View Full Version : APakah manusia berasal dari kera?
Raja`Tega
30-07-2004, 01:46 PM
Oleh karena itu, supaya tidak salah paham aku posting aslinya yg masih berbahasa Inggris dr percobaan Crompton, supaya yang lain bisa baca. :)
Dan semua ulasan Mas Basten akan saya terima, akan saya analisa apakah sesuai dengan apa yg dibenak saya. Oke, saya tunggu ya, mas.
Masalah ketidakmampuan saya dlm memahami, wah saya sendiri juga merasa demikian. Akal pikiran saya memang sangat terbatas. Jadi kalo Mas Basten bisa mengajari saya, mohon petunjuknya.
Zuckerman hasil penelitiannya memang sudah tidak terpakai karena ada hasil2 eksperimen yg lain, posting saya yg diquote sama mas Basten kan tertera diakhir :
Australopithecus bipedal ditanah dan kuadripedal di pepohonan..
Bukan begitu Mas Bas. Bahkan Mas Bas juga pernah mem-posting cara berjalan A. afarensis juga demikian. Selain itu maksud postingan ttg penelitian itu u/ mengungkapkan beberapa penelitian yg pernah dilakukan pd A. afarensis mengenai cara berjalannya.
Mengenai pemalsuan kutipan Crompton oleh Harun Yahya, pernah saya post sebelumnya. Bahwa Harun Yahya tidak menyimpulkan A. afarensis bipedal berdasarkan penelitian Crompton. Dan memang benar khan, A. afarensis hanya bipedal pada saat berjalan di atas tanah.
Hiram
30-07-2004, 01:54 PM
Originally posted by Raja`Tega
Oleh karena itu, supaya tidak salah paham aku posting aslinya yg masih berbahasa Inggris dr percobaan Crompton, supaya yang lain bisa baca. :)
Dan semua ulasan Mas Basten akan saya terima, akan saya analisa apakah sesuai dengan apa yg dibenak saya. Oke, saya tunggu ya, mas.
Masalah ketidakmampuan saya dlm memahami, wah saya sendiri juga merasa demikian. Akal pikiran saya memang sangat terbatas. Jadi kalo Mas Basten bisa mengajari saya, mohon petunjuknya.
Zuckerman hasil penelitiannya memang sudah tidak terpakai karena ada hasil2 eksperimen yg lain, posting saya yg diquote sama mas Basten kan tertera diakhir :
.
Bukan begitu Mas Bas. Bahkan Mas Bas juga pernah mem-posting cara berjalan A. afarensis juga demikian. Selain itu maksud postingan ttg penelitian itu u/ mengungkapkan beberapa penelitian yg pernah dilakukan pd A. afarensis mengenai cara berjalannya.
Mengenai pemalsuan kutipan Crompton oleh Harun Yahya, pernah saya post sebelumnya. Bahwa Harun Yahya tidak menyimpulkan A. afarensis bipedal berdasarkan penelitian Crompton. Dan memang benar khan, A. afarensis hanya bipedal pada saat berjalan di atas tanah.
Thx
This Weekend :)
Raja`Tega
30-07-2004, 02:09 PM
Sebelumnya saya ingin mengutarakan :
Jika memang benar burung itu bervolusi dari dinosaurus. Ada ada semacam korelasi dino-birds. Diceritakan bahwa pertama kali mengepakkan kaki depan sebelum kemudian berubah menjadi sayap. Tolong penjelasan mengenai aktivitas mengepakkan itu karena apa ya ? Pasti khan ada sebabnya. Jika memang masih menuruti teori Jerapah yg menjadi panjang lehernya karena mengambil makanan yg letaknya tinggi, pasti hal dinosaurus yg mengepakkan kaki depan kemudian menjadi sayap juga ada penjelasannya.
Mungkin sebelum Bung Bas menjelaskan mengenai dino-birds, saya dan mungkin warga forum science juga ingin mendengarkan penjelasan mengenai Lalat , dan serangga bersayap lainnya (capung, dll)
Hiram
30-07-2004, 02:16 PM
Originally posted by Raja`Tega
Sebelumnya saya ingin mengutarakan :
Jika memang benar burung itu bervolusi dari dinosaurus. Ada ada semacam korelasi dino-birds. Diceritakan bahwa pertama kali mengepakkan kaki depan sebelum kemudian berubah menjadi sayap. Tolong penjelasan mengenai aktivitas mengepakkan itu karena apa ya ? Pasti khan ada sebabnya. Jika memang masih menuruti teori Jerapah yg menjadi panjang lehernya karena mengambil makanan yg letaknya tinggi, pasti hal dinosaurus yg mengepakkan kaki depan kemudian menjadi sayap juga ada penjelasannya.
Mungkin sebelum Bung Bas menjelaskan mengenai dino-birds, saya dan mungkin warga forum science juga ingin mendengarkan penjelasan mengenai Lalat , dan serangga bersayap lainnya (capung, dll)
Shallow
Raja`Tega
30-07-2004, 03:38 PM
Bung Bas, maaf, tp kenapa anda mengatakan saya tidak bersungguh-sungguh. Memang saya punya penjelasan itu semua. Tp saya dan semuanya (mungkin) ingin mendengarnya. Kalau memang anda tidak mau memberikan penjelasan, gpp kok, saya saja yg memberikan penjelasan. Dan nanti silakan mas Bas yg menyanggahnya.
Raja`Tega
30-07-2004, 03:41 PM
ini tentang Lalat :
contoh yang disebutkan evolusionis saat menjelaskan asal mula kemampuan terbang, yaitu lalat, telah memiliki kemampuan terbang yang sempurna. Sementara manusia tidak mampu mengedipkan mata 10 kali per detik, seekor lalat biasa mengepakkan sayapnya 500 kali per detik. Di samping itu, lalat meng-gerakkan kedua sayapnya secara serempak. Sedikit saja ada ketidaksesuaian pada getaran sayap, lalat akan kehilangan keseimbangan; tetapi ini tidak pernah terjadi.
Evolusionis seharusnya lebih dulu menjelaskan bagaimana lalat mendapatkan kemampuan terbang yang sempurna. Tetapi mereka justru mengarang skenario tentang bagaimana makhluk yang jauh lebih canggung seperti reptil bisa terbang.
Bahkan penciptaan sempurna pada lalat rumah menggugurkan pernyataan evolusi. Seorang ahli biologi Inggris, Robin Wootton, menulis dalam artikel berjudul “The Mechanical Design of Fly Wings (Desain Mekanis pada Sayap Lalat)”:
“Semakin baik kita memahami fungsi sayap serangga, semakin tampak betapa rumit dan indahnya desain sayap mereka. Strukturnya sejak semula didesain agar seminimal mungkin mengalami perubahan bentuk; mekanismenya didesain untuk menggerakkan bagian-bagian komponen sayap secara terkirakan. Sayap serangga menggabungkan ke-dua hal ini; dengan menggunakan komponen-komponen berelastisitas berbeda, yang terakit sempurna agar terjadi perubahan bentuk yang tepat untuk gaya-gaya yang sesuai, sehingga udara dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin. Masih sedikit, kalaupun ada, teknologi yang sebanding dengan mereka.”
Sebaliknya, tidak ada satu fosil pun yang dapat membuktikan evolusi imajiner lalat. Inilah yang dimaksud seorang ahli zoologi terkemuka Prancis, Pierre Grassé ketika mengatakan “Kita tidak memiliki petunjuk apa pun tentang asal usul serangga.”
Raja`Tega
30-07-2004, 03:56 PM
Twenty years later, scientists at the University of Liverpool were the first to demonstrate that, unlike a chimpanzee, Lucy would have walked on two legs, bolt upright, just as we do - in one of a series of pioneering reconstructions of the gait of early hominids
Okay ternyata gw salah mengartikannya, mengenai cara berjalan menurut Crompton ternyata bolt upright (tegak lurus).
Tetapi kembali lagi ke Sahelanthropus ya :
Hasil penelitian menunjukkan, paling tidak ada enam kesamaan yang membuat para paleotolog percaya bahwa fosil tertua ini termasuk keluarga besar kera dan manusia. Seperti yang diungkap majalah Time terbaru, persamaan mencakup tengkorak, otak, tulang alis, wajah, gigi, dan foramen magnum atau lubang besar di dasar tengkorak.
Ukuran tengkorak ternyata tidak lebih besar dari simpanse. Dari belakang, tengkorak itu begitu mirip dengan bentuk tengkorak simpanse. Namun, para ilmuwan langsung terhenyak ketika melihat dari depan karena begitu mirip dengan tengkorak hominid.
Diduga volume otaknya berkisar 320-380 cc, sebanding dengan otak simpanse modern. Sedangkan tulang alisnya memanjang dan lebih tebal dari kera jantan modern. Ketebalan ini pula yang mengindikasikan bahwa Toumai adalah laki-laki. Pada manusia modern, tulang alis tidak menonjol.
Wajah Toumai pendek dan relatif datar. Pada simpanse, bagian bawah wajah lebih panjang untuk mengakomodasi gigi-gigi taring dan serinya yang besar-besar. Pada manusia modern, bagian bawah wajah justru lebih kecil dan datar. Persamaan ini dengan hominid yang fosilnya berusia lebih muda membuat orang menduga Toumai sudah berjalan tegak dengan dua kaki.
Gigi taring dan seri pada fosil tertua juga lebih pendek dan kecil dibanding simpanse jantan. Ujung-ujung gigi, sebagaimana hominid-homonid berusia lebih muda maupun Homo sapiens, lebih banyak digunakan. Gigi-gigi geraham yang lebih besar dari simpanse dan lebih kecil dari hominid awal. Dilihat dari pelapis gigi yang lebih tebal dari simpanse, diduga Toumai juga makan buah lebih sedikit daripada simpanse.
Persamaan terakhir adalah pada lubang besar di dasar tengkorak. Di tempat tulang punggung menyambung ke bagian otak ini bentuknya oval, tidak bulat seperti halnya simpanse. Bentuk dan posisi foramen magnum inilah yang menggiring ke kesimpulan bahwa Toumai mungkin sudah berjalan dengan tegak
Jadi, Sahelanthropus masih tetap lebih mempunyai struktur fisiologis manusia dr pada Lucy, karena pengamatannya bukan hanya dr cara berjalan saja.
Raja`Tega
30-07-2004, 04:15 PM
http://pichold.com/tmp/tlg_pinggul_2.jpg
Itu gambar tulang pinggul manusia & Lucy, buat referensi temen2.
tabriz kaworu
31-07-2004, 09:47 PM
Originally posted by Raja`Tega
Buat Tabriz Kaworu :
Artinya mutasi bukanlah pendorong terjadinya evolusi. Perubahan dalam evolusi adalah perubahan yang sangat sempurna, meliputi perubahan semua fungsi organ tubuh, bukan hanya struktur fisiologis semata. Artinya, tidak mungkin ini terjadi karena suatu proses yang acak, yang hanya menghasilkan sesuatu yg acak pula.
Jgn lupa kalo Evolusi tuh terjadi dalam waktu yg sangat-amat-panjang-sekali, jadi perubahannya juga terjadi secara bertahap, sedikit demi sedikit, lama2 menjadi bukit.
Contoh perubahan jaringan. Pada kolagen tipe 1, yg terdapat sebagian besar pada tulang, pada rantai (a)1 nya,terdapat pola pengulangan asam amino Gly-X-Y, dimana X berupa sembarang as.amino, biasanya Prolin dan Y biasanya hidroksiprolin.
Pada Osteogenesis Imperfekta, terdapat perubahan pada Gen yg mengkode Glysin, sehingga yg terbentuk adalah tentu saja "bukan" kolagen lagi. kejadian ini mbuat tulang jadi rapuh, jadi penderita gampang patah tulang.
Bukannya 100% acak, proses mutasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti area lokus gen, "kepastian" dari reaksi2 kimia, tempat n kemampuan memperbaiki susunan Gen. dan dr 1/(takterhingga) kemungkinan2 evolusi mutasi, secara "kebetulan" kita bisa menjadi Manusia.
Ohya, 1 kodon = 1 as.amino. kumpulan2 as.amino membentuk protein, dll. kalo ada perubahan 1 kodon, maka proteinnya bisa berubah. jadi kalo butuh 98.000 protein, minimal butuh 98.000 mutasi.
Originally posted by Raja`Tega
Mengenai pengaruh lingkungan, berikut perkataan Evolusionis ternama yang juga pakar paleontologi asal Inggris, Colin Patterson, mengakui kenyataan ini:
Tak seorang pun pernah memunculkan satu spesies melalui mekanisme seleksi alam. Tak seorang pun pernah hampirmelakukannya, dan kebanyakan perdebatan dalam neo-Darwinisme sekarang adalah seputar masalah ini
Memang belum ada "seseorang"(kalo yg ada maksud begitu) yg bisa melakukannya, Tapi pernah ada "Se-MahaKuasa" yg melakukannya.
Waa koq gw jadi ikut2an panjang postingannya...
ForumScience-KG
01-08-2004, 09:35 PM
Congratulation !!
Thread ini berhasil menjadi thread paling aktif dalam satu minggu terakhir
127 postingandalam 1 minggu
Thanks buat Raja'Tega
yang menjadi partisipan paling aktif dengan hampir 70 postingan dalam 1 minggu !!!
Thread ini akan jadi Sticky Thread hingga satu minggu kedepan
Raja`Tega
02-08-2004, 07:53 AM
Originally posted by tabriz kaworu
Jgn lupa kalo Evolusi tuh terjadi dalam waktu yg sangat-amat-panjang-sekali, jadi perubahannya juga terjadi secara bertahap, sedikit demi sedikit, lama2 menjadi bukit.
Contoh perubahan jaringan. Pada kolagen tipe 1, yg terdapat sebagian besar pada tulang, pada rantai (a)1 nya,terdapat pola pengulangan asam amino Gly-X-Y, dimana X berupa sembarang as.amino, biasanya Prolin dan Y biasanya hidroksiprolin.
Pada Osteogenesis Imperfekta, terdapat perubahan pada Gen yg mengkode Glysin, sehingga yg terbentuk adalah tentu saja "bukan" kolagen lagi. kejadian ini mbuat tulang jadi rapuh, jadi penderita gampang patah tulang.
Bukannya 100% acak, proses mutasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti area lokus gen, "kepastian" dari reaksi2 kimia, tempat n kemampuan memperbaiki susunan Gen. dan dr 1/(takterhingga) kemungkinan2 evolusi mutasi, secara "kebetulan" kita bisa menjadi Manusia.
Ohya, 1 kodon = 1 as.amino. kumpulan2 as.amino membentuk protein, dll. kalo ada perubahan 1 kodon, maka proteinnya bisa berubah. jadi kalo butuh 98.000 protein, minimal butuh 98.000 mutasi.
Memang belum ada "seseorang"(kalo yg ada maksud begitu) yg bisa melakukannya, Tapi pernah ada "Se-MahaKuasa" yg melakukannya.
Waa koq gw jadi ikut2an panjang postingannya...
Gpp panjang, yg penting informatif. :)
Okay, pendapat kamu memang ada benernya. Tp masalahnya, evolusi adalah usaha perubahan untuk memperoleh bentuk (istilah bentuk tepat gak ya) yang lebih menguntungkan sesuai dengan kondisi lingkungan hidupnya. Nah, sekarang, apakah akibat dr mutasi ini telah memperoleh bentun yg lebih menguntungkan (lebih bermanfaat). Inilah yg juga menjadi dasar pertanyaan mendasar gw, mengapa nenek moyang manusia (kera) harus berevolusi menjadi manusia. Padahal kita pikirkan secara logika saja, struktur fisiologis kera jauh lebih menguntungkan dr pada manusia. Bergerak lebih cepat, dsb. Itulah mengapa juga seni beladiri lebih banyak meniru gerakan2 bintang (kera, macan, dll), karena di alam manusia itu mempunyai sistem perlindungan yang paling lemah.
