PDA

View Full Version : APakah manusia berasal dari kera?


Halaman : 1 2 3 4 [5]

Raja`Tega
18-10-2004, 06:57 AM
Wah, waktu saya sangat terbatas sekali u/ membaca2 buku selama Ramadhan ini.

Buat temen2, sabar ya, nanti saya kasi review atas bipedalisme dan hubungannya dengan teori evolusi.

tabriz kaworu
18-10-2004, 09:30 PM
Di sini ada yg kontra Evolusi selain Raja Tega gak ya??/hmm

Hiram
19-10-2004, 01:39 PM
Originally posted by tabriz kaworu
Di sini ada yg kontra Evolusi selain Raja Tega gak ya??/hmm

Banyak koq tapi biasanya tidak mendalam.
Lagipula semua kontra evolusi dari aspek science sudah dirangkum oleg Raja'Tega

bio^girl
20-10-2004, 07:39 PM
ini uda sampe di mana nih? da amat sangat lama banget ndak main di forum ini. ;) minta ringkasan nya Mr.Basten... :)

Raja`Tega
21-10-2004, 07:01 AM
Hahahahaha, minta ringkasan.......

Hayoooo siapa yg bersedia meringkas thread ini :D

Valmighty
21-10-2004, 04:05 PM
bukannya musa nulis kejadian berdasarkan vision? atau... dongeng sebelom tidur (oral)? ;D

tabriz kaworu
21-10-2004, 05:50 PM
nah lo!!;D ada yg mao ngejelasin?? soalnya wa juga bingung...;D

bio^girl
21-10-2004, 07:13 PM
iyah minta intinya dunk.. or ringkasan. or hasil terakhir yg udah di capai selama ini :D
Mr. Val boleh?

jacinta
22-10-2004, 07:27 AM
gya hahaha ... :D :D .. kayak mao ujian akhir semester ... bikin ringkasan ...

yang jelas sih pertanyaan pertama di thread ini sudah terjawab sejak jaman dahulu kala,
Apakah manusia berasal dari kera?
gw rasa baik masTeg ataupun masBas setuju kalau jawabannya adalah tidak.

selanjutnya ... terserah deh siapa yang mo ngeringkes ... ::kabur::

wadokai_indo
22-10-2004, 07:55 AM
kalow yang dimaksud dengan kera adalah pongidae, misalnya hylobates moloch, pongo pygmaeus, pan troglodytes etc...

ya menurut gw sih manusia adalah bukan keturunan dari kera-kera tersebut..

bio^girl
22-10-2004, 03:41 PM
ohh gitu yah.. lalu yg saya lihat banyak banget pertikaian.. itu membahas apa yah? pertentangan pendapat ttg apa? :D
kera n kera?

Hiram
22-10-2004, 04:35 PM
Manusia memang bukan berasal dari kera.

Karena secara fisik, manusia adalah Kera / Apes

Secara taxonomi manusia tergolong Apes ( kera besar ) yg masuk dalam family Hominidae yg didalamnya terdapat kera2 besar lainnya spt Gorrila dan Simpanse.

Evolusi habitat, evolusi cara berjalan dan terakhir adalah evolusi dalam sel2 otaklah yg membuat kita menyebut diri kita manusia sekaligus membedakan kita dari 'saudara2 sepupu' yg 'kurang beruntung' lainnya.

Darkhart
22-10-2004, 09:24 PM
He he nggak rela gw punya "sodara sepupu" berbulu ::mfight::

jacinta
23-10-2004, 07:48 AM
Originally posted by bio^girl
ohh gitu yah.. lalu yg saya lihat banyak banget pertikaian.. itu membahas apa yah? pertentangan pendapat ttg apa? :D
kera n kera?

bukan pertikaian ... tapi perdebatan keras ;D

wadokai_indo
26-10-2004, 07:50 AM
Originally posted by Basten4eva
Manusia memang bukan berasal dari kera.

Karena secara fisik, manusia adalah Kera / Apes

Secara taxonomi manusia tergolong Apes ( kera besar ) yg masuk dalam family Hominidae yg didalamnya terdapat kera2 besar lainnya spt Gorrila dan Simpanse.

Evolusi habitat, evolusi cara berjalan dan terakhir adalah evolusi dalam sel2 otaklah yg membuat kita menyebut diri kita manusia sekaligus membedakan kita dari 'saudara2 sepupu' yg 'kurang beruntung' lainnya.

Hmm.. berarti taxonomy gw:

Animal->Vertebrata->Mammalia->Hominid-> Homo Sapiens-> Homo Sapiens Lunaticus->Me (sang GILAWAN) :P :D :P

bio^girl
26-10-2004, 11:39 AM
Originally posted by wadokai_indo
Hmm.. berarti taxonomy gw:

Animal->Vertebrata->Mammalia->Hominid-> Homo Sapiens-> Homo Sapiens Lunaticus->Me (sang GILAWAN) :P :D :P

huehhheeh...... jadi GILAWAN itu asal nya dari mana? animal?

tabriz kaworu
26-10-2004, 06:42 PM
Itu mah kadalwan:p

Hua...koq mulai melenceng??
Back to topik dunk.....
tapi ga tau mo ngomong apa nih...
*nunggu raja Tega.com*::angel::

Raja`Tega
27-10-2004, 09:28 AM
Yup, sorry buat temen2. Saya bener2 lagi keabisan waktu selama Ramadhan ini buat baca ttg tema ini, terutama baca2 untuk memberi tanggapan mengenai bipedalisme.

Jangan hanya tergantung sama aku & mas bas dunk. Kalo ada yg mo posting mengenai topik ini silakan aja. Mas Tabriz, bikin trigger buat mancing thread ini dunk :)

jacinta
28-10-2004, 04:13 PM
guys, gw tadi pagi baca di wikipedia tentang Homo floresiensis yang ditemukan di Flores, Indonesia. Penemuan baru ya? Dimuat di majalah Nature 28 Oktober 2004 (today).

ever heard of this species?http://en.wikipedia.org/wiki/Homo_floresiensis

nospamy
28-10-2004, 06:25 PM
Hello
Penemuan ini merupakan salah satu penemuan terpenting dalam bidang Antropologi karena:

1. Terbukti keturunan Homo Erectus bisa bertahan dan hidup berdampingan dengan Homo Sapiens sampai 12000 SM.
Diperkirakan manusia Homo Floresiensis musnah karena bencana letusan gunung berapi. Sebelumnya Manusia Neanderthals hanya bertahan sampai 30000 SM. Banyak legenda orang pendek, orang hutan di beberapa Pulau di Indonesia yang menandakan kemungkinan sebagian kecil masih hidup di jaman modern.

2. Volume otak sangat kecil, cuma 380 cc (sepertiga manusia modern), lebih kecil dari Chimpanzee, tetapi cukup cerdas dan bisa membuat dan memakai peralatan, bisa berlayar dari Pulau Jawa ke Flores.

3. Terbukti ukuran Hominid bisa terpengaruh oleh faktor isolasi / keterpencilan dan keterbatasan sumber daya alam. Di dunia hewan hal ini bisa dilihat pada Gajah berukuran kecil (sebesar sapi) di Pulau Malta dan Pulau Flores. Ukuran Homo Floresiensis dewasa cuma setinggi 1 meter.

inHeaven
29-10-2004, 06:47 AM
wah...thannks...

Hiram
29-10-2004, 02:54 PM
Originally posted by nospamy
Hello
Penemuan ini merupakan salah satu penemuan terpenting dalam bidang Antropologi karena:

1. Terbukti keturunan Homo Erectus bisa bertahan dan hidup berdampingan dengan Homo Sapiens sampai 12000 SM.
Diperkirakan manusia Homo Floresiensis musnah karena bencana letusan gunung berapi. Sebelumnya Manusia Neanderthals hanya bertahan sampai 30000 SM. Banyak legenda orang pendek, orang hutan di beberapa Pulau di Indonesia yang menandakan kemungkinan sebagian kecil masih hidup di jaman modern

2. Volume otak sangat kecil, cuma 380 cc (sepertiga manusia modern), lebih kecil dari Chimpanzee, tetapi cukup cerdas dan bisa membuat dan memakai peralatan, bisa berlayar dari Pulau Jawa ke Flores.

3. Terbukti ukuran Hominid bisa terpengaruh oleh faktor isolasi / keterpencilan dan keterbatasan sumber daya alam. Di dunia hewan hal ini bisa dilihat pada Gajah berukuran kecil (sebesar sapi) di Pulau Malta dan Pulau Flores. Ukuran Homo Floresiensis dewasa cuma setinggi 1 meter.

Terlalu cepat utk memastikan karena penemuan ini masih baru dan setidaknya membutuhkan waktu beberapa tahun lagi utk mendapat kepastian mengenai hominid yg satu ini.

Perlu penelitian dari berbagai disiplin ilmu sebelum menarik kesimpulan.

Valmighty
29-10-2004, 05:13 PM
Originally posted by wadokai_indo
Hmm.. berarti taxonomy gw:

Animal->Vertebrata->Mammalia->Hominid-> Homo Sapiens-> Homo Sapiens Lunaticus->Me (sang GILAWAN) :P :D :P
Homo Sapiens Lunaticus wakakak ::ngakak::

tp mengapa mrk hidupnya ngumpul di 1 tempat doank? kagak bermigrasi ke luar flores? masa semuanya ke flores?

Hiram
31-10-2004, 09:58 PM
Originally posted by Valmighty
Homo Sapiens Lunaticus wakakak ::ngakak::

Homo Sapiens Lunaticus yang cukup sering 'erectus' sih kayaknya ... ::ngakak::

Hiram
31-10-2004, 10:15 PM
Originally posted by Valmighty
tp mengapa mrk hidupnya ngumpul di 1 tempat doank? kagak bermigrasi ke luar flores? masa semuanya ke flores?

