PDA

View Full Version : Pernikahan Dini


Chantique
05-06-2003, 12:00 AM
baru dapet artikel nih, gimana pendapat kalian ?



Akhir-akhir ini lagi menjamur tuh yang namanya menikah dini. Jaman
nenek-kakek kita dulu, memang sudah banyak yang menikah dalam usia
belasan tahun. Lalu dengan makin majunya jaman, mulai cewe-cewe dan cowok-cowok menunda usia nikah mereka. Alasannya macam-macam, ada yang pingin punya rumah dan mobil dulu sebelum menikah (biasanya cowok yang punya niat ini),ada juga yang pingin dapat gelar yang tinggi dulu dengan sekolah sebelumm menikah. Akhirnya, banyak tante-tante kita atau om-om kita yang menikah ketika berumur 28-33 (wanita) sampai usia 35-40 (pria) tahun.

Lalu kenapa kok sekarang, trend menikah cepat itu kembali lagi? Kalau
kita ingat-ingat jaman dahulu di Indonesia, sekitar tahun 1940s sampai
1960s, negara kan lagi berantakan. Ada perang dunia, G30S PKI, ada dekrit, ada macem-macem deh pokoknya. Belum lagi perang. Nah dengan kacaunya keadaan itu, orang banyak yang susah hidupnya. Baik moril maupun materiil. Menurut saya, itu pula yang dulu banyak mendorong pernikahan muda. Kalau nikah muda, berarti segera lepas tanggung jawab orang tua. Dan juga, jaman dahulu jarak pernikahan biasanya jauh-jauh.
Bahkan ada yang berbeda 10 tahunan. Jadi, pada usia belasan tahun,
seorang gadis Indonesia sudah punya kekasih yang berusia 25 tahun keatas. Wajar kalau segera dipinang karena si pria sudah mapan dan sudah siap berkeluarga.

Nah, apakah alasan menikah cepat jaman dahulu, sama dengan alasan
menikah cepat jaman sekarang? Berdasarkan survey informal, ternyata ada beberapa perbedaan alasan.

Yang paling utama adalah, jaman sekarang pernikahan cepat itu dilandasi
oleh seks bebas yang sudah merambah di kalangan remaja Indonesia saat ini.Orang tua takut, kalau nikahnya ditunda-tunda, malahan terjadi hamil diluar nikah. Peristiwa VCD yang pernah heboh di kalangan kita itu bukan hanya terjadi pada pasangan naas itu saja. Jangan-jangan remaja di kalangan terdekat kita sendiripun sudah melakukan hal serupa (cuma gak ngaku dan belum ketahuan aja).

Alasan kedua adalah faktor ekonomi.
Faktor ekonomi ini terbagi dua. Ekonomi keluarga, dan ekonomi si anak
itu sendiri. Beberapa orang tua menyatakan bahwa mereka ingin anaknya yang sudah remaja untuk segera menikah karena krisis ekonomi di Indonesia tidak kunjung sembuh, sementara gaya hidup anaknya tidak bisa diajak sederhana.
Daripada ribut terus di rumah masalah minta uang, tagihan telepon,
tagihan kartu kredit, dan bahkan pulsa handphone, lebih baik anaknya dilepaskan untuk segera menikah. Setidaknya orang tua tsb berharap anaknya dapat lebih menghargai hidup dan uang apabila dia sudah hidup berkeluarga sendiri.

Faktor ekonomi yang kedua adalah adanya perubahan tanggung jawab Pria. Jaman dulu, pria punya tanggung jawab yang seimbang dengan egonya. Mereka justru tidak ingin istrinya mencari uang untuk keluarga, karena takut istrinya akan hilang respek dengan suaminya. Jaman sekarang, banyak pria yang justru ingin cari jalan pintas dengan menikahi gadis-gadis dari keluarga kaya hanya untuk hidup lebih enak. Bahkan ada yang menuntut
istrinya untuk sama-sama cari uang, walaupun itu berarti harus berbagi
tugas rumah tangga. Hal seperti inilah yang banyak mendorong Pria untuk
segera menikah jika sudah mendapatkan pasangan yang secara ekonomi berkecukupan.
Di lain pihak, gadis Indonesia yang sekarang ingin hidup bebas, enak,
dan nyaman, juga banyak yang mencari jalan pintas dengan menikah dini.


