View Full Version : tan malaka sapa ente?
rojali
12-02-2001, 07:22 PM
yak, kalo ada nyang tao soal tan malaka, posting di sini. dalam banyak tulisan di bilang ia pemimpin kaliber nyang berasil nulis madilog (white paper soal pembentukan bangsa, lengkap ma analisa global ma kuantitatif:)
terus dibilang juga tan malaka sosok james bond, nyaru sana-sini, bertualang di china, russia, taiwan, hongkong, s'pore, filipina en indo. jarang nyang tau sapa sosok tan malaka, tapi selalu denger nama besarnya:)
menghebohkan pertemuan komite sentral nyang dipimpin lenin (?) karna menggagaskan aspek nasionalisme perjuangan kelas, awal abad ke-20. jadi guru di perkebunan, en anak kos nyang santun waktu di den haag/amsterdam (?):)
saingan bung karno/sjahrir karna kemampuan mengorganisasi massa en membius massa. sayang terbunuh mengenaskan karna perbedaan pandangan politik, en sempet dituduh komunis en dilarang karya ma tulisannya::BBB::
Sapta Nugraha
12-02-2001, 08:32 PM
satu fenomena menarik lagi dari perkhazanahan sejarah Indonesia .. :)
ayoo siapa yang mulai cerita ... :D
bang jalee .. makasih bang .. {:
:) :)
kirain udah ada yang cerita .. :D:D:D
rojali
13-02-2001, 05:17 AM
siap-siap nungguin ada nyang mo cerita, sapa tau bang sapta sempet buka buku tan malak dari penjara ke penjara:D
hansel
14-02-2001, 07:01 AM
Gue bantu dikit ya?
Tan Malaka –lengkapnya Ibrahim Datuk Tan Malaka—menurut keturunannya ia termasuk suku bangsa Minangkabau. Pada tanggal 2 Juni 1897 di desa Pandan Gadang –Sumatra Barat—Tan Malaka dilahirkan. Ia termasuk salah seorang tokoh bangsa yang sangat luar biasa, bahkan dapat dikatakan sejajar dengan tokoh-tokoh nasional yang membawa bangsa Indonesia sampai saat kemerdekaan seperti Soekarno, Hatta, Syahrir, Moh.Yamin dan lain-lain.
Pejuang yang militan, radikal dan revolusioner ini telah banyak melahirkan pemikiran-pemikiran yang orisinil, berbobot dan brilian hingga berperan besar dalam sejarah perjaungan kemerdekaan Indonesia. Dengan perjuangan yang gigih maka ia mendapat julukan tokoh revolusioner yang legendaris.
Pada tahun 1921 Tan Malaka telah terjun ke dalam gelanggang politik. Dengan semangat yang berkobar dari sebuah gubuk miskin, Tan Malaka banyak mengumpulkan pemuda-pemuda komunis. Pemuda cerdas ini banyak juga berdiskusi dengan Semaun (wakil ISDV) mengenai pergerakan revolusioner dalam pemerintahan Hindia Belanda. Selain itu juga merencanakan suatu pengorganisasian dalam bentuk pendidikan bagi anggota-anggota PKI dan SI (Syarekat Islam) untuk menyusun suatu sistem tentang kursus-kursus kader serta ajaran-ajaran komunis, gerakan-gerakan aksi komunis, keahlian berbicara, jurnalistik dan keahlian memimpin rakyat. Namun pemerintahan Belanda melarang pembentukan kursus-kursus semacam itu sehingga mengambil tindakan tegas bagi pesertanya.
Melihat hal itu Tan Malaka mempunyai niat untuk mendirikan sekolah-sekolah sebagai anak-anak anggota SI untuk penciptaan kader-kader baru. Juga dengan alasan pertama: memberi banyak jalan (kepada para murid) untuk mendapatkan mata pencaharian di dunia kapitalis (berhitung, menulis, membaca, ilmu bumi, bahasa Belanda, Melayu, Jawa dan lain-lain); kedua, memberikan kebebasan kepada murid untuk mengikuti kegemaran (hobby) mereka dalam bentuk perkumpulan-perkumpulan; ketiga, untuk memperbaiki nasib kaum kromo (lemah/miskin). Untuk mendirikan sekolah itu, ruang rapat SI Semarang diubah menjadi sekolah. Dan sekolah itu bertumbuh sangat cepat hingga sekolah itu semakin lama semakin besar.
Perjaungan Tan Malaka tidaklah hanya sebatas pada usaha mencerdaskan rakyat Indonesia pada saat itu, tapi juga pada gerakan-gerakan dalam melawan ketidakadilan seperti yang dilakukan para buruh terhadap pemerintahan Hindia Belanda lewat VSTP dan aksi-aksi pemogokan, disertai selebaran-selebaran sebagai alat propaganda yang ditujukan kepada rakyat agar rakyat dapat melihat adanya ketidakadilan yang diterima oleh kaum buruh.