Kemungkinan proses evolusi yg 'mengerdilkan' mereka juga berpengaruh thd kemampuan reproduksi mereka.
Bisa saja mereka adalah species dgn kemampuan reproduksi yg rendah sehingga populasi mereka stagnan hingga tidak terjadi kepadatan populasi maupun kelangkaan makanan yg merupakan salah satu faktor utama pemicu mirgasi species.

Sekedar info, species Floresiensis ini bukanlah mahluk kerdil yg 'katai' alias mirip Dwarf, melainkan merupakan mahluk kerdil dgn proporsi normal- jadi lebih mirip Hobbits dalam LOTR :)

Mereka memiliki 'arboreal arms' spt Australopithecus Afarensis yg memberikan kemahiran memanjat bagi mereka.

Malah kemungkinan ukuran tubuh yg kecil membuat mereka banyak menghabiskan waktu diatas pohon mengingat di habitat mereka ancaman terbesar datang dari Komodo sbg predator utama di kepulauan tsb.

Dari ukuran otak maupun alat2 bantu yg ditemukan bersamaan dgn fosil Floresiensis bisa ditarik kesimpulan mereka memiliki teknologi primitif mirip Homo Habilis.

Belum bisa dipastikan mereka hasil evolusi adaptatif dari Homo Erectus krn tentu merupakan set - back bagi Erectus utk kembali mengembangkan arboreal arms dan kembali menyusutkan ukurannya menjadi kerdil.
Selain itu ukuran otak Floresiensis amat kecil dengan intelejensia dibawah Homo Erectus.

Kemungkinan besar mereka bukanlah keturunan Erectus melainkan sebuah cabangan evolusi lain yg muncul dari primata2 pohon Asia Tenggara.

Kera2 yg hidup di pepohonan Afrika Timur berevolusi dan mengembangkan bipedalisma krn penggundulan hutan di wilayah tsb.
Hal tsb kemungkinan juga terjadi dalam skala kecil di kepulauan Flores - spt yg kita ketahui wilayah2 tsb banyak memiliki padang2 savana walau tidak seluas Afrika Timur.

Homo Floresiensis bisa jadi hasil evolusi primata pohon di kepulauan tsb yg mulai turun ke darat - mengembangkan bipedalisme dan mulai mencari makanan di darat tapi tetap bertahan hidup di atas pohon sebagai bagian dari sistim perlindungan mereka karena daratan tidak aman bagi mereka dgn jumlah komodo yg ada.

Proporsi tubuh mereka mirip Afarensis versi mini.
Kemungkinan pengerdilan ini merupakan strategi utk bertahan hidup di lingkungan mini spt Pulau Flores.
Spt kita ketahui dahulu juga pernah hidup Gajah kerdil ( Stegodon ) disana.

Raja`Tega
01-11-2004, 07:20 AM
apakah mirip dengan Sahelanthropus ? Karena spesies ini kemungkinan juga kerdil melihat ukuran tengkoraknya.

Hiram
01-11-2004, 08:36 AM
Originally posted by myself
Belum bisa dipastikan mereka hasil evolusi adaptatif dari Homo Erectus krn tentu merupakan set - back bagi Erectus utk kembali mengembangkan arboreal arms dan kembali menyusutkan ukurannya menjadi kerdil.
Selain itu ukuran otak Floresiensis amat kecil dengan intelejensia dibawah Homo Erectus.

Namun melihat tengkorak kepala Floresiensis cocok menjadi versi mininya Erectus, kemungkinan fosil ini berkembang dari erectus.
Apabila demikian maka terjadi fenomena unik dalam evolusi krn erectus yg murni mahluk bipedal - bahkan jauh lebih efektif sbg bipedal murni dibanding manusia modern mengalami perubahan drastis di Flores.
'Set Back' ini ditandai dari pengerdilan maupun pemanjangan lengan hingga species Floresiensis kembali memiliki arboreal arms spt yg dimiliki nenek moyang Homo Erectus ( dan manusia ) yaitu species2 Australopithecines.

Pengerdilan yg merupakan evolusi adaptatif di habitat pulau kecil spt Flores diikuti adpatasi utk 'back to trees' alias kembali hidup di pohon dgn pemanjangan lengan utk bertahan dari predator darat paling berbahaya disana yaitu Komodo.

Ini memang masih terlalu dini dan tidak bijaksana utk menarik kesimpulan apapun.
Tapi bagi saya ada 2 kemungkinan yaitu :
1. Floresiensis merupakan murni species hasil evolusi primata2 pohon di wilayah tsb.
2. Floresiensis merupakan salah satu varian evolusi dari Homo Erectus yg hidup di Asia Tenggara, yg terisolasi di Pulau Flores kemudian melakukan evolusi adaptatif disana.

Dari penemuan sementara fosil paling muda diduga berasal dari masa 13.000 thn yg lalu - berarti mereka sempat hidup berdampingan dgn Homo Sapiens ( manusia modern ).
Saya belum mendapat informasi sejak kapan homo sapiens ( manusia modern ) mulai mendiami Kepulauan Flores dan sekitarnya.
Yang jelas apabila species Floresiensis hanya ditemukan di pulau Flores saja maka besar kemungkinan jumlah populasi mereka memang senantiasa terbatas - bisa jadi kemampuan reproduksi mereka juga terbatas dan alasan kepunahan mereka selain persaingan mencari makanan dgn Homo Sapiens, bisa jadi mereka punah akibat wabah penyakit.
Karena sebuah komunitas yg terisolir dgn cepat bisa punah oleh wabah penyakit - apalagi ditambah dgn kemampuan reproduksi mereka yg rendah sehingga meminimalkan faktor pendukung survive-nya species mereka.

Dengan catatan : kalau mereka sudah punah lho :)
Krn kita tidak bisa mengesampingkan beberapa penelitian akan fenomena 'orang pendek' spt yg ada di Aceh. ;)

Raja`Tega
01-11-2004, 08:58 AM
Dari penemuan sementara fosil paling muda diduga berasal dari masa 13.000 thn yg lalu - berarti mereka sempat hidup berdampingan dgn Homo Sapiens ( manusia modern ).
Saya belum mendapat informasi sejak kapan homo sapiens ( manusia modern ) mulai mendiami Kepulauan Flores dan sekitarnya.
Yang jelas apabila species Floresiensis hanya ditemukan di pulau Flores saja maka besar kemungkinan jumlah populasi mereka memang senantiasa terbatas - bisa jadi kemampuan reproduksi mereka juga terbatas dan alasan kepunahan mereka selain persaingan mencari makanan dgn Homo Sapiens, bisa jadi mereka punah akibat wabah penyakit.
Karena sebuah komunitas yg terisolir dgn cepat bisa punah oleh wabah penyakit - apalagi ditambah dgn kemampuan reproduksi mereka yg rendah sehingga meminimalkan faktor pendukung survive-nya species mereka.



Mmmmmmmm, apakah ada kemungkinan bahwa memang antara floresiensis dengan H. sapiens benar2 hidup berdampingan dalam 1 wilayah yang sama ?

Jika memang hidup dalam 1 wilayah mungkin analisa mas bas di bawah ini kurang tepat.

2. Floresiensis merupakan salah satu varian evolusi dari Homo Erectus yg hidup di Asia Tenggara, yg terisolasi di Pulau Flores kemudian melakukan evolusi adaptatif disana.



karena jika memang demikian, kenapa tidak semuanya ber-evolusi saja menjadi floreseinsis ?

Tentu saja pendapat saya ini harus di cross check mengenai H. sapiens yang berada di flores. Karena bagaimanapun juga bukankah H. sapiens merupakan varian evolusioner dari H. erectus juga ?

Hiram
01-11-2004, 09:32 AM
Originally posted by Raja Tega
Mmmmmmmm, apakah ada kemungkinan bahwa memang antara floresiensis dengan H. sapiens benar2 hidup berdampingan dalam 1 wilayah yang sama ?

Kalau dilihat dari usia fosil yg diduga berasal dari 13.000 thn lalu dan kenyataan Homo Sapiens sudah mendiami Australia sejak lebih dari 25.000 thn lalu maka bisa dipastikan Floresiensis hidup berdampingan dgn Homo Sapiens - setidaknya dalam arti hidup di waktu yg bersamaan krn belum ada data pasti sejak kapan pulau Flores dan sekitaranya mulai dihuni populasi Sapiens.

Originally posted by Raja Tega
Jika memang hidup dalam 1 wilayah mungkin analisa mas bas di bawah ini kurang tepat.

Originally posted by Basten4eva
2. Floresiensis merupakan salah satu varian evolusi dari Homo Erectus yg hidup di Asia Tenggara, yg terisolasi di Pulau Flores kemudian melakukan evolusi adaptatif disana.

Originally posted by Raja Tega
karena jika memang demikian, kenapa tidak semuanya ber-evolusi saja menjadi floreseinsis ?

Tentu saja pendapat saya ini harus di cross check mengenai H. sapiens yang berada di flores. Karena bagaimanapun juga bukankah H. sapiens merupakan varian evolusioner dari H. erectus juga ?

Tentu tidak - krn species bisa berevolusi terpisah.
H.Erectus yg terisolir di Flores bisa jadi berevolusi menjadi Floresiensis ( salah satu kemungkinan selain teori Floresiensis berasal dari species berbeda ).

Sama seperti Neanderthal yg berevolusi dari Homo Erectus yg terisolasi di Eropa.

