View Full Version : Batavia - Jakarta Tempoe Doeloe
Sapta Nugraha
02-02-2001, 09:18 PM
Suatu hari pada tahun 1815, di depan kanal di kawasan Harmoni, seperangkat kunci dilemparkan oleh Raffles ke dalam kanal. Itulah tanda diresmikannya Harmonie Society, sebuah tempat dansa elite Belanda yang tertua di Asia dan juga terdapat perpustakaan Batavian Society of Arts and Sciences.
Mengapa harus melempar kunci ? ;(
Pelemparan kunci merupakan simbil bahwa pintu Harmoni selalu terbuka bagi yang ingin mereguk khazanah seni dan pengetahuan.
Tapi sangatlah disayangkan bahwa satu setengah abad kemudian di zaman Orde Baru - bangunan itu menjadi terbuka dalam artian yang sesungguhnya yaitu rata tanah dan menjelma menjadi pelataran parkir Istana Negara, taman dan juga lapangan tenis bagi Sekretariat Negara :(
Memang mungkin latar belakang gedung tersebut tidaklah sekuat latar belakangnya Gedung Kebangkitan Nasional di Jl. Abdurachman Saleh ataupun Gedung Sumpah Pemuda di Jl. Kramat Raya. At least begitulah alasan salah satu menteri pada saat itu ketika ditanya mengenai mengapa gedung tersebut diratakan dengan tanah. Tapi tokh tak semua orang setuju dengan alasan tersebut.
Salah seorang tokoh konservasi bangunan tua di Jakarta merasakan kekesalan yang memuncak saat mengetahui bahwa alasan pemerintah pada thn 1985 membongkar Gedung Harmoni Society karena dianggap bahwa gedung tersebut telah menghina bangsa Indonesia ;0
Padahal menurutnya, Gedung tersebut merupakan salah satu saksi sejarah Batavia. Harmonie merupakan cikal bakal lembaga ilmiah tertua di Indonesia dengan perpustakaan nasionalnya dan juga museumnya.
Dalam berbagai macam buku mengenai Batavia Tempoe Doeloe terlihat nyata bahaw kota Batavia ini pada dasarnya memiliki planologi yang terencana walaupun terdapat perbedaan planologi yang dibuat di Batavia antara Jan Pieterszoon Coen (1587-1629) dan Herman Willem Daendels (1762-1818). Kedua penguasa ini membangun Batavia pada dasarwarsa yang berbeda.
bersambung ...
rojali
03-02-2001, 01:27 AM
dosa tak terampuni orba en sebagian orla emang memenggal sejarah, membongkar akar. jakarta en banyak kota laen kehilangan rentang panjang sejarah perjalanan. jakarta kudu nangis kalo inget batavia atawa bandung tempo dulu:D::nangis::
sapta, bravo man, u're really doing a great thing tuk bangsa nyang makin tercecer:){:
Sapta Nugraha
03-02-2001, 01:32 AM
sambungan ..
Pada 1619, Coen membangun daerah utara, yang di Jakarta masa kini kita sebut sebagai daerah KOTA yaitu Pelabuhan Pasar Ikan, Kalibesar, Glodok, Jln. Hayam Wuruk dan Gajah Mada. Sementara itu Daendels pada tahun 1820 membangun daerah selatan Jakarta yang saat ini kita kenal sebagai Lapangan Banteng, Jln. Juanda, Jln. Veteran, Jl. Majapahit, Medan Merdeka dan Budi Kemuliaan, Pasar Baru, Pasar Senen, Matraman dan Kebon Sirih.
Salah satu peninggalan bangunan tua yang amat sangat disayangkan adalah Hotel Des Indes yang pada era awal tahun 1970an dihancurkan dan kemudian di situ di bangun kompleks pertokoan Duta Merlin :( . Satu moment sejarah hilang, padahal di Hotel tersebut dulu, Sultan Hamengkubuwono IX menerima Keris Jaka Pintur dari Sultan Hamengkubuwono VIII sebagai tanda bahwa beliau adalah penerus tahta Kesultanan Yogyakarta berikutnya .., belum lagi dulu di Hotel Des Indes, hampir semua anggota Panitia Proklamasi Kemerdekaan diinapkan menjelang kemerdekaan RI.