Lalu ada pertanyaan lagi, pernah dikatakan (lupa ama Kamu atau sama Zergling) bahwa nenek moyang manusia sama dengan kera (dengan arti kata kera tidak berevolusi jadi manusia, hanya nenek moyangnya yg sama). Pertanyaan besar gw : kenapa berevolusi menjadi dua (terpisah), yang satu menjadi manusia, dan yang satu tetap menjadi kera.
Raja`Tega
02-08-2004, 07:57 AM
O ya, satu lagi, buat Tabriz ada pertanyaan. Memang evolusi secara teori dikatakan terjadi dlm waktu yg sangat lama. Bisakah anda membuktikan bahwa usia bumi memang mendukung terjadinya evolusi.
Raja`Tega
02-08-2004, 02:38 PM
Variasi Ras dengan Perbedaan Bentuk Tengkorak
http://www.harunyahya.com/images_books/images_refuted/179a.jpg
Peru - Abad ke-15
http://www.harunyahya.com/images_books/images_refuted/179b.jpg
Bengali - Mid Age
http://www.harunyahya.com/images_books/images_refuted/179c.jpg
Kep. Solomon - 1893
http://www.harunyahya.com/images_books/images_refuted/179d.jpg
Jerman
http://www.harunyahya.com/images_books/images_refuted/179e.jpg
Kongo
http://www.harunyahya.com/images_books/images_refuted/179f.jpg
Inuit
zergling
03-08-2004, 07:24 AM
Kok jadi sepi ya.. apa karena dijadiin sticky jadi malah sepi.. he..he..he
Raja`Tega
03-08-2004, 08:12 AM
iya ya
Tp gw akan tetep memposting di thread ini kok.
Raja`Tega
03-08-2004, 08:43 AM
Apakah Kekebalan Bakteri terhadap Antibiotik merupakan contoh Peristiwa Evolusi ?
Antibiotik adalah "molekul pembunuh" yang dihasilkan mikroorganisme untuk melawan mikroorganisme lain. Antibiotik pertama adalah penisilin, yang ditemukan oleh Alexander Flemming pada 1928. Flemming menyadari bahwa jamur (seringkali ditemukan seperti bubuk atau benang-benang di permukaan bahan organik sudah lama - penerj.) menghasilkan molekul yang mematikan bakteri Staphylococcus, dan penemuan ini merupakan titik balik dalam dunia obat-obatan. Antibiotik yang diambil dari berbagai organisme digunakan untuk melawan bakteri, dan berhasil.
Tidak lama kemudian, hal baru ditemukan. Seiring dengan waktu, bakteri mengembangkan kekebalan terhadap antibiotik. Mekanisme kerjanya adalah sebagai berikut: sebagian besar bakteri yang diberi antibiotik akan mati, tetapi sebagian lain yang tidak terpengaruh oleh antibiotik tersebut, akan dengan cepat berkembang biak dan membentuk populasi yang sama dengan yang sebelumnya. Sehingga, seluruh populasi menjadi kebal terhadap antibiotik.
Para evolusionis menampilkan hal ini sebagai "evolusi bakteri dengan cara beradaptasi terhadap lingkungan".
Salah seorang ilmuwan yang telah melakukan penelitian mendalam di bidang ini adalah ahli biofisika Israel bernama Lee Spetner, yang juga dikenal dengan bukunya Not by Chance yang terbit tahun 1997. Spetner menyatakan, kekebalan bakteri terjadi karena dua mekanisme; namun tak satu pun dari keduanya merupakan bukti teori evolusi. Kedua mekanisme ini adalah:
1. Perpindahan (transfer) gen-gen kekebalan yang sudah ada pada bakteri.
2.Tumbuhnya kekebalan sebagai akibat hilangnya data genetis karena mutasi.
Mekanisme yang pertama dibahas Profesor Spetner dalam artikel yang terbit tahun 2001:
Sejumlah mikroorganisme dilengkapi dengan gen-gen yang memberikan kekebalan terhadap antibiotik-antibiotik ini. Kekebalan ini dapat berupa kemampuan merombak molekul antibiotik tersebut, atau mengeluarkannya dari sel … Organisma yang memiliki gen-gen ini dapat memindahkannya ke bakteri lain, sehingga menjadikan bakteri tersebut kebal juga. Walaupun mekanisme kekebalan tersebut bersifat khusus terhadap satu antibiotik tertentu, kebanyakan bakteri patogen telah … berhasil mengumpulkan beberapa perangkat gen yang memberikan bakteri-bakteri tersebut kekebalan terhadap beberapa jenis antibiotik.
Spetner lalu melanjutkan dan berkata bahwa hal ini bukanlah "bukti yang mendukung evolusi":
Perolehan kekebalan terhadap antibiotik dengan cara ini… bukanlah sesuatu yang dapat menjadi contoh dari mutasi yang diperlukan untuk menjelaskan peristiwa Evolusi… Perubahan genetik yang dapat mendukung teori ini semestinya tidak hanya menambahkan informasi pada genom bakteri. Perubahan genetik ini harus pula menambahkan informasi baru pada biokosmos. Perpindahan gen secara horisontal hanya menyebabkan penyebaran gen-gen yang sudah ada pada sejumlah spesies.
Jadi, kita tak dapat berbicara tentang evolusi apa pun di sini, karena tidak ada informasi genetis baru dihasilkan: yang terjadi hanyalah informasi genetis yang sudah ada sekedar dipindahkan di antara bakteri.
Jenis kekebalan yang kedua, yang tercipta sebagai hasil mutasi, juga bukan contoh evolusi. Spetner menulis:
Suatu mikroorganisme kadang dapat memperoleh kekebalan terhadap suatu antibiotik melalui penggantian acak sebuah nukleotida… Streptomisin, yang ditemukan Selman Waksman dan Albert Schatz, dan pertama kali dilaporkan di tahun 1944, adalah antibiotik yang dapat menjadikan bakteri dapat memperoleh kekebalan dengan cara itu. Tetapi, walaupun mutasi yang mereka alami dalam proses ini bersifat menguntungkan bagi mikroorganisme yang diberi streptomisin, mutasi tersebut tidak dapat menjadi contoh dari jenis mutasi yang diperlukan untuk mendukung Teori Neo-Darwinian (Neo Darwinian Theory atau NDT). Jenis mutasi yang memunculkan kekebalan terhadap streptomisin terjadi pada ribosom, dan menghilangkan kemampuan sel untuk mengenali dan berikatan dengan molekul antibiotik.
Dalam bukunya Not by Chance, Spetner mengibaratkan situasi ini dengan gangguan pada hubungan antara kunci dan lubangnya. Streptomisin, ibarat kunci yang cocok dengan lubangnya, mencengkeram ribosom suatu bakteri dan menjadikannya tidak aktif. Mutasi menyebabkan hal sebaliknya, menguraikan ribosom, sehingga streptomisin tidak dapat menyerang ribosom. Walaupun ini ditafsirkan sebagai "pembentukan kekebalan bakteri terhadap streptomisin", bakteri tidaklah diuntungkan, malah sebaliknya. Spetner menulis:
Perubahan ini, yang terjadi pada permukaan ribosom mikroorganisme, mencegah molekul streptomisin untuk menempel dan melaksanakan fungsi antibiotiknya. Ternyata, terurainya ribosom adalah berupa hilangnya struktur khusus, dan ini berarti hilangnya informasi. Intinya adalah, Evolusi… tidak dapat dicapai dengan mutasi jenis ini, tak menjadi soal betapa pun banyaknya. Evolusi tidak dapat terjadi melalui timbunan peristiwa mutasi yang hanya merombak struktur khusus.
Singkatnya, sebuah mutasi yang terjadi pada ribosom bakteri telah menjadikan bakteri tersebut kebal terhadap streptomisin. Alasannya adalah "rusak atau hilangnya bagian" ribosom akibat mutasi. Jadi, tidak ada informasi genetis baru yang ditambahkan. Sebaliknya, struktur ribosom terurai, yang berarti, bakteri menjadi "cacat". (Juga, telah ditemukan bahwa ribosom pada bakteri yang telah mengalami mutasi tidak berfungsi penuh seperti ribosom pada bakteri yang normal.) Karena "cacat" ini mencegah menempelnya antibiotik pada ribosom, maka terjadilah "kekebalan terhadap antibiotik".
Akhirnya, tidak terdapat contoh mutasi yang "mengembangkan informasi genetis". Para evolusionis, yang ingin menyajikan kekebalan terhadap antibiotik sebagai bukti evolusi, telah menangani masalah ini dengan tidak sungguh-sungguh, sehingga mereka salah.
zergling
03-08-2004, 09:41 AM
Originally posted by Raja`Tega
Para evolusionis menampilkan hal ini sebagai "evolusi bakteri dengan cara beradaptasi terhadap lingkungan".
Evolusionis yang mana tuh? Evolusionis abangan ngkali :P
zergling
03-08-2004, 09:45 AM
Originally posted by Raja`Tega
O ya, satu lagi, buat Tabriz ada pertanyaan. Memang evolusi secara teori dikatakan terjadi dlm waktu yg sangat lama. Bisakah anda membuktikan bahwa usia bumi memang mendukung terjadinya evolusi.
Emangnya nggak mendukung? coba ceritakan deh :)
Raja`Tega
03-08-2004, 09:51 AM
Originally posted by zergling
Evolusionis yang mana tuh? Evolusionis abangan ngkali :P
Nah, yg ini gw gak tau, abangan atau apa....... :P
zergling
03-08-2004, 09:56 AM
Originally posted by Raja`Tega
Twenty years later, scientists at the University of Liverpool were the first to demonstrate that, unlike a chimpanzee, Lucy would have walked on two legs, bolt upright, just as we do - in one of a series of pioneering reconstructions of the gait of early hominids
Okay ternyata gw salah mengartikannya, mengenai cara berjalan menurut Crompton ternyata bolt upright (tegak lurus).
Tetapi kembali lagi ke Sahelanthropus ya :
Hasil penelitian menunjukkan, paling tidak ada enam kesamaan yang membuat para paleotolog percaya bahwa fosil tertua ini termasuk keluarga besar kera dan manusia. Seperti yang diungkap majalah Time terbaru, persamaan mencakup tengkorak, otak, tulang alis, wajah, gigi, dan foramen magnum atau lubang besar di dasar tengkorak.
Ukuran tengkorak ternyata tidak lebih besar dari simpanse. Dari belakang, tengkorak itu begitu mirip dengan bentuk tengkorak simpanse. Namun, para ilmuwan langsung terhenyak ketika melihat dari depan karena begitu mirip dengan tengkorak hominid.
Diduga volume otaknya berkisar 320-380 cc, sebanding dengan otak simpanse modern. Sedangkan tulang alisnya memanjang dan lebih tebal dari kera jantan modern. Ketebalan ini pula yang mengindikasikan bahwa Toumai adalah laki-laki. Pada manusia modern, tulang alis tidak menonjol.
Wajah Toumai pendek dan relatif datar. Pada simpanse, bagian bawah wajah lebih panjang untuk mengakomodasi gigi-gigi taring dan serinya yang besar-besar. Pada manusia modern, bagian bawah wajah justru lebih kecil dan datar. Persamaan ini dengan hominid yang fosilnya berusia lebih muda membuat orang menduga Toumai sudah berjalan tegak dengan dua kaki.
Gigi taring dan seri pada fosil tertua juga lebih pendek dan kecil dibanding simpanse jantan. Ujung-ujung gigi, sebagaimana hominid-homonid berusia lebih muda maupun Homo sapiens, lebih banyak digunakan. Gigi-gigi geraham yang lebih besar dari simpanse dan lebih kecil dari hominid awal. Dilihat dari pelapis gigi yang lebih tebal dari simpanse, diduga Toumai juga makan buah lebih sedikit daripada simpanse.
Persamaan terakhir adalah pada lubang besar di dasar tengkorak. Di tempat tulang punggung menyambung ke bagian otak ini bentuknya oval, tidak bulat seperti halnya simpanse. Bentuk dan posisi foramen magnum inilah yang menggiring ke kesimpulan bahwa Toumai mungkin sudah berjalan dengan tegak
Jadi, Sahelanthropus masih tetap lebih mempunyai struktur fisiologis manusia dr pada Lucy, karena pengamatannya bukan hanya dr cara berjalan saja.
Nggak juga..
Dari sisi otak, sahelantrhopus cuma 320-380 cc.. dibawah A. Afarensis yang 384 cc dan jauh banget dari manusia yang 1350 cc
Dari sisi bentuk tengkorak, nggak juga ternyata, karena bentuk tengkorak Sahelantrhopus lebih primitif dari A. Afarensis apalagi manusia (H. Sapiens)..
Raja`Tega
03-08-2004, 09:57 AM
Originally posted by zergling
Emangnya nggak mendukung? coba ceritakan deh :)
"Segala hal adalah mungkin dengan berlalunya waktu". Demikian yg sering dikatakan oleh evolusionist. Ketidakabsan pernyataan ini di dalam dunia ilmiah, sangatlah jelas. Ketidakabsahan ini dapat dilihat dengan lebih jelas bila dilihat dari sudut pandang lain. Dalam sebuah contoh sederhana, mari kita tinjau faktor waktu dalam keadaan yang menguntungkan dan yang merugikan. Bayangkanlah sebuah perahu kayu di pantai, beserta seorang kapten yang dari awal memelihara kapal itu, memperbaiki, membersihkan, mengecatnya. Selama sang kapten tetap berminat pada kapal tersebut, kapal itu akan tambah menarik, aman dan terawat.
Lalu, mari kita bayangkan kapal tersebut ditinggalkan. Kali ini, pengaruh matahari, angin, hujan, pasir dan badai akan menyebabkan kapal itu rusak, lapuk, dan akhirnya terbuang tanpa guna.
Hukum entropi, yang dikenal sebagai "Hukum Termodinamika Kedua", menyatakan bahwa semua sistem di alam semesta ini menuju ke arah kehancuran, penguraian, dan pembusukan apabila ditinggalkan begitu saja dalam kondisi alamiah.
Fakta tersebut menunjukkan bahwa panjangnya umur Bumi adalah faktor yang menghancurkan pengetahuan serta keteraturan, dan menambah kekacauan. Jadi amat bertentangan dengan pendapat evolusionis.
Pada saat mengatakan tentang berubahnya satu spesies menjadi spesies lain, para pendukung evolusi berlindung di balik tameng "semua itu terjadi dalam jangka waktu teramat panjang". Dengan begitu, mereka menyatakan bahwa di masa lalu berbagai hal tersebut terjadi sedemikian rupa, yang belum pernah dibuktikan oleh percobaan atau pengamatan mana pun. Walaupun demikian, segala hal di dunia dan alam semesta berjalan mengikuti hukum yang tetap. Hal ini tidak berubah seiring berjalannya waktu. Sebagai contoh, benda jatuh ke muka Bumi akibat gravitasi. Benda tidak akan jatuh ke atas dengan berjalannya waktu, bahkan dalam waktu bertriliun-triliun tahun sekalipun. Anak kadal tetaplah kadal. Hal ini terjadi karena informasi genetis yang diturunkan adalah selalu informasi kadal, dan secara alami tidak ada informasi tambahan yang bisa ditambahkan. Informasi dapat berkurang ataupun musnah, tetapi sungguh mustahil sesuatu apa pun dapat ditambahkan.
Pengulangan yang terjadi dengan berjalannya waktu, dan fakta bahwa hal ini sering terjadi, tidaklah mengubah apa pun. Sekalipun bertriliun-triliun tahun sudah berlalu, seekor burung tidak akan menetas dari telur kadal. Seekor kadal berukuran panjang, atau yang pendek - yang kuat ataupun yang lemah - akan selalu berupa kadal. Spesies yang berbeda tidak akan muncul darinya. Konsep "waktu yang sangat panjang" merupakan sebuah pernyataan yang bertujuan untuk mengeluarkan permasalahan ini dari luar lingkup percobaan dan pengamatan. Tidak ada bedanya antara 4, 40 atau 400 miliar tahun berlalu. Sebab tidak ada hukum ataupun kecenderungan alamiah yang dapat merubah kemustahilan-kemustahilan sebagaimana yang dipaparkan dalam teori evolusi menjadi hal yang benar-benar mungkin.
zergling
03-08-2004, 09:58 AM
Originally posted by Raja`Tega
Nah, yg ini gw gak tau, abangan atau apa....... :P
Ngerti maksudnya nggak sih? ;(
zergling
03-08-2004, 10:02 AM
Originally posted by Raja`Tega
"Segala hal adalah mungkin dengan berlalunya waktu". Demikian yg sering dikatakan oleh evolusionist.