Selain itu sesuai dgn teori Out of Africa - Homo Sapiens berevolusi dari Erectus di Afrika sementara Erectus2 yg sudah lebih dulu bermigrasi keluar Afrika dlm gelombang pertama menurunkan beberapa species lain spt Neanderthal dan - kemungkinan -> Floresiensis.

Jadi Homo Erectus yg ditemukan di Jawa sekalipun bukanlah nenek moyang Homo Sapiens yg berevolusi dari Afrika.

Raja`Tega
01-11-2004, 09:37 AM
Tentu tidak - krn species bisa berevolusi terpisah.
H.Erectus yg terisolir di Flores bisa jadi berevolusi menjadi Floresiensis ( salah satu kemungkinan selain teori Floresiensis berasal dari species berbeda ).

Sama seperti Neanderthal yg berevolusi dari Homo Erectus yg terisolasi di Eropa.

Selain itu sesuai dgn teori Out of Africa - Homo Sapiens berevolusi dari Erectus di Afrika sementara Erectus2 yg sudah lebih dulu bermigrasi keluar Afrika dlm gelombang pertama menurunkan beberapa species lain spt Neanderthal dan - kemungkinan -> Floresiensis.

Jadi Homo Erectus yg ditemukan di Jawa sekalipun bukanlah nenek moyang Homo Sapiens yg berevolusi dari Afrika.


Maksudku mengenai kenapa semuanya tidak ber-evolusi8 menjadi floresiensis karena anggapan saya tentang H. sapiens tadi yang juga tinggal bersama2 dalam 1 wilayah dengan floresiensis.

O ya, mas bas mengatakan sebelumnya bahwa H. floresiensis ini mempunyai arboreal arm spt A. afarensis. Hipotesa ini didapatkan dr mana ?

Raja`Tega
01-11-2004, 09:59 AM
Namun melihat tengkorak kepala Floresiensis cocok menjadi versi mininya Erectus, kemungkinan fosil ini berkembang dari erectus.
Apabila demikian maka terjadi fenomena unik dalam evolusi krn erectus yg murni mahluk bipedal - bahkan jauh lebih efektif sbg bipedal murni dibanding manusia modern mengalami perubahan drastis di Flores.
'Set Back' ini ditandai dari pengerdilan maupun pemanjangan lengan hingga species Floresiensis kembali memiliki arboreal arms spt yg dimiliki nenek moyang Homo Erectus ( dan manusia ) yaitu species2 Australopithecines.



Berat u/ diterima jika H. floresiensis adalah bentuk evolusioner dari H. erectus.

Karena belum pernah ada analisa yang menceritakan migrasi H. erectus ke Nusa Tenggara. Yang ada justru H. wajakensis yang berusia lebih muda daripada H. erectus. H. wajakensis ini diyakini merupakan leluhur orang aborigin Australia. H. wajakensis bermigrasi ke Australia melalui land bridges sepanjang Nusa Tenggara termasuk flores dan paparan sahul. Kalo melihat analisa ini, apakah kemudian saat ditengah jalan (saat sampai di flores) H. wajakensis berubah menjadi floresiensis ? Jika begitu, kenapa dong mereka membesar lagi di Australia ?

Manusia kerdil tidak hanya ditemukan di Flores, pada tahun 1969 manusia kerdil juga pernah ditemukan di Timor. Pd tahun 1979-an juga pernah disebutkan manusia kerdil di Sumba. Artinya, kemungkinan manusia2 kerdil itu bisa bermigrasi, masa floresiensis tidak bisa melakukannya. Di endapan2 Kaliwangu di Jawa Tengah bagian utara pun juga pernah disebutkan ditemukan spesies manusia kerdil.

Selain itu, asal floresiensis juga harus dicurigai bisa saja sisa migrasi manusia ras Negrito (Australoid)dari Filipina via Sulawesi. Sekitar 50.000-40.000 tahun yg lali terjadi besar2an
arus migrasi manusia (Homo sapiens) dan ras2 unggul di Indonesia-Melayu saat itu (Australoid dan Mongoloid Selatan) tercampur aduk.

Atau juga floresiensis merupakan spesies endemik yang memang berada di wilayah itu.

Atau, floresiensis bahkan mungkin sama sekali bukan spesies baru tetapi hanya merupakan variasi ras dari H. sapiens.

Hiram
01-11-2004, 11:34 AM
Originally posted by Raja Tega
Maksudku mengenai kenapa semuanya tidak ber-evolusi8 menjadi floresiensis karena anggapan saya tentang H. sapiens tadi yang juga tinggal bersama2 dalam 1 wilayah dengan floresiensis.

Homo Erectus yg mungkin berevolusi menjadi Floresiensis adalah Homo Erectus yg merupakan gelombang pertama 'Out of Africa' yaitu migrasi keluar Afrika pertama dari species Homo Erectus - 1,5 juta thn yg lalu.
Dari gelombang pertama inilah satu subspecies yg terisolir di Eropa menurunkan Homo Neanderthal dan Floresiensis - apabila memang nanti diketahui demikian.

Sementara Homo Sapiens atau manusia modern saat ini melakukan migrasi 'Out of Africa' pd gelombang kedua yaitu sekitar 125.000 tahun yg lalu.
Migrasi ini mencapai Australia sejak lebih dari 25.000 tahun yg lalu.

Sebelum Homo Sapiens menyebar hingga Asia dan Australia, species Homo Erectus sudah mendiami Asia Tenggara dan P.Jawa.

Kemungkinan Floresiensis adalah evolusi dari Homo Erectus yg mencoba bermigrasi ke Timur dari Jawa dan kemudian terisolir di Pulau Flores.

Jadi Homo Sapiens yg kemudian melewati Flores dalam imigrasi mereka ke Australia pernah hidup bersama dgn species floresiensis.
Tapi nenek moyang mereka berbeda krn Sapiens berevolusi dari Erectus yg masih di Afrika.

Namun sekali lagi, ini hanya satu dari 2 asumsi saya mengenai asal usul Floresiensis - kemungkinan pertama adalah species ini adalah species berbeda yg tidak berasal dari Homo Erectus.

Originally posted by Raja Tega
O ya, mas bas mengatakan sebelumnya bahwa H. floresiensis ini mempunyai arboreal arm spt A. afarensis. Hipotesa ini didapatkan dr mana ?

Dari penemuan2 diatas ( baca link2nya ) disebutkan bahwa tulang lengan species ini lebih panjang dan mendekati lengan kera.
Dengan demikian saya menyebutnya Arboreal Arm dan memiliki cara bergerak kurang lebih spt A.Afarensis namun bipedalismenya masih perlu diteliti lebih dalam lagi.

Raja`Tega
01-11-2004, 11:52 AM
Jadi Homo Sapiens yg kemudian melewati Flores dalam imigrasi mereka ke Australia pernah hidup bersama dgn species floresiensis.
Tapi nenek moyang mereka berbeda krn Sapiens berevolusi dari Erectus yg masih di Afrika.



Saya pun juga mengasumsikan demikian. Tetapi ada kejanggalan jika memakai asumsi ini. Berikut asumsi saya yg sesuai dengan asumsi mas bas :

Karena belum pernah ada analisa yang menceritakan migrasi H. erectus ke Nusa Tenggara. Yang ada justru H. wajakensis yang berusia lebih muda daripada H. erectus. H. wajakensis ini diyakini merupakan leluhur orang aborigin Australia. H. wajakensis bermigrasi ke Australia melalui land bridges sepanjang Nusa Tenggara termasuk flores dan paparan sahul. Kalo melihat analisa ini, apakah kemudian saat ditengah jalan (saat sampai di flores) H. wajakensis berubah menjadi floresiensis ? Jika begitu, kenapa dong mereka membesar lagi di Australia ?

Namun sekali lagi, ini hanya satu dari 2 asumsi saya mengenai asal usul Floresiensis - kemungkinan pertama adalah species ini adalah species berbeda yg tidak berasal dari Homo Erectus.



Saya juga berasumsi spt ini, kemungkinan floresiensis adalah spesies endemik di wilayah itu.

Asumsi saya yg lain adalah floresiensis adalah merupakan variasi ras dari H. sapiens.

Dari penemuan2 diatas ( baca link2nya ) disebutkan bahwa tulang lengan species ini lebih panjang dan mendekati lengan kera.
Dengan demikian saya menyebutnya Arboreal Arm dan memiliki cara bergerak kurang lebih spt A.Afarensis namun bipedalismenya masih perlu diteliti lebih dalam lagi.


Saya sudah membaca dari berbagai sumber online mengenai floresiensis, tetapi saya belum menemukan tentang arboreal arm tersebut, yg saya temukan hipotesa lengannya lebih panjang. Kalo lihat gambar rekonstruksi yang dibuat apakah menunjukkan lengan arboreal ?

http://pharyngula.org/images/flores_reconstruction.jpg

O ya, apakah tulang lengan termasuk fosil yang ditemukan ?

Selain itu saya melihat kejanggalan pada analisa kurun waktu hidupnya H. floresiensis ini.

Berdasarkan analisa pada fosil didapatkan usia kurang lebih 18.000 tahun yang lalu. Tetapi berdasarkan analisa yang dilakukan pada peralatan batu yang diyakini milik spesies tersebut justru menyebutkan waktu 800.000 hingga 900.000 tahun yang lalu. Perbedaan analisa kadang memang terjadi, tetapi perbedaan ini terlalu jauh.

Hiram
01-11-2004, 01:27 PM
Originally posted by Raja Tega
Berat u/ diterima jika H. floresiensis adalah bentuk evolusioner dari H. erectus.

Karena belum pernah ada analisa yang menceritakan migrasi H. erectus ke Nusa Tenggara.

