|
|
#41 | |
|
Viva Loneliness!
KafeGaul Senior
Tanggal Gabung: 26 Oct 2001
Lokasi: Kampung Pujangga Terluka
Post: 3.123
|
Kutipan:
Senja biasanya melambang suatu kurun waktu yang mendekati akhir. Bila di ujungnya tidak ada mentari maka yang tampak adalah akhir dari segala akhir. Indah sekali potongan kalimat ini. ![]() |
|
|
|
|
| Sponsor links |
|
|
#42 | |
|
Viva Loneliness!
KafeGaul Senior
Tanggal Gabung: 26 Oct 2001
Lokasi: Kampung Pujangga Terluka
Post: 3.123
|
Kutipan:
Indah sekali, Cyber_Avatar , seperti biasa, aku tetap merasakan tekanan yang tegas dan kuat dari goresan penamu. ![]() |
|
|
|
|
|
|
#43 |
|
Warga
KafeGaul Junior
|
first, vote ivan for president!
aku lelah berperang melawan nurani aku lelah untuk berjuang atas diriku namun mereka berteriak, seolah akulah musuh mereka mereka tidak lihat apa yang mampu kulihat tidak mendengar apa yang ingin kudengar atau nurani mereka telah mati karena dunia? aku hanya rindu atas cahaya yang menghangatkanku mungkin kau benar, aku perlu istirahat tapi tidak ksatriaku... biar aku menjadi beku atasnya biar aku jadi batu atasnya bila cahaya itu tak jua kutemukan agar kerajaan langit makin porak-poranda karenaku agar mereka tau, aku hidup dan aku mati setelah mereka tau hatiku penuh cinta baginya... teruskan perjalananmu wahai ksatria angkat tinggi2 panjimu agar nanti, aku dapat melihat kebesaranmu dikumandangkan dalam seluruh negri...
__________________
aku adalah perak_halida, putra atas Dewa Lucius!!! |
|
|
|
|
|
#44 | |
|
Viva Loneliness!
KafeGaul Senior
Tanggal Gabung: 26 Oct 2001
Lokasi: Kampung Pujangga Terluka
Post: 3.123
|
Kutipan:
Mereka anggap kamu musuh, Mereka anggap kamu sampah, Mereka anggap kamu laknat. Tahu kenapa? Karena kau berteriak, saudaraku. Jeritanmu sampai menggetarkan Gardner. Rintihanmu sampai menggoyang Menara Endura, Sampai para Bidadari tidak dapat turun dari Bulan. Dan itulah mereka membencimu. O' Halida ksatria yang gelisah. Tenangkan hatimu bergejolak. Duduklah di atas batu itu. Tariklah Sang Bayu dan hela. Biar dadamu dingin olehnya. Penduduk Gardner ini peka telinganya, Sehingga bila kau bersorak dan teriak Mereka terganggu, sahabatku. Kemudian mereka berbalik menghantammu Dengan segala perih dan sembilu. Katakan dengan santun dan lemah lembut, Segala angkaramu, O'Halida. Walaupun benci dan dendam kau kandung, Sampaikan dengan indah. Agar hati - hati yang rapuh, Tidak berdenting karenanya. Dan mungkin mereka pun menerimamu. |
|
|
|
|
|
|
#45 |
|
Viva Loneliness!
KafeGaul Senior
Tanggal Gabung: 26 Oct 2001
Lokasi: Kampung Pujangga Terluka
Post: 3.123
|
Tiba - tiba rindu itu datang lagi.
Seperti hujan sehari. Yang membasahi kering jiwaku setahun. Last edited by psycho_ivan; 03-12-2005 at 12:48 AM. |
|
|
|
|
|
#46 |
|
Viva Loneliness!
