View Full Version : Me and my Dad........
purple blue
24-10-2001, 06:56 PM
Sekarang ini gua mo share perenungan gua tentang apa yang gua alami dengan papa gua. Yah sebenernya gua alami ini pas gua semester 2. Udah cukup lama. Dan pengalaman ini gua tulis di buku anak-anak kelas gua, namanya "buku suka-suka". Kelas gua di sem 1 dan 2 emank kompak banget sampe ada buku curhat nya. Dimana di sana kita bisa nulis dan gambar apa aja..... Moga-moga ngga bosen ngebacanya. Gua rasa ini bisa jadi perenungan buat kita semua. Dan terutama gua pengen kasih ini juga buat beberapa nick name di [KG] ini. Salah satu-nya devon_arjo, juv and others yang gua baca dari posting-annya banyak cerita soal their dad...... Tapi ini juga buat mereka yang punya banyak cerita with their mom......
Tulisan ini merupakan tulisan pertamabuat gua yang selama ini sangaaat introvert untuk membuka diri dan dari sini gua ngalamin break through dari waktu ke waktu dalam keterbukaan baik kepada sahabat-sabahat gua lalu mulai kepada yang lain. Setelah gua tulis pun beberapa kali sempet mau gua robek dan buang kertasnya. Tapi puji Tuhan akhirnya gua berhasil nahan untuk mempertahankan tulisan ini tetep stay dan beredar ke temen-temen sekelas (hampir 50 orang) bahkan ke kelas lain.
purple blue
24-10-2001, 06:57 PM
First..... waktu itu gua dapet forward-nya tentang ini........
Tangan Ibuku
Beberapa tahun yang lalu, ketika ibu saya berkunjung, ia mengajak saya untuk berbelanja bersamanya karena ia membutuhkan sebuah gaun yang baru. Saya sebenarnya tidak suka pergi berbelanja bersama dengan orang lain dan saya bukanlah orang yang sabar, tetapi walaupun demikian kami berangkat juga ke pusat perbelanjaan tersebut.
Kami mengunjungi setiap toko yang menyediakan gaun wanita dan ibu saya mencoba gaun demi gaun dan mengembalikan semuanya. Seiring hari yang berlalu, saya mulai lelah dan ibu saya mulai frustasi. Akhirnya, pada toko terakhir yang kami kunjungi, ibu saya mencoba satu stel gaun biru yang cantik terdiri dari 3 helai. Pada blusnya terdapat sejenis tali di bagian tepi lehernya dan karena ketidak sabaran saya kali ini saya ikut masuk dan berdiri bersama ibu saya dalam ruang ganti pakaian, saya melihat bagaimana ia mencoba pakaian tersebut, dan dengan susah mencoba untuk mengikat talinya.
Ternyata tangan-tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi dan sebab itu ia tidak dapat melakukannya. Seketika ketidak sabaran saya digantikan oleh suatu rasa kasihan yang dalam padanya. Saya berbalik pergi dan mencoba menyembunyikan air mata saya yang mengalir keluar tanpa saya sadari. Setelah saya mendapatkan ketenangan lagi, saya kembali masuk ke kamar ganti untuk mengikatkan tali gaun tersebut.
Pakaian ini begitu indah dan ia membelinya. Perjalanan belanja kami telah berakhir, tetapi kejadian tersebut terukir dan tidak dapat terlupakan dari ingatan saya. Sepanjang sisa hari itu, pikiran saya tetap kembali pada saat berada di dalam ruang ganti pakaian tersebut dan terbayang tangan ibu saya yang sedang berusaha mengikat tali blusnya. Kedua tangan yang penuh dengan kasih, yang pernah menyuapi saya, memandikan saya, memakaikan baju, membelai dan memeluk saya, dan terlebih dari semuanya, berdoa untuk saya, sekarang tangan itu telah menyentuh hati saya dengan cara yang paling membekas dalam hati saya.
