View Full Version : Superkonduktor
surya_
31-05-2002, 12:34 PM
Sedikit tentang superkonduktor. :)
Mengenal Superkonduktor
SUPERKONDUKTOR belakangan ini menjadi topik pembicaraan dan penelitian yang paling populer. Superkonduktor menjanjikan banyak hal bagi kita, misalnya, transmisi listrik yang efisien (tak ada lagi kehilangan energi selama transmisi). Memang saat ini penggunaan superkonduktor belum praktis, dikarenakan masalah perlunya pendinginan. Suhu kritis superkonduktor masih jauh di bawah suhu kamar. Tulisan singkat berikut mengajak kaum muda mengenal lebih jauh superkonduktor.Superkonduktor adalah suatu material yang tidak memiliki hambatan di bawah suatu nilai suhu tertentu. Suatu superkonduktor dapat saja berupa suatu konduktor, semikonduktor ataupun suatu insulator pada keadaan ruang. Suhu di mana terjadi perubahan sifat konduktivitas menjadi superkonduktor disebut dengan temperatur kritis (Tc).
Superkonduktor pertama kali ditemukan oleh seorang fisikawan Belanda, Heike Kamerlingh Onnes, dari Universitas Leiden pada tahun 1911. Pada tanggal 10 Juli 1908, Onnes berhasil mencairkan helium dengan cara mendinginkan hingga 4 K atau -269OC. Kemudian pada tahun 1911, Onnes mulai mempelajari sifat-sifat listrik dari logam pada suhu yang sangat dingin. Pada waktu itu telah diketahui bahwa hambatan suatu logam akan turun ketika didinginkan di bawah suhu ruang, tetapi belum ada yang dapat mengetahui berapa batas bawah hambatan yang dicapai ketika temperatur logam mendekati 0 K atau nol mutlak.
Beberapa ahli ilmuwan pada waktu itu seperti William Kelvin memperkirakan bahwa elektron yang mengalir dalam konduktor akan berhenti ketika suhu mencapai nol mutlak. Di lain pihak, ilmuwan yang lain termasuk Onnes memperkirakan bahwa hambatan akan menghilang pada keadaan tersebut. Untuk mengetahui yang sebenarnya terjadi, Onnes kemudian mengalirkan arus pada kawat merkuri yang sangat murni dan kemudian mengukur hambatannya sambil menurunkan suhunya. Pada suhu 4,2 K, Onnes terkejut ketika mendapatkan bahwa hambatannya tiba-tiba menjadi hilang. Arus mengalir melalui kawat merkuri terus-menerus. (Lihat grafik)
Dengan tidak adanya hambatan, maka arus dapat mengalir tanpa kehilangan energi. Percobaan Onnes dengan mengalirkan arus pada suatu kumparan superkonduktor dalam suatu rangkaian tertutup dan kemudian mencabut sumber arusnya lalu mengukur arusnya satu tahun kemudian ternyata arus masih tetap mengalir. Fenomena ini kemudian oleh Onnes diberi nama superkonduktivitas. Atas penemuannya itu, Onnes dianugerahi Nobel Fisika pada tahun 1913.
surya_
31-05-2002, 12:36 PM
lanjutan
Menolak medan magnet
Penemuan lainnya yang berkaitan dengan superkonduktor terjadi pada tahun 1933. Walter Meissner dan Robert Ochsenfeld menemukan bahwa suatu superkonduktor akan menolak medan magnet. Sebagaimana diketahui, apabila suatu konduktor digerakkan dalam medan magnet, suatu arus induksi akan mengalir dalam konduktor tersebut. Prinsip inilah yang kemudian diterapkan dalam generator. Akan tetapi, dalam superkonduktor arus yang dihasilkan tepat berlawanan dengan medan tersebut sehingga medan tersebut tidak dapat menembus material superkonduktor tersebut. Hal ini akan menyebabkan magnet tersebut ditolak. Fenomena ini dikenal dengan istilah diamagnetisme dan efek ini kemudian dikenal dengan efek Meissner.
