggi hingga pundaknya 2,5 meter dengan berat 2 Ton.

Arsinotherium
http://www.copyrightexpired.com/earlyimage/prehistoriclifeafterkt/arsinoitherium.jpg


Baluchitherium
http://www.copyrightexpired.com/earlyimage/prehistoriclifeafterkt/baluknit.jpg
Tengkorak Baluchitherium 8O 8O 8O ..ingat, hewan ini mamalia dan bukan Dinosaurus !
http://www.creationism.org/books/price/PredicmtEvol/BaluchitheriumSkull.jpg

Masih banyak lagi mamalia yg berukuran tidak kalah dengan Dinosaurus.
So bayangkan adaptasi yg yg harus dilakukan Smilodon ketika mangsa2 tradisional yg bertubuh besar dan lamban menghilang dan digantikan kijang2 serta rusa2 ramping yg bergerak cepat.

jacinta
02-07-2004, 09:33 AM
8O lengkap sekalee ... lebih lengkap dari kuliah evolusi gw :D ...
gw jadi punya pertanyaan niyyy ... kalo modern sloth yang ada sekarang ini ... masi keturunan giant sloth atau bukan?

eastboyz
05-07-2004, 07:02 AM
ikut nimbgung neh...

nagawa
07-07-2004, 03:07 PM
kalo semua mahluk berevolusi, apakah nantinya manusia ato binatang ato tumuhan berevolusi lagi.?

nagawa
07-07-2004, 03:15 PM
kalo semua mahluk berevolusi, apakah nantinya manusia ato binatang ato tumuhan berevolusi lagi.?

jacinta
07-07-2004, 03:53 PM
sekarang aja kita masih berevolusi.

jazzoholic
08-07-2004, 08:20 AM
sory, I don't believe kalo manusia itu dari kera. Manusia itu bener2 ciptaannya Tuhan.

jacinta
08-07-2004, 09:02 AM
/hmm .. berapa kali yaa .. kita kudu jelasin kalo manusia emang bukan berasal dari kera.

kayaknya emang lama2 diskusi di thread ini udah bergeser dari judul aslinya, meskipun masih ada korelasinya.

E121F
08-07-2004, 09:05 AM
we're not asking what is your belief :D

lol

argument argument

gue tanya anak TK mereka pasti juga bisa ngomong hal serupa

tabriz kaworu
08-07-2004, 06:58 PM
Argument gw sih :
Adam kan emang diciptakan Tuhan, sebagai manusia pertama di bumi lewat : Sup purba -> Mikroorganisme -> mahkluk laut -> binatang merayap -> mamalia -> kera -> Manusia.
Jadi Adam adalah "Manusia" pertama dibumi, diciptakan oleh Tuhan. Jadi bukan Kera pertama.

kucrut
08-07-2004, 08:56 PM
wah nenek moyang saya tidak berasal dari kera tuh :D

ayo sapa yang berasa nenek moyangnya dari kera angkat tangan ! :D

wadokai_indo
09-07-2004, 02:55 AM
Originally posted by kucrut
wah nenek moyang saya tidak berasal dari kera tuh :D

ayo sapa yang berasa nenek moyangnya dari kera angkat tangan ! :D

Mungkin ibu ini masih keturunan kera :) (becanda dikit bole donk :D )

zergling
09-07-2004, 06:53 AM
Semua orang disini juga gak ada yg merasa nenek moyangnya dr kera kok.. Teori Evolusi juga gak bilang manusia berasal dari kera.. jadi siapa sih sebenernya yang bilang manusia berasal dari kera.. lama2 bingung juga deh gw..

tabriz kaworu
09-07-2004, 02:28 PM
Maapin daku yg males baca thread dari awal....::maap::
Jadi, Si Darwin bilang apa?::bentar::

jacinta
09-07-2004, 03:01 PM
gw maapin :D

tauk darwin ngomong apaan. yang jelas sejak ngikutin thread ini gw tau kalo dia kaga bilang kalo manusia berasal dari kera ::keyen::

Pi-Man
10-07-2004, 02:25 PM
Garis besarnya, Manusia punya hubungan kekerabatan dengan kera... Mungkin sebagaimana kucing punya hubungan kekerabatan dengan harimau...

Pi-Man

jazzoholic
11-07-2004, 12:42 AM
sorry, g bener2 gk stuju ::bye::

Hiram
11-07-2004, 02:31 AM
Sebelum kita keluar dari ego primordial kita yg paling fundamen, maka akan sulit menerima kenyataan mengenai hal ini.


Sebenarnya bukti bahwa Homo Sapiens dan Homo Neanderthal pernah hidup bersamaan sekitar 100.000 tahun lalu adalah bukti kuat mengenai evolusi species homo sapiens ( manusia ).

Kita harus belajar mencerna makna yg terdapat dalam kitab suci dan bagaimana menggunakan ilmu pengetahuan secara efektif agar keduanya bisa saling melakukan referensi - silang satu sama lainnya.

Teori Penciptaan melalui proses evolusi memberikan gambaran jelas mengenai sejarah umat manusia.

Hiram
11-07-2004, 02:34 AM
Originally posted by tabriz kaworu
Maapin daku yg males baca thread dari awal....::maap::
Jadi, Si Darwin bilang apa?::bentar::

Waduh mas,
Kita bicara soal science dan untuk memahami atom yg amat simpel saja tidak cukup dengan satu definisi.
Oleh karena itu memberikan satu konklusi mengenai evolusi tanpa anda mencoba mempelajari teori beserta referensi2 yg ada sama saja kembali ke titik awal

Darwin bilang semua mahluk hidup berevolusi

Sementara yg anti dgn teori itu menyatakan sebaliknya

- Semua mahluk hidup tidak berevolusi alias langsung diciptakan begitu saja

ATAU

- Semua mahluk hidup berevolusi, kecuali manusia.

:(

Valmighty
11-07-2004, 11:18 PM
wah komplit sekali penjelasan om basten, hehehe. maap daku skr jarang onlen...

Hiram
11-07-2004, 11:33 PM
Originally posted by Valmighty
wah komplit sekali penjelasan om basten, hehehe. maap daku skr jarang onlen...

Hehehe sama Val, mohon maap juga saya masih jarang online di tempat kamu :)

Raja`Tega
13-07-2004, 04:26 PM
1. TEORI EVOLUSI TIDAK SAH SECARA ILMIAH
Teori evolusi menyatakan bahwa makhluk hidup di muka bumi tercipta sebagai akibat dari peristiwa kebetulan dan muncul dengan sendirinya dari kondisi alamiah. Teori ini bukanlah hukum ilmiah maupun fakta yang sudah terbukti. Di balik topeng ilmiahnya, teori ini adalah pandangan hidup materialis yang dijejalkan ke dalam masyarakat oleh kaum Darwinis. Dasar-dasar teori ini - yang telah digugurkan oleh bukti-bukti ilmiah di segala bidang - adalah cara-cara mempengaruhi dan propaganda, yang terdiri atas tipuan, kepalsuan, kontradiksi, kecurangan, dan ilusi permainan sulap.

Teori evolusi diajukan sebagai hipotesa rekaan di tengah konteks pemahaman ilmiah abad kesembilan belas yang masih terbelakang, yang hingga hari ini belum pernah didukung oleh percobaan atau penemuan ilmiah apa pun. Sebaliknya, semua metode yang bertujuan membuktikan keabsahan teori ini justru berakhir dengan pembuktian ketidakabsahannya.

Namun, bahkan sekarang, masih banyak orang beranggapan bahwa evolusi adalah fakta yang sudah terbukti kebenarannya - layaknya gaya tarik bumi atau hukum benda terapung. Sebab, seperti telah dinyatakan di muka, teori evolusi sesungguhnya sangatlah berbeda dari yang diterima masyarakat selama ini. Oleh sebab itu, pada umumnya orang tidak tahu betapa buruknya landasan berpijak teori ini; betapa teori ini sudah digagalkan oleh bukti ilmiah pada setiap langkahnya; dan betapa para evolusionis terus berupaya menghidupkan teori evolusi, walaupun teori ini sudah "menghadapi ajalnya". Para evolusionis hanya mengandalkan hipotesa yang tak terbukti, pengamatan yang penuh prasangka dan tak sesuai kenyataan, gambar-gambar khayal, cara-cara yang mampu mempengaruhi kejiwaan, dusta yang tak terhitung jumlahnya, serta teknik-teknik sulap.

Kini, berbagai cabang ilmu pengetahuan seperti paleontologi (cabang geologi yang mengkaji kehidupan pra-sejarah melalui fosil - penerj.), genetika, biokimia dan biologi molekuler telah membuktikan bahwa tak mungkin makhluk hidup tercipta akibat kebetulan atau muncul dengan sendirinya dari kondisi alamiah. Sel hidup, demikian dunia ilmiah sepakat, adalah struktur paling kompleks yang pernah ditemukan manusia. Ilmu pengetahuan modern mengungkapkan bahwa satu sel hidup saja memiliki struktur dan berbagai sistem rumit dan saling terkait, yang jauh lebih kompleks daripada sebuah kota besar. Struktur kompleks seperti ini hanya dapat berfungsi apabila masing-masing bagian penyusunnya muncul secara bersamaan dan dalam keadaan sudah berfungsi sepenuhnya. Jika tidak, struktur tersebut tidak akan berguna, dan semakin lama akan rusak dan musnah. Tak mungkin semua bagian penyusun sel itu berkembang secara kebetulan dalam jutaan tahun, seperti pernyataan teori evolusi. Oleh sebab itulah, rancangan yang begitu kompleks dari sebuah sel saja, sudah jelas-jelas menunjukkan bahwa Tuhan-lah yang menciptakan makhluk hidup. (Keterangan lebih rinci dapat dibaca dalam buku Harun Yahya, Miracle in the Cell).

