PDA

View Full Version : Tekhnik Pertambangan


guntureko
20-08-2001, 04:06 PM
Hai, langsung aj aya kakak2 mahasiswa, aku masih kelas 2 smu nih sekarang, dan nantinya punya cita cita apabila melanjutkan ke kuliah memilih jurusan tekhnik pertambangan, nah yang aku minta tolong, cerita dong gimana tekhnik pertambangan itu, suka dukanya apa, dan gimana supaya bisa masuk disana, please....soalnya penting banget ::maap::, atau ada kakak2 di [KG] ini yang kuliah di pertambangan? tolong ya ::jreng::

makasih.....::jreng::::jreng::

cityhunter
20-08-2001, 04:54 PM
menghilangkan jejakk
[diedit oleh cityhunter, 04-09-2001, 05:34 PM]

guntureko
20-08-2001, 05:00 PM
Originally posted by cityhunter
guntur, berhubung elo rada porn (cerita syuuurrrr)
mending ambil elektro aje kayak abang....
....
....
*nanti kita tuker tukeran koleksian, okeeehhh...!!!!*
enak aja, itu kan cuma iseng huuuu::BBB::::BBB:: gue getox lo!! ::toeng:: serius dong [prof] atau kita berantem nih ::mampus::[hou] hahahah :D:D:D

cityhunter
20-08-2001, 05:05 PM
jejak menghilang
[diedit oleh cityhunter, 04-09-2001, 05:35 PM]

guntureko
21-08-2001, 03:09 PM
Originally posted by cityhunter
iya dehh serius nihh,...
prospeknya untuk pertambangan bagus kok,
cuman kerjanya lo mesti betah di tempat terpencil,..
gara gara pertambangan yang butuhin adalah perusahaan minyak, maka (seperti banyak orang ketahui) gajinya juga lumayan gede,...
tapi itu untuk prospek sekarang sekarang,..
pikirin aja, apakah 20 tahun lagi masih banyak lapangan buat ahli pertambangan tersedia (di dalam negeri),..
gue sendiri enggak tau prospeknya gimana...
yang pasti, untuk jadi orang pertambangan, harus enggak bosenan,...
....
nah kalo elektro kan enak,...
ha ha haaaa.....


apaan kak enaknya ::bingung::

hchan122
21-08-2001, 11:08 PM
teknik pertambangan ? apa masih ada ? just kiddin tapi serius koq, gue alumni Perminyakan, dan menurut rencana (itu juga dari kabar burung), bukannya perminyakan dan pertambangan (khusus ITByo) bakal digabung udah? jd mineral? dan rencana ini sih lebih bagus menurut gue, jadinya bagi anak2 baru, bukan aja tau minyak ato tambang doank, tapi dua2nya.
Prospek? hmm, gua baru ngajuin topik baru di Kafe gaul juga, judulnya kapan sih minyak indo habis? ya sory aja abis alumni minyak, kalo mau tanya aja lagi kapan sih emas indo habis? nah, kita bahas prospek disono ok? kalo soal lapangan kerja, gua sampe skg bisa bilang ok ok aja, belum parah, cuman masalahnya nih, anak2 jurusan lain ini yg perlu kita tendang dan usir, hehe, soalnya ikut2an masuk lapangan kerja minyak, contoh? itu tuh anak elektro ama mesin, hidup mineral !!!

cityhunter
24-08-2001, 03:00 PM
susah payah menghilangkan jejak
[diedit oleh cityhunter, 04-09-2001, 05:35 PM]

surya_
24-08-2001, 09:28 PM
Mendingan ambil elektronika/komputer. Lama-lama kerjaan enginer tambang bakal diambil alih sama sistem komputer, manusia tinggal jadi operatornya doang.. :D
Ilmu tambang mah ilmu masa lalu, kalo elektro/komputer, perkembangan dan masa depannya gak terbatas... :D
Ini abad elektronika dan informasi, bukan zaman batu.. :D:P

