![]() |
| Kafe Gaul | Forum | Games Center | Blog | My Page | KG Group | Pendaftaran | FAQ | Daftar Anggota | Tandai Forum Terbaca |
|
|||||||
| Science Kamu tertarik dengan Science? ayo bergabung disini aja. |
![]() |
|
|
Thread Tools |
|
|
#1 |
|
blue is the colour!
KafeGaul Elder
Tanggal Gabung: 01 Feb 2000
Lokasi: Ciledug
Umur: 29
Post: 6.312
|
Informasi2 ilmiah seputar Gempa Yogya & Pangandaran
Banyak yg berpendapat kalau Gempa Yogya ini berbeda dengan gempa2 yg biasa terjadi. Menurut ulasan di http://202.154.24.126/bgl/index.php?...d=174&Itemid=3, bahwa gempa yg tercatat (baca diinfokan) ke masyarakat tidak sebanding dengan kerusakan yang terjadi. Temen gue baru aja balik dari sana, menurut orang sana, gempa yang terjadi Sabtu menimbulkan gemuruh yg cukup bikin takut, dan gerakan gempa tidak kanan-kiri (atau gempa2 yang bisa kita rasain) tapi naik-turun dan durasinya juga cukup lama. Menurut informasi juga, bawah gempa Yogya menimbulkan semacam jalur patahan gempa, dimana rumah2 yg dilalui patahan itu hancur .... Fenomena setelah gempa antara lain, Sumur2 warga dipenuhi lumpur, gunung merapi kembali aktif, Lumpur2 panas juga bergejolak di tempat2 tertentu dan ada yang luber ke jalan2, malahan ada yg mirip2 Yellowstone, tapi yng muncrat lumpur panas bukan air panas ... Buat ahli2 gempa di KG, mohon masukannya biar rame ![]() Last edited by spyro; 20-07-2006 at 08:12 PM. Alasan: Digabung dengan Pangandaran |
|
|
|
| Sponsor links |
|
|
#2 |
|
viva la resistance
KafeGaul Senior
Tanggal Gabung: 13 Jun 2000
Lokasi: 4 x 5 jail
Umur: 26
Post: 4.839
|
OOT dikit dari thread ya... gw dapet sms yang "katanya" antara selasa hari ini / rabu besok akan ada gempa susulan yang jauh lebih dahsyat (ga inget juga lokasi mana yang bakal kena)... biasanya seh gw cuekin sms model ginian, tapi ga tau feeling gw kok ga enak terus2an abis baca smsnya..
ada yang bisa kasih penjelasan ilmiah mungkin ato ngga ? |
|
|
|
|
|
#3 | |
|
blue is the colour!
KafeGaul Elder
Tanggal Gabung: 01 Feb 2000
Lokasi: Ciledug
Umur: 29
Post: 6.312
|
Kutipan:
Menurut berita di Detik.Com sih kabar itu bisa diabaikan, bisa cek disini : http://www.detik.com/indexberita/indexfr.php |
|
|
|
|
|
|
#4 |
|
blue is the colour!
KafeGaul Elder
Tanggal Gabung: 01 Feb 2000
Lokasi: Ciledug
Umur: 29
Post: 6.312
|
Back to topic, ada artikel menarik dari Kompas, dan cukup menambah fenomena alam yg agak beda : http://www.kompas.co.id/teknologi/ne.../04/111356.htm
Semoga Gemuruh Itu Tak Datang Lagi Jakarta, KCM "Seperti bunyi gemuruh suara jet, kemudian terjadi getaran yang kuat, lalu disusul dengan goyangan yang kuat," kisah Jacob Alam (54) warga Kota Yogyakarta mengenai gempa yang terjadi hari Sabtu (27/5). Alam yang ketika itu sedang menggosok gigi, tanpa pikir panjang langsung berlari ke luar rumah. "Setelah itu, tanah juga masih bergerak-gerak, mengerikan sekali," tambahnya. Para wartawan dan sejumlah relawan yang sedang melihat kerusakan di dusun Klisat, desa Sri Bandono, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, ikut mencicipi sedikit kegerian tersebut. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh, lalu tanah yang saya injak bergerak sekitar lima detik. Bunyi gemuruh juga terdengar sebelum diikuti getaran sangat kuat yang merontokkan makam raja-raja Mataram di Imogiri yang letaknya di atas bukit. Gapura yang ada di dalam makam sebagian roboh akibat kuatnya getaran tersebut. "Saya terpeleset berkali-kali akibat getaran itu, dan sebuah gapura nyaris menimpa saya," ujar Badawi (48), seorang abdi dalem di kompleks makam. Bunyi gemuruh itu hingga kini masih membuat sebagian warga Yogyakarta trauma. Apalagi, goyangan gempa-gempa susulan yang masih terus terjadi hingga hari ketujuh. "Suara motor dan suara