Ada bangunan yang sampai saat ini pun masih dipertahankan seperti contohnya Gedung Arsip Nasional di Jl. Hayam Wuruk, dulunya gedung tersebut merupakan rumah peristirahatan Gubernur Jenderal Reineir de Klerk (1710-1780), pada zamannya dulu, gedung tersebut dianggap unik karena menggunakan kaca patri, dan dindingnya memiliki hiasan pahatan dengan motif simbolis dan alegoris dari alkitab, yang dibuat dengan tingkat kecermatan begitu mendetail.
Kalau anda sempat berjalan-jalan dan masuk ke dalam gedung tersebut, anda dapat merasakan aura kharisma Batavia jaman dulu yang dulu dikenal sebagai The Queen of the East.
bersambung ..
rojali
03-02-2001, 01:37 AM
salah satu bank besar belanda, ING (?), pernah ngiklan di the economist, far eastern economic review, nyambut germelap pertumbuhan ekonomi asia dengan membentang peta asia tenggara dan nunjuk dot persisnye di batavia, bahwa ING bank sejak abad ke-17 dah membuka cabang dan mencengkeram asia dari batavia:D
tapi nggak lama. menyadari betapa hinanya status batavia karang sejak jadi jakarta, en notorious penghuninya, iklan itu cuman satu edisi nasibnya. sejak sadar ING cuman bilang emang beroperasi udah ratusan tahun di asia tenggara, tanpa berani ngaku, cabang terbesarnya dulu di batavia::nangis::
Sapta Nugraha
03-02-2001, 02:18 AM
Dulunya pada masa Coen berkuasa, Batavia dikelilingi oleh benteng seperti layaknya keraton. Hal ini dilakukan untuk melindungi kota dari serangan-serangan yang tidak diinginkan. Namun pada masa Daendels berkuasa sekitar tahun 1811, benteng tersebut diruntuhkan.
Beberapa bangunan di dalam benteng lama yang dibangun oleh Coen pada tahun 1619, masih dapat disaksikan hingga saat ini. Salah satu yang penting adalah Stadhuis (Balai Kota) yang sekarang lebih dikenal sebagai Musium Fatahilah (diresmikan pada tahun 1974). Ingatan kita terkadang pada masa satu titik hitam sejarah Batavia dimana pada tahun 1740, saat ketika 5,000 orang Tionghoa dibantai habis di lapangan depan halaman Stadhuis. Stadhuis sendiri dibangun selama 3 thn yaitu dari tahun 1707 - 1710. Pemandangan menarik dari halaman depan Stadhuis adalah ke gerbang-gerbang kota Amsterdam Port I dan II. Sayang sekali kedua gerbang tersebut pada era awal tahun 1950an dihancurkan karena terkena project pelebaran jalan :(.
Sebenernya sih sejak tahun 1869, kehadiran kedua gerbang tersebut sudah menganggu lalu lintas trem (yang dulu merupakan alat transportasi di Batavia) dan juga delman :D. Patung-patung Mars dan Minerva yang dulu ada di halaman depan ikut raib seiring dengan masuknya Jepang ke Indonesia pada awal tahun 1942an.
Satu hal lagi, penjara air yang dulu letaknya ada di dekat teras Musium Fatahilah, telah ditutup rata dan tidak ada bekas sama sekali :( , terkadang saya berpikir, kenapa hal itu dilakukan ? .. padahal penjara air tersebut merupakan salah satu saksi sejarah dimana dulu salah seorang pahlawan besar Indonesia, Untung Surapati pernah dimasukkan disitu. Dulunya penjara air adalah tempat penyiksaan yang paling dihindari, bayangkan saja didalamnya ditaruh berbagai jenis binatang air yang berbisa ataupun bisa melukai tubuh manusia .. ::ngg::
Keragaman niaga dan jasa pada masa itu bisa dilihat sepanjang jalan-jalan Pintu Besar (Binnen Nieuwpoort Straat), kelancaran distribusinya dilayani oleh jaringan transportasi umum trem yang pada era 1869 masih bertenaga kuda kemudian meningkat diganti dengan tenaga uap pada tahun 1882 dan akhirnya memakai listrik pada masa awal 1900an. Mengantarkan orang ke wilayah Harmonie, Tanah Abang atau Meester Cornelis yang sekarang dikenal sebagai Jatinegara :)
Pada masa awal 1873, seluruh saluran telah tersedia baik itu jaringan telpon, lampu gas dan air.