Daripada susah-susah berkerja, begitu lulus kuliah, langsung mencari
pria untuk dinikahi. Tentu, kriteria utamanya adalah "pria mapan dan
berkepribadian". Termasuk dalam kepribadian adalah mobil pribadi, rumah pribadi, dan deposito pribadi. Maka seperti kita sering dengar
disana-sini, gadis muda merampas suami orang, atau gadis muda menjadi pelacur, dan sebagainya, itu adalah hasil perubahan norma seperti ini.


Alasan ketiga mengapa banyak yang menikah dini, adalah karena mengikuti trend.
Menurut saya, alasan ini banyak sekali terjadi, namun sedikit yang
mengakuinya. Orang tua yang memiliki anak gadis berusia 20 tahun sudah mulai mencarikan jodoh secara diam-diam. Remaja itu sendiri, jika sudah berusia 23 saja, sudah mulai malu mengakui dirinya single. Apalagi
kalau ditanya teman-temannya yang sudah berkeluarga "kapan nih nyusul?"
Alasan gengsi inilah yang akhir-akhir ini membuat melejitnya tingkat
perceraian pasangan muda di indonesia sekarang ini. Karena gengsi, maka asal saja memilih pasangan hidup. Dan biasanya yang memiliki gengsi seperti ini orangnya tidak memiliki pengetahuan agama yang mendalam. Jadi, setelah asal menikah (yang penting gak dibilang 'gak laku'), dalam beberapa bulan mulaiada masalah keluarga. Yang kalau di keluarga matang dan beragama kuat,
masalah keluarga selalu dicari jalan keluar, bagi yang menikah asal,
masalah rumah tangga hanya membuka satu pintu keluar: perceraian.
Sebenarnya apa sih yang kita (manusia) sebaiknya cari dari sebuah
pernikahan?


Contoh-contoh kasus diatas hanya sebagian saja dari contoh kurang
kuatnya alasan menikah. Banyak kasus lain seperti ingin lepas dari orang tua, ingin membuat bekas pacar cemburu, atau menyembuhkan sakit hati, yang menjadi alasan segera menikah jaman sekarang. Walaupun memang ada yang menikah muda tapi matang pertimbangannya.

Chantique
05-06-2003, 12:01 AM
Jangan menuduh yang bukan-bukan kepada saya apabila anda merasa
tersinggung dengan email ini. Lebih baik kita bersama-sama melihat ke dalam diri kitasendiri. Apa yang kita cari dari hidup ini. Apakah dengan menikah, kita dapat menjadi orang yang lebih baik dalam arti sebenarnya? Apakah dengan menikah, kita hanya menutupi gengsi belaka? Apakah dengan menikah, kita benar-benar mendapatkan solusi hidup jangka pendek dan jangka panjang sekaligus?


Menikah bukan solusi. Menikah merupakan keputusan yang serius yang akan kita bawa konsekwensinya seumur hidup. Pikirkan baik-baik keputusan anda.
Pikirkan apakah dengan kita menikah, kita akan masih berbahagia ketika
kita berumur 40 tahun nanti? Apakah kita dapat menjalankan ibadah kita
dengan lebih baik, apabila kita menikah? Jika dalam hati kita menikah karena masalah ekonomi, akankah kita bahagia dengan orang yang kita nikahi, dalam20 tahun mendatang? Akankah kita tetap bahagia apabila orang yang kita nikahi jatuh miskin, atau bahkan sakit atau dipenjara? Sebesar apakah cinta kita kepada dia untuk bisa menjalankan hidup dengannya setiap hari sampai mati?


