View Full Version : dunia
secretweapon
03-10-2001, 02:44 PM
kita hanya katalis
hidup mati -kenangan
semuanya dunia dunianya semua
cinta benci -hubungan, korelasi
tarik ulur, ombang ambing
rindu bosan -jet coaster emosi
fisi fusi, ledakan, remukan
hujan bermain-main dipayungi mendung
kucing berjemur di loteng
daun mengurai, tanah
halilintar merangkul bumi
reaksi reaksi reaksi
kita hanya katalis
kita hanya katalis
don_juan79
04-10-2001, 01:02 AM
dunia mulai penuh kebohongan
mengapa kita tetap tertawa
dunia mulai penuh kelicikan
mengapa kita diam tak tau mengapa
adakah hati yang terpanggil
merapikan dunia yang sudah terpental
jangan kita setengah hati
sepenuh hatilah untuk berdamai
sepenggal puisi diatas juga gue persembahkan untuk menyikapi keadaan di afganistan
gaknyambungblas
04-10-2001, 02:53 PM
dunia oh dunia
mengapa oh mengapa
bak kata remy silado
itu semua pertanyaan bebal
dunia panggung sandiwara
dunia cuma permainan
lantas mengapa kita semua
terlalu serius menyikapinya?
atau kita memang bebal
bermain dengan kesengsaraan
dan terus menanyakan
pertanyaan bebal "mengapa"?
agitristam
04-10-2001, 03:47 PM
dunia adalah
semangat ide dan dengungan wacana
bertumbukan dalam kepentingan berbeda
dunia adalah
rasa dan empati
bergandengan tangan bahu-membahu
dunia adalah
timbunan sampah dan potret keindahan
saling berebut tempat
lagu merdu dan sumbang
beraccapela silih-berganti
dunia adalah
aku dan kamu
dalam proses interaksi tak berujung
secretweapon
04-10-2001, 05:27 PM
laba-laba kecil terburu-buru
pintal-tisik-simpul
langit mulai menggelegak
cepat! cepat!
awan-awan mual bertengger diatas sana
sesekali mengeluarkan suara sendawanya
cepat! cepat!
dahan-daun tertekuk, bergoyang kecil
sekali lagi suara langit menggelegak
dan tetes-tetes perdana jatuh
cepat! cepat! terus benang-benang saliva
jika tak selesai sekarang, takkan pernah.
secretweapon
07-10-2001, 03:59 AM
wahai dunia,
apa kabarmu hari ini?
masih kita berdua menunggu fajar
dan tutupan malam, intipan mentari
wahai dunia,
apa semua baik saja?
masihkah awan akan berkejaran?
dan lumut di kaki pohon berserakan
wahai dunia, terima kasih
aku masih ada disini
memang, sangat terasa hampanya hati
kuharap terpenuhi oleh wanginya rumput pagi
bolehkah aku meminta?
jabarkan makna yang termaktub pada mimpi
titahkan halimun membawa pesanku untuknya
dan tolong pintakan pada sang surya
jangan bangunkan aku bila sedang mimpi kubertemu dengannya
serenity
08-10-2001, 12:53 PM
maybe you should look at the worldnya carminaburana....isinya bagus - bagus deh.. :)
secretweapon
09-10-2001, 12:19 AM
sang raja murka
kalap!
ada yang menimpuk lumbung istananya dengan kotoran sapi
lalu ia panggil perdana menteri, punggawa istana, dan para jenderal, para abdi dalem pun tak kalah suara.
"sebuah desa di tepi kerajaan,
pasti penjahatnya disana!" kata sang raja
matanya merah, pipinya kembang kempis, badannya berkeringat menahan kalap.
dia ambil tombaknya, dia keluarkan kudanya dari istal, kereta perang dipoles mengkilap.
kepala desa kelimpungan
"bagaimana ini?" katanya
"bisa apa yang kita buat?"
terlambat, semua terlambat
tentara kerajaan sudah tiba
kilapan tombak-tombak mereka menyilaukan
walaupun mata-mata mereka penuh ragu
walaupun mereka juga bertanya di benaknya
setelah tabuhan genderang perang subuh itu
semua berubah
dan apa yang bisa dilakukan sekarang oleh sang kepala desa?
tak ada, dia tak berdaya
sama tak berdaya dengan angin yang tak kuasa memindahkan bayangan
secretweapon
09-10-2001, 12:21 AM
Originally posted by serenity
maybe you should look at the worldnya carminaburana....isinya bagus - bagus deh.. :)
minta URL nya dong.. abis gua udah coba cari pake search kaga ketemu2 niiih...
secretweapon
09-10-2001, 12:35 AM
jalan cemara di minggu pagi
aku belum tidur.
badan rasanya berat sekali. kepala lebih berat lagi
kuangkat kursi dari ruang tamu ke teras
lalu kududuk disana
langit masih gulita biru, suara jangkrik masih terdengar perlahan
satu-dua becak berangkat mengais rejeki
orang-orang lari pagi pakai baju warna warni.