pesawat kadang membuat kami was-was, karena suaranya mirip dengan gempa kemarin," ujar Bahtera Jana, mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI). Gempa berkekuatan 5,9 skala Richter itu telah merobohkan ribuan rumah termasuk gedung kampusnya. Kejadian pagi itu masih terlihat jelas di wajah para korban yang kini tersebar di tenda-tenda pengungsian. Entah sampai kapan mereka akan tinggal di sana mengingat banyak rumahnya rusak berat. Boro-boro untuk kembali ke rumah, makan sehari-hari pun masih harus berjuang karena lambatnya bantuan. Kehilangan harta benda mungkin masih belum seberapa dibanding dengan kehilangan anggota keluarga, sanak saudara, tetangga, atau orang-orang terdekat. Tak seorang pun yang menyangka bahwa mereka yang tinggal di selatan lebih dulu diberi cobaan daripada sesamanya di utara yang terancam letusan Gunung Merapi. Bumi ternyata punya rencana sendiri. Sesar Opak yang lama tidak aktif, ternyata kembali terusik. Patahan di lempeng bumi sepanjang 12 kilometer itu berada di bawah Kretek Depok, sekitar Pantai Samas hingga Desa Tulung di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Itulah mengapa di wilayah yang berada di antara dua daerah tersebut mengalami kerusakan yang paling parah. Namun, beberapa daerah yang mengarah ke kota Yogyakarta, terutama Kotagede dan sekitarnya juga mengalami kerusakan yang parah. "Sepertinya, getaran gempa juga dipicu sesar sekunder yang mengarah ke sana," ujar Dr. Dwikorita Karnawati, Ketua Jurusan Teknik Geologi Universitas Gajah Mada (UGM). Hasil investigasi sementara Tim Geologi Universitas Gajah Mada (UGM) juga menemukan retakan-retakan masif pada bukit batu di bagian utara Piyungan yang berbatasan dengan Kabupaten Gunung Kidul. "Masih jelas terlihat bekas retakan di batuan yang membentang hampir 2 kilometer," kata Dwikorita. Retakan-retakan di permukaan tanah juga ditemui di beberapa titik. Bahkan beberapa saksi juga mengaku melihat tanah yang menganga lalu menutup kembali saat terjadi gempa, meskipun hanya sejengkal. "Salah satu sumber gemuruh mungkin dari getaran di bukit-bukti batu tersebut atau getaran yang merambat melalui ruangan bangunan dan benda-benda yang berada di permukaan tanah," kata Dwikorita. Gempa susulan mereda KCM/ Ahmad Zamroni Warga Kedung Pring, Plered, Bantul mengadakan shalat Jumat di Masjid Nurul Iman yang memang sudah tidak beratap lagi. Gempa dahsyat yang berlangsung sekitar satu menit masih diikuti gempa-gempa susulan. Pada hari pertama saja, tercatat tiga gempa berkekuatan besar meskipun masih lebih kecil dari gempa yang terjadi pertama kali. Bahkan sampai hari ketujuh, gempa-gempa ringan masih sering terjadi, tiga hingga lima kali sehari. Sementara perut kelaparan, harta benda melayang, dan sanak saudara meninggal, korban gempa yang lolos dari maut masih trauma dan was-was terbayang kejadian saat itu. Bunyi gemuruh yang kadang mengawali gempa-gempa kecil yang berlangsung beberapa detik sungguh masih terasa menakutkan. Takut, kalau-kalau kejadian itu terulang kembali. Warga Klaten, misalnya, tetap tak menghiraukan pernyataan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) bahwa tidak akan terjadi gempa susulan yang lebih besar. Terbukti, saat ini masih banyak warga tidur diluar rumah. Masih banyak warga tidur di pelataran, teras rumah, dan tempat-tempat yang dinilai aman jika terjadi gempa susulan. Suyanti, warga Desa Gayamprit, Kecamatan Klaten Selatan, masih khawatir gempa susulan dalam skala lebih besar akan terjadi lagi setelah gempa berkekuatan 5,9 skala Richter. Padahal, BMG di Posko Bencana Yogyakarta telah mengeluarkan pernyataan bahwa isu yang menyebutkan akan terjadi dalam skala lebih besar merupakan isu menyesatkan. Masyarakat tidak perlu khawatir