Seperti dikatakan Tan Malaka pad apidatonya di depan para buruh "Semua gerakan buruh untuk mengeluarkan suatu pemogokan umum sebagai pernyataan simpati, apabila nanti mengalami kegagalan maka pegawai yang akan diberhentikan akan didorongnya untuk berjuang dengan gigih dalam pergerakan revolusioner."
Pergulatan Tan Malaka dengan partai komunis di dunia sangatlah jelas. Ia tidak hanya mempunyai hak untuk memberi usul-usul dan dan mengadakan kritik tetapi juga hak untuk mengucapkan vetonya atas aksi-aksi yang dilakukan partai komunis di daerah kerjanya. Tan Malaka juga harus mengadakan pengawasan supaya anggaran dasar, program dan taktik dari Komintern (Komunis Internasional) dan Profintern seperti yang telah ditentukan di kongres-kongres Moskow diikuti oleh kaum komunis dunia. Dengan demikian tanggung-jawabnya sebagai wakil Komintern lebih berat dari keanggotaannya di PKI.
Sebagai seorang pemimpin yang masih sangat muda ia meletakkan tanggung jawab yang saangat berat pada pundaknya. Tan Malaka dan sebagian kawan-kawannya memisahkan diri dan kemudian memutuskan hubungan dengan PKI, Sardjono-Alimin-Musso. Pemberontakan 1926 yang direkayasa dari Keputusan Prambanan yang berakibat bunuh diri bagi perjuangan nasional rakyat Indonesia melawan penjajah waktu itu. Pemberontakan 1926 hanya merupakan gejolak kerusuhan dan keributan kecil di beberapa daerah di Indonesia. Maka dengan mudah dalam waktu singkat pihak penjajah Belanda dapat mengakhirinya. Akibatnya ribuan pejuang politik ditangkap dan ditahan. Ada yang disiksa, ada yang dibunuh dan banyak yang dibuang ke Boven Digul Irian Jaya. Peristiwa ini dijadikan dalih oleh Belanda untuk menangkap, menahan dan membuang setiap orang yang melawan mereka, sekalipun bukan PKI. Maka perjaungan nasional mendapat pukulan yang sangat berat dan mengalami kemunduran besar serta lumpuh selama bertahun-tahun.
Tan Malaka yang berada di luar negeri pada waktu itu, berkumpul dengan beberapa temannya di Bangkok. Di ibukota Thailand itu, bersama Soebakat dan Djamaludddin Tamin, Juni 1927 Tan Malaka memproklamasikan berdirinya Partai Republik Indonesia (PARI). Dua tahun sebelumnya Tan Malaka telah menulis "Menuju Republik Indonesia". Itu ditunjukkan kepada para pejuang intelektual di Indonesia dan di negeri Belanda. Terbitnya buku itu pertama kali di Kowloon, Cina, April 1925. Prof. Moh. Yamin sejarawan dan pakar hukum kenamaan kita, dalam karya tulisnya "Tan Malaka Bapak Republik Indonesia" memberi komentar: "Tak ubahnya daripada Jefferson Washington merancangkan Republik Amerika Serikat sebelum kemerdekaannya tercapai atau Rizal Bonifacio meramalkan Philippina sebelum revolusi Philippina pecah.”
Ciri khas gagasan Tan Malaka adalah: (1) Dibentuk dengan cara berpikir ilmiah berdasarkan ilmu bukti, (2) Bersifat Indonesia sentris, (3) Futuristik dan (4) Mandiri, konsekwen serta konsisten. Tan Malaka menuangkan gagasan-gagasannya ke dalam sekitar 27 buku, brosur dan ratusan artikel di berbagai surat kabar terbitan Hindia Belanda. Karya besarnya "MADILOG" mengajak dan memperkenalkan kepada bangsa Indonesia cara berpikir ilmiah bukan berpikir secara kaji atau hafalan, bukan secara 'text book thinking', atau bukan dogmatis dan bukan doktriner.
Madilog merupakan istilah baru dalam cara berpikir, dengan menghubungkan ilmu bukti serta mengembangkan dengan jalan dan metode yang sesuai dengan akar dan urat kebudayaan Indonesia sebagai bagian dari kebudayaan dunia. Bukti adalah fakta dan fakta adalah lantainya ilmu bukti. Bagi filsafat, idealisme yang pokok dan pertama adalah budi (mind), kesatuan, pikiran dan penginderaan. Filsafat materialisme menganggap alam, benda dan realita nyata obyektif sekeliling sebagai yang ada, yang pokok dan yang pertama.
Bagi Madilog (Materialisme, Dialektika, Logika) yang pokok dan pertama adalah bukti, walau belum dapat diterangkan secara rasional dan logika tapi jika fakta sebagai landasan ilmu bukti itu ada secara konkrit, sekalipun ilmu pengetahuan secara rasional belum dapat menjelaskannya dan belum dapat menjawab apa, mengapa dan bagaimana.