Efek Meissner ini sedemikian kuatnya sehingga sebuah magnet dapat melayang karena ditolak oleh superkonduktor. Medan magnet ini juga tidak boleh terlalu besar. Apabila medan magnetnya terlalu besar, maka efek Meissner ini akan hilang dan material akan kehilangan sifat superkonduktivitasnya.
Dengan berlalunya waktu, ditemukan juga superkonduktor-superkonduktor lainnya. Selain merkuri, ternyata beberapa unsur-unsur lainnya juga menunjukkan sifat superkonduktor dengan harga Tc yang berbeda. Sebagai contoh, karbon juga bersifat superkonduktor dengan Tc 15 K. Hal yang ironis adalah logam emas, tembaga, dan perak, yang merupakan logam konduktor terbaik bukanlah suatu superkonduktor.
Pada tahun 1986 terjadi sebuah terobosan baru di bidang superkonduktivitas. Alex Müller and Georg Bednorz, peneliti di Laboratorium Riset IBM di R|schlikon, Switzerland, berhasil membuat suatu keramik yang terdiri dari unsur Lanthanum, Barium, Tembaga, dan Oksigen, yang bersifat superkonduktor pada suhu tertinggi pada waktu itu, 30 K. Penemuan ini menjadi spektakuler karena keramik selama ini dikenal sebagai isolator. Keramik tidak mengantarkan listrik sama sekali pada suhu ruang. Hal ini menyebabkan para peneliti pada waktu itu tidak memperhitungkan bahwa keramik dapat menjadi superkonduktor. Penemuan ini membuat keduanya diberi penghargaan hadiah Nobel setahun kemudian.
Penemuan demi penemuan di bidang superkonduktor kini masih saja dilakukan oleh para peneliti di dunia. Penemuan lainnya yang juga fenomenal adalah berhasil disintesisnya suatu bahan organik yang bersifat superkonduktor, yaitu (TMTSF)2PF6. Titik kritis senyawa organik ini masih sangat rendah yaitu 1,2 K.
Pada bulan Februari 1987, ditemukan suatu keramik yang bersifat superkonduktor pada suhu 90 K. Penemuan ini menjadi penting karena dengan demikian dapat digunakan nitrogen cair sebagai pendinginnya. Karena, suhunya cukup tinggi dibandingkan dengan material superkonduktor yang lain, maka material-material tersebut diberi nama superkonduktor suhu tinggi. Suhu tertinggi suatu bahan menjadi superkonduktor hingga saat ini adalah 138 K, yaitu untuk suatu bahan yang memiliki rumus Hg0.8Tl0.2Ba2Ca2Cu3O8.33.
Superkonduktor kini telah banyak digunakan dalam berbagai bidang. Hambatan tidak disukai karena dengan adanya hambatan maka arus akan terbuang menjadi panas. Apabila hambatan menjadi nol, maka tidak ada energi yang hilang pada saat arus mengalir. Penggunaan superkonduktor di bidang transportasi memanfaatkan efek Meissner, yaitu pengangkatan magnet oleh superkonduktor. Hal ini diterapkan pada kereta api supercepat di Jepang yang diberi nama The Yamanashi MLX01 MagLev train (Lihat foto). Kereta api ini melayang di atas magnet superkonduktor. Dengan melayang, maka gesekan antara roda dengan rel dapat dihilangkan dan akibatnya kereta dapat berjalan dengan sangat cepat, 343 mph atau sekitar 550 km per jam.
Efisiensi sangat tinggi
Penggunaan superkonduktor yang sangat luas tentu saja dibidang listrik. Generator yang dibuat dari superkonduktor memiliki efisiensi sebesar 99 persen dan ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan dengan generator yang menggunakan kawat tembaga. Suatu perusahaan Amerika, American Superconductor Corp diminta untuk memasang suatu sistem penstabil listrik yang diberi nama Distributed Superconducting Magnetic Energy Storage System (D-SMES). Satu unit D-SMES dapat menyimpan energi listrik sebesar 3 juta Watt yang dapat digunakan untuk menstabilkan listrik apabila terjadi gangguan listrik.