udara masih segar, dan aromanya itu
aroma rumput basah, aroma terbangunnya alam
suara radio terdengar di kejauhan
atap-atap mobil dipenuhi bijih-bijih embun
langit mulai benderang
lampu taman dimatikan
dan aku masih belum juga bisa tidur
08okt01 06.15 pagi
don_juan79
09-10-2001, 01:49 AM
dunia oh dunia
tempat kita berpijak
tempat kita berteduh
berubah drastis
perang mulai berkecamuk
banyak yang menangis
banyak pula yang malah tertawa
wahai dunia, kuingin damai sejahtera
secretweapon
09-10-2001, 08:58 PM
wah mas don concern juga ya sama keadaan di afghan?
kasian rakyat2nya, talebannya sendiri terus terang gua juga kurang suka. tapi ya sudahlah, mari kita teruskan saja
keindahan
aku rasa keindahan tidak hanya ada di hal-hal megah
seperti pelangi, bulan, matahari, atau bintang gemintang
keindahan yang aku lebih suka adalah justru yang kecil dan sederhana yang mengisi ruang diantara mereka.
aku lebih suka memperhatikan suara jangkrik di waktu malam
atau karat yang memakan tiang lampu pelan-pelan
atau wajah kucing yang mendengkur dalam tidurnya
atau pola diatas tumpukan kertas yang melengkung-lengkung
terkena air yang bocor dari langit-langit
atau lumut yang tumbuh di kaki-kaki pohon
seperti juga pada dirimu,
aku suka cara rambutmu jatuh keatas dahimu, dan cara rambutmu luput dari ikat rambutmu, jatuh menggapai-gapai pundakmu .
secretweapon
10-10-2001, 01:05 PM
Tunas Daun
tunas daun di pucuk pohon tua mempunyai sebuah mimpi
sebuah mimpi kecil yang ia bawa sejak sang biji baru jatuh ke tanah, dan mengandungnya.
mimpi kecil yang membuatnya berluapan akan semangat
hingga ia, walau kecil, mampu tegak berdiri
bahkan terkadang bergoyang menari
kemudian pada suatu sore, kerinduannya terpenuhi sudah
ia bertemu dengan hujan
agitristam
10-10-2001, 08:23 PM
the crazy world
is now largely classified only by two:
Osama and Bush
i'm longing for the third:
Peace for all human race!
bjork
12-10-2001, 10:02 AM
wajah dunia yang berwarna-warni dan penuh damai
sedang berubah menjadi teror, ketakutan, dan kebencian
kemana dapat kuberlari
kembali temukan berserinya pelangi?
secretweapon
12-10-2001, 02:18 PM
Tempat Wudhu
ada sebuah bilik tempat berwudhu di sebuah langgar
tempat kekotoran dilarutkan, mengalir bersama air, keluar
tiap jumat, bilik itu dipenuhi laki-laki dari kantor, dari sekolah, kecil maupun besar
suara airnya seakan berbicara kepada gemerisik daun pepohonan di sekitar
tiap jumat, lantai porselennya yang tidak terlalu mahal,
kotor (lebih kotor dari hari biasa), oleh jejak-jejak sepatu dan sandal
lantai yang biasanya mengkilat, terlihat coklat dan kumal
toh ia tidak mengeluh, tidak sedih
bahkan bila saja kita mengerti bahasa kucuran airnya
pahamlah kita bahwa ia berterimakasih
karena untuk berwudhulah ia ada, dan kotor sudah jadi kodratnya
don_juan79
12-10-2001, 07:48 PM
sunyi sepi di malam hari
begitu dingin menusuk kalbu
terpana hati melihat badai
badai bencana yang berlarut larut
bencana menimpa manusia
manusia hendaknya sadar
bangunlah segera dunia kita
secretweapon
13-10-2001, 04:18 PM
Ujung Perjuangan
di ujung laras itu harapannya menguap
larut dalam udara, seperti asap rokok
yang tak akan kita paham, adalah bagaimana segala masalahnya ikut lenyap
diusung diatas keranda nasib oleh punggung-punggung bongkok
hening sekali saat itu
awan merah dan panjang-panjang seperti darah teman-temannya yang terbawa sungai
'cirrus kalau tak salah namanya.. ' terlintas sekilas olehnya di ngarai-ngarai memori
juga merah diatas batu
kebahagiaan dan kemerdekaan adalah janji-janji kosong kehidupan
janji-janji yang didudukkan diatas singgasana emas bersama-sama keadilan
ia tahu itu semua kini, mungkin sejak beberapa waktu sebelumnya
walau apabila ia diampuni, ia mungkin akan kembali dengan alasan yang sama
dan mungkin apa yang tak mampu dipenuhi kehidupan, akan dibayar oleh kematian?