:) :)
abi78
03-02-2001, 04:30 AM
gua gak tau banyak ttg batavia
satu2nya buku yg ada menceritakan batavia ke gua, yach
bukunya pram, buru quartet.. disitu gua ada tau ttg Harmony
Club itu..itu khusus utk meneer2 londo, pure/murni, indo
keturunan pun gak bole masuk, apa lagi melayu/pribumi
jelata.. gak tau apa ni sama dgn harmony yg didongengin
mbah Sapta :) di buku fiksi ini, minke org pribumi pertama
yg menginjakkan kaki di Harmony club.. bertemu langsung dgn
gov general waktu itu, Van Heutz.. :)
intermezzo: guru ips gua dulu pernah cerita asal mula
kata "betawi", katanya dari.. be ***... bau t.a.i..
betawi mulanya adl perkampungan kecil yg kumuh, kotor..
bang jalee, are u going to refute this idea about betawi??
no offense, ok! itu omongan guru gua, gak tau kalo dia
ngelantur pas waktu itu
pram juga ada cerita ttg buitenzorg(bogor), kota tempat
rumah gubernuran gov general waktu itu
abi
Sapta Nugraha
03-02-2001, 10:36 AM
abi .. :) .. memang bener, satu-satunya tempat dansa paling elite di Jakarta adalah Societiet Harmonie dan kemungkinan besar dalam bukunya Pramoedya sering disebut.
mengenai asal kata betawi, memang benar berasal dari bau t. a.i .. dan bagaimana ceritanya, mungkin bang jalee masih ingat .. :D
nanti gue juga ingin kok mosting mengenai buitenzorg .. :D .. kita bahas sama-sama yaakkk .. :)
PemoedaTempoDoeloe
03-02-2001, 12:17 PM
Djangankan gedoeng-gedoeng jang dibangoen oleh para pendjadjah....... *memang sebagian dari kami saat itoe sengadja membongkar gedoeng-gedoeng tsb jang boeat kami membawa kenangan boeroek :( * lhaaa wong gedoeng-gedoeng jang dibangoen oleh nenek mojang sendiri sadja hilang semoeaaaaa ::ihiks::
Djakarta tempo doeloe memang tidak sekatjaoe sekarang
Sapta Nugraha
04-02-2001, 02:34 PM
Batavia dulu adalah seperti kota-kota kolonial Asia lainnya seperti Calcutta, Macau, Singapore, Malacca dan lainnya, yang mempunyai masa keemasan pada jamannya karena adanya jalinan beberapa budaya menjadi satu yaitu budaya Eropa, Cina, India, Arab, Melayu dan Jawa.
Jika melihat gambaran Batavia Tempoe Doeloe (ada bukunya: Batavia in Nineteenth Century Photographs, dengan harga kurang lebih Rp. 600,000 :( ) ,kebanyakan orang akan melihat pada masa itulah masa keemasan Batavia terjadi.
Jan Pieterszoon Coen pada 1619 membangun benteng VOC, benteng kota Oude Batavia inilah yang menjadi wilayah inti dari apa yang nantinya dikenal dengan nama downtown atau kota lama Jakarta.
Kanal Molenvliet (sekarang adalah sungai yang membelah Jl. Gajah Mada dan Jl. Hayam Wuruk) dibangun pada tahun 1648 oleh seorang Kapten Tionghoa bernama Phoa Bing Ham. Kanal itu menjadi penghubung antara Batavia lama dan baru. Rumah-rumah saudagar kaya banyak menghiasi sepanjang kanal tersebut. Beberapa diantaranya adalah Hotel Des Indes (sekarang komplek pertokoan Duta Merlin), Hotel Marine (yang sempat menjadi toko Eigen Hulp dan sekarang menjadi pintu gerbang gedung BTN), Hotel Ernst (diratakan dengan tanah pada thn 1922 dan sekarang menjadi Hotel Melati :( ).
Sementara itu Batavia baru (Bovenstad) dikenal bernuansa Eropa tropikal pada saat itu adalah wilayah-wilayah sekitar Rikswijk (sekarang sekneg dan Istana Negara), Koningsplein (Monas), Weltevreden (Menteng dan Gondangdia) serta Waterloo Plein (Lapangan Banteng).