Menikah bukan akhir perjalanan.
Menikah adalah awal perjuangan hidup kita.
Memilih calon mertua yang kaya sama sekali bukan cara berfikir yang
tepat. Pilihlah pasangan yang memiliki kemampuan berjuang dalam hidup sehingga dia sendiri akan dapat mengatur harta dan keuangan dengan baik.


Pilihlah pasangan yang senang dengan anak kecil karena dia akan menjadi orang tua yang baik. Pilihlah pasangan yang baik dengan keluarga anda, tidak hanya pada anda, karena dia akan baik pula kepada keluarganya sendiri dan akan menjunjung tinggi nilai nilai kekeluargaan.


Pilihlah pasangan yang rajin beribadah, karena ketakutannya pada Tuhan
akan mengingatkan dan mengawasi dia untuk menjalankan tanggung jawabnya sebagai anggota keluarga.


Lalu, kalau mencari pasangan yang sempurna, kapan dong saya bisa
menikah?

Jika kamu berusia mid 20s dan belum menemukan pasangan yang tepat,
jangan bersedih hati. Stok manusia tidak akan habis begitu saja. Generasi
sebelum kita pun dulu banyak yang menikah di awal usia 30s dan buktinya mereka
baik-baik saja. Justru dengan kematangannya dalam menikah, mereka bisa menangani masalah rumah tangga dengan komunikasi yang lebih dewasa dan lebih baik.


Hidup itu adil. Semua keputusan ada konsekwensinya. Tidak ada keputusan yang sempurna. Jadi, mau menikah usia 20 kek atau menikah usia 30 tahun kek, tetap resikonya ada. Sama beratnya atau sama ringan-nya. Semua tergantung kepada kematangan kita dan bagaimana kita memandang tujuan hidup kita. Mereka yang menikah dalam usia muda tentu kehilangan waktunya untuk bersenang-senang dan bergaul dengan teman yang masih single. Resikonya adalah mereka akan rindu masa ini ketika mereka justru sudah menikah. Mereka juga kehilangan kesempatan untuk meniti karir dibidang yang 'khusus single'. Misalnya, pramugari, atau modelling, atau pemilihan beauty contest.

Jadi, jika anda berusia mid 20s dan masih single, jangan duduk saja dan
menangisi takdir anda. Ikuti hal-hal yang anda masih bisa ikuti.
Gunakan waktu anda untuk berkarir lebih baik. Bisa jadi, jika anda sudah
menikah, anda tidak ada waktu untuk itu. Setidaknya, jika anda memiliki
kesuksesan karir, anda dapat membanggakannya pada teman-teman anda.
"Iya nih nanti gue nyusul nikah, sekarang gue nabung dulu mau
jalan-jalan keluar negeri sama temen-temen". Sounds great? Jadilah pribadi yang percaya diri. Yakinlah bahwa Tuhan akan memberikan segala sesuatu pada waktunya sendiri-sendiri.

Oleh karena itu, mungkin ada maksudnya Tuhan belum memberikan anda jodoh saat ini. Kenapa? Karena ada keberhasilan besar yang dapat anda raih sebelum anda menikah. Dan keberhasilan itu tidak akan datang sendiri kepada anda. Andalah yang harus mencari dan mencoba sekuat tenaga untuk mencapai hal itu.

Jika anda berusia mid 20s dan masih single, jangan pula mengurung diri
dirumah. Tahukah anda bahwa masih banyak teman-teman anda yang sama-sama single dan sangat serius meniti karir? Buka buku alamat anda dan cari teman-teman lama anda (terutama yang masih sama-sama single).

Buat suatu acara reuni atau shopping bareng. Pergi ke pernikahan teman
anda, beramai-ramai dengan teman-teman single. Buat bisnis bersama yang menguntungkan untuk mengisi waktu malam minggu yang sering terasa sepi dan tidak bergairah.

Jika perlu, coba hal-hal yang belum pernah anda lakukan.
Misalnya, jika selama ini anda sibuk di bidang ekonomi, coba untuk
masuki dunia jurnalistik, atau fotografi.
Jika anda adalah seorang event organizer,coba untuk memasuki dunia
politik.