Akan tetapi, para pembela filsafat materialis tidak bersedia menerima fakta penciptaan karena beragam alasan ideologis. Hal ini disebabkan kemunculan dan perkembangan masyarakat yang hidup dengan berpedomankan akhlak mulia yang diajarkan agama yang sejati kepada ummat manusia melalui perintah dan larangan Tuhan bukanlah menjadi harapan kaum materialis ini. Masyarakat yang tumbuh tanpa nilai moral dan spiritual lebih disukai kalangan ini, sebab mereka dapat memanipulasi masyarakat yang demikian demi keuntungan duniawi mereka sendiri. Itulah sebabnya, kaum materialis mencoba terus memaksakan teori evolusi - yang berisi dusta bahwa manusia tidak diciptakan, tetapi muncul atas faktor kebetulan dan berevolusi dari jenis binatang - serta, dengan segala cara, berupaya mempertahankan teori evolusi agar tetap hidup. Kaum materialis meninggalkan akal sehat dan nalar, serta mempertahankan omong-kosong ini di setiap kesempatan, walaupun bukti ilmiah dengan jelas telah menghancurkan teori evolusi dan menegaskan fakta penciptaan.

Sebenarnya telah dibuktikan bahwa adalah mustahil apabila sel hidup yang pertama - atau bahkan satu saja dari berjuta-juta molekul protein dalam sel itu - dapat muncul atas faktor kebetulan. Ini bukan saja ditunjukkan melalui berbagai percobaan dan pengamatan, melainkan juga melalui perhitungan probabilitas secara matematis. Dengan kata lain, evolusi gugur di langkah pertama: yaitu dalam menjelaskan kemunculan sel hidup yang pertama.

Sel, satuan terkecil makhluk hidup, tidak mungkin muncul secara kebetulan dalam kondisi primitif tanpa kendali di saat Bumi masih muda - seperti yang dipaksakan kaum evolusionis kepada kita agar percaya. Jangankan dalam kondisi demikian, dalam laboratorium tercanggih di abad ini sekali pun, hal itu mustahil terjadi. Asam-asam amino, yaitu satuan pembentuk berbagai protein penyusun sel hidup, tak mampu dengan sendirinya membentuk organel-organel di dalam sel seperti mitokondria, ribosom, membran sel, ataupun retikulum endoplasma - apalagi membentuk sebuah sel yang utuh. Oleh sebab itu, pernyataan bahwa sel pertama terbentuk secara kebetulan melalui proses evolusi, hanyalah hasil rekaan yang sepenuhnya didasarkan pada daya khayal.

Sel hidup, yang sampai kini masih mengandung banyak rahasia, adalah satu di antara sekian banyak kesulitan utama yang dihadapi teori evolusi.

Dilema mengkhawatirkan lainnya (dari sudut pandang evolusionis) adalah molekul DNA yang terdapat di dalam inti sel hidup, sebuah sistem kode yang terdiri dari 3,5 miliar satuan berisi semua rincian makhluk hidup. DNA pertama kali ditemukan melalui kristalografi sinar-X pada akhir tahun 1940-an dan awal 1950-an, dan merupakan sebuah molekul raksasa dengan rancangan yang luar biasa. Selama bertahun-tahun, Francis Crick, pemenang hadiah Nobel, meyakini teori evolusi molekuler. Namun pada akhirnya, ia sendiri pun harus mengakui bahwa molekul yang begitu rumit tak mungkin muncul dengan sendirinya secara tiba-tiba karena kebetulan, sebagai hasil dari sebuah proses evolusi:

Seseorang yang jujur, dengan pemahaman keilmuan yang ada sekarang, saat ini hanya dapat menyatakan bahwa asal mula kehidupan nampak bagaikan sebuah keajaiban.1

Evolusionis berkebangsaan Turki, Profesor Ali Demirsoy, terpaksa memberikan pengakuan sebagai berikut:

Sebenarnya, kemungkinan terbentuknya sebuah protein dan asam nukleat (DNA-RNA) adalah di luar batas perhitungan. Lebih jauh lagi, peluang munculnya suatu rantai protein adalah sedemikian kecilnya sehingga bisa disebut astronomis (tidak mungkin). 2

Homer Jacobson, Profesor Emeritus di bidang Ilmu Kimia, menyatakan pengakuan tentang kemustahilan munculnya kehidupan akibat faktor kebetulan, sebagai berikut:

Petunjuk untuk reproduksi rencana, untuk energi dan untuk pengambilan bagian-bagian dari lingkungan sekitar, untuk urutan pertumbuhan, dan untuk mekanisme efektor yang menerjemahkan instruksi menjadi pertumbuhan - semua itu harus ada secara serentak pada saat tersebut [saat awal munculnya kehidupan]. Kemungkinan kombinasi semua peristiwa itu secara kebetulan tampaknya sungguh luar biasa kecil … 3

Catatan fosil pun menyajikan fakta lain, yang menjadi kekalahan telak bagi teori evolusi. Dari seluruh fosil yang telah ditemukan selama ini, tidak ada satu pun bentuk antara (bentuk peralihan) yang ditemukan, yang seharusnya ada jika makhluk hidup berevolusi tahap demi tahap dari spesies yang sederhana menjadi spesies yang lebih kompleks, seperti yang dinyatakan oleh teori evolusi. Jika makhluk seperti itu ada, seharusnya jumlahnya banyak sekali, berjuta-juta, bahkan bermiliar-miliar. Lebih dari itu, sisa dan kerangka makhluk semacam itu haruslah ada dalam catatan fosil. Kalau bentuk-bentuk antara ini benar-benar ada, jumlahnya akan melebihi jumlah spesies binatang yang kita kenal di masa kini. Seluruh dunia akan penuh dengan fosil makhluk tersebut. Para evolusionis mencari bentuk-bentuk antara ini di semua penelitian fosil yang menggebu-gebu, yang telah dilangsungkan sejak abad kesembilan belas. Akan tetapi, sama sekali tidak ditemukan jejak-jejak makhluk perantara ini, meskipun pencarian telah dilakukan dengan penuh semangat selama 150 tahun.

Singkat kata, catatan fosil menunjukkan bahwa makhluk hidup muncul secara tiba-tiba dan dalam wujud sempurna, bukan melalui sebuah proses dari bentuk primitif menuju tahap yang lebih maju, seperti yang dinyatakan teori evolusi.

Kaum evolusionis telah berusaha keras untuk membuktikan kebenaran teori mereka. Namun nyatanya, dengan tangannya sendiri, mereka justru telah membuktikan bahwa proses evolusi adalah mustahil. Kesimpulannya, ilmu pengetahuan modern mengungkapkan fakta yang tak mungkin disangkal berikut ini: Kemunculan makhluk hidup bukanlah akibat faktor kebetulan yang buta, melainkan hasil ciptaan Tuhan.

Raja`Tega
13-07-2004, 04:28 PM
http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_20Pertanyaan/20question66.jpg

Gambar di atas diambil dari buku berjudul The Book of Life, terbit tahun 2001, yang disunting di bawah pengawasan mendiang Stephen Jay Gould (beliau adalah salah satu evolusionis terkemuka di dunia). Gambar ini menjelaskan di zaman apa timbul kelompok hewan tertentu. Di sebelah kiri, tercantum berbagai periode geologis, dimulai 2.500 juta tahun yang lalu. Kolom yang berwarna menunjukkan filum hewan utama. (Warna-warni pada kolom mengacu kepada beberapa periode yang berbeda).

Bila kita teliti gambar ini, tampak jelas keajaiban yang terjadi di Zaman Kambrium. Sebelum Zaman Kambrium, hanya ada satu filum (yaitu Cnidaria, yang mencakup ubur-ubur dan koral). Akan tetapi, di Zaman Kambrium, tiba-tiba saja muncul 13 filum yang berbeda.

Gambar ini berlawanan dengan teori evolusi, karena menurut teori evolusi, jumlah filum makhluk hidup bertambah secara bertahap, seperti bertambahnya percabangan pada sebatang pohon.

Kaum evolusionis yang membuat gambar ini mencoba menghindari celah ini dengan bercerita tentang "mata rantai teoritis". Kita dapat melihat adanya garis-garis berwarna pucat di bagian dasar gambar, yang menghubungkan kotak-kotak berwarna (dengan kata lain, filum asli yang fosilnya telah ditemukan). Ini adalah kaitan-kaitan hasil rekaan yang harus ada untuk membuktikan kebenaran teori evolusi, tetapi sampai kini belum pernah terbukti.

Jika teori evolusi memang benar, dan kaitan tersebut bukan khayal belaka, maka fosil hewan peralihan haruslah ditemukan. Meskipun sudah 150 tahun diteliti, fosil tersebut ternyata hanya impian, sehingga terbukti bahwa teori evolusi tak lain khayalan belaka.

Raja`Tega
13-07-2004, 04:36 PM
Lebih lengkap nya donlot file dibawah ini :

Hiram
13-07-2004, 04:38 PM
Sebelum melanjutkan diskusi ini, biar saya tebak dulu sumber dari Raja Tega : Harun Yahya khan :D

Seperti yg saya pernah sebut, Harun Yahya tidak lebih dari seorang Creationists yg bahkan argumen anti evolusinya hanya merupakan jiplakan dari argumen Creationist Barat yg sudah lama dipatahkan para Evolutionists

Raja`Tega
13-07-2004, 04:59 PM
emang bener, tp baca aja yg gw zip, sapa tau ada pencerahan baru, krn gw percaya bahwa semuanya itu diciptakan, seperti halnya kita yakin sebuah pensil (misalnya) dibuat oleh seseorang tanpa kita harus melihat pembuatnya, spt halnya manusia dan makhluk lainnya, kita harus yakin bahwa semuanya diciptakan, tanpa kita harus terlebih dahulu melihat pencipta nya.