Ini lagi.. evolusionis mana tuh yg ngomong gitu....
Jangan2 elo berdebat sama hantu nih.. :P
Raja`Tega
03-08-2004, 10:05 AM
enggak tau.....heheheheheheh.....mohon petunjuk......
zergling
03-08-2004, 10:07 AM
Originally posted by Raja`Tega
enggak tau.....heheheheheheh.....mohon petunjuk......
udah kuedit dikit.. lho? belum ngerti juga maksudnya? ;(
Raja`Tega
03-08-2004, 10:12 AM
Originally posted by zergling
Ini lagi.. evolusionis mana tuh yg ngomong gitu....
Jangan2 elo berdebat sama hantu nih.. :P
wah banyak mas. Malahan pernah ada yg post dengan pernyataan spt itu. Kalo mau coba cek di page2 sebelumnya ada kok. Evolusionist yg berkata spt itu, antara lain :
Ernst Haeckel, Yaman Ors dll. Memang ilmuwan2 jaman baheula sih.......yg kemungkinan tingkay teknologi waktu itu belum sampai pd taraf spt skrg ini.
Raja`Tega
03-08-2004, 10:29 AM
Pada dasarnya saya hanya mau menguraikan tentang ketidakabsahan teori mengenai seleksi alam, dan post2 saya di atas adalah salah satu teori yg tidak mendukung adanya seleksi alam tsb.
zergling
03-08-2004, 01:18 PM
Originally posted by Raja`Tega
wah banyak mas. Malahan pernah ada yg post dengan pernyataan spt itu.
Pernyataannya memang seperti itu atau kamu sendiri yang menyimpulkan seperti itu?
Kalo mau coba cek di page2 sebelumnya ada kok. Evolusionist yg berkata spt itu, antara lain :
Ernst Haeckel, Yaman Ors dll. Memang ilmuwan2 jaman baheula sih.......yg kemungkinan tingkay teknologi waktu itu belum sampai pd taraf spt skrg ini.
Yak.. nyaris tepat.. dikit lagi.. :D
Raja`Tega
03-08-2004, 01:27 PM
Hihihihihihih, maksut nya sih gw tau. Tp mungkin berbeda dr segi penerjemahan secara bahasa. :)
tabriz kaworu
03-08-2004, 02:06 PM
Akhirnya raja tega dikit2 ngepostnya::plokplokplokplok::
Originally posted by Raja`Tega
Sejumlah mikroorganisme dilengkapi dengan gen-gen yang memberikan kekebalan terhadap antibiotik-antibiotik ini. Kekebalan ini dapat berupa kemampuan merombak molekul antibiotik tersebut, atau mengeluarkannya dari sel … Organisma yang memiliki gen-gen ini dapat memindahkannya ke bakteri lain, sehingga menjadikan bakteri tersebut kebal juga. Walaupun mekanisme kekebalan tersebut bersifat khusus terhadap satu antibiotik tertentu, kebanyakan bakteri patogen telah … berhasil mengumpulkan beberapa perangkat gen yang memberikan bakteri-bakteri tersebut kekebalan terhadap beberapa jenis antibiotik.
lebih setuju kalo disebut mewariskan sifat...menurunkan...dll.
Originally posted by Raja`Tega
Perolehan kekebalan terhadap antibiotik dengan cara ini… bukanlah sesuatu yang dapat menjadi contoh dari mutasi yang diperlukan untuk menjelaskan peristiwa Evolusi… Perubahan genetik yang dapat mendukung teori ini semestinya tidak hanya menambahkan informasi pada genom bakteri. Perubahan genetik ini harus pula menambahkan informasi baru pada biokosmos.
ano... biokosmos apaan yah??
Originally posted by Raja`Tega
Perpindahan gen secara horisontal hanya menyebabkan penyebaran gen-gen yang sudah ada pada sejumlah spesies.
Jadi, kita tak dapat berbicara tentang evolusi apa pun di sini, karena tidak ada informasi genetis baru dihasilkan: yang terjadi hanyalah informasi genetis yang sudah ada sekedar dipindahkan di antara bakteri.
yang pertama memiliki kemampuan tsb kan punya informasi baru??[/QUOTE]
Originally posted by Raja`Tega
Dalam bukunya Not by Chance, Spetner mengibaratkan situasi ini dengan gangguan pada hubungan antara kunci dan lubangnya. Streptomisin, ibarat kunci yang cocok dengan lubangnya, mencengkeram ribosom suatu bakteri dan menjadikannya tidak aktif. Mutasi menyebabkan hal sebaliknya, menguraikan ribosom, sehingga streptomisin tidak dapat menyerang ribosom. Walaupun ini ditafsirkan sebagai "pembentukan kekebalan bakteri terhadap streptomisin", bakteri tidaklah diuntungkan, malah sebaliknya. Spetner menulis:
Perubahan ini, yang terjadi pada permukaan ribosom mikroorganisme, mencegah molekul streptomisin untuk menempel dan melaksanakan fungsi antibiotiknya. Ternyata, terurainya ribosom adalah berupa hilangnya struktur khusus, dan ini berarti hilangnya informasi. Intinya adalah, Evolusi… tidak dapat dicapai dengan mutasi jenis ini, tak menjadi soal betapa pun banyaknya. Evolusi tidak dapat terjadi melalui timbunan peristiwa mutasi yang hanya merombak struktur khusus.
Yg penting kan bakterinya bisa bertahan hidup?? kalopun harus ngorbanin salah satu organ why not? yg penting itu jalan survivenya dia.
bentar ya, nanti wa mo kasih contoh lagi..
Raja`Tega
03-08-2004, 02:18 PM
yang pertama memiliki kemampuan tsb kan punya informasi baru??
nah pertanyaanya saya balik. Yg mempunyai kemampuan tsb asalnya dr mana ? Mungkin mas tabriz bisa menjelaskan pendapat mas sebagai seorang Theistic Evolutionist ( istilah lain selain CTE ).
Raja`Tega
03-08-2004, 03:26 PM
Mungkin gw juga pengen menambah daftar pertanyaan : yaitu tentang penjelasan asal muasal serangga, terutama serangga2 yg memiliki kemampuan terbang. Berevolusi dr apakah mereka ?
Raja`Tega
03-08-2004, 03:27 PM
mengenai biokosmos, mas tabriz bisa membuka situs :
www.biocosm.org
tabriz kaworu
04-08-2004, 10:41 AM
Originally posted by Raja`Tega
Hal penting yang harus dipahami di sini adalah: Setiap ciri fisik ditentukan oleh dua buah gen. Salah satu gen mungkin lebih dominan, atau keduanya sama kuat. Contohnya, ada sepasang gen yang menentukan warna mata seseorang - satu gen dari ibu dan satunya lagi dari ayah. Warna mata orang tersebut ditentukan oleh gen yang dominan. Pada umumnya, warna gelap lebih dominan daripada warna terang. Jadi, bila seseorang memiliki gen mata coklat dan gen mata biru, maka warna matanya akan coklat, karena yang dominan adalah gen warna mata coklat. Namun gen yang bersifat resesif tetap diturunkan, dan mungkin muncul pada masa (generasi - terj.) selanjutnya. Dengan kata lain, pasangan ayah dan ibu yang keduanya bermata coklat dapat memperoleh anak bermata hijau. Hal ini disebabkan karena gen warna tersebut bersifat resesif dan terdapat pada kedua orangtua.
misalnya Coklat = AA atau Aa. Biru = aa
kalo pada perbandingan ideal, yaitu AA : Aa : aa = 1 : 2 : 1. Brarti Coklat: biru = 2:1. bahwa disini coklat lebih banyak dari biru memang benar. tuh anaknya.
sekarang coba dihitung cucu2nya, dengan orangtua AA, Aa, Aa, dan aa. akan didapatkan 3 kemungkinan genotipe sang cucu, dimana :
AA = 20
Aa = 28
aa = 16
Perbandingan AA : Aa : aa = 1 : 2 : 1, dan Coklat : biru = 3 :1 juga. SAMA
dan sebenarnya perkawinan pada manusia tidak 100% acak.
misal orang buta, orang bisu, orang tuli, takakan kawin acak dengan orang normal. orang cacat tak akan kawin secara random seperti pada orang normal. Atau orang ras A tak akan kawin secara acak dengan orang ras B.
Originally posted by Raja`Tega
Mengenai Inuit, silakan perbandingkan antara Inuit dengan Pigmi, atau orang kulit putih dengan orang negro. Jika memang evolusi untuk kemudian menghasilkan species yang unggul, brarti kamu harus mengakui bahwa salah satu dari Orang Kulit putih atau Negro lebih unggul dari yang lainnya.
Unggul dalam batas2 lingkungan mereka. Inuit lebih unggul di lingkungan mereka daripada Negro, dan Negro lebih unggul di lingkungan mereka daripada Inuit
Raja`Tega
04-08-2004, 10:47 AM
dan sebenarnya perkawinan pada manusia tidak 100% acak.
misal orang buta, orang bisu, orang tuli, takakan kawin acak dengan orang normal. orang cacat tak akan kawin secara random seperti pada orang normal. Atau orang ras A tak akan kawin secara acak dengan orang ras B.
Acak dalam artian terbatas pada informasi genetis yg dibawa oleh ayah-ibunya.
Unggul dalam batas2 lingkungan mereka. Inuit lebih unggul di lingkungan mereka daripada Negro, dan Negro lebih unggul di lingkungan mereka daripada Inuit
Inilah arti perbedaan ras. Memang adaptasi mahluk hidup (termasuk manusia) terhadap lingkungannya memang ada. Tetapi itu hanya akan memunculkan individu yang unggul (terhadap lingkungannya saja), tidak membuat individu tersebut berevolusi.
tabriz kaworu
04-08-2004, 10:52 AM
Originally posted by Raja`Tega
"Segala hal adalah mungkin dengan berlalunya waktu". Demikian yg sering dikatakan oleh evolusionist. Ketidakabsan pernyataan ini di dalam dunia ilmiah, sangatlah jelas. Ketidakabsahan ini dapat dilihat dengan lebih jelas bila dilihat dari sudut pandang lain. Dalam sebuah contoh sederhana, mari kita tinjau faktor waktu dalam keadaan yang menguntungkan dan yang merugikan. Bayangkanlah sebuah perahu kayu di pantai, beserta seorang kapten yang dari awal memelihara kapal itu, memperbaiki, membersihkan, mengecatnya. Selama sang kapten tetap berminat pada kapal tersebut, kapal itu akan tambah menarik, aman dan terawat.
Lalu, mari kita bayangkan kapal tersebut ditinggalkan. Kali ini, pengaruh matahari, angin, hujan, pasir dan badai akan menyebabkan kapal itu rusak, lapuk, dan akhirnya terbuang tanpa guna.
Hukum entropi, yang dikenal sebagai "Hukum Termodinamika Kedua", menyatakan bahwa semua sistem di alam semesta ini menuju ke arah kehancuran, penguraian, dan pembusukan apabila ditinggalkan begitu saja dalam kondisi alamiah.
kalo pada kapal, kan ga ada Energi, Perputaran Energi, Perpindahan Energi, dll.... yg cukup untuk mengubah bentuknya?
Kalo mo ke bahasa klisenya,
KARENA KITA ADALAH KEHIDUPAN.
Originally posted by Raja`Tega
Walaupun demikian, segala hal di dunia dan alam semesta berjalan mengikuti hukum yang tetap. Hal ini tidak berubah seiring berjalannya waktu. Sebagai contoh, benda jatuh ke muka Bumi akibat gravitasi. Benda tidak akan jatuh ke atas dengan berjalannya waktu, bahkan dalam waktu bertriliun-triliun tahun sekalipun. Anak kadal tetaplah kadal. Hal ini terjadi karena informasi genetis yang diturunkan adalah selalu informasi kadal, dan secara alami tidak ada informasi tambahan yang bisa ditambahkan. Informasi dapat berkurang ataupun musnah, tetapi sungguh mustahil sesuatu apa pun dapat ditambahkan.
tapi sungguh mungkin ada protein baru yg ditambahkan.
tabriz kaworu
04-08-2004, 10:56 AM
Originally posted by Raja`Tega
Inilah arti perbedaan ras. Memang adaptasi mahluk hidup (termasuk manusia) terhadap lingkungannya memang ada. Tetapi itu hanya akan memunculkan individu yang unggul (terhadap lingkungannya saja), tidak membuat individu tersebut berevolusi.
Kalo perbedaan lingkungannya ekstrem, tentu saja perbedaannya juga ekstrem.
mungkin seperti harimau di darat dan ikan di laut.
Raja`Tega
04-08-2004, 11:10 AM
tapi sungguh mungkin ada protein baru yg ditambahkan
bagaimana mekanisme penambahannya pun tidak bisa dijelaskan dr postingan2 tabriz di atas. :)
Kalo perbedaan lingkungannya ekstrem, tentu saja perbedaannya juga ekstrem.
mungkin seperti harimau di darat dan ikan di laut.
Jadi, misalnya kita paksakan harimau hidup dilaut, apakah laut bisa merubah harimau untuk memiliki insang dan sirip ? Atau kalau mau lebih ekstrim, misalnya setiap bayi yg lahir di muka bumi dipotong tangannya, apakah nantinya manusia dan keturunan seterusnya otomatis tidak bertangan ?
Raja`Tega
05-08-2004, 08:20 AM
Pada bukunya, Charles Darwin pun juga menyebutkan yang kurang lebih maksudnya adalah teori evolusi yang dibangunnya akan berantakan jika variasi ras telah menghasilkan bentuk yang paling menguntungkan.
tabriz kaworu
06-08-2004, 08:11 PM
Originally posted by Raja`Tega
Jadi, misalnya kita paksakan harimau hidup dilaut, apakah laut bisa merubah harimau untuk memiliki insang dan sirip ? Atau kalau mau lebih ekstrim, misalnya setiap bayi yg lahir di muka bumi dipotong tangannya, apakah nantinya manusia dan keturunan seterusnya otomatis tidak bertangan ?
Kalo harimaunya "sekarat" hidup di laut dgn kondisi skrg tentunya mereka(dia dan keturunannya) akan mengembangkan(seharusnya bukan kalimat aktif, karena terjadi dgn sendirinya) suatu cara biar " gampang" hidup di laut. dan insang sirip salah satu dari sekian banyak cara yg bisa dipilih. jadi ga pasti mereka memilih jalan tsb.
Evolusi ada 2. mutasi dari dalam dan seleksi alam dari luar. pemotongan tangan berarti pengaruh dari luar. dan pengaruh dari luar tidak diturunkan. seleksi alam hanya memilih mana yg lebih pantas hidup dalam lingkungannya skrg.
ya kalo ada diktator yg kejam memotong tangan bayi, trus bayinya kehabisan darah trus mati, maka bayi yg dari lahir ga punya tangan ga akan kekurangan darah dan ga akan mati. nah gen "ga punya tangan" tsb yg diturunkan.
tabriz kaworu
06-08-2004, 08:25 PM
Ops, sori, attachmen yg di atas tuh mestinya untuk penjelasan kodon serta as.amino yg dikode.
jadi kalo kodonnya GCA-UCC-GAG-CAG-UGA-........, yg dikode adalah as.amino Alanin-Serin-As.Glutamat-Glutamin-"Stop"(penghenti). misalnya kita sebut ini protein A. protein ini kemudian dibawa keluar untuk direaksikan lebih lanjut.
