Abdul Aziz
16-02-2000, 07:29 PM
Sang awan selalu murung wajahnya,
ketika melihat kita bersuka.
Air matanya selalu membasahi,
damainya hati nurani Sang dwi.
Dingin butirannya mencoba membekukan
ketegaran bersama dalam genggaman.
Begitu erat mengikat serat urat akar terbakar,
mengalirkan kelembutan,
memecahkan kepenatan,
hapuskan kegunadahan.
ketika melihat kita bersuka.
Air matanya selalu membasahi,
damainya hati nurani Sang dwi.
Dingin butirannya mencoba membekukan
ketegaran bersama dalam genggaman.
Begitu erat mengikat serat urat akar terbakar,
mengalirkan kelembutan,
memecahkan kepenatan,
hapuskan kegunadahan.