dan panik dengan hal itu meskipun diakui gempa susulan masih terjadi namun dengan kekuatan yang lebih kecil, kurang dari 3 skala Richter. "Gempa yang terjadi sudah pada puncaknya,” ujar Surono, Kepala Subdirektorat Bencana Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Selain itu, menurut Dwikorita, gempa susulan wajar terjadi namun aktivitasnya akan terus menurun sampai patahan yang aktif melepaskan seluruh energinya. Kepala BMG Yogyakarta Jaya Murjaya mengatakan, gempa-gempa susulan diperkirakan terjadi selama 11 hari sejak gempa besar 27 Mei lalu. Sebagai gambaran, gempa susulan di Aceh yang berkekuatan di sekitar gempa utama 9,1 SR berlangsung sampai dengan 2 hingga 3 bulan. Karena gempa utama Yogja-Jateng ini skalanya lebih kecil, tentu gempa-gempa susulannya diharapkan berlangsung lebih singkat dari yang terjadi di Aceh. Pedoman praktis yang dikeluarkan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) DIY dan Jawa Tengah, Persatuan Himpunan Mahsiswa Geologi Indonesia (Perhimagi) Yogya, dan Yayasan Harinjing Lestari AMC (Adventures and Mountaineering Climbers) Malang/Jakarta memperkirakan gempa susulan akan berlangsung kurang dari dua bulan. Gempa di Yogyakarta mulai mereda, namun bukan berarti bebas bahaya. Ancaman dari selatan terlewat sudah, namun warga Yogyakarta masih harus waspada menghadapi segala kemungkinan ancaman dari utara mengingat aktivitas Merapi masih penuh tanda tanya. Kalaupun Merapi melepaskan bebannya, semoga gemuruh itu tak datang lagi. (Tri Wahono dan Martian Damanik) |
|
|
|
|
|
#5 |
|
udah lama ga ganti avatar
KafeGaul Senior
Tanggal Gabung: 26 Mar 2004
Lokasi: nowhere close to you
Post: 4.013
|
Just FYI:
Pedoman Praktis-Ilmiah tentang gempa 27 Mei Ikatan Ahli Geologi Indonesia merilis sebuah panduan praktis-ilmiah untuk masyarakat tentang fenomena gempa bumi terutama menyangkut gempa bumi 27 Mei kemarin dan aktivitas Gunung Merapi. Panduan tersebut menyebutkan berbagai hal seperti proses terjadinya Tsunami, peluang terjadinya gempa yang lebih dahsyat, dan sampai kapan gempa susulan akan terjadi. Apa yang menyebabkan Gempa Jogja & JATENG 27 Mei 2006 kemarin? * Kegiatan Gunung Merapi (Komisi Tektonik PP-IAGI) * Gerakan lempeng bumi di Laut Selatan Yogya (BMG) * Gerakan patahan lapisan bumi yang memajang dari Bantul sampai Klaten (BG-ESDM) Kok Jogja bisa kena gempa to? * Daerah-daerah Indonesia di sepanjang Pantai Barat Sumatra, Pantai Selatan Jawa, Bali, Nusa-Tenggara, Maluku, Sulawesi, utara Papua, semuanya pernah dan selalu punya peluang terkena gempa, termasuk Yogja * Hal tersebut disebabkan oleh posisi tektonik sebagian besar daerah Indonesia yang berada di pertemuan lempeng-lempeng besar dunia yang selalu bergerak satu dengan lainnya; dan juga berada pada jalur gunung api aktif dunia. Apakah kejadian gempa tersebut sudah diketahui sebelumnya melalui ilmu pengetahuan? * ‘Peluang’ untuk terjadi sudah diketahui oleh para ahli * ‘Kapan waktu tepatnya’ untuk terjadi, ilmu pengetahuan hanya dapat mengira-ngira dalam rentang waktu panjang (50 tahunan, 100-300 tahunan) * Sampai saat ini di seluruh dunia, tidak ada satupun ahli kebumian yang dapat menentukan tahun berapa suatu gempa besar akan terjadi di suatu tempat, apalagi sampai menyebutkan bulan, tanggal, dan jam. * Jadi kalau ada isu yang meneybutkan uraian rinci seperti itu, berarti adalah isu yang tidak berdasar pada ilmu pengetahuan yang benar dan jangan dipercaya. Apakah gempa besar seperti kemarin bisa terjadi lagi di Jogja & JATENG? * Kecil sekali peluangnya untuk terjadi lagi dalam waktu kurang dari 50 tahun mendatang. * Terjadinya gempa-gempa besar di lokasi yang sama berulang dalam rentang waktu > 50 tahun (bahkan bisa 100-300 tahunan) sehingga seringkali “terlupakan” oleh