PDA

View Full Version : Tanggungan Suami ..


Yun4
25-06-2003, 10:20 AM
Hal ini kepikiran waktu gue melihat situasi disekeliling.
Katakan begini, ada seorang cewek bekerja dan perusahaan tempat dia bekerja tidak memuat ketentuan ada jaminan kesehatan ketika dia mengandung dan melahirkan.
Artinya bahwa kehamilan tsb merupakan tanggungan suami. Maka tempat bekerja suaminya-lah yg menanggung biaya.

Lalu, ada juga seorang cewek bekerja. Di tempatnya bekerja untuk kesehatan full semua kasus tercover, atau beberapa % adalah tanggungan bersama antara karyawan dan perusahaan. Jadi tidak melibatkan tanggungan suami.

Atau bisa juga, ada perusahaan yang menanggung beban biaya dengan catatan (dr RT or tempatnya bekerja) bahwa si suami tidak ada tanggungan untuk hal tsb.

Yang gue tau, kasus kesehatan ini memang kebijakan perusahaan tsb bagaimana mereka memutuskannya antara pekerja dan perusahaan. Karena Askes dan Asuransi merupakan pihak ke 3 yg bisa menjembatani hal tsb.
Tapi mungkin ada beberapa info yg mungkin gue blon ga tau.

Yang jadi pertanyaan adalah : Ketentuan tentang pertanggungan tsb dalam UU ketenagakerjaan ada gak sih ? dan isinya apa aja ?

Perlu hal ini dipertanyakan karena nantinya nyangkut ke rumah tangga ( yg akan dirintis :D ) dan UU ketenagakerjaan yg menyangkut keberadaan perempuan.

Shocking Blue
25-06-2003, 11:48 AM
wah... bagus neh... ntar yah gue komen...

kayaknya waktu itu dah pernah gue bahas deh ama temen2 gue... :D :D

ß.è.ñ.z
25-06-2003, 05:39 PM
Kalo menurut gue sich gini...

Seseorang yang sudah menetapkan untuk menikah dengan orang lain (pasti donk, masa dengan diri sendiri), dia harus sudah siap untuk menanggung segala Side Effect-nya, baik yang Positif maupun yang Negatif. Istri bukan hanya tanggungan Suami, dan suami bukan hanya tanggungan istri. Segalanya adalah tanggungan berdua...

Artinya apa ?? Kalau satu waktu kena musibah, sakit misalnya, yang paling berhak dan wajib untuk menanggungnya adalah pasangan itu sendiri. Jangan bergantung pada orang lain atau perusahaan. Pasangan berdualah yang harus pinter-pinter mengatur keuangan dan menabung untuk sesuatu yang diluar dugaan...

Kalo misalnya perusahaan tempat loe bekerja memberi jaminan kesehatan, baik itu sebagian atau seluruhnya, yha terimalah dengan rasa sukur. Tapi jangan itu dijadikan sebagai andalan utama. Kalo tiba-tiba perusahaan collaps gimana ?? Atau tiba-tiba kena kasus dan diberhentikan dengan tidak hormat ?? Siapa yang bisa memastikan bahwa perusahaan akan tetap ada dalam kondisi seperti sekarang ini ??

Jangan laaa... mendingan punya perlindungan diri sendiri, seperti Asuransi misalnya, atau tabungan khusus untuk keadaan darurat. Itu lebih baik...

ß.è.ñ.z
25-06-2003, 05:49 PM
Originally posted by Yun4
... Karena Askes ...

Jangan bergantung pada ASKES. Bo'ong lach... nyaris nggak berguna... :(

Gue khan PNS, otomatis punya ASKES. Apa yang gue dapatkan di saat gue perlu ?? Udahlah ngurusnya susah dan ribet, yang digantipun nggak seberapa... Capek hati dan kesel !!

Pernah Wify kena musibah terpaksa dirawat di UGD RS Pemerintah. Pas gue nanya apa terima ASKES, dia minta Kartu Askes-nya Wify. Mana ada coba ?? Yang megang dan punya kartu ASKES khan cuman gue, buat sekeluarga... ::fu::

Di lain waktu, anak gue giliran masuk UGD. Waktu itu lumayan sukses berhasil ngurusin ASKES. Tapi, dari sejumlah obat yang tertera, sebagian besar dicoret dan dikomentarin "Tidak Ada Dalam Daftar Obat ASKES"... Gimana nggak sebel ?? :( Gue minta liat Daftar Obatnya juga nggak ada...

Pokoknya, kalo boleh milih mau ikut ASKES atau nggak, mending nggak usah lach. Mending bayar lebih ke Asuransi dech...

SandraBulog
25-06-2003, 07:02 PM
gue malah punya asuransi yang limit, manfaat dan fasilitasnya oke banget (apalagi buat golongan V), bisa: untuk melahirkan di ruang VIP, periksa ini itu dll, tapi jarang banget gue gunakan. Setaon aja ke dokter cuma 2 kali, itupun buat perawatan gigi.

[mm] jangan2.. karna gue blom bkeluarga yhee? ;(

ß.è.ñ.z
25-06-2003, 07:15 PM
Originally posted by SandraBulog
gue malah punya asuransi yang limit...

Pake buat ngilangin Stress aja... Iseng nginep di... katakanlah, Ruang VVIP RS Pertamina, ngkali bisa ngobrol 'ma wak Harto... ;)

Kalo ditanya: "Sakit Apa?", bilang aja "Sakit Bulanan"... beres ;)

Asik lho nginep di RS, kayak gue waktu di Smg, nginepnya di RS Telogorejo. Bersiiiihhh banget kamarnya... ;) :D :)

Chantique
26-06-2003, 04:29 AM
bersyukurlah gue tinggal disini RS gratis oi.. hihihihi

Querida
26-06-2003, 07:37 AM
Da, kalau menurut gue inti masalahnya bukan faktor bersyukur gak bersyukur atau bergantung sama perusahaan melainkan peraturan perusahaan yang mengandung bias jender. ::down::

Apa alasannya perusahaan mengatakan bahwa perempuan itu bukan kepala keluarga karena kenyataannya banyak perempuan yang menjadi kepala keluarga. Terus terang gue paling benci ama perusahaan yang menetap kan aturan ini karena pada kenyataannya, kadang-kadang peraturan ini menjustifikasi mereka untuk lebih memilih pekerja wanita daripada pria karena lebih murah.

Seingat gue di RUU TK yg baru, hal ini sudah diluruskan. Tapi berhubung gue baru mau ikut workshopnya bulan depan, nanti deh detailsnya gue share di sini. Yang jelas gue bersyukur banget perusahaan gue gak menerapkan peraturan yang sangat-sangat bias jender tersebut. Hak-hak & kewajiban karyawan maupun karyawati semuanya sama. Kalaupun ada yang berbeda, itu karena grade-nya saja.

naila
26-06-2003, 07:56 AM
yaaaaa.. setuju banget ama mbak Querida :D. intinya.. sering kali karyawan laki2 ditangung ini itu sampe keluarganya, tapi karyawan perempuan cuma ditanggung buat dirinya sendiri, atau malah ndak sama sekali dengan alsan sudah dicover suami.

juvemania
26-06-2003, 08:02 AM
wah kalo kantor gue sich ada asuransi buat gue juga buat suami dan anak gue walaupun suami gue nggak kerja di tempat gue...dan kantor co gue juga gitu ada tunjangan kesehatan buat anak dan istri....double jadinya...hehehhehe

naila
26-06-2003, 08:34 AM
iya.. untungnya di tempat gue juga begitu :D