View Full Version : Mengapa Jerman - Itali - Jepang kalah di World War II
Vortex
10-05-2001, 11:05 AM
Jadi tertarik melanjutkan topik yang dibuat ama Ajipon. Pengen tahu apa pendapat elo-elo, mengapa Perang Dunia II akhirnya dimenangkan oleh Sekutu?
penyebabnya 1 kata
AMERIKA
kalo amrik kaga ikut mungkin bisa menang !!
Ajipon
11-05-2001, 01:13 PM
Hmm, kalau Rusia tidak ikut melawan Jerman, mungkin sumber daya Jerman dapat sepenuhnya digunakan untuk menghajar Inggris. Kalau Inggris tidak ikut melawan Jerman, Rusia mungkin terhajar kekuatan penuh Luftwaffe (angkatan udara Jerman). Memang kekuatan Inggris dan Rusia tidak cukup memenangkan perang, sehingga kedatangan Amerika mengubah keadaan.
Tetapi memang sumber daya Amerika, baik alam dan manusia, sangat banyak. Kualitas jendral Amerika juga baik dan operasi mereka tidak terganggu oleh pimpinan, lain halnya dengan Jerman. Walaupun terdapat beberapa jendral bermutu, pimpinan (Hitler) sering mencampuri urusan para jendral yang lebih mengerti medan. Belum lagi sifatnya yang paranoid. Sedangkan Jepang, seperti yang dikatakan oleh admiral Yamamoto, mereka tidak dapat menyaingi sumber daya alam dan manusia Amerika Serikat.
Salah satu alasan mengapa Axis (Jerman Jepang Itali) kalah adalah kemajuan teknologi informasi Sekutu (Amerika dan Inggris terutama). Mereka dapat memecahkan kode komunikasi musuh dan mengirim informasi palsu, sehingga mereka menguasai informasi. Seperti kata Sun Tzu, "kegiatan mata-mata adalah faktor yang sangat penting."
Bagaimanakah Axis dapat menang? Entahlah. Mungkin bila mereka tidak menyerang Rusia dan berdamai dengannya, mungkin bila Jerman tidak menyia-nyiakan kekuatan udaranya, mungkin bila Jepang menang di pertempuran Midway, etc. etc. Faktor penyebab kekalahan memang banyak, tetapi bila ingin dirangkum dalam satu kata, UH_1 sudah cukup tepat.
Blargh blargh blargh! :D
zergling
11-05-2001, 03:17 PM
yoi ajipon bener tuh.. gara2 penguasaan sekutu atas teknologi informasi mengalahkan axis menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kemenangannya.
mengenai battle of midway :
sekutu udah tau duluan jepang mau nyerang kalo gak salah gara2 mecahin kode jepang gitu.. oh iya gue inget.. gue pernah baca dimana gitu, amerika bisa mecahin kode jepang tapi cuma sebatas bahwa jepang mau nyerang sebuah tempat dan tempat yang mau diserang jepang belom diketahui amerika.
Nah disini pinternya si Nimitz. Dia mungkin udah curiga yah kalo yang diserang bakalan midway (karena strategis) nah dia terus memerintahkan midway mengirimkan pesan palsu ke pearl harbor (?) kalo midway mengalami krisis air (desalination machine nya rusak)..
beberapa hari kemudian american decoder menemukan pesan dalam kode jepang bahwa target yang akan mereka serang mengalami kesulitan air.. bwah hah hah :D langsung aja si NImitz yakin bahwa midway yang akan mereka serang..
susahnya armada amerika yang ada cuman dikit.. carrier yang ada cuman 2 USS Hornet ama USS YOrktown.. USS Enterprise juga ada sih kalo gak salah, tapi masih jauh musti dikebut dulu..
tapi sebenernya ada untung2an juga sih.. kalo gak salah search planenya amerika duluan yang nemuin armada jepang jadi ya jepang keserang duluan.. tapi salut seranganya emang pinter.. serangan gelombang pertama make pesawat torpedo bomber.. (TBF avenger?) mereka ini nyerang dari ketinggian rendah.. hampir semuanya tertembak jatuh oleh zero jepang nah gelombang kedua ini yang mematikan.. gelombang kedua terdiri dari dive bomber (SBD Dauntless ?). MEreka ini nyerang dari ketinggian tinggi. nah karena zero jepang masih di ketinggian rendah (abis ngelindungin carrier dari torpedo bombers) maka zero jepang gak bisa ngapa2in deh cuman ngeliatin carrier2nya dibombardier pake bom.. kasian emang.. :)
totalnya jepang kehilangan 4 (empat!!) carrier plus cruiser dan kapal2 laen yg lebih kecil dan amerika cuman kehilangan satu (USS Yorktown) plus satu destroyer kekalahan ini demikian hebatnya sehingga mengubah jepang dari posisi ofensif ke posisi defensif..