Homo Erectus tertua yg ditemukan di Jawa oleh Eugene Dubois berusia antara 700.000 s/d 800.000 thn.
Sementara di Flores ditemukan peninggalan alat2 dari tulang yg sudah berusia 840.000 thn.
Jadi memang besar kemungkinan alat2 tsb merupakan peninggalan pionir2 H.Erectus pertama yg memasuki Indonesia dari benua Asia 1 juta thn lalu.

Fosil2 H.Floresiensis sendiri berusia antara 85.000 hingga 13.000 tahun.
Dari sini muncul asumsi Floresiensis merupakan produk evolusi pengerdilan H.Erectus yg menyesuaikan dgn habitat mereka di Flores.
Originally posted by Raja Tega
Yang ada justru H. wajakensis yang berusia lebih muda daripada H. erectus. H. wajakensis ini diyakini merupakan leluhur orang aborigin Australia. H. wajakensis bermigrasi ke Australia melalui land bridges sepanjang Nusa Tenggara termasuk flores dan paparan sahul.

Homo Wadjakensis adalah Homo Sapiens dan diperkirakan berusia dibawah 50.000 tahun.

Homo Wadjakensis / Homo Sapiens memang leluhur org Aborigin dan mereka tidak berasal dari Homo Erectus / Java Man melainkan dari gelombang migrasi 'Out of Africa' yg terjadi 125.000 tahun lalu.

Sebelum Homo Sapiens tiba di Australia tentunya mereka lebih dulu mendiami Flores dan saat itu Homo Erectus yg sudah lebih dulu tiba disana ( 800.000 thn lalu ) bisa jadi sudah berevolusi menjadi Floresiensis.

Originally posted by Raja Tega
Kalo melihat analisa ini, apakah kemudian saat ditengah jalan (saat sampai di flores) H. wajakensis berubah menjadi floresiensis ? Jika begitu, kenapa dong mereka membesar lagi di Australia ?

Ternyata Flores sudah dihuni Homo Sapiens sejak 40.000 tahun lalu.
Dengan demikian sesuai dgn pola migrasi Homo Sapiens yg mendiami Australia setelah masa itu.
Homo Sapiens setelah tiba di Jawa kemudian melanjutkan migrasi ke Timu,menempati Flores dan sekitarnya kemudian kelompok baru mulai menyeberang ke Australia.

Originally posted by Raja Tega
Atau, floresiensis bahkan mungkin sama sekali bukan spesies baru tetapi hanya merupakan variasi ras dari H. sapiens.

Nope, sama sekali bukan.
Lengan yg memanjang serta ukuran otak yg lebih kecil dari Australopithecus sama sekali tidak menunjukan ciri2 sebagai subspecies dari Sapiens.
Bahkan kemampuan mereka utk berbicara amat diragukan.

Raja`Tega
01-11-2004, 01:48 PM
Homo Erectus tertua yg ditemukan di Jawa oleh Eugene Dubois berusia antara 700.000 s/d 800.000 thn.
Sementara di Flores ditemukan peninggalan alat2 dari tulang yg sudah berusia 840.000 thn.
Jadi memang besar kemungkinan alat2 tsb merupakan peninggalan pionir2 H.Erectus pertama yg memasuki Indonesia dari benua Asia 1 juta thn lalu.

Fosil2 H.Floresiensis sendiri berusia antara 85.000 hingga 13.000 tahun.
Dari sini muncul asumsi Floresiensis merupakan produk evolusi pengerdilan H.Erectus yg menyesuaikan dgn habitat mereka di Flores.


Inilah masalahnya bahwa di flores belum pernah ditemukan fosil H. erectus itu sendiri, dan hipotesa akan adanya H. erectus diwilayah itu hanya didasarkan pada alat2 yang ditemukan yang memang usianya berada pada kurun waktu hidpnya H. erectus yaitu sekitar 800.000-an tahun yll.

Masalah lain yang timbul yaitu peralatan2 yang ditemukan bersama dengan penemuan fosil manusia flores itu juga menunjukkan waktu 800.000-900.000-an tahun yang lalu, sangat berbeda jauh dengan kurun waktu hidupnya manusia flores.

Hiram
01-11-2004, 01:51 PM
Originally posted by Raja`Tega

[Selain itu saya melihat kejanggalan pada analisa kurun waktu hidupnya H. floresiensis ini.

Berdasarkan analisa pada fosil didapatkan usia kurang lebih 18.000 tahun yang lalu. Tetapi berdasarkan analisa yang dilakukan pada peralatan batu yang diyakini milik spesies tersebut justru menyebutkan waktu 800.000 hingga 900.000 tahun yang lalu. Perbedaan analisa kadang memang terjadi, tetapi perbedaan ini terlalu jauh.

Usia fosil yg ditemukan bervariasi antara 85.000 hingga 13.000 tahun.
Sementara peralatan batu berusia 800 ribu - 900 ribu thn dan tidak disebutkan peralatan tsb merupakan peralatan yg digunakan Floresiensis.

Mengingat lokasi penemuannya adalah gua Liang Bua.
Dan Gua sering kali digunakan oleh berbagai species secara bergantian selama ribuan tahun.

Originally posted by Raja Tega
Saya sudah membaca dari berbagai sumber online mengenai floresiensis, tetapi saya belum menemukan tentang arboreal arm tersebut, yg saya temukan hipotesa lengannya lebih panjang. Kalo lihat gambar rekonstruksi yang dibuat apakah menunjukkan lengan arboreal ?

Baca dibawah ini :

The 18,000-year-old specimen, known as Liang Bua 1 or LB1, has been assigned to a new species called Homo floresiensis. it had long arms and a skull the size of a large grapefruit. The researchers have since found remains belonging to six other individuals from the same species. LB1 shared its island with a golden retriever-sized rat, giant tortoises and huge lizards - including Komodo dragons - and a pony-sized dwarf elephant called Stegodon which the "hobbits" probably hunted.
Chris Stringer, head of human origins at London's Natural History Museum said the long arms were an intriguing feature and might even suggest H. floresiensis spent much of its time in the trees.

Sekedar info utk Raja Tega = Lengan yg panjang dalam hominid senantiasa dihubungkan dengan kehidupan diatas pohon jadi istilah Arboreal Arm cukup tepat diberikan kepada lengan Floresiensis.
Sama halnya dgn yg dimiliki Afarensis - walau berbeda ukuran tetapi menunjukan kecenderungan utk beradaptasi di atas pohon.

Bedanya pada Afarensis, Arboreal Arm merupakan peninggalan evolusioner dari species sebelumnya, pada Floresiensis Arboreal Arm jutsru merupakan 'proses' utk beradaptasi naik ke pohon ( Apabila diasumsikan species ini berasal dari Homo Erectus ).

Jadi pada Afarensis lengannya merupakan sisa2 kehidupan pohon, pada Floresiensis justru sebaliknya menunjukan proses adaptasi thd kehidupan diatas pohon.

Raja`Tega
01-11-2004, 01:57 PM
Usia fosil yg ditemukan bervariasi antara 85.000 hingga 13.000 tahun.
Sementara peralatan batu berusia 800 ribu - 900 ribu thn dan tidak disebutkan peralatan tsb merupakan peralatan yg digunakan Floresiensis.

Mengingat lokasi penemuannya adalah gua Liang Bua.
Dan Gua sering kali digunakan oleh berbagai species secara bergantian selama ribuan tahun.



Memang belum dipastikan, baru diduga. Dugaan ini muncul karena alat dan fosil ditemukan dalam lapisan tanah yang sama.

Mengenai arboreal arm : saya memang menemukan kata "long arm", tetapi belum menemukan kata "arboreal arm". Bukankah lengan arboreal sdh menjadi wacana ilmiah yg telah disepakati, jadi jika memang telah pasti manusia flores langsung disebutkan memiliki lengan arboreal.

Hiram
01-11-2004, 01:58 PM
Originally posted by Raja`Tega
Inilah masalahnya bahwa di flores belum pernah ditemukan fosil H. erectus itu sendiri, dan hipotesa akan adanya H. erectus diwilayah itu hanya didasarkan pada alat2 yang ditemukan yang memang usianya berada pada kurun waktu hidpnya H. erectus yaitu sekitar 800.000-an tahun yll.

Berarti tugas para arkeolog utk mencari fosil Erectus disana.

Originally posted by Raja`Tega
Masalah lain yang timbul yaitu peralatan2 yang ditemukan bersama dengan penemuan fosil manusia flores itu juga menunjukkan waktu 800.000-900.000-an tahun yang lalu, sangat berbeda jauh dengan kurun waktu hidupnya manusia flores.

Tidak masalah krn penemuan fosil2 tsb berada di dalam gua Liang Bua.
Spt yg sudah saya kemukakan sebelumnya, sebuah gua bisa digunakan bergantian oleh berbagai species selama ribuan thn dan tidak mengherankan fosil2 mereka ditemukan di lokasi yg sama.

Hiram
01-11-2004, 02:01 PM
Originally posted by Raja`Tega
Mengenai arboreal arm : saya memang menemukan kata "long arm", tetapi belum menemukan kata "arboreal arm". Bukankah lengan arboreal sdh menjadi wacana ilmiah yg telah disepakati, jadi jika memang telah pasti manusia flores langsung disebutkan memiliki lengan arboreal.

Nope, itu adalah istilah dan bukan wacana.

Raja`Tega
01-11-2004, 02:08 PM
Berarti tugas para arkeolog utk mencari fosil Erectus disana.