Jika anda adalah seorang yang hebat di bidang teknik, coba untuk
memasuki dunia seni (main band, misalnya). Atau, jika selama ini anda selalu serius di bidang komputer, cobalah
untuk ikut kursus /pertandingan golf yang serius.
Selalu bawa kartu nama anda kemanapun anda pergi. Perluas pergaulan dan cobalah untuk menjadi orang yang sangat ramah. Jika anda disenangi banyak orang, maka anda juga akan lebih menyenangi hidup anda. Jangan mengeluhkan hidup anda. Bersyukurlah akan kesehatan anda. Jika anda tidak sehat, akan lebih sulit lagi bagi anda, tidak hanya untuk menikah tapi juga untuk
berkarir dan bersenang-senang.

- Bersyukurlah akan teman-teman anda yang mengerti anda.
- Bersyukurlah akan prestasi anda.
- Bersyukurlah akan kecantikan anda.
- Perbaiki diri anda.

Jika anda tipe yang senang dirumah jika malam minggu karena tidak ada
pasangan, cobalah untuk pergi ke mall dan membeli beberapa perangkat
kecantikan.

Gunakan pada saat anda keluar rumah, dan contohlah cara para model
bermake up secara natural. Buat janji dengan teman-teman anda untuk pergi malam minggu all dressed up! Jika perlu, buat foto beramai-ramai di studio
foto yang menawarkan make up artist.

So, feeling better? Hidup terlalu pendek untuk dihabiskan bersedih
hati. Diluar sana banyak orang lain yang lebih susah hidupnya, bahkan tidak mampu untuk makan, apalagi membaca email seperti anda.

Bersyukurlah, dan Tuhan akan melimpahkan banyak berkat kepadamu.
Bersenanghatilah. Tersenyumlah dengan orang disekitar anda. Matangkan
mental anda untuk kelak menikahi orang yang tepat.
Pilihlah yang anda cintai, lupakan syarat yang sangat duniawi. Pikirkan
hidup anda dan anak anda 20 tahun mendatang. Yakinkan anda bahwa
keputusan anda saat ini akan membuat anda tersenyum ketika anda berusia 50 tahun. Dan yang paling penting, senyumlah akan keadaan anda saat ini.

Mei_me
05-06-2003, 02:21 PM
Harusnya gw baca artikel ini sebelum gw nikah ya ...jadi gw bisa mikir2 lagi ... sekarang aja gw bingung ... kejadiannya gini ..temen gw ada yang mo nikah , hari2 terakhir ini dia happy banget dech kayaknya ....trus ada yang nyletuk ... woi yang mo nikah, happy banget dech ... loe Mei, dulu happy juga khan pas mo merrid .... eh gw mikir ..kayaknya sich dulu gw biasa aja ya ... karna udah pacaran lama (10 taon).....ya udah nikah ... maksud gw itu udah alamiah banget ... itu jodoh gw ..

pas gw baca thread ini ...gw mikir ... iya yah ..alesan gw untuk nikah dulu apa sich ....?????

Chantique
05-06-2003, 05:37 PM
hihihihi, gue malah gak mikir apa2.. sama kaya elo Mei, skrg baru mikir, kenapa yah gue nikah dulu ??

Mei_me
06-06-2003, 08:52 AM
ya ampun Chantique ... jadi bukan gw aja ya yang gitu cueknya

bobo
06-06-2003, 03:52 PM
gue kalo bisa balik lagi ke 5 tahun lalu, gue mau merit muda ..huehuee :D

Chantique
06-06-2003, 04:18 PM
Originally posted by Mei_me
ya ampun Chantique ... jadi bukan gw aja ya yang gitu cueknya

lah gue aja kenal ma suami dari internet, doi temen chat gue.. pacran direal 4 bulan trus merit :P