13 oktober '01 16.18
Moozilla
13-10-2001, 05:00 PM
dunia...
tak lebih hanya sebuah bulatan biasa,
bak bola sepak,
yang biasa ditendang,
oleh anak-anak kecil,
di gang sebelah rumahku,
hanya berbeda...
yang satu lebih besar dari yang lainnya
dunia...
semua manusia berpacu di dalamnya,
untuk saling melebihi satu sama lainnya,
tapi ingatlah kawan,
secepat apapun kau berlari,
kau akan berada pada titik sama,
karena dunia tak lebih hanya sebuah bulatan biasa.
secretweapon
13-10-2001, 10:09 PM
mungkin karena itu juga semua pihak pingin memasukkannya ke gawang masing-masing? :)
secretweapon
13-10-2001, 11:57 PM
aku tertambat diujung malam
mencoba menyadur-nyadur kenangan kehidupanku
mencoba mengais-ngais
seperti penjual kembang tahu, menyendok selapis demi selapis tipis
dan seperti kembang tahu itu pula kenangan,
akan terkoyak dan berubah bila terlalu keras aku menggapainya
aku terpaku menatap piring,
berusaha memilah-milah antara kembang tahu dan air jahe
sesekali seserpih kembang tahu terpisah hilang entah kemana
sesekali pula air jahe yang aku hirup, karena memang, rasanya lebih hangat dan manis
yang aku takutkan, jangan-jangan sebentar lagi aku lebih suka air jahenya dibanding kembang tahu
Moozilla
15-10-2001, 12:04 PM
ikutan yak? :)
masih ada teh,
yang lebih manis, untuk diminum,
masih ada nasi,
yang masih hangat, untuk ditelan,
masih ada sepotong ikan asin,
yang masih panas, untuk dikunyah,
masih ada sebotol bir,
yang masih berbusa untuk dinikmati,
dan, tak lupa,
setumpuk kartu yang baru dibuka,
menunggu untuk dimainkan,
"pilihlah segera, Cep. warung ini akan segera tutup!"
secretweapon
15-10-2001, 12:55 PM
wah, thx puisinya kang moozilla, jadi inget sesuatu:
warung
warung di tepi rancaupas itu buka 24 jam
(padahal supermarket pun biasanya tutup jam 8.30 di kota bandung)
"indomie hiji, teh" kataku pada ibu warung
malam di rancaupas selalu dingin dan berkabut
tapi sama sekali tidak kelam
waktu-waktu itu rancaupas selalu penuh kehidupan
(walau tentu saja jauh lebih sepi daripada di tengah kota)
dari barat terdengar teriakan-teriakan
(inisiasi mahasiswa baru rupanya)
dari timur terdengar sayup suara gitar mengiringi nyanyian
(sesekali terdengar suara orang-orang tertawa)
(aku suka tempat ini)
(mungkin karena aku bisa menikmati bintang membentuk rasi-rasi)
(mungkin karena aku ada ditengah kawan-kawan disini)
(mungkin karena aku selalu bisa merapal-rapal namamu dan melukis-lukis wajahmu ditengah sepi)
(aku suka tempat ini)
indomie tersaji di meja
uapnya membumbung, menari bersama cahaya lampu petromak
dinding-dinding bilik menjadi lantai dansanya
aku masih duduk disana
menitipkan pesan-pesan rindu untukmu pada malam
Moozilla
15-10-2001, 01:05 PM
melankolis.... how sweet...
kok pake "kang" sih???
jangan pake prefiks "jorok" gitu ahh... geli dengernya...
wah, rancaupas memang yahuuud!
udah lama enggak ke "daerah-daerah inspirasi" lagi nih...
secretweapon
15-10-2001, 01:50 PM
huehehe... prefiks yg ngga jorok apa dong? bung?
iya nih.. daerah inspirasi...gua pingin muter-muter jawa-bali abis kelar tugas akhir, kalo bisa sih nyupir sendiri.. gua kangen banget sama jogja, kenapa ya?
Moozilla
15-10-2001, 07:42 PM
sama jogja-nya apa sama "jogja"nya??? :)
secretweapon
15-10-2001, 09:16 PM
wah... ngga ada 'jogja' nya tuh.. hehe.. keluarga juga udah di jakarta semua, ngga tau.. rindu kenangan2nya aja kali ya?
rascall
16-10-2001, 07:34 PM
liat warungnya swp jadi keinget... :)
bodo amat
di bukit kecil itu ditengah rintik hujan
kita tak peduli teriak orang2
kita tak peduli dinginnya kabut yang turun
kita tak peduli gelapnya malam...
di tengah bukit itu diantara kerumunan
kita tak peduli turunnya hujan
kita tak peduli tatapan pasang mata ke arah kita
kita tak peduli pendapat mereka...
yang kutahu
kita di bawah payung, berdua
menikmati tiap detik yang kita lalui
menikmati hangatnya suasana hati kita
yang kutahu
aku ingin mengulanginya kembali
walau kita tahu, semua itu salah...
di tengah bukit di bawah rintik hujan
kita berdua menikmati malam...
another nights
secretweapon
17-10-2001, 02:48 PM
waduh waduh... :)
astr1d
17-10-2001, 10:21 PM
Manis
masih kuingat teh gula itu manis
terlalu manis jika kau aduk semua
begitu katamu siang itu dan malam berikutnya
selanjutnya kutersenyum sendiri
melihat sendok pengaduk itu
dan masih kuingat permen itu manis
sangat manis sewaktu menyentuh bibirku
dan juga bibirmu
manis sekali
seperti senyummu dan senyumku
yang terangkum di dalamnya...