Yang agak aneh penelitian arkeologis di Indonesia yaitu bahwa temuan artefak sangat jarang ditemukan bersamaan dengan fosil pembuatnya. Lihat saja banyak artefak ditemukan di Flores, tetapi fosil manusia atau hominidnya belum jelas. Sehingga terpaksa diinterpretasikan saja dilihat dari ciri2 artefaknya, apakah Pacitanian misalnya, kalau Pacitanian ya misalnya manusia Ngandong atau Wajak lah pembuatnya. Contoh lainnya, banyak juga, Kali Baksoko di Gunung Sewu itu melimpah ruah dengan temuan artefak, tetapi kok ga ada fosil hominidnya. Contoh lain : situs2 di Gua Pawon, Cijulang, Ciamis, Kuningan, Sumedang, banyak artefak ditemukan, juga fosil vertebratanya, tetapi fosil hominid-nya ? Hal ini sangat berbeda dengan situs2 di Cina dan Afrika, di mana banyak artefak ditemukan bersamaan dengan fosil hominidnya.

Tidak masalah krn penemuan fosil2 tsb berada di dalam gua Liang Bua.
Spt yg sudah saya kemukakan sebelumnya, sebuah gua bisa digunakan bergantian oleh berbagai species selama ribuan thn dan tidak mengherankan fosil2 mereka ditemukan di lokasi yg sama.


Tentu saja tidak masalah jika ditemukan pada lapisan tanah yang berbeda. Bagaimana jika ditemukannya pada lapisan tanah yang sama ?

Hiram
01-11-2004, 03:41 PM
Originally posted by Raja`Tega
Yang agak aneh penelitian arkeologis di Indonesia yaitu bahwa temuan artefak sangat jarang ditemukan bersamaan dengan fosil pembuatnya. Lihat saja banyak artefak ditemukan di Flores, tetapi fosil manusia atau hominidnya belum jelas. Sehingga terpaksa diinterpretasikan saja dilihat dari ciri2 artefaknya, apakah Pacitanian misalnya, kalau Pacitanian ya misalnya manusia Ngandong atau Wajak lah pembuatnya. Contoh lainnya, banyak juga, Kali Baksoko di Gunung Sewu itu melimpah ruah dengan temuan artefak, tetapi kok ga ada fosil hominidnya. Contoh lain : situs2 di Gua Pawon, Cijulang, Ciamis, Kuningan, Sumedang, banyak artefak ditemukan, juga fosil vertebratanya, tetapi fosil hominid-nya ? Hal ini sangat berbeda dengan situs2 di Cina dan Afrika, di mana banyak artefak ditemukan bersamaan dengan fosil hominidnya.

Utk kasus artefak di Flores, dugaan alat2 tsb sbg peninggalan H.Erectus adalah dugaan awal dan kita masih harus menunggu hasil penelitian dari berbagai disiplin ilmu mengenai Species Floresiensis maupun artefak2nya.

Pengidentifikasian temuan alat2 / artefak2 dgn species tertentu bukan tanpa alasan tapi melihat teknologi yg dipergunakan.
Spt yg diketahui sejak H.Erectus , Neanderthal, Sapiens hingga Cro Magnon secara spesifik memiliki ciri2 teknologi yg berbeda sesuai dgn species maupun usia.

Khusus di Indonesia, penemuan2 memang lebih tersebar secara acak.
Hal ini sesuai dgn latar belakang geologis kepulauan Indonesia yg amat terpengaruh aktifitas vulkanis dan tektonis.

Originally posted by Raja`Tega
Tentu saja tidak masalah jika ditemukan pada lapisan tanah yang berbeda. Bagaimana jika ditemukannya pada lapisan tanah yang sama ?

Ada 2 cara identifikasi umum yaitu dgn menilai dari usia lapisan sedimen maupun penentuan lewat carbon dating.
Keduanya saling menguatkan.
Khusus di wilayah dgn aktivitas Vulkanik yg tinggi proses sedimentasi sering kali tumpang tindih oleh karena aktivitas Vulkanis.

wadokai_indo
01-11-2004, 08:22 PM
Originally posted by Basten4eva
Homo Sapiens Lunaticus yang cukup sering 'erectus' sih kayaknya ... ::ngakak::

Hush! kalow kedengaran para ahli Taxonomy jangan2 nanti nama saya dirubah jadi Homo Sapiens Lunaticus Megaphallus ;)

Hiram
01-11-2004, 10:02 PM
Originally posted by wadokai_indo
Hush! kalow kedengaran para ahli Taxonomy jangan2 nanti nama saya dirubah jadi Homo Sapiens Lunaticus Megaphallus ;)

::ngakak:: ... btw sayangnya ukuran 'phallus' species2 homonid masa lalu tidak bisa diukur krn tidak bisa jadi fosil ::ngakak::

Lucu juga mengetahui sejarah evolusi organ tsb :)
Apakah memang ada hubungannya ukuran tsb dgn strategi reproduksi atau memang ada species tertentu yg mengembangkan ukuran organ jantan sedemikian rupa :)

Yang jelas Bipedalisme 'menghadiahkan' sesuatu yg amat berharga dalam hal reproduksi - hub perkawinan species manusia saat ini.

Krn akibat nenek moyang kita - Australopithecus Afarensis mulai berjalan tegak secara bipedal maka kita bisa menggerakan pinggang dengan lebih flexibel ketimbang mahluk kuadripedal.

Dengan demikian cara kawin jadi bermacam variasi ;)

Terbayang kalo masih kuadripedal - pasti tetap bertahan dgn gaya 4 kaki :)

wadokai_indo
01-11-2004, 10:15 PM
Originally posted by Basten4eva
::ngakak:: ... btw sayangnya ukuran 'phallus' species2 homonid masa lalu tidak bisa diukur krn tidak bisa jadi fosil ::ngakak::


dari peninggalan2 jaman megalithikum dulu sih banyak prototype phallus yang sangat besar dan luarbiasa, sampai disembah2 segala... :) hal ini dengan sendirinya menjadi indikasi bahwa phallus yang sehat, functional dan tidak undersized adalah sesuatu yang digemari ;)


Lucu juga mengetahui sejarah evolusi organ tsb :)
Apakah memang ada hubungannya ukuran tsb dgn strategi reproduksi atau memang ada species tertentu yg mengembangkan ukuran organ jantan sedemikian rupa :)


Emm.. waktu belajar Herpetologi dulu, salah satu bukti evolusi adalah sisa-sisa kaki (Saki) yang ada di dekat kloaka ular2 dari suku boides... rupanya guna dari sisa2 kaki itu adalah untuk menstimulasi ular betina agar siap melakukan coitus..



Yang jelas Bipedalisme 'menghadiahkan' sesuatu yg amat berharga dalam hal reproduksi - hub perkawinan species manusia saat ini.

Krn akibat nenek moyang kita - Australopithecus Afarensis mulai berjalan tegak secara bipedal maka kita bisa menggerakan pinggang dengan lebih flexibel ketimbang mahluk kuadripedal.

Dengan demikian cara kawin jadi bermacam variasi ;)

Terbayang kalo masih kuadripedal - pasti tetap bertahan dgn gaya 4 kaki :)

Dan yang penting, bisa lihat muka (ga harus doggy style terus), sehingga bisa mengenal & mengapresiasi wajah pasangan.. (ga cuma kelaminnya doang :P ) hal ini kemudian mempengaruhi konsep "pasangan"... yang kemudian lama2 mengakhiri tingkah laku promiskuitas..

Hiram
01-11-2004, 11:22 PM
Originally posted by wadokai_indo
hal ini dengan sendirinya menjadi indikasi bahwa phallus yang sehat, functional dan tidak undersized adalah sesuatu yang digemari ;)

Apa ukuran 'phallus' mempengaruhi preferensi species betina dalam menentukan pejantannya dalam dunia binatang?

Or Apakah ukurang 'phallus' pada pria mungkin bisa jadi lambang kebanggaan seperti Tanduk besar pada rusa jantan atau bulu tengkuk pada Singa jantan?

Karena secara fungsional - sbg alat utk mentransfer sperma utk membuahi sel telur - tidak diperlukan 'phallus' berukuran 'mentereng' tetapi yg penting fungsinya semata.

Jadi kebiasaan utk membanggakan ukuran 'phallus' dikalangan pria tidak berhubungan dgn kemampuan fungsionalnya secara langsung dan lebih mirip instrumen penarik perhatian dikalangan binatang spt rambut tengkuk pada Singa jantan, tanduk besar pada rusa jantan dsb.

Apa wanita saat ini juga masih memiliki preferensi tsb thd pria dgn ukuran phallus tertentu ?

Sulit menjawabnya disini krn kita sama2 pria - mungkin bisa dibuat pollingnya utk dijawab para wanita.

wadokai_indo
01-11-2004, 11:41 PM
Originally posted by Basten4eva
Apa ukuran 'phallus' mempengaruhi preferensi species betina dalam menentukan pejantannya dalam dunia binatang?

Or Apakah ukurang 'phallus' pada pria mungkin bisa jadi lambang kebanggaan seperti Tanduk besar pada rusa jantan atau bulu tengkuk pada Singa jantan?


Tul! Phallus size dan/or amount of money in the bank account ;)


Karena secara fungsional - sbg alat utk mentransfer sperma utk membuahi sel telur - tidak diperlukan 'phallus' berukuran 'mentereng' tetapi yg penting fungsinya semata.


Tul sekali ;)


Jadi kebiasaan utk membanggakan ukuran 'phallus' dikalangan pria tidak berhubungan dgn kemampuan fungsionalnya secara langsung dan lebih mirip instrumen penarik perhatian dikalangan binatang spt rambut tengkuk pada Singa jantan, tanduk besar pada rusa jantan dsb.