Semua karya Tan Malaka danpermasalahannya dimulai dengan Indonesia. Konkritnya rakyat Indonesia, situasi dan kondisi nusantara serta kebudayaan, sejarah lalu diakhiri dengan bagaimana mengarahkan pemecahan masalahnya. Cara tradisi nyata bangsa Indonesia dengan latar belakang sejarahnya bukanlah cara berpikir yang 'text book thinking' dan untuk mencapai Republik Indonesia sudah dicetuskan sejak tahun 1925 lewat "Naar de Republiek Indonesia".
Jika kita membaca karya-karya Tan Malaka yang meliputi semua bidang kemasyarakatan, kenegaraan, politik, ekonomi, sosial, kebudayaan sampai kemiliteran (“Gerpolek”-Gerilya-Politik dan Ekonomi, 1948), maka akan kita temukan benang putih keilmiahan dan keIndonesiaan serta benang merah kemandirian, sikap konsekwen dan konsisten yang direnda jelas dalam gagasan-gagasan serta perjuangan implementasinya.
Peristiwa 3 Juli 1946 yang didahului dengan penangkapan dan penahanan Tan Malaka bersama pimpinan Persatuan Perjuangan, di dalam penjara tanpa pernah diadili selama dua setengah tahun. Setelah meletus pemberontakan FDR/PKI di Madiun, September 1948 dengan pimpinan Musso dan Amir Syarifuddin, Tan Malaka dikeluarkan begitu saja dari penjara akibat peristiwa itu.
Di luar, setelah mengevaluasi situasi yang amat parah bagi republik Indonesia akibat Perjanjian Linggarjati 1947 dan Renville 1948, yang merupakan buah dari hasil diplomasi Syahrir dan Perdana Menteri Amir Syarifuddin, Tan Malaka merintis pembentukan Partai MURBA, 7 November 1948 di Yogyakarta. Dan pada tahun 1949 tepatnya bulan Februari Tan Malaka gugur, hilang tak tentu rimbanya, mati tak tentu kuburnya di tengah-tengah perjuangan Gerilya Pembela Proklamasi di Pethok, Kediri, Jawa Timur.
Namun berdasarkan keputusan Presiden RI No. 53, yang ditandatangani Presiden Sukarno 28 Maret 1963 menetapkan bahwa Tan Malaka adalah seorang pahlawan kemerdekaan Nasional
carminaburana
14-02-2001, 07:12 AM
.....
apa arti VSTP ?
[diedit oleh carminaburana, 14-02-2001, 07:35 AM]
billie
14-02-2001, 07:52 AM
VSTP = Vereeniging Van Spoor en Tramweg Personeel,serikat buruh KA.
seingat gue tan malaka diabadiin jadi nama jalan di padang aja. di jkt ada nggak? kalo di kota lain kecil deh kemungkinannya ada.
abi78
14-02-2001, 11:01 AM
buset.. nice :)
abi
rojali
14-02-2001, 04:55 PM
bravo, hansel{:
Pompey
14-02-2001, 10:50 PM
sorry kalo salah, soalnya di buku pspb smp dulu rasanya disebutin adanya usaha tan malaka melakukan coup d'etat thd pres. soekarnosecara halus yaitu dengan meminta bung karno segera mundur dari jabatan presiden..entah tahun berapa??
(mungkin cuma rekayasa orde baru, i dont know)::bingung::
hansel
14-02-2001, 11:21 PM
Kayaknya taun 1946. Peristiwanya disebut Peristiwa 3 July
rojali
14-02-2001, 11:35 PM
pompey, mungkin terkait ma kekhawatiran kekuasaan presiden nyang tidak diatur secara rinci dalam uud45 nyang juga dipertanyakan banyak pihak sehingga dikeluarkan maklumat wakil presiden no.X:)
terus, terjadi perubahan status kabinet dari presidentil ke parlementer nyang melahirkan banyak kabinet. dalam situasi ini pemerintah juga mengalami tekanan belanda nyang pengin bercokol kembali en terus melakukan berbagai tekanan fisik, politis dan diplomatis.
dalam circumstances itu presiden soekarno dianggap tidak begitu cepat menyelesaikan masalah en karena tidak memiliki kekuasaan langsung terkadang timbul anggapan BK agak melempem. kelompok radikal, nyang dulu memaksa BK/Hatta memproklamasikan kemerdekaan dengan menculik keduanya ke rengas dengklok, dan merupakan kadernya Tan Malaka (sukarni, adam malik, chaerul saleh dkk), merasakan kembali kelambanan BK membenahi keadaan.