yk, 2k
doh, jadi sentimental klo inget yogya:)
secretweapon
17-10-2001, 11:00 PM
halo jeng astrid (waduh.. 'jeng' ini prefiks 'jorok' ngga ,moo?) hehehe
puisi-puisimu bagus :D
ada kenangan juga tho di yogya? :)
gua juga ada, tapi blom ketemu gimana caranya melukisnya dengan kata-kata. kapan-kapan gua timpali deh.
anyway.. sering-sering mampir ya :D
astr1d
17-10-2001, 11:51 PM
yo wis lah
ta tunggu
hihihi:D
secretweapon
18-10-2001, 12:14 AM
matur nuwun :D
secretweapon
22-10-2001, 09:47 PM
yang menyedihkan dari kemarin,
adalah bagaimana semuanya tidak lagi ada disana
yang menyedihkan dari kemarin,
adalah bagaimana terkadang engkau ingat perasaanmu di suatu waktu, tetapi kehilangan semua detilnya dalam labirin ingatanmu
yang menyedihkan dari kemarin,
adalah bagaimana semua berubah menjadi gambar-gambar tak bersuara, atau suara-suara tak berujud
yang paling menyedihkan dari kemarin,
adalah ketika engkau berusaha meraihnya kembali, ia akan luput, seperti bila engkau berusaha menggenggam air.
Moozilla
26-10-2001, 06:06 AM
...waduh.. 'jeng' ini prefiks 'jorok' ngga ,moo?)
weh, prefiks jorok itu kalau di "atribut"kan ke gue, SWAP. ke orang lain "hukum" ini mungkin tidak berlaku... :) j/k
halo, SWAP. naekin lagi ahh, ke atas.
gimana kabarmu, baik kan?
secretweapon
26-10-2001, 10:14 AM
alhamdulillah baik :) tapi TA gua pemasukan sebulan lagi, dan desain rubah total.. ngulang dari nol.. alamaaaak.....
Hah .... is that true ???
Duh .. ko tadi gak bilang ...
ya udah .. tetap semangat yah ! Let's fight together
Moozilla
26-10-2001, 03:23 PM
wah, TA? gue gangguin ahhhh.... eh becanda ding... entar loe "senewen" lagi, SWAP... :D
iye, ikutin kata si NJ tuh... fight.. fight.. fight.. seperti iklan "bikin skripsi?? tidak mesti tebal, kan??" .... :D
rascall
26-10-2001, 05:51 PM
si NG boong tuh swp...
dia mah udeh kelar kemaren... tinggal kita2 aja nih yang kelimpungan ama yang namanya laporan... :(
btw, good luck bro..! :)
Moozilla
26-10-2001, 07:41 PM
wah, icall, NJ, ama SWAP satu "serikat" yah?? he... he... he..
secretweapon
28-10-2001, 07:37 AM
serikat apa moo? kalo gua anggota serikat KEJORA (KElompok JOmblo gembiRA... eh... atau sengsaRA?) :D
secretweapon
28-10-2001, 11:52 AM
minggu pagi aku bangun, bau ikan asin sudah menyeruak
nasi hangat tersedia di meja bersama empal dan sayur asem
memang menyenangkan kalau ibunda sedang berkunjung :D
Originally posted by Moozilla
wah, icall, NJ, ama SWAP satu "serikat" yah?? he... he... he..
Berniat untuk bergabung ? :D
secretweapon
30-10-2001, 01:29 AM
malam terang benderang
(yang tentu kalah terang dibanding siang)
gadis kecil mencari kulit kerang
dibawah lautan bintang
di dekat pohon kelapa menjulang
sementara laut pasang
suaranya seperti gendang tertendang
Moozilla
30-10-2001, 02:39 AM
Berniat untuk bergabung ? :D
boleh. asal enggak bhuayaar.... :D
gimana kabarmu, bro? udah beres TA-nya? moga sukses selalu.
dunia oh dunia,
hidup hanyalah kita berdua (yang laen bayar... :D )
genggam erat tangan bersama.
dunia oh dunia,
tengoklah sesama (bin laden??)
ku 'kan datang menjura.
dunia oh dunia,
padamkan bara (keur manggang hayam...)
yang menghanguskan jiwa raga.
dunia oh dunia,
dunia kita, dunia fantasiaaa (ieu namina maksakeun.. yeuh! :D )
Waahhh Swap, warung elo terkontaminasi tuh ... ::hhh::
Elo juga lagi stress ya, bro ? Puisi elo kok jadi aneh getoo ...