Nah kalo ada mutasi jadi GCA-CCC-GAG-CAG-UGA-........, yg terbentuk jadi Alanin-Prolin-As.Glutamat-Glutamin-"Stop"(penghenti). nih protein jelas lain dgn protein A.
Ato kalo mutasi jadi GCA-UCC-GAG-CAG-UGG, jadinya Alanin-Serin-As.Glutamat-Glutamin-Triptofan-...... Nah pengkodean ini juga akan terus berlanjut sampe ketemu kodon penghenti . Protein yg dibentuknya juga beda dgn Protein A. Ini ada contoh hormon Proinsulin ama as.aminonya..
bio^girl
06-08-2004, 08:55 PM
Bodoh sekali. itu terbentuk dari waktu yg sangat2 lama. jadi bukan nya main potong memotong atau tenggelamin M.hidup ke air.
lu potong bapak nya emang nya anak nya bakal ga ada tangan?
aneh2 ajah.
Raja`Tega
09-08-2004, 04:21 PM
Jika memang benar perubahan itu ke-arah bentuk yg lebih baik. Bisa gak kasih contoh, satu aja perubahan tersebut.
Raja`Tega
09-08-2004, 04:22 PM
Bodoh sekali. itu terbentuk dari waktu yg sangat2 lama. jadi bukan nya main potong memotong atau tenggelamin M.hidup ke air.
lu potong bapak nya emang nya anak nya bakal ga ada tangan?
aneh2 ajah.
Yang dimaksud dengan "terbentuk" itu apa ya ?
tabriz kaworu
09-08-2004, 08:41 PM
Originally posted by Raja`Tega
Jika memang benar perubahan itu ke-arah bentuk yg lebih baik. Bisa gak kasih contoh, satu aja perubahan tersebut.
Perubahan bukan ke arah bentuk yg lebih baik, cuman perubahan bergerak ke arah yg "acak". Jadi bentuk A akan berubah menjadi A2, ada yg A3, ada pula yg A4. Nah kalo lingkungannya ternyata lebih cocok buat A4, sedangkan A2 dan A3 ternyata tidak bisa bertahan hidup, ya A4 akan terus hidup sampai seleksi alam berikutnya.
Kalo mo contoh, mungkin kaya kaktus yg bisa hidup di padang pasir, Ato ya seperti contohmu, bakteri yg imun terhadap antibiotik.
Raja`Tega
10-08-2004, 08:02 AM
Perubahan bukan ke arah bentuk yg lebih baik, cuman perubahan bergerak ke arah yg "acak". Jadi bentuk A akan berubah menjadi A2, ada yg A3, ada pula yg A4. Nah kalo lingkungannya ternyata lebih cocok buat A4, sedangkan A2 dan A3 ternyata tidak bisa bertahan hidup, ya A4 akan terus hidup sampai seleksi alam berikutnya.
Kalo mo contoh, mungkin kaya kaktus yg bisa hidup di padang pasir, Ato ya seperti contohmu, bakteri yg imun terhadap antibiotik.
Dus, ini bukan merupakan suatu bukti dr teori Evolusi khan. ( Bukankah Teori Evolusi selalu mengatakan perubahan yg terjadi adalah perubahan ke bentuk yg lebih menguntungkan)
Raja`Tega
10-08-2004, 08:04 AM
Benarkah DNA manusia dan kera atau simpanse hanya berbeda 1% ?
Pernah dikatakan bahwa Informasi genetis manusia dengan simpanse 99% sama, atau hanya 1% DNA yang menjadikan kita manusia.
Dalam suatu berita yang pernah disiarkan oleh CNN : Manusia-Simpanse, lebih berbeda daripada yang diduga. Seorang ahli Biologi Roy Britten (California Institute of Technology) mengatakan bahwa pembandingan gen memperlihatkan kesamaan genetis antara manusia dengan simpanse hanyalah 95%.
Britten mengambil kesimpulan ini berdasarkan sebuah program komputer yang membandingkan 780.000 dari 3 miliar pasang basa dari heliks DNA manusia dengan yang ada pada simpanse. Ia menemukan lebih banyak ketidakcocokan daripada yang ditemukan para peneliti sebelumnya, dan menyimpulkan bahwa sedikitnya 3,9 persen basa DNA adalah berbeda.Ini membuatnya berkesimpulan bahwa terdapat sekitar 5% perbedaan genetis mendasar antara kedua spesies.
New Scientist, melaporkan hal yang sama dalam tulisan yang berjudul “Perbedaan DNA manusia dengan simpanse kini tiga kali lebih besar”:
Ternyata kita lebih berbeda daripada dugaan semula, demikian menurut hasil perbandingan terkini atas DNA manusia dan simpanse. Telah lama diyakini bahwa kita memiliki 98,5 persen kesamaan bahan genetis dengan saudara terdekat kita. Sekarang, tampaknya ini tidak benar. Nyatanya, kita memiliki kesamaan bahan genetik tak sampai 95%, yang berarti peningkatan tiga kali lipat dalam hal variasi antara kita dengan simpanse.
Sebagai tambahan, protein-portien dasar seperti yang telah diungkapkan di atas adalah molekul vital yang serupa dan umum dijumpai bukan saja pada simpanse, melainkan juga pada banyak makhluk hidup yang amat berbeda. Struktur protein pada semua spesies ini amat serupa dengan protein pada manusia.
Sebagai contohnya, analisa genetis yang diterbitkan dalam New Scientist telah mengungkapkan 75% kesamaan antara DNA cacing nematoda dan DNA manusia. Hal ini sama sekali tidak berarti bahwa perbedaan antara cacing tersebut dengan manusia hanya sebesar 25%!
Sebaliknya, dalam sebuah penemuan lain yang juga telah terbit di media, dinyatakan bahwa hasil pembandingan antara gen lalat buah genus Drosophila dengan gen manusia menunjukkan kesamaan sebesar 60%.
Bila makhluk hidup selain manusia dikaji, tampak tidak ada hubungan molekuler seperti yang dikemukakan para evolusionis.Fakta ini menunjukkan bahwa konsep kesamaan bukanlah bukti evolusi.
Tentu saja wajar apabila tubuh manusia memiliki kesamaan molekuler dengan makhluk hidup lainnya, Karena molekul penyusun tubuh makhluk hidup adalah sama, air dan udara yang dikonsumsi adalah sama, makanan makhluk hidup tersusun dari molekul yang sama. Tentu saja, metabolisme makhluk hidup, dan dengan begitu sekaligus susunan genetisnya, akan serupa satu sama lain. Akan tetapi hal ini bukan bukti bahwa makhluk hidup berasal dari satu nenek moyang.
“Kesamaan materi” ini bukan hasil proses evolusi, melainkan hasil “kesamaan rancangan”, yaitu makhluk hidup diciptakan berdasarkan satu rencana yang sama.
Untuk menjelaskan hal tersebut, kita dapat mengambil contoh berikut: semua bangunan di dunia ini terbuat dari bahan yang serupa (batu-bata, besi, semen, dst.). Akan tetapi, tidak berarti satu bangunan berevolusi dari bangunan lainnya. Bangunan-bangunan itu didirikan secara terpisah dengan menggunakan bahan-bahan yang sama. Demikian pula halnya dengan makhluk hidup.
Hiram
10-08-2004, 12:54 PM
Originally posted by Raja`Tega
iya ya
Tp gw akan tetep memposting di thread ini kok.
Saya memang memberikan kesempatan kepada anda untuk posting sebanyak - banyaknya di thread ini.
Saatnya nanti saya akan memberikan argumen2 yg membuktikan mayoritas alasan dan pendapat ilmiah yg digunakan Creationist tidak memiliki dasar ilmiah yg valid.
Khusus mengenai terjadinya penipuan dan pemalsuan banyak sekali kutipan2 dari para ahli yg saya temukan dalam argumentasi anda , akan saya tandai dengan tulisan : HOAX
Dan langsung saya edit di postingan anda supaya pembaca tidak tertipu dengan propaganda kebohongan yg 'berbau' science yg dilakukan para Creationist.
Hingga saat itu, silahkan posting banyak2
;)
Raja`Tega
10-08-2004, 01:02 PM
Terima kasih :)
HOAX
Dan langsung saya edit di postingan anda supaya pembaca tidak tertipu dengan propaganda kebohongan yg 'berba' science yg dilakukan para Creationist.
Ck...ck....ck.......boleh.....boleh silakan saja gpp. Jadi kalo warga forum science yg masih pengen baca postingan2 saya beli aja bukunya ya, atau langsung aja ke web sitenya. :)
Tapi kalo saya jadi anda, saya akan tetap membiarkan tulisan2 yg anda aggap penipuan itu, biarlah pembaca yg menentukan pilihan, dengan membandingkan keduanya dan kemudian memutuskan yg sesuai dengan apa yg dipahaminya. :)
Hiram
10-08-2004, 01:04 PM
Saya masih menunda postingan saya karena saya masih membaca buku Johanson mengenai catatan2 ekspedisi dan penemuan fosil2nya yg berjudul " Ancestors : in search of human origin ".
Kebetulan saya menemukan buku ini di toko buku News Stand di Pasar Festival Kuningan.
Terus terang, ehm mohon maaf - saya muak dengan postingan2 tanpa melakukan cross - reference dari sumber2 yg memiliki akses langsung thd topik yg dibicarakan.
Apalagi postingan2 copy - paste tanpa analisis dari Raja'Tega yang dengan yakin seolah - olah artikel2 dan pendapat Harun Yahya adalah pendapat ahli yg kompeten.
Ditambah lagi kesimpulan2 yg sama sekali tidak bernilai ilmiah kecual propaganda dogmatika belaka.
Mohon maaf buat Raja'Tega, karena saya tidak memandang anda sebagai lawan diskusi yg kompatibel.
Satu2nya hal yg saya kagumi dari anda adalah antusiasme dan fanatisme dalam membanjiri thread dengan semua postingan anda.
Anyway , saya senang ada orang yg antusias seperti anda
tabriz kaworu
10-08-2004, 01:17 PM
Originally posted by Raja`Tega
Benarkah DNA manusia dan kera atau simpanse hanya berbeda 1% ?
Britten mengambil kesimpulan ini berdasarkan sebuah program komputer yang membandingkan 780.000 dari 3 miliar pasang basa dari heliks DNA manusia dengan yang ada pada simpanse. Ia menemukan lebih banyak ketidakcocokan daripada yang ditemukan para peneliti sebelumnya, dan menyimpulkan bahwa sedikitnya 3,9 persen basa DNA adalah berbeda.Ini membuatnya berkesimpulan bahwa terdapat sekitar 5% perbedaan genetis mendasar antara kedua spesies.
masih sangat sedikit tuh. Ingat, Human genome project aja lom selesai, apalagi Simpanse genome project. Nunggu selesai dulu, baru 3 milyar itu dibandingin.
Originally posted by Raja`Tega
Tentu saja wajar apabila tubuh manusia memiliki kesamaan molekuler dengan makhluk hidup lainnya, Karena molekul penyusun tubuh makhluk hidup adalah sama, air dan udara yang dikonsumsi adalah sama, makanan makhluk hidup tersusun dari molekul yang sama. Tentu saja, metabolisme makhluk hidup, dan dengan begitu sekaligus susunan genetisnya, akan serupa satu sama lain. Akan tetapi hal ini bukan bukti bahwa makhluk hidup berasal dari satu nenek moyang.
“Kesamaan materi” ini bukan hasil proses evolusi, melainkan hasil “kesamaan rancangan”, yaitu makhluk hidup diciptakan berdasarkan satu rencana yang sama.
Untuk menjelaskan hal tersebut, kita dapat mengambil contoh berikut: semua bangunan di dunia ini terbuat dari bahan yang serupa (batu-bata, besi, semen, dst.). Akan tetapi, tidak berarti satu bangunan berevolusi dari bangunan lainnya. Bangunan-bangunan itu didirikan secara terpisah dengan menggunakan bahan-bahan yang sama. Demikian pula halnya dengan makhluk hidup.
Evolusi mahkluk hidup = perubahan bentuk mahkluk hidup secara bertahap & lama melalui perubahan "informasi bentuk dasar"
Evolusi bangunan = perubahan bentuk bangunan secara bertahap & lama melalui perubahan "informasi bentuk dasar"
Sebenarnya mereka sama. Yg berubah tuh Informasinya.
Raja`Tega
10-08-2004, 01:29 PM
Tabriz :
baca lebih lanjut mengenai kesamaan genom manusia dg binatang yg lain juga deh (di postingan gw ada).
"informasi bentuk dasar" ? maksutnya gimana neh mas. Apakah dengan melihat bentuk manusia dengan simpanse yg agak2 sama begitu ya ?
Kalau begitu, bentuk dasar lingkaran, harusnya bisa dijelaskan dunk asalnya dr apa ?
masih sangat sedikit tuh. Ingat, Human genome project aja lom selesai, apalagi Simpanse genome project. Nunggu selesai dulu, baru 3 milyar itu dibandingin.
Berarti yg perbedaan hanya 1 % juga gak bisa dipakai lagi khan?
Raja`Tega
10-08-2004, 01:33 PM
Saya masih menunda postingan saya karena saya masih membaca buku Johanson mengenai catatan2 ekspedisi dan penemuan fosil2nya yg berjudul " Ancestors : in search of human origin ".
Kebetulan saya menemukan buku ini di toko buku News Stand di Pasar Festival Kuningan.
Terus terang, ehm mohon maaf - saya muak dengan postingan2 tanpa melakukan cross - reference dari sumber2 yg memiliki akses langsung thd topik yg dibicarakan.
Apalagi postingan2 copy - paste tanpa analisis dari Raja'Tega yang dengan yakin seolah - olah artikel2 dan pendapat Harun Yahya adalah pendapat ahli yg kompeten.
Ditambah lagi kesimpulan2 yg sama sekali tidak bernilai ilmiah kecual propaganda dogmatika belaka.
Mohon maaf buat Raja'Tega, karena saya tidak memandang anda sebagai lawan diskusi yg kompatibel.
Satu2nya hal yg saya kagumi dari anda adalah antusiasme dan fanatisme dalam membanjiri thread dengan semua postingan anda.
Terima kasih atas kritiknya. Memang saya masih dalam taraf belajar kok, jadi memang masih banyak yg lebih pandai dr saya.
Mungkin u/ referensi mas Bas bisa beli bukunya Stephen J Gould yg judulnya Panda Thumb
ForumScience-KG
10-08-2004, 01:48 PM
Originally posted by Raja`Tega
Terima kasih atas kritiknya. Memang saya masih dalam taraf belajar kok, jadi memang masih banyak yg lebih pandai dr saya.
Mungkin u/ referensi mas Bas bisa beli bukunya Stephen J Gould yg judulnya Panda Thumb
Maaf buat Mas Raja'Tega, tadi postingan anda yg ini sempat terhapus waktu saya sedang un-sticky thread ini.
tabriz kaworu
11-08-2004, 09:45 PM
Originally posted by Raja`Tega
Tabriz :
baca lebih lanjut mengenai kesamaan genom manusia dg binatang yg lain juga deh (di postingan gw ada).
page brapa yah?? agak males nyari nih..:)
Originally posted by Raja`Tega
"informasi bentuk dasar" ? maksutnya gimana neh mas. Apakah dengan melihat bentuk manusia dengan simpanse yg agak2 sama begitu ya ?
Kalau begitu, bentuk dasar lingkaran, harusnya bisa dijelaskan dunk asalnya dr apa ?
maksudnya ya sama, bahwa Bangunan :
Pilar A + sekrup B diatas pondasi C .......dll,dll,dll = "bentuk/wujud"
Mahkluk hidup :
ZAt A + Enzim B di kondisi C....dll,dll,dll = "bentuk/wujud"
Lingkaran?? dalam kondisi 5 x 5, jari2 = 2,5 dgn Pusat di(3,3):) (wado melenceng topik neh...)
[/QUOTE]
tabriz kaworu
11-08-2004, 09:55 PM
Aduh, saya jadi merasa bersalah karena ga begitu mbaca artikel anda;D Oke, saya mao menanyakan hal2 yg kurang jelas nih...