hchan122
24-08-2001, 11:34 PM
tak setuju dengan pendapat surya
walaupun seberapa canggihnya sistem komputer/elektro, kita hrs ingat bahwa di indo bahan kekayaan alam itu masih milik negara, dan tujuan negara mengelola selain buat dapatin devisa adalah juga menyediakan lapangan padat karya (tenaga kerja) jadi walaupun sistem komputer/elektro sudah canggih sekali, tetap saja lapangan kerja akan terbuka di bidang pertambangan sendiri. Jadi buat yg mau ngambil pertambangan, tenang2 aja, lapangan kerja pasti bakal tersedia buktinya teknik pertambangan dan minyak sudah survive krisis ekonomis tahuan 98, elektro ? gagal survive kan? di itb aja di tahun 98-2000, mahasiswa baru yg masuk teknologi mineral melonjak dan menempatkan teknik perminyakan di urutan ke -3 nah ? masih perlu bukti ? :)

surya_
25-08-2001, 06:12 AM
Gue justru bicara dari pengalaman gue kerja di pertambangan...sekarang aja gue kerja di pertambangan asing juga, kok. :) Sebelumnya gue udah pernah ngerasain tambang minyak/gas Exxon Mobil, and salah satu pertambangan emas besar di Indonesia. Perusahaan seperti itu sudah lama mempunyai planning untuk menggantikan tenaga manusia dengan tenaga mesin-mesin robotik berbasis komputer untuk lokasi-lokasi tambang yang terpencil (remote area). Safety first merupakan issue utama di perusahaan tambang, dan mereka bisa meminimalkan itu dengan menggunakan teknologi elektronika / komputer yang maju.
Perusahaan induk tempat gue bekerja sekarang, menggali material hingga 400-1000 meter di bawah tanah, and semua peralatan mekanis digantikan oleh robot-robot yang dikontrol dari control station di permukaan bumi oleh operator.
Untuk memonitor pergerakan truk-truk besar (haul truck / dump truck), sudah digunakan teknologi Global Positioning System/GPS) yang bisa dimonitor 24 jam dari control station.

Untuk analisa deposit atau cadangan baru, sudah menggunakan teknologi satelit (penginderaan jarak jauh), dan datanya diolah oleh workstation berkecepatan tinggi. Banyak tenaga manusia yang dielimir oleh komputer. Untuk proses procurement/warehousing, umumnya perusahaan tambang besar sudah menggunakan software terintegrasi untuk memotong jalur distribusi and inefficiency cost. Untuk berhubungan dengan buyer/supplier, perusahaan tambang sedang sangat serius untuk mempertimbangkan suatu e-marketplace denganmenggunakan teknologi Internet (E-commerce). Gue punya slide lengkap dari banyak perusahaan tambang besar di dunia, hasil konfrensi mereka untuk melakukan studi serius tentang aplikasi e-commerce di mining/oil company.
Jadi suka atau tidak, tenaga manusia akhirnya akan banyak dieliminir oleh teknologi yang free of risk, dibanding tenaga manusia yang masih menyimpan potensi human error.