Insitusi pemerintahan sempat dibangun di sekitar Waterloo Plain (Lapangan Banteng) dengan bentengnya yang terkenal yaitu Frederik Citadel (sekarang lokasi benteng tersebut telah menjadi Masjid Istiqlal).
Satu-satunya bangunan artifak yang unik dan masih utuh serta sisa dari kejayaan Weltevreden adalah rumah milik pelukis Raden Saleh yang terletak di Jl. Cikini Raya. Kini rumah ini menjadi bagian utama dari Rumah Sakit Cikini.
Satu lagi yang tersisa dari kejayaan masa lalu adalah bagian dari Tanah Abang sekarang yaitu Taman Prasasti. Taman Prasasti dulu merupakan bagian dari tata kota dan satu-satunya kuburan kota yang ada.
Tanah Abang sendiri dulu masih merupakan satu pasar kecil dan kemudian diperluas. Perluasan pasar Tanah Abang sekarang memakai bekas lahan Juragan Besar Belanda yaitu Meneer Van Riebeek.
:) :)
Sapta Nugraha
04-02-2001, 03:43 PM
berhubung imagenya ndak isa keluar .. so gue delete aja yaa gambarnya .. :(
[diedit oleh SaptaNugraha, 06-02-2001, 02:21 PM]
boneka_kertas
04-02-2001, 06:20 PM
Scott Merilees, warga negara Australia yg bermukim di Indonesia..dan bergerak di bidang pasar modal mempunyai hobby mengumpulkan foto2 arsitektur kota Batavia,artikelnya ada di majalah Tempo.
Sangat menarik.., dan koleksi fotonya indah ! :)
akuaja
04-02-2001, 06:24 PM
bon-bon bisa tau ndak tempo edisi kapan ;(
boneka_kertas
05-02-2001, 12:21 PM
aa.., ntar aku liat dulu yah.., soalnya majalahnya udah di gudang kali...:)
supena
05-02-2001, 02:15 PM
Ngebayangin dech kalau tempat dansa itu masih ada...
oh lala pasti romantis yach.
Sedich memang melihat Jakarta,padahal daerah Kota dan Sunda Kelapa tuch bangunannya ok2.
Andaikata Sunda Kelapa bersih khan bisa malam2 jalan2 terus lihat lampu2 kapal.
Wish I have a lot of money....bangunan tua itu akan kupertahankan dan make benefit from that.
Sapta Nugraha
05-02-2001, 03:06 PM
supena .. benar sekali .. terkadang miris melihat segitu indahnya bangunan tua hasil peninggalan jaman dulu yang merupakan bukti sejarah kok ya bisa dihancur-hancurkan begitu saja seolah-olah ndak ada yang peduli :(
rasa-rasanya ingin sekali membeli semua bangunan tersebut dan melestarikannya .. :(
:) :)
witch_craft
05-02-2001, 04:36 PM
waahh..aku paling suka klo ngomongin arsitektur bangunan kuno,..dulu sering sih jalan2 di daerah kota...cuma mo liat sisa2 bangunan kuno aja. Ada yg didepannya masih baguss..eehh didalamnya udah hancur, malah ditumbuhi pohon liar....sedih deh !!:(
rojali
05-02-2001, 11:50 PM
kalo nyang tua cerita soal betawi emang suka bilang namanya diambil dari meriam nyang diisi t ai (sori:D) tuk ngusir belanda. tapi diwanti-wanti ini cuman lelucon.
namanya betawi, konon nurut jasmin nyang studi soal jakarta, emang plesetan dari batavia nyang dibangun akhir abad ke-16 setelah pertempuran ma sultan bantam (banten) nyang nguasain jakarta. bekas pertempuran dibangung pos dagang.
bangunan pertama nyang dibangun dutch east india company (kumpeni, moyangnya si jambel ma juvrow:D,::luthu::) pada 1614 lokasinye di pinggiran timur ciliwung. nah, kota benerannye nyang akhirnya dipanggil batavia (better land) dibangun jan pieterszoo coen dalam bentuk benteng, tempat bermukim juga pendatang dari mainland sampai terjadi kerusuhan tahun 1740.
batavia sendiri ampe karang masih berdiri, cuman lokasinya bukan di indo, tapi di us. satu di illinois 36 miles sebelah barat chicago en satu lagi di midway antara buffalo and rochester. dua-duanya dibangun ma hollander's settlers:)
boneka_kertas
06-02-2001, 12:03 AM
rojali, gue tertarik sama Batavia nyang di amrik itu, gimana bisa sampe ada disana ? en apa bentuknya hampir sama dengan bangunan2 tempo doeloe yg disini ?