Raja`Tega
13-07-2004, 05:01 PM
Originally posted by Basten4eva
Sebelum melanjutkan diskusi ini, biar saya tebak dulu sumber dari Raja Tega : Harun Yahya khan :D

Seperti yg saya pernah sebut, Harun Yahya tidak lebih dari seorang Creationists yg bahkan argumen anti evolusinya hanya merupakan jiplakan dari argumen Creationist Barat yg sudah lama dipatahkan para Evolutionists

yup, tp sanggahan para evolusionist atas sanggahan Harun Yahya pun "tidak ilmiah" , so, baca aja ya.....ntar aku posting artikel2 laennya.

Raja`Tega
14-07-2004, 06:53 AM
seperti halnya Adam, manusia pertama di muka bumi, Tuhan ( setidaknya menurut agama yg gw yakinin ) tidak menyebutkan bahwa Adam adalah kera atau berasal dr kera. Kalo memang Tuhan diciptakan berasal dr kera pasti disebutkan ( dalam Kitab Suci ), tp tidak ada kata2 yg menyebutkan demikan khan.

Nah, kalo memang kita percaya bahwa kita meyakini adanya Tuhan, teori evolusi adalah teori yg benar2 salah (mutlak), dimana disebutkan juga bahwa asal muasal kehidupan yg tidak jelas (ada begitu saja), tanpa ada yg menciptakan. So, kalo kita saja meyakini bahwa pensil saja ada yg membuatnya (walaupun kita tidak melihat pembuatnya secara langsung), bagaimana kita bisa menafikkan alam semesta yg besar ini beserta makhluknya bisa ada begitu saja.

Raja`Tega
14-07-2004, 07:00 AM
Ini dia , sanggahan Harun Yahya atas sanggahan. Baca ya.....

Windy Reed
14-07-2004, 07:11 AM
diluar masalah creationist vs evolutionist, agama yang ngatain orang itu dari monyet (langsung ato gak langsung) sih rasanya gak akan populer, apalagi sama manusia yang mau dianggap spesial.

*inget jaman SD, mahkluk hidup manusia dipisahin sendiri*
dari kecil aja udah begitu

Hiram
14-07-2004, 05:32 PM
Originally posted by Raja`Tega
Ini dia , sanggahan Harun Yahya atas sanggahan. Baca ya.....

Diluar pendapat saya akan sanggahan tsb, postingan2 anda amat menarik dan positif buat diskusi di thread ini.

Setidaknya anti Evolusi menggunakan sumber2 science untuk meng-counter pro Evolusi dan tidak hanya sekedar menggunakan kata2 seperti " tidak setuju manusia berasal dari monyet' etc, etc.

Good !!

Hiram
14-07-2004, 05:39 PM
Oh iya, buat para pendukung teori Creation through Evolution, ada buku terjemahan baru dari Origin of Species-nya Charles Darwin.

Buat yg penasaran dan ingin tahu mengenai teori Evolusi, buku tsb sudah bisa didapat di Gramedia - Gunung Agung.

Diterbitkan oleh Yayasan Obor, ditambah kata2 pengantar dari Franz Magnis Suseno , SJ.

Teori Evolusi Darwin yg dulu sempat ditentang gereja karena ketidak - pahaman, sekarang ini seiring perkembangan ilmu dan teknologi semakin relevan dan bukan menjadi duri dalam daging bagi pemahaman manusia akan penciptaan, tapi justru semakin memperkuat keyakinan dan pengetahuan bahwa Tuhan menciptakan manusia dan seisi bumi dengan cara yg amat menakjubkan yg dikenal dengan proses evolusi.

Sedikit promosi, The Origin of Species versi bhs Indonesia ini harganya sekitar Rp.50 ribuan ... so jauh lebih murah dari buku impornya.

Beli , Baca , baru bicara ::bye::

Raja`Tega
15-07-2004, 10:30 AM
sama juga dengan basten........beli buku serinya Harun Yahya juga ya, atau liat di www.harunyahya.com, banyak e-book gratis dan artikel-artikel menarik yg bisa di donlot ( ilmu pengetahuan tak perlu bayar ). oke, kita belajar bersama-sama ya.......

Valmighty
15-07-2004, 10:12 PM
dipost aja tuh raja tega, ga mo kebuka.

tabriz kaworu
15-07-2004, 11:09 PM
Gw pro evolution nih...
Jd Menurut Gw Kebetulan = Tuhan. Jd kalo sel tercipta dr faktor kebetulan jd dia tercipta karenaNya. Tapi Manusia terbentuknya ga begitu aja, Melainkan melalui Proses Evolusi yg terjadi karena faktor kebetulan itu.
Jd ga asal Plop!! muncul!

Raja`Tega
16-07-2004, 07:46 AM
Originally posted by Valmighty
dipost aja tuh raja tega, ga mo kebuka.

wah, bisa kok kebuka

www.harunyahya.com

www.harunyahya.com/indo -> yg versi indonesia, tp versi inggrisnya lebih lengkap

kalo di post disini, buanyak bgt.......................ntar aku kena WP......hheheheheheheh

Raja`Tega
16-07-2004, 07:49 AM
Originally posted by tabriz kaworu
Gw pro evolution nih...
Jd Menurut Gw Kebetulan = Tuhan. Jd kalo sel tercipta dr faktor kebetulan jd dia tercipta karenaNya. Tapi Manusia terbentuknya ga begitu aja, Melainkan melalui Proses Evolusi yg terjadi karena faktor kebetulan itu.
Jd ga asal Plop!! muncul!

wah, dia pro evolusi, tp justru pernyataannya ada yg kontradiksi dg teori evolusi itu sendiri.

Hiram
16-07-2004, 08:52 AM
Originally posted by Raja`Tega
wah, bisa kok kebuka

www.harunyahya.com

www.harunyahya.com/indo -> yg versi indonesia, tp versi inggrisnya lebih lengkap

kalo di post disini, buanyak bgt.......................ntar aku kena WP......hheheheheheheh

Begini saja,

Banyak user yg malas untuk meng-klik link seperti diatas karena soal kecepatan koneksi.

Alangkah baiknya apabila Raja Tega mengkopi beberapa materi disana kemudian di save dalam format .txt kemudian di attach di postingan.

Lebih cepat untuk diakses sekaligus bisa diketahui jumlah user yg men-download.

Dan jangan kuatir, saya dan Luag tidak akan menggunakan fasilitas WP untuk postingan yg tidak OT atau Flame.

Saya pribadi berusaha untuk tidak menggunakan WP di forum ini.
Kalaupun ada postingan yg menurut penilaian saya mengganggu forum atau para user, akan saya delete tanpa memberi WP kepada user yg posting.

Tapi saya ingatkan bahwa setiap postingan yg menyangkut penghinaan agama / ras / suku akan saya beri WP kategori Racist / prejudice double.
Tentunya dengan peringatan sebelumnya.

Jadi buat Raja Tega jangan kuatir.
Salah satu tugas utama saya adalah melindungi hak anda untuk punya pendapat yg berbeda.

Raja`Tega
16-07-2004, 09:38 AM
hehehehe, oke deh basten thx. Ntar akan gw coba d/l beberapa artikel dan gw post disini (attach), tp mungkin artikel aja, soalnya kalo e-book khan buanyak......

Raja`Tega
16-07-2004, 10:25 AM
oke ni salah satunya saya attach ya

Raja`Tega
16-07-2004, 10:47 AM
Originally posted by tabriz kaworu
Gw pro evolution nih...
Jd Menurut Gw Kebetulan = Tuhan. Jd kalo sel tercipta dr faktor kebetulan jd dia tercipta karenaNya. Tapi Manusia terbentuknya ga begitu aja, Melainkan melalui Proses Evolusi yg terjadi karena faktor kebetulan itu.
Jd ga asal Plop!! muncul!

Wah lo tidak bisa dikatakan penganut Teori Evolusi tapi penganut TEORI BINGUNG ALAM SEMESTA, sama dengan si George Politzer dengan bukunya Principes Fondamentaux de Philosophie.

Ni gw postin artikelnya ya :

Raja`Tega
16-07-2004, 11:25 AM
Untuk dibaca teman-teman :

Raja`Tega
16-07-2004, 11:33 AM
Untuk teman-temanku semua :

Hiram
16-07-2004, 12:48 PM
Sekedar info " keruntuhan teori evolusi '- Harun Yahya sudah pernah dibahas disini dan wacana ini sebenarnya sudah lama dibawakan oleh rekan Gunnar.

Raja`Tega
16-07-2004, 01:31 PM
thx ya basten atas info nya, tp gw coba posting lagi neh :

Raja`Tega
16-07-2004, 01:53 PM
satu lagi deh..... :)

gunnar
16-07-2004, 09:09 PM
Originally posted by Basten4eva
Sekedar info " keruntuhan teori evolusi '- Harun Yahya sudah pernah dibahas disini dan wacana ini sebenarnya sudah lama dibawakan oleh rekan Gunnar.

::bentar:: ... ingatan yang bagus:D 8O ::keyen:: ::bye:: ::kabur:: Sorry OT.