individu perorangan, kelompok, bahkan oleh negara yang harusnya melakukan kegiatan-kegiatan pencegahan “jangka sangat panjang” * Ceritakan ini semua ke anak-cucu sehingga generasi mendatang (50-100 tahun lagi) lebih waspada dan berhati-hati dalam mencegah bencananya (bukan mencegah gempa-nya, karena gempa tidak bisa dicegah) Sejarah kejadian gempabumi merusak di Wilayah Yogyakarta: –1867: 372 rumah roboh, 5 orang meninggal –1943: 2800 rumah hancur, 213 orang meninggal, 2096 orang luka –1981: dinding Hotel Ambarukmo retak-retak –2006: 6.234 orang meninggal, > 50.000 luka-luka, > 70.000 bangunan rusak/ambruk Kapan rangkaian gempa di Jogja & JATENG ini selesai? * Gempa susulan di Aceh (yang gempa utama-nya s/d skala 9.1 SR) berlangsung sampai dengan 2-3 bulan * Karena gempa utama Yogja-Jateng ini skalanya lebih kecil (5.9 - 6.1 SR), maka tentunya gempa-gempa susulan-nya diharapkan berlangsung lebih singkat dari yang terjadi di Aceh. Kemungkinan kurang dari 2 bulan. * Kalau ingin memperbaiki rumah menjadi permanen: jangan dulu dilaksanakan dalam 2 bulan kedepan. Setelah 2 bulan: cukup aman untuk membangun kembali rumah/bangunan yang rusak * Untuk sementara waktu tinggal / beraktifitas di bangunan-bangunan sementara * Oleh karenanya, pemerintahkan mencanangkan kondisi darurat selama 3 bulan dari 27 Mei 2006 kemarin. Apa benar tsunami bisa terjadi di Jogja & JATENG? * Untuk gempa 27 Mei 2006 yang lalu Tsunami TIDAK TERJADI, demikian pula dengan gempa-gempa susulan s/d 2 bulan ke depan: TIDAK AKAN ADA TSUNAMI yang menyertainya. * Tsunami bisa terjadi di sepanjang pantai selatan Jawa Tengah dan Yogja apabila ada gempa besar (> 7 SR) di Laut Selatan yang diakibatkan oleh gerakan lempeng yang diikuti oleh “patahan naik” * Kapan? Sampai sekarang tidak ada yang dapat meramalkan, tergantung dari terjadinya kembali gempa-gempa besar di selatan Jawa Tengah / Yogja tersebut * Karena tidak bisa meramalkan secara tepat WAKTU-nya, maka yang paling benar adalah MEMPERSIAPKAN DIRI (Lingkungan, Kabupaten, Provinsi, Negara) untuk menghadapinya sewaktu-waktu dengan: o Perencanaan pembangunan wilayah yang benar dan aman o Penerapan kode bangunan yang benar dalam pembangunan infrastruktur o Penelitian gempa – tsunami yang intensif o Terus menerus menceritakan / sosialisasi tentang cara pencegahan bencana – peneyelamatan diri di berbagai lingkungan (pendidikan, masyarakat, pemerintahan dsb) Apakah gempa 27 Mei 2006 bisa memicu Gunung Merapi meletus lebih kuat? * Kemungkinannya 50-50 * Sesaat setelah gempa 27 mei, s/d 3 hari kemudian, Merapi menunjukkan aktivitas guguran lava yang makin meningkat. * Apabila aktivitas tersebut making meningkat dalam 7 hari kedepan, maka memang letusan merapi harus diwaspadai. * Apabila dalam 7-10 hari kedepan ada kecenderungan menurun, maka berarti magma yang akan dimuntahkan merapi dipindahkan ke bawah permukaan bumi, mengsi ruangan-ruangan kosong yang diciptakan oleh gempa yang lalu. Telepon yang bisa dihubungi untuk pertanyaan seputar Geologi-Geofisika Gempa 27 Mei 2006: * PERHIMAGI (Persatuan Himpunan Mahasiswa Geologi Indonesia) YOGJA: o Adeni (081332052852) o Purnama (081578771832) o Farid (08522836510) * IAGI (IKATAN AHLI GEOLOGI) DIY/JATENG o Dr. Sari Bahagiarti (08122782595) o Dr. Dwikorita Karnawati (0811286756) o Agus Hendratno, ST., MT. (08156868523) o Hill Gendoet Hartono, ST., MT (08164222011) * YAYASAN HARINJING LESTARI AMC MALANG – JAKARTA o Ir. Agoes Tirto BSc., MT (085234599669) o Dr. Andang Bachtiar (0816743904) Dirilis oleh: PERHIMAGI (Persatuan Himpunan Mahasiswa Geologi Indonesia) Jogja, IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) DIY/Jateng, dan Yayasan Harinjing Lestari AMC (Adventurers & Mountain Climbers) Malang/Jakarta.