KafeGaul Senior
Tanggal Gabung: 26 Oct 2001
Lokasi: Kampung Pujangga Terluka
Post: 3.123
|
The Chronicles Of Niko
Fleur De La Vie
Satu hal yang membekas di dadaku. Bahwa hidup sang ratu adalah hidupku. Dia mati, aku pun mati. Binasa. Musnah seperti debu. Ketika Yua Widya memberiku perintah. Untuk mencari penawar bagi sendu Sang Ratu, Tanpa mengulur lebih banyak waktu Tanpa menemui Philia Gainsborough untuk restu Tanpa berdiam diri di Room Of Sorrow Aku bersedia. Aku sanggup. Padahal, Sang Alkemis memberiku satu tugas berat. Pergilah kau, O’ Pewaris Pedang Perak Ke Perbukitan Azzaliavani Di sana tumbuh Bunga Putih Awal Kehidupan. Bawalah kemari, Akan kuramu penawar derita Sang Ratu Aku pun melangkah pergi. Philia pasti menjerit penuh histeris Memetik Fleur De La Vie ? Tahukah kamu, O’ Ksatria Tanpa Jiwa! Tugas itu tidak akan pernah selesai. Tugas yang tidak mungkin! Aku mengetahuinya, Namun mengapa hatiku yang beku, Berdenting dan terus berdering ? Seakan ini adalah takdir ? Takdir… Entahlah. 27 November 2005 Last edited by psycho_ivan; 02-12-2005 at 10:34 PM. |
|
|
|
|
|
#47 |
|
Viva Loneliness!
KafeGaul Senior
Tanggal Gabung: 26 Oct 2001
Lokasi: Kampung Pujangga Terluka
Post: 3.123
|
Le Prairie Dan Bunga Manja
Aku luangkan setangkup detak waktu Untuk menyepi dengan diriku Bukan di Room Of Sorrow Namun di samping pohon eik hijau Di tengah Le Prairie dimana dia tumbuh Menghidup sepoi angin tersapu Hirup! Agar paru – paruku penuh Hidup! Mengaliri setiap venaku Agar hati bekuku mengeluh Memerah dia dahulu Berdenting kemudian sewaktu Kuletakkan Mawar Merah Jambu Pecahan dirimu lampau “Bunga ini manja sekali.” desaumu santun “Iya. Manja sepertimu…” Dan kamu pun tersipu Bunga ini tumbuh dengan indah, bidadari Aku memupukinya dengan abu surat – surat cintamu Yang kubungkus dengan helai saputangan satin Tempat air matamu tercurah Setiap kali Cinta menyiksa hatimu yang rapuh Seperti desahmu di kupingku, Setiap kamu lelah bermain di antara Bunga Manja, “Bunga tambah indah yah bila dipupuk dengan kenangan”. Sekarang aku tersenyum. Kenangan menyakitkan, bidadari. Entah mengapa aku membiarkannya tumbuh. 27 November 2005 |
|
|
|
|
|
#48 |
|
Viva Loneliness!
KafeGaul Senior
Tanggal Gabung: 26 Oct 2001
Lokasi: Kampung Pujangga Terluka
Post: 3.123
|
Habis Manisku, Dibuang Diriku
Setelah aku berikan kedua tanganku Untukmu bersandar dan tersedu Luapkan segala derita dan sendu Kau campakkan aku! Seperti seonggok hati busuk bau Setelah aku pinjamkan kedua telingaku Untukmu menjerit dan mengadu Ungkapkan segala perih dan aral beradu Kau buang aku jauh! Seperti sekarung sampah berabu Setelah aku sisihkan ruang dalam kalbu Untukmu menitipkan gulana sejumput Agar ringan lorong dada mungilmu Kau lupakan aku! Seperti sepotong kenangan tak perlu Aku jadi bertanya pilu Kaukah yang seharusnya berterima kasih padaku? Atau aku yang seharusnya bersyukur ? Lepas darimu. 02 Desember 2005 Last edited by psycho_ivan; 03-12-2005 at 12:52 AM. |
|
|
|
|
|
#49 |
|
Viva Loneliness!
KafeGaul Senior
Tanggal Gabung: 26 Oct 2001
Lokasi: Kampung Pujangga Terluka
Post: 3.123
|
Le Prairie Dan Pedang Perak
Aku menganggap Le Prairie sebagai makammu Walaupun akhirnya Angelina Shivlatava membawamu ke Bulan Membawa jasad bidadarimu, kukira Namun tidak jiwamu. Pedang perak yang kutancapkan sebagai nisanmu Dahulu berlumurkan darahmu membiru Menusuk dadamu, menghancurkan jantungmu Menghentikan kehidupanmu Sebagaimana kamu hentikan kehidupanku Saling membunuh dan menyakiti Bukankah itu hal terindah di muka bumi ? Perih adalah buah bulir – bulir Cinta Sampai akhirnya aku yang memetiknya Karena kecantikanmu, kemolekan gerak tubuhmu, Keindahan lekuk jerit suaramu, Kerling benci matamu, Desau amarahmu Keabadianmu, Tiada dapat menahan segala gumaman gulana Yang dikandung Sang Pemenggal Iblis Gainsborough Terlalu sakit dan berat untuk makhluk lemah sepertimu Maka matilah kamu, Pemilik Purnama Sekarang, Aku cabut kembali Pedang Legenda Gardner Nisanmu. Mencari Bunga Putih Awal Kehidupan Lebih penting dari sekedar menikmati kenangan Walaupun keduanya sama – sama mustahil. Sukar diraih. Yang satu, tak mungkin teraih kembali. 02 Desember 2005 |
|
|
|
|
|
#50 |
|
Viva Loneliness!