Azzie
06-02-2001, 12:22 AM
Bang Rojali atau Bang Sapta,
benarkah daerah utara dari Lapangan Banteng dulunya rawa-rawa atau mungkin lautan dangkal? Lalu tanah digunduk sama Belanda sampai penuh, dan akhirnya sekarang menjadi daerah Jakarta Utara.
rojali
06-02-2001, 01:18 AM
bonek, batavia nyang di amrik emang mesih ada, di kane county, illinois, ma nyang di ny state. dua-duanya dibangun ma pemukim dari holland en kota pertanian. kalo ke buffalo lo bisa liat:)
azzie, tuk bilang lapangan banteng bekas laut nyang diuruk belanda sulit. soalna, gereja kathedral ma gereja protestan nyang di depan gambir tu dah dibangun akhir abad ke-17, nggak lama sesudah kota (jakarta) dibangun pada 1740. ini daerah berkaitan ma pintu air, ma istana, ma bunker nyang dibangun belanda en maseh dipake ampe jepang masuk tuk kubu pertahanan:)
buat nyang tua-tua, batavia emang kota kenangan. kali kecil di pasar baru itu tempat berlayar kapal kecil, persis ke kanal di belanda en uk, sangat bersih en indah. jakarta juga kota budaya:)
nyang ingat juga bakalan geregetan. palage kalo sadar banyak kerusuhan, fitnah, penjarahan etc. padahal dulu tenteram kagak pilih ras, agama, suku etc.
en orang betawi kumpulan en asil dari percampuran berbagai ras. kek di s'pore, kalo tuan tanah bong seng, di kalibata ma tjililitan dah jadi haji ali, kagak ada beda ma betawi laen:D
DewiKunti
08-02-2001, 12:22 AM
Originally posted by rojali
en orang betawi kumpulan en asil dari percampuran berbagai ras. kek di s'pore, kalo tuan tanah bong seng, di kalibata ma tjililitan dah jadi haji ali, kagak ada beda ma betawi laen:D
nyo'i dah bang!:D:D
rojali
09-02-2001, 09:14 PM
lha pan emang geto, dewikun:D
terus, perneh denger museum tekstil tak, dewikun, nyang di petamburan. tadinye entu rumah milik keluarga sayid abdullah bin alwi alatas, masih kakek buyutnye bekas menlu, nyang sebelonya dibeli konsul turki di batavia:)
sayid abdullah bin alwi, isterinye, orang turki en anaknye disekolahin di london, university of london ngambel engineer. salah satu insinyur minyak tertua di indo lulusan university of london entu anak dari rumah nyang karang jadi museum tekstil:)
jadi, kelompok keturunan arab juga cikal bakal moyangnye orang betawi. paling enggak, kalo ridwan saidi teriak, "wahai uyut betawi siapa ente?"
nah, moyang nyang keturunan arab, cina, jatinegara kaum, budak nyang dibawa dari timor, bali, ma belande depok bisa teriak, "aya/ane/gua/ikke.":D::luthu::
Sapta Nugraha
09-02-2001, 11:48 PM
kalo ngeliat keadaan Musium Tekstil yang di Tanah Abang itu sekarang ... huuuggggghhh .. pengen jerit-jerit ... :(
Bangunan seapik itu tidak terawat dan juga isi Musium Tekstil itu kok yaa ndak dirawat juga ... ::BBB::
:( :(
rojali
12-02-2001, 04:12 PM
wuah, sayang sekale, lebih sayang lage keturunan sayid abdullah nyang terkenal barangkali cuman bekas menlu ali alatas. jadi sulit tuk minta keturunan keluarga nyumbang buat nyumbang melihara museum::BBB::
MarlboroMan
20-02-2001, 12:36 AM
gadjah mada tempoe doeloe
http://indogift.com/bamboo.jpg
MarlboroMan
20-02-2001, 12:41 AM
makan malam bersama
http://indogift.com/dine.jpg
MarlboroMan
20-02-2001, 12:47 AM
dimana kali dan sungai di jakarta masih bisa untuk mencuci pakaian :)
http://indogift.com/public.jpg
Sapta Nugraha
20-02-2001, 12:53 AM
::waw:: .. terkesima .. takjub .. terharu ..