__________________
hari-hariku cerah karena NRL ![]() "Hi, my name is Jacey. I am addcited to the internet." |
|
|
|
|
|
#6 |
|
_________________________
KafeGaul Elder
Tanggal Gabung: 31 Oct 2002
Lokasi: Jakarta
Umur: 27
Post: 9.558
|
suara gemuruh? apa aliran lava di dlm tanah?
mungkin gempanya ada hubungan sama aktivitas gunung merapi....maybe
__________________
"You can be so much heavier with stuff like a nuclear bomb than a pentagram. I mean, what's scarier: VX gas or an upside-down cross?", Dave Mustaine "I never consider myself as guitar collector I’ve got a lot of guitars at home but they are nothing, they are just guitars. It’s like me talking about a bunch of fucking hammers, they are tools." , Dave Mustaine |
|
|
|
|
|
#7 |
|
blue is the colour!
KafeGaul Elder
Tanggal Gabung: 01 Feb 2000
Lokasi: Ciledug
Umur: 29
Post: 6.312
|
Ada Fenomena baru lagi di Bantul, berupa munculnya Awan vertical dengan panjang sampai puluhan kilometer. Berita lengkapnya ada di detik.com :
Warga Bantul Dikejutkan Awan Panjang Puluhan Kilometer Anwar Khumaini - detikcom Yogyakarta - Rabu (12/7/2006) malam ini warga Bantul, Yogyakarta melihat fenomena alam aneh. Warga melihat awan panjang puluhan kilometer dengan mata telanjang. Pertanda apa? Awan itu panjang itu tampak jelas karena malam ini bertepatan dengan bulan purnama. Banyak warga menganggap ini pertanda akan terjadi gempa lagi. Karena pada saat sebelum gempa terjadi 27 Mei lalu, hal yang sama juga terlihat. Andi, mahasiswa UGM yang tengah KKN di Bantul merasa kaget karena baru pertama kali melihat awan memanjang seperti ini. Kohar warga Kembang Songo Bantul juga mengaku kaget. "Kok kayak lintasan jet. Modelnya seperti pelangi tapi lurus," ujarnya. Namun dia tidak takut atas fenomena alam ini. "Saya tidak takut jika pertanda gempa," katanya. Di sepanjang jalan Imogiri warga ramai-ramai melihat fenomena ini. BMG Yogya menyatakan, tidak ada kaitannya antara awan memanjang itu dengan gempa.(mar) Awan Panjang Aneh di Bantul Pertanda Petaka? Maryadi - detikcom Jakarta - Fenomena alam aneh berupa awan panjang yang terlihat di angkasa terlihat di Bantul. Pengakuan sejumlah warga Bantul yang melihat awan itu, sama seperti yang terlihat sebelum terjadi gempa dahsyat yang meluluhlantakkan sebagian wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Mungkinkah awan panjang yang terlihat oleh warga Bantul pada Rabu (12/7/2006) malam pertanda akan adanya petaka lagi. Walahualam! Namun begitu awan panjang itu sempat membuat warga Bantul khawatir. Pihak BMG Yogyakarta menyatakan, tidak ada hubungannya antara awan itu dengan peristiwa gempa. Namun begitu, warga banyak yang melihat awan itu sebelum gempa terjadi. Fenomena awan panjang ini sebenarnya pernah ada dalam cerita Nabi Hud. Nabi Hud adalah salah satu 25 nabi yang dalam agama Islam termasuk dalam nabi-nabi yang wajib diketahui. Dalam hikayat Nabi Hud pernah terbentang di langit awan yang panjang, melintang di tengah tengah langit. Hampir semua orang ke luar rumah menoleh ke arah awan yang agak ganjil itu. Orang-orang yang memusuhi Nabi Hud menyangka awan itu akan memberi mereka kemakmuran. "Itulah awan panjang, menandakan sebentar lagi hujan akan turun untuk menyiram tanam tanaman kita, memberi minum kepada binatang-binatang ternak kita," kata mereka. Orang yang memusuhi Nabi Hud ini adalah orang yang takabur dan menyembah