oiya satu lagi yang mimpin armada jepang buat nyerang midway itu sama ama yang nyerang pearl harbor.. admiral chuichi nagumo.. emang b.e.g.o tuh orang di midway gak becus, waktu nyerang pearl harbor juga gak becus.. ada 4 juta barel precious oil yang exposed tapi nggak kena dibom.. kalo kena kan bisa memundurkan jadwal regeneration armada amerika tuh.. dan mungkin bisa mengubah jalannya sejarah..mwa ha ha :D:D
udah ah capek.. baru kali ini gue nulis panjang bgt gini.. :)
Vortex
11-05-2001, 07:02 PM
Emang banyak penyebabnya sih. Jika dirangkum dengan satu kata memang AMERIKA adalah penyebab yang tepat. Tapi sesungguhnya pada waktu Amerika juga ikut perang karena terpaksa. Pada masa itu kan Amerika cukup mengisolasi dirinya sendiri. Dan seingat gue waktu itu nggak ada komitmen bahwa jika sekutunya diserang, maka Amerika akan ikut perang seperti NATO sekarang ini.
Rasanya aneh juga untuk menyebut bahwa Axis kalah karena serangkaian blunder, tapi agaknya memang benar demikian.
Seandainya pada waktu itu Battle of Britain dimenangkan Jerman, maka akan sulit bagi Amerika untuk melawan Jerman, karena praktis seluruh pangkalan untuk bisa melancarkan serangan terhadap Axis sudah dineutralisir, termasuk Afrika Utara. Dan Amerika belum mempunyai bomber jarak jauh (di atas 3000 mil) sekelas B-29 untuk bisa menjangkau Jerman dari, Malta misalnya.
Sedangkan Battle of Britain sendiri dimenangkan Inggris karena blunder yang konyol juga, seperti Battle of Midway. Kalau saja tidak ada pembom Jerman yang nyasar menyerang pemukiman dan bukannya pangkalan udara, maka Inggris tidak akan membalas dengan menyerang kota-kota Jerman. Dan jika Jerman tidak membalas balik dengan kota-kota Inggris maka sasaran utama untuk mengeliminasi Fighter Command-nya Hugh Dowding dalam dua minggu dipastikan akan berhasil dan RAF pasti akan kehabisan pilot untuk menghadapi Luftwaffe. Tapi seperti digambarkan dengan tepat oleh doa Lord Beaverbrook, "Ya Tuhan, terima kasih karena dengan menyerang kota-kota kami, pangkalan udara kami bisa selamat"
Blunder yang lain tentu saja dengan melibatkan diri dalam Operation Barbarossa untuk menyerang Rusia. Aneh, jika tujuan utamanya adalah minyak, kenapa tidak mempertahankan Afrika Utara saja dengan Korps Afrika-nya Rommel.
Kali' aja blunder memang spesialis Axis ya, gue jadi mikir, kenapa pada waktu itu Nagumo tidak sekalian menduduki Pearl Harbour? Toh semua kekuatan Amerika di pulau itu sudah hancur. Di bukunya "Midway, the Battle that doomed Japan", Kapten Mitsuo Fuchida mengungkapkan bahwa Carrier Battle Group yang berlayar ke Pearl Harbour tidak membawa pasukan pendarat karena tidak menyangka kesuksesannya sebesar itu. Stupid :)
Mengenai mata-mata, sebetulnya teknologi intelijen Jerman justru lebih tinggi. Elint (electronic intelligent) nya unggul (encripted code, enigma, semuanya dimiliki Jerman), tapi humint (humian intelligent) nya lemah.
Ada faktor lain yang belum dibahas di sini: hubungan antara negara Axis tidak mesra. Jerman berharap agar Jepang memaklumkan perang pada Soviet sehingga Soviet akan terjepit di dua front. Ternyata Jepang justru membuat agreement tidak saling menyerang dengan Soviet demi untuk menjaga pintu belakangnya sementara Jepang bebas menyerang Pasifik. Di sini ada hal yang menarik, adalah berkat mata-mata Soviet yang terkenal: Dr. Richard Sorge, seorang dedicated Communist, atase militer Jerman di Tokyo yang memberi tahu Stalin bahwa Jepang tidak akan menyerang Soviet. Informasi ini memungkinkan Stalin untuk mengkonsentrasikan pasukannya di front melawan Jerman.