Tan Malaka yang membentuk front revolusioner dan mendesak pemerintah melakukan tindakan radikal dan menyeluruh guna menyelamatkan republik berhasil menggalang dukungan massa. dukungan terhadap front revolusioner sangat besar. ini menimbulkan komplikasi serta peruncingan persaingan antara figur Tan Malaka, figur Bung Karno dan figur Sutan Sjahrir.
Ada semacam persaingan individu/ego kepemimpinan. penggalangan kekuatan dan dukungan nyang semakin besar terhadap front revolusioner menimbulkan kekhawatiran kemungkinan munculnya dualisme kepemimpinan. BK dan Sjahrir kemudian memerintahkan penangkapan pemimpin front revolusioner.
upaya penangkapan pemimpin front revolusioner ini nyang kemudian mengakibatkan terbunuhnya Tan Malaka tahun 1949 dan menjadi sesal sejarah sampai sekarang.
berita terbunuhnya tan malaka itu diragukan banyak pengikut dan pengagumnya. ini bisa dimaklumi karna tan malaka sangat terkenal dan terbiasa hidup berpindah-pindah, berganti identitas, penampilan nyang merupakan dasar kemisteriusannya.
tapi tan malaka diperkirakan tidak ingin melakukan coup, hanya ingin mendorong BK/Sjahrir segera menyelamatkan republik:)
Sapta Nugraha
15-02-2001, 03:05 AM
Originally posted by Pompey
sorry kalo salah, soalnya di buku pspb smp dulu rasanya disebutin adanya usaha tan malaka melakukan coup d'etat thd pres. soekarno secara halus yaitu dengan meminta bung karno segera mundur dari jabatan presiden..entah tahun berapa??
(mungkin cuma rekayasa orde baru, i dont know)::bingung::
pompey .. mungkin apa yang dikatakan bang jalee itu bisa dimengerti .. :)
Dalam salah satu biografinya siapa yaa (duh, gue kebanyakan baca buku biografi) .. pokoknya salah satu tokoh besar Indonesia, tokoh tersebut mendengar Bung Karno berkata seandainya terjadi apa-apa dengan dirinya maka beliau ingin Tan Malaka yang menjadi Presiden Republik ini .. :)
correct me if I am wrong .. gue udah agak lama baca buku itu soalnya .. maklumlah S2 .. Sampun Sepuh maksudnya .. hihi ..
:) :)
hansel
15-02-2001, 03:25 AM
S2 kok jualan siomay? ;( Gak dapet pensiun ya? :D
Sapta Nugraha
15-02-2001, 03:51 AM
yang ada juga dapet pesangon .. tuh yang dipake modal jualan siomay .. ::hhh::
aduuhh .. gue kumat deh main bolanya .. ::devil:: ...
Ayooo ayoo .. cerita lagi tentang oom Tan Malaka ini .. :D
:) :D
Azzie
15-02-2001, 05:04 AM
Hansel, isinya kok cama dgn yg ditulis di site Indo-Marxist (http://members.nbci.com/indomarxist/Tan%20Malaka.htm)? :D:D
Wuiih, dilihat dari sitenya - canggih banget kaum Komunis ("Socialist") Indonesia bangkit dan beraksi kembali, albeit kesiangan abis. Mau memandang ke Kuba jaman sekarang? ;D
hansel
15-02-2001, 05:22 AM
Azzie: that's the source
abi78
15-02-2001, 09:05 AM
jujur aja bang jalee,
abi baru tahu ttg tan malaka ya di kage ini :)
heran juga knp nama Tan Malaka gak ada muncul di Buru Quartet.
atau mungkin kelewat ama abi
dari sejarah nya sih yg menyedihkan abi
partai komunis lahir dari pentolan2 SI..
kalo gak salah ada istilah SI putih ama SI merah yach
abi
rojali
15-02-2001, 05:00 PM
punten, bang SS (:D)
abi, kemungkinan garis tan malaka nyang sangat nasionalis dan membedakannye ma internasionalis pro moskow ma bejing, membuat die nggak populer di antara kelompok seperti pram:)
tan malaka sendiri sangat berbeda ma kelompok nyang mengorganisasikan pemogokan buruh ka en meletupkan pemberontakan pki taon 1926. mungkin perlu dicatat, pemberontakan pki 1926 merupakan pemberontakan terhadap penjajah belanda en agak heran kalo orba mensejajarkannya ma pemberontakan terhadap ri (perhaps orba mo bersaing ma belanda menjajah ri, don't know:D).
dalam banyak catatan tan malaka tidak menganjurkan pemberontakan fisik langsung en menentang pemberontakan 1926, baik karna alasan strategis, waktu, kapasitas etc.
kaitan ma si merah ma putih emang dalam bentuk radikalisme perjuangan ulama nyang sangat terbagi antara kelompok saudagar batik (petty borjuasi) ma ulama politisi. dalam beberapa catatan, terutama di minangkabau, ulama radikal dalam berdo'a (maaf kudu dicek en bukan tuk diskusi emosi) menyebutkan, kanan al qur'an, kiri perhaps tan malaka or si merah.