Hiram
18-07-2004, 01:33 AM
Originally posted by Raja`Tega
http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_20Pertanyaan/20question66.jpg


Gambar di atas diambil dari buku berjudul The Book of Life, terbit tahun 2001, yang disunting di bawah pengawasan mendiang Stephen Jay Gould (beliau adalah salah satu evolusionis terkemuka di dunia). Gambar ini menjelaskan di zaman apa timbul kelompok hewan tertentu. Di sebelah kiri, tercantum berbagai periode geologis, dimulai 2.500 juta tahun yang lalu. Kolom yang berwarna menunjukkan filum hewan utama. .....................................Bila kita teliti gambar ini, tampak jelas keajaiban yang terjadi di Zaman Kambrium. ................ Akan tetapi, di Zaman Kambrium, tiba-tiba saja muncul 13 filum yang berbeda.
........................Gambar ini berlawanan dengan teori evolusi, karena menurut teori evolusi, jumlah filum makhluk hidup bertambah secara bertahap, seperti bertambahnya percabangan pada sebatang pohon.



Mengenai Cambrian Explosion


Mungkin Harun Yahya lupa bahwa Stephen Jay Gould adalah seorang Evolusionist yg mencoba menawarkan sebuah alternatif lain dari asal usul evolusi.

Stapehen Jay Gould terkenal dengan teori evolusinya yg disebut " Punctuated Equilibrium " dimana proses evolusi yg berjalan secara bertahap dalam waktu lama stabilitasnya terusik oleh faktor eksternal yg terjadi secara mendadak dalam kondisi ekstrim seperti prubahan iklim yg radikal atau tabrakan komet di awal masa Cambrian ( hal yg sama yg mengakhiri era dinosaurus yg kemudian 'mendadak' digantikan oleh munculnya hewan2 mamalia besar di akhir zaman Cretaceus dan awal zaman Cenozoic ).

Tentunya teori 'Punctuated Equilibrium' milik Gould ini bertentangan dengan teori tradisional dari Evolusi milik Darwin yg menyebutkan bahwa Evolusi terjadi dalam proses dinamis yg lambat secara bertahap.

Tentunya di saat Darwin menulis the Origin of Species, data mengenai Evolusi Geologis Bumi masih minim dan Darwin sendiri dalam bukunya mengakui bahwa ( saat itu ) para Geolog belum semaju para Paleontolog atau Naturalis.

Namun hukum2 Darwin seperti survival of the fittest, Domestification dll tetap relevan walaupun kenyataannya memang terjadi 'ledakan philum mahluk hidup' di awal zaman Cambrian.

Kenapa?

Karena dengan jumlah Phylum yg berkembang secara tiba2 di zaman Cambrian, fundamen dari evolusi itu sendiri tidak berubah.
Saat ini hanya sekitar 33 Filum saja yg masih tersisa dan tidak ada satupun dari ke 50 filum awal dari zaman Cambrian tersebut adalah manusia, atau satupun dari mamalia darat yg masih hidup saat ini.

Jadi manusia tetap adalah hasil dari perubahan dari filum dasar yg terbentuk di zaman Cambrian tsb.

Kalaupun ada hewan zaman Cambrian yg masih bertahan ( contoh - Trilobita ) hingga saat ini, masih tetap menguatkan salah satu hukum evolusi Darwin -- Survival or the fittest.

Sama seperti buaya dan semut yg sudah tidak mengalami perubahan signifikan sejak masa dinosaurus.

Sekarang kita kembali ke soal 'Ledakan Cambrian'.
Kenapa Zaman Cambrian 'terkesan' memunculkan banyak phylum dalam waktu 'bersamaan'?

Jawabnya adalah di zaman tsb terjadi evolusi yg menghasilkan hewan2 bercangkang / berkulit keras pertama.

Itu berarti di zaman sebelum Cambrian, sebenaranya juma species moluska bisa lebih banyak, hanya karena hewan2 lunak tersebut tidak memiliki bentuk padat yg bisa menjadi fosil dengan baik maka terkesan hanya sedikit species yg hidup di masa Pre-Cambrian.

Kemudian, apakah benar Ledakan Cambrian menghasilkan banyak semua Filum yg bertahan hingga sekarang>??

Jawabnya sama sekali tidak, bahkan sebenarnya 'Ledakan Cambrian' tidak terlalu istimewa apabila melihat kenyataan perkembangan Filum2 secara umum dalam proses evolusi Geologis.

Karena kemunculan Filum2 masih terjadi hingga 10.000 tahun terakhir.

Berikut data dari Berkeley university mengenai periode2 kemunculan Filum :

Era / Zaman :

Vendian : 1
Cambrian : 11
Ordovician : 1
Silurian : 0
Devonian : 1
Carboniferus : 3
Permian : 0
Triassic : 0
Jurassic : 1
Cretaceus : 0
Pasca Cretaceus / modern : 14

So sebenarnya era 70 juta tahun terakhir inilah bsia dibilang 'ledakan filum' terjadi :)

Inipun hanya memuat filum hewan dan bukan tumbuhan ( karena akan lebih banyak lagi ).

Bagaimana dengan fosil hewan peralihan ?

Para Creationist biasanya bukan merupakan praktisi karena mereka hanya sibuk mencari argumen menyerang penemuan2 yg sudah ada, oleh karena itu para Creationist senantiasa berpegang pada argumen2 yg usang dan tidak update dengan penemuan2 terbaru.

Sejak pertengahan 90-an, "Ledakan Cambrian" sudah tidak dipandang sebagai awal munculnya kehidupan dengan filum beraneka - ragam.

John Grotzinger seorang ahli evolusi geologi dari MIT pada tahun 2002 menyelesaikan penelitian yg paling update mengenai fenomena 'Ledakan Cambrian' menemukan bahwa di masa sebelum Zaman Cambrian terdapat beraneka ragam species mahluk hidup.
Namun sesaat sebelum Era Cambrian itu terjadi perubahan radikal dalam lingkungan hidup ( yg semuanya masih berada di laut ) saat terjadi bencana yg menyebabkan samudera berhenti bersirkulasi ( kemungkinan pengaruh pergeseran kontinen ) dan ketika samudra kembali bersirkulasi maka terdapat pelepasan gas2 Karbon Dioksida dan Methana dalam jumlah besar yg mengakibatkan filum2 awal punah menyisakan beberapa species yg memiliki perlindungan diri / kemampuan adaptasi terbaik yg bertahan dan kemudian berkembang di zaman Cambrian.

Jadi tidak adanya fosil filum2 sebelum zaman Cambrian karena mayoritas hewan di saat itu belum bercangkang hingga hampir tidak meninggalkan fosil.

Selain itu munculnya species predator memicu perkembangan bentuk hewan di era Cambrian, masing2 melakukan adaptasi untuk survive ( kembali lagi ke teori Darwin - Survival of the Fittest & Natural Selection )

Hal yg sama terjadi ketika Dinosaurus Punah di akhir zaman Cretaceus dan munculnya mamalia2 besar dan seiring kemunculan 14 Filum baru di era pasca Dinosaurus.

Hewan yg survive dari bencana Cretaceus dihadapkan kepada lingkungan ekstrim baru yg memaksa species2 tsb melakukan 'lompatan evolusi' untuk survive.

Hasilnya seperti masa Cambrian --> Ledakan filum2.

Lucunya kaum Creationist seperti Harun Yahya hanya menggunakan satu bagian dari kenyataan untuk menyerang teori Evolusi dengan istilah2 yg jauh dari etika sains seperti :
" tipuan2, khayalan2, dongeng, materialistis, atheis " lebih mirip propaganda agitatif dari orang fanatik berpikiran sempit ketimbang argumen ke-ilmuan.

Jadi Stephen Jay Gould sebagian benar dengan teori bahwa proses evolusi 'disturbed' ( baca mengalami lompatan mendadak ) dimasa Cambrian, Charles Darwin secara keseluruhan fundamentalnya juga benar dan saya tidak melihat alasan bahwa The Cambrian Explosion bertentangan dengan teori evolusi.

Hiram
18-07-2004, 03:22 AM
Originally posted by Raja`Tega
Untuk teman-temanku semua :
"keruntuhan teori evolusi "

Saya ingin mengomentari secara spesifik menganai Bab 9 dari traktat Harun Yahya sebagaimana file attachment pada postingan Raja Tega :)

Australopithecus

Harun Yahya menulis bahwa Australopithecus sama sekali tidak memiliki kemampuan bipedal dalam artian berjalan tegak seperti manusia.
Harun Yahya bahkan mengatakan bahwa keyakinan para Evolutionist mengenai Bipedalisme Australopithecus selama puluhan tahu akhirnya 'dipatahkan' oleh " dua ahli anatomi kelas dunia " yaitu Lord Solly Zuckerman dan Prof. Charles Oxnard, yg katanya menerangkan bahwa Australopithecus tidak bipedal dan bergerak seperti kera masa kini.

Sekedar info, Genus Australopithecus pertama ditemukan di tahun 1924 dari species Africanus.

Lucunya pendapat2 diatas dinyatakan oleh Zuckerman di antara tahun 1970 - 1970 sebelum fosil Australopithecus yg cukup lengkap ( dengan tulang rusuk, punggung, selangka, paha, dan tungkai kaki ) ditemukan di tahun 1974 yg kemudian terkenal dengan julukan " LUCY ".

Zuckerman menyatakan bahwa Australopithecus berjalan mirip Gorila dengan 4 kaki ( 2 tangan depan mengepal mirip gorila / orang utan ).

Lucunya Harun Yahya lupa bahwa Chales Oxnard di tahun 1975 mulai merubah pernyataanya dan memajukan kemungkinan bahwa Lucy ( Autralopitchecus Afarensis ) kemungkinan bipedal.
Kemudian di tahun 1987 Oxnard mengkonfirmasi dengan kepastian berdasarkan penelitiannya thd fosil Lucy bahwa Australopithecus adalah bipedal murni.