Kemudian pada sore harinya, saya pergi ke kamar ibu saya, mengambil tangannya, menciumnya dan yang membuatnya terkejut, memberitahukannya bahwa bagi saya kedua tangan tersebut adalah tangan yang paling indah di dunia ini.
Saya sangaat bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya dapat melihat dengan mata saya yang baru bagaimana bernilai dan berharganya kasih sayang yang penuh pengorbanan dari seorang ibu. Saya hanya dapat berdoa bahwa suatu hari nanti tangan saya dan hati saya akan memiliki keindahannya tersendiri.
Bev Hulsize
purple blue
24-10-2001, 06:58 PM
Bukannya kepengen bersikap cengeng or melankolis nih.....
Juga merupakan pergumulan boeat gua nulis-nulis karena gua kaga biasa curhat ama orang. Tapi sambil nulis "tangan ibuku" mulanya terbayang nyokap gua "en" bagaimana sometimes gua juga males diajak belanja... tapi terus gua diingatkan tentang papi gua. And alhasil gua menulis dengan berkaca-kaca. Terbayang beberapa saat yang lalu waktu bokap gua terbaring di rumah sakit. Bagaimana gua melihat keadaan dia terbaring ngga berdaya.
Gua diingatkan waktu gua kecil papi pernah gendong gua di taman belakang rumah untuk melihat layang-layang yang nyangkut di kabel tiang listrik. And papi udah ngga bisa lagi kaya gitu.
Gua terbayang waktu di ruang operasi dimana papi sempet lupa ingatan. Waktu ditanya siapa gua, papi menggelengkan kepalanya dan air mata gua menetes membasahi tangannya dan gua langsung memalingkan wajah gua.
Ketika gua tahu bahwa mata papi ngga bisa lagi sempurna melihat... Mata yang selama ini memandang gua dengan penuh kasih sayang.
Satu malam gua pergi naik mobil di hari hujan dan gua memandang keluar lewat kaca mobil dan pemandangannya buram. Gua terbayang papi... apakah begini daya lihat papi sekarang...? Hati gua begitu terpukul waktu terkadang dengan tidak disengaja dan suara yang pelan papi berkata bahwa dia tidak bisa melihat.
Yang gua tahu cuma satu..... yaitu dia butuh unconditional love, yaitu kasih tidak bersyarat...... kasih buat papi yang mungkin sebagai seorang ayah dan pria sudah tidak bisa memberikan apa-apa untuk istri dan anaknya. Kasih yang selama ini gua baca di Alkitab dan gua rasakan sebagai kasih Allah buat gua. Dan saat ini gua lah yang akan mengalirkan kasih itu.
Betapa gua mengucap syukur kepada Tuhan gua...... bahwa Dia telah membuka hati gua sebelum gua harus kehilangan papi. Betapa gua mengucap syukur bahwa di tengah ketidak berdayaan papi dimana seharusnya papi sudah tidak ada, Allah masih mengijinkan papi untuk kembali bersama gua. Gua mengucap syukur bahwa gua menyadari betapa berharganya papi buat gua.
Temen-temen PAU (dan temen-temen [KG] saat ini...), kejadian demi kejadian berlalu dan membuat hidup kita ngga akan sama lagi. Tapi seringkali kita ngga menyadari betapa berharganya orang-orang terdekat kita.
Buat temen-temen yang punya papi-mami masih sehat, sadarilah how precious mereka itu dan tidak tergantikan.
Buat yang papi-mami nya udah kurang sehat jagalah dan sayangi mereka dengan unconditional love yaitu kasih murni tidak bersyarat dan tidak menuntut.
Buat temen-temen yang single parents, masih ada yang begitu berharga dan perlu dicintai.........