tapi jelas dalam perjalanan sejarah kelompok tan malaka bukan kelompok komunis, karna mereka islamis, radikalis, sosialis, nasionalis. en seperti dinukil hansel, mereka bentuk murba.
mereka kumpulan anak muda nyang sangat gelisah, tidak sabaran, penuh gejolak pemikiran. ini terkadang menimbulkan hubungan kurang nyaman ma sosialis demokrat (fabianism) nyang dipimpin sjahrir, antara lain melahirkan pemikir i.e. sudjatmoko, sumitro, en omnye billie, haji waang (rosihan anwar):D
Sapta Nugraha
15-02-2001, 07:08 PM
ooh sok atuh .. mangga .. :) .. tapi itu yaa .. bang jalee .. SS itu kan Sapta Siaga .. nami abdi mah SN alias Sapta Nugraha .. hihi ..
weleeehh .. bisa - bisa disangka kloningan ini .. hihi :D
Mangga aah diteraskeun .. {:
:) :)
Rick dari Corona
16-02-2001, 02:36 PM
bang jali, kok agak aneh ya dibilang TM lebih tepat disebut nasionalis ketimbang komunis. TM sempet jadi perwakilan komintern untuk asia tenggara. tapi dia dianggap trotskyist dan kemudian dikejar-kejar oleh agen komintern yang bikin dia sembunyi dan pake nama samaran.
memang dia bukan seorang internasionalis --yang agak aneh untuk konteks perkembangan komunisme masa itu yang sangat internasionalis terutama karena kuatnya komintern-- tapi jelas bahwa gagasan TM tentang konflik kelas dan revolusi cukup jelas. perbedaan mendasar adalah diletakkannya basis pemikiran tahap-tahapan perkembangan sejarah manusia seperti pemikiran sosiolog positifis oleh TM untuk melihat konflik kelas di indonesia dan kemudian strategi perjuangan kelasnya seperti yang dituangkannya dalam Madilog.
TM deket ke fabianisme? deket dengan gang PSI: sjahrir, mas koko, dan haji waang? masak sih? gue pikir dia deket ke trotsky. TM kan betengkar habis sama Sjahrir soal kemerdekaan, yang kemudian menyebabkan munculnya front persatuan perjuangan. Sjahrir masih pengen diplomasi untuk sebanyak mungkin bisa mendapatkan wilayah RI dan pengakuan penuh dari belanda. TM udah nggak percaya langkah itu dan ngumpulin berbagai kekuatan, termasuk Jendral Soedirman dan Ahmad Soebardjo dan Muahmmad Yamin, untuk bersatu dalam fron PP. slogannya tegas: merdeka seratus persen! soedriman sempet ikutan karena militer kecewa dengan pendekatan diplomasinya sjahrir. yang ternyata kemudian terbukti gagal di linggajati. kekuatan front PP ini berhasil dipatahin sjahrir-hatta-soekarno dan TM mulai ditinggalin. celakanya dia menculik sjahrir dan kemudian jadi diburu-buru lagi. akhirnya TM mati, kabarnya ditembak oleh pasukannya gatot soebroto, yang namanya sekarang jadi nama jalan utama di jakarta.
bener gak ginih bang jali...
rojali
16-02-2001, 04:20 PM
rick, dibilang TM trotskyist mungkin lebih tepat, tapi kalo komunis banyak analis nyang meragukan karna kelas bukan esensi perjuangan TM. perjuangannya dalah pembebasan keterbelakangan indo (negara berkembang), en die ngerasa pkus akan berkembang jadi satu kekuatan hegemoni en pada akhirnye sama ma kolonialis-imperialis berat:)
{pembebasan keterbelakangan dalam bentuk dependencia)
dalam madilog konsep ideologi TM jelas tuk ngangkat keterbelakangan, karna itu ia dedicated jadi guru di perkebunana. terus setelah sadar kompleksitas sosial bergabung ma perjuangan buruh, en ia liat lagi dominasi internasionalis perjuangan pki en membentuk parindra (?) intinya perjuangan pembebasan keterbelakangan negara berkembang i.e. indo dan berwujud dalam bentuk murba nyang sangat berbeda ma pki:)
ma psi, kalo nggak salah i just put that perhaps there's an uneasy relationship between TM ma Sjahrir dalam pengertian ideologi dan basis perjuangan nyang sama kerakyatan, tapi TM lebih populis. fabian emang akarnya labour party di uk en rootnye beda ma TM.
jadi murba ma psi sangat beda emang:)
abi78
18-02-2001, 04:12 AM
wah bang jalee, senengnya gua bisa dapet website yg
didedikasikan utk tan malaka.. keren banget nih
blom terlalu lengkap seh, tapi mogaan akan diupdate
http://www.madilog.jambor.com/
disitu gua seneng juga bisa dpt tulisan buya HAMKA ttg tan malaka
itu tolong dijelaskan dong fabianism dan trotsky,
siapa aja yg tau... buat yg gak tau
abi
alif muhammad
18-02-2001, 06:08 PM
Kalau aku melihat (sorry ya) Tan Malaka itu hanya mensintesakan pemikiran Mark dan Angel, yang diaplikasikan dengan pola hidup rakyat kita pada sekitar 1925-an. Coba saja, lihat pemikirannya tentang kelas masyarakat, jelas dia terpengaruh kelas sosial yang ditulis Marx dalam Das Capital.