Yep.. jadi phallus, misai, horn, gading, gigi walrus dan bank account punya functional equivalency dalam situasi tertentu ;)


Apa wanita saat ini juga masih memiliki preferensi tsb thd pria dgn ukuran phallus tertentu ?

Sulit menjawabnya disini krn kita sama2 pria - mungkin bisa dibuat pollingnya utk dijawab para wanita.

Kayaknya buat mereka yang penting phallus itu working dan tidak terlalu undersized ;)

Hiram
01-11-2004, 11:46 PM
Originally posted by wadokai_indo
Yep.. jadi phallus, misai, horn, gading, gigi walrus dan bank account punya functional equivalency dalam situasi tertentu ;)


Dari Phallus - Bank Account ... hmm ternyata evolusi juga terjadi pada preferensi seksual :)

wadokai_indo
02-11-2004, 12:46 AM
Originally posted by Basten4eva
Dari Phallus - Bank Account ... hmm ternyata evolusi juga terjadi pada preferensi seksual :)

Yep. tapi semua hubungannya ke prokreasi kok...

Glandular mammae = menarik karena untuk menyusui anak..

Pelvis = menarik karena pelvis yang besar = gampang melahirkan (katanya)

Phallus = menarik karena bisa buat bikin anak

Vulva = menarik karena bisa menarik phallus buat bikin anak

:D

nagawa
05-11-2004, 01:20 PM
eh.... simple question (baru kepikiran),

kalo fosil dari jaman sebelum (adam n hawa) aja ada kok fosilnya dia gak ada ya,

padahal kan , katanya badannya dia itu segede2 pohon kelapa tuh,

harusnya mudah ditemukan, soalnya kan mencolok sekali (big size)........gt loh. (ato emang tidak menjadi fosil).

..::bingung:: ::bingung:: ::bingung:: ::bingung:: ::bingung:: ::bingung:: ::bingung:: ::bingung:: 8O ::kabur::

Hiram
05-11-2004, 02:04 PM
Originally posted by nagawa
eh.... simple question (baru kepikiran),

kalo fosil dari jaman sebelum (adam n hawa) aja ada kok fosilnya dia gak ada ya,

padahal kan , katanya badannya dia itu segede2 pohon kelapa tuh,

harusnya mudah ditemukan, soalnya kan mencolok sekali (big size)........gt loh. (ato emang tidak menjadi fosil).

..::bingung:: ::bingung:: ::bingung:: ::bingung:: ::bingung:: ::bingung:: ::bingung:: ::bingung:: 8O ::kabur::

Karena memang tidak ada.

nagawa
09-11-2004, 10:29 AM
Karena memang tidak ada.
8O what is this ..............end of discution::bye::
how come???::bingung::

bio^girl
13-11-2004, 12:33 PM
penamaan fosil manusia purba berdasarkan apa sih sebener nya?

Hiram
13-11-2004, 03:00 PM
Originally posted by bio^girl
penamaan fosil manusia purba berdasarkan apa sih sebener nya?

Biasanya berdasarkan nama tempat ditemukan maupun ciri spesifiknya.

Kamaitachi
15-11-2004, 10:49 PM
bukannya yg badannya gede2 se pohon kelapa itu kan org suku "Enak"?
kalo adam dan hawa memang kecil..

gunnar
16-11-2004, 03:41 PM
Originally posted by Basten4eva
Biasanya berdasarkan nama tempat ditemukan maupun ciri spesifiknya.

::bentar:: Bukannya berdasarkan nama penemunya juga?::bingung::

Kamaitachi
17-11-2004, 03:23 AM
carbon dating aja bermasalah..

Kamaitachi
17-11-2004, 04:01 AM
pertanyaanya aja salah, orang ga semua makluk hidup berevolusi..
itu kan cuma generalisasi jaman dulu, ambil sedikit contoh, lalu dipukul rata semua

Pi-Man
17-11-2004, 11:22 AM
Mungkin, perasaan manusia sekarang malah devolusi?

Pi-Man

Hiram
17-11-2004, 09:17 PM
Originally posted by Kamaitachi
pertanyaanya aja salah, orang ga semua makluk hidup berevolusi..
itu kan cuma generalisasi jaman dulu, ambil sedikit contoh, lalu dipukul rata semua

Memang tidak semua.
Tapi semua mamalia memang berevolusi.

Kamaitachi
17-11-2004, 10:29 PM
hahahah betul2
perasaan manusia skr jadi devolusi
makin bobrok aja
yg jahat ditolerir, tidak bisa membedakan mana yg baik mana yg bener dan mana yg buruk mana yang salah
baik tidak selalu bener
dan buruk tidak selalu salah

gunnar
18-11-2004, 09:41 PM
Originally posted by Kamaitachi
hahahah betul2
perasaan manusia skr jadi devolusi
makin bobrok aja
yg jahat ditolerir, tidak bisa membedakan mana yg baik mana yg bener dan mana yg buruk mana yang salah
baik tidak selalu bener
dan buruk tidak selalu salah

::bentar:: yang kamu maksud itu 'sifat' manusia, bukan 'fisik' manusia.

Hiram
18-11-2004, 11:02 PM
Originally posted by gunnar
::bentar:: Bukannya berdasarkan nama penemunya juga?::bingung::

Ada juga tapi sedikit , paling hanya Homo Rudolphensis.
Sementara mayoritas merupakan nama tempat dan ciri khusus spt :
Australopithecus AFARensis ( ditemukan di Afar )
Homo Erectus ( Erectus = berdiri tegak )
Homo Neanderthal ( Neanderthal = tempat penemuan fosil pertama dari species ybs )

etc

gunnar
19-11-2004, 09:47 PM
Originally posted by Basten4eva
Ada juga tapi sedikit , paling hanya Homo Rudolphensis.
Sementara mayoritas merupakan nama tempat dan ciri khusus spt :
Australopithecus AFARensis ( ditemukan di Afar )
Homo Erectus ( Erectus = berdiri tegak )
Homo Neanderthal ( Neanderthal = tempat penemuan fosil pertama dari species ybs )

etc

::bentar:: Hmm ... makasih udah jelasin, terutama untuk Homo Erectus , soalnya saya kira artinya berasal dari kata ereksi

Sorry agak OT8O ::bye:: ::kabur::

Hiram
19-11-2004, 10:25 PM
Originally posted by gunnar
::bentar:: Hmm ... makasih udah jelasin, terutama untuk Homo Erectus , soalnya saya kira artinya berasal dari kata ereksi

Sorry agak OT8O ::bye:: ::kabur::

Kata 'Ereksi' memang berasal dari kata latin : 'Erectus' koq -> Berdiri teGak.

Kamaitachi
20-11-2004, 08:37 PM
Originally posted by Basten4eva
Kata 'Ereksi' memang berasal dari kata latin : 'Erectus' koq :)

-> Berdiri teGak.

huahuahuahuahuaha :D

gunnar
20-11-2004, 10:11 PM
Tak kusangka pikiranku ternyata sedikit 'menyambung' juga:D

dennyfw
21-11-2004, 01:13 AM
Kalo Emang Manusia evolusi dari kera or som sort of it. terangkan pada kami semua mengapa dari yang bungkuk dapat menjadi tegak cara berdirinya. karena setahu saya semua evolusi terjadi karena ada alasannya sendiri2, seperti jerapah dulunya berleher pendek namun karena lebih suka dedaudanan yang ada di atas pohon maka jerapah sekarang mempunyai leher panjang karena evolusi, walaupun sebenarnya terlihat kacau alasannya tapi saya pernah liat itu di tv, ::bingung::

Trus kalo sudah tegak, mengapa rata2 tinggi manusia sekarang malah jadi lebih pendek dari rata2 tinggi manusia jaman sebelum masehi.

Ingat, bahwa diantara masa2 manusia setengah kera dengan masa manusia yang seperti sekarang ini (mo homo erectus lah or homo neanderthal lah, masa bodoh) kan ada "missing link" di mana para ilmuan belum bisa menemukan jawaban pasti akan hub. evolusi ini.

Darwin kan hanya melihat evolusi dari bukti-bukti kecil kalo nggak salah perubahan jari kaki dan kemampuan terbangnya, ya kan. nah, bagaimana bisa itu dijadikan patokan untuk hal-hal yang lebih besar dari sekedar perub. tersebut

tapi maaf lho itu kan pelajaran smu jadi byk yg lupa. gw sendiri lebih suka kalo gw turunan manusia, daripada kera. soalnya kalo dibilang turunan kera ntar bisa membuat kita menghalalkan "perbuatan binatang" yang akhir2 ini merajalela men!!!

Hiram
21-11-2004, 08:07 PM
Originally posted by dennyfw
Kalo Emang Manusia evolusi dari kera or som sort of it. terangkan pada kami semua mengapa dari yang bungkuk dapat menjadi tegak cara berdirinya. karena setahu saya semua evolusi terjadi karena ada alasannya sendiri2, seperti jerapah dulunya berleher pendek namun karena lebih suka dedaudanan yang ada di atas pohon maka jerapah sekarang mempunyai leher panjang karena evolusi, walaupun sebenarnya terlihat kacau alasannya tapi saya pernah liat itu di tv, ::bingung::


Bungkuk ---> krn perubahan cara berjalan
Ketika masih hidup di pepohonan, nenek moyang Manusia bergerak sbg Quadriped.
4 Juta thn yg lalu terjadi perubahan vegetatif di Afrika Timur dimana Savana2 terbuka yg luas mulai muncul.
Populasi yg tinggi pada pepohonan yg mulai jarang mengakibatkan species harus mulai beradaptasi hidup di savana utk mencari makan dan survive.
Nenek moyang manusia mulai turun dari pohon dan berubah menjadi mahluk yg hidup di daratan.
Cara berjalan 4 kaki ( Quadriped ) berubah menjadi Bipedal dan dengan sendirinya terjadi evolusi yg menyebabkan perubahan struktur tulang belakang dan tulang panggul manusia.
Australopithecus Afarensis adalah species pertama yang mencapai bipedalisme sempurna dlm hal pergerakan sementara Homo Erectus adalah penyempurnaan species Bipedal utk survive dan benar2 cocok hidup di savana / padang rumput terbuka.