Sunday, 21st May 2000
drunknmunky
24-10-2001, 11:26 PM
Amien deh klo yang baik....
m4nut
26-10-2001, 07:28 PM
Saluuut................!!
dvntae
27-10-2001, 07:09 PM
purple, ur dad udah meninggal blon jadinya... ::nangis::
purple blue
28-10-2001, 08:45 AM
Belummm..... like what I said di atas... gua ngucap syukur Tuhan belum ambil papi gua....
kesadaran itu biasa datangnya terlambat
tapi bersyukurlah, ple...
saat ini elo sudah makin ngerti
berusahalah sebanyak mungkinmembalas kebaikan
orang tua, selagi masih bisa
:);):)
Originally posted by wei
kesadaran itu biasa datangnya terlambat
tapi bersyukurlah, ple...
saat ini elo sudah makin ngerti
berusahalah sebanyak mungkinmembalas kebaikan
orang tua, selagi masih bisa
:);):)
Setuju banget. ::maap::
purple blue
29-10-2001, 11:22 AM
Yah begitulah......... harganya juga udah cukup mahal kok dibayar untuk pengertian yang satu ini...
m4nut
30-10-2001, 01:11 PM
;(mahal....? kok ::bingung:: gue jadi bingung gini sih....?
purple blue
30-10-2001, 10:28 PM
Maksud gua harga yang harus gua bayar untuk pengertian tentang pentingnya hubungan itu cukup mahal untuk dibayar yaitu sakitnya papi gua sampe masuk rumah sakit segala.........
ra1ny
31-10-2001, 08:04 PM
purple kok nulisnya sedih2 mulu?
purple blue
31-10-2001, 08:38 PM
Masa sich? Abisnya itu yang gua dapatkan ........
sudah2, gua juga pernah merasakannya koq. Waktu itu bapak gua jatuh dari langit2 di rumah dinasnya, yg jauh dari rumah gue. Gua dan ibu gue nyusul ke rumah sakit, kepalanya bocor, derdasarkan hasil ronsen tengkoraknya retak, siapa yg nggak serem. Mana bapak gua kayak org koma lagi....., bersyukurlah beliau masih hidup sampai saat ini.
purple blue
01-11-2001, 10:10 AM
Gila...... pasti pada stress banget ya waktu itu....... kejadiannya kapan tuch?
don_juan79
01-11-2001, 06:51 PM
Originally posted by purple blue
Masa sich? Abisnya itu yang gua dapatkan ........
kacian deh loe ....
tabahkan hatimu ya ::hhh::
purple blue
02-11-2001, 11:34 AM
Lho kok kasian seh? Gua belajar banyak kok dari kejadian-kejadian yang ada.........
Originally posted by purple blue
Gila...... pasti pada stress banget ya waktu itu....... kejadiannya kapan tuch?
Engg kira2 tahun 99 yg lalu tuh. Oh ya purple, waktu itu juga bapak gua kayak org ngamuk2, gua sendiri bingung.
2 hari kemudian baru agak mendingan, setelah beliau dipindahkan ke rumah sakit yg lebih baik. Namun beliau seperti orang linglung, kayak cerita elu nggak kenal siapa gue. Bahkan ibu gue (istrinya) kayak nggak dikenal, dia terus menyebut2 nenek gua (ibunya bapak gua).
Bukan stress lagi malah, serasa sudah pasrah jika diapnggil Yang Maha Kuasa.
Originally posted by purple blue
Lho kok kasian seh? Gua belajar banyak kok dari kejadian-kejadian yang ada.........
yupz, dengan begitu kita akan lebih patuh pada ortu. Mungkin itu satu peringatan bagi kita, agar lebih sayang pada ortu... :)
purple blue
02-11-2001, 05:15 PM
Bener banget... walau sometimes gua pun lupa lagi tapi bagusnya gua suka nulis makanya ada hal-hal berharga yang gua lupakan jadi teringat lagi pas gua review kembali hidup gua. Termasuk tentang papi gua ini...
purple blue
02-11-2001, 05:16 PM
Dioperasi yah waktu itu? Soalnya bisa ampe lupa ingatan gitu. Berarti kira-kira sama kaya gua donk ya. Anyway elo umur berapa sich? Ce apa co?