Dari segi kepahlawanan, bolehlah orang menyebut Tan Malaka adalah pahlawan, karena menurutku, pahlawan tidak lebih dari "orang yang dikorbankan". Pemikirannya terpengaruh sosialis, namun dia tidak mau disebut komunis, karena dua-duanya beda. Hanya orang Indonesia saja, yang trauma PKI lalu menyebut dua aliran itu sama. Dan kesimpulan sementara ku, Tan Malaka tidak lebih dari pengecut!
billie
18-02-2001, 07:34 PM
Originally posted by alif muhammad
Kalau aku melihat (sorry ya) Tan Malaka itu hanya mensintesakan pemikiran Mark dan Angel, yang diaplikasikan dengan pola hidup rakyat kita pada sekitar 1925-an. Coba saja, lihat pemikirannya tentang kelas masyarakat, jelas dia terpengaruh kelas sosial yang ditulis Marx dalam Das Capital.
Dari segi kepahlawanan, bolehlah orang menyebut Tan Malaka adalah pahlawan, karena menurutku, pahlawan tidak lebih dari "orang yang dikorbankan". Pemikirannya terpengaruh sosialis, namun dia tidak mau disebut komunis, karena dua-duanya beda. Hanya orang Indonesia saja, yang trauma PKI lalu menyebut dua aliran itu sama. Dan kesimpulan sementara ku, Tan Malaka tidak lebih dari pengecut!
hmm menarik nih
jelasin dong kenapa elo bilang pengecut
apa karena dia nggak mau disebut komunis?
rojali
19-02-2001, 07:58 PM
dalam banyak catatan TM individu nyang memiliki karakter, bertanggungjawab en berani ngabel risiko. waktu kost di belanda en akhirnya menendang teman kostnya nyang meng-abused landlady en digelari tiger, cuman sekedar contoh kecil keberanian bersikap:)
terus ngacungin tangan en menegaskan pentingnya aspek nasionalisme dalam sidang komite sentral di moskow pada awal abad ke-20, cukup jadi patokan keberanian bersikap anak muda asia dari kampoeng:)
berputar-putar dari shanghai, manila, hk, s'pore, batavia, semarang, deli (medan) menyamar, melakukan pengkaderan dibawah intilan PID merupakan suatu sikap/karakter. kebesaran jiwa tuk nerima BK, BH en Sjahrir setelah kemerdekaan sebage pemimpin juga cerminan jiwa besar.
khusus tuk pengalaman dari shanghai en nyamar ke berbagai negara buat nyang terbiasa en pernah bertugas di daerah konflik, ini bukan hal ringan. perlu keberanian en nyali:)
tapi emang banyak nyang mempertanyakan seberapa jauh pengalaman riil en fantasi TM, juga soal pengaruh marx and engels. nyang terakhir lebih sulit dibahas karna substansinya pemikiran radikal (perjuangan pembebasan) hanya ideologi nyang disuarakan marx etc.
hampir semua pejuang global terpengaruh, kecuali nyang di bawah inggris (certainly not uk at the time). tuk nyang radikal di malaya en s'pore, juga dipengaruhi marx en engels. pa boleh buat itulah realita global pemikiran ideologis waktu itu:)
rojali
19-02-2001, 08:05 PM
abi, kelihatannye fabian dalah kelompok pemikir (think tank) partai buruh nyang elitis. dalam banyak hal ada upaya tuk menggalang pemikiran en pengelompokan global. esensinye dalah solidaritas sosial secara global:)
banyak nyang mempertanyakan eksistensinye, particularly, dalam kaitan ma gerakan freemason (satu atawa dua "e") nyang somehow terkait ma jews.
pola rekrutmennye elitis, nyare kelompok en keluarga pemikir, ngase kesempatan belajar en dukungan internasional. di indo tersebar di kalangan sjahrir (well, psi, that is).
bagi indo, sangat membantu perjuangan kemerdekaan:)
kalo trosky, mungkin rocky ma alif mo urunan:)
Rick dari Corona
21-02-2001, 07:45 AM
wah, gue nggak sempet buka contekan tentang trotskyism, tapi ntar gue sempetin deh.