Blunder sekutu sebetulnya juga banyak. Tapi sialnya kalau Sekutu lagi blunder, Axis juga blunder. Contohnya, pendaratan di Normandy sesungguhnya merupakan kekacauan, terutama di pantai Omaha. Kalau pada waktu itu Jerman segera mengerahkan Divisi Panzer SSnya, maka besar kemungkinan Sekutu akan terlempar ke laut. Sialnya Divisi itu tidak bisa dikerahkan karena Sepp Dietrich tidak berani membangunkan Hitler. Nah, payah kan.
Memang dengan sumber dayanya yang besar dan tak tersentuh peperangan, Amerika mempunyai keunggulan yang luar biasa. Dan ini akhirnya menjadi titik balik yang penting. Soalnya dari segi teknologi, Jerman lebih unggul
TeslaMan
12-05-2001, 11:29 PM
Rasanya gua kurang lebih setuju ama lu semua. Kalo Amerika tidak ikut perang, pasti AXIS akan menang.
Sebaliknya, bila Jerman berdamai dengan Rusia bersama2 menghajar Inggris dan Amerika. Bila Jepang tidak menggempur Pearl Harbor di Hawaii yg propelled Amrik goes to the war. Mungkin WW II akan dimenangkan oleh AXIS.
yg pasti kalah soalnya 3 dilawan dan kawan kawan (dkk) alias di keroyok hehehehehe :D :D :D
zergling
15-05-2001, 04:29 PM
Originally posted by TeslaMan
Rasanya gua kurang lebih setuju ama lu semua. Kalo Amerika tidak ikut perang, pasti AXIS akan menang.
Sebaliknya, bila Jerman berdamai dengan Rusia bersama2 menghajar Inggris dan Amerika. Bila Jepang tidak menggempur Pearl Harbor di Hawaii yg propelled Amrik goes to the war. Mungkin WW II akan dimenangkan oleh AXIS.
susye juga kalo jepang nggak mau konfront ama amerika wong jepang kan salah satu sasarannya SE Asia , itu kan musti liwat filipina yang waktu itu masih di tangan amrik..
kalo AXIS menang nasib dunia sekarang kaya gimana ya ???
Atari
15-05-2001, 10:35 PM
Alaaahhh.... syusye-syusye amir nih, teori pada-pada. Jawabannya itu sebenernya semua sama aje....
tiga-tiganya....MARUK!!
HA HA HA ::luthu::
Originally posted by UH_1
kalo AXIS menang nasib dunia sekarang kaya gimana ya ???
cuman ada dua pilihan .. much better ato much worse ::hhh::
Vortex
16-05-2001, 08:57 AM
Kan memang udah ada manifestonya, yang akan dilakukan Nazi setelah berhasil menguasai musuh-musuhnya. Bisa dibaca di Mein Kampf kan?
Waktu Jerman sedang merencanakan operasi Sea Lion untuk menduduki Inggris (yang ternyata gagal), sudah disiapkan daftar-daftar orang yang akan diciduk (termasuk Lord Badden Powell, pendiri Pandu Dunia), aktifis demokrasi, kaum komunis, dan sebagainya
zergling
16-05-2001, 11:52 AM
Originally posted by UH_1
kalo AXIS menang nasib dunia sekarang kaya gimana ya ???
kalo axis menang maka akan ada dua amerika yaitu amerika barat dan amerika timur yang baru akan jadi amerika bersatu tahun 90an :D:D:D
oiya nanti juga ada tembok washington yang menyeramkan :D:D
nebeng
21-05-2001, 03:32 PM
Blunder yang terbesar di lakukan pasukan jerman, adalah menyerang rusia di waktu winter. Ini di akibat-kan oleh keserakahan & ke tidak sabaran, hitler di waktu itu.
Dia menyuruh pasukan-nya untuk tetap menyerbu rusia yang di anggap sdh lemah. Sedangkan Rusia dengan pintarnya, mereka mundur secara teratur dan membakar2 kampung2/desa/ kota2, semuanya di bakar habis termasuk ladang2 / sawah2 / tempat2 &tempat2/gudang2 persedian makanan.