dan pagi ini terbangun lagi
sinar matahari tak malu - malu
menembus sela - sela jendela
selamat pagi, dunia
satu hari lagi tuk dilalui
masih sama seperti kemarin
begitu juga esok nanti
rutinitas yang tiada habisnya
aku menikmati tidurku
kesempatan tuk bersantai
dan bertemu dengannya
meski hanya dalam mimpi
secretweapon
31-10-2001, 02:11 AM
welcome to the club, moo (club apa ya? gua juga ngga tau.. huehe). TA.... seperti lalu lintas bandung, macet.. hehe
hehe sis, i've told you the story :) jadi... stress... mungkin juga :D
(psst.. tebak tadi malem gua ke cafe sama siapa.. hihi.. gawat nih.. bermain dengan api)
Oooo jadi perginya sama itu tooo ... :o
ati ati yah, bang, belajarlah dari pengalaman adikmu ini ... eh salah .. kakakmu ini :P
dan satu cerita berakhir
mungkin tidak ada lagi hari esok
tapi selalu ada hari kemarin
seperti katamu
terkadang dunia tidak adil
dan kita terpaksa mengecapnya
tetaplah tegak berdiri
sbagian hidupku tlah menjadi milikmu
dan sbagian hidupmu tetap menjadi milikku
seperti hati yang sempurna
tambal dan sulam perlu dilakukan
mungkin aku mencabiknya
tapi kan ada orang lain yang kan menyembuhkannya
terimakasih dan maaf
Adakah tempat tuk bersembunyi
Dunia ini begitu luasnya
Bagaimana mencari sebuah rongga
tuk menyadari kesendirian,
ketergantungan akan hal lain
Ah, keraguan ini...
menyiksaku
astr1d
05-11-2001, 09:14 AM
jalanan malam dan dermaga yang tak berujung
kegelapan yang tiba-tiba diterangi api unggun
malam ini bulan purnama ikut berpesta
saksi yang tak bermata
laut di waktu malam
pemandangan yang menjadi kenyataan
setelah sekian lama
tiga tahun kata mereka
tiga tahun kata-kata kita
siapa yang menunggu sampai subuh tiba?
dan warna-warna kita luruh dengan dunia
salah satu tepian australia barat, 31.10.01 - 1.11.01
secretweapon
05-11-2001, 07:47 PM
hallo tr1d, tadi pagi kubaca puisimu di suatu tempat lain :D bagus euy.... :)
astr1d
05-11-2001, 10:01 PM
Originally posted by secretweapon
hallo tr1d, tadi pagi kubaca puisimu di suatu tempat lain :D bagus euy.... :)
hihihih, iya, emang ada di beberapa tempat
hihihihihih:D
Dan waktu terus bergulir
Seiring perputaran sang bumi
365 hari tlah berlalu
Songsong periode yang baru
Selamat ulang tahun, sahabat
Semoga berkah karuniaNya menyertai
Selalu dan selamanya
HapPy bIrtHDay tO yoU
secretweapon
09-11-2001, 03:38 PM
makasih ya Gi, you're the best :D
secretweapon
12-11-2001, 08:57 AM
mungkin aku ingin mati sekali saja untukmu
lalu kemudian berkali-kali lagi
mungkin aku ingin menyumpahi diriku
yang membiarkanmu menyampahi pikiranku
mungkin aku ingin merobek jantungku
agar tak lagi ia bisa kusiksa
dengan kehadiranmu
dengan tarikan napasmu
dengan pandangan matamu
mungkin aku ingin membelah kepalaku
agar otakku tak lagi bisa kudera
dengan ingatan-ingatan akan kau
dengan sisa rasa senyumanmu
dengan segala "bagaimana jika dulu"
ijinkan aku mati sekali saja untukmu
kemudian berkali-kali lagi
secretweapon
12-11-2001, 08:59 AM
bayang-bayang hitam kadang menggelayut turun dari langit-langit kamarku
bercerita tentang seseorang yang kadang kukenal sebagai aku
kadang aku tak suka cerita itu,
kadang tak aku kenali tokohnya
hampir setiap malam,
ia memanjat kembali lewat dinding kamarku
dan hampir tiap malam,
si tokoh terpuruk di senja jiwa
secretweapon
12-11-2001, 08:59 AM
aku hampir selalu tak mengerti
sketsa-sketsa apa yang disodorkan nasib
kurva dan garis timpa menimpa diujung kertas
kadang senyuman menampak disana
kadang muka bermuram durja
atau anak kecil menangis
atau bibir-bibir meringis
aku hampir selalu tak mengerti
mengapa nasib selalu menyodorkan sketsa itu padaku
dan berkata "bacalah!"
astr1d
14-11-2001, 09:15 PM
panas
semuanya membakarku
sampai abu-abuku
merah jadi biru
hangus
tak ada air
tak ada air
:di gurun biru
secretweapon
15-11-2001, 09:37 AM
gua baek2 aja sis, sori banget ngga bisa bales sms2 loe (blm byr :D) plus gua lagi sibuuuuuuuuk banget... sekarang gua online juga sehari cuma sekitar 15 mntan.. sori ya...
