PDA

View Full Version : Perjalanan ANGIN


dewif
29-07-2000, 12:19 AM
Wuss
Dan aku pun pergi ke tempat yang lain
Ku berjalan dari waktu ke waktu
Dari sati titik ke titik yang lain
Ku banyak melihat & mendengar
Semua perjalanan manusia

Ku melihat banyak cinta disana
Pula banyak kebiadaban disana
Kudengar bisikan cinta dua kekasih
Pula caci maki dua musuh

Manusia...manusia...
Apa yang kau mau?

Untung aku hanyalah angin
Tak bisa diraba maupun dilihat
Hingga ku tak dpat ditangkap
Karna aku melihat ketidak adilan
Karna aku saksi bisu kejahatan

Untung aku hanyalah angin
Tak punya nama
Hingga aku tak bisa difitnah
Karna aku melihat Kebaikan
Karna aku membela yang benar

Ku 'tlah melihat banyak
Kebaikan dan keburukan dunia
Lelah sudah ku menatap dan membisu

Manusia apa yang kau mau
Sadarlah.......

dhista
31-07-2000, 10:34 PM
angin bagi manusia pedagang sate
angin bagi penjual jagung bakar
angin kita semua

Life is Beautiful
01-08-2000, 12:29 AM
bahkan yg terburuk bagi sebagian orang
tapi itu nikmat hidup,
buang angin ....

dewif
04-08-2000, 10:50 AM
Aku sering tidak dianggap
Aku bahkan tidak pernah disadari keberadaanku
Bagaimana seandainya
aku ini tiada
Aku ini marah?????
Tapi aku terlalu baik hati

<Life is beautiful....-> bau tuh :) >

Enrique
04-08-2000, 02:05 PM
kuhembus baju
berbahan blacu
berjahit kasar
untuk berlayar

keringat tubuh
mengental darah
tiada luruh
luka amarah

akulah angin, anakku
mengajarimu berduka
akulah angin, anakku
menyembuhkanmu dari luka

dhista
06-08-2000, 03:29 PM
puisinya enriq selalu enak didengar...., sayangnya jarang banget masuk di sini.
sering2 dolan ke puisi dong baaang...

Cik
06-08-2000, 04:54 PM
Wahai Pencipta Angin
hembuskanlah...
Angin Cinta Kasih
Angin Kedamaian
Angin persaudaraan
Angin, angin, angin...
dan semua Angin yang Kau miliki
agara semua yang ku ingin
menjadi dingin serta cermin dalam hidupku

angin dari "ANGIN MAMIRI"

Enrique
07-08-2000, 11:05 AM
berlabuh sauh
di negeri jauh
terusir dari
tanah sendiri

jejak amarah
terbawa pergi
terumpah darah
karib sendiri

akulah angin, anakku
basuh dukamu
akulah angin, anakku
mana senyummu

Enrique
07-08-2000, 11:08 AM
dhista, makasih ya...

monique
07-08-2000, 07:50 PM
Aku pernah marah pada angin
ia memaki keadaan jiwaku, pada seseorang
mengungkap kisah hatiku yang ingin kusembunyikan
menghitamkan isi fikirku yang telah susah payah kuputihkan

tapi, angin juga yang membuatku tertidur
melupakan kemarahan, sekaligus seabreg kekecewaan
bahkan, ia membisikkan sebait nada, lewat tembang lagu
tentang cinta

hitam putih, angin adalah semuanya

monique:)

Enrique
08-08-2000, 11:58 AM
akulah angin, anakku
terusir dari bumi pattimura
bersama sepasang kekasih
yang jadi pelarian

akulah angin, anakku
merenung di bumi papua
bersama ketakutan
tentang masa depan

akulah angin, anakku
terluka di tanah rencong
bersama sepasang mata
menatap keheningan

akulah angin, anakku
sudah jauh kuberjalan

akulah angin, anaku
sudah kukenal kekalahan

akulah angin, anakku
marilah bersamaku berjalan

dhista
09-08-2000, 10:37 PM
anginnya kok jadi agak berbau politis yah?

Enrique
10-08-2000, 09:12 AM
wah, harus hati-hati nih sama budayawan, salah dikit langsung... ::toeng::
tapi ide puisi angin itu memang dari cerita2 yang kudenger ketika perjalanan ke Aceh minggu lalu dan juga cerita dari temenku asal Ambon yang sekarang ngungsi tanpa pekerjaan dan numpang di rumah temen yang lain di Yogya..

dewif
11-08-2000, 03:38 PM
Ihik ihik....
Terharu nih , ternyata puisiku ini ada yang balesin. Thanx Yah!!!!
Enrique... puisinya keren :D Sampai diriku ini terharu.

dhista
13-08-2000, 08:16 PM
gak ada yang salah. aku jadi ingat puisinya rendra yang awalnya'...kepada penyair-penyair salon...',
berbau politis is ok. tapi jaman kayak gini jadi agak eneg nih liat yg nadanya politis.
(walau secara sadar kita juga harus tetep peduli...)

Enrique
14-08-2000, 08:05 AM
dewif, makasih kembali.. :)

dhista, temanku yang baik, aku juga sudah muak dengan politik meski kuliah di bidang itu. dan justru aku ingin sekali bisa mencatat hal-hal yang tercecer dan terlupakan dari persoalan politik: manusia-manusia yang jadi korban.