berhala. Tetapi Nabi Hud berkata kepada mereka: "Itu bukan awan rahmat, tetapi awan yang membawa angin kencang yang akan menewaskan kamu sekalian, angin yang penuh dengan azab siksa yang sepedih pedihnya." Sejurus kemudian angin dahsyat berhembuslah, luar biasa hebatnya. Binatang ternakan mereka yang sedang berkeliaran di padang pasir, kecil besar turut terbang disapu bersih oleh angin entah ke mana perginya. Tujuh malam dan delapan hari lamanya angin dahsyat itu bertiup sehebat hebatnya. Jangankan manusia dan binatang-binatang serta tumbuh tumbuhan, batu yang besar yang berupakan gunung itu pun lenyap menjadi angin. Begitu juga patung yang mereka sembah selama ini. Ketika itu Nabi Hud dan pengikutnya tetap di rumah saja, dengan tidak merasakan sedikit juga akan bahaya angin ribut yang begitu dahsyat selama seminggu berturut-turut itu. Akhirnya Nabi Hud pindah ke Hadhramaut, di mana dia hidup sampai wafatnya. Mungkinkah awan panjang itu bisa menandakan petaka, seperti cerita Nabi Hud? Semoga tidak!(mar) Awan Aneh di Bantul Kemungkinan Besar Awan Gempa Maryadi - detikcom Jakarta - Fenomena awan aneh yang memanjang membelah langit hingga puluhan kilometer kemungkinan besar adalah awan gempa. Awan seperti ini pernah terlihat sebelum gempa besar di Kobe, Jepang, 17 Januari 1995 silam. Awan seperti ini juga terlihat oleh sebagian warga Bantul sebelum gempa yang meluntuhlantakkan sebagian kota Yogyakarta dan Jateng. Awan ini kemudian terlihat lagi pada Rabu (12/7/2006) tengah malam. Awan itu terlihat jelas sekali karena ketika itu di langit sedang terang bulan. Kemunculan awan ini tentu saja membuat sebagian warga khawatir akan terjadinya gempa. Lalu fenomena apakah awan panjang dan aneh ini? Dalam sejumlah blog, soal awan aneh ini menjadi perbincangan hangat. Di hampir di setiap milist pernah membicarakan masalah ini. Begitu juga dalam tayangan soal gempa di Fuji TV mungkin menjadi jawabannya. Dalam tayangan itu disebutkan salah satu ciri terjadinya gempa adalah adanya awan yang memanjang. Selama ini gempa sulit diprediksi, dan mungkin dengan adanya fenomena awan ini bisa menjadi tanda yang harus diwaspadai akan terjadinya gempa. Jika melihat ke langit ada awan yang berbentuk aneh seperti angin puting beliung atau seperti pohon atau seperti batang yang bentuknya vertikal kemungkinan besar itu adalah awan yang disebut Awan Gempa yang biasanya muncul sebelum gempa terjadi. Awan seperti ini pernah terlihat sebelum gempa besar menerpa Kobe, 17 Januari 1995 lalu. Sebelumnya di tahun 1993, awan gempa terlihat satu hari sebelum gempa Kagoshima. Awan seperti ini juga terlihat hanya 4 jam sebelum terjadi gempa Nigata 2004. Awan berbentuk aneh itu terjadi karena adanya gelombang elektromagnetis berkekuatan sangat besar dari dalam perut bumi, sehingga menyerap daya listrik yang ada di awan. Makanya bentuk awannya seperti tersedot ke bawah. Gelombang elektromagnetis itu sendiri terjadi akibat adanya pergeseran atau patahan lempeng bumi. Namun ada awan seperti itu di langit juga belum tentu itu awan gempa juga. Mungkin saja karena asap pesawat jet atau memang bentuk awannya memang seperti itu karena pergerakan angin. Jika memang terjadi awan seperti itu, coba dilakukan uji medan elektromagnetis di dalam rumah. Misalnya dengan mengecek siaran TV. Lalu coba lihat mesin fax, apakah lampunya tiba-tiba blinking atau tidak padahal lagi tidak