PDA

View Full Version : Puisi2 Wiji Thukul


katrina
30-07-2000, 08:54 PM
Yang suka karya Wiji Thukul, juga yg belum akrab dgn namanya...
boleh baca karya-karyanya disini:

PERINGATAN

jika rakyat pergi
ketika penguasa pidato
kita harus hati-hati
barangkali mereka putus asa

kalau rakyat sembunyi
dan berbisik-bisik
ketika membicarakan masalahnya sendiri
penguasa harus waspada dan belajar mendengar

bila rakyat tidak berani mengeluh
itu artinya sudah gawat
dan bila omongan penguasa
tidak boleh dibantah
kebenaran pasti terancam

apabila usul ditolak tanpa ditimbang
suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
dituduh subversif dan mengganggu keamanan
maka hanya ada satu kata: lawan!

solo, 1986

Sena
31-07-2000, 01:52 AM
tul!

hanya ada satu kata: lawan!


ngutil doang ngga papa kan?

dhista
31-07-2000, 10:41 PM
tul!
ngutil postingan sena dikit gpp kan?
:D :D :D

katrina
01-08-2000, 06:27 PM
satu lagi dari W.T. :

UCAPKAN KATA-KATAMU

jika kau tak sanggup lagi bertanya
kau akan ditenggelamkan keputusan-keputusan

jika kau tahan kata-katamu
mulutmu tak bisa mengucapkan apa maumu
terampas

kau akan diperlakukan seperti batu
dibuang dipungut
atau dicabut seperti rumput

atau menganga
diisi apa saja menerima
tak bisa ambil bagian

jika kau tak berani lagi bertanya
kita akan jadi korban keputusan-keputusan
jangan kau penjarakan ucapanmu

jika kau menghamba kepada ketakutan
kita memperpanjang barisan perbudakan

* nah.... jadi jgn pernah takut utk ucapkan kata2mu lewat puisi... :)*

Vulpix
02-08-2000, 07:29 PM
Halooo!!Gue,nich baru pemula gue nggak pede,nich! Baca,ya!

Mawar indah dipandang
Tetapi jangan dipegang

Embun menetes di pagi hari
Bukan turun dari langit

Burung terbang ada di angkasa
Ikan berenang di dalam air
Menjalani hidup apa adanya
Bak aliran air menghanyut

Kyyaaaaa....Udah dulu,ya!

La_Va
03-08-2000, 01:07 PM
gue udah baca bukunya :"Puisi2 Wiji Thukul" terbitan Indonesia Terra...
dan akhirnya gue sadar:
kenapa gue selalu takut
pada orang-orang yang bajunya dekil
pada anak-anak kecil yang suka nowel sembarangan
pada pengemis yang satu kakinya nggak ada
ternyata bukan takut sama tampang sangar
bukan takut sama tangan yang kotor
Tapi ternyata gue takut pada kemiskinan itu...

Gue Takut Miskin...
melihat mereka membuat gue berpikir bahwa batas antara kaya dan miskin itu tipis banget..
Gue bisa saja jadi Miskin...
jadi yang selalu kalah dan salah
jadi yang selalu jahat dan gelap
Gue nggak mau jadi miskin...
Coba katakan uang bukan segalanya
pada mereka yang hidup di bawah jembatan
pada mereka yang menodong di lampu merah pertigaan
pada mereka yang dibakar karena mencuri ayam..

Gue jadi ngerti banget, kenapa orang menjarah supermarket
Yang mengejek dengan harga-harganya yang nggak masuk akal..

ya Tuhan...
gue takut miskin.......

thecrot
03-08-2000, 02:50 PM
salam buat sang kemiskinan. Ijinkan hamba untuk menguburmu.

Homer
03-08-2000, 08:04 PM
ini thukul yg prd itu yah?

katrina
05-08-2000, 09:30 PM
thx.... thx... baca lagi nih... ato beli aja bukunya... :

Kota Ini Milik Kalian

di belakang gedung-gedung tinggi
kalian boleh tinggal
kalian bebas bangun sewaktu kalian mau
jika kedinginan karena gerimis atau hujan
kalian bisa mencari hangat
di sana ada restoran
kalian bisa tidur dekat kompor penggorengan
bakmi ayam dan *sensor**sensor**sensor**sensor* denting garpu dan sepatu mengkilap
di samping sedan-sedan dan mobil-mobil bikinan asli jepang

kalian bisa mandi kapan saja
sungai itu milik kalian
kalian bisa cuci badan dengan limbah-limbah industri

apa belum cukup terang benderang itu lampu merkuri taman
apa belum cukup nyaman tidur di bawah langit kawan
kota ini milik kalian
kecuali gedung-gedung tembok pagar besi itu jangan!

--- nah siapa mau bikin puisi kayak Wiji Thukul.... ayo donk... jgn cuma gape bikin love poems... ::toeng::

dhista
09-08-2000, 08:56 PM
puisi wiji yg temanya gak politis adakah?

rojali
09-08-2000, 10:40 PM
gue nggak tau siapa wiji thukul en belon pernah baca puisinya, apalagi:)

di tengah lalu lalang ribuan orang di
oxford street, london town,
sapa peduli wiji thukul, puisinya,
apalagi kemiskinan

semua bergegas, mengejar bus merah,
menuju city, berharap meraih sejuta saham
bullish, harga kopi naik, atawa pound melemah

tak peduli darah mengalir, provokator berteriak, dan seorang pangcu ketua partai-partai persilatan hanya
ketawa dan bergumam "gitu aja repot,"

salahkah kalo seorang tua tersenyum dengan perkutut
mentertawakan wiji thukul, puisinya, kemiskinan, provokator dan pangcu persilatan, sambil menimang account $70 billion, en kesana kemari ngaku