Originally posted by Raja`Tega
Benarkah DNA manusia dan kera atau simpanse hanya berbeda 1% ?
Britten mengambil kesimpulan ini berdasarkan sebuah program komputer yang membandingkan 780.000 dari 3 miliar pasang basa dari heliks DNA manusia dengan yang ada pada simpanse. Ia menemukan lebih banyak ketidakcocokan daripada yang ditemukan para peneliti sebelumnya, dan menyimpulkan bahwa sedikitnya 3,9 persen basa DNA adalah berbeda.Ini membuatnya berkesimpulan bahwa terdapat sekitar 5% perbedaan genetis mendasar antara kedua spesies.
er, maksudnya 3,9% gimana yah??
Kalo basanya, pada mRNA manusia cuman 4. masa 3,9% dari 4??
Ato kodon?? brarti 3,9% dari 64 kodon??
Trus apa hubungannya dgn 5% tsb??
Raja`Tega
12-08-2004, 09:10 AM
er, maksudnya 3,9% gimana yah??
Kalo basanya, pada mRNA manusia cuman 4. masa 3,9% dari 4??
Ato kodon?? brarti 3,9% dari 64 kodon??
Trus apa hubungannya dgn 5% tsb??
Okay pertama, 780.000 disini maksutnya adalah 780.000 kilobasa ( 1 kilobasa = 1000 pasang DNA ).
Pertama dia menemukan 1.4 % dari pasangan tersebut telah tersubstitusi (substituted). Tetapi saat diteliti mengenai insertion dan deletionnya ternyata menghasilkan perbedaan mencapai sekitar 4 %.
Jadi perbedaannya = 1.4 % + 4 % = 5.4 % dibulatkan menjadi 5 %.
tabriz kaworu
13-08-2004, 10:38 AM
oooo, jadi 3,9% dari 780.000.000 ps basa?? 0,78 millar donk..
Emang kita dah bisa ngitung basa sebanyak itu?? trus maksudnya 3 Miliar Gen manusia tuh 3 M ato 3k M?
Raja`Tega
13-08-2004, 11:36 AM
3 M.......ntar ya aku cariin dulu :)
nyatanya bisa kok....... :)
kamu bisa cari penelitiannya Britten di situs2 ilmiah, terutama yg meneliti masalah genetik.
Raja`Tega
13-08-2004, 11:39 AM
yg dimaksud pasang DNA
3 M pasang DNA = 3 Juta Kilobasa.
Raja`Tega
13-08-2004, 01:23 PM
maaf Tabriz ada kekeliruan informasi :)
Begini 780.000 basa = 780.000 pasang basa pada DNA ( begitu maksutnya)
Jadi post2 gw yg diatas salah. Sorry.
Jadi 3 milliar basa = 3 milliar pasang basa DNA.
nikps2
14-08-2004, 11:29 AM
kalo manusia berasal dari monyet, kenapa sampe sekarang masih ada Monyet? ..eengg.. ngerti maksud g kan?
tabriz kaworu
14-08-2004, 12:25 PM
Aw skrg gw tau prasaan Jacinta yg benci ama orang yg males baca Post sebelumnya.;D
Bukan, Judul Threadnya tuh salah, maksudnya tuh manusia Saudaraan ama Kera
Raja Tega, gimana kalo gantian, Kenapa anda beranggapan bahwa Manusia tidak berEvolusi? Kalo tidak berEvolusi, trus gimana??
red_pr!nce
15-08-2004, 02:20 AM
Originally posted by nikps2
kalo manusia berasal dari monyet, kenapa sampe sekarang masih ada Monyet? ..eengg.. ngerti maksud g kan?
Ibaratnya ada org miskin ada org kaya. Orang kaya tadinya merupakan org miskin, namun dia mau berusaha utk menjadi kaya. Sedangkan org miskin masih tetap saja ada karena org-org itu malas berusaha, sehingga tetap miskin.
wadokai_indo
15-08-2004, 04:46 AM
Originally posted by red_pr!nce
Ibaratnya ada org miskin ada org kaya. Orang kaya tadinya merupakan org miskin, namun dia mau berusaha utk menjadi kaya. Sedangkan org miskin masih tetap saja ada karena org-org itu malas berusaha, sehingga tetap miskin.
Evolusi kan gak meliputi semua mahluk. Ada juga mahluk yang desainnya udah sesuai dengan niche environmentnya sehingga bentuknya ga berubah2 selama jutaan tahun. Misalnya kura-kura dan hiu.
Jadi perumpamaanya, misalnya pria-pria Indonesia ditawarin untuk dikasih gratis tembakan radiasi supaya penisnya bertambah besar dan panjang sampai 30% lebih dari aslinya. Kan pasti sebagian ada yang ngantri pengen ditembak radiasi tersebut (ingat fenomena mak Erot? :D ). Tapi orang-orang seperti saya misalnya yang sudah puas dengan kondisi saya yang sekarang tentunya ga pingin ikut-ikutan ngantri. :D :P :D
tabriz kaworu
17-08-2004, 10:14 PM
Alo raja Tega...Where R U??::bentar::
Raja`Tega
18-08-2004, 08:58 AM
sorry Tabriz, baru kembali dr cuti...... :)
Manusia tidak berevolsusi dari nenek moyang bersama kera-manusia.
Tetapi memang sudah diciptakan sedemikian rupa secara sempurna. Lalu kalo timbul pertanyaan bagaimana dengan perbedaan bentuk fisiologis antara Neanderthal dan manusia modern sekarang apakah bukan bukti evolusi ? Bukan, hal tersebut bukanlah evolusi. Hal tersebut adalah bukti adanya variasi ras. Mas Tabriz bisa liat lagi berbagai macam tengkorak dari berbagai ras manusia yg pernah ada. (gw lupa di page berapa). Lagian kalo memang itu dikatakan bukti evolusi, dimana perubahan menujuk ke yg lebih baik, atau yg kurang cerdas ke yg lebih cerdas, dg volume otak lebih kecil ke yg lebih besar, mungkin anda bisa baca lagi berapa volume rata2 otak neanderthal dan berapa volume rata2 otak manusia modern. Coba bandingkan mana yg lebih besar. :)
Trus lagi kenapa nenek moyang tsb harus berevolusi menjadi manusia. Bukankah bentuk fisiologis kera lebih menguntungkan, bisa bergerak lebih cepat, dg teknik perlindungan diri alami dari ancaman lingkungan yang lebih baik. Bagaimana evolusi bisa menjelaskan hal ini ?
tabriz kaworu
19-08-2004, 06:28 PM
- Jadi, Bagaimana manusia terbentuk??
- Evolusi bukan berarti selalu ke bentuk yg lebih komplek, yg penting berubah. Ya kaya contoh bakterimu itu yg katanya keilangan Ribosomnya.
- Kera tidak berevolusi jadi manusia. mereka Evolusi dari something. Memang mereka lebih adaptif dari manusia, tapi di tempat asal mereka, bukan di Kota.
Cuti?? bukannya km masih SMU ya??::bentar::
Raja`Tega
20-08-2004, 08:30 AM
- Jadi, Bagaimana manusia terbentuk??
Apa yang kamu maksud, manusia pertama itu bisa ada bagaimana ?
Kalo maksudmu yg ini, mungkin ledakan cambrian bisa menjelaskan, bagaimana invertebrata2 itu bisa langsung ada di jaman itu.
- Evolusi bukan berarti selalu ke bentuk yg lebih komplek, yg penting berubah. Ya kaya contoh bakterimu itu yg katanya keilangan Ribosomnya.
Bukan ke bentuk yg lebih baik ? Berarti penerapan utk setiap teori evolusi u/ setiap spesies saling kontradiktif dunk.
Pernyataan kamu "yang penting berubah" menurut aku sangat memaksakan sekali. Hal ini menjadikan tidak bisa dijelaskan mengenai asal muasal serangga, kura2, katak, dll.
Kera tidak berevolusi jadi manusia. mereka Evolusi dari something. Memang mereka lebih adaptif dari manusia, tapi di tempat asal mereka, bukan di Kota.
Memang setelah ditemukannya fosil2 yg ternyata lebih menyerupai manusia tetapi lebih tua dari pada Lucy teorinya berubah menjadi bahwa kera tidak berevolusi mjd manusia, tetapi keduanya berevolusi dari suatu mahluk hidup (nenek moyang) yang sama. Yang menjadi pertanyaan : kenapa harus berevolusi terpisah yg satu jadi kera yg satu jadi manusia ?
Cuti?? bukannya km masih SMU ya??
Eh, emang ada yg bilang aku masih SMU. Aku dah kerja kok. Dah lulus SMU lama sekali :)
jacinta
20-08-2004, 02:11 PM
Originally posted by tabriz kaworu
Aw skrg gw tau prasaan Jacinta yg benci ama orang yg males baca Post sebelumnya.;D
gw .. terharu ... /sob
Horace
20-08-2004, 09:29 PM
Hmm.. aku cuma mau minta pendapat kalian2x semua kasusnya gini.
Bila menurut ilmu pengetahuan
Manusia berasal dari kera yang berevolusi <Darwin> Buktinya banyak fosil yang ditemukan menunjukkan tingkatan manusia dari Pithecanthropus hingga homo sapiens.
Bila menurut ilmu agama
Tuhan menciptakan manusia Adam dan Hawa. Kemudian mempunyai anak Kain dan Habel. Kain kemudian membunuh Habel.
Bila digabung....
Menurut science untuk menghasilkan keturunan diperlukan pasangan manusia laki2x dan perempuan. Jika Adam dan Hawa mempunyai anak laki2x dan salah satunya telah terbunuh.. Maka... bagaimana jalur keturunannya??
jacinta
21-08-2004, 10:29 AM
Originally posted by Horace
Manusia berasal dari kera yang berevolusi <Darwin> Buktinya banyak fosil yang ditemukan menunjukkan tingkatan manusia dari Pithecanthropus hingga homo sapiens.
*sigh*
manusia tidak berevolusi dari kera. berulang kali udah disebut di thread ini.
horace enggak bisa disalahin juga sih, soalnya pernyataan tadi udah lost di halaman keberapa, tenggelam oleh diskusi puanjaaanggg dan kuliah umum para ahli.
Pi-Man
22-08-2004, 02:30 PM
Wel, aku sendiri nggak percaya konsep penciptaan. Tapi kalau aku nggak salah baca dulu, Adam dan Hawa punya 4 anak, 2 pasang laki-perempuan. Jadi mereka dikawinkan (incest sih), tapi Kain yang cemburu membunuh saudaranya sendiri Habel.
Jika manusia berasal dari Adam dan Hawa saja, berapa waktu yang diperlukan sehingga manusia yang ada jadi bermacam-macam ras begini? Padahal dunia dulu sempat ditenggelamkan di masa Nabi Nuh!
Pi-Man
tabriz kaworu
23-08-2004, 12:22 AM
Originally posted by Raja`Tega
Apa yang kamu maksud, manusia pertama itu bisa ada bagaimana ?
Kalo maksudmu yg ini, mungkin ledakan cambrian bisa menjelaskan, bagaimana invertebrata2 itu bisa langsung ada di jaman itu.
ya,... saya menanyakan teori anda sebagai bukan Evolusionist
Originally posted by Raja`Tega
Bukan ke bentuk yg lebih baik ? Berarti penerapan utk setiap teori evolusi u/ setiap spesies saling kontradiktif dunk.
Pernyataan kamu "yang penting berubah" menurut aku sangat memaksakan sekali. Hal ini menjadikan tidak bisa dijelaskan mengenai asal muasal serangga, kura2, katak, dll.
Ke bentuk yg lebih baik, tapi tak selalu kebentuk yg lebih kompleks. kompleks tak selalu baik. Mutasi tuh yg penting berubah, baru seleksi alam yg ngarahin.
Originally posted by Raja`Tega
Memang setelah ditemukannya fosil2 yg ternyata lebih menyerupai manusia tetapi lebih tua dari pada Lucy teorinya berubah menjadi bahwa kera tidak berevolusi mjd manusia, tetapi keduanya berevolusi dari suatu mahluk hidup (nenek moyang) yang sama. Yang menjadi pertanyaan : kenapa harus berevolusi terpisah yg satu jadi kera yg satu jadi manusia ?
karena mereka hidup di lingkungan yg berbeda.
Abis ini wa balik kampung ah...::kabur:: Libur semester...
Hiram
23-08-2004, 01:25 AM
Originally posted by Raja`Tega
sorry Tabriz, baru kembali dr cuti...... :)
Tetapi memang sudah diciptakan sedemikian rupa secara sempurna. Lalu kalo timbul pertanyaan bagaimana dengan perbedaan bentuk fisiologis antara Neanderthal dan manusia modern sekarang apakah bukan bukti evolusi ? Bukan, hal tersebut bukanlah evolusi. Hal tersebut adalah bukti adanya variasi ras. Mas Tabriz bisa liat lagi berbagai macam tengkorak dari berbagai ras manusia yg pernah ada. (gw lupa di page berapa). Lagian kalo memang itu dikatakan bukti evolusi, dimana perubahan menujuk ke yg lebih baik, atau yg kurang cerdas ke yg lebih cerdas, dg volume otak lebih kecil ke yg lebih besar, mungkin anda bisa baca lagi berapa volume rata2 otak neanderthal dan berapa volume rata2 otak manusia modern. Coba bandingkan mana yg lebih besar. :)
Neanderthal adalah variasi ras ?
PLease man, knock it off.
- Ada perbedaan signifikan dalam massa tulang neanderthal dan bukan hanya pada bentuk tengkoraknya saja.
- Bentuk tengkorak ras2 manusia memang berbeda tapi tetap pada ukuran parimeter2 yg diluar ukuran parimeter tengkorak Neanderthal.
Neanderthal berevolusi dari Homo Erectus yg mendiami Eropa.
Sementara Homo Sapiens ( Manusia Modern ) berevolusi dari Homo Erectus yg tetap berada di Afrika.
Species Homo Erectus yg pertama keluar Afrika terpisah di berbagai belahan bumi dalam rentang waktu lama hingga ada yg mengalami evolusi lebih dahulu sementara ada yg tidak.
Hal ini menjelaskan kenapa dari 1 species bisa terjadi percabangan species.
Dalam kasus Species Homo Erectus, percabangan ini gagal ketika Neanderthal punah 30.000 tahun yg lalu.
Untuk menentukan species dgn bentuk / fungsi terunggul tidak bisa dilihat secara parsial.
Misalnya Neanderthal dikatakan memiliki ukuran volume otak lebih besar dari Homo Sapiens dan dari peninggalan2, teknologi Neanderthal seimbang dengan Homo Sapiens.
Kenapa Neanderthal punah?
- ketidak mampuan / ketidak beranian untuk menyebar / bermigrasi keluar wilayah Eropa sehingga rentan penyakit menular yg bisa memusnahkan seluruh species sekaligus.
- Kemungkinan Homo Sapiens dari Afrika membawa penyakit yg asing di Eropa saat itu dan species Neanderthal tidak memiliki kekebalan tubuh utk itu.
Perbedaan species jelas tidak memungkinkan Neanderthal mengembangkan antibodi spt yg dimiliki Homo Sapiens.
Originally posted by Raja`Tega
Trus lagi kenapa nenek moyang tsb harus berevolusi menjadi manusia. Bukankah bentuk fisiologis kera lebih menguntungkan, bisa bergerak lebih cepat, dg teknik perlindungan diri alami dari ancaman lingkungan yang lebih baik. Bagaimana evolusi bisa menjelaskan hal ini ?
Kembali lagi menganalisa evolusi secara parsial.
Perkembangan otak serta adaptasi thd perubahan lingkungan menyebabkan ada varietas2 tertentu yg berevolusi menjadi 'kera' darat yg kemudian mengandalkan kemampuan berpikir lebih besar ketimbang naluri serta kemampuan fisik.
Apa kemampuan bergerak cepat adalah segala - galanya?