ada transmit data. Selain itu, coba matikan arus listrik lalu cek apakah lampu neon tetap menyala redup walaupun tidak dialiri arus listrik. Jika semua tanda itu terlihat maka besar kemungkinan tengah terjadi gelombang elektromagnetis luar biasa yang kasat mata dan tidak bisa dirasakan manusia. Namun jika ada awan gempa di langit dan terbukti ada gelombang elektromagnetis luar biasa, belum tentu juga akan terjadi gempa. Untuk itu perlu dilihat tanda lainnya lagi. Tanda lainnya itu adalah memperhatikan hewan-hewan. Amati apakah hewan-hewan seperti menghilang atau lari tanpa tentu arah, ataupun hewan bertingkah aneh. Insting hewan sangat tajam dan hewan bisa merasakan gelombang elektromagnetis. Jika tanda-tanda itu terlihat dalam waktu bersamaan, kemungkinan besar menunjukkan memang akan terjadi gempa berkekuatan besar. Sebisa mungkin segera lakukan tindakan penyelamatan diri. ![]() Foto: Awan aneh sebelum terjadi gempa di Jepang.(mar) |
|
|
|
|
|
#8 |
|
Sesepuh
KafeGaul Elder
|
> Awan Aneh
Bisa jadi cuma jejak Kondensasi dari mesin pesawat jet yang terbang tinggi atau dari bekas peluncuran roket. Istilah populernya adalah Contrails. Biasanya terlihat jelas saat langit cerah / tidak ada awan lain. |
|
|
|
|
|
#9 |
|
proud to be a romanisti
KafeGaul Soldier
|
Iya bener (gw telat baca thread ini), kayaknya emang gempa di Jogja kemarin itu agak beda dengan yang lain, meskipun magnitudenya juga ngga jauh-jauh beda sama yang kemarin di Pangandaran atau yg barusan di Selat Sunda (gedean yg Pangandaran malah).
Waktu gw ngerasain gempa itu, jangankan kita bisa lari, orang gw berdiri pelan2 aja udah kelempar ke tembok kanan kiri berkali2 (cedera yg gw dapet kebanyakan krn kebanting2 tadi). Trus dalam itungan detik, kaca-kaca rumah udah pecah dan geting2 runtuh. Yang jelas, ngga "cuma" ngerasa pusing aja kayak gw tanya temen yang ngerasa gempa baru-baru ini di Jakarta atau Bandung. Padahal magnitudenya sama, dan pusat gempa juga sama2 di laut (katanya). Penjelasan ilmiahnya sih katanya karena jalur patahan di Jogja masuk ke daratan juga (sesar Opak), dan bahkan di beberapa daerah ada retakan sampe beberapa meter (dan rumah masuk ke tanah). By the way, gw orang jogja dan termasuk korban gempa juga kemaren. ![]() Moga-moga bencana2 ini cepet berakhir deh ...
__________________
My Journey |
|
|
|
|
|
#10 |
|
Sesepuh
KafeGaul Elder
|
Efek / pengaruh gempa pada bangunan selain dipengaruhi mutu bangunan, juga struktur tanah di mana bangunan didirikan. Gempa yang kekuatannya sama akan menimbulkan efek berlainan di daerah-daerah dengan tipe tanah berbeda.
Kalau tipe tanah tertentu bisa terjadi likwidasi tanah atau tanah seakan-akan menjadi cair/bergelombang dan bangunan bisa tenggelam masuk ke dalam permukaan tanah, seperti seakan-akan berdiri di atas lautan. Proses likwidasi ini pernah dilihat dan direkam kamera waktu gempa di Jepang. http://www.ce.washington.edu/~liquef...hat/what1.html Tetapi Insinyur Sipil yang baik kalau tahu jenis tanah yang ada seperti ini, akan membuat pondasi yang dalam dan baik, sehingga walaupun tipe tanah tidak baik, tetapi bangunan tetap tegak / tidak roboh, walaupun mengalami kerusakan. |
|
|
|
| Sponsored Links |
|
|
#11 |
|
blue is the colour!
KafeGaul Elder
Tanggal Gabung: 01 Feb 2000
Lokasi: Ciledug
Umur: 29
Post: 6.312
|
Makasih buat partisipasinya, makin menarik nih apalagi ada saksi hidup ...