Oh okay .... glad to know that there's nothing wrong with you ... Just take care of yourself, kay ! One of my friend just got typhus there ..
secretweapon
15-11-2001, 05:50 PM
thank you for your concern sis :) sorry to for making you worry..
secretweapon
15-11-2001, 05:50 PM
hujan sore ini seperti airmata
yang mengembun dari mata manikammu
langit biru abu-abu menggumam sonata
atau mungkin hanya bunyi-bunyian semu
hujan sore ini seperti airmata
yang turun membasahi pipi seputih gading
membasuh relung lekuk wajahmu
yang masih sisa senyumanmu disana, nyata
tempyas hujan dan tanah menuding-nuding
dan rumput masih menunggu, jemu
hujan sore ini seperti airmata
dan aku dibawahnya, basah, hampir melata
secretweapon
18-11-2001, 04:19 AM
dingin sekali pagi ini
aku menunggu mentari melukis dengan cahayanya
memberi warna pada semua yang sebelumnya hitam
Duh .... signature elo .... ck ck ck ...
secretweapon
19-11-2001, 02:12 PM
wah.. jadi nyadar ada salah ejaan sedikit.. hehehe... :D
secretweapon
19-11-2001, 02:18 PM
Dinding
untuk sebuah kisah cinta
aku terjaga hari itu,
dan dinding itu sudah disana
tinggi menjulang, angkuh
memisahkan kita
dinding yang mungkin sudah lama disana
dinding yang sebelumnya tak kasat mata
dinding yang kini terlalu nyata, membatu
dinding yang membuatmu tak nampak olehku
kini aku merindukanmu
kini aku hanya bisa mengecap-ecap masa lalu
dan mengais kenangan:
betapa senyummu adalah zat termanis yang pernah kurasakan
jika kau ijinkan, jika kau inginkan,
akan kita robohkan dinding itu, bersama
dan akan kita bangun sebuah pondok dari puing-puingnya
pondok mungil, nyaman, tempat bahagia kita mewujud nyata
M. Iqbal Ari Baskara
bjork
27-11-2001, 01:48 PM
dunia...
ah, dia tak peduli
meski kau dicaci-maki
mungkin ia akan menoleh
pada hati yang pucat pasi?
secretweapon
02-12-2001, 11:26 AM
pulau itu mlikku pribadi!
aku kesana tiap kali, selalu sendiri
pulau itu tak pernah tertutup untukku.
ia selalu disana, terpaku
dan seringkali aku menemukan diriku disana, berdiri
dan di pantai-pantainya aku mandi
pulau itu milikku
ia hanya punya gelap malam, tak kenal siang
walau panasnya bikin sesak dada,
tapi di hati, hanya dingin yang ada
dan seringkali disana diriku kujerang
sambil berharap-harap bisa lepas semua kulit sepiku
2 des 01
secretweapon
02-12-2001, 06:13 PM
I
bumi dikutuk mencintai mentari tanpa mampu menjamahnya
yang bisa ia lakukan hanya mengelilingi mentari
; berharap mentari melihat ia menari
mentari mencintai bumi sepenuh hati
bukan dengan cara yang diinginkan bumi
; ia dikutuk tak bisa mendekati bumi selamanya
karena ia tahu, bumi akan hangus terbakar olehnya
II
kemudian, lima miliar tarian kemudian, mentari luluh
atau mungkin hanya lelah
mentari padam, ia relakan binarnya hilang ditelan angkasa
walau karena itu, ia harus binasa
dan bumi binasa bersamanya
secretweapon
04-12-2001, 03:24 AM
pagi menerabasku
mencoba menggapai bumi
tangkap-tangkaplah, peluk ia
walau nanti harus kau lepaskan ia ke pelukan malam hari
secretweapon
07-12-2001, 01:10 AM
wahai mutiara emas diatas sana,
aku memujamu dibawah sini
aku, kelereng biru kusam tak berharga
maukah engkau melihatku menari?
semua nyawaku adalah milikmu
segala angin dan badaiku,
lautanku yang bergejolak adalah karenamu
tetumbuhan yang menghunjam dalam ke tubuhku
tumbuh dan mekar dengan geloramu
dan lihatlah gurunku terbakar dengan semerbak aromamu
wahai mutiaraku, aku memujamu
aku memuja mahkotamu yang menyapa pagi hariku
aku memuja bintik hitam di permukaanmu
aku memuja partikelmu yang menikam atmosfirku
semua senyawaku bereaksi untukmu, cahayaku
dan aku hanya bisa disini, terberangus dalam orbitku
kita pernah satu, ingatkah engkau?
dan kini perihelionku pun masih terlalu jauh,
kini aku berputar berkisar
..terdampar
lihatlah aku menari
wahai
.