setahu gue, keberadaan trotsky membenarkan adagium: revolusi memakan anaknya sendiri. itulah yang terjadi pada trotsky dalam konteks revolusi bolshevik di rusia 1917. tortsky salah seorang penggagas revolusi rusia bersama pak botak (vladimir lenin). tetapi trotsky kemudian mengkritik peran partai komunis sebagai partai pelopor (vanguard party) yang dianggapnya sebagai sebuah bentuk tirani dan penindasan baru. kemudian trotsky disikat habis karena pandangannya ini. kalo nggak salah begini. kalo salah maap.
balik ke TM, gue inget kata2 doktor alfian almarhum dalam membandingkan antara soekarno dengan sjahrir. salah satu kritik terbesar orang2 PSI terhadap soekarno adalah memenjarakan sjahrir tanpa pengadilan. tetapi kritik alfian terhadap sjahrir adalah: sjahrir memenjarakan TM juga tanpa pengadilan.
soalnya memang perebutan kekuasaan antara sjahrir dengan TM. sesudah maklumat presiden 3 november 45 (seperti yang disebut bang jali), memang terjadi perubahan kepemimpinan nasional. sebenarnya maklumat itu adalah move-nya sjahrir dan psi-nya untuk menguasai pemerintahan. dengan maklumat itu, KNIP yang tadinya hanya badan konstituante (pembuat konstitusi) beralih fungsi menjadi badan eksekutif. entah kenapa soekarno mau menyetujui maklumat itu.
nah, sejak sjahrir menjadi acting perdana menteri (ini adalah kabinet parlementer pertama di indonesia) dia mengedepankan politik diplomasi untuk mendapat pengakuan internasional atas kemerdekaan indonesia. termasuk juga untuk mendapat pengakuan belanda. banyak sekali pihak yang kecewa terhadap soal ini. termasuk yang paling kecewa adalah militer. kekecewaan inilah yang memudahkan TM menggalang kekuatan untuk membentuk front persatuan perjuangan. inilah konflik terbesar dan berdarah pertama di republik indonesia yang waktu itu belum lagi berumur setahun.
entah kenapa hal ini nggak pernah diajarkan di bangku-bangku sekolah. mungkin karena kebijakan orde baru yang menyatakan bahwa TM adalah komunis. padahal TM adalah satu-satunya tokoh yang bisa menyamai karisma kepemimpinan bung karno. yang juga berarti sangat layak untuk jadi presiden waktu itu.
kalo kata bung alif bahwa TM adalah pengecut, gue nggak tahu persis. yang jelas banyak banget pihak yang pengen dia mati, diantaranya agen2 komintern yang merasa dikhianati oleh TM. itulah kenapa dia lari2an terus.
pemikiran TM dalam madilog sendiri gue pikir adalah terobosan hebat yang sampe sekarang susah dicari tandingannya. sebenernya sih madilog lebih dekat ke gagasan emansipatoris ketimbang revolusi kelas. kayaknya TM one way or another terpengaruh pikiran pemikir perancis auguste comte mengenai tahap2 perkembangan masyarakat. dia percaya aspek logika sangat penting untuk masyarakat yang nggak logis seperti keadaan indonesia pada watu dia nulis madilog. tapi orisinalitas madilog, menurut gue, bisalah disejajarkan dengan pemikir marxis lain macam rosa luxemburg.
billie
21-02-2001, 10:56 AM
bagaimana dengan Gerpolek -nya TM?
ada yang bisa berbagi tentang ide ide TM yg banyak diadopt Pak Nas?
gue buta akan sosok yg dikagumi bokap ini.
rojali
22-02-2001, 02:25 AM
se7 sepenuhnye ma rocky. terus bil, soal pengaruh TM ma konsep en strategi perjuangan militer mungkin bisa diliat dari website nyang diposted abi:)
paman ho (chi minh) sangat terpengaruh TM ma indo tuk perjuangan kemerdekaan. dulu indo jadi cermin asia tenggara tuk perjuangan en semangat kebangsaan. sayang sekali waktu, sejarah en beberapa orang kerdil kek kita menghancurkannya lebur jadi debu nggak berharga::nangis::
Azzie
22-02-2001, 03:58 AM
Uncle Ho katanya pernah ngirim surat minta dukungan (entah dukungan apa, mungkin setidaknya dukungan moril dan pengakuan Vietnam sebagai entitas yg berada) kepada Sukarno ketika diserang utk oleh Prancis. Sukarno tidak menggubris surat itu.
Kalo TM yg jadi Presiden RI entah bagaimana sejarah Indonesia jadinya.
alif muhammad
24-02-2001, 12:35 AM
Gerpolek Tan Malaka yang ditulis ketika dia dipenjara di Madiun ya sekitar 1948 (yang jelas aku belum lair), banyak orang mengatakan itu ide brilian TM. Tapi menurutku, justru distulah, TM hanya ingin mengajak kita ini berlari dan berlari, gerilya dan gerilya. TM tidak memiliki konsep yang jelas untuk mengisi kemerdekaan dari sisi ekonomi. Dari sisi strategi gerilya, TM memang hebat.