Untuk transmisi listrik, Pemerintah Amerika Serikat dan Jepang berencana untuk menggunakan kabel superkonduktor dengan pendingin nitrogen untuk menggantikan kabel listrik bawah tanah yang terbuat dari tembaga. Dengan menggunakan kabel superkonduktor, arus yang dapat ditransmisikan akan jauh meningkat. 250 pon kabel superkonduktor dapat menggantikan 18.000 pon kabel tembaga mengakibat efisiensi sebesar 7.000 persen dari segi tempat.
Di bidang komputer, superkonduktor digunakan untuk membuat suatu superkomputer dengan kemampuan berhitung yang fantastis. Di bidang militer, HTS-SQUID digunakan untuk mendeteksi kapal selam dan ranjau laut. Superkonduktor juga digunakan untuk membuat suatu motor listrik dengan tenaga 5.000 tenaga kuda.
Berdasarkan perkiraan yang kasar, perdagangan superkonduktor di dunia diproyeksikan akan berkembang senilai 90 trilyun dollar AS pada tahun 2010 dan 200 trilyun dollar AS pada tahun 2020. Perkiraan ini tentu saja didasarkan pada asumsi pertumbuhan yang linear. Apabila superkonduktor baru dengan suhu kritis yang lebih tinggi telah ditemukan, pertumbuhan di bidang superkonduktor akan terjadi secara luar biasa.
(Cun Sen dan Ismunandar PhD, mahasiswa dan dosen Departemen Kimia ITB )
surya_
31-05-2002, 12:44 PM
Permasalahan utama superkonduktor adalah suhu. Kalau bisa diperoleh bahan yg memiliki sifat superkonduktor pada suhu kamar, sangat mungkin diperoleh mesin/sistem dengan tingkat efisiensi luar biasa (99% ).
Menurut hukum termodinamika, tidak ada suatu proses dengan efisiensi output/input 100%...jadi kayaknya superkonduktor menawarkan kondisi ideal sistem dalam teknologi terapan.
Jika misalkan ditemukan bahan superkonduktor pada suhu kamar, apa masih perlu komputer quantum?? :)
naila
31-05-2002, 12:47 PM
wah, gue biarpunanak elektro rada2 ::duduls:: klo soal beginian, soalnya sub-jur gue dulu bukan elektronika/instrumentasi *beladiri.com* :D
what I found interresting is, ada senyawa2 yg bisa bersifat superkonduktif di bawah titik kritisnya, dan ternyata di atas itu dia adalah isolator yg sangat baik. ::up::
Riovasky
31-05-2002, 12:55 PM
super konduktor itu terbuat dari apa..???
kalo selain tembaga maka gimana nasib pabrik tembaga bila biaya manufaktur super konduktor tsb menjadi murah...?
tapi apa ada pengaruh dengan kecepatan internet..?? :D:D
surya_
31-05-2002, 01:32 PM
Originally posted by naila
what I found interresting is, ada senyawa2 yg bisa bersifat superkonduktif di bawah titik kritisnya, dan ternyata di atas itu dia adalah isolator yg sangat baik. ::up::
naila, memang itu karakterisitik menarik...mungkin sama dengan anomali air pada suhu 0-4 derajat Celcius.. :)
Suatu superkonduktor dapat saja berupa suatu konduktor, semikonduktor ataupun suatu insulator pada keadaan ruang. Suhu di mana terjadi perubahan sifat konduktivitas menjadi superkonduktor disebut dengan temperatur kritis (Tc).
Mungkin terkait dengan sifat kimia bahan. Gue lupa, tapi apa ada kaitannya dengan level Fermi tentang sifat material/bahan? (gue asli udah lupa.. :D )
Yang juga menarik bagi gue juga adalah tiadanya loss energy dalam system tertutup yg sudah diputus sumber dayanya
Percobaan Onnes dengan mengalirkan arus pada suatu kumparan superkonduktor dalam suatu rangkaian tertutup dan kemudian mencabut sumber arusnya lalu mengukur arusnya satu tahun kemudian ternyata arus masih tetap mengalir
E121F
31-05-2002, 10:11 PM
ahaha, ini dia yang gue buat karya ilmiah ampe 50 halaman ;D
sitenya.... hmmm
http://www.superconductors.org/
cukup lengkap untuk pengenalan secara umum ::up::
kalo kurang puas linknya disitu juga banyak
surya_
01-06-2002, 06:04 AM
Elif, bagus juga informasinya..ternyata yg gue quote dari Kompas itu terjemahan bulat-bulat dari sono... :D
Menurut gue, superkonduktor bakal me-revolusi industri dan teknologi dalam banyak hal. Macroscopic Quantum.