Bahkan Duane Gish, seorang Cretionist yg menentang kemungkinan bipedalisme Australopithecus sebelum ditemukannya Lucy di thn 1974 mulai meralat pendiriannya di pertengahan tahun 1985 dengan menyimpulkan bahwa :
" Australopithecus Afarensis berjalan dengan 2 kaki "
Tapi
" Not walk upright in the human manner ".

So ?

Australopithecus oleh ilmuawan Evolutionist diyakini adalah species paling mendekati ( kalau tidak bisa disebut sempurna ) sebagai - missing link paling penting dan merupakan neneok moyang homo sapiens pertama yg meninggalkan pohon untuk hidup di daratan dan berjalan dengan 2 kaki.

Jadi sebagi species peralihan pertama tidak masalah apabila memang Australopithecus tidak berjalan sempurna sebagaimana manusia ( homo sapiens ) karena FULL TIME BIPEDALITY saja sudah cukup valid untuk membuktikan adanya missing link antara Kera dan Manusia.

Randal Susman dan Stern, Ahli morfologi dan evolusi dari Univ.Chicago menambahkan

" Afarensis is very close to what can be called 'a missing link'. It possesses a combination of traits entirely appropriate for an animal that had traveled well down the road toward full time bipedality .."

Dari tulang2 fosil yg ada :
- Femur
- Patella ( tempurung kaki )
- Pelvis
- Iliac Blade ( tulang kaki ) dll

Khusus mengenai engsel tulang tempurung, Australopithecus bisa dibilang sama persis dengan tulang engsel manusia modern dan hanya dibedakan skala ( Australopithecus lebih kecil dari manusia modern )
Karena tinggi mereka antara 110cm - 152cm.

Bertolak belakang dengan argumen Harun Yahya yg menggambarkan gigi taring dan geraham Australopitchecus yg 'katanya' tajam mirip kera,
pada kenyataannya Australopithecus Afarensis memiliki gigi taring yg lebih kecil dari kera dan sedikit lebih tajam dari manusia modern ( karena mereka masih memakan makanan mentah. daging mentah dan umbi2an jadi tentu secara adaptatif masih membutuhkan taring untuk mengoyak makanannya )

Pada species setelah Australopithecus Afarensis, yaitu Australopithecus Africanus, bentuk tulang dagu sudah berbentuk parabole sempurna mirip manusia modern dan semakin menjauhi tulang dagu kera / monyet yg lebih bersudut / persegi.

dipastikan Lucy mewakili species yg full time Bipedal.

Fosil Australopithecus Afarensis setidaknya ditemukan terkonsentrasi di 5 lokasi berbeda.

Australopithecus Afarensis belum memiliki kemampuan berbicara dan masih berkomunikasi dengan body language dan teriakan2 primata.

Hiram
18-07-2004, 03:38 AM
Homo Habilis

Sama seperti Australopithecus, kaum Crationist kembali menggunakan alasan sama " species ini tidak ada hubungannya dengan manusia "

Kenyataannya, species yg muncul antara 2,1 hingga 1,1 juta tahun lalu ini memiliki kemajuan signifikan dari species sebelumnya ( Australopithecus )

Antara lain adalah kemampuan untuk menggunakan alat permanen ( alat sederhana yg dibentuk dari batu atau kayu untuk membantu menggali, mengupas kulit buah ).
Jauh berbeda dengan kera simpanse yg pintar sekalipun yg hanya mampu menggunakan alat secara temporer tanpa memiliki kemampuan untuk membentuk sesuai kegunaannya.

Secara fisik masih mirip dengan Australopithecus, tapi memiliki bentuk otak lebih mendekati homo sapiens dan di area otak yg dikenal dengan nama ' Broca Area ' ( yg menunjukan kemampuan berbicara ) terdapat tanda signifikan bahwa Homo Habilis memiliki kemampuan berbicara dengan suara dan dialek paling sederhana.
Yang jelas penggunaan body language amat berkurang dan memungkinkan pengajaran akan survival dari orang tua ke anak2 dalam bentuk paling awal - secara verbal.

Sementara susunan gigi seperti pada temuan fosil di Tanzania tahun 1995 memiliki susunan dan bentuk rahang amat mirip dengan homo sapiens hanya masih lebih besar ( gigi taring bentuknya mirip manusia modern dengan skala sedikit lebih besar ).

Homo Habilis adalah peralihan antara Species Australopihecus dengan Homo Erectus.

Hiram
18-07-2004, 03:54 AM
Sekian dulu untuk saat ini,
Berikutnya saya akan melanjutkan membahasa argumen Creationist mengenai species2 berikut seperti Homo Erectus / Ergaster/ Neanderthal.

Saya ingin mereview dua species yg sudah saya posting ini

Australopithecus tertua adalah Australopithecus ramidus hidup antara 5,8 - 4.5 juta tahun lalu

Kemudian species Australopithecus Anamensis - 4.5 - 3.9 juta tahun lalu

Lalu Australopithecus Afarensis antara 3,9 - 3 juta tahun lalu.

Setelah itu ada 3 subspecies yaitu Australopithecus Garhi, Australopithecus Aethiopicus, Africanus dan Robustus yg hidup antara 3 hingga 1,5 juta tahun lalu.

Homo Habilis sendiri eksist antara 2,1 - 1,1 juta tahun lalu.

Kedua species ini hidup hanya di Afrika dan memang fosilnya hanya ditemukan di Afrika.

Sementara Species sesudah Homo Habilis yaitu Homo Erectus ditemukan menyebar di Afrika, Asia, dan Eropa sesuai dan mendukung teori 'Out of Africa' dimana saat era Homo Erectus terjadi ledakan populasi hominid pertama yg memicu migrasi pertama.

Setelah itu beberapa species Homo Erectus di Asia statis, sedangkan species Homo Erectus di Eropa berevolusi menjadi homo Neanderthal.
Di saat yg hampir bersamaan species Homo Erectus di Afrika mengalami evolusi menjadi homo sapiens ( manusia modern ) dan kemudian melakukan migrasi 'Out of Africa' yg kedua kalinya mengisi kantong2 bekas nenek moyang mereka di Asia, dan juga melakukan persaingan terbuka dengan 'sepupu' mereka dari Eropa yaitu Homo Neandhertal hingga akhirnya 30.000 tahun lalu Homo Sapiens keluar sebagai 'pemenang' species yg bertahan dari genus homo hingga saat ini.

Bermula dari Natural Selection - ketika primata muncul dari filumnya, kemudian lewat Survival of The Fittest homo sapiens bertahan sebagai satu2nya bipedal dari genus homo saat ini.

Raja`Tega
19-07-2004, 08:55 AM
heheheh, lengkap bgt bahasannya Basten.......thx ya buat tanggapannya

tp gw mungkin akan mengembalikan ke belakang (pd pokok permasalahannya), yaitu perseteruan antara keyakian bahwa "alam semesta itu diciptakan" dan keyakinan bahwa "alam semesta itu terjadi secara kebetulan".

Skrg gw mo melemparkan sebuah pernyataan (atau pertanyaan) :
- Berapa kemungkinan (probabilitas) kehidupan itu terjadi secara "kebetulan" ?

- Jika memang bisa terjadi secara kebetulan, bagaimana keteraturan itu bisa terjadi (apakah tidak ada yg mengatur ? )

- Liat sekeliling anda (pesawat telepon, pulpen, meja, kursi) yakinkah anda benda2 itu terjadi secara kebetulan ?

- Anak tangga yg dibuat sedemikan serupa shg kita bisa menaiki lantai yang lebih atas, apakah mengatur dirinya sendiri shg bisa dinaiki oleh kita ?

- Batu-bata yg menyusun tembok rumah, apakah bisa dengan sendirinya menyusun dirinya sendiri dan tersusun mjd sebuah tembok yg kokoh ?

- Hasil desain pembangunan gedung pencakar langit yg megah, apakah terjadi dengan sendirinya ?

- Sekarang seekor gajah, monyet, atau hewan lainnya, dengan desain yg begitu rumit, terjadi dengan sendirinya ? Sebuah desain tentunya ada yg mendesain bukan ?

Raja`Tega
19-07-2004, 08:59 AM
Teori Evolusi yg dulu bersikukuh dengan konsep alam semesta statis skrg mencari alternatif2 lain seiring munculnya konsep big bang. Kenapa tidak konsisten dengan pendiriannya ?

Raja`Tega
19-07-2004, 09:06 AM
Selama empat dekade terakhir, bio-kimia modern telah berhasil menyingkap rahasia sel. Hal ini menuntut puluhan ribu orang mendedikasikan bagian terbaik dari hidup mereka untuk pekerjaan laboratorium yang membosankan.... Usaha kumulatif meneliti sel, yang berarti meneliti kehidupan di tingkat molekuler, menghasilkan sebuah teriakan tajam, jelas dan nyaring, "Desain!". Hasilnya sangat jelas dan begitu signifikan, sehingga harus dikategorikan sebagai sebuah pencapaian terbesar dalam sejarah ilmu pengetahuan.... Anehnya, kerumitan yang luar biasa dari sebuah sel ini disambut dengan kesadaran yang tak terungkap. Mengapa komunitas ilmuwan tidak antusias menyambut penemuan yang mengejutkan ini? Mengapa observasi desain ini diselimuti dengan tabir intelektual? Yang menjadi dilema adalah bahwa ketika satu sisi seekor gajah diberi label “intelligent design”, sisi yang lain harus diberi label “Tuhan”.