Sementara itu pasukan jerman tetap menyerbu sampai ke pedalaman rusia, dan winter sdh mulai mencapai puncaknya. Sedangkan pasukan konsumsi jerman yang untuk me-supply konsumsi untuk pasukan depan tertinggal jauh. Sehingga membuat pasukan jerman kelaparan dan kedinginan.
Setelah mereka menjadi lemah, pasukan rusia langsung menyerbu kembali( dari poland, chechoslawikije) dan mulai mengalahkan pasukan jerman, sehinga mereka terpukul kembali sampai ke jerman timur.
Dan di waktu bersamaan, america mulai turun tangan / ikut campur, karena jepang menyerang wilayah america ( Pearl Harbor).
Jadinya kalo jerman menunggu sampai musim semi baru mulai menyerang rusia, dan jepang tidak menyerang pearl harbor, saya rasa Jerman & Jepang tidak akan kalah di waktu PD II
kenjaykul-kul
21-05-2001, 05:29 PM
ya jelas dong orang sekutukan pinter dan cerdik...!!!::BBB:: bla bla bla
Vortex
27-05-2001, 04:26 PM
Originally posted by nebeng
Jadinya kalo jerman menunggu sampai musim semi baru mulai menyerang rusia, dan jepang tidak menyerang pearl harbor, saya rasa Jerman & Jepang tidak akan kalah di waktu PD II
nebeng, Hitler memang menyerbu Rusia di awal musim panas. Operasi untuk menyerbu Rusia dengan kode sandi: Barbarossa diluncurkan pada tanggal 22 Juni 1941, pada awal musim panas. Dalam campaign untuk menaklukan Rusia ini tercatat Hitler melibatkan 183 divisi untuk menghadapi 170 divisi Rusia.
Perang dgn Rusia ini berlangsung dari musim panas 1941 hingga musim semi 1944, jadi melewati tiga kali musim dingin. Namun ofensif Jerman yang terakhir dilakukan pada musim semi 1943 di Kursk dengan kode sandi: Operation Zitadelle. Operasi ini berhasil ditangkis dengan jitu oleh Rusia sehingga Jerman mengalami kekalahan besar, sejak saat itu mereka terus mundur dari Kursk hingga Berlin.
Mengenai apakah jika Jepang tidak menyerang Pearl Harbour apakah akan membuat Amerika tidak turun tangan hmmm.. ini memang akan selamanya jadi bahan diskusi yang menarik. Masalahnya untuk mengangkut hasil jarahannya di Asia Tenggara ke Tokyo, Jepang harus melewati Filipina dan untuk itu kekuatan Amerika di situ harus dilumpuhkan dulu. Rasanya mustahil Amerika akan membiarkan Jepang mengobrak-abrik Asia Tenggara (yg notabene adalah jajahan sekutunya). Juga harus diingat, bahwa dalam rencana Hakko Ichiu, Jepang memasukkan Hindia Belanda dan Filipina (yang adalah jajahan Amerika) dalam rencana mereka.
[diedit oleh Vortex, 27-05-2001, 04:31 PM]
zergling
28-05-2001, 08:40 AM
pada nonton 'rivals' di metrotv semalem nggak?
seru.. :D:D
hanityo
28-05-2001, 09:14 AM
Oi, gue nonton Rivals semalem... bagus juga, sayang aja kurang detil, sehingga kejadian2 lucu dan heroiknya ketutupan gara2 program itu cuma ngangkat profilnya Bull Helsey & Yamamoto (gue maklumlah, namanya aja acara Rivals)
tapi bagus koq... penyajiannya nggak berat sebelah (gak kayak buku Sejarah anak2 sd)
waktu gue transit di LA, gue sempet ngobrol sama veteran PDII yg dulu ditempatin di Guam.. wuih seru lho cerita2nya... apalagi setelah gue cerita kalo mbah gue juga dulu bertempur ngelawan Jepang di Semarang dan sekitarnya... dia tau2 yg cerita decoy2 yg dibikin oleh kadet2 Angkatan laut amerika dan gimana sandi2 angkatan laut jepang dikacoin dengan sandi2 palsu AS... pokoke seru deh...
tar kapan2 gue ceritain...
k ciao
krisna97
28-05-2001, 09:42 PM
Originally posted by UH_1
kalo AXIS menang nasib dunia sekarang kaya gimana ya ???
dibikin aja komiknya :D
Sapta Nugraha
17-06-2001, 07:32 PM
waah semakin seru nich kayaknya .. :) :)
Pengen ikutan tapi udah ngantukkk...:o
Hiram
17-06-2001, 08:00 PM
Kekalahan Jerman dan Jepang penyebabnya sangat klasik dan sama dengan penyebab runtuhnya beberapa Imperium di masa-masa sebelumnya ( bahkan dalam hal imperium ekonomi!) yaitu karena menjangkau terlalu jauh tapi tidak bisa maintain wilayah2 cakupan kekuasaannya.