Yg sekarang diterapkan untuk Kereta Api super cepat MagLev, adalah superkonduktor dengan memanfaatkan sifat medan lelektromagnetik yg tolak menolak ato tarik menarik.
Windy Reed
01-06-2002, 07:03 AM
tolak menolak buat ngangkat, tarik menarik buat narik keretanya
kalo pake superkonduktor, cara jaga suhunya gimana tuh ?
E121F
01-06-2002, 12:46 PM
Originally posted by Windy Reed
tolak menolak buat ngangkat, tarik menarik buat narik keretanya
kalo pake superkonduktor, cara jaga suhunya gimana tuh ?
liquid nitrogen i think ::bentar2:
Tatsu
01-06-2002, 11:44 PM
pertanyaan : kalo begitu gimana berhentinya?
E121F
02-06-2002, 12:05 AM
tidak tertulis dalam site itu sih (itu site udah gue buka semua isinya)
paling juga mungkin ada di linknya, cek aja
Windy Reed
02-06-2002, 08:05 AM
*imagining*
gimana cara berhentiin motor listrik ?
E121F
02-06-2002, 06:35 PM
putusin arusnya? ::bentar2:
k4r-kun
05-06-2002, 10:07 PM
Yang paling logis sih emang kayak gitu.
E121F
05-06-2002, 11:23 PM
bukan diputusin
tapi dikurang perlahan2
kalo diputusin, sama aja keretanya dijatuhin beberapa cm dari rel nya,
kalo tiap hari gitu terus relnya bisa ancur kali ;D
Windy Reed
06-06-2002, 07:54 AM
tapi di kasus mag-lev kan artinya kereta langsung terhempas ke landasan karena gak ada daya angkat, terus karena berat dan kenceng dia masih bakal maju terus gesekan ama rel nanti mesin sebelah bawahnya juga bakal rusak dong
E121F
06-06-2002, 03:05 PM
Originally posted by Windy Reed
tapi di kasus mag-lev kan artinya kereta langsung terhempas ke landasan karena gak ada daya angkat, terus karena berat dan kenceng dia masih bakal maju terus gesekan ama rel nanti mesin sebelah bawahnya juga bakal rusak dong
hmm
mungkin untuk pengereman masih 1 prinsip pengereman dengan kereta listrik
tapi masa iya keretanya dijatuhin kayak gitu ;D
shock banget itu mah :D
Tatsu
07-06-2002, 08:05 PM
gimana kalo pake parasut?
k4r-kun
07-06-2002, 10:16 PM
Originally posted by E121F
bukan diputusin
tapi dikurang perlahan2
kalo diputusin, sama aja keretanya dijatuhin beberapa cm dari rel nya,
kalo tiap hari gitu terus relnya bisa ancur kali ;D
Bisa dijelaskan lebih spesifik lagi?
E121F
08-06-2002, 02:07 PM
gaya angkat maglev kan dateng dari gaya tolak menolak rel di magnet ama di maglev nya
darimana datengnya gaya magnet sekuat itu? ya dari listrik juga lah (arus listrik tepatnya)
gaya induksi magnet kalo gak salah rumusnya
F= B I l (sin a)
*PASTI, barusan ulangan umum fisika koq ;D*
gimana cara mengecilkan gaya induksi magnetik nya? masa kurangin panjangnya? kalo B? gak bisa juga
ya berarti otak atik di I nya dong :D
vBulletin® v3.7.0, Copyright ©2000-2008, Jelsoft Enterprises Ltd.