Ya masak orang disuruh terus gerilya, apa nggak capek. lagian mungkin TM nggak boleh bawa buku referensi, sehingga Gerpolek itu kurang mempunyai landasan ilmiah yang kuat, hanya berdasarkan pengalaman empirik.
Uusf, terlalu melebar ya. Tapi aku setuju kalo Bang Jalee and Bang Sapta buka diskusi tentang gerpolek (geger-nya perawan molek)
billie
24-02-2001, 05:56 AM
Originally posted by rojali
se7 sepenuhnye ma rocky. terus bil, soal pengaruh TM ma konsep en strategi perjuangan militer mungkin bisa diliat dari website nyang diposted abi:)
yap, gue baru aja baca webnya. thx :) ... nambah bahan obrolan.
rojali
14-03-2001, 08:59 PM
kalo bicara gerpoleknye alif mungkin kudu nanya bang sapta dulu:D::luthu::
Sapta Nugraha
14-03-2001, 11:27 PM
lhoo .. koq ke sapta sich .. ;( :o ::devil::
resize32
27-07-2007, 03:16 PM
Misteri Kematian Tan Malaka Terungkap
Laporan Wartawan Kompas Iwan Santosa
JAKARTA, KOMPAS -Misteri kematian Pahlawan Nasional Tan Malaka akhirnya terungkap setelah setengah abad lebih. Sejarawan Belanda Harry A. Poeze yang ditemui di Jakarta, Jumat (27/7) menjelaskan, Tan Malaka ditembak mati tanggal 21 Februari 1949.
"Dia ditembak atas perintah Letnan Dua Sukotjo dari Batalyon Sikatan bagian Divisi Brawijaya yang terakhir berpangkat Brigadir Jenderal dan pernah menjadi Walikota Surabaya. Data tersebut diperoleh dari kesaksian pelbagai pihak seperti rekan gerilya Tan Malaka, anggota Batalyon Sikatan, keterangan warga desa dan tokoh-tokoh angkatan 1945," kata Poeze yang memulai riset Tan Malaka sejak tahun 1980.
Harry Poeze yang juga Direktur KITLV Press (Institut Kerajaan Belanda Untuk Studi Karibia dan Asia Tenggara) menambahkan, Tan Malaka ditembak di Desa Selo Panggung di kaki Gunung Wilis di Jawa Timur. Eksekusi yang terjadi selepas Agresi Militer Belanda ke-2 itu didasari surat perintah Panglima Daerah Militer Brawijaya Soengkono dan Komandan Brigade-nya Soerahmat.
Petinggi militer di Jawa Timur menilai seruan Tan Malaka yang menilai penahanan Bung Karno dan Bung Hatta di Bangka menciptakan kekosongan kepemimpinan serta enggannya elite militer bergerilya dianggap membahayakan stabilitas. Mereka pun memerintahkan penangkapan Tan Malaka yang sempat ditahan di Desa Patje.
Tan Malaka yang pada tahun 1945 pernah disiapkan Bung Karno untuk memimpin Indonesia jika Proklamator mengalami bahaya sehingga tidak mampu bertugas, sempat lolos dari tahanan bersama 50 gerilya anti-Belanda yang dipimpinnya. Namun, Tan Malaka yang berpisah dan bergerak dalam rombongan kecil enam orang ditangkap Letnan Dua Soekotjo di Desa Selo Panggung yang berakhir dengan eksekusi.
Menurut Harry Poeze, Menteri Sosial Republik Indonesia sudah setuju untuk mengerahkan tim forensik mencari sisa jenazah Tan Malaka. Tan Malaka sempat dijuluki "Bapak Repoebliek Indonesia" selepas medio 1920-an karena menerbitkan buku Naar Repoebliek Indonesia" (Menuju Repoebliek Indonesia) dalam Bahasa Belada dan Melayu tahun 1924 di Kanton (sekarang Guang Zhou) Republik China.
Diketahui ratusan jilid buku tersebut diselundupkan ke Hindia Belanda dan diterima para tokoh pergerakan termasuk pemuda Soekarno. Walhasil Tan Malaka pun dikenal sebagai Bapak Repoebliek Indonesia jauh sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945.
Fakta tersebut ditampilkan dalam tiga jilid buku berjudul Tan Malaka Verguisd en Vergeten (Tan Malaka Dihujat dan Dilupakan). Edisi Bahasa Indonesia buku tersebut akan diterbitkan enam jilid selama enam tahun yang akan dimulai Senin pekan depan (30/7)
sory kalo ngangkat forum lama, cuma mo kasih berita ajah tapi dah ada forumnya. jadi gua add ajah :D
vBulletin® v3.7.0, Copyright ©2000-2008, Jelsoft Enterprises Ltd.