Rada
31-12-1999, 01:49 PM
http://movies.yahoo.com/images/hv/photo/movie_pix/twentieth_century_fox/anna_and_the_king/_group_photos/chow_yun_fat2.jpg
Akhirnya, mengikuti kegetolan Hollywood membuat re-make film-film lawas Anna and the King pun mulai beredar. Ini merupakan re-make ke-2 (berarti film ke-3) setelah film pertama thn 1946 (starring Rex Harrison dan Irene Dunne) dan film kedua thn 1956 (starring Yul Brynner dan Deborah Kerr). Belum lagi versi animasinya yg sudah beredar awal thn 1999 yg mengadaptasi versi Broadwaynya: The King and I.
Mengingat di A.S pemutaran perdananya tgl 17 Desember kemaren, Jakarta cukup beruntung mendapatkan jadwal yg masih fresh.
Anna and the King bersetting Siam (Thailand) thn 1862 (walaupun syutingnya berlokasi di Malaysia berhubung pihak pemerintah Thailand keberatan dgn cerita yg dipandang melecehkan raja mereka). Anna Leonowens (Jodie Foster), seorg janda berkebangsaan Inggris jauh-jauh datang ke Siam untuk mendidik putra-putri Raja Mongkut (Chou Yuen Fat) yang jumlahnya 50 an (itu wajar mengingat Istri resminya saja berjumlah 23 belum lagi selirnya yg sebanyak 42 orang!). Anna yang dididik secara Barat memiliki pandangan yg "prejudice" thd budaya Siam (yang diwakili oleh sang Raja) yang sangat bertolak belakang dgn budaya "maju" (civilized) Barat. Namun benturan budaya itu tidak mampu menghalangi cinta yg perlahan tumbuh dihati mereka. Kejadian dan intrik-intrik yg terjadi di istana dan kerajaan Siam dan sikap sang Raja dalam bertindak dan mengambil keputusan perlahan manyadarkan Anna bahwa pandangannya selama ini salah, bahwa sang raja yg selama ini dianggapnya sebagai raja yg tidak berbudaya dan lalim ternyata adalah seorang Pria yg bervisi besar dan yg berjuang membawa kerajaannya menjadi bangsa yg maju. Demikian pula sang Raja memandang Anna bukan hanya menjadi seberkas sinar bagi diri dan keluarganya, tapi juga bagi kerajaan Siam sendiri.
Sebelumnya banyak yg meragukan casting Jodie Foster sebagai Anna yg berkebangsaan Inggris, tapi akhirnya melihat penampilannya banyak kritikus memujinya termasuk logat Inggris yg dengan fasih dia lafalkan tanpa pernah slipped sekalipun. Dan Chou Yuen Fat? Jangan heran kalau dia bakalan dinominasikan dalam perebutan oscar thn depan! Walaupun 2 film hollywoodnya terdahulu (REPLACEMENT KILLER dan THE CORRUPTOR) kurang sukses kelihatannya namanya bakal tetap bersinar untuk thn mendatang.
Andy Tennant, sang sutradara sebelumnya pernah menyutradarai EVERAFTER dan IT TAKES TWO (udah pada nonton belon?)
Buat ce-ce, mungkin satu hal lain yg bisa muasin mata kalian adalah: costumenya yg bagus-bagus. Buat co-co, kabar sedih buat kamu: Rating film ini adalah PG13 (tau artinya kan).
[This message has been edited by Rada (edited 31-12-1999).]
Akhirnya, mengikuti kegetolan Hollywood membuat re-make film-film lawas Anna and the King pun mulai beredar. Ini merupakan re-make ke-2 (berarti film ke-3) setelah film pertama thn 1946 (starring Rex Harrison dan Irene Dunne) dan film kedua thn 1956 (starring Yul Brynner dan Deborah Kerr). Belum lagi versi animasinya yg sudah beredar awal thn 1999 yg mengadaptasi versi Broadwaynya: The King and I.
Mengingat di A.S pemutaran perdananya tgl 17 Desember kemaren, Jakarta cukup beruntung mendapatkan jadwal yg masih fresh.
Anna and the King bersetting Siam (Thailand) thn 1862 (walaupun syutingnya berlokasi di Malaysia berhubung pihak pemerintah Thailand keberatan dgn cerita yg dipandang melecehkan raja mereka). Anna Leonowens (Jodie Foster), seorg janda berkebangsaan Inggris jauh-jauh datang ke Siam untuk mendidik putra-putri Raja Mongkut (Chou Yuen Fat) yang jumlahnya 50 an (itu wajar mengingat Istri resminya saja berjumlah 23 belum lagi selirnya yg sebanyak 42 orang!). Anna yang dididik secara Barat memiliki pandangan yg "prejudice" thd budaya Siam (yang diwakili oleh sang Raja) yang sangat bertolak belakang dgn budaya "maju" (civilized) Barat. Namun benturan budaya itu tidak mampu menghalangi cinta yg perlahan tumbuh dihati mereka. Kejadian dan intrik-intrik yg terjadi di istana dan kerajaan Siam dan sikap sang Raja dalam bertindak dan mengambil keputusan perlahan manyadarkan Anna bahwa pandangannya selama ini salah, bahwa sang raja yg selama ini dianggapnya sebagai raja yg tidak berbudaya dan lalim ternyata adalah seorang Pria yg bervisi besar dan yg berjuang membawa kerajaannya menjadi bangsa yg maju. Demikian pula sang Raja memandang Anna bukan hanya menjadi seberkas sinar bagi diri dan keluarganya, tapi juga bagi kerajaan Siam sendiri.
Sebelumnya banyak yg meragukan casting Jodie Foster sebagai Anna yg berkebangsaan Inggris, tapi akhirnya melihat penampilannya banyak kritikus memujinya termasuk logat Inggris yg dengan fasih dia lafalkan tanpa pernah slipped sekalipun. Dan Chou Yuen Fat? Jangan heran kalau dia bakalan dinominasikan dalam perebutan oscar thn depan! Walaupun 2 film hollywoodnya terdahulu (REPLACEMENT KILLER dan THE CORRUPTOR) kurang sukses kelihatannya namanya bakal tetap bersinar untuk thn mendatang.
Andy Tennant, sang sutradara sebelumnya pernah menyutradarai EVERAFTER dan IT TAKES TWO (udah pada nonton belon?)
Buat ce-ce, mungkin satu hal lain yg bisa muasin mata kalian adalah: costumenya yg bagus-bagus. Buat co-co, kabar sedih buat kamu: Rating film ini adalah PG13 (tau artinya kan).
[This message has been edited by Rada (edited 31-12-1999).]