andjani
07-09-2001, 01:04 AM
Masihkah guna bicara,
Jika untaian kata hanya mengundang luka,
Sementara hati kita sudah sedia parah
menanggung selaksa kecewa
dan seribu duka terpendam
teramat dalam….
Masihkah guna merujuk,
Jika rajukan yang ada hanya mengalirkan darah
yang mengalir tanpa henti
pekat dan merah
hangat memikul lebam
yang teramat sakit….
Masihkah guna memohon maaf
jika maknanya sudah tiada
engkau melakukannya terlalu kerap
atas kesilapan berulang-ulang
menjadikannya tempat pelarian
sekedar mainan kata-kata
yang esensinya teramat murah
Masihkah guna sesal,
jika segalanya sudah pekat
rasanya tak mungkin berpaling lagi
menyambung suatu kebodohan
karena kisah yang berlaku
tak ada lain selain egomu
yang tergambar nyata…
Masihkah ada gunanya?
Jika untaian kata hanya mengundang luka,
Sementara hati kita sudah sedia parah
menanggung selaksa kecewa
dan seribu duka terpendam
teramat dalam….
Masihkah guna merujuk,
Jika rajukan yang ada hanya mengalirkan darah
yang mengalir tanpa henti
pekat dan merah
hangat memikul lebam
yang teramat sakit….
Masihkah guna memohon maaf
jika maknanya sudah tiada
engkau melakukannya terlalu kerap
atas kesilapan berulang-ulang
menjadikannya tempat pelarian
sekedar mainan kata-kata
yang esensinya teramat murah
Masihkah guna sesal,
jika segalanya sudah pekat
rasanya tak mungkin berpaling lagi
menyambung suatu kebodohan
karena kisah yang berlaku
tak ada lain selain egomu
yang tergambar nyata…
Masihkah ada gunanya?