Originally posted by purple blue
Dioperasi yah waktu itu? Soalnya bisa ampe lupa ingatan gitu. Berarti kira-kira sama kaya gua donk ya. Anyway elo umur berapa sich? Ce apa co?
Untung aja nggak sampe operasi, dokternya cuma ngecek doank kalo2 gegar otak, masalahnya vital, yaitu tulang tengkorak. Lupa ingatan sich nggak bener2 lupa buktinya masih inget sama ibu-nya. Cuma kalo gua perhatiin waktu itu pandangannya pas ngeliat gua koq kosong gitu.
Hmm umur gua sekarang sich 20, gua cowok tuh. Anyway whats up?
purple blue
03-11-2001, 01:01 PM
Ngga kenapa-napa... cuma nanya doank soalnya.
Waktu itu sich bokap gua ampe dioperasi. Hueee serem banget.
Masuk ruang ICU....... hih..... ngga mo-mo lagi!
ra1ny
03-11-2001, 09:05 PM
dulu bokap gue juga pernah dioperasi sih tapi op kecil...ya somtimes kita take things for granted sih ya..sampe kita dah kehilangan baru menyesal
purple blue
03-11-2001, 11:52 PM
Iyah....... gua juga sempet ngerenung soal take things for granted........
Originally posted by purple blue
Ngga kenapa-napa... cuma nanya doank soalnya.
Waktu itu sich bokap gua ampe dioperasi. Hueee serem banget.
Masuk ruang ICU....... hih..... ngga mo-mo lagi!
Wah sampe masuj ICU segala, kalo keluarga gua yg pernah dioperasi dulu adalah adik gua yg paling kecil. Umurnya waktu itu sekitar 3th, dia sakit jantung. Karena operasinya di Jakarta jadi ortu gua aja yg kesana, tapi gua sempet liat bekas operasinya.....hhhhh. Gua nggak tega....
drunknmunky
05-11-2001, 08:58 PM
yep...we take everything for granted until it's gone...tapi gue berterima kasih klo sampe detik ini keluarga gue masih tetep bersatu...
purple blue
05-11-2001, 11:05 PM
Originally posted by liquid snake
Wah sampe masuj ICU segala, kalo keluarga gua yg pernah dioperasi dulu adalah adik gua yg paling kecil. Umurnya waktu itu sekitar 3th, dia sakit jantung. Karena operasinya di Jakarta jadi ortu gua aja yg kesana, tapi gua sempet liat bekas operasinya.....hhhhh. Gua nggak tega....
Hah? Gila, kasian amat..... adik elo emank umur berapa sich?
eLiZa
06-11-2001, 07:57 PM
lah??
Purple lagi error yah?
Kan dah ditulis umur 3 tahun?? :o :D:D
Bokap gue dah 'pergi'
tapi gue punya banyak kenangan manis
dan sebelom pergi beneran
gue dikasih kesempatan 7 taon
untuk bersama menjalani waktu itu
::ihiks::
purple blue
06-11-2001, 10:05 PM
Originally posted by eLiZa
lah??
Purple lagi error yah?
Kan dah ditulis umur 3 tahun?? :o :D:D
Oiyah...... kelongkap bacanya......... maapkan diriku......
purple blue
06-11-2001, 10:08 PM
Originally posted by wei
Bokap gue dah 'pergi'
tapi gue punya banyak kenangan manis
dan sebelom pergi beneran
gue dikasih kesempatan 7 taon
untuk bersama menjalani waktu itu
::ihiks::
Hue..... ::nangis:: kalo ngomongin papi kayanya gua bisa sensi mendadak nich...... soalnya inget my dear papi......
don_juan79
08-11-2001, 12:28 AM
Originally posted by purple blue
Hue..... ::nangis:: kalo ngomongin papi kayanya gua bisa sensi mendadak nich...... soalnya inget my dear papi......
semoga cepat mati !! .... sensi mendadaknya
soalnya itu bisa membahayakan lho
purple blue
08-11-2001, 12:33 AM
hah? sensi mendadak nya kan yang cepetan mati??? Loe jangan bikin gua kaget begitu donk!! Gile aje loe............!!!