Mereka yang terus-menerus mengabaikan tanda-tanda dan bukti-bukti nyata keberadaan Pencipta akan kehilangan seluruh kepekaan. Mereka terperangkap dalam kepercayaan diri yang menyesatkan akibat memudarnya kepekaan, dan akhirnya menjadi pendukung kemustahilan. Contohnya Richard Dawkins, seorang evolusionis terkemuka yang menyeru umat Kristen untuk tidak meyakini mukjizat, bahkan jika mereka melihat patung Bunda Maria melambaikan tangannya. Menurut Dawkin, “Mungkin saja semua atom penyusun lengan patung itu kebetulan bergerak ke arah yang sama pada saat bersamaan — suatu kejadian dengan probabilitas teramat kecil, tetapi mungkin terjadi.”

red_pr!nce
19-07-2004, 09:08 AM
Karena pengetahuan manusia terikat oleh ruang dan waktu. Oleh karena itu tidak abadi. Maka, diperlukanlah perubahan untuk mengantisipasi kemajuan zaman.

Lagipula, pengetahuan manusia selalu berubah menjadi lebih baik.

Raja`Tega
19-07-2004, 10:07 AM
Originally posted by red_pr!nce
Karena pengetahuan manusia terikat oleh ruang dan waktu. Oleh karena itu tidak abadi. Maka, diperlukanlah perubahan untuk mengantisipasi kemajuan zaman.

Lagipula, pengetahuan manusia selalu berubah menjadi lebih baik.

benar sekali. Tetapi banyak sekali (termasuk teori evolusi) yg bersifat dogmatis ideologis, dimana teori tsb tetap dipaksakan diterima hanya karena mempertahankan dogma ideologis dimana untuk menafikkan adanya Sang Pencipta. Jadi menurut kamu, bagaimana tentang hal ini ?

red_pr!nce
19-07-2004, 10:30 AM
Originally posted by Raja`Tega
benar sekali. Tetapi banyak sekali (termasuk teori evolusi) yg bersifat dogmatis ideologis, dimana teori tsb tetap dipaksakan diterima hanya karena mempertahankan dogma ideologis dimana untuk menafikkan adanya Sang Pencipta. Jadi menurut kamu, bagaimana tentang hal ini ?

Semua yang ada di dunia ini relatif, tidak ada kebenaran sejati. Jadi selayaknya para evolusionis jangan terlalu ngotot untuk mempertahankan dogma yg tidak bisa dibuktikan oleh mereka sendiri. Bila dogma evolusionisme telah terbukti, it's okay untuk diterima. Tapi bila belum terbukti, ya lebih baik lihat teori-teori lain yg lebih 'masuk akal' dan lebih diterima.

Tentang adanya Sang Pencipta, jawab sendiri deh pake hati. Kalo udah ngomongin agama, akhirannya pasti jadi mandeq, karena agama juga mengajarkan dogma spt halnya teori evolusionis yg belum tentu bisa dibuktikan.

So, jangan percaya apapun yg tertulis di kitab suci atau di riset, atau karena itu adalah perkataan para guru dan para ahli. Selidiki sendiri dulu, kalo benar, silakan terima. :D

Raja`Tega
19-07-2004, 11:25 AM
Originally posted by red_pr!nce
Semua yang ada di dunia ini relatif, tidak ada kebenaran sejati. Jadi selayaknya para evolusionis jangan terlalu ngotot untuk mempertahankan dogma yg tidak bisa dibuktikan oleh mereka sendiri. Bila dogma evolusionisme telah terbukti, it's okay untuk diterima. Tapi bila belum terbukti, ya lebih baik lihat teori-teori lain yg lebih 'masuk akal' dan lebih diterima.

Tentang adanya Sang Pencipta, jawab sendiri deh pake hati. Kalo udah ngomongin agama, akhirannya pasti jadi mandeq, karena agama juga mengajarkan dogma spt halnya teori evolusionis yg belum tentu bisa dibuktikan.

So, jangan percaya apapun yg tertulis di kitab suci atau di riset, atau karena itu adalah perkataan para guru dan para ahli. Selidiki sendiri dulu, kalo benar, silakan terima. :D

nah disini ada yg gw gak setuju ama pernyataan lo. Pertama, Tuhan memberikan kita akal untuk berpikir. Melalui proses berpikir inilah kita bisa menemukan sesuatu yang kiya yakini, kecuali memang yg kita yakini sekedar kita terima begitu saja tanpa melalui proses berpikir (tanpa menggunakan akal). Nah, penerimaan yg tanpa melalui proses berpikir inilah yg namanya "dogma".

Jadi menurut gw agama itu bukanlah dogma, jika memang keyakinannya melalui proses berpikir yg sehat tentunya. Tentang kita harus menyelidikanya sendiri apa yg tertuang dalam Kitab Suci, wah itu adalah wilayah kekuasaan Tuhan dimana manusia hanya bisa menjamah yg bida diinderanya saja. Dan manusia juga telah dibekali akal untuk berpikir ttg hal itu bukan ? Ada buku ttg memahami Allah (maaf, soalnya saya muslim) menggunakan akal. saya attach di postingan ini, mungkin menarik untuk anda baca.

Pembicaraan jika menyangkut agama mengapa mandeg ? itu juga krn adanya opini di masyarakat bahwa ilmu pengetahuan tidak in-line dengan agama, padahal sudah menjadi perkembangan baru didunia ilmu pengetahuan bahwa sebenarnya science sangat sejalan dg agama, dan kita diforum ini juga sepakat bisa menyangkutpautkan dg agama asalkan tidak mengandung unsur sara (menjelek-jelekkan agama lain, dsb).

Raja`Tega
19-07-2004, 03:00 PM
http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/59a.jpg

http://www.evolutiondeceit.com/indonesian/images_evolucionismo/59b.jpg

Seleksi alam menyatakan bahwa makhluk-makhluk hidup yang lebih mampu menyesuaikan diri dengan kondisi alam habitatnya akan mendominasi dengan cara memiliki keturunan yang mampu bertahan hidup, sebaliknya yang tidak mampu akan punah. Sebagai contoh, dalam sekelompok rusa yang hidup di bawah ancaman hewan pemangsa, secara alamiah rusa-rusa yang mampu berlari lebih kencang akan bertahan hidup. Itu memang benar. Akan tetapi, hingga kapan pun proses ini berlangsung, tidak akan membuat rusa-rusa tersebut menjadi spesies lain. Rusa akan tetap menjadi rusa.

tabriz kaworu
19-07-2004, 10:35 PM
Pro evolusi nih...
Bukannya Evolusi = Evolusi Gen? dalam Rusa mungkin terjadi suatu perubahan (Delesi/Insersi/Inversi/Mutasi), sehingga terhasilkan Gen "kaki cepat" dan "kaki lambat".
Jadi kalo ada gen "Kaki cepat" dan "kaki lambat", maka rusa yg mempunyai gen "kaki lambat" sacara relatif jumlahnya akan semakin berkurang(Mati) dibanding rusa berGen "kaki cepat". Nah secara otomatis keturunan selanjutnya akan lebih banyak yg berGen " kaki cepat". Nah berikutnya terjadi Mutasi Gen lagi...dst.
Jadi selama Gen bisa berubah, mahkluk hidup bisa berubah.

Raja`Tega
20-07-2004, 06:53 AM
memang mutasi gen terjadi. Ini juga banyak terjadi pada binatang yg misalnya terkena rediasi atau semacamnya. Tp apakah hal ini bisa menjelaskan : apakah nenek moyang manusia itu kera ?

Pertanyaan kedua : apakah mutasi gen itu terjadi dengan sendirinya secara kebetulan ? Berapa probabilitasnya ?

Raja`Tega
20-07-2004, 07:24 AM
ini tanggapan untuk postingan Basten No. 596 & 597 ( mau gw quote kepanjangan, kalo dipotong takut informasinya ada yg mjd berubah )

Adalah fakta bahwa cara berjalan Australiopithecus adalah permasalahan yang masih dipertentangkan. Namun demikian pendapat yang disepakati bersama adalah bahwa anggota-anggota genus ini hidup di pepohonan, dan bahwa mereka menggunakan kedua kaki mereka ketika berjalan di atas tanah. Telah diterima bahwa penggunaan kedua kaki ini tidaklah seperti pada manusia, dan faktanya memang sangatlah berbeda, dan merupakan cara berjalan yang lebih membungkuk dibandingkan manusia.

Lantas jika Australopithecus berjalan lebih tegak dibanding kera-kera yang masih ada sekarang, maka ini akan membuktikan apa? Kini bumi kaya akan beragam spesies kera, dan tidaklah terlalu jauh untuk beranggapan bahwa keanekaragaman ini bahkan lebih besar di masa lampau dan ini juga berlaku pada cara jalan mereka. Apa yang penting di sini adalah bahwa pengaturan silsilah evolusi tidak dapat dilakukan di antara jenis-jenis kera ini.

Dalam sebuah tulisan tentang tengkorak tersebut yang diberi judul "New Fossil Discovery Sinks Evolutionary Theories" (“Temuan Fosil Terbaru Menenggelamkan Teori Evolusi”) , dinyatakan bahwa fosil berusia tujuh juta tahun bernama Sahelanthropus tchadensis , kendatipun usianya yang sangat tua, ternyata lebih “mirip manusia” dibandingkan genus Australopithecus, yang tergolong berusia lebih muda dan telah dikemukakan sebagai nenek moyang primitif manusia. Dituliskan bahwa bukti ini akan mencabut pohon silsilah evolusi keluar hingga ke akar-akarnya.