.
mentari
secretweapon
07-12-2001, 01:14 AM
O, glorious golden orb, high above
I praise thee from afar
a worthless blue pebble, so far below
would you watch me dance?
my every life belongs to thee
every tornado and wind, my tempestuous ocean, all because of thee
plants whose roots anchors deep into my skin
,grows, blooms in your radiance
feel my burnt deserts, the whiff of your aroma
O my precious pearl, I praise thee
I praise your corona, beaconing my every morning
I praise each sunspot on your surface
I praise your particles, stabbing my atmosphere
all my substance react for you, my light
and I'm muffled here, in my orbit.
we were one once, remember?
now, even my perihelion sets us too far apart,
now I'm spinning, revolving..stranded
watch me dance...
my sun
Iqbal Baskara
02 dec 01
astr1d
11-12-2001, 02:03 AM
karena matahari itu suatu keabadian
dan hanya akulah yang mati
secretweapon
11-12-2001, 04:08 PM
matahari itu,
akan mati sambil membunuh anak-anaknya
ia adalah ibu yang cemburu
secretweapon
13-12-2001, 12:55 AM
I
malam mulai merajut
asap menari
aku disini, menyudut
telah kembali yang dulu
asing kini: sendiri
II
asap takkan menjelma tanpa api
dan kau adalah apiku
membakar, dan aku mengabu
menjelma asap merangkul sepi
III
kata-kata ini mulai basi
terlalu lama ia kusimpan dalam lemari
mungkin nanti, suatu hari
kuberikan padamu sebagai lauk nasi
secretweapon
16-12-2001, 06:43 PM
satu lagi halaman terbuka, membalik
dan bunyi-bunyian berkumandang
barukah?
atau perulangan?
sementara burung layang layang terbang
bermain main di langit keemasan
secretweapon
18-12-2001, 01:51 AM
bayangan tak pernah bisa menggapai sumber cahaya
ia terhalang oleh sang benda
pun bila sang benda menyingkir, tak akan bisa
karena ia akan binasa
secretweapon
20-12-2001, 02:31 AM
aku adalah sisi gelap bulan
yang tak pernah tersapa olehmu
yang tak punya kesempatan untuk tampak
aku adalah sisi gelap bulan
yang selalu terlupakan, seakan semu
yang kelam, gelap, terbuang, terserak
secretweapon
21-12-2001, 03:11 AM
mungkin seharusnya tak kusentuh amplop hijau itu
karena kini dirimu tiba-tiba jadi satu variabel baru
harusnya tak usah kubuka amplop hijau itu
karena kini aku mulai memegangi teleponku
(nomor itu mulai jelas kembali di ingatanku)
harusnya tak kubaca isi amplop hijau itu
karena kini kau mulai bermain lagi di benakku
secretweapon
25-12-2001, 10:30 AM
ecaplah bangkaiku
barangkali manis rasanya, dan bergizi? tentu saja
bunuhlah aku dulu, cukup dengan kata saja
baru kemudian kau olah aku
atau, bila kau tak suka, jadikan aku pupuk
tebarkan di kaki tunas-tunas muda itu
kemudian, setelah berbuah ranum, petiklah sebelum busuk
mungkin akan kau nikmati, aku juga tak tahu
secretweapon
27-12-2001, 10:23 PM
tiga gelas duduk di atas meja
tertawa-tawa, menikmati masa muda,
yang mulai mengendap di dasar-dasarnya
;sebentar lagi hanya ampas yang tersisa
tiga gelas duduk di atas meja
tak lagi bening
mengering
tiga gelas duduk di atas meja
esok hari, entah mengapa
seorang buyung memecahkan satu diantaranya
yang dua, disimpan entah dimana
secretweapon
28-12-2001, 10:35 AM
wahai tuan ,
tolong buat aku mengerti
mengapa engkau ciptakan apa yang kauciptakan
seperti yang kauciptakan?
secretweapon
29-12-2001, 08:34 AM
wajahku
ingin aku lepaskan
satu persatu
persatu
sudah renta kait yang menyangganya
pun jengah sudah aku mengenakannya
gerah
tersekap yang sejati, tuakan wajah
merekah merah
secretweapon
02-01-2002, 01:00 PM
lelaki tua itu tidur di rengkuhan tangan bumi yang mengayun
sementara bulan mengeloni dengan basuhan mimpi-mimpi lembayung
mimpi tentang seluasan tanah merah yang menyuapinya dengan tekun
mimpi tentang nyiur-nyiur yang membisikkan harapan yang terselip-selip di otaknya yang pikun
mimpi tentang anak-anak yang bermain gelembung sabun
sesekali tentang uang yang bertumpuk-tumpuk menimbun
sampai saatnya sang bulan turun
*diilhami lukisan Herry Dim (dari cybersastra.net)*
secretweapon
13-01-2002, 12:34 AM
hati yang berdarah digenggamannya
dibebatnya dengan secarik kekecewaan
yang mungkin akan hentikan pendarahan
tapi tak sembuhkan lukanya
Moozilla
14-01-2002, 02:25 AM
lho, kemana "bahasa langit"mu, swap?
kok jadi sedikit "revolusioner" diksinya sekarang? :D
btw, met sukses selalu!
entar kalo tamat/selesai sidang, ngundang-ngundang makan, yah? yaah.. rumah makan padang simpang dago lah... :D
secretweapon
14-01-2002, 08:59 AM
wah.... 'bahasa langit' yg mana nih? :D perasaan gua selalu ngejaga biar tulisan2 gua bahasanya ngga terlalu 'langit' ? :D
anyway, nice seeing you again, sering2 mampir ya :)
secretweapon
16-01-2002, 03:12 AM
lalu,
harus kugugatkan kemana hampaku?