Kemampuan berpikir dan berlogika membuat homo Habilis tidak harus mengandalkan gerak cepat kera2 pohon untuk survive.
Saya memberikan penjelasan ini bagi rekan2 yg lain.
Raja`Tega
23-08-2004, 01:04 PM
PLease man, knock it off.
- Ada perbedaan signifikan dalam massa tulang neanderthal dan bukan hanya pada bentuk tengkoraknya saja.
- Bentuk tengkorak ras2 manusia memang berbeda tapi tetap pada ukuran parimeter2 yg diluar ukuran parimeter tengkorak Neanderthal.
Neanderthal berevolusi dari Homo Erectus yg mendiami Eropa.
Sementara Homo Sapiens ( Manusia Modern ) berevolusi dari Homo Erectus yg tetap berada di Afrika.
Species Homo Erectus yg pertama keluar Afrika terpisah di berbagai belahan bumi dalam rentang waktu lama hingga ada yg mengalami evolusi lebih dahulu sementara ada yg tidak.
Hal ini menjelaskan kenapa dari 1 species bisa terjadi percabangan species.
Dalam kasus Species Homo Erectus, percabangan ini gagal ketika Neanderthal punah 30.000 tahun yg lalu.
Dari quote yg dicetak tebal : bukankah lebih tepat dikatakan sebagai variasi ras. Perbedaan2 itu pun masih terjadi di masa2 kini (coba kita perhatikan suku aborigin, pygmi, dan suku2 bangsa lainnya). Kita lihat struktur tulang yg berbeda satu sama lainnya (bukan hanya bentuk tengkoraknya saja).
Kembali lagi menganalisa evolusi secara parsial.
Perkembangan otak serta adaptasi thd perubahan lingkungan menyebabkan ada varietas2 tertentu yg berevolusi menjadi 'kera' darat yg kemudian mengandalkan kemampuan berpikir lebih besar ketimbang naluri serta kemampuan fisik.
Apa kemampuan bergerak cepat adalah segala - galanya?
Kemampuan berpikir dan berlogika membuat homo Habilis tidak harus mengandalkan gerak cepat kera2 pohon untuk survive.
Saya memberikan penjelasan ini bagi rekan2 yg lain.
Nah, saya memang menunggu penjelasan ini. Mas Tabriz saya nunggu anda njawab ini loh kok gak keluar2. Soalnya ada pertanyaan saya u/ para evolusionist. Pengaruh apa (dari alam) yang membuat "nenek moyang" manusia itu menjadi punya kemampuan berpikir (dalam artian bukan hanya naluri tapi juga akal pikiran yang terbentuk secara komprehensif).
ya,... saya menanyakan teori anda sebagai bukan Evolusionist
Teori saya tentu saja "penciptaan". Artinya dibalik semua ini dengan bentuk yang sangat kompleks tentunya ada "penciptanya. Jikalau anda kemudian bertanya bukankah bisa bagi Sang Pencipta u/ menciptakan sesuatu melalui proses evolusi, tentu saja memang bisa dengan segala kekuasaanNya. Tapi teori evolusi itu sendiri tidak didukung dengan bukti2 yg ditemukan, termasuk penjelasan mengenai ledakan cambrian. Itu saja sudah "susah" diterangkan oleh teori evolusi, belum lagi bagiamana asal muasal mamalia dan serangga.
Hiram
23-08-2004, 03:38 PM
Originally posted by Raja`Tega
Dari quote yg dicetak tebal : bukankah lebih tepat dikatakan sebagai variasi ras. Perbedaan2 itu pun masih terjadi di masa2 kini (coba kita perhatikan suku aborigin, pygmi, dan suku2 bangsa lainnya). Kita lihat struktur tulang yg berbeda satu sama lainnya (bukan hanya bentuk tengkoraknya saja).
Massa tulang bung, selain itu perbedaan tengkorak antara aborigin, pygmi dll MASIH DALAM PARAMETER standart Homo Sapiens.
Sementara perbedaan tengkorak dan massa tulang Neanderthal berada di luar parameter homo sapiens.
Volume otak Aborigin - pygmi - kaukasia berada dalam rentang ukuran yg sama.
Semua fosil Homo Sapiens yg ditemukan dalam era antara 100.000 thn hingga 30.000 tahun yg lalu diberbagai tempat memiliki ciri umum yg sama sementara fosil Neanderthal dari kurun waktu yg sama tidak memiliki ciri2 tsb.
Homo Sapiens dan Neanderthal bahkan tidak bisa melakukan kawin silang karena jelas berbeda species.
Raja`Tega
24-08-2004, 12:38 PM
Massa tulang bung, selain itu perbedaan tengkorak antara aborigin, pygmi dll MASIH DALAM PARAMETER standart Homo Sapiens.
Sementara perbedaan tengkorak dan massa tulang Neanderthal berada di luar parameter homo sapiens.
Volume otak Aborigin - pygmi - kaukasia berada dalam rentang ukuran yg sama.
Semua fosil Homo Sapiens yg ditemukan dalam era antara 100.000 thn hingga 30.000 tahun yg lalu diberbagai tempat memiliki ciri umum yg sama sementara fosil Neanderthal dari kurun waktu yg sama tidak memiliki ciri2 tsb.
Homo Sapiens dan Neanderthal bahkan tidak bisa melakukan kawin silang karena jelas berbeda species.
Lalu bagaimana dengan kecerdasan Neanderthal. Setelah ditemukan bekas peninggalan jarum jahit pada masa Neanderthal ini hidup, maka disimpulkan bahwa Neanderthal telah memiliki kebudayaan dan kecerdasan sama dengan homo sapiens.
Mengenai apakah dapat dikawinkan antara homo sapiens dg neanderthal......wow anda tidak bisa menjudgement spt itu. Karena apa, karena parameter suatu spesies disebut Homo sapiens adalah parameter yang dibuat dengan persepsi terhadap manusia modern dg bentuk spt bentuk homo sapiens. Sehingga kemungkinan ras-ras lain (dengan bentuk yg mungkin berbeda dg homo sapiens) yang hidup sebelum masa homo sapiens (memiliki kebudayaan, akal pikiran, dan kecerdasan manusia) dianggap bukan termasuk homo sapiens (berdasarkan persepsi yg dibuat di atas).
Hiram
24-08-2004, 01:07 PM
Originally posted by Raja`Tega
Lalu bagaimana dengan kecerdasan Neanderthal. Setelah ditemukan bekas peninggalan jarum jahit pada masa Neanderthal ini hidup, maka disimpulkan bahwa Neanderthal telah memiliki kebudayaan dan kecerdasan sama dengan homo sapiens.
Mengenai apakah dapat dikawinkan antara homo sapiens dg neanderthal......wow anda tidak bisa menjudgement spt itu. Karena apa, karena parameter suatu spesies disebut Homo sapiens adalah parameter yang dibuat dengan persepsi terhadap manusia modern dg bentuk spt bentuk homo sapiens. Sehingga kemungkinan ras-ras lain (dengan bentuk yg mungkin berbeda dg homo sapiens) yang hidup sebelum masa homo sapiens (memiliki kebudayaan, akal pikiran, dan kecerdasan manusia) dianggap bukan termasuk homo sapiens (berdasarkan persepsi yg dibuat di atas).
Yup Neanderthal seperti yg sudah saya posting, memiliki teknologi yg sabanding dengan homo sapiens.
Justru itulah yg membuktikan evolusi bahwa pernah ada 2 species 'Homo' yg 'advance' tapi kemudian hanya satu species yg bertahan.
Raja`Tega
24-08-2004, 05:09 PM
Justru itulah yg membuktikan evolusi bahwa pernah ada 2 species 'Homo' yg 'advance' tapi kemudian hanya satu species yg bertahan.
Adanya dua spesies yg pernah hidup dalam kurun waktu yg sama, yang hanya dibedakan struktur fisiologis saja tetapi dengan fungsi2 organ tubuh yang sama bukanlah suatu bentuk u/ bukti evolusi. Ingat, banyak sekali perbedaan yang harus ada untuk dua mahluk hidup yg berbeda spesies, walaupun masih dalam genus yg sama. Justru ini lebih membuktikan ttg variasi ras. Mengenai perkawinan antara keduanya yang mas bas bilang tidak bisa tidak bisa dijudgement langsung begitu saja. Hal ini sebebnya spt postingan gw di atas.
tabriz kaworu
25-08-2004, 03:26 AM
Originally posted by Raja`Tega
Nah, saya memang menunggu penjelasan ini. Mas Tabriz saya nunggu anda njawab ini loh kok gak keluar2. Soalnya ada pertanyaan saya u/ para evolusionist. Pengaruh apa (dari alam) yang membuat "nenek moyang" manusia itu menjadi punya kemampuan berpikir (dalam artian bukan hanya naluri tapi juga akal pikiran yang terbentuk secara komprehensif).
secara "kebetulan", mereka punya kemampuan berpikir
Originally posted by Raja`Tega
Teori saya tentu saja "penciptaan". Artinya dibalik semua ini dengan bentuk yang sangat kompleks tentunya ada "penciptanya. Jikalau anda kemudian bertanya bukankah bisa bagi Sang Pencipta u/ menciptakan sesuatu melalui proses evolusi, tentu saja memang bisa dengan segala kekuasaanNya. Tapi teori evolusi itu sendiri tidak didukung dengan bukti2 yg ditemukan, termasuk penjelasan mengenai ledakan cambrian. Itu saja sudah "susah" diterangkan oleh teori evolusi, belum lagi bagiamana asal muasal mamalia dan serangga.
hmmm, jadi, anda tak setuju dgn teori Evolusi. lalu, apakah anda punya teori tentang penciptaan selain melalui Evolusi??
Raja`Tega
25-08-2004, 09:52 AM
secara "kebetulan", mereka punya kemampuan berpikir
Kebetulan ?? Bahkan satu buak struktur sel pun mempunyai propabilitas yang amat sangat kecil bisa terbentuk secara "kebetulan". (kita sudah pernah membahas hal ini). Lalu bagaimana bisa kemampuan berpikir (yang melibatkan hal yang amat sangat kompleks - secara biologis dan sosial) bisa terbentuk secara kebetulan ?
hmmm, jadi, anda tak setuju dgn teori Evolusi. lalu, apakah anda punya teori tentang penciptaan selain melalui Evolusi??
Evolution - Creationist - Theistic Evolution (Creation Through Evolution)
Menurut mas tabriz saya masuk yang mana dari ketiganya, seharusnya mas tabriz bisa menebak dengan semua postingan saya.
red_pr!nce
25-08-2004, 04:58 PM
Originally posted by Raja`Tega
Evolution - Creationist - Theistic Evolution (Creation Through Evolution)
Bung Raja'Tega bisa menjelaskan ttg teori kreasionisme secara logis dan rasional?
Gw juga pengen tau nih ttg asal muasal manusia dari sudut pandang kreasionisme.
**kebanyakan dicekokin teori evolusionisme**:D
Raja`Tega
25-08-2004, 05:18 PM
Bung Raja'Tega bisa menjelaskan ttg teori kreasionisme secara logis dan rasional?
Gw juga pengen tau nih ttg asal muasal manusia dari sudut pandang kreasionisme.
Bisa....bisa......tapi apa gak ngulangin thread ini dari awal. Udah pernah soalnya. Tapi gw PM deh, tungguin aja ya.......
tabriz kaworu
26-08-2004, 12:59 AM
Originally posted by Raja`Tega
Kebetulan ?? Bahkan satu buak struktur sel pun mempunyai propabilitas yang amat sangat kecil bisa terbentuk secara "kebetulan". (kita sudah pernah membahas hal ini). Lalu bagaimana bisa kemampuan berpikir (yang melibatkan hal yang amat sangat kompleks - secara biologis dan sosial) bisa terbentuk secara kebetulan ?
saya bilang "kebetulan" ini dalam cangkupan manusia, karena tentu saja manusia tak bisa mencampuri terjadinya hal tersebut. Jadi kejadian terbentuknya "akal" saya sebut "kebetulan". kalo "bukan manusia" yg ikut campur proses pembuatannya sih, lain cerita.
Originally posted by Raja`Tega
Evolution - Creationist - Theistic Evolution (Creation Through Evolution)
Menurut mas tabriz saya masuk yang mana dari ketiganya, seharusnya mas tabriz bisa menebak dengan semua postingan saya.
aduh maap tolong terjemahannya plsss.....dan definisinya kalo bisa..... ga tau nih suer... ::maap::
Oya, kalo ga salah Raja tega pernah bilang kalo penciptaan manusia terjadi secara supranatural ya?? bisa jelaskan secara rinci??
ya udah tanya 2 aja dulu::kabur::
Raja`Tega
26-08-2004, 07:21 AM
aduh maap tolong terjemahannya plsss.....dan definisinya kalo bisa..... ga tau nih suer...
EVolutionist = panganut teori evolusi murni, yang mengatakan bahwa terbentuknya makhluk hidup pertama kali adalah melalui suatu proses kebetulan (tanpa campur tangan Sang Pencipta) dan melalui serangkaian proses evolusi terjadilah berbagai macam mahluk hidup spt saat sekarang ini.
Creationist = penganut teori penciptaan murni, bahwa segala sesuatunya pasti diciptakan dengan suatu tujuan. Perbedaan2 bentuk struktur fisiologis antara mahluk2 hidup terdahulu dengan mahluk2 hidup modern bukan hasil dari proses evolusi. Setiap mahluk hidup diciptakan pada masing2 jaman yang paling sesuai untuknya.
Theistic Evolutionist (Creation Through Evolution) = menggabungkan dari kedua paham di atas. Jadi asal muasal mahluk hidup pertama kali memang diciptakan lalu bisa sampai beraneka ragam spt saat sekarang ini memalui suatu proses evolusi.
Oya, kalo ga salah Raja tega pernah bilang kalo penciptaan manusia terjadi secara supranatural ya?? bisa jelaskan secara rinci??
Supranatural, artinya adalah kekuasaan Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta. Tuhan menciptakan manusia sudah dalam bentuk yang paling sempurna dan dibekali dengan akal pikiran yang akan melahirkan kebudayaan.
Jadi yang dimaksud bukanlah "cara" supranatural, tetapi "kekuatan" supranatural. Intinya begitu.
tabriz kaworu
27-08-2004, 11:40 AM
Berarti anda punya tidak punya gambaran/bayangan mengenai "cara" terjadinya manusia/mahkluk hidup??
Raja`Tega
27-08-2004, 02:18 PM
Berarti anda punya tidak punya gambaran/bayangan mengenai "cara" terjadinya manusia/mahkluk hidup??
Ada, tapi saya PM aja ya :)
red_pr!nce
29-08-2004, 11:49 AM
Originally posted by Harbroto
Manusia berasal dari manusia.
Binatang berasal dari binatang
Tumbuhan berasal dari tumbuhan
Manusia purba itu TETAP manusia bukan binatang.
Teori Darwin itu ::fu::
Gw minta bukti dong, bukan minta pemikiran...:D ;p
Raja`Tega
30-08-2004, 09:20 AM
Gw minta bukti dong, bukan minta pemikiran...
Evolusi sendiri adalah buah dari pemikiran mas.
Belum ada bukti yang sangat kuat untuk mendukung teori ini.
Penemuan fosil semakin membuat "skema" evolusi terdahulu menjadi lebih tidak jelas (jika melihat teori evolusi). Lalu muncullah ide bahwa kera memang tidak berevolusi menjadi manusia (karena semakin banyaknya ditemukan fosil yang tidak bisa diletakkan secara berurutan), dan lalu dikatakan bahwa kera dan manusia mempunyai achestor yang sama yang satu menjadi kera yang satu menjadi manusia (hal ini untuk menyesuaikan skema evolusi yang semakin lama semakin bercabang-cabang).
Hiram
30-08-2004, 11:36 AM
Originally posted by Raja`Tega
(hal ini untuk menyesuaikan skema evolusi yang semakin lama semakin bercabang-cabang).
Ini yg sering dijadikan senjata para kreasionis :)
Padahal apabila mereka sedikit saja punya cara berpikir secara ilmiah justru cabangan2 baru yg ditemukan makin menguatkan pola evolusi itu sendiri.