Skr mau bahas soal Pangandaran. - Terakhir nonton TV dikasih liat di tengah lautan ada seperti ledakan pada saat gempa dan sebelum tsunami, ledakan itu terdengar sangat keras, hampir semua orang denger disekitar wilayah Parangtritis - Barusan di Detik.com ada informasi bahwa dua orang saksi melihat letusan dan kepulan asap ditengah laut di wilayah Cilacap dan terjadi sebelum Tsunami. Asap Aneh di Tengah Tsunami Triono Wahyu Sudibyo - detikcom Cilacap - Di tengah amuk tsunami beberapa hari lalu, warga Cilacap sempat melihat cahaya aneh di tengah lautan. Bentuknya berupa kepulan asap berwarna kuning. Mahmud (26), warga Widarapayung, Kecamatan Binangun, menyatakan, beberapa saat sebelum gelombang pasang datang, dirinya mendengar letusan di tengah laut. Setelah itu, muncul asap berwarna kuning terlihat mengepul. "Entah itu apa. Tapi saya sempat melihatnya. Kejadiannya ada di tengah laut," katanya kepada <>detikcom, Kamis (20/7/2006). Kejadian itu terulang beberapa hari kemudian. "Apa mungkin uji coba nuklir ya. Kan tidak mungkin ada sesuatu yang terbakar di tengah laut, kalau bukan benda canggih," lanjutnya dengan nada heran. Hal yang sama juga diungkapkan Marto, warga Sodong, Karangbenda, Adipala. Letusan disertai kepulan asap didengar dan dilihatnya dengan jelas. Pada awalnya, Marto mengira letusan itu adalah suara ombak. Tapi setelah dipikir-pikir, ia jadi ragu. "Masak ombak bisa meletus," katanya. Meski demikian, baik Mahmud maupun Marto tak bisa menunjukkan tempat munculnya asap aneh tersebut. Mereka hanya menyatakan, semua itu terjadi di tengah laut. Dan yang pasti, juga hanya terjadi di tengah amuk tsunami. (asy) Terlepas dari konspirasi nuklir dan lain-lain ... Apakah mungkin alam mencitakan kejadian seperti itu, dan juga kalau ngga salah dibawah laut situ kan ngga ada Gunung Api yang aktif ? |
|
|
|
|
|
#12 |
|
www.japanfreakz.com
KafeGaul Elder
Tanggal Gabung: 27 Dec 2004
Lokasi: The World that never was
Post: 9.261
|
mg ada di jepang nih, negara gempa. selama g disini dah gak tau berapa kali gempa, awalnya sih serem, tapi lama2 jadi terbiasa, enak di goyang2 ^^
but berita yang diatas bener tuh lagi itu g pernah baca, kalo bakalan ada gempa gede, bisa ketauan dengan liat AWAN di langit, bentuk awan akan terlihat seperti pusaran angin topan. penjelasannya juga sama kaya yang diatas, karena tertarik medan elektromagnetik di dalem bumi trus soal tsunami di aceh, jepang udah ngedeteksi sebelonnya, dan udah ngasih tau ke pihak indonesia bakalan ada tsunami, tapi oknum yang di kasih tau gak nyampein tuh berita. more pic for cloudy earthquake ![]()
__________________
WWW.JapanFreakz.Com I'm Beyond the limit! The man who rule everything. I live on a place without space, in a room without building, and I'm in a group of people that never exist... Visit Our Blog! http://japan-freakz.blogspot.com/ Last edited by Draculy; 21-07-2006 at 09:02 PM. |
|
|
|
|
|
#13 | |
|
Master Thread Derailer
KafeGaul Apprentice
|
Kutipan:
paling sulfur..deposit di dalem bumi.. |
|
|
|
|
|
|
#15 |
|
The Goddess Nepthys
KafeGaul Junior
Tanggal Gabung: 25 Mar 2004
Lokasi: Valley of the Queen
Umur: 29
Post: 211
|
sebetulnya penasaran juga...kalo memang awan gempa itu terjadi karena adanya reaksi terhadap kondisi magnetik yang terjadi di dalam bumi...mengapa cuman awan itu aja yang bereaksi yah?
karena kalo liat dari gambar foto diatas...disekitarnya ada bayangan yang sepertinya awan lain....mengapa hanya awan itu saja yang dipengaruhi sementara yang lain tidak? selama ini foto2 yang beredar juga hanya memperlihatkan 1 awan yang memanjang secara vertikal....jika memang sifatnya magnetik bukankah berarti seharusnya semua awan yang berada diwilayah yang sama juga mengalami hal yang sama ya?
__________________
Don't Worry About The World Coming to an End Today...It's Already Tomorrow in Australia (Charles Schultz)
|
|
|
|