Kau jelas-jelas tidak peduli
atau yang terlalu tak bermakna itu mungkin aku
hingga peduliMu itu tak nampak sama sekali
lalu,
harus kugugatkan kemana racauku lagi?
Kau hanya mengintip saja dibalik jendela
mengetuk sesekali dan menulis-nulis di jejak embun pagi
sementara makna terpantul terseret-seret kala
lalu,
harus kugugatkan kemana?
secretweapon
08-02-2002, 02:32 AM
The Ring Poem
J.R.R. Tolkien
Three Rings for the Elven-kings under the sky,
Seven for the Dwarf-lords in their halls of stone,
Nine for Mortal Men doomed to die,
One for the Dark Lord on his dark throne
In the Land of Mordor where the Shadows lie.
One Ring to rule them all, one Ring to find them
One Ring to bring them all, and in the darkness bind them
In the Land of Mordor where the Shadows lie.
secretweapon
14-02-2002, 10:05 AM
hujan adalah ketika
langit memandikan bumi diatas pangkuannya
berdongeng kisa-kisah lama
hujan adalah ketika
bumi membasuh luka-luka
dihunjamkan manusia; hadas semesta
hujan adalah ketika
suara terbungkam
dan cahaya bercerita
secretweapon
04-03-2002, 02:36 AM
bumi sedang bercinta dengan sang waktu
keringat meleleh, tersumbat sumpah serapah,
kerinduan tak terlunasi, kekasih yang hilang musnah
akhirnya hanya ada 'satu'
langit merekah merah
membara berdarah
air matanya membanjir
benar benar membanjir
dan kita hanyut, dalam genggaman bulan yang terkapar
pucat menggelepar
secretweapon
24-03-2002, 02:43 PM
seorang pejalan kaki duduk istirahat
duduk di sebuah halte, melepas penat
menunggu mentari lepas dari pelukan
menunggu awan melepas kerinduan
sebuah mobil lewat
sebuah mobil dengan kaca pekat
gadis pengendara membuka,"kemana arahmu tuan pejalan?"
"kemana engkau bertujuan" jawabnya pelan
"tetapi akupun belum tahu jawabnya"
"bagaimana jika, .."
dan pengendara membuka pintunya
dua pejalan bergenggam erat
"kita akan sampai di tujuan terlambat,
sedikit basah dan kotor, sedikit penat."
"..tapi dengan seorang sahabat."
dua pejalan kaki, meraba tujuan
dua pejalan kaki bergandengan tangan
secretweapon
13-09-2002, 10:29 AM
lalu semua kelabu, kata mereka.
kepala-kepala tertunduk untuk setiap yang tergeletak
sementara itu gelimpangan jasad masih bertumpuk-tumpuk di belakang punggung kita, siapa mereka?
layar-layar lebar mereka dirikan dihadapan muka hingga kadang kita lupa bahwa dunia bukan hanya antara Oregon dan Florida
kemudian hening..
..sebelum sejenak kemudian berdesingan kembali peluru-peluru menjemput jiwa-jiwa tanpa prasangka, tepat setelah jari-jari mereka menunjuk-nunjuk, dan mata-mata nanar mereka membakar ke segala arah.
kali ini tanpa kepala-kepala tertunduk menghadap jasad-jasad yang tertinggal. jadi ampas..
gloryoflove
13-09-2002, 11:45 AM
dan ketika diriku terlena tak berjaga, kau tembakkan senjata rahasiamu itu ...
dan kedalam senyummu yang lembut aku terjatuh, terlena dan tersungkur ....
sementara kerlingan matamu menyeretku masuk kedalam jerat yang telah kaubuat ...
... aku jadinya hanya terbuai, terlena, terpesona berlarut larut tak sadarkan diri.....
oh
"Kau" ke mana ?
"Kisah cinta" kami ada di sana ...
::hua::
Langkah terhenti
rindu menanti
Cinta menjauh
menepikan rintik-rintik gerimis kala pagi
embun menangis
engkau menjadi burung yang menggigil
berlindung beratap dedauan
hari ini nyanyianmu gemetar
menggigil
secretweapon
07-09-2007, 04:18 PM
sudah lama kita tidak bertemu
satu tangan, lima jari, hilang satu
jempol, telunjuk, jari tengah, jari manis
masih tetap berkuku
masih tetap berbuku-buku
hanya saja kini, kepalan kita sudah kapalan
dan kelingking entah kemana menghilang
Willie
07-09-2007, 04:31 PM
sudah lama kita tidak bertemu
satu tangan, lima jari, hilang satu
jempol, telunjuk, jari tengah, jari manis
masih tetap berkuku
masih tetap berbuku-buku
hanya saja kini, kepalan kita sudah kapalan
dan kelingking entah kemana menghilang
::up::
nice
vBulletin® v3.7.0, Copyright ©2000-2009, Jelsoft Enterprises Ltd.