Lagipula hingga saat ini skema evolusi manusia sama sekali tidak kemudian menjadi invalid dengan adanya penemuan2 tsb.
Penemuan2 terbaru itu justru membuktikan keaneka ragaman species hominid di masa lalu.
Para ilmuwan justru menemukan penemuan2 baru untuk mengkoreksi hal2 yg ternyata kurang akurat.
Science adalah sesuatu yg berdasarkan fakta.
Dengan demikian secara otomatis senantiasa mengkoreksi kedudukannya seiring munculnya fakta2 yg lebih akurat dan meninggalkan fakta 2 yg kurang akurat.
Kenapa Science sering mengkoreksi diri?
Jawabnya adalah karena science bertujuan untuk menyelidiki dan membuktikan sesuatu yg benar dan nyata.
Science berdiri diatas fakta sementara orang2 Kreasionis yg mengaku memiliki dasar ilmiah sebenarnya menipu diri karena pada dasarnya mereka tidak berdiri diatas fakta dan kebenaran melainkan berdiri diatas apa yg ingin mereka percayai.
Semua ulasan2 yg 'ilmiah' yg mereka lakukan tidak bertujuan utk menemukan fakta tapi hanya untuk melindungi apa yg mereke percayai.
Timbul dari rasa takut bahwa science sejati akan menemukan sesuatu yg berbeda dari apa yg mereka terima dalam bentuk doktrin buta sejak kecil.
Itulah yg dilakukan Kreasionis dan dalam waktu dekat saya akan meneruskan apa yg selama ini saya tunda dalam menjelaskan asal usul species manusia.
nikps2
30-08-2004, 12:50 PM
wadokaiindo & red prince: emangnya keinginan itu bisa memperngaruhi evolusi? ga saintifik sih kalo gitu pe jelasannya, tu sih bicara sesuatu yg tidak pasti, dan berada di awang2..
Secara saintifiknya gimana penjelasannya? kenapa sampe sekarang masih ada monyet? (yg seharusnya udah berevolusi jadi manusia)
tabriz kaworu
30-08-2004, 01:11 PM
Originally posted by Harbroto
Buktinya Tidak pernah tuh binatang melahirkan manusia dan manusia melahirkan binatang....CUMA ada di Film saja.
Ya kalo secara langsung sih ga isa, tapi secara bertahap.
misalnya dari spesies A ke Spesies B, ini butuh waktu ....misalnya 300,000 thn, berarti kira2 ada 10.000 generasi. trus misalnya spesies A dan B "didefinisikan", n perubahannya linear :
Species A melahirkan A1, dimana A1(9.999/10.000 A dan 1/10.000 B). trus melahirkan A2(9.998/10.000 A dan 2/10.000 B) trus melahirkan A3(9.997/10.000 A dan 3/10.000 B) trusss sampe terjadilah B
Hiram
30-08-2004, 02:30 PM
Originally posted by nikps2
wadokaiindo & red prince: emangnya keinginan itu bisa memperngaruhi evolusi? ga saintifik sih kalo gitu pe jelasannya, tu sih bicara sesuatu yg tidak pasti, dan berada di awang2..
Secara saintifiknya gimana penjelasannya? kenapa sampe sekarang masih ada monyet? (yg seharusnya udah berevolusi jadi manusia)
Wah, ada baiknya anda membaca postingan2 sebelumnya.
Evolusi tidak linier.
Satu species bisa menghasilkan cabang2 evolusi yg banyak.
Kenapa ada manusia , simpanse, orangutan, gorila etc.
Sama saja dengan kenapa ada Harimau, Singa, Kucing rumah, Ceetah dll.
Tidak ada yg disebut dengan 'manusia berasal dari kera ( Apes )'
YG ada justru manusia, Simpanse, Gorila dan Orangutan adalah masih jenis famili Kera ( Apes ).
Dari antara keluarga besar Kera ( Apes ), manusia paling dekat kekerabatannya dengan Simpanse dan berbeda genus ( manusia - Homo, sementara simpanse - Pan )
Sementara Siamang, Babun, Bekantan dll adalah Monyet ( Monkeys ).
Ada beberapa mamalia dengan tingkat intelejensi dan memory tinggi spt Lumba2, Simpanse, Gajah dll. Dari semua mamalia yg ada, manusia yg memiliki tingkat intelijensi dan memori paling tinggi.
Hulkijo
30-08-2004, 03:00 PM
Originally posted by Basten4eva
Wah, ada baiknya anda membaca postingan2 sebelumnya.
Evolusi tidak linier.
Satu species bisa menghasilkan cabang2 evolusi yg banyak.
Kenapa ada manusia , simpanse, orangutan, gorila etc.
Sama saja dengan kenapa ada Harimau, Singa, Kucing rumah, Ceetah dll.
Tidak ada yg disebut dengan 'manusia berasal dari kera ( Apes )'
YG ada justru manusia, Simpanse, Gorila dan Orangutan adalah masih jenis famili Kera ( Apes ).
Dari antara keluarga besar Kera ( Apes ), manusia paling dekat kekerabatannya dengan Simpanse dan berbeda genus ( manusia - Homo, sementara simpanse - Pan )
Sementara Siamang, Babun, Bekantan dll adalah Monyet ( Monkeys ).
Ada beberapa mamalia dengan tingkat intelejensi dan memory tinggi spt Lumba2, Simpanse, Gajah dll. Dari semua mamalia yg ada, manusia yg memiliki tingkat intelijensi dan memori paling tinggi.
Nih orang mau menang sendiri nih...elu ilmuwan apa sih ? Ilmuwan cuma teoritis saja belagu, pernah riset apa luh !
::fu::
Raja`Tega
30-08-2004, 03:17 PM
Science berdiri diatas fakta sementara orang2 Kreasionis yg mengaku memiliki dasar ilmiah sebenarnya menipu diri karena pada dasarnya mereka tidak berdiri diatas fakta dan kebenaran melainkan berdiri diatas apa yg ingin mereka percayai.
Semua ulasan2 yg 'ilmiah' yg mereka lakukan tidak bertujuan utk menemukan fakta tapi hanya untuk melindungi apa yg mereke percayai.
Timbul dari rasa takut bahwa science sejati akan menemukan sesuatu yg berbeda dari apa yg mereka terima dalam bentuk doktrin buta sejak kecil.
Itulah yg dilakukan Kreasionis dan dalam waktu dekat saya akan meneruskan apa yg selama ini saya tunda dalam menjelaskan asal usul species manusia.
Bukan begitu mas bas. Apa yg diyakini oleh Kreasionis pun juga berdasarkan fakta tetapi juga berlandaskan pada keyakinan. Toh, yg bekerja untuk menemukan fosil2 bukan hanya evolusionis saja khan, banyak juga para kreasionis yg juga berusaha untuk menemukan fosil2 tsb. Hanya saja "tujuan" nya lah yang berbeda.
Mas bas menulis spt ini karena anggapan lama bahwa kreasionis adalah sebuah pseudo-science, yang tidak lebih hanya berdasarkan pada kitab suci. Tapi yang banyak terjadi sering kali penilaian suatu penemuan (misalnya fosil) dinilai oleh baik itu evolusionis dan kreasionis.
wadokaiindo & red prince: emangnya keinginan itu bisa memperngaruhi evolusi? ga saintifik sih kalo gitu pe jelasannya, tu sih bicara sesuatu yg tidak pasti, dan berada di awang2..
Mungkin yg dimaksud mas wado dan mas red prince adalah social evolution.
Ya kalo secara langsung sih ga isa, tapi secara bertahap.
misalnya dari spesies A ke Spesies B, ini butuh waktu ....misalnya 300,000 thn, berarti kira2 ada 10.000 generasi. trus misalnya spesies A dan B "didefinisikan", n perubahannya linear :
Species A melahirkan A1, dimana A1(9.999/10.000 A dan 1/10.000 B). trus melahirkan A2(9.998/10.000 A dan 2/10.000 B) trus melahirkan A3(9.997/10.000 A dan 3/10.000 B) trusss sampe terjadilah B
Mas Tabriz pernah baca bukunya Jay Gould ttg Punctuated Equilbrium. Yang berbicara mengenai accelerated evolution ?
Ada beberapa mamalia dengan tingkat intelejensi dan memory tinggi spt Lumba2, Simpanse, Gajah dll. Dari semua mamalia yg ada, manusia yg memiliki tingkat intelijensi dan memori paling tinggi.
Lalu, bagaimana proses terjadinya hingga sampai pada bentuk mamalia spt saat sekarang ini.
Kenapa ada manusia , simpanse, orangutan, gorila etc.
Sama saja dengan kenapa ada Harimau, Singa, Kucing rumah, Ceetah dll.
Pengen nanya neh mas. Manusia & simpanse berbeda genus.
Kalo harimau, singa, cheetah dll itu hanya berbeda species atau genusnya juga berbeda ?
Btw, gw hari Sabtu kemaren maen di Pusat Primata Schmutzer di Ragunan (keren loh, murah lagi cuman Rp. 3000,-). Ternyata banyak sekali species kera saat ini. Ada yg berjalan tegak juga. So, saya pikir juga pasti spt ini juga dimasa lalu, banyak spesies kera, dan mereka bukanlah "the human anchestor", mereka hanyalah sekian banyak dari keragaman spesies kera.
Hiram
30-08-2004, 05:50 PM
Originally posted by Hulkijo
Nih orang mau menang sendiri nih...elu ilmuwan apa sih ? Ilmuwan cuma teoritis saja belagu, pernah riset apa luh !
::fu::
Masih ada lagi?
::keyen::
tabriz kaworu
30-08-2004, 09:54 PM
Originally posted by Raja`Tega
Mas Tabriz pernah baca bukunya Jay Gould ttg Punctuated Equilbrium. Yang berbicara mengenai accelerated evolution ?
waduh ga perna nih. emang ada apa??/hmm
Raja`Tega
31-08-2004, 08:10 AM
waduh ga perna nih. emang ada apa??
Belajar sama mas bas gih, dia tau banyak tuh.
Intinya adalah mengenai "accelerated evolution" dimana terjadinya sebuah evolusi tidak selalu terjadi dalam waktu lama spt yg mas tabriz sebutin.
Hiram
31-08-2004, 08:43 AM
Originally posted by Raja`Tega
Belajar sama mas bas gih, dia tau banyak tuh.
Intinya adalah mengenai "accelerated evolution" dimana terjadinya sebuah evolusi tidak selalu terjadi dalam waktu lama spt yg mas tabriz sebutin.
Yup betul, Stephen J Gould mengemukakan teori evolusi spt yg disebut diatas.
Hal ini memberi jawaban mengenai fenomena Ledakan Cambrian.
Sekaligus juga memberi masukan baru bahwa evolusi sesekali bisa dipengaruhi oleh kondisi lingkungan eksternal yg ekstrim.
Contohnya adalah peristiwa ledakan Cambrian dipicu oleh suatu even mass extinction dimasa pre-Cambrian yg disebabkan pelepasan massif dari gas2 karbon dioksida serta perubahan lingkungan laut yg radikal.
Hal ini memicu adaptasi cepat dari mahluk2 hidup untuk bertahan hidup.
Sebelum masa Cambrian semua mahluk berbentuk moluska dan saat ledakan Cambrian muncul banyak mahluk yg sudah 'mempersenjatai' diri dengan cangkang utk perlindungan yg lebih baik.
Tidak hanya di masa Cambrian, akselerasi evolusi juga terjadi di akhir masa Cretaceous ketika massif extinction menimpa dinosaurus.
Dalam waktu singkat beberapa species dino yg bertahan melakukan evolusi sementara species2 mamalia menggantikan posisi dino yg sebelumnya mendominasi bumi.
Buat Tabriz and bisa search dengan menggunakan keyword : Stephen Jay Gould
jacinta
31-08-2004, 08:47 AM
Originally posted by Hulkijo
Nih orang mau menang sendiri nih...elu ilmuwan apa sih ? Ilmuwan cuma teoritis saja belagu, pernah riset apa luh !
::fu::
mas Hulk, sabar .. sabar. sebuah kesimpulan tidak melulu diperoleh dari riset di lapangan, tapi juga dari studi literatur.
personally, saya mengikuti thread ini untuk menimbun informasi dari diskusi (& debat) yang terjadi. i would really love to have this thread cool.
Hiram
31-08-2004, 09:08 AM
Originally posted by Raja`Tega
Bukan begitu mas bas. Apa yg diyakini oleh Kreasionis pun juga berdasarkan fakta tetapi juga berlandaskan pada keyakinan. Toh, yg bekerja untuk menemukan fosil2 bukan hanya evolusionis saja khan, banyak juga para kreasionis yg juga berusaha untuk menemukan fosil2 tsb. Hanya saja "tujuan" nya lah yang berbeda.
- Fakta?
Fakta apa?
Originally posted by Raja`Tega
Pengen nanya neh mas. Manusia & simpanse berbeda genus.
Kalo harimau, singa, cheetah dll itu hanya berbeda species atau genusnya juga berbeda ?
Harimau - singa - leopard dan jaguar satu genus ( Panthera ) dan hanya berbeda Species - mirip perbedaan antara Homo Sapiens dan Homo Neanderthal = Harimau dan Macan Tutul
Sementara Ceetah itu berbeda genus.
Ciri2 fisik Ceetah punya perbedaan yg lebih besar yaitu cakar ceetah tidak bisa dimasukan dan dikeluarkan seperti Harimau dan Singa.
Harimau,Singa dan Macan tutul lebih dekat kekerabatannya dengan kucing rumah ketimbang dengan Ceetah.
Originally posted by Raja`Tega
Btw, gw hari Sabtu kemaren maen di Pusat Primata Schmutzer di Ragunan (keren loh, murah lagi cuman Rp. 3000,-). Ternyata banyak sekali species kera saat ini. Ada yg berjalan tegak juga. So, saya pikir juga pasti spt ini juga dimasa lalu, banyak spesies kera, dan mereka bukanlah "the human anchestor", mereka hanyalah sekian banyak dari keragaman spesies kera.
Beruang juga bisa berjalan tegak tapi tidak digunakan untuk berpindah tempat atau merupakan gerakan natural mereka.
Monyet2 atau bahkan simpanse sekalipun apabila harus berpindah akan berjalan dengan 4 kakinya.
Sama saja dengan manusia yg kalau lagi di kamar / di depan tv suka berjalan dengan 2 tangan dan kaki tapi tentu tidak akan melakukan itu apabila sedang berjalan ke sawah tentunya :)
Kerabat dekat manusia adalah Simpanse ( Pan Paniscus dan Pan Bonobo - dari Bwindi ) kemudian baru Gorila lalu baru Orangutan.
Semua species diatas termasuk dalam jenis Apes ( Kera ).
Sementara Siamang, Bekantan, Babun dll adalah Monkey ( monyet ).
Dalam buku Donald Johanson ada bukti bahwa tulang panggul Australopithecus nyaris mirip dengan manusia dan jelas sekali tulang panggul Simpanse amat jauh berbeda dengan manusia ( saya akan coba scan gambarnya ).
Australopithecus terbukti adalah full time bipedal dan berjalan mirip manusia dan sama sekali tidak seperti simpanse yg sedang berjalan tegak.
Saya pernah menjelaskan mengenai proses penentuan skema evousi manusia.
Kaum Kreasionis tidak akan pernah menerima hal tsb dan akan terus mencoba menyangkal hal tsb karena faktanya tidak seusai dengan apa yg mereka yakini.
Berbeda dengan evolusionis yg senantiasa mencari fakta untuk memperbaiki teori mengenai asal usul manusia.
Kaum Kreasinis berdasar dari keyakinan dan doktrin buta , baru kemudian berusaha sekuat tenaga ( terkadang bahkan dgn memanipulasi science ) untuk membuktikan keyakinannya tsb.
Para Evolusionis menggunakan dasar science yg paling rasional :
" We dont want to believe, because we want to know ".