asliiiiiiiiiiiiiiii ... gue nangiiiisss liat tuh photo .. :(
how wonderful our old batavia .. :)
Daaaaaaaaaaaaaaaa .. thaaaaaaaaaannnnkkksss ... {:
I cannot say anything else .. except you are really something .. :)
thankkkkkkkkkssssssssss ..... ::maap::
:) :)
MarlboroMan
20-02-2001, 12:54 AM
para pelayan tempoe doeloe :)
http://indogift.com/servants.jpg
MarlboroMan
20-02-2001, 12:57 AM
Originally posted by Sapta Nugraha
::waw:: .. terkesima .. takjub .. terharu ..
asliiiiiiiiiiiiiiii ... gue nangiiiisss liat tuh photo .. :(
how wonderful our old batavia .. :)
Daaaaaaaaaaaaaaaa .. thaaaaaaaaaannnnkkksss ... {:
I cannot say anything else .. except you are really something .. :)
thankkkkkkkkkssssssssss ..... ::maap::
:) :)
{: sama2 bro :)
Sapta Nugraha
20-02-2001, 01:08 AM
http://www.mweb.co.id/hub/travel/upload/misc/Tuasatu.jpg
Gedung Arsip di jalan Gajah Mada Jakarta Pusat ini di bangun pada tahun 1760 oleh Reiner de Klerk. Gedung ini salah satu contoh villa pada masa itu. Pada masa-masa kemudian gedung ini acapkali berpindah pemilikan.
:) :)
[diedit oleh Sapta Nugraha, 20-02-2001, 01:18 AM]
MarlboroMan
20-02-2001, 01:12 AM
;( kayaknya ada yg mulai mau ikutan bertapa nih ::devil:: ;p :D
MarlboroMan
20-02-2001, 01:17 AM
yg ini bukan jakarta, tapi soerabadja tempoe doeloe, tapi ndak papa kalo gue taro disini ya ;)
http://indogift.com/orange.jpg
Sapta Nugraha
20-02-2001, 01:20 AM
http://www.pgri32.8m.com/gedung/gedung3.jpg
Inilah Kantor Berita Antara ...
Gedung berlantai tiga ini kemungkinan dibangun pada abad 19. Sejak awal dekade 1920 an. Gedung ini telah berfungsi sebagai Kantor Berita ANETA(Algemeen Niews en Telegraaf Agentschap) yang dipimpin oleh seorang Indi Eropa dan Jawa Barreti. Dari sinilah naskah proklamasi disiarkan untuk pertama kalinya ke seluruh dunia.
:) :)
MarlboroMan
20-02-2001, 01:22 AM
loe bisa bayangin ndak, batu segede gaban mau diancurin tanpa menggunakan mesin bor :)
http://indogift.com/quinin.jpg
MarlboroMan
20-02-2001, 01:25 AM
polisi air tempoe doeloe :D
http://indogift.com/row.jpg
Sapta Nugraha
20-02-2001, 01:26 AM
http://www.pgri32.8m.com/gedung/gedung2.jpg
Pada tahun 1916 dengan nama Kantor KPM (Koninklijke Paketvaart Matschappy) yang mengurus tentang kapal perusahaan pelayaran Belanda.
Tempatnya di jalan Merdeka Timur No. 5 Jakarta Pusat. Sekarang digunakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.
Bangunan bergaya Eropa dengan ornamen menarik. Di dalamnya terdapat beberapa lukisan antara lain :
- Gambar jangkar
- Gambar mata angin
- Bendera dengan gambar ikan paus
- Gambar Bima memegang ular naga
:) :)
akuaja
20-02-2001, 04:23 PM
Originally posted by Sapta Nugraha
Tempatnya di jalan Merdeka Timur No. 5 Jakarta Pusat. Sekarang digunakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.
kalo ndak salah gedung itu sekarang dijadiin Kantor Bagian Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Perhubungan
EnzoFerrari
20-02-2001, 05:13 PM
wah.. gambarnya dapet darimana kang sapta?
::bingung::
Merdeka ;D
Sapta Nugraha
21-02-2001, 12:15 AM
dari hasil berguru dan bertapa dengan bro gue ... :)
:) :)
vBulletin® v3.7.0, Copyright ©2000-2008, Jelsoft Enterprises Ltd.