Soal banyak yang exist saat krismon, itu sangat relatif, Om.
Saat ini jumlah lulusan sarjana Teknik Elektro/komputer terlalu banyak, dan sebagian besar dengan kualitas sangat meragukan untuk bisa bersaing di perusahaan asing. Sedang Sarjana pertambangan, berapa orang kah di Indonesia??
Kalo yang jadi tolak ukur adalah rasio antara jumlah saraja yang bekerja dengan jumlah total sarjananya, ya jelas aja tambang lebih tinggi.
Tapi kalo yang diambil jumlahnya, T. Elektro / komputer jauh lebih besar. :)
Satu lagi sisi menarik dari jurusan berbau industri seperti Elektro / komputer, dengan keahlian di bidang ini mereka bisa untuk menjadi enterpreuner atau bisa jadi pengusaha/memiliki perusahaan sendiri, karena bidang yang dicover t. elektro atau komputer sangat luas, mulai dari yang bersifat sangat teknis / high tech hingga bersifat applikasi sederhana di masyarakat. Kalau tambang, bagaimana? Hampir seumur hidup mereka akan menghabiskan waktu di tempat terpencil karena tidak banyak alternatif lain yang bisa mereka pilih (gue tau banget, soalnya di tempat gue sekarang kerja, banyak rekan-rekan dari Mining Dept. atau Geology dept. yang nyesal kenapa nggak ambil elektro/komputer - yang bisa kerja di luar negeri).
Kalo soal jurusan di perkuliahan, setahu gue dari semua universitas / institut terkemuka di Indonesia, T. Elektro dan Informatika selalu menduduki skor tertinggi untuk passing grade-nya dibandingkan dengan jurusan lain. Ini faktanya kok... :)

hchan122
25-08-2001, 01:09 PM
nah surya
jangan salah donk, kita jangan melihat situasi dalam negara aja, emang sih di exxon mobil sudah tergolong perusahaan asing, tapi... apakah surya pernah melihat kenyataan di negara asing ??? saya sendiri skg kerja di Centrilift di US, nah, emang sih semua serba otomatisasi, tapi tidak tepat kalo kita bilang bahwa lebih baik masuk T. Elektro aja karena lapangan kerja banyak, dsbnya, tidak tepat donkk !!! bahkan di US sendiri, justru T. Elektro dan Informatika itu yang lagi down dan di lay-off besar2an, nah, emang rasio sarjana tambang dan elektro tak bisa dibandingkan, satu kecil satu besar sekali, tapi... yg kecil kecil ini kan kualitasnya beda dibandingkan yg besar tuh, :), dlm arti kualitas pendidikan pertambangan/mineral di indonesia itu sudah cukup OK dan bisa bersaing di luar negeri, tapi kualitas T. Elektro ato informatika ??? Belum tentu !! Itu bedanya, makanya saya masih menganggap bahwa adik2 yg pingin masuk pertambangan itu tidak perlu sampe menguatirkan lapangan kerja, lapangan kerja itu tetap akan ada, tidak perlu takut digantikan oleh tenaga mesin/komputerisasi, komputerisasi emang akan berjalan, tapi saya percaya tidak akan sanggup menggantikan tenaga adik2 ini. Terus, soal enterprenuership, rasanya tidak adil kalo kita tidak bilang bahwa enterprenuership itu bukan untuk semua orang, karena org juga harus punya jiwa itu baru bisa enterprenuership, jadi kalo anak tambang sendiri punya jiwa seperti itu, niscaya dia juga bisa solo karir sendiri di luar bidang tambang, iya kan ? tak harus aja anak elektro/informatika, buktinya ? anak ITB baik itu Tambang ato perminyakan lulusan taon 90-92-an ketika jamannya krisis harga minyak, kebanyakan berwiraswasta sendiri, nah ??? lapangan kerja ? ya tetap ada donk !!!

guntureko
25-08-2001, 02:33 PM
makasih ya semua :):)