Chantique
06-06-2003, 04:19 PM
Originally posted by bobo
gue kalo bisa balik lagi ke 5 tahun lalu, gue mau merit muda ..huehuee :D

waks.. napa gitu bo ? critain dunk ;)

evenstar
06-06-2003, 07:41 PM
Originally posted by Chantique
lah gue aja kenal ma suami dari internet, doi temen chat gue.. pacran direal 4 bulan trus merit :P

hehehe hampir mirip ama gue ya mbak...gue kenal ama cowo gue sekarang juga dari internet, dia temen adek gue, terus email2an, sampe akhirnya jadian. pas jadian pun gue ga tau dia orangnya kaya gimana ;D
baru pas ketemu di airport, pas gue pertama nyampe disini baru tau: oooh ini toh orangnya :D

Chantique
06-06-2003, 07:58 PM
walaahh.. cocok dunk Mei.. hihihihi

naila
09-06-2003, 08:14 AM
wah.. kalo gue justru respek pada orang2 yang nikah muda dan siap menanggung resikonya tanpa penyesalan. justru orang2 seperti itu gue anggap istimewa, karena bisa jadi dewasa sebelum temen2 seumurnya dewasa, karena bisa memikul tanggung jawab lebih awal daripada temen2 seumurnya.

puas senang2 dan alasan2 semacam itu kan relatif banget, individual banget. ada orang yang pas lulus S1 udah ngerasa "udah ah.. kayaknya udah cukup masa senang2 gue".. ada juga yang sampe hampir kepala 4 masih juga gak puas2 :D:D

mahanee
09-06-2003, 10:46 AM
banyak teman kerja gw di sini yang nikah umur U-23 .. so far so good keliatannya ...

malahan bapak bapak tempat gw kerja yang udah bangkotan malah ngasih nasihat kalo bisa sih nikah muda aja :D :D

mahanee
09-06-2003, 10:47 AM
faktor utama katanya selisih umur dan produktivitas antara anak dan orang tua nantinya ....

naila
09-06-2003, 11:05 AM
itung2an nih.. kalo elo punya anak pertama umur 35, udah pensiun umur 55.. berarti waktu itu kan anak lo blom ada yg kelar kuliah :D

mahanee
09-06-2003, 11:33 AM
di situlah kelebihannya kalo kawin muda...
kalo udah mapan (yakin bisa ngasih makan anak bini), udah deh... tancepp gasss ajaaa... ::kabur:: ke KUA ::luthu::

Mei_me
09-06-2003, 01:59 PM
Originally posted by Chantique
walaahh.. cocok dunk Mei.. hihihihi

toel-toel cantique ... eh itu khan kisahnya si evenstar yang mirip ama elo.....bukan gw .. (gw pacaran 10 taon bo' ... ampe bosen )

btw ... cantique ama evenstar ... pas ketemuan gitu gimana ? khan pasti beda banget ya komunikasi lewat internet ama ketemuan langsung

Mei_me
09-06-2003, 02:02 PM
Originally posted by mahanee
di situlah kelebihannya kalo kawin muda...
kalo udah mapan (yakin bisa ngasih makan anak bini), udah deh... tancepp gasss ajaaa... ::kabur:: ke KUA ::luthu::

Ya Bapak jangan teori mulu ... kapan nich undangannya ...:D

Skytrivia
11-06-2003, 01:01 PM
Originally posted by Mei_me
ya ampun Chantique ... jadi bukan gw aja ya yang gitu cueknya

Tenang aja Mei... masih ada aku kok.
di malem midodareni aja, sambil ngliatin orang yang lagi masangin hiasan bunga2, aku masih sempet mikir... "Jadi toh, besok aku nikah?"
Sampe sekarang pun aku masih sering bingung... sebenernya, saat itu apa sih yang aku inginkan... Kalo memang pengen merid, kenapa masih juga mikir seperti itu.... :(