Raja`Tega
20-07-2004, 09:06 AM
Harun Yahya juga menulis berdasarkan research dalam wadah : Science Research Foundation ( SRF ).

Ini website nya :

SCIENCE RESEARCH FOUNDATION (http://www.srf-tr.org/)

Raja`Tega
20-07-2004, 03:57 PM
ada buku menarik, sayangnya gw belum dapetin e-book, doc, atau pdf nya.

judulnya : Why I'm Not an Evolutionist

From Stand to Reason's Mere Creation conference, Greg Koukl exposes the weakness of the two essential pillars of Darwinism in a way anyone can follow. He then gives three powerful empirical reasons to take Intelligent Design seriously.
No need to pit "faith" against fact to refute evolution. An awareness of a few scientific realities is all you need. A computer Study Tool for this topic is also available.

This tape is included in the Student Survival Kit and Answering the Challenge of Evolution. It's also available on CD with pdf study notes.

Raja`Tega
20-07-2004, 04:28 PM
“One of the reasons evolution continues to survive is that paleontologists believe geneticists have the real evidence [for evolution], and geneticists believe that paleontologists have the evidence, and so on around the various specialties within biology, each man passing the buck for evidence to the next man. Since professionals in different disciplines rarely talk with one another about such matters, the myth of overwhelming support for evolution continues. …

Sometimes people ask me how virtually all the evolutionists in the world could be so wrong about such an important issue as human origins. Answer : it wouldn’t be the first time.”

(Dr Gary Parker, PhD in biology, creationist scientist, biologist and palaeontologist, former university lecturer in evolution, Science Faculty Fellow of the US National Science Foundation, Creation Facts of Life, 1997 [2] )

-----------------------------------------------------------------------------
“Regardless of how robustly dogmatic assertions to the contrary may be, even if they are made by the American Association for the Advancement of Science and endorsed by fifty thousand scientists, human evolution is simply not proven.”

(William Fix, evolutionist, 1984 [3] )
-----------------------------------------------------------------------------

“I really do think that people have been so brainwashed into believing that evolution is a proven fact rather than one possible interpretation of the facts (which is a very different matter), that they are extremely surprised to find a practising scientist who at least appears to be intelligent espousing the cause of the Biblical account. … It is possible to be wholly scientific and at the same time to accept the opening chapters of Genesis as sober history. I think that what’s required is that we recognise that science has its limitations.”

(Professor E.H. Andrews, PhD, creationist scientist and Professor of Material Science at Queen Mary College, London University [4] )
-----------------------------------------------------------------------------------

“A person may choose any group of animals or plants, large or small, or pick one at random. He may then go to a library and with some patience he will be able to find a qualified author who says that the evolutionary origin of that form is not known.”

(Dr Bolton Davidheiser, zoologist and creationist scientist, 1969 [5] )

-------------------------------------------------------------------------------
“Science does not claim a 10 billion year history of the world. Such a claim is beyond its scope. It only claims that, if we assume that the present laws of nature were always in force, then the world is that old. But, according to the simple meaning of the Torah’s narrative, the world – and the laws of nature with it – were created 5,740 years ago. This denies the non-scientific assumption of the scientists and does not quarrel with their scientific reasoning. In other words, the Torah does not at all contradict the claims of science, but only the hypothesis of scientists, which is not science at all.”

(Leo Levi, Jewish scholar, 1983 [6] )
--------------------------------------------------------------------------------

“I know of no finding in archaeology that’s properly confirmed which is in opposition to the Scriptures. The Bible is the most accurate history textbook the world has ever seen.”

(Dr Clifford Wilson, former Director of the Australian Institute of Archaeology [7] )

----------------------------------------------------------------------------------
“There is no evidence based solely on solar observations that the Sun is 4.5-5 x 109 [i.e. 4.5 to 5 billion] years old. I suspect that the sun is 4.5 billion years old. However, given some new and unexpected results to the contrary, and some time for frantic recalculation and theoretical readjustment, I suspect that we could live with Bishop Ussher’s value for the age of the earth and sun [i.e. 6,000 years old]. I don’t think we have much in the way of observational evidence in astronomy to conflict with that.”

(Dr John Eddy, PhD in Astrogeophysics, Solar Astronomer at the High Altitude Observatory at Boulder, Colorado, Geotimes, 1978 )

--------------------------------------------------------------------------------
Evolution theory is a religious belief that fundamentally requires adherence to the religion of atheism and/or the religion of pantheism. “Evolution” is a hypothetical, unobserved process (without any known scientific mechanism) by which all things in the universe are said to have created themselves from nothing without needing the existence of a Creator. Evolution is a hypothetical process of onwards-and-upwards self-improvement where all things somehow create themselves and somehow increase their complexity of their own accord :

“Once in a while an evolutionist will say that any farmer who practices selective breeding is practising evolution. But as one farmer put it, ‘Mister, when I cross pigs, I get pigs. I don’t get dogs and cats and horses.’ ”

(Dr Gary Parker, PhD in biology, creationist scientist, biologist and palaeontologist, former university lecturer in evolution, Science Faculty Fellow of the US National Science Foundation, Creation Facts of Life, 1997 [9] )
----------------------------------------------------------------------------

“When someone asks if I believe in evolution, I’ll often say, ‘Why, yes, no, no, yes, no.’ The answer really depends on what the person means by evolution. In one sense, evolution means ‘change’. Do I believe in change ? Yes, indeed – I’ve got some in my pocket ! But change isn’t the real question, of course. Change is just as much a part of the creation model as the evolution model. The question is, what kind of change do we see : change only within kind (creation), or change also from one kind to others (evolution) ?”

(Dr Gary Parker, PhD in biology, creationist scientist, biologist and palaeontologist, former university lecturer in evolution, Science Faculty Fellow of the US National Science Foundation, Creation Facts of Life, 1997 [10] )
-----------------------------------------------------------------------------------

By one of the foundational laws of logic (the “law of excluded middle”) we know that either things were made or they were not made. Logically, there is no third alternative. If they were made, they were made by someone or something – this is the concept of creation. If they were not made by someone or something, they must have made themselves – this is the concept of evolution :

“Creation and evolution, between them, exhaust the possible explanations for the origin of living things. Organisms either appeared on the earth fully developed or not. … If they did appear in a fully developed state, they must have been created by some omnipotent intelligence.”

(Douglas Futuyma, evolutionist and biologist, Science on Trial, 1983 [11] )

wadokai_indo
20-07-2004, 11:54 PM
Ini adalah contoh mahluk yang berubah dari satu bentuk ke bentuk lain. Bukan cuma evolusi tapi revolusi :)

(Becanda dikit boleh dong! :P )

Hiram
21-07-2004, 11:01 AM
Saya akan jawab di week-end supaya lebih komprehensif.
Mohon maaf tidak bisa langsung menjawab karena saya di pihak yg harus menyanggah dan sanggahan saya perlu referensi dari berbagai sumber mengingat hal ini tidak hanya menyangkut evolusi saja tapi sudah menyangkut Paleontologi, Astronomi dan beberapa bidang fisika.

Saya perlu waktu untuk membuat rangkumannya .... ini perlu waktu.
Tentu Mas Raja Tega bisa dengan cepat membuat sanggahan2 ini karena tinggal copy-paste :)

Tentu nanti akan tiba giliran saya mempertanyakan balik semua sanggahan2 ini.

setelah itu saya akan mempertanyakan balik dasar2 Creationis kepada mas Raja Tega.

So silahkan untuk posting semua sanggahan yg ada supaya bisa saya jawab akhir minggu ini.

Raja`Tega
21-07-2004, 01:33 PM
ok bro...... :) tp kalo week eng gw gak bisa on line jd ya gw jawabnya pas work day ya..............

sanggahan utk sementara segitu dulu aja deh..........

Raja`Tega
21-07-2004, 03:28 PM
Ini beberapa buku yg menyanggah teori evolusi (non Harun Yahya)

http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keruntuhan/53bb.jpg

http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keruntuhan/53aaa.jpg

http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keruntuhan/53b.jpg

http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keruntuhan/53a.jpg

http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keruntuhan/53bbb.jpg

http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keruntuhan/53pp.jpg

http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keruntuhan/53cc.jpg

http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keruntuhan/53ccc.jpg

http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keruntuhan/53c.jpg

http://www.harunyahya.com/indo/buku/images_keruntuhan/53aa.jpg

Raja`Tega
21-07-2004, 03:37 PM
Lamarck
Menurut Lamarck, makhluk hidup mewariskan ciri-ciri yang mereka dapatkan selama hidupnya dari satu generasi ke generasi berikutnya, sehingga terjadilah evolusi. Sebagai contoh, jerapah berevolusi dari binatang yang menyerupai antelop. Perubahan itu terjadi dengan memanjangkan leher mereka sedikit demi sedikit dari generasi ke generasi ketika berusaha menjangkau dahan yang lebih tinggi untuk memperoleh makanan.

Darwin
Saat menyusun teorinya, Darwin terkesan oleh para ahli biologi evolusionis (Lamarck).Darwin menggunakan hipotesis Lamarck tentang "pewarisan sifat-sifat yang diperoleh" sebagai faktor yang menyebabkan makhluk hidup berevolusi.
Gagasannya menyatakan bahwa individu-individu yang beradaptasi pada habitat mereka dengan cara terbaik, akan menurunkan sifat-sifat mereka kepada generasi berikutnya. Sifat-sifat yang menguntungkan ini lama-kelamaan terakumulasi dan mengubah suatu individu menjadi spesies yang sama sekali berbeda dengan nenek moyangnya. (Asal usul "sifat-sifat yang menguntungkan" ini belum diketahui pada waktu itu.) Menurut Darwin, manusia adalah hasil paling maju dari mekanisme ini.
Darwin menamakan proses ini "evolusi melalui seleksi alam". Ia mengira telah menemukan "asal usul spesies": suatu spesies berasal dari spesies lain. Ia mempublikasikan pandangannya ini dalam bukunya yang berjudul The Origin of Species, By Means of Natural Selection pada tahun 1859.

