PDA

View Full Version : Pendapat kamu dong ...


Ryuk1_Survive
03-06-2003, 09:44 AM
Cherish the love that you always have....May your relationship last
forever..............

---------------------------------------------------------------------------


My husband is a scientist by profession.

I love him for his steady-being nature,
and I love the warm feeling when I lean against his broad
shoulders.
Three years into courtship and now, two years into marriage,
I have to admit, I am getting tired of it.

The reasons of me loving him before
has now transformed into the cause of all my restlessness.
I am a sentimental woman;
extremely sensitive and
exquisite when it comes to relationship and feelings.
I yearn for romantic moments,
as a little boy yearns for candy.


And my husband, he is a contrast of me.
His lack of sensitivity and,
worst of all,
his inability to bring romantic moments into our marriage
has disheartened me about love.


One day, I finally decided to tell him my decision
that I want a divorce.

Why?" he asked, shocked.
"I am tired. There aren't reasons for everything in the world" I
nswered.

He kept silent the whole night
seemingly in deep thoughts with his cigarette lighted.
My feeling of disappointment grew more and more intense;
a man who can't even express his feelings,
what else can I hope from him?

Finally he asks:" What can I do to change your mind?"

Somebody said it right
it's hard to change a person's personality
and I guess I have started losing faith in him.

Looking deep into his eyes, I slowly answered:
"Here is a question
if you can find the answer in my heart
I will change my mind.
Lets say,
there is a flower on the edge of a crumbling mountain cliff
that I love very much
and we are both sure that the making you to pick the flower will
cause death.
Would you pick the flower for me?"

He said:" I will give you your answer tomorrow...."

My heart just sank at his response.
The next morning
he was not around when I got out of bed.
I saw a piece of paper with his handwriting
underneath a glass of warm milk.

It goes....
"Dear, I would not pick that flower for you
but please allow me to further explain the reasons"

This first line has already broken my heart
but I continued reading.
"You type on the computer but cry when you mess up the programs in
the PC...
I have to saved my fingers so that I can help to restore the
programs.
You always leave the house keys behind...
I have to save my legs to rush home to open the door for you.
You love traveling but always lose your way in a new city...
I have to save my feet to walk with you all the way.
You always get the cramps whenever your "good friend" approaches
every month...
I have to save my palms so that I can calm the cramps at your
tummy.
You like to stays indoors, but get bored so easily...
I have to save my mouth to tell you jokes and stories to keep you
happy.
You always stare at the computer, and that is not good for your
eyes...
I have to save my eyes so that when we grow older
I can help to clip your nails, and remove those annoying white
hairs.
I will hold your hand, stroll down the beach, enjoying the
sunshine and the beautiful sands.
I will tell you the colour of flowers, just like the glow on your
beautiful face.
That's why, my dear
before I am sure there is someone who loves you more than I do
who makes you smile and takes good care of you
I would not pick the flower and die."

My tears fall on the letter
and blurred the ink of his handwriting.
I resume my reading.

"And now, my dear
you have finished reading my answer.
If you are satisfied with t hese answers
please open the front door of our house.
I am standing there
with your favorite bread and the fresh milk that you love."

I rushed to pull open the front door
and saw his anxious face
with his hand holding tight on the milk and bread.

Oh I am sure no one will ever love me as much
and now I have decided to leave the flower alone.

That's life.
Or, some say, love.
When we are constantly surrounded by love
the feeling of excitement fades away.
If we are not careful
we will neglect the true love that lies between the peace and
dullness.
Love shows in any form
even a very little and corny form.
Romantic moments are only the surface of the relationship.
Under all these, the pillar of true love stands.

MP5
03-06-2003, 09:50 AM
::nangis::::nangis::

Jack_12
03-06-2003, 11:20 AM
Ada yang baik hati mau terjemahin ke Indonesia ?

Uchuu Keiji
03-06-2003, 11:24 AM
hehehe setuju bgt! apa maksudnya seeh..


Originally posted by Jack_12
Ada yang baik hati mau terjemahin ke Indonesia ?

Uchuu Keiji
03-06-2003, 11:28 AM
hehehe setuju bgt! ada ngga yg berbaik hati ngasih tau maksudnya ?


Originally posted by Jack_12
Ada yang baik hati mau terjemahin ke Indonesia ?

EphMinor
03-06-2003, 01:49 PM
Really touching...

Btw, people, I tried to translate... Entar kalo' udah selesai saya post yah...;D

Jack_12
03-06-2003, 08:28 PM
Originally posted by Fminor
Really touching...

Btw, people, I tried to translate... Entar kalo' udah selesai saya post yah...;D

I'll wait ::up::

Chantique
04-06-2003, 02:02 AM
gue nunggu ampe besok masih pada ngejunk, gue closed yahh ;)

sapibawel
04-06-2003, 05:17 AM
very touching....

dan betul. kadang kita mikir cinta itu harus di perlihatkan dengan hal2 yg berbau romance...atau ama hal2 yg kita bisa melihat, dengar, atau pegang.

it's the little things that matter...and those are the same things that we take for granted everyday...

jadi :( karena gue sadar gue banyak take things for granted also...

