View Full Version : History of CINEMA
carminaburana
07-02-2001, 04:45 AM
[diedit oleh carminaburana, 08-02-2001, 08:41 AM]
carminaburana
07-02-2001, 05:41 AM
....
i'm tired...... ::sleep2::
serenity
07-02-2001, 10:42 AM
carm banguuuun!! ayo kau yang memulai kau yang mengakhiri (lagu dangdut ;D) ayo bangun, ceritain sampai kenapa film di amerika (well at least sebelum filmnya mulai..setau gue) jadi sarana untuk menyebarkan berita atau propaganda pada saat perang dunia..dan indonesia juga sempet kok..pakai sarana bioskop untuk "sok" informasi orde baru... :D
abi78
07-02-2001, 10:47 AM
carm, dapet cerita darimana?
abi
^Z_triball^
08-02-2001, 09:32 AM
Wah tau sejarah nya Cinema gitu darimana tuh???? banyak juga ya.....
bjork
08-02-2001, 10:12 AM
Quotation dari carm:
Walaupun demikian,film juga bukan tidak menimbulkan dampak negatif. Hal ini dapat dilihat dengan meningkatnya kriminalitas disalah satu wilayah yg bergerak sesuai dengan ramainya peredaran film˛ bertema kekerasan dan kriminalitas di wilayah tersebut.
carm, ini ada datanya? aku kok nggak terlalu setuju ya dengan pernyataan kamu ini. kecuali kamu bisa kasih aku hasil penelitian yang valid. masalahnya, buat aku, kalaupun itu terjadi, film nggak mungkin menjadi satu-satunya faktor. pasti sudah banyak faktor yang mendukung ke arah budaya kekerasan. selain itu ada wacana menarik soal kekerasan dan kriminalitas dalam film. kita bisa ajukan wacana bahwa film itu 'kan merefleksikan apa yang terjadi dalam realitas (ini bisa dilihat dari penjelasan panjang lebar kamu juga 'kan bahwa pertama-tama film itu sebenarnya model yang kalau sekarang bisa disebut dengan istilah "home video", memindahkan realitas mentah-mentah ke atas layar). jadi, masalahnya bukan terletak pada filmnya, tapi pada masyarakatnya.
selain itu, ada wacana menarik juga dlam melihat film dari sudut pandang psikologi, bahwa film sebagai katarsis. pendapat yang ekstrim membela film habis-habisan bilang bahwa film-film dengan tema kekerasan itu justru mencegah terjadinya kekerasan dalam realitas karena gelora kekerasan yang ada dalam ide sudah tersalurkan lewat film...
so... ;)
Sapta Nugraha
08-02-2001, 04:23 PM
ayooo .. lanjutin .. lanjutin .. :)
Carm kemana yaa ? ;( .. ::bentar2: (hihihi, ikon ndak nyambung .. I just love this ikon .. )
:D :D
carminaburana
09-02-2001, 09:43 PM
Film lokal (Indonesia) pertama kali diproduksi pada tahun 1926. Sebuah film cerita yg masih bisu. Agak terlambat memang. Karena pada tahun tsb,dibelahan dunia yg lain,film˛ bersuara sudah mulai diproduksi. Film cerita lokal pertama yg berjudul Loetoeng Kasaroeng ini diproduksi oleh NV Java Film Company.
De Locomotief no. 70 (30 Agustus - 1 September 1926) menulis," Pemain˛ pribumi dipilih dengan seksama dari golongan priyayi yg berpendidikan. Pengambilan film dilakukan disuatu tempat yg dipilih dengan cermat,kira˛ dua kilometer sebelah barat kota Padalarang ".
Kemudian dalam edisi no. 71 (2 - 4 September 1926) ditulis," Film ini,tonggak pertama dalam industri sinema Hindia sendiri,patut disambut dengan penuh perhatian ".
Film Loetoeng Kasaroeng ini diputar di Elita dan Oriental Bioskop (Majestic) - Bandung,dari tanggal 31 Desember 1926 - 6 Januari 1927.
Film lokal berikutnya adalah Eulis Atjih yg diproduksi oleh perusahaan yg sama. Setelah film kedua ini diproduksi,kemudian muncul perusahaan˛ film lainnya seperti Halimun Film Bandung yg membuat Lily van Java dan Central Java Film Coy (Semarang) yg memproduksi Setangan Berloemoer Darah
Pada tahun ini,film˛ bersuara mulai beredar di Indonesia. Bahkan film dari Hollywood sudah menggunakan teks melayu. Industri film lokal sendiri baru bisa membuat film bersuara pada tahun 1931. Film ini diproduksi oleh Tans Film Company bekerja sama dengan Kruegers Film Bedrif di Bandung dengan judul Atma de Vischer.