KafeGaul Senior
Tanggal Gabung: 26 Oct 2001
Lokasi: Kampung Pujangga Terluka
Post: 3.123
|
Mengapa sunyi sekali tempat ini?
Atau hanya diriku Yang tertulikan oleh rindu? |
|
|
|
| Sponsored Links |
|
|
#51 |
|
half speed
KafeGaul Senior
Tanggal Gabung: 05 Jun 2001
Lokasi: 1700m above sea level
Post: 2.411
|
aku dan sunyi
aku bisa memutar banyak roda untuk maju sejengkal saja.
dan aku bisa memutar sejengkal saja untuk mengubah hal2 yg besar mungkin karena aku mencintai kesunyian. bagiku dunia yg ribut ini adalah kesunyian-kesunyian yg kuakrabi. segala sesuatu adalah sunyi. di dalam sunyi aku mencintai segala sesuatu. aku mencintai temanku yg bergosip. aku mencintai kemacetan di pagi hari. aku mencintai buruknya akting jahat artis sinetron di tv. aku mencintai kecepatan. aku mencintai waktu yg berdesing pelan di sela2 keramaian. aku mencintai barisan gigi orang yg berbicara denganku. aku mencintai seribu pikiran saat dari mulutku baru keluar 3-4 kata saja. aku mencintai hujan pagi hari. aku mencintai makhluk2 tak berwujud yg sering kutemui di sudut2 ruang. aku mencintai orang yg tak bisa mencintai. aku mencintai tanah yg kuinjak. aku mencintai cinta itu sendiri saat sedang bersama pacarku. aku terlalu mencintai, karena itu aku khawatir: aku tidak terlalu seperti manusia. karena kesunyian membuatku bisa mencintai segalanya karena segalanya itu adalah kesunyian. cuma sekedar curhat, van.. |
|
|
|
|
|
#52 |
|
Warga
KafeGaul Junior
Tanggal Gabung: 26 Mar 2004
Lokasi: Jakarta
Umur: 27
Post: 587
|
aku tertidur di peluk kabut ungu yang pekat dan penat
menunggu hadirmu yang langka kutemu menanti senyummu yang lega temukan jawab pasti di utuh diri ini namun itu adalah semu.. bagiku, gerakmu telalu ragu-ragu dan tidak menentu kini aku tertunduk perih.. mengharapkan bumi berhenti berlari dan memproduksi sunyi
__________________
Nothing is perfect in this world. Until you fall in love with it.. |
|
|
|
|
|
#53 |
|
Viva Loneliness!
KafeGaul Senior
Tanggal Gabung: 26 Oct 2001
Lokasi: Kampung Pujangga Terluka
Post: 3.123
|
Tengah Malam: Merobek Tol Jagorawi
Diilhami oleh lagu “Driver’s Delight” oleh Yuzo Koshiro Semua ini sudah tidak penting lagi. Tidak penting lagi untukku. Mengapa kamu katakan itu, matahariku ? Hingga surai – surai cahayamu meredup Duniaku menjadi celah desak gulana Terperangkap dalam gulita Aku akan tutup telepon ini. Apa yang akan kamu lakukan ? Tidak tahu. Aku hanya ingin merobek aspal jalan Berpacu di atas empat roda api bergelinjang Ratusan dan ratusan kilometer per jam Seperti di atas angin. Seperti di surga. Mengapa kamu lakukan itu? Apakah kamu ingin lari dariku ? Hah? Jawab aku sekarang! Tidak. Tidak akan matahariku. Aku tidak akan pernah lari darimu. Tidak akan pernah bisa. Walaupun sampai ke langit aku berlari. Aku takkan pernah bisa lepas. 22 Desember 2005 Last edited by psycho_ivan; 22-01-2006 at 12:11 AM. |
|
|
|
|
|
#54 |
|
Viva Loneliness!
