View Full Version : Puisi Sebel
monique
28-01-2000, 11:48 PM
Iiih Sebel
Malam...hampir menelan sang bulan
Laju roda membelah jalan
Letih dan penat ingin cepat ke peraduan
Namun malang kopling tidak kenal perasaan
Terparkirlah, terdampar di pinggiran
Kecewa, tapi apa mau dikata
Lebih baik kulambai tangan, taksi ada sejuta
Eh...do'i malah takut mobilnya kenapa-napa
Padahal rumahnya cuma sejengkal saja
Angkat telepon, sang adik datang menjemputnya
Termangu, di dalam taksi biru
Merenung, siapa sebenernya aku
Mungkin tak lebih mahal dari mobil kamu
Dasar,.......Kamu
monique
Earl Dreamer
29-01-2000, 02:17 PM
kita berdua saja, duduk
kau entah memesan apa,
aku memesan ilalang panjang dan bunga rumput
tapi kita berdua saja, duduk
aku memesan batu dan sungai yang deras,
kau entah memesan apa (lagi)
aku memesan rasa sakit yang tak putus dan nyaring lengkingnya,....
Di restoran itu...
Homer
30-01-2000, 01:20 PM
mana keharuan
aku tak memilikinya
apakah hantu yang terbang
atau Tuhan yang ada di atas
pasti aku tak punya pikiran
mana keharuan
pasti hilang bersama rohku
apa kebingungan yang kutulis
mungkin karena tadi
aku pulang dengan rasa kesetanan
kawan kawan...
Aku bangga melihat kalian....teryata masih ada yang suka syair,teruskan dan tumpahkan kata katamu di dalam kertas yang masih bersih
sebersih jiwa kalian ....dalam melihat kenyataan hidup,kawan syaeir yang indah akan tercipta jika kamu mengalami satu hal yang sangat berarti.Bye bye
Monigue....
..perlu kamu ingat...mobil itu tidak ada harganya..bahkan masih lebih mahal dengan sehelai rambutmu.....!
kawan kawan...
Aku bangga melihat kalian....teryata masih ada yang suka syair,teruskan dan tumpahkan kata katamu di dalam kertas yang masih bersih
sebersih jiwa kalian ....dalam melihat kenyataan hidup,kawan syaeir yang indah akan tercipta jika kamu mengalami satu hal yang sangat berarti.Bye bye
brigitta
02-02-2000, 12:28 AM
earl dreamer, itu kan pusisnya Sapardi Djoko Damono...
Jangan plagiat gitu dong! Minimal tulis kredit untuk penciptanya!
Amelya
02-02-2000, 05:35 PM
Malam,
Sekejap aku mendengar suaramu
Tertitip lewat desau angin
lewat suara jangkrik
lewat suara ibu mendongeng
Malam,
Sesaat aku merasakan hadirmu
gelap
terasa begitu senyap
menyusupkan sebaris senyum kelegaan
sebelum aku terlelap
Malam,
jika jarum jam tepat membentang hari
usai sudah kesunyian
Dan esok pagi
Matahari sudah menjelang
Malam,
Aku takut tak lagi bisa menemuimu...
Jika ditiap pagi
yang kudengar hanya tangis bayi
yang kulihat hanya darah dan luka hati
yang kurasa hanya duri-duri
di tiap jengkal tanah menuai sejuta benci
Hujatan hati
Malam,
kini sunyimu semakin terasa indah
dedot
03-02-2000, 05:00 PM
Amelya mo ikut gue gak, lihat matahari terbit bareng.....!! http://www.kafegaul.com/board/ubbhtml/wink.gif
Homer
07-02-2000, 04:39 PM
Aku menghancurkannya
tembok tulisan
aku tidak menghapusnya
aku mungkin gila
tembok itu berteriak di telingaku
"hancurkan aku"
kamu pasti tidak percaya
ibuku bilang aku sudah gila
pacarku juga bilang begitu
hanya tembok itu yang bilang
"kamu tidak gila"
....disepanjang tembok itu aku menangis
buppe
11-02-2000, 04:03 PM
Ye...tembok sih dipercayyya...
eh, kalo elo mo tau gila apa ngga'nya tanya aje ama dokter jiwa... kan jadi jelas tuh...!!!
Brigitta
Rasanya gue malah harus kasih kredit point ke kamu...
Suka puisi, ya?
Boleh minta email? Gue di ramlif@yahoo.com
Ahhh,
Akhirnya gue dapet media, buat nampang, buat pameran gratis... hm, mudah2an nggak terlalu murahan banget posting dari gue, neh!!!
R I N D U
(Episode kangen datang tiba-tiba)
Ada saat
dimana rindu datang
menyeruak
tak terhadang
Ada saat
dimana tubuh bergetar
dan hangat menjalar
ke segenap ruang
Dalam itu hanya ada satu
keinginan nan kerap mengganggu
mendapati engkau sekulum senyum
berpeluk lembut jemari bertaut
Gelisahku melayang rayapi malam
coba memetakan wajahmu
di segenap ruang dan bintang
dengan garis dan lengkung
Getar rinduku bergaung
merambah alunan hembusan angin
membawa pesan hatiku
malam ini aku rindu kamu,
bidadariku...
* * *
innergirl_arie
24-02-2000, 03:33 PM
ku nanti...belaian lembutmu...
yang menyapa hangat
tiap helai rambutku
yang kan ku balas dengan kecupan
yang terhangat
hanya untukmu
tapi.....
dimanakah kau
aku mencari dirimu
walau...kau tak kunjung tiba
aku kan tetap menanti
walau badanku kini
mulai rapuh
termakan waktu.yang terus
saja berputar
tanpa memperdulikan perasaanku
perasaan yang tulus
dari
seorang wanita
yang mendambakan kasih sayang
*ciee....gaya ngga sih, hehehe...puisi ini di buat spontan,...*
dewabra
08-03-2000, 03:13 AM
PUISI-NYA bagus .. bener !.. lucu, seru lagi
brigitta
08-03-2000, 08:11 AM
hai Ramz, sorry it's been a little bit long time before I realize someone has posted a message to me. Soalnya rutinnya aku nongkrong di film dan tv, bukan di puisi. But thanks for the credit, anyway.
Puisi? Seperti kata penyair Mohammad Iqbal: filsafat membuat manusia menjadi tua, puisi memudakannya kembali...
vBulletin® v3.7.0, Copyright ©2000-2008, Jelsoft Enterprises Ltd.