Originally posted by dennyfw
Trus kalo sudah tegak, mengapa rata2 tinggi manusia sekarang malah jadi lebih pendek dari rata2 tinggi manusia jaman sebelum masehi.

Sama sekali tidak demikian - tinggi / pendeknya ras2 Homo Sapiens amat bervariasi dan berubah - ubah.
Tidak ada bukti ilmiah yg menunjukan manusia di zaman dulu lebih tinggi dari manusia masa sekarang.

Dalam rangkaian evolusi, temuan ilmiah mencatat species Homo Erectus memiliki postur paling tinggi dgn tungkai2 tangan - kaki lebih panjang dari postur proporsi Homo Sapiens manapun.
Di beberapa negara Asia spt China dan Jepang, saat ini tinggi rata2 meningkat sementara di beberapa negara Amerika Selatan spt Chili justru tinggi rata2 penduduknya makin pendek.
Ini hanya masalah variasi genetika saja.
Originally posted by dennyfw
Ingat, bahwa diantara masa2 manusia setengah kera dengan masa manusia yang seperti sekarang ini (mo homo erectus lah or homo neanderthal lah, masa bodoh) kan ada "missing link" di mana para ilmuan belum bisa menemukan jawaban pasti akan hub. evolusi ini.

Keliru sama sekali.
Manusia hingga saat ini masih tergolong kera ( keluarga Big Apes ) dalam taxonomi.
Manusia satu Grup dgn Simpanse, maupun Gorilla.
Jadi tidak ada istilah 'setengah kera / setengah manusia'.

Istilah 'MISSING LINK' adalah suatu kekeliruan yang masih beredar hingga saat ini.
Istilah ini hanya menunjukan suatu urutan ditinjau dari satu species.
Dulu para ilmuwan memperdebatkan species 'perantara' antara primata pohon dgn Kera2 darat yg berjalan 2 kaki.
Penemuan fosil species Australopithecus Afarensis menjawab hal tsb.
Kemudian species Homo Habilis ditemukan sbg 'species antara' dari Afarensis yg tidak memiliki kemampuan teknologi sama sekali dgn Homo Erectus yg sudah memiliki kemampuan teknologi.
Manusia / Homo Sapiens sendiri merupakan species antara dgn species berikutnya - saya sebutkan demikian - krn manusia / homo Sapiens juga masih mengalami evolusi.

Originally posted by dennyfw
Darwin kan hanya melihat evolusi dari bukti-bukti kecil kalo nggak salah perubahan jari kaki dan kemampuan terbangnya, ya kan. nah, bagaimana bisa itu dijadikan patokan untuk hal-hal yang lebih besar dari sekedar perub. tersebut

tapi maaf lho itu kan pelajaran smu jadi byk yg lupa. gw sendiri lebih suka kalo gw turunan manusia, daripada kera. soalnya kalo dibilang turunan kera ntar bisa membuat kita menghalalkan "perbuatan binatang" yang akhir2 ini merajalela men!!!

Salah ! justru 'perbuatan binatang' itu baru muncul setelah kita menjadi Homo Sapiens / Manusia.
Sebelumnya kita adalah species yg hanya berusaha survive.
Ketika kita diberikan akal pikiran dan keendak bebas / freewill, saat itulah kita mulai memiliki kecenderungan melakukan 'perbuatan binatang' tsb.

Dan memang demikianlah evolusi - perubahan tidak dimulai sekaligus tapi dimulai dari perubahan2 kecil, sedikit demi sedikit hingga menempuh kurun waktu jutaan tahun - sedikit demi sedikit - tsb sudah menghasilkan species berbeda

dennyfw
28-11-2004, 01:11 AM
Wah Terimakasih Mr. Basten, your argument really changed my point of view for this discussion.

tapi tetap bikin bingung, seperti orang-orang kutub, mengapa evolusi mereka juga menghilangkan bulu pada tubuh mereka, (ya mungkin tetep ada tapi kan nggak selebat pendahulu mereka), padahal di sana rata2 makhluk hidup bergerak membutuhkan hal ini (bulu yang lebat) untuk bertahan hidup, atau kah orang-orang kutub yang disebut orang eskimo ini merupakan suku penjelajah, kalo iya mengapa mereka harus ke tempat yang lingkungannya keras?

Hiram
28-11-2004, 01:34 AM
Originally posted by dennyfw
tapi tetap bikin bingung, seperti orang-orang kutub, mengapa evolusi mereka juga menghilangkan bulu pada tubuh mereka, (ya mungkin tetep ada tapi kan nggak selebat pendahulu mereka), padahal di sana rata2 makhluk hidup bergerak membutuhkan hal ini (bulu yang lebat) untuk bertahan hidup, atau kah orang-orang kutub yang disebut orang eskimo ini merupakan suku penjelajah, kalo iya mengapa mereka harus ke tempat yang lingkungannya keras?

Orang kutub / eskimo baru menempati daerah kutub belasan ribu tahun yg lalu.
Orang2 Eskimo di Kutub Utara adalah keturunan Homo Sapiens yg aslinya muncul di Afrika yg panas.

Species Hominid yg pertama berkembang di wilayah kutub adalah Neanderthal yg memiliki ciri2 fisik yg amat adaptif thd iklim kutub sekitar 200.000 thn lalu.
Catat, dimasa itu lingkar kutub Utara bumi dimulai dari Eropa tengah ( saat ini sejalan berakhirnya zaman es, lingkar kutub hanya tersisa jauh lebih sedikit dibanding masa Neanderthal dulu ).

Sekitar 60.000 - 50.000 thn lalu Homo Sapiens dari Afrika mulai bermigrasi ke Eropa hingga 30.000 tahun lalu Species Neanderthal yg berevolusi di iklim kutub itu justru punah ( sebabnya masih diperdebatkan, namun kemungkinan besar adalah karena wabah penyakit atau karena kemampuan reproduksi yg rendah dan lama menjadi penyebab kepunahan mereka ).

Homo Sapiens dari Afrika ini kemudian berusaha beradaptasi dgn iklim dingin di Utara tsb.
Sekitar 20.000 tahun lalu Homo Sapiens juga mulai mengisi benua Amerika dan koloni pertama mendiami wilayah Amerika Utara yg terletak di garis kutub.

Jadi alasan kenapa mereka tidak memiliki bulu lebat adalah karena nenek moyang mereka berasal dari Afrika dan oleh karena itu adaptasi mereka lebih banyak ke arah penciptaan teknologi yg memungkinkan mereka mendiami wilayah2 dingin tsb spt dgn metode pembuatan tempat tinggal, pakaian yg lebih tebal dan konsumsi makanan berlemak tinggi.

Orang2 Eskimo di Amerika Utara secara fisik memiliki perbedaan dgn ras lainnya.
Orang2 Eskimo memiliki proporsi tubuh yg pendek - melebar dgn ukuran2 tangan - kaki yg lebih pendek utk memperkecil wilayah kulit yg diterpa suhu dingin.

Jadi secara fisik dalam beberapa puluh ribu tahun terakhir ada adaptasi biologis yg terjadi walau tidak signifikan krn kemampuan teknologi memudahkan manusia melakukan adaptasi dgn teknologi ketimbang adaptasi biologis - fisiologis yg membutuhkan waktu lama.

Jadi alasan kenapa bulunya tidak lebat adalah krn mereka berasal dari species Homo Erectus yg berevolusi di Afrika yg panas.

Species hominid asli yg well adapted dgn iklim kutub sendiri, yaitu Homo Neanderthal sudah punah 30.000 tahun lalu.

Raja`Tega
02-12-2004, 10:25 AM
Btw, bagaimana perkembangan mengenai manusia flores ?

1. Menurut informasi yang diberikan oleh AFP science by Yahoo :

Seorang ilmuwan terkemuka Indonesia menentang teori yang telah dipublikasikan secara luas bahwa rangka fosil yang ditemukan di pulau di bagian timur, Flores, adalah dari satu spesies manusia yang sebelumnya tidak diketahui. Profesor Teuku Jacob, palaeontolog terkemuka dari Universitas Gadjah Mada, akan melakukan sejumlah pengujian untuk membuktikan bahwa fosil-fosil tersebut berasal dari satu sub-spesies dari Homo sapiens – “seorang manusia biasa, persis seperti kita”.

“Ini bukanlah satu spesies baru. Ini adalah satu sub-spesies dari Homo sapiens yang digolongkan ke dalam ras Australomelanesid. Jika bukan satu spesies baru, mengapa ia diberi sebuah nama baru?” kata sang profesor

Sebagai rangkuman, para ilmuwan menggunakan ukuran otak yang lumayan kecil dari H. floresiensis untuk menampilkannya sebagai satu spesies terpisah. Akan tetapi, Teuku Jacob menyatakan bahwa volume otak yang kecil ini mungkin merupakan suatu tanda kelainan mental daripada sekedar bukti yang menyatakannya sebagai satu spesies terpisah. (Teuku Jacob juga seorang pakar di bidang patologi.) Selain itu, proses dwarfisme yang diperkirakan menjadi penyebab ukuran otak yang kecil pada Manusia Flores ini juga ditemukan pada ras-ras manusia lain. Teuku Jacob menekankan bahwa dwarfisme semacam itu tidak hanya dapat ditemukan di Flores, tapi juga di Central Mountain, Papua dan Andaman, Aceh. Fakta bahwa dwarfisme dikenal pada ras-ras manusia lainnya memberikan petunjuk baru tentang kekeliruan menetapkan H. floresiensis sebagai suatu "spesies" terpisah berdasarkan dwarfisme tersebut.