surya_
25-08-2001, 05:01 PM
Originally posted by hchan122
nah surya
jangan salah donk, kita jangan melihat situasi dalam negara aja, emang sih di exxon mobil sudah tergolong perusahaan asing, tapi... apakah surya pernah melihat kenyataan di negara asing ??? saya sendiri skg kerja di Centrilift di US, nah, emang sih semua serba otomatisasi, tapi tidak tepat kalo kita bilang bahwa lebih baik masuk T. Elektro aja karena lapangan kerja banyak, dsbnya, tidak tepat donkk !!! bahkan di US sendiri, justru T. Elektro dan Informatika itu yang lagi down dan di lay-off besar2an, nah, emang rasio sarjana tambang dan elektro tak bisa dibandingkan, satu kecil satu besar sekali, tapi... yg kecil kecil ini kan kualitasnya beda dibandingkan yg besar tuh, :), dlm arti kualitas pendidikan pertambangan/mineral di indonesia itu sudah cukup OK dan bisa bersaing di luar negeri, tapi kualitas T. Elektro ato informatika ??? Belum tentu !! Itu bedanya, makanya saya masih menganggap bahwa adik2 yg pingin masuk pertambangan itu tidak perlu sampe menguatirkan lapangan kerja, lapangan kerja itu tetap akan ada, tidak perlu takut digantikan oleh tenaga mesin/komputerisasi, komputerisasi emang akan berjalan, tapi saya percaya tidak akan sanggup menggantikan tenaga adik2 ini. Terus, soal enterprenuership, rasanya tidak adil kalo kita tidak bilang bahwa enterprenuership itu bukan untuk semua orang, karena org juga harus punya jiwa itu baru bisa enterprenuership, jadi kalo anak tambang sendiri punya jiwa seperti itu, niscaya dia juga bisa solo karir sendiri di luar bidang tambang, iya kan ? tak harus aja anak elektro/informatika, buktinya ? anak ITB baik itu Tambang ato perminyakan lulusan taon 90-92-an ketika jamannya krisis harga minyak, kebanyakan berwiraswasta sendiri, nah ??? lapangan kerja ? ya tetap ada donk !!!

Haha..jadi menarik juga nih diskusinya.. :)
Untuk lapangan kerja, memang teknik pertambangan lebih besar untuk dapat kerja di Indo, soalnya setahu gue, sejauh ini T. Pertambangan/Perminyakan sangat terbatas (mungkin cuma ITB dan UPN-Yogya yang bagus). Dengan jumlah saingan yang sangat sedikit, kemungkinan mendapat kerja jelas lebih besar.
Satu yang gue sangat tidak suka di Indonesia saat ini, adalah terlalu banyaknya jurusan T. Elektro atau Informatika dengan kualitas yang sangat meragukan. Akibatnya ya itu, mutu lulusannya juga di bawah harapan.
Soal enterpreuner, memang benar juga sih...yg pertama harus dimiliki adalah jiwanya dulu. Jadi ingat si Arifin Panigoro yang sarjana Elektro, malah terjun ke industri perminyakan.. :D
Bener juga kalo di US ( mungkin juga di dunia), terjadi lay-off besar-besaran tenaga IT. Tapi itu umumnya kan staff yang tidak terkait langsung dengan bisnis inti perusahaan. Apakah Cisco akan memecat core engineernya saat ini? Apakah Intel akan memPHK design engineernya saat ini? Kebanyakan dari mereka yang dipecat justru bukan orang-orang yg backgorundnya dari IT atau elektro, tapi dari marketing dan sejenisnya. Orang-orang yang kompeten tersebut, justru merupakan asset inti perusahaan tersebut.
Gue ingat ucapan Bill Gates dalam bukunya, The Road Ahead, untuk meruntuhkan Microsoft itu sebetulnya gampang saja, cukup ambil 20-30 developer/programmer terbaik mereka, bakal kelimpungan :D
Kalo soal kenyataan di negara asing, gue nggak pernah lihat lama...cuma 2-3 bulan saja. Tapi itu bukan alasan kuat untuk industri tambang, karena gue yakin standard teknologi yang mereka gunakan pasti sama di seluruh operasi mereka di dunia.