KafeGaul Senior
Tanggal Gabung: 26 Oct 2001
Lokasi: Kampung Pujangga Terluka
Post: 3.123
|
Tengah Malam: Mencabik Tol Tanjung Priok
Diilhami oleh lagu “Maximum Acceleration” of Yuzo Koshiro Oi, Doc. Elo gak tau yah? Dia kan bentar lagi akan menikah! Oh ya? Dengan siapakah dia menikah, O’Sahabatku? Dengan pangeran yang tampan dan rupawan tentu Karena dia adalah putri tercantik dan terindah Kalau tidak, bagaimana mungkin ‘kan jatuh cinta Dan menariknya untuk bersanding, Di pelaminan kencana nanti ? Tapi, Doc. Kayaknya sih Cuma gossip. Kalaupun benar, elo mau ngapain ? Hehehe… pengen denger gue. Hmmm… tidak ada yang bisa aku lakukan. Selain mengikhlaskan cinta pergi. Untuk kesekian kalinya. Luput seperti air dari sela jari jemariku Takkan pernah tergenggam Takkan pernah tertangkap Biarkan aku merobek serpihan hatiku Seperti roda – rodaku menggila menggilas aspal Mencabik lolongan malam beku Tidak apa. Hanya ingin lepaskan sedikit beban. Meraung dalam ratusan kilometer per jam Seperti berada di langit. Seperti di nirvana. 23 Desember 2005 |
|
|
|
|
|
#56 | |
|
Viva Loneliness!
KafeGaul Senior
Tanggal Gabung: 26 Oct 2001
Lokasi: Kampung Pujangga Terluka
Post: 3.123
|
Kutipan:
![]() Lama sekali tidak menggoreskan pena menulis puisi, adikku... |
|
|
|
|
|
|
#57 |
|
Junior
KafeGaul New Born
Tanggal Gabung: 04 Mar 2001
Lokasi: Soerabaja
Umur: 28
Post: 83
|
dia tahu dia kusuka
ku tak tahu apa yang dia rasa ingin sekali aku bertanya tuk puaskan dahaga jiwa haruskah aku terus menanti melalui hari seorang diri wahai teman tolonglah aku sebait puisi untuk dirinya sebelum aku menyerah kalah kuingin tahu apa jawabnya NB: sorry nih gw cuma pernah nulis puisi waktu masih jaman sekolah. tolong permohonan gw dikabulkan ya ![]()
__________________
Friendster: teguh123@bonbon.net MSN: teguh123_sby@hotmail.com YM: teguh123_sby@yahoo.com |
|
|
|
|
|
#58 | |
|
Viva Loneliness!
KafeGaul Senior
Tanggal Gabung: 26 Oct 2001
Lokasi: Kampung Pujangga Terluka
Post: 3.123
|
Kutipan:
|
|
|
|
|
|
|
#59 |
|
Viva Loneliness!
KafeGaul Senior
Tanggal Gabung: 26 Oct 2001
Lokasi: Kampung Pujangga Terluka
Post: 3.123
|
Tengah Malam: Mengoyak Tol Cawang
Diilhami oleh lagu "Destination BlackOut" oleh Yuzo Koshiro Aku rindu kamu. Aku ingin kamu di sini. Aku juga kangen kamu kok. Seperti yang kamu tuturkan Sayangnya itu hanya lipstick di bibirmu Karena kamu sudah tidak berhati Kamu ngomong apa sih? Hatiku masih ada di sini. Bukan, matahariku. Itu hati lelaki yang akan menikahimu. Karena kamu baru saja bertukar kalbu Saling mengisi saling memenuhi Tempat dimana hatiku seharusnya bertahta Sekarang, heninglah. Be Quite. Biarkan aku nikmati setiap putaran roda Dimana setiap giginya mengoyak benih-benih aspal Bagai nafsu buas merobek daging lawan Dalam laju ratusan kilometer per jam Sendiri. Berlinangan. Tujuan? Antah Berantah. 24 Desember 2005 |
|
|
|
|
|
#60 | |
|
Viva Loneliness!
KafeGaul Senior
Tanggal Gabung: 26 Oct 2001
Lokasi: Kampung Pujangga Terluka
Post: 3.123
|
Kutipan:
|
|
|
|
|