Apakah dgn demikian menjadi evolusionis seseorang akan jadi atheis?
Tentu tidak, saya pribadi percaya bahwa Tuhan adalah Causa Prima dari segala sesuatu dan penciptaan dilakukan dengan satu maksud.
Hanya bedanya saya percaya dengan fakta dan fakta yg ada
menyatakan bahwa Tuhan menciptakan mahluk hidup di bumi dari bentuk sederhana yg memiliki kemampuan evolusi otomatis hingga berkembang menjadi bentuk kompleks spt sekarang ini.
Tuhan menanamkan benih supercanggih sejak awal yg kemudian self multiplying.
Tuhan kemudian menambahkan kesadaran ( baca = nurani ) kepada species yg paling unggul ( baca = manusia ).
Buat Raja'Tega ; bagaimana anda bisa menjelaskan Adam dan Hawa secara ilmiah dari sudut pandang Creationist ?
Raja`Tega
31-08-2004, 10:43 AM
- Fakta?
Fakta apa?
Fakta yg ditemukan oleh evolusionis2 juga.
Harimau - singa - leopard dan jaguar satu genus ( Panthera ) dan hanya berbeda Species - mirip perbedaan antara Homo Sapiens dan Homo Neanderthal = Harimau dan Macan Tutul
ic.....ic....... thx
tetapi aku ada pertanyaan lagi nih. Jika memang neanderthal dan homo sapiens sudah berbeda spesies, so.............keduanya masih bisa disebut manusia atau tidak (menurut mas bas), atau homo neanderthal itu bukan manusia ?
Kalau bukan manusia, bukankah mereka juga sudah memiliki kebudayaan.
Apakah dgn demikian menjadi evolusionis seseorang akan jadi atheis?
Tentu tidak, saya pribadi percaya bahwa Tuhan adalah Causa Prima dari segala sesuatu dan penciptaan dilakukan dengan satu maksud.
Hanya bedanya saya percaya dengan fakta dan fakta yg ada
menyatakan bahwa Tuhan menciptakan mahluk hidup di bumi dari bentuk sederhana yg memiliki kemampuan evolusi otomatis hingga berkembang menjadi bentuk kompleks spt sekarang ini.
Tuhan menanamkan benih supercanggih sejak awal yg kemudian self multiplying.
Tuhan kemudian menambahkan kesadaran ( baca = nurani ) kepada species yg paling unggul ( baca = manusia ).
Buat Raja'Tega ; bagaimana anda bisa menjelaskan Adam dan Hawa secara ilmiah dari sudut pandang Creationist ?
saya juga tidak menyebutkan bahwa evolusionist pasti atheist khan ? Hanya saya membedakan bahwa evolusionist murnilah yg atheis...........dan yang tidah atheis sudah pernah saya sebutkan sebagai Theistic Evolutionist.
Menganai adam dan hawa secara ilmiah.........oke akan coba saya jelaskan, tapi saya butuh waktu juga ya.....
Hiram
31-08-2004, 11:40 AM
Originally posted by Raja`Tega
Fakta yg ditemukan oleh evolusionis2 juga.
ic.....ic....... thx
tetapi aku ada pertanyaan lagi nih. Jika memang neanderthal dan homo sapiens sudah berbeda spesies, so.............keduanya masih bisa disebut manusia atau tidak (menurut mas bas), atau homo neanderthal itu bukan manusia ?
Kalau bukan manusia, bukankah mereka juga sudah memiliki kebudayaan.
Yup betul sekali tapi mereka tetap bukan homo sapiens.
Mohon dibedakan antara istilah umum yg kita kenal ( yg dibentuk dari pemahaman relijius dan filosofis ) bahwa 'memiliki kebudayaan / berbudaya' adalah milik manusia ( baca = Homo Sapiens ).
Sama seperti apabila kemudian ditemukan adanya peradaban di planet lain yg bukan dihuni oleh bangsa manusia misalnya, mereka bukan manusia tapi memiliki peradaban.
Sama seperti dulu kita berpandangan egosentris bahwa seluruh semesta berputar mengelilingi bumi.
Sama dengan pendangan bahwa hanya manusia yg berbudaya.
Homo Neanderthal adalah pesaing paling akhir dari homo sapiens sebagai species kera yg memiliki kemampuan berpikir dan mengembangkan kebudayaan.
Sapiens dan Neanderhal sama2 berasal dari Homo Erectus dan sama2 berasal dari Homo Australopithecus.
Perbedaannya adalah Homo Neanderthal lebih dulu berevolusi dari Homo Erectus yg mendiami Eropa sementara Homo Sapiens berevolusi dari Homo Erectus yg mendiami Afrika.
Homo Erectus yg mendiami Asia tidak berevolusi dan punah - kemudian digantikan oleh homo sapiens yg bermigrasi dari Afrika.
Sama seperti Homo Neanderthal di Eropa yg kemudian punah dan digantikan oleh Homo Sapiens yg bermigrasi dari Afrika.
Satu species ( dalam hal ini Homo Erectus ) lebih dahulu meninggaklan Afrika lebih dari 1 juta tahun lalu kemudian menetap di berbagai belahan bumi, terisolir satu dengan yg lain, mengembangkan adaptasi2 sesuai wilayah2nya, menghasilkan varietas2 berbeda yg kemudian berkembang lagi hingga menghasilkan species yg benar2 berbeda.
Sementara pada bagian2 dimana Homo Erectus gagal beradaptasi lalu menghasilkan varietas baru, mereka punah.
Itulah sebabnya teori 'Out of Africa' mengacu kepada asal usul Homo Sapiens.
Sementara untuk Homo Erectus, berlaku teori multi-regional evolution.
Pada akhirnya ( maksudnya hingga saat ini ), Homo Erectus yg menetap di Afrika yg berhasil menurunkan species yg mampu survive hingga saat ini.
Neanderthal bisa disebut manusia krn kebudayaannya sama seperti Sapiens disebut manusia juga.
Dengan kata lain antara 30.000 hingga 150.000 tahun lalu pernah hidup dua species manusia yg berbeda.
Kuda apabila dicat belang2 maka akan mirip Zebra, sebaliknya apabila zebra dicar satu warna maka akan mirip kuda.
Keduanya punya bentuk yg sama - tapi species mereka sebenarnya berbeda.
Raja`Tega
31-08-2004, 12:45 PM
Ini aku banyak nanya dulu mas bas...........biar pemahaman saya terhadap pemikiran mas bas tdk keliru. Lantas, starting point nya, species di sebut manusia itu dr mana mas ?
Raja`Tega
31-08-2004, 12:53 PM
Itulah sebabnya teori 'Out of Africa' mengacu kepada asal usul Homo Sapiens.
Sementara untuk Homo Erectus, berlaku teori multi-regional evolution.
Pada akhirnya ( maksudnya hingga saat ini ), Homo Erectus yg menetap di Afrika yg berhasil menurunkan species yg mampu survive hingga saat ini.
Mengenai teori Out of Africa ini, mengapa hasilnya kontradiktif (berbeda) dengan apa yg telah dihasilkan oleh katakanlah biological evolution ttg asal usul manusia (jika dilihat dari penemuan2 fosil). Oleh karenanya aku nanya pertanyaan di atas, sebenarnya starting point manusia itu dr mana mas?
Sapiens dan Neanderhal sama2 berasal dari Homo Erectus dan sama2 berasal dari Homo Australopithecus.
Perbedaannya adalah Homo Neanderthal lebih dulu berevolusi dari Homo Erectus yg mendiami Eropa sementara Homo Sapiens berevolusi dari Homo Erectus yg mendiami Afrika.
Homo Erectus yg mendiami Asia tidak berevolusi dan punah - kemudian digantikan oleh homo sapiens yg bermigrasi dari Afrika.
Sama seperti Homo Neanderthal di Eropa yg kemudian punah dan digantikan oleh Homo Sapiens yg bermigrasi dari Afrika
Ataukah starting point manusia itu dari homo erectus ?
Atau malah A. afarensis ?
Jika kita mengacu pada skema evolusi manusia.......pencabangan ini baru terjadi setelah homo erectus..........padahal kalo saya lihat justru mulai dari Sahelanthropus pun kemudian sudah terjadi pencabangan2..........bisa tolong dijelaskan ?
tabriz kaworu
31-08-2004, 02:25 PM
Ayo Raja Tega, wa masih nunggu Post bagaimana proses terjadinya manusia......::bentar::
Anything deh, apaan aja...
Raja`Tega
31-08-2004, 02:31 PM
Ayo Raja Tega, wa masih nunggu Post bagaimana proses terjadinya manusia......
Anything deh, apaan aja...
Sabar ya mas Tabriz........saya berikan yang komprehensif.........
Jadi saya harus buka2 lagi referensi2 saya.........
Raja`Tega
31-08-2004, 03:42 PM
Mengenai Adam dan Hawa yang ditanyakan sama mas bas :
Sebelum menjawab pertanyaanya, saya pengen ngajuin pertanyaan : bukti ilmiah apa yang tidak mendukung bahwa Adam dan Hawa adalah manusia pertama ?
Banyak orang yang menganut teori evolusi mengatakan bahwa :
1. Adam dan Hawa adalah manusia tetapi tidak dalam bentuk saat sekarang ini.
2. Sebelumya telah ada manusia sebelum Adam dan Hawa yang hidup di bumi, dan Adam dan Hawa adalah termasuk dari salah satu rangkaian proses evolusi.
Dua pernyataan tersebut di atas sebenarnya bermuara dari satu masalah, yaitu begitu banyaknya ragam ras manusia yang ada saat ini dengan hanya dimulai dari satu orang laki-laki yaitu Adam dan satu orang perempuan yaitu Hawa.
Point pertama tidak menafikkan Adam dan Hawa sebagai manusia pertama dan berpendapat bahwa mereka sampai beragamnya ras saat sekarang ini melalui proses evolusi.
Point kedua menafikkan bahwa Adam dan Hawa sebagai manusia pertama dan menyatakan bahwa Adam dan Hawa hanyalah satu titik dari serangkaian proses evolusi yang menjadikan beragam ras manusia muncul saat ini.
Untuk menjawab masalah ini, kita harus memahami masalah "variasi". Variasi adalah sebuah istilah dalam ilmu genetika, yaitu peristiwa genetis yang menyebabkan timbulnya perbedaan ciri-ciri satu atau sekelompok individu dalam suatu jenis atau spesies tertentu. Sumber variasi adalah informasi genetis yang dimiliki individu dalam spesies itu. Sebagai akibat perkawinan antar individu, informasi genetis itu bergabung dalam berbagai kombinasi pada generasi berikutnya. Terjadi pertukaran materi genetis antara kromosom ayah dan kromosom ibu. Jadi, gen saling bercampur-baur. Hasilnya, terdapat ciri-ciri individual yang sangat beragam.
Ciri-ciri fisik yang berbeda antar-ras manusia yang berbeda ditimbulkan oleh variasi yang terdapat dalam ras manusia. Semua orang di muka bumi memiliki informasi genetis yang pada dasarnya sama, namun ada yang bermata sipit, ada yang berambut merah, ada yang berhidung mancung, ada yang bertubuh pendek, tergantung sejauh mana potensi variasi informasi genetis ini.
Agar kita memahami potensi variasi ini, cobalah bayangkan sebuah masyarakat di mana kelompok individu berambut coklat dan bermata coklat lebih dominan, dibandingkan individu-individu berambut pirang dan bermata biru. Lama-kelamaan, sebagai hasil dari perbauran dan pernikahan silang, dihasilkan keturunan berambut coklat dan bermata biru. Dengan perkataan lain, ciri fisik kedua kelompok itu akan bergabung dalam keturunan berikutnya dan menghasilkan penampilan baru. Bila kita bayangkan ciri fisik lainnya pun berpadu seperti itu, sangatlah jelas bahwa akan muncul variasi yang sangat beragam.
Hal penting yang harus dipahami di sini adalah: Setiap ciri fisik ditentukan oleh dua buah gen. Salah satu gen mungkin lebih dominan, atau keduanya sama kuat. Contohnya, ada sepasang gen yang menentukan warna mata seseorang - satu gen dari ibu dan satunya lagi dari ayah. Warna mata orang tersebut ditentukan oleh gen yang dominan. Pada umumnya, warna gelap lebih dominan daripada warna terang. Jadi, bila seseorang memiliki gen mata coklat dan gen mata biru, maka warna matanya akan coklat, karena yang dominan adalah gen warna mata coklat. Namun gen yang bersifat resesif tetap diturunkan, dan mungkin muncul pada masa (generasi - terj.) selanjutnya. Dengan kata lain, pasangan ayah dan ibu yang keduanya bermata coklat dapat memperoleh anak bermata hijau. Hal ini disebabkan karena gen warna tersebut bersifat resesif dan terdapat pada kedua orangtua.
Kaidah ini berlaku juga untuk ciri-ciri fisik lain beserta gen-gen pengaturnya. Ratusan, bahkan ribuan ciri fisik, seperti telinga, hidung, bentuk mulut, tinggi badan, struktur tulang, dan struktur, bentuk serta sifat dari sebuah organ, kesemuanya diatur dengan cara yang serupa. Berkat hal ini, informasi tak terhingga yang terdapat di dalam struktur genetis dapat diturunkan ke generasi berikutnya, tanpa harus tampak dari luar. Adam, manusia pertama, dan Hawa, mampu menurunkan informasi yang kaya dalam struktur genetis mereka kepada keturunan mereka, walau yang tampak dari luar hanya sebagian saja. Isolasi geografis yang terjadi sepanjang sejarah manusia telah mengakibatkan ciri-ciri fisik tertentu terkumpul dalam suatu kelompok. Lama-kelamaan, masing-masing kelompok memiliki ciri tubuh yang khas, misalnya struktur tulang, warna kulit, tinggi badan, dan volume tengkorak kepala. Akhirnya, terbentuklah beragam ras.
Akan tetapi, tentunya waktu yang panjang tidak akan merubah satu hal. Tak menjadi soal, apa pun tinggi, warna kulit dan volume otak, seluruh ras adalah bagian dari spesies manusia.
Hal ini memang belum menjawab esensi pertanyaan dari mas mengenai bukti ilmiah penciptaan Adam dan Hawa, tapi paling tidak penggambaran proses yang terjadi masih dalam kerangka ilmiah khan.
Hiram
01-09-2004, 08:47 AM
Originally posted by Raja`Tega
Mengenai Adam dan Hawa yang ditanyakan sama mas bas :
Untuk menjawab masalah ini, kita harus memahami masalah "variasi". Variasi adalah sebuah istilah dalam ilmu genetika, yaitu peristiwa genetis yang menyebabkan timbulnya ....................................................
Bahkan sama sekali tidak punya dasar apa2.
Kecuali keyakinan yg ditanamkan sejak kecil.
Tidak berdiri diatas fakta tapi sebaliknya berusaha keras mematahkan fakta2 yg ada untuk mempertahankan kepercayaan hasil indoktrinasi tsb.
Raja`Tega
01-09-2004, 10:45 AM
Bahkan sama sekali tidak punya dasar apa2.
Kecuali keyakinan yg ditanamkan sejak kecil.
Tidak berdiri diatas fakta tapi sebaliknya berusaha keras mematahkan fakta2 yg ada untuk mempertahankan kepercayaan hasil indoktrinasi tsb.
Bukan begitu mas bas. Saya juga sudah menyatakan bahwa pernyataan diatas mungkin blom menjawab esensi dari pertanyaan mas bas mengenai fakta ilmiah penciptaan adam sebagai manusia pertama.
Saya belum bisa menjawabnya secara langsung, tapi saya jawab berdasarkan argumen penolakan bahwa adam adalah manusia pertama yang sering dinyatakan oleh penganut teori evolusi yang intinya adalah mempertanyakan keberagaman manusia saat sekarang ini. Banyak yang meragukan bahwa asal muasal kehidupan yang hanya dimulai dari dua orang manusia tersebut bisa menghasilkan keberagaman sedemikian rupa saat ini, sehingga kemudian banyak yang menga