Mei_me
04-06-2003, 11:11 AM
romantis sekalee ... hubby gw mungkin gak ya kaya' gitu .... kayakna gak dech ..:(

Chantique
04-06-2003, 12:32 PM
Originally posted by sapibawel
very touching....

dan betul. kadang kita mikir cinta itu harus di perlihatkan dengan hal2 yg berbau romance...atau ama hal2 yg kita bisa melihat, dengar, atau pegang.

it's the little things that matter...and those are the same things that we take for granted everyday...

jadi :( karena gue sadar gue banyak take things for granted also...

kalo gue sih malah gak begitu perlu romance, maunya perhatian.. dan romance bisa terjadi kapan aja buat gue, kaya misalnya gue ama suami duduk dipinggir pantai ama baby itu dah romance menurut gue.. hihihi

GRACEFULLY
09-06-2003, 07:08 PM
Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami
dan saya menyukai perasaan yang hangat yang muncul ketika saya bersender dibahunya yang bidang.
Tiga tahun dalam masa kenalan dan bercumbu, sampai sekarang, dua tahun
dalam masa pernikahan, saya harus mengakui, bahwa saya mulai merasa lelah
dengan semua ini, alasan-2 saya mencintainya pada waktu dulu, telah berubah menjadi sesuatu yang melelahkan.

Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-2 sensitif dan
berperasaan halus, saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak kecil yang
menginginkan permen. Dan suami saya bertolak belakang dari saya, rasa
sensitifnya kurang, dan ketidakmampuannya untuk menciptakan suasana
yang
romantis di dalam pernikahan kami telah mematahkan harapan saya tentang cinta.

Suatu hari, akhirnya saya memutuskan untuk mengatakan keputusan saya
kepadanya, yaitu saya menginginkan perceraian.

"Mengapa?", dia bertanya dengan terkejut.

"Saya lelah, terlalu banyak alasan yang ada di dunia ini", jawab saya.

Dia terdiam dan termenung sepanjang malam dengan rokok yang tidak putus-putusnya.
Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat
mengekspresikan perasaannya, apalagi yang saya bisa harapkan darinya?

Dan akhirnya dia bertanya, " Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?"

Seseorang berkata, 'mengubah kepribadian orang lain sangatlah sulit' dan itu
benar, saya pikir, saya mulai kehilangan kepercayaan bahwa saya bisa mengubah pribadinya.

Saya menatap dalam-dalam matanya dan menjawab dengan pelan, "Saya punya
pertanyaan untukmu, jika kamu dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya,
saya akan merubah pikiran saya. Seandainya, katakanlah saya menyukai
setangkai bunga yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu
memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?"

Dia berkata, " Saya akan memberikan jawabannya besok."
Hati saya langsung gundah mendengar responnya.

Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya melihat selembar kertas
dengan coret-2an tangannya di bawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan :

Sayang,
"Saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk
menjelaskan alasannya."

Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya kembali.

"Kamu hanya bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di
PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-2
saya supaya saya bisa menolong untuk memperbaiki programnya."
"Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya
harus memberikan kaki saya supaya bisa masuk mendobrak rumah, membukakan pintu untukmu."
"Kamu suka jalan-2 ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-2 baru yang
kamu kunjungi, saya harus memberikan mata saya untuk mengarahkanmu."
"Kamu selalu pegal-2 pada waktu "teman baikmu" datang setiap bulannya, saya
harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal."
"Kamu senang diam di dalam rumah, dan saya kuatir kamu akan jadi "aneh".
Saya harus memberikan mulut saya untuk menceritakan lelucon-2 dan cerita-2 untuk menyembuhkan kebosananmu."
"Kamu selalu menatap komputermu dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu,
saya harus menjaga mata saya sehingga ketika nanti kita tua, saya masih
dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu."
"Saya akan memegang tanganmu, menelusuri pantai, menikmati sinar
matahari
dan pasir yang indah, menceritakan warna-2 bunga kepadamu yang bersinar seperti wajah cantikmu."
Juga sayangku, saya begitu yakin ada banyak orang yang mencintaimu lebih dari saya mencintaimu.
Saya tidak akan mengambil bunga itu lalu mati."

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur dan saya membaca kembali.

"Dan sekarang sayangku kamu telah selesai membaca jawaban saya, jika kamu
puas dengan semua jawaban ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya
sekarang sedang berdiri disana dengan susu segar dan roti kesukaanmu?"

Saya segera membuka pintu dan melihat wajahnya yang penasaran sambil
tangannya memegang susu dan roti.

Oh, saya percaya, tidak ada orang yang pernah mencintai saya seperti yang dia lakukan dan mengetahui saya harus melupakan "bunga" itu sendiri.

Itulah hidup, atau boleh dikatakan, cinta, ketika seseorang dikelilingi
dengan cinta, kemudian perasaan itu mulai berangsur-angsur hilang dan ketika
kita mengabaikan cinta sejati yang berada diantara kedamaian dan kesepian.

Cinta menunjukkan berbagai macam bentuknya, bahkan dalam bentuk yang sangat
kecil dan dangkal, atau bahkan tidak punya bentuk, bisa juga dalam bentuk
yang tidak ingin kita ketahui.

Bunga, saat-saat yang romantis hanyalah bentuk awal dari hubungan.
Diatas semua ini, pilar cinta sejati berdiri dan itulah kehidupan kita.

Ryuk1_Survive
10-06-2003, 10:21 AM
thanks Gracefully ..... buat translationnya ...
pendapat kalian tentang cerita ini ... realistis .....