PDA

View Full Version : sajak tentang sebuah lampu


Enrique
03-07-2000, 11:02 AM
Tiba-tiba saja aku merasa malam
seperti selimut hitam yang dilapiskan satu demi satu
Mula-mula matahari meredup dan langit jadi kelabu

Selapis lagi beledu hitam ditangkupkan
pada kubah mahabesar yang tembus pandang itu. Ketika selapis lagi beledu itu tertangkup, barulah kusadari kehadiranmu

Diam tertegak, berpendar lembut
bagai ingin menyampaikan sesuatu. Tak kuingat adakah pesan atau sesuatu macam itu sampai padaku saat itu

dhista
03-07-2000, 02:44 PM
ia adalah api
yang hangatnya tak membakar.
ia adalah bening
dalam selimut santun cahaya.


rique, hebat deh, bisa angkat sesuatu yag biasa saja. bukankah iu esensi dari kesenimanan dan kecendekiaan? salut deh.


[This message has been edited by dhista (edited 04-07-2000).]

Capt.Marvel
03-07-2000, 06:14 PM
Pijar itu selalu menemaniku ...
Pijar itu selalu ada ...
Pijar itu selalu menunjukkan cahayanya ...
Pijar itu selalu abadi ...

Tapi benarkah ?
setelah sekian lama ...
Kusadari ...
Pijar itu kini menjauh ...
Pijar itu datang dan pergi ...
Pijar itu terkadang meredup cahayanya ...
Pijar itu timbul dan tenggelam ...

Aku berharap ..
Aku berdoa ...
Agar pijar itu kembali ...
Agar pijar itu kembali bersinar ...

Akankah ? ...

Enrique
04-07-2000, 07:52 AM
dan cinta itu menunggu
di stasiun tanpa nama tanpa tanda
memang tak kan ada kereta datang ke sana

tapi lampu itu melukis
bayangan kita seakan bergandengan tangan
dan siap berangkat
menuju entah kemana

dan tiba juga kita di sini
di tepi ketika batas ruang sudah terhenti
dan tak ada apa-apa di sebaliknya

kutuliskan namamu di situ
kau tuliskan namaku
dan kita berdoa semoga satu saat
anak cucu kita sempat menjenguknya

leiaorgana
04-07-2000, 11:42 AM
waaah, pada bagus2 yah puisinya..
i wonder who they are for..

Enrique
05-07-2000, 11:36 AM
tapi air mata
menutupi lampu warna-warni
yang kita pandangi sejak tadi

dan di sini, di tempat sepi ini
kita tak yakin akan apa yang kita tuliskan
namakukah
namamukah
yang ada cuma sebaris guratan
seperti bercerita tentang keraguan

akankah kita kembali
ke tempat kita berdiri
atau kita menunggu
di stasiun tanpa nama tanpa tanda ini
dengan lampu warna-warni menerangi
sambil coba mengerti
lukisan bayangan kita
dan pesan yang coba disampaikannya

leiaorgana
05-07-2000, 11:48 AM
seandainya boleh memilih
kupilih air mata itu tak menutupi
lampu warna-warni
yang kita pandangi sejak tadi

seandainya boleh memilih
kupilih keraguan itu
tak pernah hinggap dalam batinku

seandainya boleh memilih
kupilih stasiun itu
tak pernah hadir dalam hidupku

greenlantern
05-07-2000, 09:07 PM
:)

[This message has been edited by greenlantern (edited 29-07-2000).]

bjork
06-07-2000, 10:46 AM
sekelebat asa dalam bayangan
selintas impian dalam deru pemikiran
yang kugenggam setangkai keraguan
pada nyata atau pada maya-kah

kubiarkan angin membawaku
pada kebijakan sang waktu

kupijakkan kaki ini
dan kembali melangkah
pada suatu ketika....

Homer
08-07-2000, 02:45 PM
maaf, aku harus membunuhmu..
aku mau tidur..

rojali
08-07-2000, 04:33 PM
kalau lampu lenyap
kehilangan cahaya
kalau warna
pudar termakan
waktu
tuk apa pelita
dibuat
lampu dipasang
warna ditulis
tuk apa
keindahan
kosong tanpa warna
diharap
tuk apa

Enrique
11-07-2000, 08:19 AM
ada yang meredup
seiring pagi dan datangnya
sesuatu yang pasti

tapi kita masih di sini
malam begitu panjang dan nikmat
warna-warni itu tak lagi penting kita kenali
karena ia kini
mengisi sudut-sudut hati

dan dengan mudah segalanya kita tandai
di bawah matahari
betapa sementara keabadian ini
sementara kita sibuk

menerka bayang-bayang kita
akankah beranjak hari?

brigitta
11-07-2000, 02:50 PM
ceritakan padaku
tentang negeri siang hari
di mana tak ada lampu
atau sesuatu yang sendu macam itu

kita bisa berkejaran
di padang rumput sambil menerka-nerka kemana
capung-capung itu menuju

dan kita membayangkan terbang bersama mereka
di bawah matahari
yang tak pernah tua

Homer
13-07-2000, 07:49 PM
lampu sering menangis di siang hari

leiaorgana
08-10-2000, 02:34 PM
dua malam lalu
aku baru melihat lampu
terang warna warni
bagai menari-nari
kulihat bayanganmu disitu
tersenyum padaku mengajak pergi
pergi jauh ke negeri bersalju
dimana lampu tak akan pernah mati

Lorca .Jr
08-10-2000, 10:09 PM
Gelap......
Senyap......
sepi.......
Tapi masih ada yang tersisa tanpamu
kenaagan
Semoga masih bisa
menghargai yang sia-sia
atau menikmati sajak............

Lorca .Jr
08-10-2000, 10:17 PM
ahhhh....
betapa nikmatnya kalian...
masih bisa bergumul dan bercengkrama
dengan kata-kata
masih bisa merangkai sajak yang manis
ahhh.....
aku iri

bintangkecil
10-10-2000, 03:01 AM
malam seperti ikatan dan lampu mengirisnya
menjadi simpul yang tak lagi mulus
tebaskan saja agar malammu lepas
tak perlu terbagi
malammu dan malamku
lampu membebalkan mata
kulihat lebih jelas wajahku
tanpa lampu
dalam malammu dan malamku
wajah wajah
indah belaka
lampu menjadi gelap
yang membutakan mata
seperti itu kau ingin memandangku?

barangkali seperti itu aku ingin memandangmu....

bintangkecil
10-10-2000, 03:03 AM
bu (you know who you are:D) puisi pesenan lu masih gue godok ya.. ini cuman pemanasan dulu.. kayaknya basi juga deh...:D:D

later....

bjork
22-11-2000, 10:12 AM
pendar itu di sana
sementara gelap memelukku erat
kupandang dengan sorot harap
pada seberkas cahaya itu

yang tinggal hanya sejulang besi panjang
dengan lampu di ujungnya
coba terangi
gelap yang menyergap

campus_girl
22-11-2000, 06:50 PM
sinarnyapun memberiku harapan
mengajariku mengasah jiwa
menceritakan negeri keabadian
dimana tak ada takut akan redupnya cahaya

kala sinar hidup sudah redup
sinar itu datang diiringi berkas cahayanya
kalaku terpelosok didalam gelap
berkas cahaya itu mengulurkan tangannya
kala keputusasaan menghampiri
selalu ada seberkas sinar disudut ruangan ini