Selama kurun waktu itu (1926 - 1931) sebanyak 21 judul film (bisu dan bersuara) diproduksi. Jumlah bioskop meningkat dengan pesat.
Filmrueve (majalah film masa itu) pada tahun 1936 mencatat adanya 227 bioskop. Daftar itu ternyata menunjukkan bahwa bioskop˛ bukan hanya berada di kota˛ besar tapi juga di kota˛ kecil seperti Ambarawa,Balige,Subang dan Tegal........
[diedit oleh carminaburana, 09-02-2001, 09:49 PM]
carminaburana
09-02-2001, 09:51 PM
dimana kota Balige ? ::bingung::
butaqiu
09-02-2001, 10:03 PM
Originally posted by carminaburana
dimana kota Balige ? ::bingung::
Balige itu kota di Bali penghasil toge.
sparkling blue
09-02-2001, 10:57 PM
wahhh, ok bangetnih informasinya,
dapet dari mana ??
terus gimana dengan film2 musik ? yang bertemakan musik sama yang menampilkan musik juga ??
maap, melenceng dikit, carmina burana, ada filmnya nggak ya ?? kayaknya bagus juga kalo opera yg satu ini difilmkan... :)
serenity
10-02-2001, 02:25 PM
carm... asyik euyyy kayak baca aikon :D...continue..
Sapta Nugraha
11-02-2001, 04:58 AM
carm thanks buat pe em nya .. :) .. I already replied to you ..
:) :)
please continue dunk ... :D :D
carminaburana
15-02-2001, 05:37 AM
1941 - 1970
Produksi film Indonesia mengalami panen pertama kali pada tahun 1941. Ditahun ini tercatat sebanyak 41 judul film yg diproduksi. Terdiri dari 30 film cerita dan 11 film bersifat dokumenter. Nama-nama Roekiah,Rd Mochtar dan Fifi Young sangat populer pada masa itu. Film˛ yg di produksi ini kebanyakan bertema romantisme yg diselingi lagu,tarian,lawakan dan sedikit laga. Sayangnya,ditahun 1942,produksi film mulai hancur. Hanya 3 judul film yg diproduksi. Hal ini tentunya berkaitan dengan masuknya pendudukan Jepang di Indonesia yg melarang aktivitas pembuatan film.
Pendudukan jepang mendirikan Pusat kebudayaan (Keimin Bunka Sidhoso) yg didalamnya ada Nippon Eiga Sha yg mengurusi bagian film. Selama masa pendudukan Jepang inilah,film mulai secara terang˛ an digunakan sebagai propaganda politik. Film yg diputar,selain film dokumenter Jepang yg menonjolkan "kegagahan" Jepang,juga film˛ Jerman yg adalah sekutu jepang.
Film Amerika dilarang beredar. Nama-nama bioskop-pun diganti ke bahasa Jepang dan Indonesia.
Namun pendudukan jepang masih berbaik hati dengan memberikan kesempatan kepada kaum pribumi untuk mempelajari teknik pembuatan film........
carminaburana
20-02-2001, 03:47 AM
.....
Setelah kekalahan Jepang,ternyata minat masyarakat terhadap film˛ Hollywood masih sangat besar. Film-film ini sendiri masuk dengan sangat mudah melalui sebuah agen pengimpor film yg dikenal dengan sebutan AMPAI ( American Motion Pictures Asociation in Indonesia ), yg merupakan perwakilan˛ Paramount, Universal, 21 Century Fox, MGM, Columbia, dsb. Film-film impor ini sama sekali tak dibatasi kuota impornya. Film-film Indonesia yg beredar pada saat itu antara lain Moestika dari Djenar, Kartinah, Poetri Rimba, Elang Darat dan Koeda Sembrani.
Ditahun 1950, Usmar Ismail yg kemudian dikenal sebagai Bapak Film Indonesia mendirikan Perfini ( Perusahaan film nasional Indonesia ), dengan Darah dan Doa sebagai produksi pertama. Film ini punya arti penting dalam sejarah film Indonesia, sehingga Dewan Film Nasional dalam konferensinya ( 11 Oktober 1962 ) menetapkan hari pengambilan gambar pertama film ini ( 30 Maret ) sebagai Hari Film Nasional.
Djamaludin Malik kemudian mendirikan Persari ( Perseroan Artis Republik Indonesia ) dan mem-produksi film Marunda...........
vBulletin® v3.7.0, Copyright ©2000-2008, Jelsoft Enterprises Ltd.