[bukan_pujangga]
07-04-2000, 09:22 AM
ANTARA ADINDA DEWI TERSAYANG DAN SI ITIK TOLOL DISISIKU...
malam kian lelap mengubur terangnya hari
dan bayang-bayang kecantikanmu masih menjadi ratu di hatiku
kudekap erat impianku, oh dewiku
walau kutahu semua tak mungkin kembali
apakah geranganmu adinda sayang...
dalam kenikmatanku melihatmu kembali, walau hanya sekejap dalam khayalku
indahnya dirimu tak lekang dalam kerinduanku
dan kuraihkan kedua tanganku 'tuk mengapaimu...
namun ternyata tiada lembut tanganmu yang kugenggam
hanya dirinya yang memilukan hatiku...
hanya si itik tolol yang masih saja sibuk memupuri wajahnya dan mengoles gincunya tebal-tebal
ada rasa bebal di mulutku untuk mengakui muaknya hatiku melihat dia..
kalau kuingat caramu tersenyum, oh indahnya...
kalau kuingat caramu tertawa, oh renyahnya..
kalau kuingat dewi asmaraku yang cantik,
tanpa pupur dan gincu pun, adinda cantik seperti bunga...
tidak seperti si itik tolol disisiku..
kalau pagi datang, pastilah dia mulai sibuk mengurs rambutnya yang kusut itu..
dan ocehannya tak lain dari uang, uang, dan uang..
patah berserakan rasanya hati ini menghadapi realita yang menjijikkan ini..
adinda aku rindu padamu...dewiku...
namun saya tahu adinda tak kan lagi mau mengenal saya....
harus bagaimana kulampiaskan kerinduanku, sayang?
kepada siapa lagi aku harus mengadu, sayang..?
Oh Allah, bodohnya hamba ini..?
saya tidak pernah jatuh cinta sedalam ini
saya tidak pernah mengenal cinta seperti dewiku...
saya tidak pernah bisa berhenti memikirkan dia..sayang dia.. cinta dia
tapi saya tak pernah bisa membuat dia bahagia..
saya hanya akan mengganggu citanya, asanya debgan kehadiranku..
saya sakiti dia agar dia lupakan diriku, pecundang ini..
saya nikahi itik tolol yang jadi sampah di hatiku ini supaya dewiku membenciku..
agar dewiku berhasil membangun istananya..asanya..harapannya..
oh dewiku, maafkan saya yang terlalu mencintaimu..
maafkan saya yang terpaksa melukaimu..
tapi sungguh tahukan adinda, kakanda selalu mencintaimu, menyayangimu...
tahukah adinda saya tak pernah cinta pada itik tolol itu...
tapi bagaimana pula adinda akan tahu..
bagaimana pula kakanda akan mengutarakannya
gadis sepintar adinda takkan mau menerima kata-kata tolol dari pujangga ****** seperti saya..
gadis secerdas adinda pasti kan mengganggap semua ini gombal..
oh Allah, andai saja dia tahu...
bawalah sinar rinduku untuk dewi_asmaraku
bawalah kidung cintaku ini untuk dewiku, Ya Allah..
sudikanlah hatinya untuk menyapaku bila di lain waktu kubertemu elok wajahnya itu...
sudikanlah hatinya untuk memaafkan hamba..
sebab pujangga tolol ini tak punya apa-apa untuk adinda dewi tercinta selain hati hamba...
sebab pujangga tolol ini tak punya apa-apa disisiku selain si itik tolol yang masih saja sibuk mempercantik dirinya...
dan bila hilang senyum dewiku untukku...
apalah lagi yang kupunya, Allah ?
pesan buat para warga: bila engkau sudah memiliki seorang dewi di hatimu, janganlah kau serahkan tanganmu kepada seekor itik tolol...!
sebab hanya orang tolol seperti saya yang meninggalkan seorang dewi untuk seekor itik tolol...!
malam kian lelap mengubur terangnya hari
dan bayang-bayang kecantikanmu masih menjadi ratu di hatiku
kudekap erat impianku, oh dewiku
walau kutahu semua tak mungkin kembali
apakah geranganmu adinda sayang...
dalam kenikmatanku melihatmu kembali, walau hanya sekejap dalam khayalku
indahnya dirimu tak lekang dalam kerinduanku
dan kuraihkan kedua tanganku 'tuk mengapaimu...
namun ternyata tiada lembut tanganmu yang kugenggam
hanya dirinya yang memilukan hatiku...
hanya si itik tolol yang masih saja sibuk memupuri wajahnya dan mengoles gincunya tebal-tebal
ada rasa bebal di mulutku untuk mengakui muaknya hatiku melihat dia..
kalau kuingat caramu tersenyum, oh indahnya...
kalau kuingat caramu tertawa, oh renyahnya..
kalau kuingat dewi asmaraku yang cantik,
tanpa pupur dan gincu pun, adinda cantik seperti bunga...
tidak seperti si itik tolol disisiku..
kalau pagi datang, pastilah dia mulai sibuk mengurs rambutnya yang kusut itu..
dan ocehannya tak lain dari uang, uang, dan uang..
patah berserakan rasanya hati ini menghadapi realita yang menjijikkan ini..
adinda aku rindu padamu...dewiku...
namun saya tahu adinda tak kan lagi mau mengenal saya....
harus bagaimana kulampiaskan kerinduanku, sayang?
kepada siapa lagi aku harus mengadu, sayang..?
Oh Allah, bodohnya hamba ini..?
saya tidak pernah jatuh cinta sedalam ini
saya tidak pernah mengenal cinta seperti dewiku...
saya tidak pernah bisa berhenti memikirkan dia..sayang dia.. cinta dia
tapi saya tak pernah bisa membuat dia bahagia..
saya hanya akan mengganggu citanya, asanya debgan kehadiranku..
saya sakiti dia agar dia lupakan diriku, pecundang ini..
saya nikahi itik tolol yang jadi sampah di hatiku ini supaya dewiku membenciku..
agar dewiku berhasil membangun istananya..asanya..harapannya..
oh dewiku, maafkan saya yang terlalu mencintaimu..
maafkan saya yang terpaksa melukaimu..
tapi sungguh tahukan adinda, kakanda selalu mencintaimu, menyayangimu...
tahukah adinda saya tak pernah cinta pada itik tolol itu...
tapi bagaimana pula adinda akan tahu..
bagaimana pula kakanda akan mengutarakannya
gadis sepintar adinda takkan mau menerima kata-kata tolol dari pujangga ****** seperti saya..
gadis secerdas adinda pasti kan mengganggap semua ini gombal..
oh Allah, andai saja dia tahu...
bawalah sinar rinduku untuk dewi_asmaraku
bawalah kidung cintaku ini untuk dewiku, Ya Allah..
sudikanlah hatinya untuk menyapaku bila di lain waktu kubertemu elok wajahnya itu...
sudikanlah hatinya untuk memaafkan hamba..
sebab pujangga tolol ini tak punya apa-apa untuk adinda dewi tercinta selain hati hamba...
sebab pujangga tolol ini tak punya apa-apa disisiku selain si itik tolol yang masih saja sibuk mempercantik dirinya...
dan bila hilang senyum dewiku untukku...
apalah lagi yang kupunya, Allah ?
pesan buat para warga: bila engkau sudah memiliki seorang dewi di hatimu, janganlah kau serahkan tanganmu kepada seekor itik tolol...!
sebab hanya orang tolol seperti saya yang meninggalkan seorang dewi untuk seekor itik tolol...!