Darwin sadar bahwa teorinya menghadapi banyak masalah. Ia mengakui ini dalam bukunya pada bab "Difficulties of the Theory". Kesulitan-kesulitan ini terutama pada catatan fosil dan organ-organ rumit makhluk hidup (misalnya mata) yang tidak mungkin dijelaskan dengan konsep kebetulan, dan naluri makhluk hidup. Darwin berharap kesulitan-kesulitan ini akan teratasi oleh penemuan-penemuan baru; tetapi bagaimanapun ia tetap mengajukan sejumlah penjelasan yang sangat tidak memadai untuk sebagian kesulitan tersebut. Seorang ahli fisika Amerika, Lipson, mengomentari "kesulitan-kesulitan" Darwin tersebut:

Ketika membaca The Origin of Species, saya mendapati bahwa Darwin sendiri tidak seyakin yang sering dikatakan orang tentangnya; bab "Difficulties of the Theory" misalnya, menunjukkan keragu-raguannya yang cukup besar. Sebagai seorang fisikawan, saya secara khusus merasa terganggu oleh komentarnya mengenai bagaimana mata terbentuk.4

Di saat gema buku Darwin tengah berkumandang, seorang ahli botani Austria bernama Gregor Mendel menemukan hukum penurunan sifat pada tahun 1865. Meskipun tidak banyak dikenal orang hingga akhir abad ke-19, penemuan Mendel mendapat perhatian besar di awal tahun 1900-an. Inilah awal kelahiran ilmu genetika. Beberapa waktu kemudian, struktur gen dan kromosom ditemukan. Pada tahun 1950-an, penemuan struktur molekul DNA yang berisi informasi genetis menghempaskan teori evolusi ke dalam krisis. Alasannya adalah kerumitan luar biasa dari kehidupan dan ketidakabsahan mekanisme evolusi yang diajukan Darwin.

Perkembangan ini seharusnya membuat teori Darwin terbuang dalam keranjang sampah sejarah. Namun ini tidak terjadi, karena ada kelompok-kelompok tertentu yang bersikeras merevisi, memperbarui dan mengangkat kembali teori ini pada kedudukan ilmiah. Kita dapat memahami maksud upaya-upaya tersebut hanya jika menyadari bahwa di belakang teori ini terdapat tujuan ideologis, bukan sekadar kepentingan ilmiah.

Raja`Tega
21-07-2004, 03:40 PM
NEO-DARWINISME
Teori Darwin jatuh terpuruk dalam krisis karena hukum-hukum genetika yang ditemukan pada perempat pertama abad ke-20. Meskipun demikian, sekelompok ilmuwan yang bertekad bulat tetap setia kepada Darwin berusaha mencari jalan keluar. Mereka berkumpul dalam sebuah pertemuan yang diadakan oleh Geological Society of America pada tahun 1941. Ahli genetika seperti G. Ledyard Stebbins dan Theodosius Dobzhansky, ahli zoologi seperti Ernst Mayr dan Julian Huxley, ahli paleontologi seperti George Gaylord Simpson dan Glenn L. Jepsen, dan ahli genetika matematis seperti Ronald Fisher dan Sewall Right, setelah pembicaraan panjang akhirnya menyetujui cara-cara untuk "menambal sulam" Darwinisme.

Kader-kader ini berfokus kepada pertanyaan tentang asal usul variasi menguntungkan yang diasumsikan menjadi penyebab makhluk hidup berevolusi -sebuah masalah yang tidak mampu dijelaskan oleh Darwin sendiri dan dielakkan dengan bergantung pada teori Lamarck. Gagasan mereka kali ini adalah "mutasi acak" (random mutations). Mereka menamakan teori baru ini "Teori Evolusi Sintetis Modern" (The Modern Synthetic Evolution Theory), yang dirumuskan dengan menambahkan konsep mutasi pada teori seleksi alam Darwin. Dalam waktu singkat, teori ini dikenal sebagai "neo-Darwinisme" dan mereka yang mengemukakannya disebut "neo-Darwinis".

Beberapa dekade berikutnya menjadi era perjuangan berat untuk membuktikan kebenaran neo-Darwinisme. Telah diketahui bahwa mutasi - atau "kecelakaan" - yang terjadi pada gen-gen makhluk hidup selalu membahayakan. Neo-Darwinis berupaya memberikan contoh "mutasi yang menguntungkan" dengan melakukan ribuan eksperimen mutasi. Akan tetapi semua upaya mereka berakhir dengan kegagalan total.

Mereka juga berupaya membuktikan bahwa makhluk hidup pertama muncul secara kebetulan di bawah kondisi-kondisi bumi primitif, seperti yang diasumsikan teori tersebut. Akan tetapi eksperimen-eksperimen ini pun menemui kegagalan. Setiap eksperimen yang bertujuan membuktikan bahwa kehidupan dapat dimunculkan secara kebetulan telah gagal. Perhitungan probabilitas membuktikan bahwa tidak ada satu pun protein, yang merupakan molekul penyusun kehidupan, dapat muncul secara kebetulan. Begitu pula sel, yang menurut anggapan evolusionis muncul secara kebetulan pada kondisi bumi primitif dan tidak terkendali, tidak dapat disintesis oleh laboratorium-laboratorium abad ke-20 yang tercanggih sekalipun.

Teori neo-Darwinis telah ditumbangkan pula oleh catatan fosil. Tidak pernah ditemukan di belahan dunia mana pun "bentuk-bentuk transisi" yang diasumsikan teori neo-Darwinis sebagai bukti evolusi bertahap pada makhluk hidup dari spesies primitif ke spesies lebih maju. Begitu pula perbandingan anatomi menunjukkan bahwa spesies yang diduga telah berevolusi dari spesies lain ternyata memiliki ciri-ciri anatomi yang sangat berbeda, sehingga mereka tidak mungkin menjadi nenek moyang dan keturunannya.

Punctuated Equilibrium

Sebagian besar ilmuwan yang mempercayai evolusi menerima teori neo-Darwinis bahwa evolusi terjadi secara perlahan dan bertahap. Pada beberapa dekade terakhir ini, telah dikemukakan sebuah model lain yang dinamakan "punctuated equilibrium". Model ini menolak gagasan Darwin tentang evolusi yang terjadi secara kumulatif dan sedikit demi sedikit. Sebaliknya, model ini menyatakan evolusi terjadi dalam "loncatan" besar yang diskontinu.


Pembela fanatik pendapat ini pertama kali muncul pada awal tahun 1970-an. Awalnya, dua orang ahli paleontologi Amerika, Niles Eldredge dan Stephen Jay Gould, sangat sadar bahwa pernyataan neo-Darwinis telah diruntuhkan secara absolut oleh catatan fosil. Fosil-fosil telah membuktikan bahwa makhluk hidup tidak berasal dari evolusi bertahap, tetapi muncul tiba-tiba dan sudah terbentuk sepenuhnya. Hingga sekarang neo-Darwinis senantiasa berharap bahwa bentuk peralihan yang hilang suatu hari akan ditemukan. Eldredge dan Gould menyadari bahwa harapan ini tidak berdasar, namun di sisi lain mereka tetap tidak mampu meninggalkan dogma evolusi. Karena itulah akhirnya mereka mengemukakan sebuah model baru yang disebut punctuated equilibrium tadi. Inilah model yang menyatakan bahwa evolusi tidak terjadi sebagai hasil dari variasi minor, namun dalam per-ubahan besar dan tiba-tiba.

Model ini hanya sebuah khayalan. Sebagai contoh, O.H. Shindewolf, seorang ahli paleontologi dari Eropa yang merintis jalan bagi Eldredge dan Gould, menyatakan bahwa burung pertama muncul dari sebutir telur reptil, sebagai "mutasi besar-besaran" (gross mutation), yakni akibat "kecelakaan" besar yang terjadi pada struktur gen.6 Menurut teori tersebut, seekor binatang darat dapat menjadi paus raksasa setelah mengalami perubahan menyeluruh secara tiba-tiba. Pernyataan yang sama sekali bertentangan dengan hukum-hukum genetika, biofisika dan biokimia ini, sama ilmiahnya dengan dongeng katak yang menjadi pangeran! Dalam ketidakberdayaan karena pandangan neo-Darwinis terpuruk dalam krisis, sejumlah ahli paleontologi pro-evolusi mempercayai teori ini, teori baru yang bahkan lebih ganjil daripada neo-Darwinisme itu sendiri.

Satu-satunya tujuan model ini adalah memberikan penjelasan untuk mengisi celah dalam catatan fosil yang tidak dapat dijelaskan model neo-Darwinis. Namun, usaha menjelaskan kekosongan fosil dalam evolusi burung dengan pernyataan bahwa "seekor burung muncul tiba-tiba dari sebutir telur reptil" sama sekali tidak rasional. Sebagaimana diakui oleh evolusionis sendiri, evolusi dari satu spesies ke spesies lain membutuhkan perubahan besar informasi genetis yang menguntungkan. Akan tetapi, tidak ada mutasi yang memperbaiki informasi genetis atau menambahkan informasi baru padanya. Mutasi hanya merusak informasi genetis. Dengan demikian, "mutasi besar-besar