[diedit oleh surya_, 25-08-2001, 05:04 PM]

hchan122
26-08-2001, 11:20 AM
nah, kali ini saya setuju dengan surya,
emang bener, kita tak bisa ambil sesuatu sebagai patokan gitu lho, jadi maksud saya dari awal adalah kalo tidak adil kita lsg bilang bahwa teknik pertambangan/perminyakan tidak akan memberikan prospek yg lebih bagus dibandingkan t. elektro ato informatika. Menurut saya, semua jurusan itu ada bagusnya, ada kelebihan dan ada kerugiannya, tapi itu juga tergantung kita kembali sebagai yg kuliah di jurusan itu, jika kita punya spirit buat sesuatu, saya percaya selalu kalo kita pasti bisa manfaatkan ilmu yg telah kita dapatkan itu dgn sebaik baiknya. Soal lay off besar2an, ada benernya juga, bahwa lay off tersebut tidaklah/agak jauh beruhubngan dgn core inti perusahaan, tapi kita juga tidak bisa mungkir kalo sarjana2 T. elektro ato T. info, berapa sih yg bener2 bisa mendapatkan pekerjaan di core inti perusahaan ? saya percaya kalo banyak juga sarjana elektro ato informatika yg kerjanya malah di bidang marketing dll di perusahaan IT gituan, bener ngga ?
soal kualitas sarjana2 T. Elektro di indo, saya setuju berat, bahwa kualitas lulusan sarjana TE atao IT di indo belum akan sanggup bersaing di pasaran internasional, jangankan pasaran internasional dee, pasaran di indo aja, kalo disuruh bersaing dgn lulusan LN ? hmm, diragukan, bener ngga kang surya ? :)
tapi kalo sarjana pertambangan/mineral gitu, saya sendiri yg sudah mencicipi both pendidikan perminyakan di dalam dan di LN, itu berani bilang bhw lulusan perminyakan/pertambangan kita itu tidak akan kalah bersaing koq. Jadi, buat yg ngajuin pertanyaan, hahaha, guntureko sendiri, ya beginilah jawaban dari kita berdua kali ye ? mudah2an bisa bantuin kamu buat make up your mind. Perasaan si guntureeko juga dah tak tahan liat diskusi kita berdua yang rasanya panas kali ? hahaha

guntureko
26-08-2001, 01:42 PM
enggak sih kak, malah berasa terima kasih bgt dah dikasih informasi sepanjang ini....tapi bagaimanapun kalau tekhnik informatika, saya sama sekali gak tertarik..:) tapi kak, bisa dikasih tau gak dimana aja univ yang ada fak.pertambangannya??? :) :)

hchan122
26-08-2001, 11:33 PM
guntureko

soal universitas dimana aja saya sendiri kurang tau, tapi yg jelas di itb ada. Kalo perminyakan, setahu saya di indo cuman 2 univ yg ada jurusan itu, yaitu di univ. islam riau, itb dan trisakti. Ohya, kalo pertambangan, tak salah di medan ISTP juga ada, institut teknologi pardede kalo tidak salah. Gimana pendapat surya sendiri ?

surya_
27-08-2001, 07:05 AM
Setahu gue untuk T. Perminyakan ada di ITB, Trisakti dan UPN Yogya (mungkin).
Untuk Teknik Pertambangan, yang pasti ada di ITB dan UPN Yogyakarta.
Untuk T. Geologi, ada di ITB, UGM dan UPN Yogyakarta.
Untuk Teknik Metalurgi, ada di UI.
Mungkin ada beberapa Universitas yang sudah membuka jurusan-jurusan di atas akhir-akhir ini.

surya_
27-08-2001, 07:12 AM
Originally posted by hchan122
soal kualitas sarjana2 T. Elektro di indo, saya setuju berat, bahwa kualitas lulusan sarjana TE atao IT di indo belum akan sanggup bersaing di pasaran internasional, jangankan pasaran internasional dee, pasaran di indo aja, kalo disuruh bersaing dgn lulusan LN ? hmm, diragukan, bener ngga kang surya ? :)
tapi kalo sarjana pertambangan/mineral gitu, saya sendiri yg sudah mencicipi both pendidikan perminyakan di dalam dan di LN, itu berani bilang bhw lulusan perminyakan/pertambangan kita itu tidak akan kalah bersaing koq. Jadi, buat yg ngajuin pertanyaan, hahaha, guntureko sendiri, ya beginilah jawaban dari kita berdua kali ye ? mudah2an bisa bantuin kamu buat make up your mind. Perasaan si guntureeko juga dah tak tahan liat diskusi kita berdua yang rasanya panas kali ? hahaha