DaZzLeD
11-06-2003, 03:06 PM
kalo gue sih mikirnya kalo udah ada calon yg cocok biarpun umur lo masih muda, kenapa nggak..? malah kyknya asik kan.. ^^;
tapi emang masih buanyaakk lagi pemikiran2 lainnya.. kayak gue nih kadang suka pgn cepet2 kawin, tapi kadang misalnya lagi keluar manjanya suka mikir "idih ngurus diri sendiri aja blm bisa, mau ngurus orang lain pula" ;p
blm lagi masalah keuangan yg paling pwenntiing.. huhuhu.. tp kalo mikir gitu sih kayaknya gak bakal kawin2 ya? ::bentar2:
ah ndak tau lah.. i'll deal with it when the time comes, i guess :D

chamot_chimot
11-06-2003, 05:18 PM
Originally posted by naila
wah.. kalo gue justru respek pada orang2 yang nikah muda dan siap menanggung resikonya tanpa penyesalan. justru orang2 seperti itu gue anggap istimewa, karena bisa jadi dewasa sebelum temen2 seumurnya dewasa, karena bisa memikul tanggung jawab lebih awal daripada temen2 seumurnya.

:D:D

Wah ....setuju banget ama mba Naila........
Pengen banget kayak gitu ( nikah muda ), cumanya masih ada aja ketakutan2 yang ada di bilik hati.........tapi yang lebih jelas lagi emank belom ada yang bener2 pas aja ........ :D
Tapi Insya Allah kalo ada yang bener2 udeh cocok dan aku udeh bisa ngilangin rasa ketakutanku, aku mau banget lho.........

Abis dipikir2 umur udeh 25, nurut itung2an mo punya anak di usia berapa nanti, belom kendala kesehatan dan lain2nya. Duh jadi bingung sendiri......::bingung::

Chantique
11-06-2003, 05:36 PM
Originally posted by Mei_me
toel-toel cantique ... eh itu khan kisahnya si evenstar yang mirip ama elo.....bukan gw .. (gw pacaran 10 taon bo' ... ampe bosen )

btw ... cantique ama evenstar ... pas ketemuan gitu gimana ? khan pasti beda banget ya komunikasi lewat internet ama ketemuan langsung

walaahhh salah toel yah gue.. hahahaha

kalo gitu toal toel evenstar deh... Mei_me nya dipeletin aja.. :P

aku pas ketemuan wahh rasa2nya gimana gitu, langsung kaya udah pernah ketemuan aja sih... grogi dikit sih.. cuman rugi kalo grogi, abis udah nunggu lama sih.. hihihi

kiwir
16-06-2003, 11:16 AM
Originally posted by naila
itung2an nih.. kalo elo punya anak pertama umur 35, udah pensiun umur 55.. berarti waktu itu kan anak lo blom ada yg kelar kuliah :D

setuju model itung2an gini,

aku ngaca dari ortu-ku:
mrk married waktu umur early 20's, aku, sulung, mbrojol waktu ortuku usia sekitar 24 thn. waktu mau selesai kuliah adjah nyokap-ku masih dapet tunjangan apa gitu buat anaknya (buat aku ;)), aku inget bener waktu minta surat keterangan masih kuliah ke kampus :D:D ...

pas nyokap pensiun, aku udah sekitar 4 taunan kerja....
sementara kalo aku jalan ama bokap, waktu bokap sekitar early 50's and aku sekitar 25-an, kita suka dibilang abang adek :):D:)

anak pertamaku lahir waktu aku 31 th,
when things go as expected, Insya Allah, mungkin nanti it will be just about time when I'm 55 anakku pas selesai kuliah n masuk masa kerja :):)

kiwir
16-06-2003, 11:17 AM
btw nyokap peg. negeri, bokap "privateer"...

kiwir
16-06-2003, 11:23 AM
Originally posted by mahanee
di situlah kelebihannya kalo kawin muda...
kalo udah mapan (yakin bisa ngasih makan anak bini), udah deh... tancepp gasss ajaaa... ::kabur:: ke KUA ::luthu::

iyah, better go get married lah
selaen dapet pahala, dapet juga paha-nya :o ;) ;p