2. Menurut Jakarta Post On-line 5 November 2004

Berjudul : berjudul “Indonesian experts deny ‘Flores Man’ fossil claim” ("Pakar Indonesia Menyanggah Pernyataan tentang Fosil 'Manusia Flores'').

Telah melaporkan pandangan serupa yang dianut oleh Harry Widianto dari Lembaga Arkeologi Yogyakarta. Widianto menyatakan bahwa manusia Flores hanyalah subspesies dari H. sapiens, dengan kata lain suatu ras manusia modern. Ia juga menegaskan bahwa fosil-fosil ini seharusnya dinamakan H. sapiens floresiensis.

Hiram
02-12-2004, 11:57 AM
Sanggahan itu sudah dilakukan sejak sebulan yg lalu.

Hingga saat ini kedua klaim masih 50 : 50 hingga dilakukan penelitian lebih lanjut.

Tim Australia berpegang kepada patokan ukuran volume otak.
Sementara tim lokal berpegang kepada bentuk tengkorak Floresiensis yg mirip Homo Sapiens.

Sejak berita tsb saya lebih cenderung mendengar tim lokal karena menurut klaim mereka, tim ahli Aussie tidak berada di lokasi ketika mereka menemukan fosil Hominid tsb.

Jadi ada kemungkinan pernyataan tim arkeolog Aussie keliru menyebutkan bahwa proporsi tubuh species tsb proporsional jadi bukan mirip Dwarf ( kerdil ) melainkan Mini.

Kalau ternyata benar pernyataan tim Lokal, maka ini adalah pertama kalinya ditemukan penderdilan yg diikuti penyusutan ukuran otak.

Apabila Floresiensis adalah sub species dari Sapiens maka berarti lebih sesuai dgn skema penyebaran Homo Sapiens yg menyeberang dari Nusantara (Jawa ) menuju Australia.

Species Floresiensis berarti merupakan hasil evolusi dari Homo Sapiens yg mendiami Flores dalam migrasinya menuju Australia.

Floresiensis bukan merupakan species yg sekedar berbeda ras saja, melainkan sudah merupakan subspecies murni yg merupakan transisi menuju sebuah species yg benar2 berbeda dgn manusia.
Hal ini apabila melihat kenyataan bahwa kasus pengerdilan yg diketahui selama ini tidak sampai mempengaruhi ukuran otak.
Pengerdilan species Sapiens di wilayah2 yg terisolasi secara total spt di pulau2 kecila memang bisa menghasilkan perubahan yg lebih ekstrim karena kecil kemungkinan intervensi species Sapiens dari luar selama proses evolusi tsb.

Raja`Tega
02-12-2004, 12:24 PM
Species Floresiensis berarti merupakan hasil evolusi dari Homo Sapiens yg mendiami Flores dalam migrasinya menuju Australia.

Floresiensis bukan merupakan species yg sekedar berbeda ras saja, melainkan sudah merupakan subspecies murni yg merupakan transisi menuju sebuah species yg benar2 berbeda dgn manusia.
Hal ini apabila melihat kenyataan bahwa kasus pengerdilan yg diketahui selama ini tidak sampai mempengaruhi ukuran otak.
Pengerdilan species Sapiens di wilayah2 yg terisolasi secara total spt di pulau2 kecila memang bisa menghasilkan perubahan yg lebih ekstrim karena kecil kemungkinan intervensi species Sapiens dari luar selama proses evolusi tsb.


Aku sependapat dengan postingan mas bas, kecuali yang saya quote.

Peneliti berusaha mengelompokkan manusia flores ini menjadi species yang berbeda dengan H. sapiens.

Pengelompokan berdasarkan pada tingkat kesamaan antar tulang-belulang (dengan kata lain variasi-variasi yang diperlihatkan di antara mereka) mungkin tidak menghasilkan kesimpulan yang pasti secara ilmiah. Hal ini dikarenakan meskipun sejumlah spesies (seperti anjing) memperlihatkan variasi yang besar, spesies lain (seperti citah) diketahui memiliki hanya sedikit variasi.

Oleh karena itu, ketika fosil yang berasal dari spesies punah diketemukan, variasi yang teramati mungkin bersumber pada satu di antara dua sebab. Variasi ini berasal dari satu spesies yang memiliki variasi yang besar atau dari beberapa spesies berbeda yang menunjukkan variasi yang sedikit. Akan tetapi tidak ada cara untuk mengetahui mana di antara dua kemungkinan ini yang benar-benar berlaku. Bahkan, Alan Walker, pakar paleoantropologi dari Pennsylvania State University, mengakui kenyataan ini dengan mengatakan bahwa seseorang tidak dapat mengetahui apakah suatu fosil merupakan perwakilan dari komunitas (masyarakat) dari mana ia berasal atau tidak. Dia menyatakan lebih jauh bahwa seseorang tidak dapat mengetahui apakah fosil tersebut berasal dari salah satu dari ujung-ujung rentang spesies yang ada, atau di salah satu bagian di tengahnya.

Selain itu para peneliti tersebut menampilkan fosil-fosil H. floresiensis sebagai suatu spesies terpisah, dan menganggap volume otaknya yang kecil dan kerangkanya yang pendek sebagai ciri-ciri spesies tersebut. Namun, faktanya adalah bahwa individu-individu mungkin saja tidak membawa seluruh sifat-sifat yang terdapat dalam perbendaharaan gen populasi (population gene pool, yakni sekumpulan gen-gen yang memunculkan suatu spesies) di dalam tubuh mereka. Dengan kata lain, ciri-ciri yang diperlihatkan oleh individu-individu mungkin saja bukan ciri-ciri yang pada umumnya diperlihatkan dalam populasi tersebut. Dan itulah yang terjadi, semakin sedikit jumlah fosil yang diteliti, semakin besar kemungkinan terjadinya kesalahan dalam membuat anggapan bahwa ciri-ciri mereka merupakan ciri-ciri dari keseluruhan populasi dari mana mereka berasal.

Hiram
02-12-2004, 02:43 PM
Karena itu, saat ini paling aman menanti perkembangan penelitian lebih lanjut dan menanti temuan2 fosil berikutnya.

Sama seperti polemik Neanderthal yg memerlukan waktu seabad hingga fosilnya ditemukan dalam jumlah banyak diseantero Eropa baru kemudian bisa dilakukan penelitian mendalam hingga diakui sekarang sebagai Species yg berbeda dgn Homo Sapiens.

Apakah Floresiensis subspecies Homo Sapiens atau malah sebuah species yg mulai berpisah dari Homo Sapiens tidak bisa dipastikan saat ini hingga ada penelitian resmi yg mendalam.

Raja`Tega
02-12-2004, 02:48 PM
Yup, kita tunggu bersama2. :)

stewart
31-03-2005, 01:40 PM
Penelitian lebih lanjut telah mengarah pada kesimpulan bahwa teori evolusi tidak mungkin terjadi pada tingkat makroskopis. Evolusi hanya terjadi pada tingkat mikroskopis. Jadi, kalo manusia berubah dari kera, ga mungkin, karena itu terlalu makroskopis. Silakan anda tanya ahli2 dari luar sana, pasti mereka sekarang menyangsikan teori evolusi dan kembali teori procreation.

J()|<eRz
03-04-2005, 01:35 PM
mungkin ga setelah berjuta2 tahun, monyet yg beradaptasi lama kelamaan berubah fisiologis dan genetisnya jadi manusia?

Hiram
06-04-2005, 12:47 PM
Mohon dibaca dulu diskusi panjang lebar yg berisi debat antara evolusionist dan creationist.

jacinta
07-04-2005, 07:17 PM
Originally posted by Hiram
Mohon dibaca dulu diskusi panjang lebar yg berisi debat antara evolusionist dan creationist.

::bentar:: to tell you the truth, bas .. keknya males deh. baru ngeliat halamannya yang udah berjuta-juta itu ... puyeng duluan.

IMHO mending loe close aja deh.

Pi-Man
08-04-2005, 06:14 PM
Originally posted by J()|<eRz
mungkin ga setelah berjuta2 tahun, monyet yg beradaptasi lama kelamaan berubah fisiologis dan genetisnya jadi manusia?
Kemungkinan itu ada, jika ada 'faktor pendorong' yang memungkinkan...

Pi-Man

Hiram
09-04-2005, 05:50 PM
Originally posted by jacinta
::bentar:: to tell you the truth, bas .. keknya males deh. baru ngeliat halamannya yang udah berjuta-juta itu ... puyeng duluan.

IMHO mending loe close aja deh.

Terima kasih atas masukannya Jacey :)
Thread ini masih diperlukan utk memindahkan diskusi2 tidak pada tempatnya di tempat lain.

Lagipula baru beberapa puluh halaman koq :D

jacinta
09-04-2005, 06:01 PM
maksut gw sih sebenernya thread ini diremajakan kembali. yang eni ditutup, buka warung monyet yang baru. biar yang diskusi juga ter'remaja'kan ... bukan cuma oknum2 itu aja (termasuk gw :D)

tapi kalo menurut loe masih bisa diberdayakan sih silakan saja. thread bersejarah juga eni kok. postingan pertama gw di sini lho :D ... mmm kalo ga salah ;D