Disamping itu pimpinan suatu imperium/negara agresor yang berhasil biasanya memiliki over-confident dan sense of invincibility yang berlebihan. Seharusnya Hitler memfokuskan dominasi kearah Atlantik utara lebih dahulu (Inggris) ketimbang membagi kekuatannya dengan masuk terlalu jauh ke wilayah Rusia. Setelah jatuhnya Perancis dan operasi evakuasi Dunkirk, sebenarnya pihak Inggris belum bisa mengkonsolidasi pasukan2 daratnya dan saat itu seharusnya Jerman mengadakan serbuan lintas udara ke London (lebih mudah lewat udara ketimbang melawan armada Inggris di selat Channel). Bila itu terjadi, maka Amerika tidak memiliki pijakan yang cukup dekat dengan Eropa daratan ( operasi Overlord tidak mungkin dilakukan tanpa pijakan Inggris ). Dengan begitu satu2nya front yang tersisa adalah mediterania dan Afrika Utara dimana Jerman memiliki Itali sebagai 'bumper' diselatan. Jerman seharusnya bisa berdamai dengan Rusia kemudian mengadunya dengan sekutu/Amerika dengan menggunakan perbedaan ideologi kedua negara yang amat kontradiktif.
Diatas segala perhitungan strategis, nafsu akan dominasi dalam diri Hitler merupakan penyebab utama kehancuran Jerman.
The Third Reich (imperium ketiga) sengaja dibuatnya berdasarkan inspirasi 1st Reich ( Charelemagne ) dan 2nd Reich ( Frederic Barabarossa ) untuk mengembalikan kekuasaaan Jerman Raya atas Eropa seperti dua imperium terdahulunya. Hitler bahkan pernah menguasai wilayah yang jauh lebih besar dari kedua pendahulunya namun berbeda dari zaman pertengahan, di abad ke duapuluh selain Eropa masih ada satu kekuatan lagi yang harus diperhitungkan yaitu AMERIKA.
Hal yang sama terjadi terhadap Jepang di Asia ( selain soal potensi alam yang kurang ). Semangat Bushido dan cara Samurai ternyata tidak bisa diterapkan diluar tanah Jepang.
[diedit oleh Basten4eva, 17-06-2001, 08:03 PM]
Vortex
17-06-2001, 08:48 PM
Basten4eva, kan Jerman memang akan menyerang Inggris dengan operasi Amphibi, yaitu Operasi Sea Lion. Tapi agar operasi ini sukses, Jerman harus memiliki air supremacy terhadap Inggris, dan untuk itu rencananya ialah menghancurkan seluruh RAF Fighter Command dalam dua minggu. Ini akan dicapai dengan Operasi Adlertag. Tapi kan yang kita lihat operasi Hari Rajawali ini menghasilkan The Battle of Britain yang terkenal itu, yang mana Luftwaffe yang jauh lebih superior kalah melawan RAF.
Sementara kalau dipikir-pikir kemenangan RAF yang menjadi salah satu turning point dalam perang dunia II ini justru karena keunggulan taktis: Radar, dan bukannya keunggulan strategis
Hiram
18-06-2001, 04:44 AM
Justru itu, seharusnya Jerman melakukan Blitzkrieg lewat udara dengan serangan lintas udara besar-besaran seperti yang mereka lakukan di Mediterania.
zergling
18-06-2001, 09:21 AM
Originally posted by Basten4eva
Justru itu, seharusnya Jerman melakukan Blitzkrieg lewat udara dengan serangan lintas udara besar-besaran seperti yang mereka lakukan di Mediterania.
maksudnya pake paratrooper gitu? tapi kan tetep musti ada air supremacy dong :)
menurut gue sih kenapa Hitler b ego malah ngebom-bomin London.. mendingan ngebom airfield-airfieldnya RAF aja.. dasar Hitler b ego..
al_farisi
18-06-2001, 11:47 AM
jepang terlalu gegabah...n maruk!!kekuasaan ::devil::
::toeng:: ::jagoan2:: ::love::
Vortex
18-06-2001, 11:49 AM
Originally posted by Basten4eva
Justru itu, seharusnya Jerman melakukan Blitzkrieg lewat udara dengan serangan lintas udara besar-besaran seperti yang mereka lakukan di Mediterania.