"sesenpun aku tak punya" (sambil nari dangdut ma iis dahlia, sori nyatut namanya mbbbak):D:D:D

Homer
12-08-2000, 03:42 PM
begini dengan tidak benar,
berapa bilion?
lempar batu saja kalau mampu :D

katrina
13-08-2000, 10:54 AM
puisi kalian sensor ::ger::
puisi bukan milik kami lagi
tapi MILIKMU
pemilik forum ini

tapi aku nggak protes
cuma ketawa nyengir
dalam hati: "sial...."

kalian sensor
tanpa sempat membaca

*bravo KG* ::bonyok::

dhista
13-08-2000, 08:21 PM
sensor?
pemilik forum?

katrina, siapa yg kau maksudkan..

katrina
16-08-2000, 11:23 AM
mau yg nggak politis...? ok, buat oom dhista:

KUCING, IKAN ASIN DAN AKU (oleh W.T.)

seekor kucing kurus menggondol ikan asin
laukku untuk siang ini
aku meloncat ::marah!::
kuraih pisau
biar kubacok ia
biar mampus ::ger::

ia tak lari tapi mendongak
menatapku tajam

mendadak lunglai tanganku
- aku melihat diriku sendiri! :(

lalu kami berbagi
kuberi ia kepalanya
(batal nyawa melayang)
aku hidup
ia hidup
kami sama-sama makan ;)

::ah:: milip pengalaman oom cendili kan... 8D

saman
16-08-2000, 12:39 PM
bunga dan tembok

seumpama bunga
kami adalah bunga yang tak kau kehendaki tumbuh
engkau lebih suka membangun rumah
dan merampas tanah

seumpama bunga
kami adalah bunga yang tak kau kehendaki adanya
engkau lebih suka membangun
jalan raya dan pagar besi

seumpama bunga
kami adalah bunga
yang dirontokkan di bumi kami sendiri

jika kami bunga
engaku adalah tembok itu
telah kami sebar biji-biji
suatu saat kami akan tumbuh bersama
dengan keyakinan: engkau harus hancur'

dengan keyakinan kami
dimanapun - tiran harus tumbang'

wiji thukul

dhista
18-08-2000, 09:53 PM
hiks......
aku dipanggil oom
aku kan masih muda...
:(

fia
19-08-2000, 12:30 PM
yup dhista kok dipanggil om syih dia kan macih "muda" ya kan kek ?? :) :D :D

dhista
21-08-2000, 11:02 PM
bialiiin
:)

dhista
02-09-2000, 10:15 AM
bagiku, thukul adalah penghadir cakrawala baru.
puisi lainnya mannaaaaa, aku tunggu nih.

rojali
02-09-2000, 09:01 PM
luka panjang
menganga, perih
teriris tak
tersembuhkan

kenangan silih
berganti

anak menangis
tertahan
menunggu bapak
tak kunjung
pulang

ibu kehilangan
suami meratap
ketidakpastian

luka panjang
perih tak
tersembuhkan

menoreh panjang
semakin dalam

*tuk sipon dan anak nyang terus
berharap menunggu
wiji thukul pulang

p.s. dhista, wiji thukul ternyata
fenomena penyair rakyat nyang tergilas
kekuasaan nyang nggak mo ilang.

katrina
02-09-2000, 09:51 PM
thx... thx.. boleh mencela ato mengagumi... silakan...
kasih tau donk kalo ada info terbaru ttg keberadaan wiji thukul, ok..

Para Penyair Adalah Pertapa Agung (oleh W.T)

kaum gelandangan yang mendengkur pulas
seperti huruf kanji kumal di emper-emper pertokoan cina
tak pernah terjamah tangan-tangan puisi kita
sebab tak mengandung nilai sastra

keadilan adalah duniawi
bukan tanah ladang puisi
korupsi jangan terusik oleh puisi
puisi cuma mencari jatidiri
jangan dibuka mata batin bagi kemiskinan
dan penindasan
puisi jangan menuntut yang bukan-bukan

para penyair adalah pertapa agung
bermenung di dalam candi
kelima indera dan telinga sukmanya
cukup bagi Tuhan saja
jangan mendengar jerit kehidupan!
para penyair adalah pertapa agung
tergenggam nasibnya oleh nilai dan Dewa-Dewa Sastra
mengurung diri di kesunyian candi
kelima indera dan telinga sukmanya terbelenggu tuli
para penyair adalah pertapa agung
jangan diganggu jangan disambati

katrina
02-09-2000, 09:54 PM
ini puisi W.T. yg pas buat KG yg suka NYENSOR nama2 binatang...

Di Dalam Diriku Ada Hutan

di dalam diriku ada hutan
di dalam hutan tumbuh duri dan buah-buahan
belukar dan jalan-jalan menyesatkan
di dalam gua gelap lahirlah b a b i
yang mirip wajahku
juga gajah dan kuda

ular-ular melata di dalam diriku
aku kadang mirip buaya yang membenamkan mata
tubuh dan juga hatiku sendiri ke dalam rawa-rawa
penuh nyamuk dan berdarah dan bau lumpur

di dalam diriku ada hutan
di dalam hutan itu selalu lahir seorang pemburu
menumpas binatang yang coba menguasaiku
kadang binatangnya yang mampus
tetapi tak jarang pemburunya pun mati terbunuh
di dalam diriku ada hutan
di dalamnya selalu lahirlah seorang pemburu
mencari
Aku

rojali
02-09-2000, 10:30 PM
thought that u've the information:)