Originally posted by wei
Bokap gue dah 'pergi'
tapi gue punya banyak kenangan manis
dan sebelom pergi beneran
gue dikasih kesempatan 7 taon
untuk bersama menjalani waktu itu
::ihiks::
semoga diterima di sisinya yach?
pengalamannya apa aja tuh selama tujuh taon?
Originally posted by purple blue
hah? sensi mendadak nya kan yang cepetan mati??? Loe jangan bikin gua kaget begitu donk!! Gile aje loe............!!!
udah santai aja purple, entar kumat kan repot tuh?
lagipula disini dilarang marah2
purple blue
08-11-2001, 12:17 PM
Tenang aja... gua ngga marah-marah kok. cuma kaget doank... sorry ya... :)
Originally posted by liquid snake
semoga diterima di sisinya yach?
pengalamannya apa aja tuh selama tujuh taon?
thx snake
pengalaman mempersiapkan kepergian beliau
sambil menjaga dan membantunya dalam melakukan segala sesuatu
menceritakan segala sesuatu dan menyentuhnya
sampai saatnya tiba... ketika beliau pergi
dan yang ada adalah kerelaan dan rasa syukur
serasa beliau hany apergi dari rumah
dan belum pulang...
::ihiks::
purple blue
09-11-2001, 01:52 AM
aduh wei, pasti itu pengalaman yang berharga banget ya...... tapi Tuhan baik, pasti ada banyak yang elo dan keluarga elo dapatkan dalam hal ini.......
ya. Anggaplah itu suatu cobaan hidup, dan kita harus memetik pelajaran dari musibah/cobaan yg kita dapatkan. Yg penting besarkan jiwamu, kalo mo tahu waktu kakek gua meninggal gua nangis lho. Gua nggak bohong...
ra1ny
10-11-2001, 07:36 PM
wei...crita lo sedih dhe..infact semua crita di topic ini sedih2 hix...gue gak kuat dengan yg sedih2...apalagi mengenai ortu..blom sempet kita bertrima kais atas apa yg mreka lakukan buat kita mreka dah harus pergi dulu..hix....untung selama ini gue blom mengalami kehilangan siapa2 sih...
eLiZa
10-11-2001, 08:19 PM
tadi temen gue bokapnya gak ada :(
semakin lama memang semakin banyak org yg harus kembali kepada-Nya. Beberapa hari yg lalu di tempat gua udah 2 org temen ortu gua yg meninggal.
filing
11-11-2001, 09:57 AM
Nice story ^_^
hmm
ini bukan sekedar cerita lho, tapi kenyataan hidup. Dan benar2 ada, btw posting yg laen mana nich?
purple blue
12-11-2001, 10:30 AM
Iyah..... it's a real life...... sorry gua sering bikin postingan yang kesannya sedih-sedih..... soalnya itu semua datang dari perenungan gua tentang hidup gua...... gitu lho.....
ohhh begito? :o
sebenarnya perenungan tidak harus dengan terjadinya musibah/peristiwa terlebih dahulu baru merenung. Yg paling diutamakan sebenarnya adalah kita sudah renungkan dari awal benar atau tidak yg akan kita kerjakan/sudah dikerjakan. Tapi kayaknya renungan enggak sekitar cerita sedih aja koq.
purple blue
14-11-2001, 08:22 PM
yoi........
renungan bisa datang saat kita ngelamun juga loh
vBulletin® v3.7.0, Copyright ©2000-2009, Jelsoft Enterprises Ltd.