Operation Marita maksud elo? Operasi Blitzkrieg untuk merebut Yunani setelah Italia stagnant di sana. Operasi ini sukses seperti juga Blitkrieg di Eropa. Tapi harus diingat karena bahwa resep suksesnya Blitzkrieg ialah dua hal: Mechanized Infantry, dalam hal ini divisi panser Jerman dan Artileri terbang alias pesawat tempur dengan didukung oleh ground attack aircraft. Tanpa ini, Blitzkrieg akan gagal seperti terlihat di front Rusia (Jerman bisa memiliki supremasi udara tapi gagal menggerakkan divisi pansernya sesuai jadwal).
Senjata utama Blitzkrieg Jerman secara lebih spesifik ialah Panzerkampfwagen IV tipe D untuk medium tank, Junker 87 Stuka untuk pesawat pembom tukiknya, dan Messerchmitt Bf-109 untuk pesawat penyergapnya. Secara sederhana konsepnya ialah menggunakan Bf-109 untuk melumpuhkan pesawat tempur lawan, menggunakan Stuka untuk membom tank-tank lawan, dan setelah medan perang bersih, Panzer IV akan maju untuk menduduki wilayah musuh.
Di hampir semua medan, termasuk Rusia pada awalnya, Stuka adalah senjata yang mematikan. Dalam memoirnya, Charles De Gaulle (yang kelak Presiden Perancis tapi saat itu adalah komandan pasukan Tank Perancis) bahwa sekalipun tank mereka (Perancis) lebih unggul dalam hal firepower, mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena Stuka mampu menghancurkan Tank mereka satu demi satu dengan presisi yang mematikan. Perancis, Rusia, dan Yunani memang tidak bisa berbuat apa-apa menghadapi Stuka tapi Inggris adalah medan di mana Stuka keok. Ketidakmampuannya untuk terbang cepat membuatnya menjadi mangsa empuk Spitfire dan Hurricane Inggris, sehingga jelas bahwa untuk bisa mengerahkan divisi lintas udara ataupun kapal pendaratnya, udara harus bersih dari pesawat musuh dan di situlah Jerman gagal
zergling, Jerman membom kota-kota Inggris sebagai balasan atas pemboman kota-kota Jerman oleh bomber Inggris, sementara Inggris membom kota-kota Jerman karena suatu insiden bodoh di mana sebuah He-111 Jerman salah membaca peta dan menjatuhkan bomnya tepat di East London. (Baca: Their Finest Hour: The Battle of Britain)
Vortex
18-06-2001, 11:52 AM
tambahan: zergling mungkin maksud Basten bukan paratrooper tapi operasi amphibi kali'. Marita kan operasi amphibi.
Operasi lintas udara dengan paratrooper dijalankan oleh Jerman untuk merebut Crete. Operasi di bawah pimpinan General Student itu menerjukan fallschirmjaegger (para Jerman) untuk merebut Crete dari Inggris. Operasi itu sukses dengan jumlah korban di pihak Jerman yang sangat spektakuler sehingga Student menyebut Crete sebagai kuburan pasukan para Jerman
zergling
19-06-2001, 10:31 AM
Originally posted by Vortex
zergling, Jerman membom kota-kota Inggris sebagai balasan atas pemboman kota-kota Jerman oleh bomber Inggris, sementara Inggris membom kota-kota Jerman karena suatu insiden bodoh di mana sebuah He-111 Jerman salah membaca peta dan menjatuhkan bomnya tepat di East London. (Baca: Their Finest Hour: The Battle of Britain)
ah ya.. lucu juga ya.. coba gak ada pilot bodoh jerman yang salah baca peta.. mungkin inggris gak bakal ngebom kota jerman dan jerman juga gak bakal ngebom london tapi ngebom pangkalan udara RAF dan RAF ancur semua dan Operation Sea Lion berhasil dan.. dan.. dan.. :D:D:D
Capunk
20-06-2001, 02:26 AM
dan AXIS menang......:D:D:D
vBulletin® v3.7.0, Copyright ©2000-2008, Jelsoft Enterprises Ltd.