Bang chan, mungkin untuk beberapa universitas dengan SDM manusia yang bagus, justru kualitas sarajana TE dan Informatika kita tidak kalah kelas dengan negara-negara termaju sekalipun. Seperti rekan-rekan Mhs dari ITS dan ITB yang berulang kali memenangkan lomba bertaraf International , misalnya lomba design robot, kreatitivitas merancang sistem elektronis, dll. Dan untuk tenaga IT, cukup banyak orang-orang Indo yang dihire di negara lain. Kekurangan yang paling menyolok, menurut gue, adalah kemampuan bahasa Inggris yang sangat rendah, akibatnya susah komunikasi kalo kerja di luar Indo. :)
Gue udah pengalaman banget kerja dengan expatriate, yang computer knowledgenya luar biasa guoblog.. :D

cityhunter
27-08-2001, 09:46 AM
jejakku ku hapus
[diedit oleh cityhunter, 04-09-2001, 05:37 PM]

hchan122
28-08-2001, 10:59 AM
Hahaha, mas surya, nah ini nih salah kita kita selama ini, jika kita perhatikan ya, yang namanya expat yg kerja di indo, emang tolol, saya setuju dgn itu, karena saya juga pernah bekerja dgn mereka di indo, dan itulah sebenernya sikap org2 barat itu, yg pinter2 itu tidak mereka expor ke luar negeri mereka, mereka keep disini, yg diekspor itu yg rada t... dsbnya, dan inilah yg kita liat di indo. Nah, jika kita sendiri terlena dgn hal ini, dalam arti kita meliat bhw org bule aja yg kerja di indo tolol, nah, kapan sih kita bisa maju ? karena kita selalu membandingkan diri kita dgn mereka yg diindo ?? padahal ?? kita belum pernah membandingkan diri dgn org barat yg sebenernya yg tenaga2 ahli mereka dikeep dgn rapinya disini, ini yg namanya peng-alihan teknologi yg cermat, beda dgn pengalihan teknologi yg diterapkan bgs kita sendiri yg dimana tujuannya emang baik biar teknologi barat bisa dipindahkan ke negara sendiri, tapi sering sekali terbentur dgn satu hal, ahli ahli teknologi kita malah lari keluar negeri karena apa ?? gaji mbok !!! beda gaji yg terlalu besar !! jadinya bukan pengalihan teknologi ke negara yg terjadi, malah pelarian org2 pinter ke luar negeri ! salahkah org2 itu ? well, tidak juga, karena toh mereka adalha individual, terus salah siapa donk ??
emang bener, mahasiswa2 ITS ato ITB dsbnya byk yg mengikuti kegiatan internasional dan memperoleh penghargaan, namun saya ingin tanyakan sesuatu, itu kan hanya segelintir, bener tidak ? Stalin pernah bilang, kuantitas itu membuat kualitas..., jika di indo hanya 10 org, mungkin di luar negeri, ada 1000 org ahli, compare that ! tak bisa berimbang kan ??
anyway, buat mas citihunter, emang bener sih, banyak anak tambang dulunya pada lari ke elektro, saya sendiri hampir menjadi salah satu contohnya, berencana lari dari perminyakan ke elektro, tapi kemudian diurungkan, dan saya bisa bilang bhw saya skg tidak menyesal karena tidak lari ke elektro, soalnya kesempatan di semua bidang itu tetap ada, as long kita bisa memanfaatkannya, kesempatan dlm kesempitan......

cityhunter
04-09-2001, 05:38 PM
yuuppp...
pilihan adalah hak pribadi masing masing..

surya_
23-12-2001, 06:53 PM
Berhubung ada yg nanya T. Pertambangan, ini gue angkat lage.. :)

steinhart
23-12-2001, 07:03 PM
makasih kak surya_